cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Jl. Sidorejo, Gg. Sadewa No. D3, RT02, Kelurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pubmedia Social Sciences and Humanities
ISSN : -     EISSN : 30252660     DOI : https://doi.org.10.47134/pssh
With prospective papers from prolific researchers in their respective areas. The research reports enable the demonstration of descriptive studies in current trends in the society and observation reflected through field research that gives contributive impact to the development of humanities studies.
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 4 (2024): April" : 29 Documents clear
Proses Rekrutmen Kepanitiaan Pemilu Tingkat Kecamatan dan Desa Studi pada Problematika Pemilu di Kabupaten Jember Aprilianto, Roni; Kholifah R, Emy
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i4.131

Abstract

Salah satu kunci keberhasilan pemiliham umum adalah penyelenggara. KPU diberi wewenang untuk membangun badan adhoc, yang masing-masing terdiri dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS). Tujuan dilakukannya penelitian ini yakni untuk mengetahui proses perekrtutan keanggotaan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember apakah sudah sesuai dengan system demokrasi dan untuk mengetahui kendala selama pendaftaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Terdapat beberapa responden serta informan dalam penelitian ini menjabarkan permasalahan apa saja yang banyak terjadi selama proses rekrutmen PPK dan PPS berlangsung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses rekrutmen keanggotaan PPK dan PPS sudah sesuai dengan system demokrasi dan permasalahan yang paling banyak terjadi selama proses rekrutmen berlangsung yaitu pada sistem online. Dapat disimpulkan bahwa perekrutan PPK dan PPS di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember masih banyak terjadi beberapa permasalahan.
Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Studi di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember) Imaulidya, Iftita Naura; Kholifah R, Emy
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i4.132

Abstract

Salah satu tujuan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai lembaga usaha desa yang dikelola baik dari masyarakat dan pemerintah desa yaitu untuk mendorong, meningkatkan, mengembangkan pertumbuhan ekonomi desa, serta meningkatkan pemberdayaan pada masyarakat. Pelaksanaan dari tujuan tersebut dilakukan melalui pengelolaan usaha dari BUMDes dengan memanfaatkan sember daya yang ada. Berkaitan dengan hal tersebut tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menggambarkan pengembangan BUMDes di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dan deskriptif, dengan informasi dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu BUMDes periode sebelumnya mengalami penurunan dalam usahanya serta habisnya modal untuk pengelolaan usaha yang dilakukan yaitu penjualan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) yang bekerja sama dengan pondok air minum Al-Qodiri. Kepala Desa akhirnya melakukan pergantian kepengurusan dalam BUMDes melalui SK (Surat Keputusan) resmi yang sudah diturunkan namun terhambat anggaran yang belum turun yang menjadikan BUMDes belum memiliki usaha sampai sekarang serta belum adanya musyawarah dari pengelola BUMDes bersama dengan Kepala Desa terkait pengembangan badan usaha. BUMDes terus berusaha untuk menghidupkan badan usahanya dengan cara merancang strategi terlebih dahulu seperti mening-katkan sumber daya manusia yang berkompeten, inovasi usaha bersama UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang ada di desa serta membuat unit usaha yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang. Adapun beberapa usaha yang akan BUMDes lakukan dalam menerapkan strateginya yaitu membuka usaha foto copy, toko pusat oleh-oleh dan menjual ATK. Usaha ini dibuat karena peluangnya besar untuk kemudahan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat Desa Kertonegoro.
Strategi Program Bus Sekolah Gratis Bagi Resiko Pelajar Dalam Berlalu Lintas di Kabupaten Jember (Studi di Dinas Perhubungan Kabupaten Jember) Farida, Nurul; Maulana, Akbar
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i4.133

Abstract

Sering terjadi dijumpai pada jalanan kota-kota besar maupun perkotaan, biasanya masyarakat memulai aktivitasnya pada pagi hari, yang mana baik itu sekolah, bekerja maupun aktivitas lainnya. Sehingga dalam kegiatan pada saat yang sama, arus lalu lintas menjadi padat di jalan pada waktu-waktu tertentu. Tujuan Pemerintah Jember dalam program bus sekolah gratis adalah untuk meminimalisir terjadinya kemacetan, kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas. Dengan ini, pelaksanaan program bus sekolah sesdikit membantu untuk kelancaran arus lalu lintas di Jember khususnya di wilayah Jember Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Penentuan informan pada penelitian ini yaitu Dinas Perhubungan Jember, orang tua, dan pelajar. Hasil dari penelitian ini dimana, Dinas Perhubungan Jember selaku lembaga pemerintahan yang melaksanakan program mengenai Bus Sekolah Gratis sebagai bentuk inovasi dalam transportasi publik yang di khususkan untuk para pelajar. Pelaksanaan program ini ditemukan beberapa dampak yang terjadi di lapangan. Berdasarkan hasil kesimpulan untuk keseluruhan bahwa upaya penerapan program yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tuntutan transportasi dari segi pendidikan yang sangat berdampak sekali, sehingga melalui program ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan kemacetan, kecelakaan pada anak di bawah umur, dan dapat mengurangi konsumsi penggunaan BBM.
Diplomasi, Konflik, Dan Kemerdekaan: Pembebasan Irian Barat (1949-1962) Marshanda, Wanda
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i4.134

Abstract

Pembebasan Irian Barat adalah rangkaian peristiwa sejarah yang mencakup upaya diplomatik, politik, dan militer Indonesia untuk mendapatkan kendali penuh atas wilayah yang sebelumnya berada di bawah administrasi Belanda. Tulisan ni bertujuan untuk mengetahui strategi diplomasi, konfrontasi militer dan peran perjanjian New York serta Pepera yang dilakukan oleh Indonesia dalam pembebeasan irian Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode penelitian sejarah, yang terdiri dari pemilihan topik, heuristik atau pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini adalah Selama periode Demokrasi Liberal sejumlah kabinet yang berkuasa di Indonesia terlibat dalam upaya diplomasi untuk mencapai tujuan pembebasan Irian Barat. Selain itu terdapat pula konfrontasi militer yang disebut dengan Trikora (Tri Komando Rakyat) yang mulai digaungkan pada tahun 1961. Meskipun sengketa tersebut melibatkan konfrontasi militer, pemerintah Indonesia juga menjalankan diplomasi melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menghasilkan perjanjian New York pada 1962 dan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969. Hasil Pepera menunjukkan mayoritas penduduk Irian Barat mendukung bergabung dengan Indonesia. Secara simbolis, pemberian kedaulatan penuh Irian Barat kepada Indonesia terjadi pada tahun 1963 melalui pembentukan United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA). Namun, langkah signifikan berikutnya menuju konsensus internasional terjadi pada tahun 1969, ketika PBB secara resmi mengakui hasil Pepera yang menegaskan bahwa Irian Barat akan tetap menjadi bagian integral dari Indonesia.
Perkembangan Industri Tahu Bungkeng di Kabupaten Sumedang Tahun 1990-2000 Pramesti, Nadya Wahyu; Adawiyah, Muna Robiatul; Melinda, Melinda; Nurhetty , Putri Alia; Azhar, Deden
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i4.142

Abstract

Kabupaten sumedang merupakan daerah yang sangat identik dengan tahu, kuliner khas daerah tersebut. Tahu sumedang tidak hanya menjadi kuliner di kabupaten sumedang, tetapi juga menjadi bagian integral dari sektor perekonomian masyarakat, terutama dalam sektor industri tahu. Perkembangan industri tahu di kabupaten sumedang pada awalnya dipelopori oleh perusahaan industri tahu pertama, yaitu industri tahu bungkeng. Industri tahu bungkeng dirintis pada awal tahun 1900 oleh Ong Ki No, kemudian mulai dikembangkan pada tahun 1917 oleh putranya yang bernama Ong Bung Keng. Pada tahun 1958, pengelolaannya diturunkan kepada Ong Yu Kim, anak dari Ong Bung Keng dan sejak tahun 1995 hingga saat ini, dikelola oleh Ong Che Ciang (Suriadi). Industri tahu bungkeng adalah salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang saat ini telah memiliki dua cabang. Cabang pertama berada di Jalan 11 April Nomor 53 dan cabang kedua berada di Jalan Mayor Abdurachman Nomor 70 dan 136. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dan perkembangan industri tahu bungkeng di Kabupaten Sumedang dari tahun 1990 hingga tahun 2000. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah menurut kuntowijoyo. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat perkembangan yang signifikan pada industri tahu Bungkeng dari tahun 1990-2000, di mana alat produksi yang digunakan untuk membuat tahu Bungkeng sudah semi otomatis. Misalnya, alat manual yang digunakan untuk menggiling kedelai diganti menjadi mesin giling diesel. Dalam proses produksi, terutama proses pembakaran penggunaan minyak tanah diganti menjadi bahan bakar solar dan uap. Pengaruh industri tahu bungkeng di Kabupaten Sumedang memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat, karena dapat membuka kesempatan usaha dan lapangan pekerjaan.
Perkembangan Politik Kota Bandung (2008-2018) Fitriah, Salsabillah Nur; Fitri, Gaitsa; Nur Wilda, Gevira Fitri; Rahman, Irfan Arif; Putri, Reina Amanda; Heres, Yudis Faizal
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i4.143

Abstract

Dalam perkembangan politik kota Bandung tahun 2008 hingga 2018 terdapat kebijakan- kebijakan yang berdampak pada perkembangan politik kota Bandung. Tujuan artikel ini yaitu untuk memberikan informasi mengenai kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh Walikota dan Pemerintah Kota Bandung, serta dampak dari perkembangan politik di era tersebut. Penulis menggunakan metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo, di mana terdapat lima tahapan metode yang digunakan yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Dalam menjalankan tugasnya sebagai Walikota tentunya memiliki berbagai kebijakan yang diterapkan untuk mewujudkan kota yang tertata baik dari segi infrastruktur dan regulasi. Hal ini juga berlaku bagi Kota Bandung yang tentunya mempunyai kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh Walikota untuk menjadikan Kota Bandung menjadi kota yang lebih baik lagi. Adapun kebijakan dan program yang dijalankan pada periode 2008 hingga 2013 diantaranya yaitu Program LLI Nyaah Ka Kolot, penataan pkl, dan pelayanan spm Trans Metro Bandung. Sedangkan pada periode 2013 hingga 2018 diantaranya yaitu relokasi PKL, Bandung smart city, Bandung sejuta biopori, Program Inovasi Pembangunan dan Pemberadayaan Kewilayahan (PIPPK). Kebijakan Walikota merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menjadikan kawasan yang maju baik bagi masyarakat dalam kota maupun luar kota. Tentunya setiap kebijakan yang diterapkan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat, walaupun masih terdapat masyarakat yang berpandangan negatif terhadap kebijakan yang berlaku.
Sukarno: Respon Terhadap Ketidakstabilan Kondisi Politik Pada Masa Demokrasi Liberal 1956-1959 Putri, Lamia Rozianna
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i4.144

Abstract

Diberlakukannya sistem Demokrasi Liberal atau Parlementer di Indonesia sejak tahun 1950-1959 ternyata dianggap kurang cocok oleh Presiden Sukarno. Anggapan ini muncul karena melihat kondisi politik pada periode tersebut cenderung tidak stabil dan justru didominasi oleh kepentingan setiap partai. Ini juga menjadi akibat dari adanya sistem multipartai yang dijalankanm sehingga banyak partai politik yang bermunculan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana respon Presiden Sukarno terhadap kondisi politik yang ada pada periode tersebut. Dalam penulisan artikel ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah dengan studi pustaka. Adapun langkah-langkah dalam metode penelitian sejarah meliputi tahap pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasilnya, Presiden Sukarno merespon kondisi politik pada saat itu dengan menggaungkan mengenai Nasakom, Konsepsi Presiden yang didalmnya turut memuat pengenalan sistem Demokrasi Liberal, Kabinet Gotong Royong, dan Dewan Nasional, hingga pada puncaknya Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 1959 yang secraa resmi mengakhiri pemberlakukan sistem parlementer dan periode Demokrasi Liberal di Indonesia.
Perkembangan Seni Bela Diri Maenpo Cikalong di Kabupaten Cianjur Tahun 1907-2019 Fatmawati , Wulan Rizki; Bariyah , Rima Khoerul; Zarkasih , Rosani Tazkiyah; Az Zahra , Nurshafwah; Rasyid, Athhar Faza; Khairunnisa, Ersa
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i4.146

Abstract

Maenpo Cikalong adalah aliran pencak silat asal Jawa Barat tepatnya Kecamatan Cikalong, Kabupaten Cianjur. Aliran pencak silat atau bela diri ini pertama kali diciptakan dan dikembangkan oleh Raden Jayaperbata atau dikenal juga dengan nama Raden Haji Ibrahim di Cikalong, Cianjur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses dan sejarah terciptanya Maenpo Cikalong serta bagaimana proses perkembangannya sejak awal hingga diakui UNESCO. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Dari penelitian ini, dapat diketahui bahwa Seni Bela Diri Maenpo telah ada sejak tahun 1907 dengan dipelopori oleh Raden Haji Ibrahim. Maenpo Cikalong pada awal perkembangannya hanya dapat dipelajari oleh kalangan-kalangan tertentu seperti kalangan manak Cianjur dan keturunan dari Raden Haji Ibrahim saja. Hal tersebut dikarenakan Maenpo Cikalong memiliki perbedaan dengan aliran-aliran bela diri lainnya. Yang membedakan Maenpo Cikalong dengan aliran bela diri lainnya yaitu Maenpo Cikalong lebih mengutamakan rasa dibandingkan kekerasan fisik, maka dari itu Maenpo Cikalong akan berbahaya apabila dikuasai oleh orang-orang sembarangan yang tidak bertanggungjawab. Namun seiring dengan perkembangan zaman, maenpo Cikalong akhirnya dapat dipelajari oleh semua kalangan masyarakat khususnya masyarakat Cianjur. Maenpo Cikalong bahkan diakui sebagai warisan budaya seni bela diri asli Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2019.
Effective Professional Interventions for Protecting Children and Families from Violence in Buraydah, Al Qassim: Intervensi Profesional yang Efektif untuk Melindungi Anak dan Keluarga dari Kekerasan di Buraydah, Al Qassim Almalki, Fawaz Ali; Maspul, Kurniawan Arif
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i4.184

Abstract

Addressing family violence in Al Qassim is critical for ensuring the well-being of children and encouraging stable households. This study explores effective professional interventions and innovative ways to protect and support families affected by violence, while considering the difficulties and critical aspects involved in their implementation. Family therapy, community education programs, trauma-informed care, and counseling services are described as useful interventions that improve communication, resolve problems, and create healthy relationships within families by the Osrah organization. Furthermore, technology-based therapies and arts-based therapy provide novel approaches to closing service gaps and promoting healing and resilience. Community empowerment, education programs, economic opportunities, and constant review are all part of long-term solutions. Al Qassim, specifically in Buraydah, may build a safer and more supportive environment by prioritizing the well-being of children and families and applying these techniques, fostering strong relationships within the community.
Aktivitas Dakwah Melalui Metode Cawisan di Majelis Inaayatul Qubro Desa Teluk Kecapi Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Rizkydermawan; Choiriyah; Muslimin
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i4.185

Abstract

Da'wah is an important aspect of the Islamic religion which aims to spread religious teachings to the wider community. One of the da'wah methods that has been used at the Inaayatul Qubro Council is the Cawisan method. Cawisan is a place to prepare to listen to religious recitations or lectures delivered by Ulama or Ustadz (teachers) providing explanations of religious issues while the congregation listens and continues with questions and answers. This research aims to find out how da'wah activities use the cawisan method in the Inaayatul Qubro assembly, Teluk Kecapi Village, Pemulutan District, Ogan Ilir Regency and the Supporting and Inhibiting Factors. The research uses descriptive qualitative methods with data collection techniques of observation, interviews and documentation. In this research, behaviorist communication theory is used. The results of this research show that after attending the cawisan the congregation began to understand the benefits of studying Islamic teachings not only understanding them but being able to practice positive activities in daily life to achieve happiness in this world and the hereafter and show changes towards the better in accordance with Habib's teachings. as well as changes in behavior and thought patterns, this is proven by the increasing number of Cawisan members, and they are willing to attend every meeting. Cawisan method, namely Islamic teaching delivered in the mosque. The congregation in the mosque forms a circle facing the habib who is delivering material in the mosque. Habib and his congregation sat on the floor on the mosque shelf with their legs crossed. The material presented has been arranged systematically and continuously from one material to the next. The implementation of Cawisan is an activity that is held periodically, namely once a month, with learning using books. This event is usually held in the evening, especially after Isha prayer time, at the Al Wustho Mosque which is located in Teluk Kecapi Village, Pemulutan District, Ogan Ilir Regency. This activity went through several series of activities, namely: Opening, Reading of Maulid Ad-Dhiyaul Lami, Mahalul Qiyam, Closing Prayer, Reading of Maulid, Lecture on the Muqoddimah Al-Hadhromiyah Book, Question and Answer Session, Prayer, Eating Together, Closing.

Page 1 of 3 | Total Record : 29