cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+6281223004727
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bidkemas
ISSN : 20879822     EISSN : 29882699     DOI : 10.48186/bidkemas
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan BIDKEMAS STIKes Respati Tasikmalaya, terlahir dari motivasi dan inovasi para dosen untuk ikut berkiprah mengembangkan dunia riset dalam bidang kesehatan. Adanya tuntutan informasi yang semakin berkembang maka keberadaan jurnal kesehatan BIDKEMAS ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan akademik khususnya bidang kesehatan dan berdaya guna bagi institusi lainnya yang sangat membutuhkan informasi riset dalam lingkup profesi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan BIDKEMAS akan diterbitkan setiap pertengahan tahun (6 bulan sekali) dan memuat hasil riset untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam kebidanan maupun kesehatan masyarakat. Keberadaan jurnal BIDKEMAS mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 192 Documents
STUDI LITERATUR FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) Lia Amalia; Amalia, Lia
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/yxdaqh71

Abstract

Buang Air Besar Sembarangan (BABS) adalah suatu tindakan membuang kotoran atau tinja di ladang, hutan, semak-semak, sungai, pantai atau area terbuka lainnya dan dibiarkan menyebar mengontaminasi lingkungan, tanah, udara dan air. Perilaku BABS masih menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan. Ia merupakan salah satu faktor yang berkontribusi besar terhadap kejadian kematian anak di Indonesia. Catatan UNICEF pada tahun 2015 sebanyak 1,7 miliar anak berusia balita di dunia menderita kasus diare. Sekitar 300.000 meninggal setiap tahun atau lebih dari 800 per hari menderita penyakit diare yang diakibatkan air, sanitasi, dan kebersihan yang buruk. Laporan Join Monitoring Program (JMP) WHO tahun 2015 menyebutkan jumlah penduduk BABS di Indonesia sebanyak 51 juta, tahun 2017 sebanyak 31 juta jiwa, dan tahun 2018 masih ada sebanyak 24,8 juta jiwa. BABS disebabkan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku BABS. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian sekunder berupa studi kepustakaan (literature review). Berdasarkan seleksi kriteria kelayakan dan penelusuran kata kunci, diperoleh 6 jurnal yang direview. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor predposing merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap perubahan perilaku BABS, yaitu pengetahuan, sikap, pendidikan, pekerjaan, pendapatan. Variabel yang berhubungan dari faktor enabling adalah ketersediaan sarana sanitasi. Sementara dari faktor reinforcing adalah peran petugas kesehatan dan dukungan sosial. Diharapkan masyarakat agar menjaga perilaku hidup sehat dengan tidak melakukan BABS karena berpengaruh terhadap kesehatan dan lingkungan. Bagi petugas kesehatan hendaknya meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya jamban sebagai sanitasi yang layak. Bagi aparatur pemerintah diharap menyediakan sarana jamban bersama untuk mendukung masyarakat dalam berperilaku hidup sehat.
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI INDONESIA Risma Wulandari Saripudin; Wulandari Saripudin1, Risma
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/smfxqz04

Abstract

ISPA merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia serta sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan karena salah satu penyebab utama rawat jalan dan rawat inap di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama pada balita di dunia. Tahun 2016 kasus ISPA di dunia sebanyak 18,8 miliar dan kasus pada anak balita sebanyak 59.417. Tahun 2018, kasus ISPA balita di Indonesia sebanyak 93.620 orang (Riskesdas). Penyebab ISPA adalah virus, bakteri, rickettsia, fungi atau protozoa. Faktor risiko ISPA salah satunya kondisi lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat rumah sehat. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Indonesia Metode Penelitian Penelitian kepustakaan (Literature Review) dengan melakukan pencarian pada database online Google Scholar melalui tahapan pemilihan jurnal berdasarkan kriteria kelayakan. Hasil penelitian: Diperoleh 9 jurnal yang membahas variabel dinding, lantai, kelembaban, kepadatan hunian, pencahayaan, dan ventilasi dengan kejadian ISPA pada balita. Dinding rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, lantai rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, kelembaban rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, kepadatan hunian rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, pencahayaan rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, dan ventilasi rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Kesimpulan: Ada hubungan antara kondisi lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan dengan kejadian ISPA pada balita. Saran: meningkatkan edukasi mengenai rumah sehat sebagai upaya pencegahan ISPA pada balita, perilaku penghuni rumah rutin membersihkan rumah, membuka jendela di pagi hari, serta mengurangi aktivitas dalam ruangan yang dapat mencemari udara.
PENGARUH PENKES TENTANG MANFAAT IMUNISASI DASAR PADA BAYI TERHADAP PENGETAHUAN IBU DI PUSKESMAS SATRIA KOTA TEBING TINGGI TAHUN 2022 Irma Valentina Manurung; Valentina Manurung, Irma
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/v02kaj59

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling efektif dalam upaya mencegah mordibitas dan mortalitas pada bayi. Pemberian imunisasi dasar lengkap sampai saat ini masih ditemui berbagai kendala yaitu rendahnya kesadaran yang dipengaruhi oleh kurangnya tingkat pengetahuan tentang manfaat imunisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang manfaat imunisasi dasar pada bayi. Penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan pendekatan one-group pretest-posttes design. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 minggu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 0-12 bulan yang datang ke posyandu  di Puskesmas Satria Kecamatan Padang Ilir Kota Tebing Tinggi Tahun 2022 sebanyak 106 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling berjumlah 22 Pasien. Hasil Penelitian didapat bahwa pengetahuan ibu sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang manfaat imunisasi dasar pada bayi adalah sebagian besar kurang baik dan pengetahuan ibu sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang manfaat imunisasi dasar pada bayi adalah sebagian besar baik. Kesimpulan dalam penelitian ini, ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang manfaat imunisasi dasar pada bayi, dengan nilai p-0,0001<a = 0,05. Saran dalam penelitian ini agar Puskesmas Satria Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi terus melakukan pendidikan kesehatan yang terprogram dan dilakukan berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019 Iyang
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/by4b6004

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama kematian balita di dunia, penyakit ini menyumbang 16% kematian anak di bawah 5 tahun. Di Puskesmas Manonjaya Kejadian ISPA tahun 2018 sebesar 2,41%, sedangkan untuk targetnya itu sendiri adalah 100% tidak ada ISPA.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Manonjaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dan sampel pada penelitian ini yaitu 44 kasus, instrumen penelitian adalah kuesioner dan lembar observasi. Alat yang digunaka light meter, thermo hygro meter, roll meter, pensil dan camera. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa 80% kepadatan hunian memenuhi syarat, 60% pencahayaan tidak memenuhi syarat sehat, 80% kelembaban tidak memenuhi syarat sehat, 100% suhu memenuhi syarat sehat, 55% ventilasi tidak memenuhi syarat sehat sehat, 90% anggota keluarga merokok dalam rumah, 52,5% responden menggunakan obat nyamuk bakar, 50% menggunakan kayu bakar, 57,5% responden berpengetahuan cukup. Kesimpulan dari skripsi ini mayoritas pencahayaan, kelembaban, ventilasi, kebiasaan merokok, penggunaan obat nyamuk bakar tidak memenuhi syarat sehat.Disarankan kepada instansi puskesmas agar lebih mengoptimalkan upaya penanggulangan ISPA pada balita.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP KESIAPSIAGAAN PALANG MERAH REMAJA PADA GEMPA BUMI DI SMK HAJI SUMATERA UTARA TAHUN 2022 Syahferi Anwar; Anwar, Syahferi
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/ze17ej76

Abstract

Gempa bumi besar yang terjadi di Indonesia tercatat dalam beberapa tahun terakhir telah menyebabkan ribuan korban jiwa, keruntuhan dan kerusakan infrastruktur dan bangunan, serta dana trilyunan rupiah untuk rehabilitasi dan rekontruksi. Adanya dampak yang serius terkait bencana gempa bumi maka diperlukan upaya berupa kesiapsiagaan. Tingkat kesiapsiagaan dapat diukur dengan memperhatikan faktor yaitu pengetahuan dan sikap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap kesiapsiagaan Palang Merah Remaja pada gempa bumi di SMK Haji Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi sampel sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan sample menggunakan total sampling, sehingga jumlah sampel yang digunakan sebanyak 20 orang. Analisa data yang digunakan uji korelasi sphearman. Hasil penelitian menujukkan sebagian responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (60%) dan sikap kesiapsiagaan sedang (80%). Sehingga didapatkan hasil pengetahuan dengan sikap kesiapsiagaan pada gempa bumi diperoleh nilai p-value=0,01, dimana p<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap kesiapsiagaan Palang Merah Remaja pada gempa bumi di SMK Haji Sumatera Utara tahun 2022. Penelitian ini diharapkan agar pihak sekolah memberikan pelatihan-pelatihan dan kesiapsiagaan dalam kebencanaan seperti gempa bumi.
ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL) SEBAGAI INSTRUMEN UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN LINGKUNGAN Kafiyal Muhimat; Muhimat, Kafiyal
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/ejr7fv51

Abstract

Aktivitas pembangunan yang dilakukan dalam berbagai bentuk usaha atau kegiatan pada dasarnya akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Sementara itu, eksistensi lingkungan sangat penting bagi kehidupan manusia sehingga kelestariannya perlu dijaga. Melalui AMDAL, dampak besar dan penting yang diperkirakan akan timbul dapat diidentifikasi, dievaluasi, dan diupayakan langkah-langkah penangananya. AMDAL dapat menjadi pedoman bagi pemrakarsa dan instansi/lembaga yang terlibat dan terkait, dalam menentukan kebijaksanaan pengelolaan lingkungan hidup baik pada skala tapak proyek maupun skala regional, sehingga permasalahan lingkungan yang menjadi dampaknya bisa dihindari, diminimalisir, juga dikelola dan dipantau. Selanjutnya, jika pengelolaan lingkungan bisa berjalan, maka kesehatan lingkungan bisa terjaga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai instrumen untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode studi kepustakaan atau literatur review, dengan melakukan pencarian di database online Google Scholar melalui tahapan pemilihan jurnal berdasarkan kriteria kelayakan. Hasil penelitian diperoleh 5 jurnal yang menunjukan bahwa izin mempunyai urgensi tertentu, salah satunya adalah sebagai instrumen untuk melindungi kepentingan dan sebagai alat bukti dalam hal ada kepemilikan. Undang-Undang secara langsung menyebutkan bahwa perizinan sebagai bagian dari instrumen pencegahan pencemaran, perusakan dan kerusakan lingkungan hidup. Salah satu izin lingkungan yaitu izin yang diberikan kepada setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang wajib AMDAL atau UKL-UPL. Kesimpulan, AMDAL sebagai izin lingkungan berperan sebagai instrumen yang dapat mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.
PENGARUH METODE CERAMAH DAN MEDIA SLIDE TENTANG LESBIAN, GAY, BISEKSUAL DAN TRANSGENDER TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA DI SMP X TAHUN 2023 Alifa Syarrofa Marwah
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/8hvy7r59

Abstract

Perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan perilaku yang menyimpang dan bisa sampai dilakukan oleh usia remaja, berdasarkan Susanti et. al, (2020) remaja yang hidup dilingkungan asrama dengan kawan sejenis memberikan kemungkinan terjadinya LGBT karena pada masa ini perkembangan seks yang dominan. Didapatkan data bahwa terdapat 51,03% kelompok usia remaja berperilaku LGBT. Dengan adanya hal tersebut maka, pendidikan kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif tentang LGBT bagi remaja. Metode ceramah dalam pendidikan kesehatan sangat diperlukan karena mempunyai keunggulan dalam penyampaian informasi secara cepat kepada kelompok sasaran yang cukup besar dan dapat berinteraksi secara langsung dengan penyuluh. Media yang efektif digunakan yaitu media slide karena bermanfaat untuk merangsang minat sasaran, mengatasi sikap pasif sasaran,dapat memberikan rangsangan, mendorong keinginan sasaran untuk mengetahui dan mendalami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Metode Ceramah dan Media Slide tentang LGBT terhadap Pengetahuan dan Sikap siswa. Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Experiment, dengan rancangan one group pre test-post test. Populasi dari penelitian ini adalah siswa aktif kelas VIII SMP X dengan jumlah 187 siswa, dan sampel yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 39 siswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa p value pada pengetahuan dan sikap siswa sebesar 0.000 < É‘ (0,05) yang artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan media slide tentang LGBT. Peneliti berharap, penelitian ini dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan sikapnya mengenai Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender yang diperoleh dari sumber informasi yang terpercaya terutama pada sumber informasi berupa internet.
HUBUNGAN HIGIENE DAN SANITASI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DADALI DINILLAH KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA Muhammad Ikmal Kamaludin
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/9yyavg76

Abstract

Penyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Skabies adalah salah satu masalah kesehatan global yang terjadi hampir di seluruh belahan dunia, paling sering terjadi di negara-negara tropis yang panas dan di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan higiene dan sanitasi dengan kejadian penyakit skabies pada santri Pondok Pesantren Dadali Dinillah Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain studi case control, yaitu salah satu metode penelitian dengan survey analitik. Populasi penelitan seluruh santri yang tinggal di Pondok Pesantren Dadali Dinillah Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 90 santri/ah sampai bulan Juli tahun 2022. Sampel penelitian ini sebanyak 48 sampel, 24 kasus dan 24 kontrol berdasarkan umur 12-15 & 16-18 tahun. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah higiene perorangan, kepadatan hunian, dan luas ventilasi, sedangkan varibael terikatnya adalah kejadian skabies. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil dalam penelitian ini menunjukan ada hubungan antara higiene perorangan dengan kejadian skabies (p value 0.00), ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian skabies (p value 0.04), ada hubungan antara luas ventilasi dengan kejadian skabies (p value 0.04). Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara higiene perorangan, kepadatan hunian, luas ventilasi dengan kejadian skabies. Saran bagi pesantren membuat surat edaran bagi santri agar disiplin menerapkan higiene perorangan, mengatur jumlah santri dalam satu kamar, membuat peraturan jangka pendek dan rencana jangka panjang untuk pebaikan kondisi kesehatan lingkungan di pesantren. Bagi tenaga kesehatan meningkatkan upaya penyuluhan pentingnya higiene perorangan dan sanitasi kesehatan lingkungan.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA TENTANG JAJANAN SEHAT TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SDN CIAWANG KABUPATEN TASIKMALAYATAHUN 2023 Rafi Rizki Ramdani
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/69epmk37

Abstract

Anak usia sekolah cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah, yang berpotensi mempengaruhi pola makan mereka. Perilaku jajan sembarangan di sekolah dapat berdampak negatif pada status gizi siswa. Data yang diperoleh dari Puskesmas Leuwisari menunjukkan adanya kasus keracunan makanan di SDN Ciawang pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan melalui permainan ular tangga tentang jajanan sehat terhadap pengetahuan siswa di SDN Ciawang, Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Populasi dari penelitian ini adalah 658 siswa SDN Ciawang Kabupaten Tasikmalaya. Sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi adalah 125 siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan media permainan ular tangga. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh edukasi kesehatan dengan media ular tangga terhadap pengetahuan siswa tentang jajanan sehat dengan nilai p-value sebesar 0.000 < 0.05. Siswa perlu berupaya untuk meningkatkan pengetahuannya melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang diselenggarakan puskesmas atau sekolah. Selain itu petugas kesehatan dan sekolah dapat memanfaatkan media ular tangga yang telah dirancang untuk digunakan dalam kegiatan edukasi kesehatan pada anak sekolah sebagai upaya untuk meningkatkan perilaku jajan sehat pada anak sekolah.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA USIA DEWASA DI INDONESIA Rini Oktaviani; Rini Oktaviani1
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/f6qtd712

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat tubuh mengalami gangguan dalam pengendalian kadar gula darah. Internasional Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita DM pada tahun 2019 atau setara dengan angka prevalesnsi sebesar 9,3% dari total penduduk. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus pada usia dewasa di Indonesia. Penelitian kepustakaan atau Literature Review dengan mencari artikel pada database online Google Schoolar melalui tahapan pemilihan jurnal berdasarkan kriteria kelayakan. Diperoleh 11 artikel yang membahas mengenai aktivitas fisik, pola makan, pola tidur, merokok, stres, obesitas, dislipidemia, hipertensi. Dari semua variabel tersebut didapatkan 7 variabel memiliki hubungan dengan kejadian diabetes melitus dan 1 variabel tidak berhubungan dengan kejadian diabetes melitus. Ada 7 variabel yang hubungan dengan kejadian diabetes melitus dan 1 variabel tidak berhubungan. Saran : Diharapkan bagi masyarakat agar dapat selalu lebih bekerja sama lagi dengan dengan petugas kesehatan dalam hal pencegahan penyakit tersebut dengan menerapkan pola hidup sehat.