cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+6281223004727
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bidkemas
ISSN : 20879822     EISSN : 29882699     DOI : 10.48186/bidkemas
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan BIDKEMAS STIKes Respati Tasikmalaya, terlahir dari motivasi dan inovasi para dosen untuk ikut berkiprah mengembangkan dunia riset dalam bidang kesehatan. Adanya tuntutan informasi yang semakin berkembang maka keberadaan jurnal kesehatan BIDKEMAS ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan akademik khususnya bidang kesehatan dan berdaya guna bagi institusi lainnya yang sangat membutuhkan informasi riset dalam lingkup profesi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan BIDKEMAS akan diterbitkan setiap pertengahan tahun (6 bulan sekali) dan memuat hasil riset untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam kebidanan maupun kesehatan masyarakat. Keberadaan jurnal BIDKEMAS mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 192 Documents
PENGARUH LAMANYA INDUKSI PERSALINAN OKSITOSIN TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD DR. SLAMET KABUPATEN GARUT TAHUN 2018 Dhea Devitasari; Nunung Mulyani; Sariestya Sariestya
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 9 No. 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v9i2.87

Abstract

Induksi persalinan adalah suatu tindakan terhadap ibu hamil dengan cara pemberian uterotonika untuk merangsang timbulnya kontraksi rahim agar terjadi persalinan. Hal tersebut merupakan penyebab bayi lahir dengan asfiksia neonatorum akibat dari janin tidak mendapatkan oksigen yang cukup di dalam rahim. Mengetahui pengaruh lamanya induksi persalinan dengan oksitosin drip terhadap kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Dr. Slamet Kabupaten Garut Tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin dengan KPD dan diberikan indusi oksitosin drip RSUD Dr. Slamet Garut sebanyak 48 orang dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 ibu bersalin dengan KPD di berikan induksi persalinan oksitosin terdapat 2 bayi lahir tidak asfiksia, 4 asfiksia ringan, 35 asfiksia sedang dan 7 asfiksia berat. Ada pengaruh lamanya pemberian induksi persalinan oksitosin terhadap kejadian asfiksia neonatorum dengan nilai sig sama dengan 0,000 lebih kecil daro 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh lamanya pemberian induksi persalinan oksitosin terhadap kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Dr. Slamet Kabupaten Garut Tahun 2018.
PENGARUH KOMPRES AIR HANGAT DAN AIR DINGIN TERHADAP NYERI TULANG BELAKANG IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJAPOLAH TAHUN 2018 Aulia yuspina; Nunung Mulyani; Uly Artha Silalahi
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 9 No. 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v9i2.88

Abstract

Penatalaksanaannyeripadapunggung saat kehamilan bervariatif seperti penatalaksanaan farmakologimaupunnon farmakologis, Efek fisiologis kompres hangat dapat meredakan nyeri dengan merileksasi otot, memiliki efek sedatif dan meredakan nyeri dan kompres dingin dapat membuat area menjadi mati rasa, memperlambat kecepatan hantaran syaraf sehingga memperlambat aliran impuls nyeri. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membandingkan tingkat nyeri punggung ibu hamil trimester 3 setelah dilakukan kompres air hangat dan air dingin. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen tipe non-equivalent control group design. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester 3 yang memeriksakan kandungannya di wilayah kerja Puskesmas Rajapolah dan mengeluh sakit punggung dengan teknik accidental sampling jumlah sampel sebesar 56 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai intensitas nyeri punggung pada perlakukan kompres hangat sebesar 1.61 sementara intensitas nyeri punggung pada perlakukan kompres dingin sebesar 0.57. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa kompres dingin lebih baik dibandingkan dengan kompres hangat karena nilai rata-rata turunnya rasa sakit pada punggung sebesar 0.57. Kesimpulannya yaitu ada perbedaan tingkat nyeri sebelum dan setelah dilakukan kompres air hangat dan dingin di Wilayah Kerja Puskesmas Rajapolah, dan kompres dingin lebih baik dalam penurunan nyerinya dibandingkan dengan kompres hangat. Sarannya agar kompres dingin ini dapat diterapkan dan diajarkan kepada ibu hamil sehingga dapat membantu ibu dalam mengatasi nyeri punggungnya
PENGARUH PEMBERIAN TABLET FE TERHADAP PERUBAHAN KADAR HB PADAREMAJAPUTRI DI PONDOKPESANTRENMIFTAHULKHOERTASIKMALAYATAHUN 2018 Emut Haolatul Mutmainnah; Siti Saadah Mardiah; Endang Astiriyani
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 9 No. 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v9i2.89

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang yang diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Pondok Pesantren Miftahul Khoer Tasikmalaya pada remaja putri pada usia 14-20 tahun dari 10 orang remaja setelah dilakukan cek kadar Hb didapatkan sebanyak 8 orang (80%) memiliki kadar Hb kurang dari 12 gr/dl dan sebanyak 2 orang (20%) memiliki kadar Hb lebig dari 12 gr/dl. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tablet Fe terhadap perubahan kadar Hb pada remaja putri.             Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis penelitian pre eksperimen denganrancangan Pretest-Posstest. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri usia 14-20 tahun yang mengalami anemia ringan sebanyak 28 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling yaitu sebanyak 28 orang.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri sebelum dilakukan pemberian tablet Fe seluruhnya mengalami anemia ringan yaitu 28 orang (100%), sedangkan sesudah dilakukan pemberian tablet Fe remaja putri tidak mengalami anemia yaitu sebanyak 27 orang (96,4%). Hasil uji perubahan kadar Hb diperoleh nilai t-hitung sebesar -13,031 dengan tingkat signifikansi (ρvalue) sebesar 0,000, yang berarti bahwa ada pengaruh pemberian tablet Fe terhadap perubahan kadar Hb pada remaja putri.             Hendaknya petugas kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan dan sosialisasi Fe pada remaja mengenai anemia serta melakukan pendekatan dengan pihak pesantren untuk pemantauan kadar Hb pada remaja putri setiap 6 bulan sekali.
Hubungan Frekuensi Akses Situs Pornografi Oleh Remaja Dengan Sikap Remaja Tentang Seksual Pranikah Di SMP Negeri 4 Kota Tasikmalaya Tahun 2018 Liani Wulandari; Dede Gantini; Nita Nurvita
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i1.96

Abstract

Sikap seksual pranikah pada remaja dapat dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain pengalaman pribadi, pengaruh orang lain yang dianggap penting, pengaruh kebudayaan, media massa (akses situs pornografi di internet), lembaga pendidikan dan lembaga agama. Sikap tersebut dapat berupa sikap positif dan sikap negatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan frekuensi akses situs pornografi dengan sikap remaja tentang seksual pranikah. Metode penelitian ini menggunakan survey research method dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/i kelas VII dan VIII yang berjumlah 680 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate stratifield random sampling sebanyak 252 orang. Remaja yang memiliki frekuensi akses situs pornografi dengan kategori rendah memiliki sikap seksual pranikah dengan kategori positif sebanyak 181 orang dan pada remaja dengan frekuensi akses situs pornografi kategori sedang memiliki sikap seksual pranikah dengan kategori negatif sebanyak 58 orang. Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh hasil tingkat signifikansi (ρvalue) sebesar 0,000, hal ini menunjukkan bahwa nilai ρvalue kurang  dari α (0,000 kurang dari 0,05) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, bahwa terdapat hubungan signifikan antara frekuensi akses situs pornografi dengan sikap remaja tentang seksual pranikah di SMP Negeri 4 Kota Tasikmalaya.
GAMBARAN FAKTOR UMUR DAN PARITAS IBU YANG MEMILIKI BAYI DENGAN BBLR DI WILAYAH KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2014 setiawan setiawan; annisa Rahmidini
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 7 No. 1 (2016): Februari 2016
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v7i1.98

Abstract

Menurut WHO, pada tahun 2005 hampir semua (88%) dari 5 juta kematian neonatal berada di negara berkembang atau berpenghasilan rendah. Lebih dari dua per tiga kematian adalah BBLR yaitu berat badan lahir kurang dari 2500 gram. Secara global diperkirakan terdapat 25 juta persalinan per tahun dimana 17% diantaranya adalah BBLR dan hampir semua terjadi di negara berkembang (Hadi, 2001). Berdasarkan data yang didapatkan di wilayah Puskesmas Singaparna terdapat 44 Bayi dengan BBLR. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran umur dan paritas ibu yang memiliki Bayi dengan BBLR di wilayah kerja Puskesmas Singaparna tahun 2014.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian diskriptif yaitu membuat gambaran atau deskriptif. Populasi penelitian ini adalah semua bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di Puskesmas Singaparna. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 44 bayi BBLR. Tehnik pengambilan sampel secara simple random sampling. Jumlah sampel sebanyak 44 bayi BBLR Instrumen penelitian adalah lembar observasi yang bersumber pada rekam medik pasien laporan puskesmas Singaparna.Hasil penelitian menyatakan bahwa mayoritas usia ibu yang memiliki BBLR adalah usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun yaitu 25 orang atau 56.8%. Serta mayoritas paritas ibu yang memiliki BBLR adalah primipara yaitu 30 orang (68.2%)Melihat hasil dari penelitian ini peneliti memberikan saran kepa calon pengantin untuk memperhatikan usia reproduksi sehat pada saat akan melakukan program hamil. Serta pengaturan jumlah anak dan jarak kelahiran juga turut diperhatikan karna dapat berkontribusi dalam kejadian BBLR.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN POLA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA DI SMAN 2 SINGAPARNA KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2018 Tupriliany Danefi; Fenty Agustini
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i1.100

Abstract

Wanita mempunyai risiko terkena anemia paling tinggi terutama pada remaja putri. Selain itu tingginya angka pernikahan dini/remaja (48%) menyumbangkan dampak yang tinggi terhadap kejadian anemia yang merupakan implikasi kehamilan dari remaja yang anemia yaitu sebanyak 48 per 1000 kehamilan. Menurut data hasil Riskesdas tahun 2013, prevalensi anemia di Indonesia yaitu 21,7%. Prevalensi anemia pada wanita di Indonesia sebesar 23,9 % dengan penderita anemia berumur 5-14 tahun sebesar 26,4% dan 18,4% penderita berumur 15-24 tahun. Berdasarkan hasil penelitian di wilayah kerja Puskesmas Singaparna tahun 2014 didapatkan data bahwa dari 59 ibu hamil usia kurang dari 20 tahun sebanyak 18,6% mengalami anemia. Kejadian anemia pada ibu hamil sangat erat kaitannya dengan kejadian anemia pada masa remaja.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hubungan status gizi dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja di SMAN 2 Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi di SMAN 2 Singaparna dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 77 siswi.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan siswi yang mengalami anemia sebanyak 29,9% dan yang tidak anemia sebesar 70,1%. Hasil tabulasi silang mengenai status gizi dengan anemia didapatkan sebanyak 25,7% siswi dengan status gizi baik mengalami anemia, sedangkan sebanyak 71,4% siswi dengan status gizi kurang mengalami anemia dengan hasil uji statistik diperoleh p value 0,012 kurang dari alpha (0,05). Untuk pola menstruasi dengan kejadian anemia didapatkan sebanyak 28,6% siswi dengan pola menstruasi normal mengalami anemia , sedangkan sebanyak 37,5% siswi dengan pola menstruasi tidak normal mengalami anemia dengan hasil uji statistik diperoleh p value 0,597 lebih besar dari alpha (0,05).Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri dan tidak ada hubungan antara pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Saran bagi sekolah Perlu adanya kerjasama dengan fasilitas kesehatan supaya bisa mengadakan penyuluhan tentang gizi remaja di sekolah dan makanan kaya zat besi sehingga remaja memiliki pengetahuan yang baik tentang gizi dan masalah anemia pada remaja putri.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI AKSEPTOR KB AKTIF TERHADAP PENGGUNAAN KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI DESA CIGALONTANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIGALONTANG TAHUN 2018 Hapi Apriasih; Tupriliany Danefi
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i1.101

Abstract

Jumlah penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat jumlahnya sehingga menempatkannya di urutan keempat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar didunia. Menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 menunjukkan bahwa pemakaian kontrasepsi di antara wanita berstatus kawin di Indonesia meningkat dari 60% pada tahun 2002-2003 menjadi 63,3 %. Peningkatan terbanyak terjadi pada pemakaian metode kontrasepsi suntik. Pemakaian IUD menurun selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Dalam RPJMN 2015 – 2019 tertulis bahwa program pemerintah untuk lima tahun kedepan salah satunya adalah Peningkatan pelayanan KB dengan menggunakan MKJP. Dalam Notoatmodjo (2005) rendahnya jumlah Pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor predisposing yaitu faktor pengetahuan, nilai atau kepercayaan dan sikap, serta faktor pemungkin yaitu fasilitas, biaya, jarak dan ketersediaan trasnfortasi sedangkan faktor penguat yaitu dari dukungan suami dan keluargaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi akseptor KB aktif terhadap penggunaan kontrasepsi jangka panjang di Desa Cigalontang Wilayah Kerja PKM Cigalontang tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB aktif dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 448 akseptor KB aktif.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa 85% responden menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan 15% responden tidak menggunakan MKJP. Hasil tabulasi silang didapatkan faktor yang berhubungan dengan partisipasi akseptor KB aktif terhadap penggunaan MKJP adalah paritas (p value 0,000), pekerjaan (p value 0,000), status sosio ekonomi (p value 0,000), dan dukungan suami (p value 0,000) dengan kuranf dari alpha (0,05), sedangkan variabel pengetahuan (p value 0,164), dan sikap (p value 0,071) tidak berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi jangka panjang dengan lebih dari alpha (0,05).Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara paritas, pekerjaan, status sosio ekonomi, dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi MKJP dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan penggunaan kontrasepsi MKJP. Saran meningkatkan konseling KB pada calon akseptor KB oleh tenaga kesehatan sehingga dapat meningkatkan pemahaman tentang metode MKJP dengan menggunakan media yang efektif serta meningkatkan keterlibatan suami dalam ber KB.
GAMBARAN POLA ASUH BAYI PADA IBU YANG MENIKAH USIA DINI DI KECAMATAN PAMULIHAN KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2018 UPUS PIATUN KHODIJAH; WINDY NOVIANITA HIDAYAT
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i1.102

Abstract

Pola asuh orang tua adalah pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relative konsisten dari waktu ke waktu. Saat ini banyak ditemukan kasus yang sering terjadi pada anak karena orangtua yang menikah usia dini menjadikan orangtua sebagai sosok penelantar. Orangtua yang menikah usia dini belum ada kestabilan emosi sedangkan orangtua adalah teladan pertama bagi pembentukan kepribadian anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh bayi pada ibu yang menikah usia dini di kecamatan pamulihan kabupaten sumedang.Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pamulihan. Populasi dalam penelitian ini adalah 52 ibu bayi yang menikah usiakurang dari sama dengan 20 tahun di Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang menggunakan total sampling. Analisis datanya berupa analisis univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pola asuh bayi pada ibu yang menikah usia dini di Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang adalah baik.Pola asuh ibu yang baik diperoleh dari adanya pendidikan kesehatan dari petugas kesehatan Lima indikator dari pola asuh yang sudah baik, yaitu praktik menyusui dan pemberian MP-ASI, pengasuhan psikososial, penyiapan makanan, kebersihan diri dan sanitasi lingkungan dan praktek kesehatan dirumah dan pola pencarian kesehatan sebagian besar berkategori baik. Namun dalam indikator perawatan dan perlindungan ibu terhadap anaknya masih kurang. Saran pada penelitian ini petugas kesehatan perlu menjaga dan meningkatkan kegiatan penyuluhan atau memberikan pembekalan kepada ibu yang akan melakukan pernikahan dini, sehingga ibu muda sudah mempunyai bekal untuk menghadapi hidup sebagai seorang ibu.
DETERMINAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG OLEH WANITA USIA SUBUR DI DESA BEUSI KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2014 Roschidah Putri Rizani
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i1.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang oleh wanita usia subur. Jenis penelitian adalah Kuantitatif dengan metode non eksperimen (observasional analitik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubunngan yang signifikan antara umur, jumlah anak, pengetahuan, sikap, efek samping, status kesehatan dan biaya terhadap pemilihan MKJP oleh WUS di desa Beusi Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka 2014 dengan nilai p value kurang dari 0,05. Dan yang merupakan faktor dominan terhadap pemilihan MKJP adalah penghasilan.Simpulan dari hasil penelitian diharapkan agar memilih metode kontrasepsi sesuai dengan kebutuhan dan dapat memanfaatkan program pemerintah terkait Keluarga Berencana bersubsidi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, sehingga tetap dapat menggunakan MKJP sebagai upaya pencegahan resiko tinggi pada akseptor.
HUBUNGAN TEKNIK HIPNOTERAPI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI DI SMK PELITA AL-IKHSAN KECAMATAN UJUNG JAYA KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2015 Yanti Susan; Yuli Yuliani
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i1.104

Abstract

Dismenorea dapat dialami lebih dari setengah wanita yang sedang menstruasi, dan prevalensinya sangat bervariasi. Salah satu teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri adalah dengan teknik hipnoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik hipnoterapi terhadap penurunan tingkat nyeri haid pada remaja putri di SMK Pelita Al-Ikhsan Kecamatan ujungjaya Kabupaten Sumedang Tahun 2015. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan teknik hipnoterapi terhadap penurunan tingkat nyeri haid pada remaja putri di SMK Pelita Al-Ikhsan Kecamatan ujungjaya Kabupaten Sumedang Tahun 2015.Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Total sampling yaitu seluruh remaja putri di SMK Pelita Al-Ikhsan Kecamatan Ujung Jaya Kabupaten Sumedang Tahun 2015 dengan jumlah 119 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri menyatakan nyeri sedang pada saat mengalami haid dan setelah dilaksanakan hipnoterapi sebagian besar nyeri berkurang dengan skala nyeri ringan. Terdapat hubungan teknik hipnoterapi terhadap penurunan tingkat nyeri haid pada remaja putri di SMK Pelita Al-Ikhsan Kecamatan Ujung Jaya Kabupaten Sumedang dengan nilai p sama dengan 0,003 atau kurang dari α sama dengan 0,05.Saran pada penelitian ini yaitu agar remaja putri dapat melakukan hipnoterapi secara mandiri untuk mengatasi nyeri pada saat haid sehingga tidak mengganggu aktivitas belajar.

Page 8 of 20 | Total Record : 192