cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+6281223004727
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bidkemas
ISSN : 20879822     EISSN : 29882699     DOI : 10.48186/bidkemas
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan BIDKEMAS STIKes Respati Tasikmalaya, terlahir dari motivasi dan inovasi para dosen untuk ikut berkiprah mengembangkan dunia riset dalam bidang kesehatan. Adanya tuntutan informasi yang semakin berkembang maka keberadaan jurnal kesehatan BIDKEMAS ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan akademik khususnya bidang kesehatan dan berdaya guna bagi institusi lainnya yang sangat membutuhkan informasi riset dalam lingkup profesi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan BIDKEMAS akan diterbitkan setiap pertengahan tahun (6 bulan sekali) dan memuat hasil riset untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam kebidanan maupun kesehatan masyarakat. Keberadaan jurnal BIDKEMAS mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 192 Documents
EFEKTIVITAS PENYERAPAN Fe DENGAN PEPAYA TERHADAP KENAIKAN HAEMOGLOBIN (HB) DI MTS. AN-NUR KECAMATAN SUMEDANG UTARA KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2018 Upus Piatun Khodijah, SST., M.Kes; Neneng Euis Encas Taryati, Amd.Keb
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.196

Abstract

Anemia sebagai salah satu dari empat masalah gizi utama di Indonesia sampai kini memiliki prevalensi cukup tinggi pada remaja putri yaitu sekitar 27,1%. Prevalensi anemia pada remaja putri ini karena pada masa remaja terjadi pertumbuhan yang cepat (growth spurt). Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui efektivitas penyerapan Fe dengan pepaya terhadap kenaikan Hb. Jenis penelitian kuantitatif, metode penelitian eksperimen dan desain eksperimen semu. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan hemoglobin dan memberikan perlakuan berupa pemberian papaya dan Fe pada kelompok intervensi dan memberikan Fe kepada kelompok control selama satu bulan. Jumlah sampel sebanyak 50 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate. Hasil pengolahan dan analisis data menunjukan bahwa kenaikan Hb pada kelompok yang diberikan intervensi Fe dengan pepaya lebih banyak dibandingkan dengan kelompok yang hanya diberikan Fe saja dengan (p sama dengan 0,034). Penyerapan Fe efektif dengan pepaya terhadap kenaikan Hb. Diharapkan hasil penelitian ini bisa di terapkan dalam penangan anemia.
ANALISIS RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PENGRAJIN MEBEUL KAYU D KABUPATEN TASIKMALAYA Isyeu Sriagustini
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.197

Abstract

A. ABSTRAK Pertumbuhan sektor industri mebeul di Indonesia semakin berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja yang banyak. Setiap tempat kerja mengandung potensi bahaya. Adanya keluhan dari pengrajin seperti tidak nyaman karena debu, tersayat, tergores tangan saat mengerjakan proses kerja, menandakan adanya risiko kesehatan dan keselamatan kerja pada pengrajin mebeul kayu. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisi risiko kesehatan dan keselamatan kerja pada pengrajin mebeul kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan dilanjutkan dengan tahapan analisis risiko yang meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko dan penentuan tingkat risiko. Objek penelitian seluruh pekerja, semua proses kerja dan lingkungan kerja. Hasil penelitian Secara umum industr yang harus diperhatikan yaitu : debu kayu, kebisingan, fisiologi, mekanik, dan bahan kimia. Dari 39 risiko yang teridentifikasi, sebanyak 18 kemungkinan risiko memiliki tingkat risiko sedang dan 20 lainnya memiliki tingkat risiko tinggi. Disarankan untuk risiko sedang tindakan pencegahan perlu diperhitungkan dengan teliti dan dibatasi Untuk risiko tinggi Pekerjaan dilaksanakan sampai risiko telah direduksi.
PERBANDINGAN KADAR KALSIUM PADA IBU BERSALIN NORMATENSI DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT (PEB) DI RUANG VK RS SMC TASIKMALAYA TAHUN 2018 Ingelda Soraya; Nunung Mulyani APP; Qanita Wulandara
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.198

Abstract

A. ABSTRAK Pada masa kehamilan terjadi peningkatan kebutuhan kalsium yang akan diserap oleh janin sehingga diperlukan keseimbangan kadar kalsium untuk perkembangan janin dan kebutuhan metabolisme ibu serta pencegahan tekanan darah tinggi. Pada kehamilan normatensi, keadaan kadar kalsium lebih tinggi bila dibandingkan dengan pada kehamilan preeklampsia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar kalsium pada ibu bersalin normatensi dengan ibu bersalin PEB di Ruang VK RS SMC Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi komparatif, karena dengan menggunakan metode ini dapat mencari perbedaan pada dua kelompok yang berbeda yaitu kadar kalsium pada ibu bersalin normal dan PEB. Sampel adalah ibu bersalin yang datang ke ruang VK di RS SMC Kabupaten Tasikmalaya pada bulan November tahun 2018 sebanyak 48 orang yang diperoleh dengan teknik accidental sampling. Data diperoleh dengan menggunakan Format isian kemudian dianalisis dengan uji indepent sampel T tes. Hasil penelitian diperoleh kadar kalsium pada ibu bersalin normatensi sebagian besar termasuk normal (91.7%). Sedangkan kadar kalsium pada ibu bersalin dengan PEB sebagian tidak normal (90.3%). Hasil uji statistik diperoleh terdapat perbedaan kadar kalsium pada ibu bersalin normatensi dengan ibu bersalin PEB di Ruang VK RS SMC Tasikmalaya 2018 dengan p value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kadar kalsium pada ibu bersalin normatensi dengan ibu bersalin PEB. Oleh karena itu, bidan dapat memberikan asuhan kebidanan dalam rangka mencegah komplikasi kebidanan dengan memberikan asupan kalsium pada ibu hamil.
PENGALAMAN PENCEGAHAN ULKUS BERULANG PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS AWILUAR Aneng Yuningsih; Dian Melasari; Kurniawan .
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.199

Abstract

A. ABSTRAK Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit yang mengakibatkan terjadinya kelainan dalam metabolisme glukosa di dalam tubuh dengan ciri hiperglikemi. Komplikasi Diabetes Mellitus diantaranya adalah ulkus, yang merupakan penyebab tingginya angka amputasi dan kematian pada penderita. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman pengalaman pencegahan ulkus berulang pada penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja UPTD Puskesmas Awiluar Kabupaten Ciamis dengan menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Sampel penelitian sebanyak tujuh partisipan dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui in-dept interview dengan analisis data menggunakan content analisis. Dari hasil analisis penelitian ini teridentifikasi enam tema utama yaitu pola diet, latihan jasmani, jenis terapi, menejemen lingkungan, menejemen diri, dan istirahat pada penderita Diabetes Mellitus. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penderita Diabetes Mellitus yang pernah ulkus mengalami perubahan terhadap pola makan, olah raga, senam kaki, terapi kimia, herbal, alternatif, menejemen lingkungan, menejemen diri dan istirahat. Memperbaiki manajemen diri merupakan saran utama bagi penderita Diabetes Mellitus dengan ulkus sebagai upaya mencegah terjadinya ulkus berulang.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP, KEPERCAYAAN DAN TRADISI, SERTA PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 7-12 BULAN DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS MANGUNREJA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019 Novi Siti Patimah, S. K. M; Sinta Fitriani, S.KM,M.KM; Hariyani Sulistiyoningsih, S.KM,M.KM
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.200

Abstract

A. ABSTRAK Latar Belakang : ASI Eksklusif adalah sumber nutrisi yang banyak manfaatnya bagi bayi. Cakupan ASI Eksklusif di Wilayah UPT Puskesmas Mangunreja pada tahun 2018 sebesar 39,0%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap, kepercayaan dan tradisi serta peran petugas kesehatan dengan perilaku pemberian ASI Eksklusif pada ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan di Wilayah UPT Puskesmas Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya tahun 2019. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, metode analitik, desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan, dengan sampel penelitian 296 orang. Dengan Teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian lembar kuesioner, Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menyatakan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan perilaku ASI Eksklusif adalah sikap dengan value 0,001 dan kepercayaan tradisi p value 0,001, sedangkan variabel dukungan peran petugas 5. Saran : Meningkatkan cakupan ASI Eksklusif dengan memberikan informasi, edukasi tentang ASI Eksklusif dan fakta, mitos ibu menyusui dengan penyuluhan atau media promosi kesehatan lainnya.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARKAT (STBM) DI DESA MANGUNREJA KECAMATAN MANGUNREJA UPT PUSKESMAS MANGUNREJA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2018 Gan gan , S.KM; Isyeu Sriagustini, S.KM, M.KM; Teni Supriyani, S.Si, M.KM
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.202

Abstract

A. ABSTRAK Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan program pemerintah. STBM di UPT Puskesmas Mangunreja dari 6 desa 1 memiliki sertifikat ODF yaitu Desa Margajaya. Desa Mangunreja adalah salah satu dari 5 desa yang belum memiliki setifikat ODF, Desa Mangunreja memiliki permasalahan penyakit berbasis lingkungan yang paling tinggi di antara yang lain, salah satunya penyakit diare sebanyak 33%. Akan tetapi, dari sisi pemicuan Stop BABS, Desa Mangunreja justru mendapatkan pemicuan paling banyak di tahun 2018 yaitu sebanyak 2 kali dibandingkan dengan desa lainnya yang rata-rata pemicuan satu kali. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi program STBM di Desa Mangunreja Kecamatan Mangunreja UPT Puskesmas Mangunreja Kabupaten Mangunreja tahun 2018. Penelitian ini mengunakan metode deskriftif evaluatif untuk memberikan evaluasi pelaksanaan Program STBM di Desa Mangunreja Kecamatan Mangunreja UPT Puskesmas Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018. Subjek penelitiannya adalah pemegang program STBM di UPT Puskesmas Mangunreja. Hasil penelitian ini menujukan dari strategi yang ada di permenkes no 3 tahun 2014 yaitu penciptaan lingkungan yang kondusif, peningkatan kebutuhan sanitasi, dan peningkatan penyediaan akses sanitasi, mayoritas belum memenuhi syarat. Dari 14 indikator yang ada, hanya 4 indikator yang terlaksana. Perlu penambahan tenaga fasilitator, koodinasi pemerintah dengan pemegang program UPT Mangunreja serta harus ada platihan fasilitator.
GAMBARAN KEPERCAYAAN DAN TRADISI IBU HAMIL DALAM ASUHAN KEHAMILAN DI WILAYAH DESA CIKUNIR KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2018 Chanty Yunie Hartiningrum, S.SiT, M.Kes; Annisa Rahmidini, SST., M.Keb
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.203

Abstract

A. ABSTRAK Kehamilan merupakan suatu keadaan dimana seorang wanita yang didalam rahimnya terdapat embrio atau fetus. Kehamilan dimulai pada saat masa konsepsi hingga lahirnya janin, dan lamanya kehamilan dimulai dari ovulasi hingga partus yang diperkirakan sekitar 40 minggu dan tidak melebihi 43 minggu (Kuswanti, 2014). untuk berubah tetapi ada kalanya juga dipertahankan. Ada proses dinamis yang mendukung diterimanya hal-hal dan ide-ide baru dan ada juga yang mendukung untuk mempertahankan kestabilan budaya yang ada. Hiller (2003) menyatakan bahwa ketika perubahan terjadi, maka terjadi destruksi nilainilai tradisional, kepercayaan, peran dan tanggungjawab, pendidikan, keluarga dan lain-lain yang hampir simultan dengan proses konstruksi cara baru sebagai pengaruh dari perubahan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Kepercayaan Dan Tradisi Budaya Pada Masa Kehamilan Di Wilayah Desa Cikunir Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah ibu hamil trimester I III yang berada di Wilayah Desa cikunir yang berjumlah 41 orang. Teknik pengambilan sample adalah total sampel dimana seluruh sasaran di jadikan sampel dalam penelitian ini. Instrumen peneliti yang digugunakan kuesioner yang mengukur gambran kepercayaan dan tradisi ibu hamil dalam asuhan kehamilan. Analisi data dilakukan dengan cara univariat yang disajikan dalam bentuk table distribusi frekuensi dan di jelaskan secara narasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa masyarakat yang melaksanakan Budaya/Tradisi Syukuran Empat Bulanan dan Tujuh Bulanan yaitu 32 orang (78.0%), Ibu hamil memiliki pantangan/larang yang harus diikuti ibu hamil pada saat hamil yaitu Tidak setuju 35 orang (85.4 %), Ibu hamil Jangan makan di piring besar yaitu sebanyak setuju 27 orang (65.9%), Ibu hamil jangan makan pisang dari pohon tumbang yaiyu sebanyak setuju 24 orang ( 58.5%), Ibu hamil jangan Minm Air ES yaitu sebanyak setuju 25 orang (61.0 %), Ibu hamil memakan makanan pedas menyebabkan bayi lahir sakit yaitu sebanyak setuju 25 orang (61.0%), Ibu hamil tidak boleh makan nanas, dure, dan tape yaitu sebanyak setuju 21 orang (51.2%), Ibu hamil sering minum air kelapa muda yaitu setuju 25 orang (61.0%), Ibu hamil sering minum minyak kelapa yaitu setuju 27 orang (65.9%), Ibu hamil yang minum madu dan kocokan telur ayam yaitu setuju 27 orang (65.9%). Simpulan dari penelitian ini adalah Agar ibu hamil lebih meningkatkan kunjungan kehamilan ke tenaga kesehatan dan meningkatkan upaya pencairan informasi kesehatan melalui kegiatan kelas ibu hamil seperti pelatihan, penyuluhan.
EVALUASI KEBIJAKAN STANDAR TARIF ASUHAN NIFAS DAN BAYI BARU LAHIR PESERTA BPJS KESEHATAN DI KABUPATEN KARAWANG Ella Nurlailasari; Astri Nurdiana
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 11 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v11i1.233

Abstract

Pembiayaan kesehatan dapat menentukan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan, di Kabupaten Karawang ditemukan bahwa kasus preeklampsia dan perdarahan masih menjadi dua penyebab utama kematian ibu, selain itu periode kematian mayoritas terjadi pada masa nifas (50%), penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian lebih lanjut apakah tarif asuhan kebidanan pada masa nifas dan bayi abru lahir yang telah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan dapat menutup seluruh pelayanan yang diberikan oleh bidan, Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif membandingkan tarif 2 kelompok tidak berpasangan yaitu tarif pelayanan nifas dan bayi baru lahir non BPJS Kesehatan diperkotaan dan dipedesaan yang kemudian dibandingkan dengan standar tarif yang telah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei langsung pada bidan yang dijadikan responden penelitian, dengan jumlah sampel sebanyak 31 bidan setiap kelompok. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan tarif asuhan pasca salin antara tarif di pedesaan dan BPJS serta antara tarif di perkotaan dan tarif BPJS (P kurang dari 0.05) dan perbedaan tarif asuhan bayi baru lahir antara tarif di pedesaan dan BPJS (p kurang dari 0,05) serta antara tarif di perkotaan dan tarif BPJS (p kurang dari 0,05). Adapun nilai tengah tarif yang berlaku pada umumnya sebesar Rp.50.000 baik untuk kunjungan nifas maupun bayi baru lahir, sehingga standarisasi tarif kunjungan nifas dan bayi yang ditetapkan BPJS Kesehatan masih jauh dibawah nilai tengah tersebut, sehingga pemerintah sudah saatnya untuk meningkatkan standar tarif BPJS yang telah ditetapkan tersebut. Kata kunci: Bidan; BPJS; Evaluasi; Nifas; Tarif
ANEMIA PADA ANAK PRE-SCHOOL DAN HUBUNGANNYA DENGAN KECERDASAN DAN KESEHATAN (SYISTEMATIC REVIEW) Saida .; Asih Setiarini
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 11 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v11i1.234

Abstract

Anemia adalah masalah kesehatan global dan banyak terjadi pada anak-anak terutama di negara berkembang. Sudah diketahui bahwa anemia banyak berhubungan dengan pertumbuhan dan kekebalan tubuh seseorang. Studi literatur ini menggunakan pencarian via ProQuest dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Hasil studi ini bahwa anemia berhubungan dengan kinerja kognitif, resiko terjadinya ISPA dan GE serta stunting. Sosio Ekonomi dan pendidikan orang sangat berpengaruh terhadap asupan nutrisi anak, nutrisi yang baik dapat mencegah defisiensi mikronutrien terutama besi. Anemia pada usia dini berkontribusi pada suplai oksigen ke otak, kekebalan tubuh serta pertumbuhan dan pekembangan anak yang menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, rentan terhadap penyakit dan keterlambatan pertumbuhan, Perbaikan sosio ekonomi dan meningkatkan pendidikan orang tua diperlukan untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi anak secara umum. Kata kunci: Anemia, Negara Berkembang, Anak (Jayaweera et al., 2019; Murtaza et al., 2019; Rahman et al., 2019)
ANALISIS STATUS ANEMIA IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)(STUDI DATA SEKUNDER DARI REGISTER KOHORT IBU DAN BUKU KIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MANGGARI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019) Usep Rusependhi; Diah Mulyawati Utari
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 11 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v11i1.238

Abstract

Berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu  bayi dengan  berat badan saat lahir kurang dari 2.500 gram. Bayi yang lahir dengan BBLR memiliki risiko  meninggal pada awal kelahiran, tumbuh dan berkembang lebih lambat dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan berat badan normal, serta  berisiko terjadinya penyakit hipertensi, jantung dan diabetes di kemudian hari (WHO, 2014). Prevalensi BBLR paling tinggi  di Kabupaten Kuningan tahun 2018 berada  di  wilayah kerja UPTD Puskesmas Manggari yaitu sebesar 11,8 %   dengan prevalensi ibu hamil anemia  sebesar 33,8 %. Salah satu faktor penyebab BBLR adalah anemia (kadar Hb kurang dari 11,0 gr/dl) yang dialami oleh ibu hamil (WHO, 2014). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara anemia ibu hamil  dengan kejadian BBLR menggunakan desain penelitian case control  data sekunder dari register kohort ibu dan buku KIA. Total  sampel sebanyak 87 bayi, terdiri dari 29 kasus dan 58 kontrol yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square, diperoleh nilai p sama dengan 0,038 menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara  anemia ibu hamil dengan  kejadian  BBLR, dan diperoleh  OR sama dengan 3,327 (95% CI: 1,184-9,351), yang berarti  bahwa ibu hamil yang anemia beresiko 3,327 kali lebih tinggi untuk melahirkan BBLR dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak anemia. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara anemia ibu hamil dengan kejadian BBLR. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Mohandas Nair, dkk, bahwa ibu hamil dengan kadar  Hb kurang dari 10 gr/dl (anemia) memiliki risiko 4,3 kali lebih tinggi untuk melahirkan BBLR dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak anemia. Selain itu,  hasil systematic review study yang dilakukan oleh Bunyarit Sukrat, dkk diperoleh bahwa ibu hamil pada trimester 3 dengan kadar Hb kurang dari 11 gr/dl berisiko 1,30 kali lebih tinggi untuk melahirkan BBLR. Begitu pula, hasil penelitian Mutiara Fatinah Endah  diperoleh bahwa anemia pada ibu hamil Trimester III berhubungan dengan kejadian BBLR (p sama dengan 0,017 OR sama dengan 1,7). Penelitian lain oleh Rahmati, Shoboo et al berupa tinjauan sistematis literatur dan metode PRISMA menunjukkan bahwa hubungan anemia ibu hamil dan BBLR  pada trimester pertama kehamilan adalah signifikan (RR sama dengan 1,26). Dari hasil penelitian ini, peneliti menyarankan supaya selama kehamilan,  ibu hamil  dapat mempertahankan kadar Hb lebih besar sama dengan 11,0 gr/dl melalui konsumsi makanan sumber zat besi atau suplementasi tablet tambah darah (Fe) dan disarankan bagi tenaga kesehatan, supaya lebih meningkatkan kembali kegiatan  penyuluhan tentang anemia dan pengawasan minum tablet Fe bagi ibu hamil untuk mencegah terjadinya kasus BBLR. Kata kunci: Anemia ibu hamil, BBLR        

Page 10 of 20 | Total Record : 192