cover
Contact Name
Petrus A. Andung
Contact Email
petrusanaandung@staf.undana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jikom@undana.ac.id
Editorial Address
Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Undana Jl. Adisucipto, Penfui, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi
ISSN : 22524592     EISSN : 27455769     DOI : https://doi.org/10.35508/jikom.v12i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Communio focuses on publishing research on contemporary topics in the field of Communication Science from various perspectives, including: 1. Mass Communication including Media and Journalism Studies 2. Public Relations and Marketing or Business Communication 3. Intercultural or Cross-Cultural Communication 4. Tourism Communication
Articles 158 Documents
Komunikasi Interpersonal Ibu dan Anak dalam Pembentukan Karakter Beribadah Anak Vhinizza Meidy Keikazeria; Ferdinandus Ngare
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v9i2.2406

Abstract

Ibu sebagai madrasah pertama bagi anak adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak guna membentuk pribadi anak yang taat kepada agama, upaya seorang ibu tidak hanya memberikan nasihat kepada anak tentang makna beribadah tetapi juga memberi contoh sehingga anak bisa melaksanakan ibadah dengan keinginannya sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi antara ibu dan anak dalam pembentukan beribadah, hambatan apa saja yang dilalui dan solusi ibu dalam membentuk karakter beribadah anak. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini pola komunikasi yang dilakukan ibu dan anak adalah Pola Model Stimulus-Respons yakni ibu menyuruh anaknya menggunakan kata-kata kemudian memberikan contoh pada anaknya setelah itu anaknya memberikan respon dengan mengerjakan ibadah (shalat dan mengaji). Dalam hal tersebut, ibu mengalami kesulitan untuk membentuk karakter beribadah anak khususnya dalam mengerjakan shalat dan mengaji, kesulitan atau hambatan yang dihadapi adalah 1) Anak masih butuh dibantu dan dibimbing; 2) Anak terkadang malas karena sedang melakukan kegiatan masing-masing, contohnya seperti bermain dengan temannya, bermain handphone, menonton televisi, mengerjakan tugas sekolah dan tidur karena mengantuk. Untuk itu ibu memiliki solusi dalam membentuk karakter beribadah anaknya dengan cara memberikan pengertian pentingnya beribadah, menyuruh, mengajak dan mencontohkan kepada anak untuk mengerjakan ibadah bersama.
Mass Media and the Terror of Terrorism in Global Security Analysis Ngboawaji Daniel Nte; Irfan Ullah Khan; Onyeka Bienose; Stella Macaulay
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v9i2.2415

Abstract

Contemporary global security realities have identified the pervasive mass media terror continuum in the form of display of graphic images and somewhat persuasive impacts of the mass media as used by terror organizations across the world. This work is therefore an explorative analytical narrative of the impacts of the mass media in the promotion and consolidation of terrorist ideologies and rationalization of terrorist activities. Generally, the work has made an objective modest attempt to review the nature and dynamics of global mass media and relationship between some of the fallouts of the impacts of the mass media in the spread and sustainability of global extremist and terrorist ideologies. This narrative is derivable from different international scholars and national governments based on sustained empirical researches in different countries of the world. Consequently, this work adopted extensively the historical and explorative approach that relied on secondary sources comprising books, journals and reports that were logically arranged and evaluated through content analysis in tandem with social science research enterprise. The work, therefore, established glaring intrinsic and extrinsic correlation between the impacts of the mass media and terrorism in the world and ultimately offered useful recommendations accordingly to stem this scourge.
Efektivitas Penggunaan Aplikasi Zoom Sebagai Media Pembelajaran Online Pada Mahasiswa Saat Pandemi Covid-19 Junita Monica; Dini Fitriawati
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v9i2.2416

Abstract

Karena penyebaran covid-19 yang terjadi di Indonesia, seluruh Mahasiswa di Indonesia diwajibkan untuk belajar Online dirumah. ARS University adalah salah satu kampus yang menerapkan pembelajaran online menggunakan aplikasi Zoom. Zoom Cloud meeting merupakan salah satu media pembelajaran online yang sering digunakan di ARS University. Efektivitas pembelajaran online sangat perlu diperhatikan agar mahasiswa memahami saat pembelajaran berlangsung. Tujuan penelitian ini, adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana efektivitas pembelajaran online menggunakan aplikasi Zoom di ARS University. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif yang berlandaskan pada paradigma post positivisme. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran online menggunakan aplikasi Zoom sudah efektif. Pembelajaran secara online mendapat tanggapan sangat baik dari mahasiswa karena pembelajaran yang lebih fleksibel saat menggunakanya. Dengan adanya pembelajaran online menjadikan mahasiswa lebih mandiri dan mendorong Mahasiswa harus lebih aktif dalam perkulihan. Banyaknya fitur di dalam Zoom menjadikan pembelajaran lebih menarik. Selain itu, pemahaman dan penerimaan yang disampaikan oleh dosen dapat dirasakan oleh mahasiswa ARS.
Komunikasi Ritual Fua Ton pada Suku Leosikun Sesarius Giovanni Badj; Yermia Dj. Manafe; Ferly Tanggu Hana
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v10i2.2419

Abstract

Fua Ton merupakan ritual dari desa Saenam yang dilakukan oleh suku Leosikun. Ritual ini memiliki tujuan untuk mengucap syukur atas tahun yang telah lewat serta memohon berkat di tahun yang baru dan untuk memohon berkat dari leluhur dan alam agar mendapatkan hasil kebun yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi dan komponen-komponen komunikasi dalam ritual Fua Ton. Metode dalam penelitian ini adalah metode etnografi komunikasi model SPEAKING (Setting / Scene, Partisipant, Ends, Act Sequence, Keys, Instrument, Norms, dan Genre) dari Dell Hymes dengan menggunakan teori interaksi simbolik. Hasil dalam penelitian ini adalah proses komunikasi dalam ritual Fua Ton merupakan sebuah urutan tindakan dalam peristiwa komunikasi yang terdiri dari 3 tahap dan komponen-komponen komunikasi SPEAKING adalah komponen-komponen komunikasi yang membentuk ritual Fua Ton. Kesimpulan penelitian ini adalah tahapan-tahapan dalam ritual Fua Ton merupakan alur proses komunikasi yang berkesinambungan dengan maksud untuk mencapai tujuan dari ritual, lalu komponen-komponen komunikasi Setting / Scene, Partisipant, Ends, Act Sequence, Keys, Instrument, Norms, dan Genre merupakan elemen-elemen pembentuk peristiwa komunikatif ritual Fua Ton. Saran terhadap penelitian selanjutnya adalah terkait dengan penelitian yang berfokus pada ritual-ritual adat yang menggunakan metode etnografi komunikasi, diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti lebih dalam lagi mengenai makna dari ritual Fua Ton, khususnya peran bahasa Dawan dalam ritual Fua Ton ini, dan bagaimana tetua adat dalam ritual Fua Ton memiliki pengaruh besar dalam berjalannya ritual Fua Ton.
Grup Whatsapp Sebagai Media Memelihara Human Relations Junaidy A. Kapitan; Mas’Amah Mas’Amah; Ferly Tanggu Hana
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v9i2.2423

Abstract

TeBe RK adalah Komunitas remaja yang angggotanya memiliki kebergaman identitas. Untuk itu, dalam memudahkan dan melancarkan komunikasi internal serta membangun human relations yang baik antar anggota komunitas dan menjadi media untuk berbagi informasi, ketua TeBe RK berinisiatif membuat grup whatsapp dari tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengalaman, Motif serta Makna dari Komunitas TeBe RK dalam menggunakan grup WhatsApp sebagai media untuk memelihara human relations antar anggota komunitas. Penelitian ini dikaji menggunakan teori pertukaran sosial dan teori fenomenologi serta konsep-konsep penting seperti konsep human relations, komunikasi internal, WhatsApp dan konsep komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Pengalaman komunitas TeBe RK, grup WhatsApp Komunitas TeBe RK menjadi media untuk melakukan komunikasi internal komunitas dalam memelihara human relations dinyatakan sudah tepat berdasarkan pernyataan informan. Whatsapp dipilih menjadi media untuk memelihara human relations karena dinilai murah dari segi biaya, pemakainnya praktis serta banyak anggota komunitas TeBe RK yang aktif menggunakan WhatsApp. Grup WhatsApp dimaknai sebagai media yang tepat dan efektif dalam memelihara human relations antar anggota komunitas TeBe RK. Human reltions dimaknai sebagai dasar utama yang harus paling kuat dalam suatu komunitas khususnya TeBe RK sebelum terjun ke masyarakat luas.
Transaksional Budaya Belis Fransisco Avelino Costa Laudasi; Yermia Djefri Manafe; Yohanes K. N. Liliweri
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v9i2.2493

Abstract

Belis merupakan suatu upacara dimana pihak laki-laki memberi mas kawin barang berupa hewan, uang dan kain kepada pihak peempun. Tujuan peneltiian ini untuk mengetahui pengalaman, motif, dan makna belis pada masyarakat Desa Gunung. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman masyarakat tentang nominal belis yakni apabila pihak laki-laki tidak mampu melunasi semua belis pada saat upacara masuk minta maka pihak keluarga perempuan membuat suatu kesepakatan dimana mempelai laki-laki tinggal di keluarga perempuan sampai keluarga laki-laki melunasi belis atau pihak laki-laki boleh membawa mempelai perempuan dengan kesepakatan wajib membayar belis sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dampak positif dengan adanya pemberian belis, martabat keluarga laki-laki terangkat, pihak keluarga wanita merasa dihargai, dan terbentuknya kekerabatan baru. Dampak negatifnya, pihak laki-laki merasa malu jika tidak melunasi belis karena menimbulkan utang piutang. Budaya belis masih tetap dipertahankan dan tidak mengalami perubahan karena belis dianggap sebagai tradisi, dan bentuk penghargaan terhadap perempuan sebagai benih penerus keturunan. Motif masyarakat mempertahankan belis yakni sebagai tali pengikat yang menandakan hubungan kedua pasangan dan keluraga besarnya dan penanda si perempuan telah keluar dari keluarga asalnya dan berpindah ke klan suami. Belis juga sebagai alat menyatukan kedua keluarga.
Media Baru dalam Konstruksi Jurnalis Media Cetak Maria Widiyanti Nugu; Yermia Djefri Manafe; Maria V. D. P. Swan
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v9i2.2765

Abstract

Hadirnya media baru sebagai salah satu manifestasi dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah model komunikasi massa yang umumnya dilakukan media massa dari one to many menjadi many to many, di mana siapa pun kini bisa menjadi pembuat informasi dan melalui media baru menyebarluaskannya. Kondisi ini kemudian mengaburkan fungsi institusi pers sekaligus menimbulkan pertanyaan, apakah media massa telah terpinggirkan. Namun juga, kehadiran media baru ini secara bersamaan membantu institusi media dalam memperluas jangkauannya. Penelitian ini bermaksud untuk mencari tahu bagaimana para jurnalis media cetak sebagai media konvensional memaknai dan mengalami media baru dalam keseharian mereka sebagai jurnalis dihadapkan dengan kehadiran media baru. Melalui metode studi fenomenologi dan teori fenomenologi Alfred Schutz, hasil dari penelitian ini adalah para jurnalis memaknai media baru sebagai sumber informasi awal, tantangan yang memacu kerja, mitra yang saling melengkapi dan media informasi dan hiburan. Sementara pengalaman para jurnalis di antaranya adalah dituntut bekerja cepat serta menghasilkan laporan yang mendalam, mencari informasi melalui media sosial tanpa meninggalkan agenda liputan dan menggunakan media sosial untuk menyebarluaskan berita, mengedukasi dan partisipasi kolektif.
Wajah Berita “Nusa Tenggara Timur Hari Ini” di LPP TVRI Stasiun NTT Nof Andjela Hawali; Petrus Ana Andung; Mariana A. Noya Letuna
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v9i2.2886

Abstract

Munculnya media televisi sebagai media elektronik membawa pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat saat ini, karena khalayak cenderung menggunakan media televisi sebagai sarana hiburan, informasi maupun pengetahuan. Informasi yang disajikan dapat dikategorikan sebagai berita apabila memenuhi unsur-unsur nilai berita atau sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Setiap institusi media tentu memiliki gaya tersendiri dalam pemberitaan. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan dan frekuensi pemberitaan dalam program acara “Nusa Tenggara Timur Hari Ini” pada Lembaga Penyiaran Publik TVRI Stasiun NTT. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analisis isi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan, pada kategori topik berita, frekuensi pemberitaan didominasi oleh isu sosial masyarakat. Pada kategori narasumber berita, frekuensi pemberitaan di program acara NTT Hari Ini berasal dari kalangan aparat pemerintah. Selanjutnya pada aspek nilai berita, program acara tersebut termasuk kategori dengan nilai berita aktual. Sementara itu, umumnya pemberitaan dalam program acara NTT Hari Ini tergolong dalam kategori liputan terencana.
Fitur Aplikasi Gojek Favorit Konsumen Pada Saat Pandemi COVID-19 Di Kota Bandung Novianti Eka Kartika
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v9i2.2922

Abstract

Pada Maret lalu Indonesia digemparkan dengan adanya virus COVID-19. Kewajiban physical distancing membuat Gojek merubah kebijakan pada penggunaan aplikasinya, yaitu dengan penyajian fitur yang berbeda pada aplikasi Gojek saat pandemi COVID-19. Kebijakan untuk menghapus sementara layanan Go-Ride atau mengantarkan penumpang ke suatu tempat hingga fitur pesan otomatis pada layanan Go-Food untuk menyimpan makanan yang diantar pada pagar dan melakukan pembayaran cashless atau gopay demi memutus rantai penyebaran virus COVID-19. Tujuan dari penilitian ini yaitu untuk mengetahui fitur atau layanan mana yang menjadi favorit konsumen di kota Bandung pada saat pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Pada hasil penelitian dari wawancara online kebeberapa narasumber pada penggunaan layanan atau fitur yang menjadi favorit konsumen di kota Bandung yaitu layanan Go-Food sebagai layanan pesan antar makanan dan layanan kedua yaitu layanan Go-Send sebagai layanan pengiriman barang berskala kecil. Fitur-fitur tersebut dipilih konsumen Gojek saat pandemi Covid-19 karena kemudahan yang mereka perlukan saat melakukan social distancing.
Pengalaman Komunikasi Kelompok Prischa Cornelia Banunaek; Liliweri Aloysius; Yermia Dj. Manafe
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v10i2.3168

Abstract

Kelompok merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Eksistensi kelompok cenderung mempengaruhi perilaku seseorang termasuk perilaku komunikasi yang pada gilirannya membentuk pengalaman komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman komunikasi kelompok mulai dari konformitas, fasilitasi sosial dan polarisasi. Adapun teori yang digunakan adalah Teori FIRO. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 9 orang yang merupakan perwakilan dari tiap sub-kelompok yang tergabung dalam Kelompok Pemuda Jemaat Pniel Sikumana, Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas terjadi apabila adanya perbedaan status keanggotaan dalam kelompok. Sementara itu, fasilitasi sosial terjadi karena kelompok hadir sebagai media belajar untuk memberi motivasi bagi anggota untuk penguatan kapasitas. Pada sisi lain, tidak ditemukan polarisasi dalam kelompok Pemuda Jemaat Pniel Sikumana karena kelompok ini ternyata ditemukan lebih berani, kreatif, dan cukup inovatif menghadapi berbagai tantangan dalam berkelompok.

Page 5 of 16 | Total Record : 158