cover
Contact Name
Petrus A. Andung
Contact Email
petrusanaandung@staf.undana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jikom@undana.ac.id
Editorial Address
Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Undana Jl. Adisucipto, Penfui, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi
ISSN : 22524592     EISSN : 27455769     DOI : https://doi.org/10.35508/jikom.v12i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Communio focuses on publishing research on contemporary topics in the field of Communication Science from various perspectives, including: 1. Mass Communication including Media and Journalism Studies 2. Public Relations and Marketing or Business Communication 3. Intercultural or Cross-Cultural Communication 4. Tourism Communication
Articles 171 Documents
Etnografi Komunikasi Terapeutik di Rumah Sakit Maria Yulita Nara
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 10 No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v10i1.3792

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu komponen penting dalam praktek keperawatan. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang etnografi komunikasi terapeutik perawat terhadap pasien di Ruangan Paviliun RSUD Prof. DR. W.Z. Johannes Kupang dengan menggunakan teori etnografi komunikasi model SPEAKING menurut Dell Hymes. Metode penelitian adalah etnografi komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga proses asuhan keperawatan yang terjadi antara perawat dan pasien di Ruangan Paviliun RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang yaitu pada saat pasien masuk, pada saat pemberian asuhan keperawatan, dan pada saat pasien keluar. Ketiga proses ini pun sesuai dengan tahapan proses komunikasi teraputik yang terdiri dari tahap pra-interaksi, tahap perkenalan, tahap kerja, dan tahap terminasi. Melalui tahapan-tahapan ini kemudian dapat dilihat komponen-komponen komunikasi dalam proses komunikasi terapeutik tersebut yang dikaji berdasarkan 8 unsur dalam SPEAKING yang dikemukakan oleh Dell Hymes yaitu setting dan scene, participants, ends, act sequeces, key, instrumentalities, norms,dan genre. Etnografi komunikasi terapeutik di ruangan paviliun RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dapat dilihat dalam tiga fase proses komunikasi terapeutik dan terdapat delapan unsur yang membangun proses komunikasi tersebut yaitu setting and scene berkaitan dengan ruang dan waktu, Partisipan berkaitan dengan peserta dalam proses komunikasi, Ends berkaitan dengan tujuan, Act sequence berkaitan urutan tindak, Key berkaitan dengan nada bicara, Instrumentalities berkaitan dengan sarana atau saluran yang dipakai, Norm berkaitan dengan norma dalam proses komunikasi terapeutik, dan Genre berkaitan dengan jenis penyampaian dalam proses komunikasi terapeutik.
Penggunaan Media Promosi Kesehatan Berbahasa Daerah untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT Silvania Stella Epiphania Mandaru; IGA Rina Pietriani; Guidora J Kopong
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 10 No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v10i1.3818

Abstract

Penelitian ini dianggap penting untuk diteliti karena mengingat kebaruan virus ini belum banyaknya penelitian sejenis mengenai penggunaan media promosi kesehatan dalam penanggulangan COVID-19.Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah, yang pertama untuk mengetahui dan mendeskripsikan jenis dan bentuk flyer dan video berbahasa daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digunakan sebagai Media Promosi Kesehatan untuk mengurangi penyebaran coronavirus disease (COVID-19), yang kedua, untuk mengetahui dan mendeskripsikan metode distribusi media promosi kesehatan yang digunakan dalam hal ini flyer dan video yang berbahasa daerah NTT untuk mengurangi penyebaran coronavirus disease (COVID-19). Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dimana metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengkajian data sekunder, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Metode untuk pemilihan narasumber adalah purposive sampling. Narasumber yang dipilih ada narasumber yang berkompeten di bidangnya dan sesuai dengan karakteristik tertentu yang sesuai dengan fokus penelitian, dimana terdapat tiga (3) orang informan dari pihak pembuat iklan promosi kesehatan. satu (1) informan ahli bahasa dan tiga (3) informan yang sudah mendengarkan promosi kesehatan berbahasa daerah. Teknik analisis data Miles dan Hurberman digunakan dimana reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi dilaksanakan. Adapun hasil dari penelitian adalah jenis flyer yang digunakan adalah e-flyer dan video dengan isi konten yang edukatif, informatif dan menakuti- nakuti yang sesuai dengan target audiens dan karakter masyarakat NTT yang terkenal keras. Metode distibusi media promosi kesehatan tersebut dengan menggunakan media sosial seperti WhatsApp Group, Instragram, Youtube, electronic Word of Mouth dan media konvensional seperti Radio dan Mobil Penerangan.
Kepanikan Sosial dan Komunikasi Krisis Sanga, Abner P. R. M.; Daga, Lukas L.; Aslam, Muhammad
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v10i2.3972

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk melihat secara lebih dalam bagaimana strategi komunikasi krisis yang dibangun oleh Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid -19 NTT dalam menciptakan kesadaran publik dan mencegah kepanikan sosial akibat perkembangan wacana baik yang beredar diluar maupun yang diproduksi oleh Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid -19 NTT. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh gugus percepatan penanganan Covid-19 Provinsi NTT lewat pers release yang dikeluarkan (secara online). Penelitian ini menggunakan metode Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis). Setelah menganalisis berita Covid-19 oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dalam laman facebook Pusdalops PB NTT dengan model Roger Fowler, dapat disimpulkan sebagai berikut : wacana berita Covid-19 oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dalam laman facebook Pusdalops PB NTT pada umumnya lebih memihak pada pemerintah. Hal ini terlihat dari kosakata yang digunakan dan kalimat-kalimat berita yang disajikan. Berita lebih mengarah pada kondisi korban dan pembelaan diri pemerintah, sedangkan korban dimarjinalkan karena seolah-olah korban sebagai orang yang patut diwaspadai karena dapat menularkan virus kepada orang lain. Sementara kondisi korban akibat Covid 19 tidak dijelaskan. Penulis dapat mengemukakan saran hasil penelitian ini dijadikan sebagai bahan untuk melakukan analisis wacana kritis secara mendalam khususnya dengan menggunakan model Roger Fowler.
Pengalaman dan Pemaknaan Kode Etik Jurnalistik Wartawan Media Online swarantt.net Angela Ratna Sari Biu; Monika Wutun; Juan Ardiles Nafie
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i1.4127

Abstract

Media online SwaraNTT.Net merupakan salah satu media online yang belum terdaftar dalam webside resmi Dewan pers, namun media ini mewajibkan semua wartawan untuk menerapkan kode etik jurnalistik Dewan Pers. Sementara itu, para wartawan yang direkrut oleh media ini tidak dibekali dengan pengetahuan terkait kode etik jurnalistik sebelum diterima menjadi wartawan. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui pengalaman dan makna kode etik jurnalistik bagi wartawan media online SwaraNTT.Net. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Ada pun informan dalam penelitian ini adalah enam orang wartawan media online SwaraNTT.Net. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman wartawan dalam menerapkan kode etik dan makna terhadap kode etik dari setiap wartawan sedikit berbeda. Ada pun pengalaman wartawan dalam menerapkan kode etik jurnalistik yakni pertama, memperoleh pengetahuan terkait kode etik jurnalistik melalui learning by doing, pelatihan jurnalistik, membaca buku dan berita. Kedua, menerapkan kode etik dalam peliputan dan penulisan berita. Ketiga, mengalami suka dan duka dalam menjalankan profesi wartawan. Keempat, berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dalam situasi apa pun. Kelima, wartawan tidak boleh melanggar kode etik. Bagi wartawan yang masih melanggar harus segera menyadari makna kode etik untuk tidak lagi dilanggar. Sedangkan makna kode etik bagi para wartawan adalah kode edik merupakan pedoman dalam menjalankan sebuah profesi, kode etik sebagai kontrol, kode etik sebagai jiwa, kode etik adalah seni, kode etik adalah landasan moral, dan kode etik merupakan dasar dari profesi.
Strategi Komunikasi Pemerintah Kota Kupang dalam Mensosialisasikan Program Smart City Yohanes K.N. Liliweri; Henny L.L. Lada
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v10i2.4460

Abstract

Pelayanan publik tidak terlepas dari konsep good governance. Konsep ini dapat berjalan apabila pemerintah melibatkan stakeholder dalam kegiatan ekonomi dan sosial politik bagi kepentingan rakyat yang menganut asas: keadilan, pemerataan, persamaan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas. Untuk mewujudkan hal-hal tersebut dibutuhkan terobosan yang sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi, yaitu konsep Smart City. Konsep ini yang kini diterapkan pemerintah Kota Kupang. Dalam pelaksanaanya, dibutuhkan strategi tepat untuk mensosialisasikan konsep Smart City. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan Pemerintah Kota Kupang dalam Mensosialisasikan Program Smart City serta mengetahui mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan sosialisasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini diambil dari data primer yang diperoleh dari wawancara mendalam dengan informan dan data sekunder yang diperoleh dari buku, internet, dokumen. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data model interaktif dari Miles Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber untuk mendapatkan validitas data. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Pemerintah Kota Kupang harus semakin giat untuk melakukan sosialisasi program smart city dengan memaksimalkan semua potensi sumber daya yang dimiliki. Selain itu infrastruktur pendukung Smart City juga harus ikut dikembangkan serta paradigma masyarakat Kota Kupang yang sebelumnya hanya pasif dalam pelaksanan dan pengawasan terhadap pembangunan dan pemerintahan di Kota Kupang kini menjadi lebih aktif.
Konstruksi Realitas Simbolik Melalui Youtube Juvanty Godelva Tunliu; Petrus A. Andung; Maria Y. Nara
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 12 No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v12i1.4560

Abstract

Setiap orang dapat secara bebas mengekspresikan dirinya melalui berbagai macam cara termasuk media sosial. Salah satunya yang paling sering digunakan adalah vlog. Pemanfaatan vlog dapat memungkinkan penggunanya untuk memberikan respon tentang seorang YouTuber. Salah satu channel youtube yang banyak mempertujukkan pesan-pesan simbolik adalah YouTube Channel Pita’s Life. Pita’s Life merupakan sebuah YouTube Channel yang dibuat oleh YouTuber bernama Nofita Henderson. Ia adalah seorang perempuan berdarah Maluku, Indonesia yang menikah dengan seorang Angkatan Udara Amerika Serikat, Travis Henderson. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tema fantasi yang muncul dalam interaksi Pita di YouTube Channel, mendeskripsikan rangkaian rantai fantasi yang terdapat dalam YouTube Channel Pita’s Life, dan mendeskripsikan realitas simbolik Pita di YouTube Channel Pita’s Life. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Tema Fantasi. Pengumpulan dilakukan menggunakan teknik observasi virtual dan kajian dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pita membangun tema fantasi bersama para penonton dengan menggunakan permainan kata dan lelucon dengan bahasa Maluku. Rantai fantasi yang terbentuk dalam vlog Pita’s Life menggunakan pola komunikasi sekunder dan terbuka dengan suasana yang akrab dan hangat. Smeentara itu, konstruksi realitas simbolik yang ada dalam vlog Pita’s Life menunjukkan bahwa Pita adalah sosok perempuan pekerja keras, cerdas, inspirasional, sosok ibu yang peduli dan sayang terhadap anak-anaknya, sosok perempuan yang tidak meninggalkan ciri khas daerah asalnya, sosok perempuan yang menyayangi suaminya, dan sosok perempuan yang sederhana.
Aplikasi Gopay dan Gaya Hidup Milenial Kota Bandung Riezkiadi Rawandho; Roro Retno Wulan
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i1.4793

Abstract

Perkembangan dunia digital saat ini turut mengubah gaya hidup manusia. Kehadiran uang digital pun mulai marak digunakan dalam kehidupan. Kondisi nyaman tersebut menyebabkan banyak orang mulai beralih dalam penggunaan uangnya. Saat ini mulai bermunculan perusahaan yang memanfaatkan peluang penggunaan uang digital tersebut. Terutama di bidang layanan. Layanan dengan uang digital memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam transaksi online. Salah satunya adalah GoPay. Perusahaan tersebut masuk ke dalam jenis financial technology (fintech). Berdasarkan data yang terhitung dari quarter 2, 2019 hingga quarter 2, 2020 GoPay menjadi produk fintech E-Wallet yang paling unggul dibandingkan dengan produk saingan. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis data mean menunjukkan total mean sebesar 3.76 dengan target capai responden (TCR) sebesar 75.7% dan menerima Ha. Sedangkan berdasarkan hasil analisis Independent Sample T-test dapat dilihat bahwa laki-laki memiliki total mean sebesar 3.76 dengan target capai responden (TCR) sebanyak 76.3% dan total mean sebesar 3.82 dengan target capai responden (TCR) sebanyak 76.5% untuk perempuan yang menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan GoPay dalam gaya hidup perempuan lebih besar dibandingkan dengan laki-laki, dan menerima Ha. Hal ini berarti bahwa pengaruh penggunaan GoPay dalam gaya hidup masyarakat millennial di Kota Bandung dengan didasari oleh Theory of Planned Behavior >70%.
Analisis Strategi Komunikasi KPI Menggunakan Situational Theory of Public Relation Aprisany Enggelin Aryesta; Syrlia Selmi
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i1.5037

Abstract

Maraknya penayangan acara privat di kanal frekuensi publik menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat. Peran KPI sebagai regulator atas penyiaran publik menjadi hal penting. Penelitian ini hendak melihat bagaimana langkah-langkah strategi komunikasi public relation Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam menghadapi kritik masyarakat di media sosial terhadap penayangan acara privat di ruang publik, dalam kasus penggunaan saluran publik pada siaran pernikahan Atta-Aurel, serta strategi komunikasi PR yang preventif kedepannya ketika menghadapi isu yang sama di kemudian hari, dengan menggunakan situational theory of public relation yang diperkenalkan oleh James E. Grunig. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme dengan metode deskriptif kualitatif dan teknik analisis kualitatif. Melalui teori dan metode yang digunakan maka dapat disimpulkan bahwa Strategi public relation yang dilakukan oleh KPI sudah sesuai dengan Situational Theory of Public Relation. Implikasi dari penelitian ini adalah KPI secara responsif berhasil menyampaikan pesan ke seluruh kelompok publik. Diharapkan dengan penelitian ini dapat digunakan oleh pihak-pihak terkait dalam membuat strategi komunikasi saat menghadapi krisis dalam organisasi.
Adaptasi Kerja Content Creator di Era Digital Mega Mutia Maeskina; Dasrun Hidayat
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i1.5150

Abstract

Di era digital semua aktivitas dihadapkan pada perubahan perilaku komunikasi termasuk pada content creator. Ia harus melakukan adaptasi terkait kerjanya dalam memproduksi konten. Kondisi ini penting dilakukan sebagai upaya mempertahankan views. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik membuat konten, pemilihan media untuk menyalurkan konten, dan adaptasi content creator di era digital dalam membangun hubungan virtual dengan audience. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi etnografi public relations dengan unit analisis model IPPAR meliputi (Insight, Program strategic, Program implemetation, Action and reputation) dan menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma konstruktivisme. Dalam menentukan informan peneliti menggunakan teknik purposif dan mengumpulkan data melalui wawancara secara online. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik dalam membuat konten ada 7 (tujuh) meliputi kategori konten, ciri khas, tema, hastag, caption, tampilan, talent dan kreativitas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan dalam pemilihan media yaitu media yang high, populer dan banyak penggunanya. Content creator beradaptasi di era digital dengan menghasilkan konten menarik dan dapat menarik perhatian audience, menuangkan ide-idenya di media digital untuk mendapatkan peluang dalam digital marketing dan memiliki konten positif, dengan begitu content creator dapat membangun hubungan secara virtual dan mendapat dukungan dari audience berupa peningkatan followers, like, comment, share dan pesan.
Penerimaan Khalayak pada Kampanye #Stopbodyshaming Ida Sutriani; Jaduk Gilang Pembayun; Apsari Wahyu Kurnianti
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i1.5172

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana pemaknaan followers Instagram @Cindercella pada kampanye stop body shaming Cindercella. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui makna yang timbul pada followers Instagram Cindercella mengenai kampanye stop body shaming. Analisa digunakan dengan paradigma kritis dan menggunakan metode Analisis Resepsi milik Stuart Hall. Dalam menganalisis latar belakang informan dalam memaknai pesan kampanye tersebut, peneliti menggunakan Teori uses and gratification. Hasil penelitian ini adalah Cindercella ingin menunjukkan bahwa body shaming berbahaya bagi mental health korbannya. Selain itu Cindercella juga mengajak khalayak untuk selflove dan percaya diri apapun bentuk fisiknya. Pesan kampanye stop body shaming Cindercella diterima oleh masing-masing informan dengan makna yang berbeda. Akhirnya penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi public relation atau humas dalam melihat persepsi atau pemaknaan sebuah kampanye pada khalayak melalui media sosial.

Page 7 of 18 | Total Record : 171