cover
Contact Name
Azmi Yudianto
Contact Email
azmi@stimsurakarta.ac.id
Phone
+6287884368833
Journal Mail Official
warsito@stimsurakarta.ac.id
Editorial Address
JL. PARANGKESIT, NGRUKI, CEMANI, SUKOHARJO, JAWA TENGAH, INDONESIA 57552
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Sanaamul Quran : Jurnal Wawasan Keislaman
ISSN : 26562944     EISSN : 30264189     DOI : 10.62096
The journal focuses its scope on the issues of Islamic Studies. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education in Southeast Asia to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education in Southeast Asia. Deradicalization of Islamic Education, Philosophy of Islamic Education, Islamic Education Policy, Gender and Islamic Education, Comparison of Islamic Education, Islamic Education and Science, Nusantara Islamic Education, Pesantren, Education, Islamic Education and Social Transformation, Leadership of Islamic Education, Figure of Islamic Education, Islamic, Education Management, Curriculum of Islamic Education, Innovation of Islamic Education, Madrasah Education.
Articles 67 Documents
Analisis Genealogis, Epistemik, dan Praktis atas Penggunaan Jawami‘ al-Kalim di Era Ekosistem Hadis Digital Ahmad Hadi Pranoto; Faiz Abdul Majid Assharofi; Abid Nurhuda; Yulita Putri; Dewi Sinta; Lady Eka Rahmawati
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v6i2.228

Abstract

This study examines the transformation of the hadith ecosystem in the era of vertical technology through genealogical, epistemological, and practical analyses of the use of Jawami‘ al-Kalim as a digital literacy tool. Changes in the communication landscape from a linear pattern to a vertical pattern, characterised by the dominance of algorithms, accelerated information circulation, and the fragmentation of religious authority, require the repositioning of the hadith treasury in the digital space. Through a qualitative-hermeneutic approach, this study traces the conceptual roots of Jawami‘ al-Kalim as a form of prophetic meaning that combines concise wisdom with ethical depth, then examines how these values can work in a digital architecture rife with misinformation, distortion of authority, and commodification of religiosity. Genealogical analysis shows that the digitisation of hadiths does not merely transfer texts from manuscripts to screens, but also shifts the patterns of epistemic interaction between sanad, matan, and users. Epistemological findings reveal that Jawami‘ al-Kalim can function as a moral filter that guides verification, simplifies messages, and strengthens the ethics of sharing in online spaces. In practical terms, this study formulates a framework for a ‘Digital Hadith Ecosystem’ that places Jawami‘ al-Kalim as the foundation of prophetic wisdom-based digital literacy, as well as a navigation tool for managing algorithmic information flows in a critical, moderate, and responsible manner. Thus, this study reinforces the urgency of integrating hadith science, digital technology, and public ethics in building a more civilised Islamic information civilisation.
Menyelaraskan Keuangan Hijau dengan Maqāṣid al-Syarī‘ah: Paradigma Islam untuk Pembangunan Berkelanjutan Sitti Muallimah
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v6i2.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan prinsip keuangan hijau (green finance) dengan maqāṣid al-syarī‘ah sebagai dasar etis dan normatif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain konseptual-analitis, penelitian ini menelaah literatur akademik, laporan lembaga keuangan syariah, serta regulasi terkait untuk mengevaluasi kesesuaian antara prinsip-prinsip ekonomi Islam dengan agenda keberlanjutan global. Hasil kajian menunjukkan bahwa instrumen keuangan syariah seperti green sukuk, wakaf produktif ramah lingkungan, dan pembiayaan mikro hijau dapat berfungsi sebagai sarana strategis untuk mendorong perlindungan lingkungan, peningkatan kesejahteraan sosial, serta stabilitas ekonomi jangka panjang. Integrasi maqāṣid al-syarī‘ah terutama pada aspek hifẓ al-nafs, hifẓ al-māl, dan hifẓ al-bi’ah memberikan landasan holistik bagi praktik keuangan hijau yang berorientasi pada nilai moral dan dampak keberlanjutan. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan implementatif, seperti belum adanya standar taksonomi hijau syariah, mekanisme pengukuran dampak yang terbatas, serta rendahnya literasi publik mengenai keuangan hijau berbasis syariah. Temuan penelitian ini berkontribusi pada perluasan wacana ekonomi Islam dengan menawarkan model konseptual yang dapat digunakan sebagai rujukan bagi pemangku kebijakan, lembaga keuangan, dan peneliti dalam merancang kebijakan dan instrumen keuangan hijau yang selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Keywords: Keuangan Hijau, Maqāṣid al-Syarī‘ah, Pembangunan Berkelanjutan
Hormat Bendera dalam Perspektif Islam dam Aturan Negara di Indonesia Shofiya Muthmainna; Dayntikha Arlinie Soza; Husna Maulida Hasanah; Farida Roihanati; Lady Eka Rahmawati
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v7i1.108

Abstract

ABSTRACT:This research examines the view that saluting the Indonesian flag, which does not follow Islamic law, constitutes shirk (associating others with God). Although flag salutation has symbolized national unity since 1945, some modernist and Islamist groups consider it shirk. Islamic views on flag salutation are divided: the permissive perspective treats it as nationalism and patriotism, not shirk, if it is not seen as worship; the critical view equates it to idolatry, which belongs solely to Allah; and the moderate stance allows it when intended as nationalism, emphasizing intent and context. Using a literature review, the study explores historical, legal, and religious aspects of flag salutation and its societal effects. Despite differing opinions among scholars, the Indonesian government enforces flag salutation under Law No. 24 of 2009. The study concludes that flag salutation, as a patriotic act, aligns with Islamic values, promoting unity and national integration.Keywords: Flag Salutation, Nationalism, Islamic Teachings, Religious Debate.ABSTRAK:Penelitian ini membahas pandangan bahwa penghormatan terhadap bendera Indonesia, yang dianggap tidak sesuai syariat Islam, dikategorikan sebagai syirik. Sejak Proklamasi 1945, penghormatan bendera diakui sebagai simbol persatuan bangsa, namun beberapa kelompok Islam modernis dan Islamis menolaknya atas dasar keyakinan tersebut. Perspektif Islam mengenai isu ini terbagi menjadi tiga: pertama, pandangan yang menganggap penghormatan bendera sebagai ekspresi nasionalisme dan cinta tanah air, selama tidak dipahami sebagai pemujaan; kedua, pandangan yang menolak tindakan ini karena menyerupai penyembahan yang seharusnya hanya ditujukan kepada Allah; dan ketiga, pandangan moderat yang menerima tindakan ini jika niatnya sekadar nasionalisme. Penelitian ini menggunakan kajian pustaka untuk menelaah aspek sejarah, hukum, dan agama terkait penghormatan bendera. Kesimpulannya, meskipun terdapat perbedaan pandangan ulama, pemerintah menetapkan kewajiban penghormatan bendera berdasarkan UU No. 24 Tahun 2009, yang sejalan dengan prinsip cinta tanah air dalam ajaran Islam.Kata Kunci: Hormat Bendera, Nasionalisme, Ajaran Islam, Perdebatan Agama.
The Influence of Learn Interest on the Arabic Language Learning Outcomes of Class VII Students of Madrasah Tsanawiyyah Baitussalam Mijen Semarang Academic Year 2023/2024: Pengaruh Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab Santri Kelas VII Madrasah Tsanawiyyah Baitussalam Mijen Semarang Tahun Ajaran 2023/2024 Mustafa Muhammad Al Islamy
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v7i1.117

Abstract

Penelitian ini didasari oleh temuan peneliti tentang adanya santri yang terlihat malas dan enggan dalam mempelajari pelajaran bahasa Arab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar bahasa Arab santri kelas VII Madrasah Tsanawiyyah Baitussalam Mijen Semarang Tahun Ajaran 2023/2024. Metodologi penelitian yang dilakukan dengan kuantitatif korelasi dengan pearson product moment sebagai rumus uji hipotesis. Hasil penelitian ini adalah tidak adanya pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar bahasa Arab santri kelas VII Madrasah Tsanawiyyah Baitussalam Mijen Semarang Tahun Ajaran 2023/2024. Hal ini ditunjukkan dengan hasil r hitung < r table. Hasil r hitung berada pada angka 0,34 dengan r table sebesar 0,361 untuk signifikasi 5% dan 0,463 untuk signifikasi 1% untuk 30 responden. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak semua minat belajar anak didik mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar sehingga perlu adanya konsentrasi guru untuk meningkatkan hasil belajar anak didik.
Manajemen Pendidikan : Ruang Lingkup, Fungsi, Tujuan dan Mantaat. Sutino Sutino
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v7i1.224

Abstract

Abstract        Educational management is a development of management science.     Understanding this management is crucial, especially for practitioners and educational administrators. Given its importance, this discussion will focus on educational management from the perspective of: the differences between management and administration, the scope of educational management, and its functions and benefits.Keywords: Management, Education, Scope and Function Abstrak        Manajemen Pendidikan merupakan  pengembangan dari ilmu manajemen. Manajemen ini,   sangat    penting untuk dipahami,  terutama bagi praktisi maupun pengelola pendidikan. Mengingat pentingnya hal ini maka dalam pembahasa ini,  penulis sengaja memaparkan perihal manajemen pendidikan dilihat dari : Perbedaan manajemen dengan administrasi  administrasi, ruang lingkup manajemen pendidikan  serta fungsi dan manfaat dari manajemen tersebut.Kata Kunci: Manajemen, Pendidikan, Ruang lingkup dan Fungsi  
Standarisasi Penerimaan dan Penolakan Pendapat Ulama dalam Tafsir Muqāran: Kriteria Validitas Penafsiran Al-Qur'an Moh.samsul Ma'arif
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to formulate standardized criteria for accepting and rejecting scholarly opinions in comparative Qur'anic exegesis (Tafsir Muqāran) by critically examining the validity of interpretative arguments. Employing a qualitative library research design, the study analyzes classical and contemporary works on Qur'anic exegesis, uṣūl al-tafsīr, and related Islamic legal methodology using descriptive-analytical and comparative approaches. The findings reveal that the validity of an exegetical opinion should not be determined solely by the authority of the exegete but by objective criteria, including textual consistency with the Qur'an and authentic Sunnah, conformity with Arabic linguistic principles, contextual coherence, methodological soundness, and compatibility with the objectives of Islamic law (maqāṣid al-sharī‘ah). These criteria provide a systematic framework for evaluating diverse interpretations, minimizing subjectivity, and strengthening the academic rigor of comparative Qur'anic interpretation.
Hakikat Manusia sebagai Makhluk Pedagogik: Tinjauan Normatif, Perspektif Tokoh Pendidikan dan Teori Kontemporer Muhammad Mukhtar.S
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v7i1.245

Abstract

This article explores human beings as pedagogical beings from Islamic normative teachings, educational thinkers, and contemporary theories. It is based on the view that humans possess an innate capacity to learn from birth, as reflected in the Qur’anic command Iqra’ and the concept of fitrah. Using qualitative library research with descriptive-analytical methods, the study analyzes scholarly sources through content analysis and hermeneutics to build an integrative conceptual synthesis. The findings show that humans have fitrah, rationality, and interactive relations with revelation and nature as interconnected sources of learning. Educational thinkers also stress balance among spiritual, intellectual, and social dimensions. The study concludes that education should be holistic and humanistic to optimize human potential comprehensively