cover
Contact Name
Elvis Salouw
Contact Email
elvisalvred@gmail.com
Phone
+6282122727114
Journal Mail Official
juparita@bukitpengharapan.ac.id
Editorial Address
Jl. Grojogan Sewu, Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57792
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
JUPARITA: Jurnal Pariwisata Tawangmangu
ISSN : -     EISSN : 30249430     DOI : https://doi.org/10.61696/juparita.
JUPARITA: Jurnal Pariwisata Tawangmangu terbit tiga kali dalam satu tahun (Februari, Juli dan Desember). Kami mengundang semua peneliti, mahasiswa, praktisi, dan akademisi untuk mempublikasikan karya tulisnya di JUPARITA. Template artikel dapat ditemukan pada link berikut: Scope jurnal ini: Tourism, Management, Sustainable Development, Hospitality
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024" : 8 Documents clear
KEHIDUPAN PENDAYUNG PERAHU PASCA PEMBANGUNAN JEMBATAN MERAH PUTIH: STUDI KASUS MENGENAI RELASI PENDAYUNG PERAHU DENGAN PELANGGAN DI KOTA AMBON Pariela, Delon Stewart; Huliselan, Mus; Rahawarin, Yunus
Jurnal Pariwisata Tawangmangu Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61696/juparita.v2i2.271

Abstract

Artikel ini membahas tentang kehidupan pedayung perahu pasca pembangunan jembatan merah putih. Pembangunan merupakan upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan pembangunan mencakup beberapa aspek diantaranya adalah aspek ekonomi, social, politik dan keamanan dengan tujuan untuk mencapai pemerataan pembangunan bagi seluruh lapisan masyarakat. Pedayung perahu ialah kelompok subordinat yang terkena dampak regulasi pemerintah dalam pembangunan jembatan merah putih (JMP) dalam kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kehidupan pedayung perahu pasca pembangunan jembatan merah putih. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan informan sebanyak dua belas orang. Hasil yang didapatkan ada terjadinya perubahan sosial kehidupan antara pedayung perahu dengan pelanggan, hubungan sosial yang dibangun dari dulu untuk saling mendukung dan berkerjasama dalam menyesejaterahkan masyarakat mulai hilang. Dapat dilihat juga bahwa pasca pembangunan jembatan merah putih, pedayung perahu mulai kehilangan pekerjaan. Meskipun masih ada yang bertahan untuk mencari nafkah agar dapat memenuhi kehidupan sehari hari. Sehingga para pedayung berharap peran penting pemerintah dapat mengembangkan perencanaan sosial demi kesejahteraan masyarakat dengan potensi para pedayung perahu di Desa Poka dan Desa Galala.
DESTINASI WISATA RANCA UPAS CIWIDEY: TINJAUAN ASPEK KEPARIWISATAAN, KEUNGGULAN, TANTANGAN, DAN PELUANG KEBERLANJUTAN Fuad Fadhiil, Muhamad; Muchatar, Fauzi Ramdhani
Jurnal Pariwisata Tawangmangu Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ranca Upas, yang dikenal dengan keindahan alam dan budaya yang kaya, menawarkan peluang yang signifikan untuk pengembangan wisata yang berkelanjutan. Studi ini melibatkan pengumpulan data melalui studi literatur yang mencakup buku, jurnal, dan artikel terkait wisata Ranca Upas di Ciwidey. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ranca Upas memiliki potensi yang signifikan sebagai destinasi wisata dengan keunikan alam dan budaya yang menarik. Selain itu, analisis ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh destinasi wisata ini seperti infrastuktur yang kurang memadai dan keterbatasan akses. Artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang potensi destinasi wisata Ranca Upas dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan wisata yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat setempat.
SUSTAINABLE TOURISM PADA WISATA CAGAR BUDAYA SITUS KARUMAN Lukmana Putra, Indra
Jurnal Pariwisata Tawangmangu Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61696/juparita.v2i2.284

Abstract

Aspek Pariwisata berkelanjutan peningkatan kesejahteraan, perekonomian, dan peningkatan kualitas hidup. Lebih jauh lagi dengan menjaga dan melestarikan cagar budaya sebagai warisan leluhur dengan meminimalkan dampak negatif terhadap situs cagar budaya. Tujuna riset mengidentifikasi dampak dari pariwisata berkelanjutan. implementasi pariwisata berkelanjutan pada dimensi lingkungan, ekonomi dan sosial budaya masyarakat Situs Mbah Karuman, lokasi riset dilakukan di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Metode deskriptif kualitatif, kolektif data primer dan sekunder hasil dari wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Pariwisata berkelanjutan Situs Cagar Budaya Mbah Karuman dilakukan kolektif antara generasi muda dan sesepuh masyarakat setempat untuk mewujudkan wisata ramah lingkungan, menjaga kelestarian dan menumbuhkan rasa peduli pada kelestarian cagar budaya. Dari pengelola sampah, lahan ekonomi berupa warung kopi, pemancingan dan dari segi sosial Masyarakat dapat melestarikan seni dan budaya dengan melakukan regenerasi generasi muda dengan kegiatan seni bantengan dan kerajinan tangan.
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN PRODUK PARIWISATA DI KAMPUNG WISATA PANCURAN, SALATIGA Manao, Dolianus; Lasso, Aldi
Jurnal Pariwisata Tawangmangu Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek produk pariwisata memainkan peranan yang penting dalam pengembangan seuah destinasi pariwisata. Pengembangan produk pariwisata masih banyak yang berfokus pada pembangunan fisik saja. Penelitian ini mengelaborasi potensi produk pariwisata secara holistik baik dari sisi tangible maupun intangible yang dimiliki sebuah kampung wisata Pancuran di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi seluruh komponen produk yang dimiliki dengan melakukan penelitian kualitatif dengan cara observasi di lapangan langsung, melakukan wawancara dan studi pustaka, serta menganalisa secara deskriptif. Data dianalisis lebih mendalam menggunakan analisis SWOT. Hasil temuan menunjukkan bahwa kampung wisata Pancuran memiliki beragam potensi daya tarik wisata namun terdapat kelemahan di sisi amenitas dan aksesibilitas. Rekomendasi yang diberikan adalah pengemasan paket wisata yang mengintegrasikan seluruh potensi yang dimiliki.
KAJIAN DAYA TARIK MUSEUM SUKANTA WAHYU SEBAGAI WISATA BUDAYA DI DESA AAN, KLUNGKUNG Pracintya, Ida Ayu Etsa; Martalia, Diana
Jurnal Pariwisata Tawangmangu Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61696/juparita.v2i2.383

Abstract

Perkembangan pariwisata budaya di Bali tentunya dibarengi dengan pelestarian adat-istiadat, serta tradisi yang masih dilaksanakan tidak hanya sebagai daya tarik wisata, namun juga sebagai bagian dari tradisi itu sendiri. Salah satu museum yang memiliki potensi daya tarik wisata budaya adalah Museum Sukanta Wahyu yang terletak di Desa Wisata Aan, Kabupaten Klungkung, Bali. Keunikan pada setiap karya pada museum ini mengusung ciri khas budaya Bali. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana data yang telah diperoleh melalui observasi, wawancara bersama informan kunci dan dokumentasi ini kemudian dianalisis menggunakan teori komponen kepariwisataan 4A. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Miles dan Huberman dengan tahapan sebagai berikut: (1) data collection, (2) data verification, (3) data reduction, (4) data analysis, (5) data display, dan (6) data conclusion. Adapun hasil yang diperoleh menyatakan bahwa tiga dari empat komponen kepariwisataan terpenuhi oleh Museum Sukanta Wahyu ini. Komponen yang paling menonjol terletak pada komponen attraction, sementara yang tidak memenuhi adalah komponen amenities. Kesimpulannya, Museum Sukanta Wahyu memiliki daya tarik yang kuat pada komponen atraksi wisata yang terletak pada pajangan karya seni dengan tema ‘lingga yoni’ yang terletak pada seni patung, dan tema kontemporer-modern pada lukisan 3D. Saran yang dapat diberikan adalah meningkatkan adanya komponen amenities yang berdasarkan hasil analisis, belum terpenuhi. 
PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN BERKOMUNIKASI PRAMUWISATA DI DESTINASI WISATA BUDAYA KOTA SOLO Mulyono, Andreas
Jurnal Pariwisata Tawangmangu Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pelatihan Bahasa Inggris yang dirancang khusus untuk meningkatkan kecakapan komunikasi pramuwisata di destinasi wisata budaya Kota Solo. Penelitian ini didorong oleh kebutuhan mendesak karena pentingnya peran pramuwisata dalam industri pariwisata, namun kurangnya modul pelatihan Bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D), terdiri dari studi pendahuluan dan pengembangan model. Studi pendahuluan meliputi identifikasi tujuan pembelajaran, analisis pembelajaran, dan analisis karakteristik peserta didik, sedangkan pengembangan model mencakup desain produk, uji validasi, dan revisi produk. Data menunjukkan bahwa peserta pelatihan berusia 25–45 tahun, sebagian besar berlatar belakang pendidikan Diploma dan memiliki kecakapan Bahasa Inggris tingkat menengah. Analisis kebutuhan mengidentifikasi prioritas utama pada keterampilan berbicara (speaking) dan menyimak (listening), diikuti oleh membaca (reading) dan menulis (writing). Sebanyak 94% responden menekankan pentingnya peningkatan kosakata, dan 78% pada tata bahasa. Metode pembelajaran yang diinginkan mencakup latihan praktik, bermain peran, ceramah, dan diskusi dengan penggunaan materi audio-video. Modul yang dikembangkan terdiri dari 15 unit, masing-masing mengangkat satu destinasi wisata budaya sebagai topik. Hasil uji validitas dan kelayakan menunjukkan bahwa modul ini layak digunakan, dengan rata-rata penilaian 78,75%, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas kepemanduan pramuwisata dan mendukung pariwisata budaya di Solo.
INTEGRASI BUDAYA LOKAL DAN ASING DALAM DESTINASI PARIWISATA: STUDI KASUS ZULU PARK KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN Putri Utami, Meidy; Hardianti, Hardianti
Jurnal Pariwisata Tawangmangu Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61696/juparita.v2i2.391

Abstract

Pariwisata modern sering kali mengintegrasikan elemen budaya lokal dan asing untuk meningkatkan daya tarik destinasi. Zulu Park di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan adalah contoh nyata integrasi ini dengan mengadopsi konsep budaya Korea dalam lingkungan alam Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana integrasi budaya tersebut diterima oleh pengunjung dan masyarakat lokal serta dampaknya terhadap social dan budaya setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada pengelola Zulu Park, pengunjung dan masyarakat skeitar, Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya Korea sebagai daya tarik utama Zulu Park telah berhasil meningkatkan kunjungkang wisatawan, mendukung ekonomi lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru. Namun, terdapat juga dampak negatif seperti potensi kehilangan keaslian budaya lokal dan tekanan pada infrastruktur lokal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara atraksi budaya asing yang menarik dengan pelestarian keaslian budaya lokal. Pengelolaan yang berkelanjutan dan pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan diperlukan untuk memitigasi dampak negatif dan menjaga keberlanjutan Zulu Park, sebagai destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan. 
COMMUNITY BASED TOURISM: TRANSFORMASI MASYARAKAT DESA PENYANGGA TAMAN NASIONAL KELIMUTU FLORES Jocom, Hary; Kameo, Daniel Daud
Jurnal Pariwisata Tawangmangu Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61696/juparita.v2i2.396

Abstract

Desa Waturaka berhasil melakukan transformasi dari desa dengan penghasil pertanian, meningkat menjadi salah satu destinasi wisata Desa Wisata Alam terbaik yang dinobatkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi pada tahun 2016. Desa ini menjadi penyangga destinasi wisata danau Kelimutu. Waturaka berhasil menerapkan konsep community based tourism, di tengah banyaknya kegagalan di tempat lain. Penelitian ini menggunakan metode kulaitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap narasumber kunci yaitu tokoh pemuda adat, ketua kelompok sadar wisata, wisatawan, petugas Taman Nasional Kelimutu, tourism management organization dan Swisscontact selaku NGO pendamping masyarakat desa Waturaka. Peran Swisscontact sebagai organisasi non pemerintah dalam melakukan pendampingan secara intensif selama 8 tahun terhadap masyarakat desa Waturaka, mampu merubah pola pikir diikuti tindakan dengan hanya mengandalkan hasil pertanian, bertransformasi optimalisasi potensi sumber daya alam menjadi tujuan wisata. Keberhasilan ini menggunakan metode community based tourism. Implikasi dari penerapan CBT ini membutuhkan waktu yang lama dan partisipasi masyarakat menjadi syarat utama. Komitmen seluruh komponen masyarakat di desa Waturaka dalam membangun potensi pariwisata membawa pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Waturaka yang telah dikenal oleh masyarakat internasional. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga keberlangsungan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan agar tetap terjaga, sehingga konsep ecotourism dapat dipertahankan dan menjadi daya tarik wisata.

Page 1 of 1 | Total Record : 8