cover
Contact Name
Didah Nurhamidah
Contact Email
didah.uinjkt@gmail.com
Phone
+6285710777541
Journal Mail Official
didah.uinjkt@gmail.com
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaGedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 5Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah JakartaJalan Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dialektika
ISSN : 25025201     EISSN : 2407506X     DOI : 10.15408/dialektika
Dialektika : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia published two times a year (June and December ) as a medium of distributing scientific research in the field of language, literature , and the Indonesian language and literature education. Dialektika is published in collaboration between the Department of Indonesian Language and Literature Education,  Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta and the Association of Indonesian Language and Literature Lecturer (ADOBSI). Dialektika has been a CrossRef member since 2015 and all of the published writings have a unique number in the DOI and been indexed in DOAJ, Google Scholar, Moraref,  Indonesia One Search- National Library of Indonesia, and Portal Garuda.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2021)" : 10 Documents clear
SUMBER TASAWUF, SYAHADAT, DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMAKNAAN TERHADAP REALITAS abdul wachid bambang suharto
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.17545

Abstract

Abstract: This research is motivated by the vital words of shahada and the cleanliness of the human heart or in Islamic mysticism that is called Sufism. Apart from Sufism, there are also terms “esotericism” and “spirituality” whose alignment of philosophies and concepts are often vague. Therefore, the purpose of this study is to identify the source of Sufism, the concept of the shahada, and the implications for the reality of life. The data source used is documentation through the process of reading, analyzing, observing, and describing information related to the object of research. The results of this study indicate that there are many meanings of the term Sufism, those are purified people, goat hair that Sufis commonly used as clothing, the name of a room near Medina, rows of saf when praying, and wisdom. The source of Sufism comes from Islamic values. Sufism is associated with awareness and feeling. Sufism is also related to Islamic morals. Therefore, the principal reference sources are al-Qur'an and as-Sunnah (Hadith). The reality in the perspective of Sufism is "Everything perishes except His Face" (QS al-Qashas / 28: 8), as the substance of all faiths, "There is no essence except Allah".  Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingya ucapan syahadat dan kebersihan hati manusia atau pada wilayah mistisisme Islam yang disebut sebagai tasawuf.  Selain tasawuf, terdapat juga istilah “esoterisme” dan “spiritualitas” yang kerap kabur penyejajaran filosofi dan konsepnya. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sumber tasawuf, konsep syahadat dan implikasinya terhadap realitas kehidupan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (library research). Objek penelitian digali lewat beragam informasi kepustakaan. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kualitatif yang mengarah pada penjelasan deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa dokumentasi melalui proses membaca, menganalisis, mencermati, dan menguraikan informasi-informasi yang berhubungan dengan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan banyak makna dari istilah tasawuf, antara lain: orang yang disucikan, bulu kambing yang biasa digunakan sebagai bahan pakaian kaum sufi, nama suatu ruang dekat Madinah, baris-baris saf ketika shalat, serta hikmah. Sumber tasawuf berasal dari nilai-nilai keislaman. Tasawuf dikaitkan dengan kesadaran dan perasaan. Tasawuf juga berhubungan dengan moralitas Islam. Maka dari itu, sumber rujukan utamanya adalah al-Qur’an dan as-Sunnah (Hadis). Realitas dalam perspektif tasawuf ialah “Segala sesuatu binasa kecuali wajah-Nya” (Q.S. al-Qashas/ 28: 8), sebagaimana substansi dari keseluruhan syahadat, “Tidak ada hakikat kecuali Allah”.
KONFLIK INTERNAL TOKOH UTAMA DALAM MIMPI KECIL TITA KARYA DESI PUSPITASARI Syifa Fauzia Chairul; Darsita Darsita Suparno; Santje Iroth; Donald Matheos Rattu
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.19327

Abstract

Abstract: Many experts have observed the main character's internal conflict, however their analysis has not explained the conflict form that has an impact on the mental state of the child.  This study aims to analyze: a) form of inner conflict experienced by the main character in the novel Mimpi Kecil Tita, b) find out what factors cause internal conflict in the novel Mimpi Kecil Tita?  Sigmund Freud’s Psychoanalytic theory is used to reveal internal conflict and several factors that cause it.  Descriptive qualitative analysis was used as a research method. Overall, these results indicate that fears, anxiety, absence, and hopes are identified as conflict settings referring to the concepts of approach-avoidance and avoidance-avoidance. Viewed from the concept of approaching-avoidance (approach-avoidance) and broad-away (avoidance-avoidance) refers to anxiety, failure, pain, cunning based on the impact of personality or id.  The facts of the story show the Ego is miserable. This misery causes an inner conflict is identified as the avoidance of desire (approach-avoidance) marked by the confused id.  The form of Superego conflict in Tita is feelings of suffering, anger at someone, and hurt.  Four factors that cause internal conflict, namely economic hardship, dishonesty, frustration, and hurt feelings.Abstrak: Penelitian yang mengkaji konflik internal tokoh utama telah banyak dilakukan para ahli, namun analisis mereka terhadap konflik internal tokoh utama belum menjelaskan bentuk konflik yang berdampak pada keadaan jiwa anak. Teori Psikoanalis dari Freud digunakan untuk mengungkap tikai batin dan aneka faktor penyebab konflik. Analisis kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode penelitian.  Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan ketakutan, kegalauan, ketiadaan, dan berharap diidentifikasi sebagai tatanan konflik merujuk kepada konsep mendekat-menjauh (approach-avoidance), dan konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance). Ditinjau dari konsep mendekat-menjauh (approach-avoidance) dan menjauh-menjauh (avoidance-avoidance) merujuk kepada kecemasan, kegagalan, kepedihan, kelicikan didasarkan adanya dampak personalitas atau id. Fakta cerita menunjukkan Ego sengsara. Kesengsaraan itu menimbulkan konflik batin yang diidentifikasi sebagai penghindaran diri dari keinginan (appproach-avoidance) ditandai oleh id yang merasa kebingungan. Wujud konflik superego dalam diri Tita adalah perasaan penderitaan, marah pada seseorang, dan sakit hati. Faktor-faktor yang menimbulkan konflik internal ada empat yaitu kesulitan ekonomi, ketidakjujuran, frustasi, dan sakit hati. 
IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KELAS BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 Marlina Shintya; Rustam Rustam Rustam; Irma Suyanti; Priyanto Priyanto Priyanto
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.14784

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the strengthening of character education based on the Indonesian language learning class curriculum 2013 class XI high school 1 Jambi City. This research uses a qualitative approach and type of case study research. The subject of the study was the Indonesian language teacher class XI. Data collection techniques in the form of interviews, observation sheets, and documentation. Data analysis techniques used in this study include the teacher's lesson plan, implementation, and evaluation of class XI learning. Strengthening character education has 5 values, namely religion, independence, nationalism, mutual cooperation, and integrity. The results of research on strengthening classroom-based character education in planning can be seen from the lesson plan. The results of the study can be concluded that the implementation of strengthening class-based character education in Indonesian language learning curriculum 2013 class XI of SMA Negeri 1 Jambi City has been carried out in accordance with the Ministry of Education and Culture Regulation No. 22 of 2016 Regarding Secondary Education Process Standards. The implementation of strengthening classroom-based character education has been carried out overall and the evaluation used by the teacher is the attitude, knowledge, and skills assessment. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penguatan pendidikan karakter berbasis kelas pembelajaran Bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas XI SMA Negeri 1 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah guru bahasa Indonesia kelas XI. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi RPP guru, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran kelas XI. Penguatan pendidikan karakter memiliki 5 nilai yaitu religius, mandiri, nasionalis, gotong royong, dan integritas. Hasil penelitian penguatan pendidikan karakter berbasis kelas pada perencanaan dilihat dari RPP. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis kelas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas XI SMA Negeri 1 Kota Jambi sudah terlaksana sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Menengah. Pelaksanaan penguatan pendidikan karakter berbasis kelas sudah terlaksana secara keseluruhan dan evaluasi yang digunakan oleh guru penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
PERAN PEREMPUAN DI ERA DIGITAL: SEBUAH ANALISIS WACANA FEMINIS MODEL SARA MILLS Teti Sobari; Rida Khamilawati
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.11245

Abstract

Abstract: All women stereotypes in many ways contain injustices. It turns into a culture that develops in the community, making it difficult for women to get out from all the labels that are attached. Starting from this culture, then there emerged several schools of feminism to fight for women's rights which were confined in that injustice. The purpose of this study is to know women's image in the text and the position of the actor in the text. The method employed is qualitative descriptive with a critical discourse analysis to the text "The Role of Women as Mothers and Career Women in the Digital Age" published by INDONEWS.ID on December 18, 2018. The results of the analysis show that the text raises women as the subject of the news. The news author positions women as a person who plays a vital role in a family. This discourse brings readers to be carried away to realize the many negative impacts of digital advances. In addition, the news writer also made the readers aware that the important role of a woman that shouldn’t be forgotten by career women. Abstrak: Semua stereotipe perempuan dalam beberapa hal mengandung banyak ketidakadilan. Hal ini kemudian berubah menjadi kultur yang berkembang di masyarakat, sehingga sulit bagi perempuan keluar dari segala label yang melekat. Berawal dari kultur ini kemudian muncul beberapa aliran feminisme untuk memperjuangkan hak perempuan yang terkurung dalam ketidakadilan itu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perempuan digambarkan dalam teks dan posisi aktor dalam teks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis pada berita berjudul “Peran Perempuan Sebagai Ibu dan Wanita Karier di Era Digital” yang diterbitkan oleh INDONEWS.ID pada 18 Desember 2018. Hasil analisis memperlihatkan bahwa teks memunculkan perempuan sebagai subjek pemberitaan. Penulis berita memposisikan perempuan sebagai orang yang berperan vital dalam keluarga. Wacana ini menghadirkan pembaca agar terbawa untuk menyadari banyak dampak negatif yang dihasilkan dari kemajuan digital yang sangat pesat. Selain itu, penulis berita menyadarkan pembaca akan peran penting seorang perempuan agar tidak dilupakan oleh para wanita karir.  
KONTEKS PENUTURAN PANTUN PADA ADAT PERKAWINAN MELAYU KEPULAUAN RIAU Rezki Puteri Syahrani Nurul Fatimah; Franscy Franscy
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.19818

Abstract

Abstract: From the various traditions that exist in Malay society, the tradition of wedding customs is a tradition that is often found, especially in the coastal areas of Riau. Wedding custom uses literary work as a medium of communication in the arrangement of its program. Malay society of Daik Lingga believes that this literary work increases knowledge about the values of life. The correlation between literary work and the wedding custom from the Malay society of Daik Lingga, Riau Archipelago, is illustrated by the things that are expressed in the art and literature, both oral and written literature. The aim of this research is to conduct a study and analysis of speech context that contained in Pantun as the wedding custom of Riau Archipelago society The research method used by researchers is a descriptive analysis method. The research data was taken from the wedding custom from the Malay society of Daik Lingga, Riau Archipelago, specifically related to traditional poetry that is used as the research object. The aspects that researchers examined in the speech context of Pantun include the Situation Context and Cultural Context. Results of the data indicated that Pantun in the wedding custom from Malay society of Daik Lingga, Riau archipelago contained speech context which is divided into the Situation Context (time, place, and Situation) and Cultural Context (geographical location, economic equality, social welfare, religion, culture, customs, and arts). Abstrak: Tradisi yang masih ada dalam masyarakat Melayu khususnya di wilayah pesisir Riau adalah  tradisi adat perkawinan.  Tradisi ini dilestarikan  oleh masyarakat Melayu Daik Lingga.  Dalam tradisi tersebut, karya sastra dalam bentuk pantun digunakan sebagai media komunikasi pada tatanan acaranya. Mereka meyakini bahwa karya sastra tersebut menambah pengetahuan tentang nilai-nilai kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian dan analisis tentang konteks penuturan yang ada dalam pantun sebagai media komunikasi dalam adat perkawinan masyarakat Kepulauan Riau. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode analisis deskriptif. Data penelitian diambil dari adat pernikahan dari masyarakat Melayu Daik Lingga, Kepulauan Riau. Aspek-aspek yang diteliti dalam konteks penuturan pantun mencakup konteks situasi dan konteks budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun dalam adat pernikahan berisi konteks penuturan yang dibagi menjadi konteks situasi (waktu, tempat, dan situasi) dan konteks budaya (lokasi geografis, kesetaraan ekonomi, kesejahteraan sosial, agama, budaya, adat, dan seni). 
EKSISTENSI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN GENERASI MUDA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DAN ERA GLOBALISASI Eunike Manurung; Miftah Rizkiyah; Fitriani Lubis
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.20849

Abstract

Abstract: Indonesian is a special language that has a very high position for the Indonesian people. Unfortunately, the existence of the Indonesian language is shaken by the effects of globalization and the current pandemic. The purpose of this research is to find out the existence of the Indonesian Language among the younger generation during the COVID-19 pandemic, to identify the factors that influence the existence of the use of language, and to find the right solution to address existing problems. This study uses a descriptive approach using a survey method. The results show that the pandemic during this globalization era has indeed influenced the existence of the use of the Indonesian language. The internal factor that influences it is the view that by using a foreign language the lifestyle is considered the most modern, while the external factor is the environment in which the young generation is located, such as to get a more decent job at a foreign company and to get an educational scholarship abroad. Therefore, it needs individual, government, and community support so that its existence as a national language is always maintained or sustainable.Abstrak: Bahasa Indonesia merupakan bahasa istimewa yang memiliki kedudukan yang sangat tinggi bagi masyarakat Indonesia. Sayangnya, eksistensi atau keberadaan bahasa Indonesia ini terguncang oleh pengaruh globalisasi dan pandemi saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi bahasa Indonesia di kalangan generasi muda selama pandemi Covid-19, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi eksistensi penggunaan bahasa Indonesia serta untuk menemukan solusi yang tepat untuk menangani permasalahan yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi di tengah era globalisasi ini memang memengaruhi keberadaan penggunaan bahasa Indonesia. Faktor internal yang memengaruhinya adalah adanya pandangan bahwa dengan menggunakan bahasa asing maka gaya hidupnya dianggap paling modern, sedangkan dari faktor eksternal berupa lingkungan tempat generasi muda itu berada seperti dalam rangka mendapatkan pekerjaan yang lebih layak di perusahaan asing dan untuk mendapatkan beasiswa pendidikan di luar negeri. Oleh karena itu, butuh dukungan pribadi, pemerintah, dan masyarakat agar eksistensinya sebagai bahasa nasional senantiasa terjaga ataupun lestari. 
KESALAHAN BERBAHASA YANG DIANGGAP KELAZIMAN DALAM KARYA TULIS ILMIAH Syihaabul Hudaa; Nuryati Djihadah; Winci Firdaus
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.14617

Abstract

Abstract: Writing scientific papers requires the practice of using correct language by KBBI rules. However, in the preparation of scientific documents such as papers, articles, and undergraduate thesis still found incorrect language practices. This of course has an impact on ignoring the correct grammar following KBBI. The purpose of writing this article is to examine various kinds of language mistakes that have been considered as truth by students. This is based on their nescience of the correct language in KBBI, so the words used often ignore the correct rules. This research belongs to the type of descriptive qualitative research by describing research findings using detailed text. Researchers used a content analysis approach to analyze student scientific papers. Then, the error is classified based on the type of error, such as nonstandard words, prepositions, and derivative forms that are often wrong in their writing practice. Based on the research conducted it was concluded that in scientific papers, students still found a lot of language errors which they considered to be a correct form of words. Abstrak: Penulisan karya tulis ilmiah memerlukan praktik penggunaan bahasa yang benar sesuai dengan kaidah KBBI. Akan tetapi, di dalam praktik karya tulis ilmiah seperti: makalah, artikel, dan skripsi masih ditemukan praktik berbahasa yang tidak benar. Hal ini tentu saja berdampak pada pengabaian kaidah bahasa yang benar sesuai dengan KBBI. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengkaji pelbagai macam kesalahan berbahasa yang sudah dianggap sebagai kebenaran oleh mahasiswa. Hal ini didasari pada ketidaktahuan mereka tentang bahasa yang benar di dalam KBBI, sehingga kata yang digunakan sering mengabaikan kaidah yang benar. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualiatif deskriptif dengan memaparkan hasil temuan penelitian menggunakan teks secara detail. Peneliti menggunakan pendekatan analisis isi untuk menganalisis karya tulis ilmiah mahasiswa. Kemudian, kesalahan tersebut diklasifikasi berdasarkan jenis kesalahan seperti: kata tidak baku, kata depan, dan bentuk turunan yang sering salah di dalam praktik penulisannya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa dalam karya tulis ilmiah mahasiswa masih banyak ditemukan kesalahan berbahasa yang mereka anggap sebagai suatu bentuk kata yang benar. 
KONTEKS PENUTURAN PANTUN PADA ADAT PERKAWINAN MELAYU KEPULAUAN RIAU Rezki Puteri Syahrani Nurul Fatimah; Franscy Franscy
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.19818

Abstract

Abstract: From the various traditions that exist in Malay society, the tradition of wedding customs is a tradition that is often found, especially in the coastal areas of Riau. Wedding custom uses literary work as a medium of communication in the arrangement of its program. Malay society of Daik Lingga believes that this literary work increases knowledge about the values of life. The correlation between literary work and the wedding custom from the Malay society of Daik Lingga, Riau Archipelago, is illustrated by the things that are expressed in the art and literature, both oral and written literature. The aim of this research is to conduct a study and analysis of speech context that contained in Pantun as the wedding custom of Riau Archipelago society The research method used by researchers is a descriptive analysis method. The research data was taken from the wedding custom from the Malay society of Daik Lingga, Riau Archipelago, specifically related to traditional poetry that is used as the research object. The aspects that researchers examined in the speech context of Pantun include the Situation Context and Cultural Context. Results of the data indicated that Pantun in the wedding custom from Malay society of Daik Lingga, Riau archipelago contained speech context which is divided into the Situation Context (time, place, and Situation) and Cultural Context (geographical location, economic equality, social welfare, religion, culture, customs, and arts). Abstrak: Tradisi yang masih ada dalam masyarakat Melayu khususnya di wilayah pesisir Riau adalah  tradisi adat perkawinan.  Tradisi ini dilestarikan  oleh masyarakat Melayu Daik Lingga.  Dalam tradisi tersebut, karya sastra dalam bentuk pantun digunakan sebagai media komunikasi pada tatanan acaranya. Mereka meyakini bahwa karya sastra tersebut menambah pengetahuan tentang nilai-nilai kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian dan analisis tentang konteks penuturan yang ada dalam pantun sebagai media komunikasi dalam adat perkawinan masyarakat Kepulauan Riau. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode analisis deskriptif. Data penelitian diambil dari adat pernikahan dari masyarakat Melayu Daik Lingga, Kepulauan Riau. Aspek-aspek yang diteliti dalam konteks penuturan pantun mencakup konteks situasi dan konteks budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun dalam adat pernikahan berisi konteks penuturan yang dibagi menjadi konteks situasi (waktu, tempat, dan situasi) dan konteks budaya (lokasi geografis, kesetaraan ekonomi, kesejahteraan sosial, agama, budaya, adat, dan seni). 
SUMBER TASAWUF, SYAHADAT, DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMAKNAAN TERHADAP REALITAS abdul wachid bambang suharto
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.17545

Abstract

Abstract: This research is motivated by the vital words of shahada and the cleanliness of the human heart or in Islamic mysticism that is called Sufism. Apart from Sufism, there are also terms “esotericism” and “spirituality” whose alignment of philosophies and concepts are often vague. Therefore, the purpose of this study is to identify the source of Sufism, the concept of the shahada, and the implications for the reality of life. The data source used is documentation through the process of reading, analyzing, observing, and describing information related to the object of research. The results of this study indicate that there are many meanings of the term Sufism, those are purified people, goat hair that Sufis commonly used as clothing, the name of a room near Medina, rows of saf when praying, and wisdom. The source of Sufism comes from Islamic values. Sufism is associated with awareness and feeling. Sufism is also related to Islamic morals. Therefore, the principal reference sources are al-Qur'an and as-Sunnah (Hadith). The reality in the perspective of Sufism is "Everything perishes except His Face" (QS al-Qashas / 28: 8), as the substance of all faiths, "There is no essence except Allah".  Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingya ucapan syahadat dan kebersihan hati manusia atau pada wilayah mistisisme Islam yang disebut sebagai tasawuf.  Selain tasawuf, terdapat juga istilah “esoterisme” dan “spiritualitas” yang kerap kabur penyejajaran filosofi dan konsepnya. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sumber tasawuf, konsep syahadat dan implikasinya terhadap realitas kehidupan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (library research). Objek penelitian digali lewat beragam informasi kepustakaan. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kualitatif yang mengarah pada penjelasan deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa dokumentasi melalui proses membaca, menganalisis, mencermati, dan menguraikan informasi-informasi yang berhubungan dengan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan banyak makna dari istilah tasawuf, antara lain: orang yang disucikan, bulu kambing yang biasa digunakan sebagai bahan pakaian kaum sufi, nama suatu ruang dekat Madinah, baris-baris saf ketika shalat, serta hikmah. Sumber tasawuf berasal dari nilai-nilai keislaman. Tasawuf dikaitkan dengan kesadaran dan perasaan. Tasawuf juga berhubungan dengan moralitas Islam. Maka dari itu, sumber rujukan utamanya adalah al-Qur’an dan as-Sunnah (Hadis). Realitas dalam perspektif tasawuf ialah “Segala sesuatu binasa kecuali wajah-Nya” (Q.S. al-Qashas/ 28: 8), sebagaimana substansi dari keseluruhan syahadat, “Tidak ada hakikat kecuali Allah”.
KONFLIK INTERNAL TOKOH UTAMA DALAM MIMPI KECIL TITA KARYA DESI PUSPITASARI Syifa Fauzia Chairul; Darsita Darsita Suparno; Santje Iroth; Donald Matheos Rattu
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.19327

Abstract

Abstract: Many experts have observed the main character's internal conflict, however their analysis has not explained the conflict form that has an impact on the mental state of the child.  This study aims to analyze: a) form of inner conflict experienced by the main character in the novel Mimpi Kecil Tita, b) find out what factors cause internal conflict in the novel Mimpi Kecil Tita?  Sigmund Freud’s Psychoanalytic theory is used to reveal internal conflict and several factors that cause it.  Descriptive qualitative analysis was used as a research method. Overall, these results indicate that fears, anxiety, absence, and hopes are identified as conflict settings referring to the concepts of approach-avoidance and avoidance-avoidance. Viewed from the concept of approaching-avoidance (approach-avoidance) and broad-away (avoidance-avoidance) refers to anxiety, failure, pain, cunning based on the impact of personality or id.  The facts of the story show the Ego is miserable. This misery causes an inner conflict is identified as the avoidance of desire (approach-avoidance) marked by the confused id.  The form of Superego conflict in Tita is feelings of suffering, anger at someone, and hurt.  Four factors that cause internal conflict, namely economic hardship, dishonesty, frustration, and hurt feelings.Abstrak: Penelitian yang mengkaji konflik internal tokoh utama telah banyak dilakukan para ahli, namun analisis mereka terhadap konflik internal tokoh utama belum menjelaskan bentuk konflik yang berdampak pada keadaan jiwa anak. Teori Psikoanalis dari Freud digunakan untuk mengungkap tikai batin dan aneka faktor penyebab konflik. Analisis kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode penelitian.  Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan ketakutan, kegalauan, ketiadaan, dan berharap diidentifikasi sebagai tatanan konflik merujuk kepada konsep mendekat-menjauh (approach-avoidance), dan konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance). Ditinjau dari konsep mendekat-menjauh (approach-avoidance) dan menjauh-menjauh (avoidance-avoidance) merujuk kepada kecemasan, kegagalan, kepedihan, kelicikan didasarkan adanya dampak personalitas atau id. Fakta cerita menunjukkan Ego sengsara. Kesengsaraan itu menimbulkan konflik batin yang diidentifikasi sebagai penghindaran diri dari keinginan (appproach-avoidance) ditandai oleh id yang merasa kebingungan. Wujud konflik superego dalam diri Tita adalah perasaan penderitaan, marah pada seseorang, dan sakit hati. Faktor-faktor yang menimbulkan konflik internal ada empat yaitu kesulitan ekonomi, ketidakjujuran, frustasi, dan sakit hati. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10