cover
Contact Name
Didah Nurhamidah
Contact Email
didah.uinjkt@gmail.com
Phone
+6285710777541
Journal Mail Official
didah.uinjkt@gmail.com
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaGedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 5Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah JakartaJalan Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dialektika
ISSN : 25025201     EISSN : 2407506X     DOI : 10.15408/dialektika
Dialektika : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia published two times a year (June and December ) as a medium of distributing scientific research in the field of language, literature , and the Indonesian language and literature education. Dialektika is published in collaboration between the Department of Indonesian Language and Literature Education,  Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta and the Association of Indonesian Language and Literature Lecturer (ADOBSI). Dialektika has been a CrossRef member since 2015 and all of the published writings have a unique number in the DOI and been indexed in DOAJ, Google Scholar, Moraref,  Indonesia One Search- National Library of Indonesia, and Portal Garuda.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2024)" : 6 Documents clear
LOKALITAS LERENG GUNUNG SINDORO DALAM NOVEL “GENDUK” KARYA SUNDARI MARDJUKI Sintyawati, Cindy Sintyawati; Putra, Candra
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i2.20133

Abstract

Novel Genduk karya Sundari Mardjuki diterbitkan pada tahun 2016. Keistimewaan yang terdapat pada novel ini adalah menekankan pada warna lokal yang menjadi unsur penting dalam strukturnya. Dipilihnya novel Genduk karya Sundari Mardjuki sebagai objek kajian dalam penelitian ini dengan alasan bahwa novel ini bercerita mengenai gadis berumur sebelas tahun di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing, dari keluarga dan lingkungan petani tembakau dengan mengambil setting tahun 1970-an. Penelitian ini mendeskripsikan tentang keistimewaan dan lokalitas karya sastra yang terdapat dalam novel Indonesia yang berjudul Genduk karya Sundari Mardjuki.  Tujuan dari penelitian ini Tujuan penelitian ini adalah menganalisis representasi lokalitas yang termuat dalam unsur-unsur kebudayaa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitiannya adalah novel Genduk karya Sundari Mardjuki. Data penelitian berupa kata, frasa, atau kalimat yang memuat narasi unsur kebudayaan. Pendekatan yang digunakan adalah antropologi sastra. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat representasi unsur-unsur kebudayaan, seperti sistem religi, bahasa, peralatan dan teknologi, pengetahuan, dan kesenian. Sistem religi dominan digambarkan. Setiap unsur kebudayaan saling berpengaruh dengan yang lain sehingga membentuk satu kesatuan lokalitas Masyarakat.  Kata Kunci : Novel, Lokalitas, Sosiologi Sastra.
Keterampilan Berbicara Mahasiswa BIPA melalui Pemanfaatan Media Papan Cerita Rakyat Harris Rizki, Harris Rizki; Sodiq, Syamsul; Inayatillah, Fafi
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i2.39432

Abstract

Pentingnya pemanfaatan media papan cerita rakyat dalam pengembangan keterampilan berbicara mahasiswa BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Penelitian ini menggabungkan konsep keterampilan berbicara dengan keberagaman budaya Indonesia yang tercermin dalam cerita rakyat. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan fokus pada pengalaman belajar mahasiswa dan dampak penggunaan media papan cerita rakyat terhadap kemampuan berbicara mereka. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan media papan cerita rakyat dapat meningkatkan motivasi mahasiswa dalam belajar serta membantu mereka mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia. Hal ini terjadi karena media tersebut memberikan konteks budaya yang nyata dan mendalam bagi mahasiswa untuk memahami dan mengaplikasikan bahasa Indonesia dalam konteks yang relevan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing serta potensi media papan cerita rakyat sebagai alat pembelajaran yang efektif dalam pengembangan keterampilan berbicara mahasiswa BIPA.
ANALISIS WACANA KRITIS THEO VAN LEEUWEN PEMBERITAAN KASUS PEMERKOSAAN DI MEDIA ONLINE DETIKNEWS.COM Rosdiana, Eva; Budiono, Taat
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i2.30817

Abstract

Media massa sering kali merepresentasikan aktor atau kelompok sosial dalam pemberitaan tidak sesuai dengan realita, hal ini erat kaitannya dengan praktik sosial yang terjadi dalam media massa. Perepresentasian ini, seringkali memunculkan ideologi yang bermacam-macam ketika berita tersebut diterima oleh khalayak. Oleh karena itu perlu adanya analisis wacana kritis sebagai telaah teks wacana secara mendalam. Tujuan dalam penelitian ini yaitu, untuk mendeskripsikan bagaimana media merepresentasikan aktor pelaku dan korban dalam pemberitaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bersumber pada portal berita online detiknews.com. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yakni teori Theo Van Leeuwen. Adapun hasil dari penelitian ini : (1) ditemukannya proses perepresentasian media terhadap aktor/pelaku AR secara buruk dengan penggunaan bahasa disfemisme dan bahasa yang bersifat ofensif sehingga aktor pelaku dimarginalkan dalam pemberitaan. (2) Media merepresentasikan korban sebagai pihak yang lebih menonjol dalam pemberitaan, indikasi penonjolan korban dilakukan dengan munculnya korban pada awal kalimat serta penggunaan kata tertentu oleh media dalam penyajian berita.  
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA PERCAKAPAN SIDANG KASUS PEMBUNUHAN BERENCANA lis, Lilis; Mulyati, Yeti
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i2.32620

Abstract

Penelitian ini menganalisis tindak tutur ilokusi  dalam persidangan kasus “polisi tembak polisi” (Ferdy Sambo). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis percakapan. Data dalam penelitian ini tindak tutur ilokusi yang digunakan oleh partisipan sidang dalam kasus “polisi tembak polisi” (Ferdy Sambo). Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari kanal youtube KompasTv, yakni persidangan kasus “polisi tembak polisi” (Ferdy Sambo) pada tanggal 17 Oktober 2022, 20 Oktober 2022 dan 31 November 2022. Ditemukan lima tindak tutur ilokusi, yakni tindak tutur asertif 41 data, tindak tutur direktif  38 data, tindak tutur komisif  3 data, tindak tutur deklaratif 2 data dan tindak tutur eskpresif 10 data. Tindak tutur yang paling banyak digunakan adalah tindak tutur direktif.
PEMBELAJARAN MORAL MELALUI MOVIE LEARNING “BATTLE OF SURABAYA” PADA SISWA SD Marwan, Iwan; badrus, moh; Siti Fadhilah, Asna
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i2.38100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pembelajaran Moral Dalam Movielearning “Battle of Surabaya “Pada Siswa Kelas V SDN Plosorejo 1 Kecamatan GampengrejoKabupaten Kediri Karya Aryanto Yuniawan. Adapun secara khusus mencangkup: 1) Apa sajanilai-nilai pembelajaran moral dalam movie learning “Battle of Surabaya “dan 2) BagaimanaImplikasi movie learning “Battle of Surabaya “terhadap pembelajaran moral siswa kelas V SDNPlosorejo 1. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kepustakaan (Library Reseach). Sumberdata primernya yaitu tayangan movie learning “Battle of Surabaya” sedangkan data sekundernyadiperoleh dari buku-buku, jurnal maupun artikel yang berkaitan dengan film tersebut. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan observasi. Dalam teknik keabsahandatanya, teknik ketekunan dan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa movie learning “Battle of Surabaya” merupakan film yangmampu menjadi sumber ataupun media pembelajaran moral. Nilai pembelajaran moral dalammovie learning “Battle of Surabaya “, hal ini ditandai dengan adanya: 1) Terdapat beberapa nilaipembelajaran moral tanggung jawab, peduli, jujur dan sabar. 2) Nilai-nilai pembelajaran moralyang ada dalam movie learning “Battle of Surabaya” juga relevan dengan nilai-nilai pembelajaranmoral dalam kehidupan di sekolah. Yaitu prilaku tanggung jawab terhadap menyelesaikan tugasyang diberikan, peduli dengan teman yang sedang kesulitan, jujur dalam berbicaram dan sabardalam menghadapi ujian dan masalah yang ada.
Identitas Kebinekaan dalam Tetralogi Pulau Buru Karya Pramoedya Persfektif Semiotika Sosiohistoris serta Implikasi Microlearning-nya di SMA Firmansyah, Erfi; Lustyantie, Ninuk; Anis Chaeruman, Uwes
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i2.42056

Abstract

Tetralogi Pulau Buru menggambarkan dinamika sosial, budaya, dan politik di Hindia Belanda pada awal abad ke-20, terutama terkait dengan interaksi antaretnis, kelas sosial, dan kolonialisme. Dalam penelitian ini, analisis semiotika digunakan untuk mengungkap tanda-tanda keberagaman yang tercermin melalui hubungan antartokoh dan konteks sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif berupa pengungkapan struktur naratif. Pengungkapan struktur naratif digunakan untuk menunjukkan bagaimana identitas keberagaman terbentuk dan dihadapi oleh tokoh-tokoh dalam karya Pramoedya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Tetralogi Pulau Buru merepresentasikan identitas keberagaman yang kompleks dan dinamis, di mana identitas nasional terbentuk dari interaksi antara budaya lokal (Jawa, Cina) dan global (Eropa). Perjuangan tokoh utama, Minke, merupakan simbol perjuangan menemukan identitas di tengah pluralitas budaya dan kolonialisme. Implikasi dari pembelajaran mikro sastra di sekolah menengah atas adalah bahan ajar yang memungkinkan siswa memahami isu keberagaman melalui pengajaran berbasis digital yang ringkas dan terfokus. Pola ini diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan pemikiran kritis dan sikap inklusif terhadap keberagaman. Penelitian ini menawarkan kontribusi penting dalam mengintegrasikan studi sastra dan keberagaman dalam konteks pendidikan sastra di sekolah menengah atas.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6