cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Dampak Program Pencegahan Penularan Infeksi HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) Erliyani; Rahmadani, Mutia; Rahayu, Nisfia; Fatimah, Nur; Sulistyani, Tyas; Windayanti, Hapsari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV/AIDS is a type of virus that can cause a decrease in human immunity. Pregnant women with HIV/AIDS have the possibility of giving birth to a child with HIV. HIV/AIDS is a global problem, increasing every year. The Prevention of Mother-to-Child Transmission of HIV (PPIA) program has been proven to be a very effective intervention for preventing mother-to-child transmission of HIV. Low coverage of interventions to prevent mother-to-child transmission of HIV (PPIA), compliance, and care retention rates among HIV-positive pregnant women are factors that contribute to the high rate of mother-to-child transmiss ion of HIV. The method used in preparing this research is Literature Review. The data collection used in this research uses data from the Google Scholar and PUBMED databases. To carry out this literature review, it includes inclusion of: journals published in 2017–2020 and can be accessed in full text PDF in Indonesian and English. while the exclusion criteria for this research were secondary articles or journals. Researchers found 10 journals which would then be analyzed for titles, research methods, results and discussions and determined for their suitability. The screening process in accordance with inclusion and exclusion resulted in 6 journals being reviewed and in accordance with the research objectives. The results of the literature review of these 6 articles show that there is an impact of the Program for Preventing HIV Transmission from Mother to Child (PPIA). The PPIA program not only focuses on the welfare of pregnant women, but also on protecting newborns from HIV infection. This review shows that effective approaches and techniques are being implemented to reduce the risk of HIV transmission to mothers and babies. PPIA improves maternal and child health by preventing the spread of HIV infection in countries around the world. There is evidence of the positive impact of PPIA on primary health services for mothers and children. Based on the results of the literature review of these 6 articles, intervention for pregnant women infected with HIV can be carried out with a program to prevent transmission of HIV infection from mother to child (PPIA). The program to prevent the transmission of HIV infection from mother to child (PPIA) has proven to have a very effective impact in reducing HIV transmission to babies . Abstrak HIV/AIDS merupakan sejenis virus yang dapat menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Pada wanita hamil dengan HIV/AIDS mempunyai kemungkinan melahirkan anak dengan HIV. HIV/AIDS ini menjadi permasalahan global, meningkat setiap tahunnya. Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) telah terbukti sebagai intervensi yang sangat efektif untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Rencahnya cakupan intervensi pencegahan penularan HIV dari ibu keanak (PPIA), kepatuhan, dan tingkat retensi perawatan pada ibu hamil dengan HIV positif merupakan faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka penularan HIV dari ibu ke anak. Metode yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini yaitu Literature Review. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data pada database google scholar dan PUBMED. Untuk melakukan tinjauan literature ini meliputi inklusi : jurnal terbitan tahun 2017– 2020 dan dapat diakses secara full text pdf berbahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. sedangkan kriteria eksklusi pada penelitian ini artikel atau jurnal sekunder. Peneliti menemukan sebanyak 10 jurnal yang kemudian akan dianalisa judul, metode penelitian serta hasil dan pembahasan serta ditentukan kelayakannya. Proses screening sesuai dengan inklusi dan eksklusi menghasilkan 6  jurnal yang ditelaah dan sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil literature review dari 6 artikel tersebut, menunjukkan bahwa ada Dampak dari Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA).  Program PPIA tidak hanya berfokus pada kesejahteraan ibu hamil, namun juga pada perlindungan bayi baru lahir dari infeksi HIV. Tinjauan ini menunjukkan bahwa pendekatan dan teknik yang efektif diterapkan untuk mengurangi risiko penularan HIV pada ibu dan bayi. PPIA meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui pencegahan penyebaran infeksi HIV di negara-negara seluruh dunia. Terdapat bukti dampak positif PPIA pada layanan kesehatan primer bagi ibu dan anak. Berdasarkan  hasil literature review dari 6 artikel tersebut, intervensi bagi ibu hamil yang terinfeksi HIV dapat dilakukan dengan program pencegahan penularan infeksi HIV dari ibu ke anak (PPIA). Program pencegahan penularan infeksi HIV dari ibu ke anak (PPIA) terbukti berdampak sangat efektif dalam mengurangi penularan HIV pada bayi.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) Ny.U Umur 35 Tahun di Klinik Istika Kabupaten Semarang Jawa Tengah Nurul Fadilah; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual. Midwives have an important role as implementers, such as midwives providing midwifery care for pregnancies and family planning acceptors, midwives as administrators, such as managing community health activities, especially regarding mothers and children, and midwives as educators, such as midwives providing health education and counseling to clients, training and guiding cadres. In this study, the author used descriptive research methods, data collection techniques, namely through interviews, observation, physical examination, supporting examination, documentation study and bibliography study. The subject in this case study is purposive, which means that the subject is selected based on certain goals to be achieved. This research starts from May 10, 2023 to October 29, 2023. The midwifery care provided to Mrs. U lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 4 visits for pregnancy, 2 times postpartum, 2 times for neonates, delivery and family planning were carried out at the hospital. To Mrs. U The pregnancy process proceeded physiologically without any problems or complications, although in TM 1 the mother complained of dizziness, TM III complained of leg cramps and vaginal discharge and Mrs. U was referred because of a history of previous vaginal delivery. The entire delivery process takes place with SC surgery. On the 7th day of postpartum midwifery care, the mother complained that little milk came out, so the author provided midwifery care by giving KIE oxytocin massage to facilitate breast milk production. In providing birth control maternity care, the mother was given counseling and decided to use MOW family planning at the hospital after SC surgery. Continuous midwifery care (continuity of care) then always applies midwifery management, maintains and improves competence in providing care according to midwifery service standards . Abstrak Asuhan Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Bidan mempunyai peran penting sebagai pelaksana seperti, bidan melakukan asuhan kebidanan kehamilan hingga akseptor KB, bidan sebagai pengelola seperti, mengelola kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat terutama tentang ibu dan anak dan bidan sebagai pendidik seperti, bidan memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien, melatih dan membimbing kader. Dalam asuhan ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Subjek pada studi kasus ini yaitu secara purposive yag artinya pengambilan subjek dilakukan berdasarkan adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 10 Mei 2023 sampai dengan 29 Oktober 2023. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.U yang berlangsung dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 4 kali, nifas 2 kali, neonatus 2 kali, persalinan dan KB dilakukan di RS. Pada Ny. U Proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada  TM 1 ibu mengeluh pusing, TM III  mengeluh kaki keram dan keputihan dan Ny.U dirujuk karena riwayat persalinan sebelumnya SC. Seluruh proses persalinan berlangsung dengan operasi SC. Pada asuhan kebidanan masa nifas hari ke 7 ibu mengeluh ASI keluar sedikit, sehingga penulis memberikan asuhan kebidanan dengan memberikan KIE pijat oksitosin untuk memperlancar ASI. Dalam memberikan asuhan kenidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan untuk menggunakan KB MOW di RS setelah operasi SC. Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai standar pelayanan kebidanan
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care NY. N 24 Tahun di Klinik Dharma Wahyu Agung Pirawati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonate is a physiological condition that is likely to threaten the life of the mother, baby and even cause death. One of the efforts that can be made is to implement a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of high risk maternal neonates. Methods of midwifery care at the Dharma Wahyu Clinic Agung Bedono, Ambarawa, Semarang Regency, Central Java and through home visits. The midwifery care provided to Mrs. In Mrs. "N" the pregnancy process proceeded physiologically without any problems or complications. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications or complications and management was carried out according to 60 APN. In midwifery care for pregnant women in TM III, the mother complained of back pain, so the author provided midwifery care by giving pregnant women yoga to reduce the discomfort the mother felt. In providing birth control midwifery care, the mother was given counseling and decided to use 3-month injectable birth control at 40 days postpartum. continuous midwifery (continuity of care) which was carried out on Mrs. "N" during pregnancy, childbirth, the postpartum period, newborns, and family planning, examination results are within normal limits and there are no accompanying complications. It is hoped that the midwife profession, in providing continuous midwifery care (continuity of care), will always implement midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to existing midwifery service standards.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian.Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal.Metode asuhan kebidanan di Klinik Dharma Wahyu Agung  Bedono,Ambarawa Kabupaten Semarang Jawa Tengah dan melalui kunjungan rumah. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”N” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 4 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada Ny.”N” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 APN. Pada asuhan kebidanan ibu hamil TM III ibu mengeluh nyeri punggung, sehingga penulis memberikan asuhan kebidanan dengan memberikan yoga ibu hamil untuk mengurangi ketidaknyaman yang ibu rasakan.Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB Suntik 3 Bulan pada 40 hari postpartum Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “N” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan yang ada.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care NY. G Umur 24 Tahun di Klinik Rahayu Ungaran Kusuma Intan Setianing Fifit1; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonate is a physiological condition that may threaten the life of the mother and baby and even cause death. One effort that can be made is implementing a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of high risk maternal neonates. The aim of the research was to analyze the implementation of midwifery care for pregnant women, maternity, postpartum, BBL and family planning. Analytical descriptive observational research method. The case study approach to the implementation of midwifery care includes care for pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and family planning (KB). The sample was a second trimester pregnant woman, gestation age 23 weeks 1 day, G3P1A1. Research time July 2023 – December 2023 at Rahayu Clinic Ungaran. The research instrument uses the SOAP documentation method with a Varney management mindset. Collection techniques use primary data through interviews, observations, physical examinations, KIA books. The results of the care obtained by Mrs. G G3P1A1 gestational age 23 weeks 4 days with placenta previa, complaints of recurrent fresh red bleeding without abdominal pain and onset slowly, and a history of hydatidiform molar pregnancy and the mother experiencing anemia. The mother gave birth via SC at 35 weeks of gestation with problems with bleeding without abdominal pain or anemia. The postpartum period was normal, there was no bleeding, uterine contractions were good, lochea rubra, the mother received vitamin A. In the newborn the results of the anthropometric examination were normal, SHK was negative and OEA passed. Mrs. G decided to use IUD contraception.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal. Tujuan penelitian melakukan analisis pelaksanaan asuhan kebidanan ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB. Metode penelitian observasional desktiptif analitik. Pendekatan studi kasus pada pelaksanaan asuhan kebidanan meliputi asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berecana (KB). Sampel adalah seorang ibu hamil trimester II usia kehamilan 23 minggu 1 hari, G3P1A1. Waktu penelitian Juli 2023 – Desember 2023 di Klinik Rahayu Ungaran. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny. G G3P1A1 usia kehamilan 23 minggu 4 hari dengan masalah plasenta previa ditemukan keluhan mengeluarkan darah berwarna merah segar yang berulang tanpa disertai nyeri perut dan timbulnya perlahan-lahan serta memiliki riwayat kehamilan mola hidatidosa serta ibu mengalami anemia. Persalinan ibu dilakukan secara SC pada usia kehamilan 35 minggu dengan masalah keluar darah tidak disertai nyeri perut dan anemia. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan OEA lulus. Ny. G memutuskan menggunakan KB IUD
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. S Umur 24 Tahun di Klinik Istika Nurul Amalia Hidayatika; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the Central Java Provincial Health Service Pocket Book, the number of maternal deaths in Central Java in 2021 was 530 cases, then in 2021 it increased drastically to reach 1,011 cases and in 2022 in the third quarter there were already 335 cases of maternal death. To provide midwifery care to Mrs. S comprehensive care for pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and neonates according to Varney's 7 steps of management and documentation using the SOAP method. In this treatment, the author uses data collection methods, namely through interviews, observation, physical examination, supporting examination, documentation study and bibliography study. This research began on May 22 – July 20 2023. In pregnancy care, there were no deliberate discrepancies between theory and practice, so Mrs. S was able to have a normal vaginal delivery. Care for female newborns, no defects or danger signs were found. Then during postpartum monitoring the newborn baby walked normally. There are no gaps in postpartum care. As well as Mrs. S has been using 3-month injectable birth control. From the management, comprehensive care has been provided for clients with pathological pregnancy, childbirth and postpartum. It is hoped that comprehensive care needs to be carried out so that the health of the mother and baby is maintained and monitored.   Abstrak Berdasarkan Berdasarkan Buku Saku Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun, jumlah kematian ibu di Jawa Tengah tahun 2021 yaitu sebanyak 530 kasus, kemudian pada tahun 2021 meningkat drasstis hingga mencapai 1.011 kasus dan pada tahun 2022 triwulan 3 sudah terdapat  335 kasus kematian ibu. Memberikan asuhan kebidanan pada Ny. S secara komprehensif dari asuhan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sesuai Menejemen Varney 7 langkah dan pendokumentasian dengan metode SOAP. Dalam asuhan ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 22 Mei – 20 Juli 2023. Pada asuhan kehamilan tidak ditemukan kesengajaan antara teori dan praktik, sehingga Ny. S dapat menjalankan persalinan secara normal pervaginam. Asuhan pada bayi baru lahir berjenis kelamin perempuan, tidak ditemukan adanya cacat serta tanda bahaya. Kemudian pada pemantauan nifas serta bayi baru lahir berjalan dengan normal. Asuhan masa nifas tidak terdapat kesenjangan. Serta Ny. S telah menggunakan KB Suntik 3 Bulan. Dari penatalaksanaan telah dilakukan asuhan komprehensif pada klien dari kehamilan, persalinan, dan nifas yang Patologis. Diharapkan asuhan komprehensif perlu dilakukan agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga dan terpantau.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care Ny.R Umur 23 Tahun di Klinik Istika Kabupaten Semarang Jawa Tengah Linda, Prisma; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous midwifery care (continuity of care), namely providing midwifery care from pregnancy, delivery, postpartum, neonate until the decision to use family planning. This aims to help monitor and detect possible complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses family planning. Midwifery care methods at the Istika Pringapus Clinic, Semarang Regency, Central Java and through home visits. The midwifery care provided to Mrs. In Mrs. "R" the pregnancy process proceeded physiologically without any problems or complications even though in TM III the mother experienced edema in her right leg. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications or complications and management was carried out according to 60 APN. On midwifery care during the postpartum period on day 7, the mother complained that breast milk was not flowing smoothly, so the author provided midwifery care by giving IEC Oxytocin Massage to facilitate breast milk flow. In providing birth control midwifery care, the mother was given counseling and decided to use implant birth control at 42 days postpartum. Continuity of care was provided to Mrs. "R" during pregnancy, childbirth, the postpartum period, newborns, and family planning, examination results are within normal limits and there are no accompanying complications. It is hoped that the midwife profession, in providing continuous midwifery care (continuity of care), will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidananberkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di Klinik Istika Pringapus Kabupaten Semarang Jawa Tengah dan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan Ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”R” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 4 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada Ny.”R” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM III ibu mengalami odem pada kaki kanan. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas hari ke-7 ibu mengeluh ASI kurang lancar, sehingga penulis memberikan asuhan kebidanan dengan memberikan KIE Pijat Oksitosin untuk memperlancar ASI. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB Implan pada 42 hari postpartum Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “R” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.
Pengabdian Masyarakat Pemberdayaan Masyakarat dalam Meningkatkan Nafsu Makan Melalui Pijat Tui Na di RW II Desa Kalirejo Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang Bq. Yulia Sri A; Munasifah; P. R, Arina Manasika; Rahmadhani, Tesa Dwiputri; Atika Rizki Suryani; Andy Ulmi Aprilani; Agan Sridewi; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community is a collection of people who have at least one characteristic in common such as geography, occupation, ethnicity, interests and others. Alternative complementary medicine is non-conventional treatment aimed at improving public health status including promotive, curative, preventive and rehabilitative efforts. Public health can be improved by providing information about  health  through  counseling  activities.  Providing information during pregnancy, childbirth, postpartum can increase the mother's knowledge so that it influences her behavior  in  the  care  of  pregnancy,  childbirth  and postpartum. In community service activities there are health problems related to toddlers. Toddlers are children under the age of 5 years who have the characteristics of being 1-3 years old and preschool children (3-5 years).. During this period children are also vulnerable to high morbidity because are more likely to get sick, which can cause a decrease in appetite. Toddlers need three things for optimal growth and development, namely nutrition (nurture and environment), affection (affection) and sharpness (stimulation). The eating habits of 1 year old babies are mostly passive, usually this problem appears at the age of 1 year. Loss of appetite is often caused by subsequent eating disorders. the occurrence of eating difficulties. This is because at that age children can choose the foods they like and only the foods they like. Difficulty eating in children has a negative impact on children. This effect not only affects health, but also affects daily activities as well as children's growth and development. The consequences of eating difficulties include malnutrition. Efforts to overcome eating difficulties in toddlers are carried out using non-pharmacological methods through tui na massage. Implementation          is          by        counseling       about complementary therapies in midwifery services, namely prenatal yoga, breast care, oxytocin massage. This activity involved health workers from the Jenar Village Midwife and the community, especially pregnant  women  and postpartum women. This community was carried out in Jenar Village, Jenar District, Sragen Regency. implementation time in November 2022. Participants in this Community activity were catin women with a total of 1 person, pregnant women with a total of 16 people, toddlers with a total of 98 people and postpartum mothers with a total of 1 person. The activity is carried out in stages (1) providing an explanation of the purpose of the activity; (2) provide education about complementary therapies and their benefits for maternal health (3) train pregnant women and postpartum mothers to do prenatal yoga, and breast care, oxytocin massage (4) provide explanations of knowledge about pregnancy planning to prospective brides (5) provide explanations and education about stimulation of growth and development in toddlers. The activity showed that there was an increase in the knowledge of the bride and groom regarding pregnancy planning, mothers of toddlers regarding stimulation of child growth and development, pregnant women and postpartum mothers about complementary therapy, after counseling and education for prospective brides and toddlers, then prenatal yoga, breast care and oxytocin massage for pregnant women and postpartum women who feel that there are benefits for physical and psychological health. After carrying out this community activity, there was an increase in public knowledge, especially prospective brides, mothers under five, pregnant women, postpartum mothers about counseling on pregnancy planning, stimulation of growth and development in children, classes for pregnant women, prenatal yoga, counseling for postpartum mothers, breast care, oxytocin massage, and after counseling the bride and groom, mothers of toddlers, pregnant women, postpartum mothers want to take part in this community activity.   Abstrak Komunitas adalah kelompok sosial yang tinggal dalam suatu tempat, saling berinteraksi satu sama lain, saling mengenal serta mempunyai minat dan interest yang sama. Komunitas adalah kelompok dari masyarakat yang tinggal di suatu lokasi yang sama dengan dibawah pemerintahan yang sama, area atau lokasi yang sama dimana mereka tinggal, kelompok sosial yang mempunyai interest yang sama. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat terdapat permaslahan kesehatan terkait dengan balita, Balita merupakan anak di bawah usia 5 tahun yang memiliki ciri-ciri berusia 1-3 tahun dan anak prasekolah (3-5 tahun).. Pada masa tersebut anak juga rentan terjadi morbiditas tinggi karena lebih cenderung sakit, yang dapat menyebabkan penurunan nafsu makan. Balita membutuhkan tiga hal untuk tumbuh kembang yang optimal, yaitu nutrisi (pengasuhan dan lingkungan), kasih sayang (kasih sayang) dan ketajaman (stimulasi) Kebiasaan makan bayi usia 1 tahun kebanyakan pasif, biasanya masalah ini muncul pada usia 1 tahun. Kehilangan nafsu makan sering kali disebabkan oleh gangguan makan selanjutnya. terjadinya masalah kesulitan makan. Hal ini disebabkan pada usia tersebut anak sudah bisa memilih -milih makanan yang disukainya dan hanya makanan yang disukai. Kesulitan makan anak berdampak negatif pada anak. Efek ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan, tetapi juga mempengaruhi aktivitas sehari-hari serta pertumbuhan dan perkembangan anak. Konsekuensi dari kesulitan makan antara lain malnutrisi, upaya dalam mengatasi kesulitan makan pada balita dilakukan dengan cara non farmakologi melalui pijat tui na. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat  dengan memberikan penyuluhan tentang terapi komplementer Pijat Tui na pada balita  Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan Bidan Desa Kalirejo dan masyarakat khususnya Ibu yang memiliki balita,  Komunitas ini dilakukan di Desa Kalirejo Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. waktu pelaksanaan pada bulan Desember tahun 2023. Peserta kegiatan Komunitas ini adalah ibu hamil jumlah 1 orang, balita dengan jumlah 17 orang. Kegiatan dilakukan dengan tahapan (1) memberikan penjelasan tentang tujuan kegiatan; (2) memberikan edukasi tentang terapi komplementer dan  manfaatnya bagi Kesehatan ibu dan Balita (3) melatih balita melakukan pijat Tui na,(4) memberi penjelasan pengetahuan tentang pijat tui na dalam meningkatkan nafsu makan pada balita, Kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan  pendidikan  kesehatan       pada ibu hamil dalam mengurangi nyeri pungung dan balita tentang manfaat pijat Tui na untuk meningkatkan nafsu makan, setelah dilakukan penyuluhan dan edukasi untuk ibu hamil dan balita merasakan ada manfaat bagi kesehatan fisik dan psikis. Setelah dilakukan kegiatan komunitas ini terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil dan balita tentang penyuluhan  tentang cara mengurangi nyeri punggung  dan pijat Tui na dalam meningkatkan nafsu makan kemudian ibu dan balita mau mengikuti kegiatan komunitas ini
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny.H Umur 28 Tahun di Klinik Rahayu Ungaran Dina Hastiana; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonate is a physiological condition that may threaten the life of the mother and baby and even cause death. One effort that can be made is implementing a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of hig risk maternal neonates. The aim of the research was to analyze the implementation of midwifery care for pregnant women, maternity, postpartum, BBL and family planning. Analytical descriptive observational research method The case study approach to the implementation of midwifery care includes care for pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and family planning (KB). The sample is a pregnant woman in the third trimester, 31 weeks' gestation, G2P1A0. Research time May 2023 – August 2023 in the Rahayu Ungaran Clinic area and the PMB Nuryati work area. The research instrument uses the SOAP documentation method with a Varney management mindset. Collection techniques use primary data through interviews, observations, physical examinations, KIA books. The results of the care obtained by Mrs. H G2P1A0 gestational age 31 weeks single fetus alive intrauterine. The delivery took place normally without any problems. The postpartum period was normal, there was no bleeding, uterine contractions were good, lochea rubra, perineal abrasions, the mother received vitamin A. In the newborn the results of the anthropometric examination were normal, Mrs. H decided to use 3-month injectable birth control.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal. Tujuan penelitian melakukan analisis pelaksanaan asuhan kebidanan ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB. Metode penelitian observasional desktiptif analitik. Pendekatan studi kasus pada pelaksanaan asuhan kebidanan meliputi asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berecana (KB). Sampel yang di gunakan adalah seorang ibu hamil trimester III dengan usia kehamilan 31 minggu, G2P1A0. Waktu pelaksanaan penelitian ini di mulai pada bulan Mei 2023 – Agustus 2023 di sekitar wilayah Klinik Rahayu Ungaran dan wilayah kerja Praktik Mandiri Bidan Nuryati. Instrumen penelitian ini menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik dalam pengumpulan data ini menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik. Hasil asuhan didapatkan Ny. H G2P1A0 usia kehamilan 31 minggu janin Tunggal hidup intrauterine. Persalinan berlansung dengan normal tanpa ada kendala apapun. Masa nifas berlangsung dengan normal dan tidak terjadi pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perinium, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, Ny. H memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care Ny.A Umur 28 Tahun di Desa Jatijajar Suryani, Atika Rizki; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonate is a physiological condition that may threaten the life of the mother and baby and even cause death. One effort that can be made is implementing a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of high risk maternal neonates. The aim of the research was to analyze the implementation of midwifery care for pregnant women, maternity, postpartum, BBL and family planning. Descriptive observational research method. The case study approach to the implementation of midwifery care includes care for pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and family planning (KB). The sample was a third trimester pregnant woman, gestation age 29 weeks 6 days, G2P1A0. Research time is August 2023 – December 2023 in the Jatijajar Village area, Bergas District, Semarang Regency. The research instrument uses the SOAP documentation method with a Varney management mindset. Collection techniques use primary data through interviews, observations, physical examinations, KIA books. The results of the care obtained by Mrs. A G2P1A0. gestational age 29 weeks 6 days breech presentation. SC delivery in hospital. The postpartum period was normal, there was no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra, perineal wounds, the mother received vitamin A, the results of the newborn examination were normal and there were no congenital defects. Mrs. A decided to use MAL KB.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal. Tujuan penelitian melakukan analisis pelaksanaan asuhan kebidanan ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB. Metode penelitian observasional desktiptif. Pendekatan studi kasus pada pelaksanaan asuhan kebidanan meliputi asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berecana (KB). Sampel adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 29  minggu 6 hari, G2P1A0. Waktu penelitian Agustus 2023 – Desember 2023 di wilayah Desa Jatijajar Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang . Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny. A G2P1A0. usia kehamilan 29 minggu 6 hari presentasi bokong. Persalinan SC di RS. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka perineum, ibu mendapatkan vitamin A, pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan normal dan tidak ada cacat kongenital. Ny. A memutuskan menggunakan KB MAL.
Pendidikan Kesehatan tentang Akupresur utuk Dismenore pada Wanita Usia Subur Nikke Agustina Pratiwi; Sidarti P.T intan Surullah; Yunita Fajarwati; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is pain before or during menstruation, occurring on the first day to several days of menstruation. The acupressure technique is a simple and self-administered treatment to reduce menstrual pain (dysmenorrhea). Irrational management of menstrual pain can result in various side effects, even losses such as medication errors due to inappropriate doses and the use of inappropriate drugs. This activity aims to increase the knowledge of women of childbearing age about managing dysmenorrhea and applying acupressure massage techniques to reduce dysmenorrhea. The method used in this activity uses several stages including: pre test, distribution of leatflet, Health Education about reducing DysmenorrheaPain With Acupressure, Acupressure Practice, Post Test.  Education was given to 17 women of childbearing age using lecture and practice methods. Participants filled out pre-test questionnaires, then participated in counseling activities and filled out post-test questionnaires. The activity results showed an increase in participants' knowledge about the treatment of dysmenorrhea and the use of acupressure techniques before and after the activity, namely before the activity, the participants' knowledge was good by 50% and after the activity increased to 90%. Suggestions for participants to do acupressure as an alternative treatment for dysmenorrhea.   Abstrak Dismenore adalah nyeri sebelum atau selama menstruasi, terjadi pada hari pertama sampai beberapa hari masa menstruasi. Teknik akupresur merupakan upaya pengobatan yang sederhana dan dapat dilakukan sendiri untuk mengurangi nyeri haid (dismenorea). Penatalaksanaan nyeri haid yang tidak rasional dapat mengakibatkan berbagai efek samping, bahkan kerugian seperti kesalahan pengobatan karena dosis yang tidak tepat dan penggunaan obat yang tidak tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang penanganan dismenorea dan penerapan teknik pijat akupresur untuk mengurangi dismenorea. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan beberapa tahapan diantaranya : pre test, pembagian leatflet, pendidikan kesehatan tentang mengurangi nyeri dismenore dengan akupresure, praktik akupresur dan post test. Penyuluhan diberikan kepada wanita usia subur berjumlah 17 orang dengan metode ceramah dan praktek. Partisipan mengisi angket pre test, kemudian mengikuti kegiatan penyuluhan dan mengisi angket post test. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang penanganan dismenorea dan penggunaan teknik akupreseur sebelum dan setelah kegiatan yaitu sebelum kegiatan pengetahuan peserta baik sebanyak 50 % dan setelah kegiatan meningkat menjadi 90%. Saran bagi peserta untuk melakukan akupreseur sebagai salah satu alternatif penanganan dismenorea.