cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 881 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny.S Umur 39 Tahun G4P2A1 di Wilayah Kerja Puskesmas Semowo Dwi Prasetyorini; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy, childbirth, postpartum, and neonates are physiological conditions that may threaten the lives of mothers and babies and even cause death. One effort that can be made is implementing a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of high maternal neonatal risks. The purpose of Comprehensive Midwifery Care (COC) for Mrs. S is to provide midwifery care for pregnant women, childbirth, postpartum, newborns and family planning for Mrs. S G4P2A1. The method used is a case study research, namely comprehensive care for pregnant women, childbirth, newborns and postpartum is a descriptive research method. The type of descriptive research used is a case study. The sample in this study was a second trimester pregnant woman with a gestational age of 29 weeks and 4 days, G4P2A1. The research period was July - October 2025 in the Sukoharjo 01/05 Pabelan area. The research instrument used the SOAP documentation method with a varney management mindset. The collection technique used primary data through interviews, observations, physical examinations, and KIA books. The results of the care obtained for Mrs. S P3A1, 14 days postpartum, presented with sore nipples. During the comprehensive care provided to Mrs. S, complaints were received during the KN 3 visit regarding sleep disturbances in the baby and sore nipples during the KF 3 visit. The researchers responded to the mother's complaints by providing massage to improve the baby's sleep patterns and also teaching proper breastfeeding techniques to address the complaint of sore nipples. The postpartum period proceeded normally with no bleeding, good uterine contractions, and lochia rubra. The newborn's anthropometric examination results were normal, SHK was negative, and OEA passed. Mrs. S and her husband decided to use family planning and had a contraceptive implant inserted.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal. Tujuan Asuhan Kebidanan Komprehensif (COC) pada Ny.S yaitu untuk Melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersain, nifas, BBL dan KB pada Ny.S G4P2A1. Metode yang digunakan adalah penelitian studi kasus yaitu asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir dan nifas ini adalah metode penelitian deskriptif. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study) Sampel pada penelitian ini adalah seorang ibu hamil trimester II usia kehamilan 29 minggu 4 hari, G4P2A1. Waktu penelitian Juli – Oktober 2025 di wilayah Sukoharjo 01/05 Pabelan, Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny. S P3A1 post partum 14 hari dengan putting lecet. Dalam pemberian asuhan komprehensif pada Ny.S didapatkan keluhan saat kunjungan KN 3 tentang gagguan tidur pada bayi dan putting lecet pada kunjungan KF 3, hal yang dilakukan peneliti terkait keluhan ibu yaitu memberikan pijat atau massage untuk memperbaiki pola tidur bayi dan juga mengajarkan teknik cara menyusui yang benar untuk mengatasi keluhan putting lecet. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan OEA lulus. Ny. S dan suami memutuskan untuk KB dan telah dilakukan pemasangan KB Implant pada Ny. S.
Pendidikan Kesehatan tentang Post Partum Blues dan Skrining Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) Sasanti, Dewi Ari; Andi Ayub Awu Abdullah; Ummul Khotimah; Della
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Postpartum Blues is a mood disorder often experienced by mothers after giving birth and can develop into postpartum depression if not detected and treated early. Lack of knowledge of mothers and families regarding postpartum mental health is one of the risk factors for this condition. This community service activity aims to increase the knowledge of postpartum mothers, pregnant women, and cadres regarding Postpartum Blues and conduct early screening for postpartum depression using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). The methods used include health education through interactive counseling, discussions, and filling out the EPDS questionnaire for postpartum mothers, pregnant women, and cadres. The target group of the activity was postpartum mothers, pregnant women, and cadres in the Gunung Samarinda Village. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of psychological changes after childbirth, the signs and symptoms of Postpartum Blues, and the importance of family and health worker support. In addition, EPDS screening helps identify mothers at risk of postpartum depression so that appropriate follow-up can be carried out. This activity is expected to be a preventive and promotive effort in maintaining the mental health of postpartum mothers, pregnant women and cadres as well as improving the quality of maternal health services in the community.   Abstrak Post Partum Blues merupakan kondisi gangguan suasana perasaan yang sering dialami ibu setelah melahirkan dan dapat berkembang menjadi depresi pascapersalinan apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini. Kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga mengenai kesehatan mental masa nifas menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu post partum, ibu hamil dan kader mengenai Post Partum Blues serta melakukan skrining dini depresi pascapersalinan menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Metode yang digunakan meliputi pendidikan kesehatan melalui penyuluhan interaktif, diskusi, serta pengisian kuesioner EPDS kepada ibu post partum, ibu hamil dan kader. Sasaran kegiatan adalah ibu nifas ibu hamil dan kader yang berada di Kelurahan Gunung Samarinda. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai perubahan psikologis setelah melahirkan, tanda dan gejala Post Partum Blues, serta pentingnya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Selain itu, skrining EPDS membantu mengidentifikasi ibu dengan risiko depresi pascapersalinan sehingga dapat dilakukan tindak lanjut yang tepat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dan promotif dalam menjaga kesehatan mental ibu post partum , ibu hamil dan kader serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal di masyarakat.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny “F” Usia 23 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Jetak Kabupaten Semarang Reni Setiyawati; Heni Hirawati Pranoto
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain significant health challenges in Indonesia. According to Semarang District Health Office data (2023), there were 7 maternal deaths (58.20 per 100,000 live births), mainly caused by hemorrhage and preeclampsia. Efforts to reduce MMR and IMR include continuous midwifery care (Continuity of Care / CoC). This case study aims to describe comprehensive midwifery care from the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and family planning for Mrs. F, 23 years old, G1P0A0, at Jetak Public Health Center, Semarang Regency. This descriptive study used observation, interviews, and physical examinations. The results showed that the pregnancy progressed normally, delivery occurred spontaneously, and the baby was born alive, weighing 3100 grams and 50 cm long. The postpartum period was physiological without complaints, and the mother chose a 3-month injection contraceptive. CoC care emphasizes the importance of continuity of midwifery services in maintaining maternal and child health and improving family well-being. Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan utama di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang tahun 2023, terdapat 7 kasus kematian ibu (58,20/100.000 KH) dengan penyebab utama perdarahan dan preeklamsia. Upaya untuk menurunkan AKI dan AKB dilakukan melalui pelayanan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC). Tujuan studi kasus ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan komprehensif mulai dari kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana pada Ny. F usia 23 tahun G1P0A0 di Puskesmas Jetak Kabupaten Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil menunjukkan bahwa selama masa kehamilan ibu dalam keadaan normal tanpa komplikasi, persalinan berlangsung spontan dengan bayi lahir hidup, berat badan 3100 gram, panjang badan 50 cm, dan menangis kuat. Masa nifas berlangsung fisiologis tanpa keluhan, dan ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan. Asuhan kebidanan CoC ini menunjukkan pentingnya kesinambungan pelayanan dalam memantau kesehatan ibu dan bayi, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Asuhan Komprehensif pada Ibu Hamil Preeklamsia di Puskesmas Jumo Kabupaten Temanggung Rini Setyani; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is defined as the natural process of fertilization or the union of spermatozoa and ovum, followed by nidation or implantation. Pregnancy and childbirth are normal processes, but there is still a 10% chance of someone experiencing complications during pregnancy and childbirth. Preeclampsia is one of the "triad maternal death" or the three main causes of maternal death. Other main causes are infection and hemorrhage. The trend of increasing incidence of preeclampsia in the last two decades is in contrast to the incidence of infection, which has actually decreased due to the development of antibiotic discoveries. The method in this study is descriptive. The type of report used is a case study, namely through a problem related to the case and the actions and reactions of the case to a treatment. The method used by the author is to manage pregnancy cases until referral for delivery with indications of preeclampsia. The results of the study showed that Mrs. N during pregnancy until UK 33 weeks had normal blood pressure and no urinary protein was found. However, before delivery, blood pressure was found to exceed normal limits and urine protein was positive. Initial pre-referral management included administering MgSO4 and nifedipine, as authorized by the midwife at the community health center, as initial treatment, and referral to PKU Muhammadiyah Temanggung Hospital. The care provided was appropriate and comprehensive. Midwives in practice are expected to improve health services, especially for pregnant women, by providing comprehensive care in order to reduce morbidity and mortality rates among mothers and babies.   Abstrak Kehamilan didefinisikan sebagai proses alami dari fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantansi. Proses kehamilan dan persalinan merupakan suatu proses yang normal, namun masih ada 10% kemungkinan seseorang mengalami komplikasi pada saat hamil dan bersalin. Preeklampsia merupakan satu dari “trias maternal death” atau tiga penyebab utama kematian Ibu. Penyebab utama lainnya adalah infeksi dan perdarahan.. Kecenderungan peningkatan insiden preeklampsia dalam dua dekade terakhir berbeda dengan insiden infeksi yang justru menurun akibat perkembangan temuan antibiotik. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Jenis laporan yang digunakan adalah  studi  kasus (Case  Study),  yakni  melalui  suatu  permasalahan  yang  berhubungan dengan kasus maupun tindakan dan reaksi kasus terhadap suatu perlakuan. Metode yang digunakan penulis yaitu dengan mengelola kasus kehamilan hingga rujukan persalinan dengan indikasi preeklamsia. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Ny. N selama hamil sampai UK 33 minggu Tekanan darah normal dan tidak ditemukan protein urin. Namun menjelang persalinan ditemukan Tekanan darah melampaui batas normal dan protein urine positif. Penatalaksanaan awal Pra rujukan dengan memberikan MgSO4 dan nifedipin sesuai wewenang bidan di Puskesmas sebagai penanganan awal dan melakukan rujukan ke RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Asuhan yang diberikan sudah sesuai dan dilakaukan secara komprehensif. Diharapkan para bidan di lahan praktek untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama pada ibu hamil, memberikan asuhan yang komprehensif agar dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada ibu maupun bayi.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. R Usia 37 Tahun G3P2A0 di Puskesmas Suruh Lia Indah Fil Mina; Heni Hirawati Pranoto
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain critical indicators in evaluating maternal and neonatal health status. The implementation of Continuity of Care (CoC) through Comprehensive Midwifery Care plays an essential role in preventing complications and improving the quality of services. This case study aims to describe the implementation of Comprehensive Care for Mrs. R, 37 years old, G3P2A0, who received continuous care at Suruh Public Health Center, covering pregnancy prenatal yoga and counter pressure were performed, childbirth, the postpartum period, newborn care, as well as family planning counseling and services. The care approach was carried out in accordance with midwifery practice standards, encompassing integrated antenatal monitoring, safe childbirth management, postpartum evaluation, monitoring of neonatal adaptation, and the provision of education and family planning counseling. The results indicate that continuity of care enables early detection of risk factors, prevents complications, and enhances the mother’s utilization of health services. The baby was born in good condition with normal physiological adaptation, and the mother completed the postpartum period without complications. This study highlights that the application of CoC within Comprehensive Care contributes significantly to preventing maternal and neonatal morbidity and supports efforts to reduce MMR and IMR at the primary healthcare level.   Abstrak Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih menjadi indikator kritis dalam evaluasi derajat kesehatan maternal dan neonatal. Penerapan Continuity of Care (CoC) melalui Asuhan Komprehensif berperan penting dalam upaya pencegahan komplikasi dan peningkatan kualitas layanan. Studi kasus ini bertujuan memberikan gambaran implementasi Asuhan Komprehensif pada Ny. R, usia 37 tahun, G3P2A0, yang mendapatkan pelayanan berkesinambungan di Puskesmas Suruh mulai dari kehamilan dilakukan prenatal yoga dan couter pressure, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga konseling dan pelayanan keluarga berencana. Pendekatan asuhan dilakukan sesuai standar praktik kebidanan, mencakup pemantauan antenatal terpadu, penatalaksanaan persalinan aman, evaluasi masa nifas, pemantauan adaptasi neonatus, serta pemberian edukasi dan perencanaan KB. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Manajemen Kebidanan 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kesinambungan pelayanan memungkinkan deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta meningkatkan pemanfaatan layanan kesehatan oleh ibu. Bayi lahir dalam kondisi baik, adaptasi fisiologis normal, dan ibu berhasil melalui masa nifas tanpa komplikasi. Studi ini menegaskan bahwa penerapan CoC dalam Asuhan Komprehensif memberikan kontribusi signifikan terhadap pencegahan morbiditas maternal dan neonatal serta mendukung pencapaian target penurunan AKI dan AKB di tingkat layanan primer.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. S Umur 38 Tahun G4P2A1 Anemia Ringan dengan Penerapan Pemberian Tablet Tambah Darah dan Jus Jambu Biji Merah di UPTD Puskesmas Bergas Siti Fatchiyah; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) refers to the ongoing support that midwives offer to women throughout their pregnancies, deliveries, and postpartum periods. Continuous midwifery services from ANC, INC, neonatal care, postpartum care, and high-quality family planning services must be provided by midwives. Iron deficiency is the cause of anemia in pregnant women; in Indonesia, the prevalence of this condition increased but decreased from 48.9% to 27.7% in 2023. Midwives can provide complete services by using CoC care and helping to identify patient issues. Through ongoing monitoring from pregnancy to family planning, CoC care can minimize maternal and newborn mortality rates and lower the risk of problems for both mothers and babies. The Case Study method is the kind of approach utilized in Continuity of Care. The author's approach is a case study.   Abstrak Continuity of Care (CoC) adalah perawatan yang berkesinambungan oleh bidan dalam kemitraan dengan wanita selama kehamilan, persalinan, dan postpartum. Bidan harus memberikan pelayanan kebidanan yang berkelanjutan dari ANC, INC, asuhan BBL, asuhan postpartum, asuhan neonatus, dan pelayanan KB yang berkualitas. Anemia pada ibu hamil disebabkan kekurangan zat besi, dengan prevalensi di Indonesia meningkat namun turun dari 48,9% menjadi 27,7% pada 2023. Bidan membantu dalam deteksi permasalahan pasien dan dapat menerapkan asuhan CoC untuk memberikan pelayanan komprehensif. Asuhan CoC dapat mengurangi risiko komplikasi ibu dan bayi, menurunkan AKI dan AKB melalui pengawasan berkelanjutan dari masa kehamilan hingga keluarga berencana. Jenis metode dalam asuhan Contuinity of Care yang digunakan adalah Study kasus (Case Study). Metode yang digunakan penulis yaitu menggunakan studi kasus dengan cara mengambil kasus ibu hamil. Asuhan yang diberikan adalah asuhan secara komprehensif mulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan kb. Teknik dan pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan pemeriksaan kepada pasien. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. S dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi didapatkan masalah Ny. S usia 38 Tahun G4 P2 A1 usia kehamilan 34 minggu ditemukan masalah anemia ringan dengan penerapan pemberian tablet FE dan jus buah jambu biji merah. Persalinan Ny. S dilakukan di Rumah Sakit. Masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, dan ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative. Ny. S memutuskan menggunakan kontrasepsi mantab (MOW). Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. S adalah bidan sebagai tenaga kesehatan dapat melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif dengan prosedur yang benar dan sesuai dengan kebutuhan klien.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. N Umur 32 Tahun di Poned Puskesmas Bancak “Gerakan Goyang Panggul (Pelvic Rocking) sebagai Upaya Mempercepat Proses Persalinan Kala I” Setiyowati; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labor is the process of expelling a fetus that occurs during full-term pregnancy (37-42 weeks), born spontaneously with a cephalic presentation that lasts for 18 hours. The mother's response to pain can cause uterine contractions to weaken and result in prolonged labor or even death. Labor is a process that begins with uterine contractions, continues with cervical dilation, birth of the baby, and expulsion of the placenta. One way to relieve pain and accelerate the process of descent of the fetal head is with the pelvic rocking technique, a movement of gently swinging or shaking the pelvis forward, backward, and sideways. This pelvic rocking technique is commonly used to reduce pelvic pain during pregnancy and accelerate the labor process by relaxing the pelvic muscles, increasing flexibility, and helping the baby descend into the birth canal. Research Objectives This study was to determine the effectiveness of the pelvic rocking technique. The research method used in this study was an observational descriptive analytic with a case study approach. The sample of this study was a pregnant woman in the third trimester at 40 weeks of gestation, G2P1A0. This research was conducted at Poned Health Center Bancak. The research instrument used the SOAP documentation method. Data collection techniques used were primary data and secondary data. Primary data is data obtained through interviews both directly and through WhatsApp media, observation, and physical examination, as well as documentation using SOAP documentation. Secondary data is data obtained from the KIA book. The results obtained are that the pelvic rocking technique has been carried out to reduce back pain and accelerate the descent of the fetal head during the labor process. The results obtained are that midwifery care has been carried out on mothers giving birth by applying the pelvic rocking technique to reduce pain and accelerate the descent of the fetal head during the first stage of labor. It is hoped that clients will gain clearer knowledge and understanding of childbirth, newborns, the postpartum period, and neonates in accordance with the midwifery care provided. In addition, clients also gain knowledge about complementary therapies in the midwifery care that has been provided.   Abstrak Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam. Respon ibu terhadap nyeri dapat menyebabkan melemahnya kontraksi rahim dan berakibat pada persalinan yang lama bahkan kematian. Persalinan merupakan proses yang diawali dengan kontraksi rahim, dilanjutkan dengan pembukaan serviks, kelahiran bayi, dan pengeluaran plasenta. Salah satu cara untuk mengatasi nyeri dan mempercepat proses penurunan kepala janin adalah dengan teknik pelvic rocking, gerakan mengayunkan atau menggoyangkan panggul ke depan, belakang, dan samping secara perlahan. Teknik pelvic rocking ini umum digunakan untuk mengurangi nyeri panggul selama kehamilan dan mempercepat proses persalinan dengan merelaksasi otot-otot panggul, meningkatkan fleksibilitas, dan membantu bayi turun ke jalan lahir. Tujuan Penelitian Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik pelvic rocking. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus (Case Study). Sampel penelitian ini adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 40 minggu, G2P1A0. Penelitian ini dilakukan di Poned Puskesmas Bancak. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh melalui wawancara baik secara langsung maupun melalui media WhatsApp, observasi, dan pemeriksaan fisik, serta dokumentasi menggunakan dokumentasi SOAP. Data sekunder adalah data yang di dapat dari buku KIA. Hasil yang diperoleh yaitu telah dilakukan teknik pelvic rocking untuk mengurangi nyeri punggung dan mempercepat penurunan kepala janin pada proses persalinan. Hasil yang diperoleh yaitu telah dilakukan asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan menerapkan teknik pelvic rocking untuk mengurangi nyeri dan mempercepat penurunan kepala janin pada persalinan kala I. Diharapkan klien mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, dan neonatus yang lebih jelas sesuai dengan asuhan kebidanan yang diberikan. Selain itu klien juga mendapatkan pengetahuan tentang terapi komplementer pada asuhan kebidanan yang telah diberikan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. S Usia 25 Tahun G2P1A0 di PMB Nur Ika Sari Desa Lebak, Kec. Bringin, Kab. Semarang Tahun 2025 Gabriella Aula; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual. Continuity of care is a therapeutic relationship between women and health workers, particularly midwives, in allocating comprehensive services and knowledge. In this care, the author used a descriptive research method, collecting data through interviews, observation, physical examinations, and supporting examinations. This study began on September 27, 2025, and ended on November 30, 2025. Midwifery care provided to Mrs. Yang lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 2 pregnancy visits, 2 postpartum visits, 2 neonates, childbirth and family planning visits at PMB Nur Ika Sari. In Mrs. S, the patient's pregnancy process did not experience problems during TM I and TM II, in TM III complained of back pain so complementary therapy was carried out to treat back pain. In the delivery process Mrs. N experienced labor pain so the author provided complementary counterpressure therapy care. In the care of BBL By. Mrs. S, IMD was carried out, Vit K injections and eye ointments were given, one hour later HB 0 immunization was given. In postpartum midwifery care on the 1st day, the mother said that her breast milk had come out a little, but was still confused about how to breastfeed properly so the author provided midwifery care by providing IEC breastfeeding techniques and on the 3rd day, complementary postpartum care was carried out, namely oxytocin massage. In providing midwifery care, KB mothers have been given counseling and decided to use 3-month injection KB at PMB Nur Ika Sari. Continuity of care continues to apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards. This research emphasizes the importance of midwives' role in providing comprehensive and continuous midwifery services. Midwives and clients are expected to implement the care provided during prenatal, postpartum, and newborn visits to provide health and educational benefits to both mothers and babies.   Abstrak Continuity  of  care  dalam  kebidanan  adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru  lahir  serta  pelayanan  keluarga  berencana yang menghubungkan kebutuhan   kesehatan   perempuan khususnya  dan  keadaan  pribadi  setiap  individu.  Hubungan pelayanan kontinuitas adalah hubungan terapeutik antara perempuan dan petugas Kesehatan khususnya bidan dalam mengalokasikan pelayanan serta pengetahuan secara komprehensif. Dalam asuhan ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan   penunjang. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 27 September 2025 sampai dengan 30 November 2025. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. S yang berlangsung dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, nifas 3 kali, neonatus 3 kali, persalinan dan KB dilakukan di PMB Nur Ika Sari. Pada Ny. S Proses kehamilan pasien tidak mengalami masalah selama TM I dan TM II, pada TM III  mengeluh nyeri pinggang maka dilakukan komplementer untuk menangani nyeri pinggang.  Pada proses persalinan Ny. N mengalami nyeri persalinan sehingga penulis memberikan asuhan terapi komplementer counterperesure. Pada asuhan  BBL By. Ny. S dilakukan IMD, Pemberian injeksi Vit K dan Salep mata, Satu jam setelahnya dilakukan pemberian imunisasi HB 0. Pada asuhan kebidanan masa nifas hari  ke  1  ibu  mengatakan  ASI  sudah keluar sedikit, tetapi masih bingung untuk cara menyusi yang benar  sehingga penulis   memberikan   asuhan   kebidanan   dengan memberikan  KIE  Teknik menyusui dan pada hari ke 3 dilakukan asuhan komplementer nifas yaitu pijat oksitosin. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan   konseling   dan   memutuskan   untuk menggunakan  KB suntik 3 bulan di  PMB Nur Ika Sari. Asuhan  kebidanan  berkelanjutan  (continuity  of  care) selanjutnya  selalu  menerapkan  manajemen  kebidanan, mempertahankan  dan  meningkatkan  kompetensi  dalam memberikan asuhan sesuai standar pelayanan kebidanan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan. Bagi  bidan  dan  klien  diharapkan  agar  bisa  menerapkan asuhan  yang  telah  diberikan  selama  kunjungan  hamil, nifas,   bayi   baru   lahir   dan   neonatus   sehingga   dapat memberikan  manfaat  kesehatan  dan  pengetahuan  pada ibu dan bayi.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. T Umur 29 Tahun G2P1A0 Di Klinik Rahayu Farida Fatimatuz Zahro; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asuhan berkelanjutan (COC) merupakan salah satu model asuhan kebidanan sebagai upaya untuk melakukan deteksi dini komplikasi. Model asuhan kebidanan komprehensif mempunyai tujuan untuk meningkatkan asuhan yang berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study) dengan Manajemen Varney dan didokumentasikan dengan SOAP. Studi kasus dilakukan pada Ny. T umur 29Tahun G2P1A0 di Klinik Rahayu pada bulan Juni sampai September 2025. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA. Asuhan kebidanan Komprehensif dari Ibu Hamil mengalami keluhan ketidaknyamanan pada kehamilan TM III dengan pemberian Pendidikan Kesehatan dan prenatal yoga, Ibu Bersalin secara normal pada umur kehamilan 38 minggu. Bayi Baru lahir normal dan dilakukan IMD. Nifas ibu dilakukan asuhan sesuai standar asuhan yaitu 4 kali kunjungan. Ibu memilih untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan. Dengan Asuhan kebidanan komprehensif akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. L Umur 27 Tahun G2P1A0 di TPMB Nuryati Nuryati; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous care (COC) is one of the midwifery care models as an effort to detect complications early. The comprehensive midwifery care model aims to improve continuous care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care and family planning services. Pregnancy care prioritizes continuity. The research design used is descriptive, with a case study approach (Case Study) with Varney Management and documented with SOAP. The case study was conducted on Mrs. L aged 27 years G2P1A0 at TPMB Nuryati from June to September 2025. The data collection method used interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book. Comprehensive midwifery care for pregnant women found that the mother experienced complaints of discomfort in the third trimester of pregnancy and was managed by providing Health Education and prenatal yoga, the mother gave birth by CS at 37 weeks of pregnancy at Banyumnaik 2 Hospital. The newborn was born by CS and did not have IMD. The mother's postpartum was normal and care was carried out according to the standard of care, namely 4 visits. The mother chose to use the 3-monthly injectable contraceptive. Comprehensive midwifery care will improve the health and well-being of both mother and fetus.   Abstrak Asuhan kebidanan komprehensif merupakan salah satu model asuhan kebidanan sebagai upaya untuk melakukan deteksi dini komplikasi. Model asuhan kebidanan komprehensif mempunyai tujuan untuk meningkatkan asuhan yang berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study) dengan Manajemen Varney dan didokumentasikan dengan SOAP. Studi kasus dilakukan pada Ny. L umur 27Tahun G2P1A0 di TPMB Nuryati pada bulan Juni sampai September 2025. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA. Asuhan kebidanan Komprehensif dari Ibu Hamil mengalami keluhan ketidaknyamanan pada kehamilan TM III dengan pemberian Pendidikan Kesehatan dan prenatal yoga, Ibu Bersalin secara SC pada umur kehamilan 37 minggu di RS Banyumnaik 2. Bayi Baru lahir secara SC dan dilakukan tidak IMD. Nifas ibu normal dan dilakukan asuhan sesuai standar asuhan yaitu 4 kali kunjungan. Ibu memilih untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan. Dengan Asuhan kebidanan komprehensif akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin.