cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Pijat Oksitosin sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI Fitriyah; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of lack of breast milk production in postpartum mothers is still very common. This occurs due to several factors, including the lack of knowledge of postpartum mothers about the existence of oxytocin massage and the implementation of education or counseling about oxytocin massage which is still rarely carried out. This service is carried out to carry out oxytocin massage activities for postpartum mothers and evaluate knowledge of oxytocin massage for postpartum mothers. Method: Delivery of material is carried out through lectures and discussions. The target of this counseling is postpartum mothers, where this method involves participants directly in the learning process to discuss and convey initial knowledge. The process of delivering material uses tools or media which aims to make it easier for participants to understand the material being presented. The media used are leaflets and PPT (PowerPoint). The material used is in Indonesian so that it is easier for the participants to understand. Then they directly practice Oxytocin massage to one of the postpartum mothers. This counseling was carried out on Friday 08 November 2024 at PMB Fitriyah. The implementation of activities is carried out in three stages, namely problems, solutions and evaluation. It can be concluded that based on the results of the pretest and posttest, the results showed that there was an increase in postpartum mothers' knowledge about oxytocin massage to overcome breast milk problems and increase breast milk production after being given health education or health counseling.   Abstrak Permasalahan dari kurangnya produksi ASI pada ibu postpartum masih sangat sering ditemukan. Hal ini terjadi karena beberapa factor diantaranya, kurangnya pengetahuan ibu postpartum tentang adanya pijat oksitosin dan pelaksanaan edukasi atau penyuluhan tentang pijat oksitosin yang masih jarang dilakukan. Pengabdian ini dilakukan untuk melaksanakan kegiatan pijat oksitosin pada ibu postpartum dan melakukan evaluasi pengetahuan pijat oksitosin pada ibu postpartum. Metode Penyampaian materi dilakukan dengan ceramah dan diskusi, sasaran pada penyuluhan ini yaitu ibu postpartum dimana metode ini melibatkan peserta langsung dalam proses pembelajaran untuk berdiskusikan dan penyampaian pengetahuan awal. Proses penyampaian materi menggunakan alat bantu atau media yang bertujuan untuk mempermudah peserta memahami materi yang disampaikan, Media yang digunakan berupa Leaflet dan PPT (PowerPoint). Materi yang digunakan menggunakan Bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami oleh peserta, Kemudian mempraktekan secara langsung cara pijat Oksitosin ke salah satu ibu postpartum. Pelaksanaan penyuluhan ini dilakukan pada hari Jumat 08 November 2024 di PMB Fitriyah. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu permasalahan, solusi dan evaluasi. Dapat disimpulkan Berdasarkan hasil pretest dan posttest menunjukkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu postpartum tentang pijat oksitosin untuk mengatasi permasalahan ASI dan meningkatkan produksi ASI sesudah diberikan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kesehatan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “D” Umur 37 Tahun di BPM Cahaya Bunda Nur Endang Sulastri; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MMR in Semarang Regency in 2023 there were 7 cases or 58.20/100,000 KH (12. 028) and the cause of the MMR was caused by bleeding, pre-eclampsia, anaphylactic shock, blood infection and puerperal complications (Dinkeskab, 2023) while for the Bandungan sub-district area there were no cases of death. This is an effort to support the program of the Semarang district government in 2024 to realize zero MMR in Semarang district by carrying out various activities such as monitoring, home visits, assistance to pregnant women, referral assistance, provision of PMT and pregnant women's classes and many other activities aimed at the welfare of mothers and babies. This research method is descriptive in the form of a case study, which examines a problem through a case consisting of a single unit. The single unit in question can contain 1 person, a group of residents affected by a problem. Monitoring of pregnant women was carried out by the author three times in the third trimester. The monitoring results obtained are complaints in the third trimester in the form of back pain which is physiological. Normal labor at BPM Cahaya Bunda on July 06, 2024 at 19.00 WIB, male sex The care of KF 2 to KF 4 the author carried out well without any problems. The mother uses 3-month injectable birth control and no problems were found. Care has been provided comprehensively and there are no gaps between theory and practice.   Abstrak AKI di kabupaten Semarang pada tahun 2023 terdapat 7 kasus atau 58,20/100.000 KH (12.028) dan penyebab dari  Aki tersebut yang pertama adalah disebabkan karena perdarahan, pre eklamsia, shock anafilaktik, infeksi darah dan adanya komplikasi nifas sedangkan untuk wilayah Kecamatan Bandungan tidak ada kasus kematian hal ini sebagai upaya mendukung program dari pemerintah kabupaten semarang tahun 2024 untuk terwujudnya zero AKI di kabupaten Semarang dengan melaksanakan berbagai upaya kegaitan baik pematauan, kunjungan rumah, pendampingan ibu hamil, pendampingan rujukan, pemberian PMT  serta kelas ibu hamil dan masih banyak kegiatan yang lain yang bertujuan untuk kesejahteraan ibu dan bayi. Metode dalam penelitian ini diskriptif yang berupa studi kasus (case study) dengan menggunakan manajemen varney dan didokumentasikan dengan SOAP. Pemantauan ibu hamil dilakukan penulis sebanyak 3x di trimester III. Hasil pemantauan yang didapatkan adalah keluhan pada trimester III berupa nyeri punggung yang merupakan hal fisiologis. Persalinan normal di BPM Cahaya Bunda pada tanggal 06 juli 2024 pukul 19.00 WIB, jenis kelamin laki-laki Asuhan KF 1 sampai KF 4 penulis laksanakan dengan baik tanpa masalah. Ibu menggunakan KB suntik 3 bulan dan tidak ditemukan masalah. Asuhan telah diberikan secara komprehensif dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif Ny. D dan By. Ny. D di BPM Cahaya Bunda. Asuhan kebidanan keluarga berencana pada Ny.D diberikan dengan melakukan pengkajian data fokus yaitu data subjektif, data objektif, menentukan assessment, melakukan penatalaksanaan, dan melakukan evaluasi. Selama asuhan pada KB dilakukan sesuai dengan kebutuhan Ny.D tidak ditemukan komplikasi-komplikasi yang ada pada klien, klien sudah menggunakan KB suntik 3 bulan. Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny. D dan By.Ny D di BPM Cahaya Bunda.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) dengan Normal Ari Krismiyati; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (CoC) is a service that is achieved when there is an ongoing relationship between a woman and a midwife. Continuing care relates to the quality of service over time which requires a continuous relationship between patients and health professionals. Obstetric services should be provided from preconception, early pregnancy, during all trimesters, birth and delivery up to the first six weeks postpartum which can reduce numbers Maternal and infant mortality affects the health status of a nation. The aim of providing comprehensive midwifery care to Mrs D (Continuity of Care) includes pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates up to family planning. In this research method, the author used a data collection method, namely using interviews, observation with primary and secondary data through the KIA Book, physical examination and this research started from April - August 2024, the research instrument used SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) on Mrs F from pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates, it was found that Mrs. D age 22 years G1P0A0 gestational age 23 weeks 1 day normally, delivery of Mrs. D is done at PMB. The postpartum period progressed with problems with breast milk dams, no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra, perineal abrasions, the mother received vitamin A. In newborns the results of anthropometric examinations were normal. Mrs. D decided to use contraceptive injections for 3 months.   Abstrak Article History Submitted, Accepted, Published, Abstrak Continuity of care (CoC) adalah pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus-menerus antara seorang wanita dan bidan. Asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan kualitas pelayanan dari waktu kewaktu yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dengan tenaga profesional kesehatan. Layanan kebidanan harus disediakan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, kelahiran dan melahirkan sampai enam mingggu pertama postpartum yang dapat menurunkan Angka Kematian Ibu dan bayi untuk derajat kesehatan suatu bangsa. Keywords: Midwifery Care, Comprehensive Normal Kata Kunci: Asuhan Kebidanan, Komprehensif Normal Tujuan memberikan asuhan kebidanan Pada Ny D secara Komperehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sampai KB. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak bulan April – Agustus 2024 instrumen penelitian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komperehensif (Continuity Of Care) pada Ny F dari kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus didapatkan Ny. D   usia 22 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 23 minggu 1 hari dengan normal , Persalinan pada Ny. D   dilakukan di PMB. Masa nifas berlangsung dengan masalah bendungan ASI, tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perinium, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal. Ny. D memutuskan menggunakan KB Suntik 3.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. R Umur 26 Tahun di PMB Amanda Amanda Sukmawati; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to reduce MMR can be made by implementing elements of health services including pregnancy, childbirth, postpartum care, newborn care, and family planning. These efforts are known as Continuity Of Care (COC). The method used in this comprehensive care is descriptive research method with the type of case study. The location of the case study was Amanda Pringapus Maternity Centre, Semarang Regency. The case study was taken from May-August 2024. The case study subject used in this study was a pregnant woman whose gestational age began in the third trimester, who was then treated starting from pregnancy, up to family planning. The instruments used were observation sheets, interviews and document studies in the form of midwifery care formats. The following results were obtained in pregnancy care, subjective and objective data Mrs R aged 26 years G2P1A2 pregnant 32 weeks to 36 weeks gestation mother said there were no complaints, although there were complaints the mother could handle it herself and not be a problem. The results of objective examination until 36 weeks of gestation are all within normal limits. The care provided by midwives is the provision of counselling related to the third trimester pregnancy period. Childbirth care for Mrs. R aged 26 years G2P1A2 on 01 July 2024 at 19.00 WIB at PMB Amanda obtained subjective data on Mrs. R, namely the mother said she wanted pregnancy control and there were no complaints. The current gestational age is 38 weeks 5 days with TFU 38 cm and there are indications of a large fetus. So that the referral process to the hospital is carried out. On 01 July 2024 at 20.00 WIB at Ken Saras Hospital, the mother said she was immediately scheduled by Dr. SpOG to deliver with SC on 02 July 2024 indicating a large baby. Then the act of delivery with SC on the mother by SpOG doctor on 02 July 2024 at 07.00 WIB. It is known that the baby Mrs. R, 26 years old, was born at 07.15 WIB, the baby was born, crying strongly, APGAR SKOR 8/9, female sex, reddish skin colour. Baby Mrs. R was born by SC on 02 July 2024 at 07.15 WIB, female gender. The baby was born immediately crying, reddish skin, and active movement. The baby weighed 4200 grams, length 52 cm and no abnormalities. At the neonate visit, complementary care was given baby massage to stimulate growth and development. In the postpartum period, monitoring was carried out 6 days post sc and 30 days post sc. During monitoring no complaints were found, the mother was able to carry out well her role as a mother. The care given adjusts the postpartum period. In family planning care, the mother said she wanted a 3-month injection because she had finished the postpartum period. All objective examinations were within normal limits. Management is carried out by providing counselling about 3-month injectable birth control and then injecting 3-month injectable birth control to the patient, and informing the date of the return visit. The management given is in accordance with the theory. AbstrakUpaya untuk menurunkan AKI yaitu bisa dengan menerapkan unsure pelayanan kesehatan mencakup dari kehamilan, persalinan, pengawasan nifas, pengawasan Bayi Baru Lahir (BBL), pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB). Upaya tersebut dikenal dengan sebutan Continuity Of Care (COC). Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif ini adalah metode penelitian deskriptif dengan jenis studi penelaahan kasus (Case Study). Lokasi pengambilan studi kasus dilakukan di PMB Amanda Pringapus, Kab. Semarang. Pengambilan studi kasus dimulai dari Mei-Agustus 2024. Subjek studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah seorang ibu hamil usia kehamilannya mulai trimester III, yang kemudian dilakukan asuhan dimulai dari kehamilan, sampai dengan KB. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara dan studi dokumen dalam bentuk format asuhan kebidanan. Didapatkan hasil sebagai berikut pada asuhan kehamilan, data subyektif dan obyektif Ny. R umur 26 tahun G2P1A2 hamil 32 minggu hingga usia kehamilan 36 minggu ibu mengatakan tidak ada keluhan, meskipun ada keluhan ibu dapat menangani sendiri dan tidak menjadi masalah. Hasil pemeriksaan obyektif sampai usia kehamilan 36 minggu semua dalam batas normal. Asuhan yang diberikan bidan yaitu pemberian konseling terkait masa kemahilan trimester III. Asuhan persalinan pada Ny. R umur 26 tahun G2P1A2 pada tanggal 01 Juli 2024 jam 19.00 WIB di PMB Amanda didapatkan data subyektif terhadap Ny. R yaitu ibu mengatakan ingin kontrol kehamilan dan tidak ada keluhan. Usia kehamilan saat ini yaitu 38 minggu 5 hari dengan TFU 38 cm dan diketahui ada indikasi janin besar. Sehingga dilakukan proses rujukan ke rumah sakit. Pada tanggal 01 Juli 2024 jam 20.00 WIB di RS Ken Saras, Ibu mengatakan langsung dijadwalkan oleh dr. SpOG untuk melakukan persalinan dengan tindakan SC tanggal 02 Juli 2024 indikasi bayi besar. Kemudian dilakukan tindakan persalinan dengan SC pada ibu oleh dokter SpOG tanggal 02 Juli 2024 pukul 07.00 WIB. Diketahui telah lahir bayi Ny. R umur 26 tahun Jam 07.15 wib, bayi lahir, menangis kuat, APGAR SKOR 8/9, jenis kelamin perempuan, warna kulit kemerahan. Bayi Ny. R lahir secara SC pada tanggal 02 Juli 2024 pukul 07.15 WIB, jenis kelamin perempuan. Bayi lahir langsung menangis, kulit kemerahan, dan gerak aktif. Berat badan bayi 4200 gram, Panjang badan 52 cm dan tidak ada kelainan. Pada kunjungan neonatus diberikan asuhan komplementer pijat bayi untuk stimulasi tumbuh kembang. Pada masa nifas dilakukan pemantauan 6 hari post sc dan 30 hari post sc. Selama pemantauan tidak ditemukan keluhan, ibu sudah dapat menjalankan dengan baik perannya sebagai ibu. Asuhan yang diberikan menyesuaikan masa nifas. Pada Asuhan KB, ibu mengatakan ingin KB suntik 3 bulan karena sudah selesai masa nifas. Pemeriksaan objektif semua dalam batas normal. Penatalakasanaan dilakukan dengan memberikan konseling tentang KB suntik 3 bulan dan kemudian dilakukan penyuntikan KB suntik 3 bulan pada pasien, serta memberitahu tanggal kunjungan ulang. Penatalaksanaan yang diberikan sesuai dengan teori.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny. E Umur 30 Tahun di PMB Subiyatun, S.St.Keb Subiyatun; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual. Pregnancy care prioritizes continuity. The research design used is descriptive, with a case study approach (Case Study) with Varney Management and documented with SOAP. The case study was conducted on Mrs. E G2P1A0 in June to September 2024, the data collection method used interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book. Comprehensive midwifery care for pregnant women was found that the mother experienced complaints of discomfort in the third trimester and was managed by providing health education, normal delivery, the mother gave birth at 39 weeks of pregnancy at Gondo Suwarno Hospital. The newborn was normal and IMD was carried out. The mother's postpartum was normal and care was carried out according to the standard of care, namely 4 visits. The mother chose to use 3-month injection contraception. Comprehensive midwifery care will improve the health and well-being of the mother and fetus.   Abstrak Continuity  of  care  dalam  kebidanan  adalah  serangkaian kegiatan  pelayanan  yang  berkelanjutan  dan  menyeluruh mulai  dari  kehamilan, persalinan,  nifas,  pelayananbayi baru lahir serta pelayanan keluarga   berencana yang menghubungkan    kebutuhan kesehatan     perempuan khususnyadan keadaan pribadi setiap  individu.  Asuhan kehamilan mengutamakan   kesinambungan. Desain penelitian yang digunakan   yaitu   deskriptif, dengan pendekatan studi kasus  (Case Study) dengan Manajemen Varney dan didokumentasikan dengan SOAP.   Studi kasus dilakukan pada Ny.E G2P1A0 pada bulan Juni sampai September 2024 metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA. Asuhan kebidanan  Komprehensif dari Ibu Hamil didapatkan ibu mengalami keluhan ketidaknyamanan pada kehamilan TM III dan ditatalaksana dengan pemberian Pendidikan kesehatan, Bersalin normal ibu bersalin pada umur kehamilan 39 minggu di RSUD Gondo Suwarno.  Bayi Baru lahir normal dan dilakukan IMD.  Nifas ibu normal dan dilakukan asuhan sesuai standa asuhan yaitu 4 kali kunjungan. Ibu memilih untuk ber KB Suntik 3 bulan. Dengan Asuhan  kebidanan komprehensif akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. H Umur 29 Tahun di Puskesmas Maridan Ashaima Paramita Devi; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), the maternal mortality rate is still very high. In 2017, approximately 295,000 women died from complications related to pregnancy and childbirth, which means approximately 810 women die every day from preventable causes. The role of midwives is very important in reducing MMR and IMR, one of which is through continuous midwifery care (continuity of care). The method used in comprehensive care through a case (case study) consisting of a single unit. Based on the results of a comprehensive case study on Mrs S from pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates, it was found that Mrs. H, 29 years old, G2P1A0, 36 weeks pregnant, found a problem, namely frequent urination. Mrs. H gave birth spontaneously at the Maridan Community Health Center and the newborn was in good condition, the postpartum period was normal and Mrs. S decided to use birth control condoms. The care provided by midwives to mothers during pregnancy and contraceptive services after giving birth is very important, namely as an early detection of complications that may occur, so that they can be avoided or managed better.   Abstrak Menurut World Health Organization (WHO), angka kematian ibu masih sangat tinggi. Pada tahun 2017, sekitar 295.000 wanita meninggal akibat komplikasi terkait kehamilan dan persalinan, yang berarti sekitar 810 wanita meninggal setiap harinya karena penyebab yang sebenarnya dapat dicegah. Peran bidan sangat penting dalam menurunkan AKI dan AKB, salah satunya melalui asuhan kebidanan berkesinambungan (continuity of care). Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif melalui suatu kasus (case study) yang terdiri dari unit tunggal. Berdasarkan hasil studi kasus secara komperehensif pada Ny H dari kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus didapatkan Ny. H usia 29 Tahun G2P1A0 usia kehamilan 36 minggu ditemukan masalah yaitu sering buang air kecil. Ny. H bersalin secara spontan di Puskesmas Maridan dan bayi baru lahir dalam keadaan baik, masa nifas berlangsung normal dan Ny. H memutuskan menggunakan KB Kondom. Asuhan yang diberikan oleh bidan kepada ibu selama masa kehamilan hingga pelayanan kontrasepsi setelah melahirkan sangat penting yaitu sebagai deteksi dini terhadap komplikasi yang mungkin terjadi, sehingga dapat dihindari atau ditanggulangi dengan lebih baik.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “E” Umur 37 Tahun di RSUD Ratu Aji Putri Botung Eny Lutfiyah; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The maternal and infant mortality rate in North Penajam Paser is still high each year, where in 2022 there will be 5 maternal deaths and 3 cases of death caused by severe preeclampsia. In 2023, the number of maternal deaths was 7 cases and 1 case of maternal death was caused by preeclampsia. Meanwhile, infant deaths in 2022 were 27 deaths and in 2023 there were 18 deaths (PPU Health Office, 2023). Efforts are being made to reduce MMR and IMR by providing quality and sustainable health services (Continuity of care) starting from pregnancy, maternity, postpartum, neonates to choosing contraceptives. (KIA Books, 2020). The method in this research is descriptive in the form of a case study, namely examining a problem through a case consisting of a single unit. The author carried out monitoring of pregnant women 3 times in the third trimester. The monitoring results obtained were complaints in the third trimester in the form of headaches, the mother's blood pressure was 164/84 mmHg, and urine protein (-). Delivery by caesarean section at Ratu Aji Putri Botung Hospital on September 2 2024 at 11.55 WITA. The author carried out KF 2 to KF 4 care well without any problems. The mother used MOW birth control and found no problems.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi di Penajam Paser Utara setiap tahunnya masih tinggi dimana pada tahun 2022 kematian ibu sebanyak 5 kematian dan sebanyak 3 kasus kematian disebabkan oleh preeklampsia berat. Pada tahun 2023 jumlah kematian ibu sebanyak 7 kasus dan 1 kasus kematian maternal penyebabnya adalah karena preeklamsia   Sedangkan untuk kematian bayi pada tahun 2022 berjumlah 27 kematian dan pada tahun 2023 berjumlah 18 kematian. Upaya yang dilakukan untuk menekan AKI dan AKB dengan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkesinambungan (Continuity of care) mulai dari hamil, bersalin, nifas, neonatus hingga pemilihan alat kontrasepsi. Metode dalam penelitian ini diskriptif yang berupa studi kasus (case study) yaitu meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Pemantauan ibu hamil dilakukan penulis sebanyak 3x di trimester III. Hasil pemantauan yang didapatkan adalah keluhan pada trimester III berupa sakit kepala, tekanan darah ibu yaitu 164/84 mmHg, dan protein urin (-). Persalinan secara sectio caesaria di RSUD Ratu Aji Putri Botung pada tanggal 3 September 2024 pukul 11.55 WITA. Asuhan KN dan KF penulis laksanakan dengan baik tanpa masalah. Ibu menggunakan KB MOW dan tidak ditemukan masalah.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. U Umur 31 Tahun Titik Dwi Ariyani; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care or continuity of midwifery care is an approach that is carried out continuously from pregnancy, childbirth, postpartum, to newborn care. This aims to improve the quality of maternal and infant health and ensure optimal monitoring. This care aims to provide an overview of continuity of care midwifery care for Mrs. U, 31 years old. The method in providing Continuity Of Care care uses a case study approach with direct observation and recording of care provided from the first trimester of pregnancy to the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, infant care to family planning. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of continuous midwifery care succeeded in increasing maternal compliance in undergoing prenatal care, minimizing complications during childbirth, and providing better knowledge about newborn care. The mother showed good health conditions during and after the delivery process, and the baby was born healthy. Conclusion: The continuity of care approach to Mrs. U showed positive results, providing a significant impact in improving maternal and infant health. Continuous midwifery care is highly recommended to be implemented in health facilities to ensure holistic monitoring of maternal and infant health.   Abstrak Continuity of care atau kesinambungan asuhan kebidanan adalah pendekatan yang dilakukan secara terus menerus dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi serta memastikan pemantauan yang optimal. Asuhan ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan Continuity Of Care pada Ny. U, usia 31 tahun,. Metode dalam memberikan asuhan Continuity Of Care ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan observasi langsung dan pencatatan asuhan yang diberikan dari kehamilan trimester Pertama sampai hamil trimester ke 3, Persalinan, masa nifas, perawatan bayi sampai dengan KB. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari Asuhan kebidanan yang berkesinambungan berhasil meningkatkan kepatuhan ibu dalam menjalani perawatan prenatal, meminimalkan komplikasi saat persalinan, serta memberikan pengetahuan yang lebih baik mengenai perawatan bayi baru lahir. Ibu menunjukkan kondisi kesehatan yang baik selama dan setelah proses persalinan, dan bayi lahir dengan sehat. Kesimpulan: Pendekatan continuity of care pada Ny. U menunjukkan hasil yang positif, memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Asuhan kebidanan berkesinambungan sangat dianjurkan untuk  diterapkan di fasilitas kesehatan guna memastikan pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara holistik.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “F” Usia 34 Tahun di Puskesmas Waru Susanti, Vila; Aliviani Putri, Risma
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive midwifery care to Mrs. F starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The method used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in May-August 2024. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found, namely the mother experiencing discomfort in the third trimester of pregnancy, namely nocturia and leg cramps, so that IEC care was given to handle nocturia and warm compresses to reduce leg cramps. During labor there were no problems, the mother was given counterpressure care. In the third postpartum care visit, the mother experienced insomnia and was given HT 7 acupressure care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, an SHK examination was carried out and at the age of 28 days the baby was given BCG and Poly 1 immunizations. Meanwhile, in the family planning care, Mrs. F decided to use the MAL (Lactation Amenorrhea Method) family planning. It is hoped that health workers will be more proactive in providing education to mothers and families regarding pregnancy care, preparation for childbirth, postpartum care, and newborn care.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. F secara komprehensif mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. Metode yang digunakan adalah case study. Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami ketidaknyamana kehamilan trimester III yaitu nocturia dan kram pada kaki sehingga diberikan asuhan KIE penanganan nocturia dan kompres hangat untuk mengurangi kram kaki. Selama persalinan tidak ada masalah, ibu diberikan asuhan counterpresure. Pada asuhan nifas kunjungan ketiga, ibu mengalami insomnia dan telah diberikan asuhan akupresure HT 7. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemeriksaan SHK dan pada usia bayi 28 hari diberikan imunisasi BCG dan Poli 1. Sedangkan pada asuhan KB Ny. F memutuskan untuk menggunakan KB MAL (Metode Amenorea Laktasi). Diharapkan tenaga kesehatan lebih proaktif dalam memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga terkait perawatan kehamilan, persiapan persalinan, perawatan masa nifas, serta pengasuhan bayi baru lahir.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “S” Usia 26 Tahun di Puskesmas Manggar Warti; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality of mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive midwifery care to Mrs. S starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted on June 16 - October 3, 2024. The sample in this study was Mrs. S aged 26 years. From the results of the provision of pregnancy care, it was carried out 3 times. on the first visit, a problem was found, namely the mother experienced discomfort in the third trimester of pregnancy, namely nocturia and back pain, so she was given IEC care for handling nocturia and complementary acupressure BL23. On the second pregnancy visit, there were no complaints and on the third pregnancy visit, the mother experienced false contractions and was given educational care in preparation for childbirth and signs of labor. During labor, there were no problems, the mother was given complementary care in the form of deep breathing relaxation techniques and 10 supervision in the first stage, the second stage lasted for 33 minutes, the third stage lasted for 5 minutes and the fourth stage for 2 hours. During the postpartum period, care was given 4 times and in accordance with postpartum care standards. In newborn care, all were within normal limits, care was given 3 times, By Mrs. S, IMD was carried out, vitamin K injections and hepatitis B immunizations were given. While in family planning care, Mrs. S decided to use a 3-month KB injection. AbstrakAngka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. S secara komprehensif mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. Intsrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada 16 Juni – 3 Oktober 2024. Sampel pada penelitian ini adalah Ny. S umur 26 tahun. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan dilakukan sebanyak 3x. pada kunjungan pertama ditemukan masalah yaitu ibu mengalami ketidaknyamana kehamilan trimester III yaitu nocturia dan nyeri punggung sehingga diberikan asuhan KIE penanganan nocturia dan komplementer akupresure BL23. Pada kunjungan kehamilan kedua tidak ada keluhan dan kunjungan kehamilan ketiga ibu mengalami his palsu dan diberikan asuhan edukasi persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan. Selama persalinan tidak ada masalah, ibu diberikan asuhan komplementer teknik relaksasi nafas dalam dan pengawasan 10 pada kala I, kala II berlangsung selama 33 menit, kala III berlangsung selama 5 menit dan kala IV selama 2 jam. Pada masa nifas diberikan asuhan selama 4x dan sesuai dengan standar asuhan masa nifas. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, diberikan asuhan sebanyak 3x, By Ny S dilakukan IMD, pemberian injeksi vitamin K dan imunisasi hepatitis B. Sedangkan pada asuhan KB Ny. S memutuskan untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan.