cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. R. Umur 29 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Karanganyar Retnaningrum, Nurina Devi; Widyaningsih, Ari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Comprehensive midwifery care encompasses all aspects of midwifery management, from pregnancy through labor and delivery to the newborn, ensuring a safe delivery and a healthy, healthy baby throughout the postpartum period. Continuity of Care (COC) midwifery care provides continuous midwifery care to both mother and baby, starting during pregnancy, labor, the newborn, the postpartum period, and family planning. With COC care, the mother's condition is monitored closely at all times.The purpose of this study was to provide Continuity of Care (COC) Midwifery Care to Mrs. R aged 29 years at the Karanganyar Community Health Center. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This research was conducted in June-September 2025. From the results of the provision of pregnancy care found problems that mothers often urinate and back pain, the care provided is to provide pregnant women massage from the back and extremities to reduce complaints of back pain during TM III, inform mothers of TM III discomfort such as frequent urination, and back pain. During the mother's delivery process at the Karanganyar Health Center, Pekalongan Regency, delivery assistance was carried out through normal vaginal delivery, the baby was born spontaneously. On the third day postpartum, Mrs. R complained that her breast milk was not yet smooth, the mother was able to carry out her role as a mother well. The mother was given oxytocin massage care to facilitate breast milk, given counseling about various contraceptive methods including advantages, disadvantages, side effects and effectiveness. In newborn care, all findings were within normal limits. Mrs. R was given HB0 immunization, vitamin K, eye ointment, and SHK. Meanwhile, in family planning care, Mrs. R used a 3-month injection. It is hoped that health workers can provide comprehensive midwifery care with correct procedures and according to client needs, as well as implement complementary care as a non-pharmacological therapy in midwifery care.   Abstrak Asuhan kebidanan komprehensif merupakan asuhan menyeluruh manajemen kebidanan mulai dari ibu hamil, bersalin, sampai bayi baru lahir sehingga persalinan dapat berlangsung aman dan bayi yang dilahirkan selamat dan sehat sampai masa nifas. Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) merupakan asuhan kebidanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu dan bayi dimulai pada saat kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana. Dengan adanya asuhan COC maka perkembangan kondisi ibu setiap saat akan terpantau dengan baik.  Tujuan penelitian ini mampu memberikan Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (CoC) Pada Ny. R umur 29 Tahun di Puskesmas Karanganyar. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Sptember 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu sering BAK dan nyeri punggung, asuhan yang diberikan adalah memberikan massage ibu hamil dari bagian punggung dan ekstremitas untuk mengurangi keluhan nyeri punggung selama TM III, memberitau ibu ketidaknyamanan TM III seperti sering BAK, dan sakit punggung. Pada proses persalinan ibu di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan, dilakukan pertolongan persalinan secara persalinan normal pervaginam bayi lahir spontan. Pada hari ketiga post partum, Ny. R mengeluh ibu ASI nya belum lancar, ibu sudah dapat menjalankan dengan baik perannya sebagai ibu. Ibu diberikan asuhan massage oksitosin untuk memperlancar ASI, diberikan konseling tentang macam-macam metode alat kontrasepsi meliputi kelebihan, kekurangan, efek samping dan efektivitasnya. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, By Ny R diberikan imunisasi HB0, vitamin K, salep mata dan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. R menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif dengan prosedur yang benar.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. R Umur 25 Tahun di Puskesmas Larangan Rahmi Ekawati; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care or continuity of midwifery care is an approach that is carried out continuously from pregnancy, childbirth, postpartum, to newborn care. This aims to improve the quality of maternal and infant health and ensure optimal monitoring. This care aims to provide an overview of continuity of care midwifery care for Mrs. R, 25 years old. The method in providing Continuity Of Care care uses a case study approach with direct observation and recording of care provided from the first trimester of pregnancy to the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, infant care to family planning. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of continuous midwifery care succeeded in increasing maternal compliance in undergoing prenatal care, minimizing complications during childbirth, and providing better knowledge about newborn care. The mother showed good health conditions during and after the delivery process, and the baby was born healthy. Conclusion: The continuity of care approach to Mrs. R showed positive results, providing a significant impact in improving maternal and infant health. Continuous midwifery care is highly recommended to be implemented in health facilities to ensure holistic monitoring of maternal and infant health.   Abstrak Continuity of care atau kesinambungan asuhan kebidanan adalah pendekatan yang dilakukan secara terus menerus dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Asuhan ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan Continuity Of Care pada Ny. R, usia 25 tahun. Metode dalam memberikan asuhan Continuity Of Care ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan observasi langsung dan pencatatan asuhan yang diberikan dari kehamilan trimester Pertama sampai hamil trimester ke 3, Persalinan, masa nifas, perawatan bayi sampai dengan KB. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari Asuhan kebidanan yang berkesinambungan berhasil meningkatkan kepatuhan ibu dalam menjalani perawatan prenatal, meminimalkan komplikasi saat persalinan, serta memberikan pengetahuan yang lebih baik mengenai perawatan bayi baru lahir. Ibu menunjukkan kondisi kesehatan yang baik selama dan setelah proses persalinan, dan bayi lahir dengan sehat. Kesimpulan: Pendekatan continuity of care pada Ny. R menunjukkan hasil yang positif, memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Asuhan kebidanan berkesinambungan sangat dianjurkan untuk  diterapkan di fasilitas kesehatan guna memastikan pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara holistik.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. T Umur 33 Tahun G2P1A0 dengan KEK di Puskesmas Larangan Kab. Brebes Nurbaeni, Silvie; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care or continuity of midwifery care is an approach that is carried out continuously from pregnancy, childbirth, postpartum, to newborn care. This aims to improve the quality of maternal and infant health and ensure optimal monitoring. This care aims to provide an overview of continuity of care midwifery care for Mrs. R, 25 years old. The method in providing Continuity Of Care care uses a case study approach with direct observation and recording of care provided from the first trimester of pregnancy to the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, infant care to family planning. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of continuous midwifery care succeeded in increasing maternal compliance in undergoing prenatal care, minimizing complications during childbirth, and providing better knowledge about newborn care. The mother showed good health conditions during and after the delivery process, and the baby was born healthy. The continuity of care approach to Mrs. R showed positive results, providing a significant impact in improving maternal and infant health. Continuous midwifery care is highly recommended to be implemented in health facilities to ensure holistic monitoring of maternal and infant health.   Abstrak Continuity of care atau kesinambungan asuhan kebidanan adalah pendekatan yang dilakukan secara terus menerus dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi serta memastikan pemantauan yang optimal. Asuhan ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan Continuity Of Care pada Ny. T usia 33 tahun. Metode dalam memberikan asuhan Continuity Of Care ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan observasi langsung dan pencatatan asuhan yang diberikan dari kehamilan trimester Pertama sampai hamil trimester ke 3, Persalinan, masa nifas, perawatan bayi sampai dengan KB. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari Asuhan kebidanan yang berkesinambungan berhasil meningkatkan kepatuhan ibu dalam menjalani perawatan prenatal, meminimalkan komplikasi saat persalinan, serta memberikan pengetahuan yang lebih baik mengenai perawatan bayi baru lahir. Ibu menunjukkan kondisi kesehatan yang baik selama dan setelah proses persalinan, dan bayi lahir dengan sehat. Pendekatan continuity of care pada Ny. T menunjukkan hasil yang positif, memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Asuhan kebidanan berkesinambungan sangat dianjurkan untuk  diterapkan di fasilitas kesehatan guna memastikan pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara holistik.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. K Umur 26 Tahun di Puskesmas Jumo Kabupaten Temanggung Tri Mulyati; Putri , Risma Aliviani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MMR in Temanggung Regency in 2021 experienced an increase compared to 2020. In 2020 there were 10 cases and in 2021 there were 17 cases. The highest causes of death occurred during childbirth due to heart disease and preeclampsia. Other causes of maternal death are bleeding, infection, anemia, and COVID-19. IMR in Temanggung Regency in 2022 experienced an increase compared to 2021. In 2021 the Infant Mortality Rate was 12.72 and in 2022 it was 13.23 per 1,000 births (123 cases), with the main causes being asphyxia, low birth weight (LBW), and congenital abnormalities. This requires more attention from the Health Office and the Temanggung Regency Government in an effort to reduce the Infant Mortality Rate. The method in this research is descriptive in the form of a case study, namely examining a problem through a case consisting of a single unit. The single unit in question can consist of 1 person, a group of residents affected by a problem. The researchers monitored pregnant women 4 times, 2 times in the second trimester and 2 times in the third trimester. The results of the monitoring obtained were complaints in the second trimester in the form of slight nausea to fishy foods and also back pain but what the mother experienced was physiological. In the third trimester, Mrs. K had no complaints, only did not know about the danger signs of TM III and signs of labor. Delivery by CS at Temanggung Regional Hospital on November 11, 2025 at 08.59 WIB, female gender. The researchers carried out KF 2 to KF 4 care well without any problems. The mother used MAL KB and no problems were found. Care for Mrs. K at the Jumo Community Health Center was provided comprehensively and the delivery was carried out at Temanggung Regional Hospital because the baby's head had not entered the pelvis and the amniotic fluid ultrasound results were cloudy. The provision of care to Mrs. K was appropriate and there were no gaps between theory and case.     Abstrak AKI di Kabupaten Temanggung pada tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020. Tahun 2020 sebanyak 10 kasus dan tahun 2021 menjadi 17 kasus. Penyebab kematian tertinggi terjadi pada saat ibu bersalin disebabkan penyakit jantung dan preeklamsia. Adapun penyebab kematian ibu lainnya yaitu perdarahan, infeksi, anemia, dan covid-19. AKB di Kabupaten Temanggung Tahun 2022 megalami meningkat dari tahun 2021. Tahun 2021 Angka Kematian Bayi sebesar 12,72 dan tahun 2022 sebesar 13,23 per 1.000 KH (123 kasus), dengan penyebab utamanya adalah asfiksia, BBLR dan juga kelainan kongenital. Hal ini membutuhkan perhatian lebih dari Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam upaya penurunan Angka Kematian Bayi. Metode dalam penelitian ini diskriptif yang berupa studi penelaahan kasus (case study) yaitu meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal yang dimaksud dapat berisi 1 orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Pemantauan ibu hamil dilakukan peneliti sebanyak 4x, 2x di trimester II dan 2x di trimester III. Hasil pemantauan yang didapatkan adalah keluhan pada trimester II berupa agak mual pada makanan yang amis dan juga nyeri punggung tetapi yang dialami ibu merupakan hal yang fisiologis. Pada trimester III Ny. K tidak ada keluhan, hanya belum mengetahui tentamg tanda bahaya TM III dan tanda- tanda persalinan. Persalinan secara SC di RSUD Temanggung pada tanggal 11 November 2025 pukul 08.59 WIB, jenis kelamin perempuan. Asuhan KF 2 sampai KF 4 peneliti laksanakan dengan baik tanpa masalah. Ibu menggunakan KB MAL dan tidak ditemukan masalah. Asuhan pada Ny. K di Puskesmas Jumo telah diberikan secara komprehensif dan persalinan dilaksanakan di RSUD Temanggung karena kepala bayi belum masuk panggul dan hasil USG ketuban sudah keruh. Pemberian asuhan pada Ny. K sudah sesuai dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny.P Umur 19 Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 37 Minggu Fisiologis di Puskesmas Jumo Ristiyanawati; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (AKI) and Infant Mortality Rate (AKB) are one of the important indicators in describing the degree of health in society. Based on data from the Ministry  of  Health’s  Maternal  Perinatal  Death Notification (MPDN) system, the maternal mortality rate in 2022 reached 4,005 and in 2023 increased to 4,129.The causes of maternal death include hypertension and postpartum hemorrhage. The infant mortality rate in 2022 is 20,882 and in 2023 is 29,945 with the cause of death due to BBLR, asphyxia and congenital diseases (Mediakom, 2024) Continuity of Care in midwifery is a series of continuous and comprehensive care ranging from pregnancy, childbirth, postpartum to newborn services and family planning services that connect women's health needs, especially in the personal circumstances of each individual. Continuity of care is fundamental in the midwifery practice model to provide holistic care, build sustainable partnerships and provide support, and foster a relationship of mutual trust between midwives and clients (Yulizwati, henni fitria, 2021) Based on Permenkes Number 21 of 2021 concerning the Implementation of Health Services in the Pre-Pregnancy, Pregnancy, Childbirth and Postpartum Period, Contraceptive Services and Sexual Health Services in article 4 states that health services during pregnancy, pre-pregnancy, childbirth, postpartum period, contraceptive services and sexual health services are carried out with a promotive, preventive, curative, and rehabilitative approach that is carried out in a proactive manner comprehensive, integrated and sustainable. These services are carried out by health workers and/or non-health workers, both in government-owned and private health service facilities, as well as outside health facilities. The Continuity of Care approach seeks to address maternal and child health problems from preconception to pregnancy, childbirth, and postpartum as a unit. This study aims to provide obstetric care to 73 Mrs.P aged 19 years G1P0A0 37 weeks pregnant with a normal pregnancy at the Sragi 1 Health Center. The data collection method uses primary data and secondary data. Primary data was obtained from observations, Mrs. P decided to use 3-month injectable birth control, after being given comprehensive obstetric care starting from pregnancy, childbirth, postpartum.   Abstrak Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indicator penting dalam menggambarkan derajat kesehatan di masyarakat. Berdasarkan data Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) system pencatatan kematian ibu Kementrian Kesehatan , Angka Kematian Ibu pada tahun 2022 mencapai 4.005 dan Tahun 2023 meningkat menjadi 4.129. Penyebab kematian ibu diantaranya hipertensi dan perdarahan pasca salin. Angka Kematian Bayi pada tahun 2022 sebanyak 20.882 dan Tahun 2023 sebesar 29.945 dengan penyebab kematian karena BBLR, asfiksia dan penyakit bawaan (Mediakom, 2024). Continuity of Care dalam kebidanan adalah serangkaian asuhan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dalam keadaan pribadi setiap individu. Continuity of Care merupakan hal yang mendasar dalam model praktik kebidanan untuk memberikan asuhan yang holisttik, membangun kemitraan yang berkelanjutan dan memberikan dukungan, serta membina hubungan saling percaya antara bidan dengan klien (Yulizwati, henni fitria, 2021). Berdasarkan Permenkes Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi dan Pelayanan Kesehatan Seksual dalam pasal 4 menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan masa sebeum hamil, mas hamil, persalinan, masa sesudah melahirkan, pelayanan kontrasepsi dan pelayanan kesehatan seksual diselenggarakan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan tersebut dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dan atau tenaga non kesehatan, baik di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah maupun swasta, maupun di luar fasyankes. Pendekatan Continuity of Care diupayakan menangani masalah kesehatan ibu dan anak dari masa pra konsepsi sampai masa kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan sebagai satu kesatuan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  memberikan  asuhan kebidanan pada Ny. D umur 20 tahun G1P0A0 hamil 37  minggu dengan kehamilan normal di Puskesmas Jumo. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi, hasil pemeriksaan di buku KIA, Rekam medic dan hasil pemeriksaan lain seperti hasil USG, hasil laboratorium. Pendokumentasian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi secara komprehensif dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir didapatkan data Ny.P umur 19 tahun G1P0A0 hamil 37 minggu dengan kehamilan normal. ANC dilakukan 6 kali kunjungan di Puskesmas Jumo, di Posyandu maupun kunjungan rumah. Persalinan berlangsung secara normal di Poned RS PKU Muhammadiyah Temanggung, bayi baru lahir dalam keadaan sehat dan normal. Kunjungan nifas dilakukan 4 kali , masa nifas dalam keadaan normal, tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, tidak ditemukan tanda bahaya nifas, luka jahitan perineum baik. Pada bayi baru lahir, hasil pemeriksaan antropometri normal. Kunjungan neonatal dilakukan 3 kali, bayi dalam keadaan sehat, tidak ada tanda ihterus, tidak ada tanda infeksi, perkembangan berat badan normal dan bayi menyusu secara Eksklusif on demand. Ny. P memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan. Setelah diberikan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonates didapatkan asuhan berjalan dengan dengan lancar, ibu dan bayi dalam kondisi baik. Diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang diberikan sehingga memberi manfaat bagi kesehatan ibu dan bayi, serta meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga tentang kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonates.Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek dalam pemberian Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC)
Manfaat Pijat Oksitosin pada Asuhan Kebidanan Ibu Nifas Komperensif untuk Melancarkan Produksi ASI di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat Nainggolan, Julita Br; Pranoto, Heni Hirawati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The postpartum period is a crucial aspect to consider when providing Continuity of Care. If midwives fail to provide optimal care during midwifery care, disrupted production can lead to blocked ducts, insufficient milk supply syndrome, fussy babies, jaundice, and engorgement. Therefore, midwives need to implement oxytocin massage in postpartum care. The method used is descriptive. The report is a case study, involving a postpartum woman in Karang Anyar Village, West Tarakan District. Results obtained during comprehensive care revealed the patient complained of insufficient breast milk production. The midwife provided complementary midwifery care with oxytocin massage. The conclusion is that oxytocin massage can stimulate breast milk production in postpartum women who initially complained of low milk supply. Based on the planning and implementation over three days, oxytocin massage, performed twice daily, in the morning and evening, can help stimulate breast milk production. So the author recommends this oxytocin massage as one method to facilitate breast milk production.   Abstrak Continuity of care didefinisikan asuhan yang berkelanjutan dan terkoordinasi menekankan bahwa asuhan postpartum merupakan bagian krusial dari COC. Kurangnya produksi ASI pada masa nifas dapat menyebabkan komplikasi seperti sindrom ASI tidak mencukupi, bayi rewel, hingga bendungan ASI. Oleh karena itu stimulasi non farmakologis diperlukan dalam penerapan asuhan kebidanan pada ibu secara berkesinambungan dengan pemberian pijta oksitosin pada masa nifas. Studi ini menggunakan desain deskriptif melalui pendekatan laporan kasus (Case Study). Subjek adalah seorang ibu nifas di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, yang mengalami keluhan kurangnya produksi ASI. Bidan memberikan intervensi pijat oksitosin, dengan frekuensi 2 kali sehari (pagi dan sore) selama 3 hari. Hasil pengkajian menunjukkan keluhan awal subjek adalah kurangnya produksi ASI. Setelah intervensi Pijat Oksitosin sebanyak 2 kali sehari selama 3 hari, didapatkan peningkatan produksi ASI yang signifikan. Kesimpulannya Pemberian Pijat Oksitosin terbukti efektif menstimulasi dan melancarkan produksi ASI pada ibu nifas dalam kasus ini. Peningkatan frekuensi menyusui, bayi tampak lebih tenang. Pijat Oksitosin disarankan untuk diintegrasikan sebagai bagian dari standar asuhan komplementer untuk mengatasi masalah produksi ASI pada masa nifas. Penelitian selanjutnya dianjurkan untuk melibatkan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar untuk memvalidasi efektivitas pijat oksitosin secara statistik.
Optimalisasi Pijat Counter Pressure untuk Persalinan Aman dan Nyaman di RSUD dr. H Jusuf SK Tarakan Eni Tri Sudarman; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mothers giving birth often experience intense pain and discomfort due to uterine contractions. This pain not only has a physical impact but can also cause stress and anxiety, potentially delaying the labor process. Therefore, efforts to reduce labor pain are a primary focus of midwifery services to ensure a safe and comfortable delivery. One non-pharmacological technique for reducing labor pain is counter pressure massage. Midwives play a crucial role in improving maternal health and well-being, especially during labor. The method used is descriptive. The report is a case study, taking the case of a mother giving birth at dr. H. Jusuf SK Tarakan Regional Hospital. Results obtained during comprehensive care showed that the patient complained of pain during labor, and appropriate management was provided, including counterpressure to reduce pain. The conclusion is that comprehensive midwifery care was provided to the mother, preventing complications and ensuring a safe and comfortable delivery.   Abstrak Ibu melahirkan sering mengalami rasa nyeri yang intens dan ketidaknyamanan akibat kontraksi rahim. Rasa nyeri ini tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga dapat menimbulkan stres dan kecemasan yang berpotensi memperlambat proses persalinan. Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi rasa nyeri persalinan menjadi salah satu fokus utama dalam pelayanan kebidanan agar persalinan dapat berlangsung aman dan nyaman. Salah satu teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri persalinan adalah pijat counter pressure. Bidan memegang peran penting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu terutama dimasa persalinan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Jenis laporan yang digunakan adalah studi kasus (Case Study) yaitu dengan cara mengambil kasus ibu bersalin di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Hasil yang diperoleh selama asuhan komprehensif pasien mengeluh nyeri saat persalinan sehingga diberikan tata laksana sesuai dengan kasus dan pemberian counter pressure untuk mengurangi nyeri. Kesimpulannya adalah asuhan kebidanan komprehensif telah diberikan pada ibu bersalin sehingga ibu terhindar dari komplikasi dan menjalani persalinannya dengan aman dan nyaman. Disarankan melalui studi kasus asuhan kebidanan ini mahasiswa dapat menerapkan atau mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah didapatkan pada praktik lahan nanti.
Keberhasilan Persalinan Normal pada Ibu Bertubuh Pendek melalui Pendekatan Continuity of Care Tanjung Sadewi, Rila Aneka; Sofiyanti , Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This case study describes the implementation of Continuity of Care (CoC) in managing a physiological labor experienced by a mother with a notably short stature of 136 cm, a condition commonly associated with a higher risk of cephalopelvic disproportion (CPD). Despite this anthropometric risk factor, the labor progressed normally from the first to the fourth stage, with no signs of obstruction. Clinical observations showed regular uterine contractions, progressive cervical dilation, effective fetal descent, and an optimal fetal position, indicating adequate pelvic function. Complementary therapies such as counterpressure, warm compresses, and breathing techniques contributed to pain reduction and maternal comfort, supporting labor progress. The newborn’s length of 46 cm was within the lower limit of normal and proportional to maternal stature. The continuous support provided through the CoC approach played a significant role in enhancing maternal readiness, emotional stability, and overall labor outcomes. This case reinforces that maternal height alone is not a definitive predictor of labor complications and highlights the importance of comprehensive, continuous midwifery care.   Abstrak Studi kasus ini menggambarkan penerapan Continuity of Care (CoC) pada ibu dengan tinggi badan 136 cm yang menjalani persalinan fisiologis tanpa tanda-tanda disproporsi kepala–panggul meskipun memiliki faktor risiko antropometri. Proses persalinan berlangsung normal dari kala I hingga kala IV, ditandai dengan kontraksi uterus yang teratur, pembukaan serviks yang progresif, penurunan kepala janin yang baik, serta posisi janin yang optimal. Terapi komplementer seperti counterpressure, kompres hangat, dan teknik pernapasan membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan ibu sehingga mendukung kemajuan persalinan. Bayi lahir dengan panjang 46 cm, masih dalam batas normal dan sesuai dengan karakteristik ibu. Pendekatan CoC yang dilakukan secara berkesinambungan meningkatkan kesiapan fisik dan emosional ibu, serta berkontribusi terhadap keberhasilan persalinan normal. Kasus ini menunjukkan bahwa tinggi badan rendah tidak dapat dijadikan prediktor tunggal hambatan persalinan dan menegaskan pentingnya asuhan kebidanan komprehensif yang berkelanjutan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny S Umur 33 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan Elisa Indraeni; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal mortality and infant mortality rates remain important indicators of a nation’s welfare. Based on data from the Directorate of Family Health (2020), Indonesia’s maternal mortality rate reached 305 per 100,000 live births, while the infant mortality rate was 22.23 per 1,000 live births. One of the contributing factors to pregnancy complications is Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women. The government’s efforts to reduce these rates are carried out through the Safe Motherhood Initiative program, which includes comprehensive midwifery care or Continuity of Care (CoC), covering antenatal, intrapartum, postpartum, newborn, and family planning services. The method used in this study was a descriptive case study approach on Mrs. S, 33 years old, with CED at Kedungwuni II Health Center, Pekalongan Regency. Comprehensive midwifery care was provided, including early detection of CED, management of nausea and vomiting through acupressure therapy, nutritional counseling, postpartum care, newborn monitoring, and family planning service with IUD insertion. The results showed that pregnancy, delivery, postpartum period, newborn condition, and family planning process all proceeded physiologically without complications. The mother understood the importance of nutrition fulfillment, self-care, exclusive breastfeeding, and postpartum contraceptive use. In conclusion, comprehensive Continuity of Care midwifery services can effectively detect risks early, enhance maternal knowledge, and support the ongoing health of both mother and baby. Complementary midwifery care, such as acupressure, was also beneficial in alleviating non-pharmacological complaints during pregnancy.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Direktorat Kesehatan Keluarga tahun 2020, AKI di Indonesia mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB mencapai 22,23 per 1.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab meningkatnya risiko komplikasi kehamilan adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Upaya pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB dilakukan melalui program Safe Motherhood Initiative yang mencakup pelayanan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) pada Ny. S, usia 33 tahun, dengan kondisi KEK di Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Asuhan kebidanan diberikan secara komprehensif meliputi deteksi dini KEK, penanganan keluhan mual muntah dengan akupresur, edukasi gizi, perawatan masa nifas, pemantauan bayi baru lahir, dan pelayanan KB dengan pemasangan IUD. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana berlangsung secara fisiologis tanpa komplikasi. Ibu memahami pentingnya pemenuhan gizi, perawatan diri, pemberian ASI eksklusif, dan penggunaan kontrasepsi pascasalin. Kesimpulan dari studi ini adalah pelaksanaan asuhan kebidanan Continuity of Care secara komprehensif mampu mendeteksi dini risiko, meningkatkan pengetahuan ibu, serta mendukung kesehatan ibu dan bayi secara berkelanjutan. Selain itu, asuhan komplementer seperti akupresur efektif membantu mengatasi keluhan nonfarmakologis selama kehamilan.
Studi Kasus : Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny “N” Usia 38 Tahun G3P2A0 di RSK Ngesti Waluyo Parakan Temanggung Woro Maulani; Afriyani, Luvi Dian
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. S starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in July-October 2025. From the results of the provision of pregnancy care, the mother no complained The delivery process was by CS on the indication pre eclampsia. In the fist postpartum care visit, found nipples shorted and the mother was given breast care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg of vitamin K care, hepatitis B0 immunization and SHK , PJB examination. While in family planning care, Mrs. S used a stable family planning method, namely IUD pasca CS.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. N secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan, ibu tidak ada keluhan. Proses persalinan secara SC atas indikasi Pre Eklamsi. Pada asuhan nifas kujungan pertama didapatkan putting susu Tenggelam dan ibu diberikan asuhan perawatan payudara, dan cara penggunaan dan perawatan botol susu. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK dan PJB Sedangkan pada asuhan KB Ny. N menggunakan KB IUD pasca SC.