cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny. G G3P1A1 Umur 29 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa Tri Rahayu Ningsih, Kristiyana; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is continuous care starting from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum care, neonatal care and quality family planning services which, when implemented completely, are proven to have high effectiveness in reducing mortality and morbidity rates. The research method is a case study. Data collection techniques were obtained using primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews, observations, and examinations. Secondary data were obtained through KIA books and supporting examination results. Data assessment used Varney Management and documented with SOAP. The case study was conducted on April 30, 2025, to September 9, 2025. Comprehensive midwifery care provided lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates to family planning with a frequency of 3 pregnancy visits, 1 delivery, 4 postpartum visits, 4 neonates, and 2 family planning visits. During pregnancy, the mother experienced mild anemia and KEK, which was managed with nutritional health education and iron supplementation. She delivered normally at 39 weeks' gestation at Bina Kasih Hospital. The newborn was born normally and early initiation of breastfeeding (IMD) was performed. The mother's postpartum period was normal, and she chose implant contraception. Comprehensive midwifery care will improve the mother's health and well-being.   Abstrak Continuity of care adalah perawatan yang berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, asuhan bayi baru lahir, asuhan post partum, asuhan neonatus dan pelayanan KB yang berkualitas yang apabila dilaksanakan secara lengkap terbukti mempunyai efektifitas yang tinggi dalam menurunkan angka mortalitas dan morbiditas. Metode penelitian adalah study pendekatan kasus (Case Study).Tekhnik pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan. Data sekunder diperoleh melalui buku KIA dan hasil pemeriksaan penunjang. Pengkajian data menggunakan Manajemen Kebidanan Varney dan didokumentasikan dengan SOAP. Studi kasus dilaksanakan pada tanggal 30 April 2025 sampai 09 September 2025. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 3 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada masa kehamilan ibu mengalami anemia ringan dan KEK dan ditatalaksanakan dengan pendidikan kesehatan nutrisi dan pemberian Fe, ibu bersalin normal pada umur kehamilan 39 minggu di RS Bina Kasih. Bayi baru lahir normal dan dilakukan IMD. Nifas ibu normal, ibu memilih KB Implan. Dengan Asuhan kebidanan komprehensif akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny.N Umur 32 Tahun di Puskesmas Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Supriyatin; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sustainable Midwifery Care (Continuity of Care) involves providing midwifery care from pregnancy, labor, postpartum, and newborn care to the selection of contraceptive methods. The benefits of continuity of care include improving maternal and infant health through continuous monitoring. Midwives can detect and treat complications such as preeclampsia, bleeding, and infections early, thereby helping to reduce maternal and infant mortality rates. Continuous care also improves service quality and builds maternal trust because it is handled by the same healthcare professional from pregnancy through postpartum. Furthermore, continuity of care enables midwives to provide holistic, personalized, and mother-centered care, while facilitating coordination between healthcare services thanks to integrated medical records This study was conducted from April to October 2025. The instruments used were anamnesis and examination results. Midwifery care for pregnant women was provided to Mrs. N 4 times, providing advice and counseling according to the mother's needs, and ways to reduce discomfort in pregnant women (back pain with complementary therapy, namely effluent massage). Labor care for Mrs. N was conducted on August 5, 2025, with spontaneous vaginal delivery and no complications during the process. Newborn care was provided for a healthy baby girl who cried vigorously and showed active movements, with a birth weight of 3000 grams and a body length of 50 cm. Neonatal visits were conducted on days 1, 7, and 14, with care provided according to the baby’s needs during each visit. Postpartum care was conducted 4 times on days 1, 6, 14, and 42, with the postpartum period proceeding normally and no maternal health issues observed. Family planning care was provided on day 42 postpartum, including information on various contraceptive methods, side effects, advantages and disadvantages of each method, and follow-up schedules. Initially, the mother wished to use an IUD, but due to fever and current health condition, she decided to use condoms as her contraceptive method at this time.   Abstrak Asuhan Kebidanan berkelanjutan ( continuity of care ) yaitu memberikan asuhan kebidanan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas dan BBL, neonatus sampai pemilihan alat kontrasepsi yang akan digunakan. Manfaat dari continuity of care yakni untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi melalui pemantauan yang berkesinambungan, bidan dapat mendeteksi dan menangani komplikasi seperti preeklamsia, perdarahan, dan infeksi sejak dini, sehingga turut menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB). Asuhan yang diberikan secara berkelanjutan juga meningkatkan kualitas pelayanan serta membangun kepercayaan ibu karena ditangani oleh tenaga kesehatan yang sama dari masa kehamilan hingga nifas. Selain itu, continuity of care memungkinkan bidan memberikan pelayanan yang holistik, personal, dan berpusat pada kebutuhan ibu, sekaligus mempermudah koordinasi antar layanan kesehatan berkat catatan medis yang terintegrasi Penelitian ini dimulai dari bulan April s.d Oktober 2025. Instrumen yang digunakan adalah anamnesa, hasil pemeriksaan. Asuhan kebidanan ibu hamil pada Ny.N  sebanyak 4 kali dengan memberikan anjuran dan konseling sesuai kebutuhan ibu, cara mengurangi ketidaknyamanan ibu hamil ( nyeri punggung dengan terapi komplementer yaitu pijat efflurage. Asuhan Persalinan pada Ny. N pada tanggal 5 Agustus 2025 dengan persalinan spontan pervaginan dan tidak ada penyulit selama proses persalinan. Asuhan Bayi Baru Lahir dalam keadaan normal dan sehat, bayi lahir menangis kuat dan pergerakan aktif, jenis kelamin bayi perempuan, berat badan bayi  3000 gram, panjang badan bayi 50 cm.Kunjungan Neonatal dilakukan pada hari ke 1, 7 dan 14. Dalam setiap kunjungan diberikan asuhan sesuai kebutuhan bayi. Asuhan Nifas dilaksanakan 4 kali yaitu hari ke 1, 6, 14, 42. Masa nifas berlangsung normal, tridak ada permasalahan kesehatan ibu. Asuhan Keluarga Berencana dilakukan pada 42 hari pasca salin. Asuhan yang diberikan berupa macam-macam KB, efek samping, kelebihan dan kekurangan alat kontrasepsi, waktu kunjungan ulang. Kondisi ibu mengalami demam sehingga keputusan ibu berubah, di awal ibu menghendaki KB IUD tetapi kondisi ibu yang belum memungkinkan ibu untuk dilakukan pemasangan IUD sehingga ibu memutuskan untuk menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi saat ini.
Studi Kasus: Efektivitas Posisi Knee-Chest (Sujud) dalam Upaya Koreksi Malpresentasi Bokong pada Kehamilan Nurhayati; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breech malpresentation is associated with a high rate of fetal morbidity and mortality. One of the efforts to manage breech malpresentation is the knee-chest position. This study employed a descriptive case study method involving a single subject, Mrs. H, G1P0A0, with breech malpresentation. The study was conducted on June 15, 2025, at Ngadirejo Public Health Center. The results showed a correction of the fetal position to cephalic presentation after 3 sessions per day of applying the knee-chest position. In conclusion, the knee-chest position intervention was proven to be effective in correcting breech malpresentation in Mrs. H, G1P0A0, thereby providing optimal pregnancy outcomes and successfully preventing complications during labor.   Abstrak Kejadian malpresentasi bokong mempunyai angka morbiditas dan mortalitas janin yang tinggi. Upaya untuk mengatasi malpresentasi bokong antara lain dengan Knee Chest. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif (case study) pada satu subjek yaitu Ny. H, G1P0A0 dengan malpresentasi bokong. Studi ini dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2025 di Puskesmas Ngadirejo. Hasil menunjukkan terjadinya koreksi posisi janin menjadi presentasi sefalik setelah 3 kali sesi/hari penerapan Posisi Knee-Chest. Kesimpulan menunjukkan bahwa intervensi Posisi Knee-Chest terbukti efektif dalam mengoreksi malpresentasi bokong pada Ny.H G1P0A0, sehingga  memberikan luaran kehamilan yang optimal dan berhasil mencegah komplikasi saat persalinan.
Efektivitas Edukasi dalam Peningkatan Pengetahuan Ibu Mengenai Akupresur untuk Mengatasi Mual Muntah Dwi Yuniar Billy Canser; Asyiyah, Siti; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nausea and vomiting are often experienced by pregnant women in the first trimester. If left untreated, it can have dangerous consequences for both the mother and the fetus. Acupressure at the Pericardium 6 point is effective in reducing nausea and vomiting. The purpose of community service is to increase the knowledge of pregnant women regarding the benefits of P6 acupressure to overcome nausea and vomiting in pregnancy. The Community Service method will be implemented in 3 stages: The first stage is preparation by conducting a problem assessment and collaborating with partners. The second stage is conducting a pre-test to explore the level of knowledge of pregnant women, providing counseling on P6 acupressure to overcome nausea and vomiting and demonstrations. The third stage is conducting an evaluation by giving a post-test to pregnant women. From the results of the Community Service, it was found that this activity was attended by 10 pregnant women. The results showed that before the counseling, the majority of pregnant women had a poor knowledge category, namely 10 people (100%). After the counseling, the majority of pregnant women had a good knowledge category, namely 7 people (70%). In conclusion, there was an increase in the knowledge of pregnant women regarding the benefits of P6 acupressure to overcome nausea and vomiting. It is hoped that health workers will increase education for the public, especially pregnant women, regarding the use of acupressure as a non-pharmacologic method to reduce nausea and vomiting in pregnant women so that the well-being of the mother and fetus is improved.   Abstrak Mual muntah sering dialami ibu hamil pada kehamilan trimester I. Apabila tidak diatasi akan menimbulkan akibat yang membahayakan ibu dan janin. Akupresur pada titik P6 efektif dalam mengurangi mual muntah. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat akupresur P6 untuk mengatasi mual muntah pada kehamilan. Metode Pengabdian Masyarakat telah dilaksanakan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan pengkajian permasalahan dan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua melakukan prestest untuk menggali tingkat pengetahuan ibu hamil, memberikan penyuluhan mengenai akupresur P6 untuk mengatasi mual muntah dan demonstrasi. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan posttest kepada ibu hamil. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 10 orang ibu hamil. Didapatkan hasil bahwa sebelum penyuluhan, sebagian besar ibu hamil memiliki kategori pengetahuan kurang yaitu sebanyak 10 orang (100%). Setelah dilakukan penyuluhan, sebagian besar ibu hamil memiliki kategori pengetahuan baik sebanyak 7 orang (70%). Kesimpulan, terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat akupresur P6 untuk mengatasi mual muntah pada ibu hamil. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada masayarakat, terutama ibu hamil mengenai manfaatkan akupresur sebagai metode non-framakologis dalam menurunkan mual muntah pada ibu hamil sehingga kesejahteraan ibu dan janin meningkat.
Peran Pijat Oksitosin dalam Optimalisasi Produksi ASI: Laporan Asuhan Kebidanan Nifas Komprehensif di RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan Thisna Damayanty; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Midwifery care is a crucial part of maternal and child health care, especially for mothers who have just given birth. The postpartum period extends from a few hours after the placenta is delivered to 6 weeks or 42 days. Insufficient breast milk production can lead to insufficient supply to the baby. Decreased breast milk production in the first few days after delivery can be caused by insufficient stimulation of the hormones prolactin and oxytocin. Therefore, midwifery care for postpartum mothers, including oxytocin massage, is essential. The method used is descriptive. The report is a case study, involving a postpartum mother at Dr. H. Jusuf SK Tarakan Regional Hospital. Results obtained during comprehensive care revealed the patient complained of insufficient breast milk production. Midwives provide implementation of midwifery care by administering oxytocin massage. The conclusion is that comprehensive midwifery care has been provided starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates, newborns so that mothers avoid complications and are able to provide smooth breastfeeding to their babies after being given oxytocin massage.   Abstrak Masalah utama yang dihadapi ibu nifas adalah penurunan/ketidakcukupan produksi ASI akibat kurangnya stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Oleh karena itu, diperlukan intervensi non-farmakologis, seperti Pijat Oksitosin. Tujuan studi kasus ini adalah menganalisis efektivitas penerapan Pijat Oksitosin dalam upaya peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Jenis laporan yang digunakan adalah studi kasus (Case Study) yaitu dengan cara mengambil kasus ibu nifas di RSUD Dr. H Jusuf SK Tarakan. Intervensi Pijat Oksitosin diberikan selama tiga hari dua kali sehari dengan durasi 15 menit.  Hasil menunjukkan bahwa setelah intervensi Pijat Oksitosin, terjadi peningkatan signifikan pada produksi ASI ibu. Kesimpulan: Pijat Oksitosin terbukti efektif.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. H Umur 32 Tahun G2P1A0 Di Desa Medayu dengan Anemia Ringan Laeli Fauziyah; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) is the number of women who die from a cause of death related to the disorders of pregnancy. In 2023, the maternal mortality rate (MMR) in Indonesia reached 4,129 case. Therefore, continuous midwifery services through the Continuity of Care approach are needed. This study aims comprehensive midwifery care to Mrs. H, during pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum period, neonatal care, and the selection of contraceptives to prevent the risk of anemia. The method used in this study is a descriptive method and the type of descriptive research used is a case study. Data collection techniques include interviews, observations, examinations and documentation studies. The results showed that Mrs. H and her baby are in good condition and well throughout the series of care and there were no complications. This shows that Continuity of Care services are directly proportional to the quality of health and safety of mothers and babies so that they play a role in improving the quality of maternal and baby health.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) adalah banyaknya perempuan yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya. Pada tahun 2023, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia mencapai 4.129. Sehingga diperlukan pelayanan kebidanan yang berkesinambungan melalui pendekatan Continuity of Care. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. H, selama masa kehamilan, persalinan, perawatan bayi baru lahir, masa nifas, perawatan neonatus, dan pemilihan alat kontrasepsi guna mencegah risiko anemia. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (Case Study). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksaan dan studi dokumentasi. Hasil dari asuhan menunjukkan bahwa Ny. H dan bayinya berada dalam kondisi baik dan baik selama rangkaian asuhan serta tidak ditemukannya komplikasi. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan Continuity of Care berbanding lurus dengan dengan kualitas kesehatan dan keselamatan ibu maupun bayi sehingga berperan dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. D Umur 27 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Karanganyar Sucilasmi; Andayani, Ari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the important indicators of public health status where addressing the reduction of maternal mortality and infant mortality rates is done by ensuring that every mother and baby receives quality comprehensive midwifery care, such as maternal health services with integrated ANC, delivery assistance by trained health workers in health care facilities, postpartum care for mothers and babies, special care and referrals in case of complications, and family planning services including postpartum family planning. The purpose of this study is to be able to provide Continuity Of Care (CoC) Midwifery Care to Mrs. D aged 27 years at the Karanganyar Community Health Center. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in August-September 2025. From the results of the provision of pregnancy care found problems that mothers often urinate and back pain, the care provided is to provide pregnant women massage from the back and extremities to reduce complaints of back pain during TM III, inform mothers of TM III discomfort such as frequent urination, and back pain. During the mother's delivery process at the Karanganyar Health Center, Pekalongan Regency, delivery assistance was carried out through normal vaginal delivery and the baby was born spontaneously. On the third day postpartum, Mrs. D complained that her breast milk was not yet smooth, the mother was able to carry out her role as a mother well. The mother was given oxytocin massage care to facilitate breast milk, given counseling about various methods of contraception including advantages, disadvantages, side effects and effectiveness. In newborn care, everything was found to be within normal limits, By Mrs. D was given HB0 immunization, vitamin K, eye ointment and SHK. While in family planning care Mrs. D used a 3-month injection contraceptive. It is hoped that health workers can provide comprehensive midwifery care with correct procedures and according to client needs, as well as apply complementary care as non-pharmacological therapy in midwifery care.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat dimana menangani penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu dan bayi mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil dengan ANC terpadu, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, dan pelayanan keluarga berencana termasuk KB pasca persalinan. Tujuan penelitian ini mampu memberikan Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (CoC) Pada Ny. D umur 27 Tahun di Puskesmas Karanganyar. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu sering BAK dan nyeri punggung, asuhan yang diberikan adalah memberikan massage ibu hamil dari bagian punggung dan ekstremitas untuk mengurangi keluhan nyeri punggung selama TM III, memberitau ibu ketidaknyamanan TM III seperti sering BAK, dan sakit punggung. Pada proses persalinan ibu di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan, dilakukan pertolongan persalinan secara persalinan normal pervaginam bayi lahir spontan. Pada hari ketiga post partum, Ny. D mengeluh ibu ASI nya belum lancar, ibu sudah dapat menjalankan dengan baik perannya sebagai ibu. Ibu diberikan asuhan massage oksitosin untuk memperlancar ASI, diberikan konseling tentang macam-macam metode alat kontrasepsi meliputi kelebihan, kekurangan, efek samping dan efektivitasnya. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, By Ny D diberikan imunisasi HB0, vitamin K, salep mata dan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. D menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif dengan prosedur yang benar dan sesuai dengan kebutuhan klien, serta menerapkan asuhan komplementer sebagai terapi nonfarmakologi dalam asuhan kebidanan.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. A Umur 25 Tahun di Puskesmas Jumo Temanggung Artati Dianasari; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) in Temanggung Regency increased in 2021 compared to 2020. In 2020, it was 95.83 per 100,000 live births (10 cases), and in 2021, it was 174.38 per 100,000 live births (17 cases). The leading cause of maternal death during childbirth was heart disease, followed by preeclampsia, the second leading cause. Other causes of maternal mortality in 2021 were mostly due to heart disease, pre-eclampsia/eclampsia, bleeding, infection, anemia, and Covid-19. The Infant Mortality Rate (IMR) in Temanggung Regency in 2022 increased from 2021. In 2021, the IMR was 12.72 and in 2022 it was 13.23 per 1,000 births (123 cases), with the main causes being asphyxia, low birth weight (LBW), and congenital abnormalities. This requires more attention from the Health Office and the Temanggung Regency Government in an effort to reduce the IMR (Temanggung Health Office, 2023). The method in this research is descriptive in the form of a case study, namely examining a problem through a case consisting of a single unit. The single unit in question can contain 1 person, a group of residents affected by a problem. Monitoring of pregnant women was carried out by researchers twice in the second trimester and twice in the third trimester. The monitoring results obtained were complaints in the second trimester in the form of nausea when brushing teeth and the third trimester in the form of back pain which is physiological. Normal delivery at the Jumo Health Center on October 2, 2025 at 06.50 WIB, male gender. The researcher carried out KF 1 to KF 4 care well without any problems. The mother used an IUD and no problems were found. Care for Mrs. A at the Jumo Health Center has been provided comprehensively and there is no gap between theory and case.   Abstrak AKI di Kabupaten Temanggung pada tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020. Tahun 2020 sebanyak 95,83 per 100.000 KH (10 kasus) dan tahun 2021 menjadi  174,38 per 100.000 KH (17 kasus). Penyebab kematian tertinggi terjadi pada saat ibu bersalin disebabkan karena penyakit jantung dan diikuti penyebab tertinggi kedua yaitu preeklamsia. Adapun penyebab kematian ibu lainnya yaitu pada tahun 2021 paling banyak AKI dikarenakan penyakit jantung, pre-eklampsi/eklampsi, perdarahan, infeksi, anemia, dan Covid-19..Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Temanggung Tahun 2022 megalami peningkatan dari tahun 2021. Tahun 2021 Angka Kematian Bayi  sebesar 12,72 dan tahun 2022 sebesar 13,23  per 1.000 KH (123 kasus), dengan penyebab utamanya adalah asfiksia, BBLR dan juga kelainan kongenital. Hal ini membutuhkan perhatian lebih dari Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam upaya penurunan Angka Kematian Bayi (Dinas Kesehatan Temanggung, 2023). Metode dalam penelitian ini diskriptif  yang berupa studi penelaahan kasus  (case study) yaitu meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal yang dimaksud dapat berisi 1 orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Pemantauan ibu hamil dilakukan peneliti sebanyak 2x di trimester II dan 2x di trimester  III. Hasil pemantauan yang didapatkan adalah keluhan pada trimester II berupa mual saat gosok gigi dantrimester III berupa nyeri punggung yang merupakan  hal fisiologis. Persalinan secara normal di Puskesmas Jumo pada tanggal 2 Oktober 2025 pukul 06.50 WIB, jenis kelamin laki-laki. Asuhan KF 1 sampai  KF 4 Peneliti laksanakan dengan baik tanpa masalah. Ibu menggunakan KB IUD dan tidak ditemukan masalah. Asuhan pada Ny. A di Puskesmas Jumo  telah diberikan secara komprehensif  dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus.
Penerapan Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Nifas Tety Rahmawati; Khayati, Yulia Nur
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The postpartum period begins two hours after the placenta is delivered or after the first to fourth stages of labor are complete. The end of labor does not mean the mother is free from danger or complications. Various complications can occur during the postpartum period and, if not managed properly, will significantly contribute to the high maternal mortality rate (MMR) in Indonesia (Maritalia, 2014). Observation of uterine contractions and uterine fundal height is crucial to ensure proper uterine involution and prevent uterine subinvolution in postpartum mothers. The process of uterine involution can occur quickly or slowly, influenced by several factors. Factors that influence uterine involution include early mobilization, nutritional status, breastfeeding, age, and parity. Breast milk is the best food for newborns and is the only healthy food a baby needs in the first months of life. However, not all mothers can provide exclusive breastfeeding to their babies. Exclusive breastfeeding is breast milk given to babies from birth for six months, without adding or replacing it with other foods or drinks (except medicines, vitamins, and minerals) (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2018). The results of the 2018 Basic Health Research revealed that the main reason babies were never breastfed was because breast milk did not come out or was not smooth at the beginning of the breastfeeding period (65.7%), babies aged 0-5 months (33.3%) had been given prelacteal food with the most type of food (84.5%) being formula milk. The cause of not achieving exclusive breastfeeding in Indonesia is influenced by several factors, one of which is the not smooth production of breast milk in the first days after birth which is caused by a lack of stimulation of the hormones oxytocin and prolactin which play a role in the smooth production of breast milk so that alternative measures or management are needed in the form of oxytocin massage, because oxytocin massage is very effective in helping stimulate breast milk production (Pilaria and Sopiatun, 2017). The method in this research is descriptive in the form of a case study, namely examining a problem through a case consisting of a single unit. The single unit in question can consist of one person, a group of residents affected by a problem. The problem that the researcher found was that breast milk was not flowing smoothly during the postpartum visit 4 days after the CS. The care provided by the researcher was oxytocin massage which aims to facilitate breast milk production. After being given this therapy, Mrs. Y's breast milk flowed smoothly and no other problems were found during the postpartum period. Care for Mrs. Y at the Jumo Community Health Center was provided comprehensively and the delivery was carried out at PKU Muhammadiyah Hospital because the mother had a history of CS. The provision of care to Mrs. Y was appropriate and there was no gap between theory and the case.   Abstrak Masa nifas dimulai setelah dua jam lahirnya plasenta atau setelah proses persalinan dari kala I sampai kala IV selesai. Berakhirnya proses persalinan bukan berarti ibu terbebas dari bahaya atau komplikasi. Berbagai komplikasi dapat dialami ibu pada masa nifas dan bila tidak tertangani dengan baik akan memberi kontribusi yang cukup besar terhadap tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. (Maritalia, 2014). Observasi kontraksi uterus dan tinggi fundus uteri sangat penting dilakukan untuk memastikan involusi uterus berjalan dengan baik dan mencegah subinvolusi uteri pada ibu nifas. Proses involusi uterus dapat terjadi secara cepat atau lambat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi involusi uterus antara lain mobilisasi dini, status gizi, menyusui, usia dan paritas. Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir dan merupakan satu – satunya makanan sehat yang diperlukan bayi pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Namun demikian tidak semua ibu dapat memberikan ASI Eksklusif pada bayinya. ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan, tanpa menambahkan atau menggantikan dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral) (Kemenkes RI, 2018). Hasil Riskesdas tahun 2018 yang mengungkap bahwa alasan utama bayi tidak pernah disusui karena ASI tidak keluar ataupun tidak lancar pada awal masa menyusui (65,7%), bayi usia 0-5 bulan (33,3%) telah diberikan makanan prelakteal dengan jenis makanan terbanyak (84,5%) yaitu susu formula. Penyebab belum tercapainya pemberian ASI ekslusif di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah tidak lancar produksi ASI pada hari – hari pertama setelah melahirkan yang disebabkan kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan prolaktin yang berperan dalam kelancaran produksi ASI sehingga dibutuhkan upaya tindakan alternatif atau penatalaksanaan berupa pijat oksitosin, karena pijat oksitosin sangat efektif membantu merangsang pengeluaran ASI (Pilaria dan Sopiatun, 2017). Metode dalam penelitian ini diskriptif yang berupa studi penelaahan kasus (case study) yaitu meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal yang dimaksud dapat berisi 1 orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Masalah yang peneliti temukan berupa ASI belum lancar pada kunjungan nifas 4 hari post SC. Asuhan yang peneliti berikan berupa pijat oksitosin yang bertujuan untuk memperlancar produksi ASI. Setelah dsiberikan terapai tersebut, ASI Ny. Y keluar lancara dan tidak ada masalah lain yang ditemukan pada masa nifas. Asuhan pada Ny. Y di Puskesmas Jumo telah diberikan secara komprehensif dan persalinan dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah karena ibu riwayat SC. Pemberian asuhan pada Ny. Y sudah sesuai dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. V Umur 20 Tahun G2P1A0 dengan Ketidaknyamanan Melalui Penerapan Komplementer di Puskesmas Lerep Neni Ratna Setiawati; Afriyani, Luvi Dian
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care or continuity of midwifery care is an approach that is carried out continuously from pregnancy, childbirth, postpartum, to newborn care. This aims to improve the quality of maternal and infant health and ensure optimal monitoring. This care aims to provide an overview of continuity of care midwifery care for Mrs. R, 25 years old. The method in providing Continuity Of Care care uses a case study approach with direct observation and recording of care provided from the first trimester of pregnancy to the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, infant care to family planning. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of continuous midwifery care succeeded in increasing maternal compliance in undergoing prenatal care, minimizing complications during childbirth, and providing better knowledge about newborn care. The mother showed good health conditions during and after the delivery process, and the baby was born healthy. Conclusion: The continuity of care approach to Mrs. R showed positive results, providing a significant impact in improving maternal and infant health. Continuous midwifery care is highly recommended to be implemented in health facilities to ensure holistic monitoring of maternal and infant health.   Abstrak Continuity of care atau kesinambungan asuhan kebidanan adalah pendekatan yang dilakukan secara terus menerus dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir.  Studi ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care) pada Ny. V usia 20 tahun untuk memastikan pemantauan kesehatan maternal dan neonatal yang optimal.  Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dilakukan di Puskesmas Larangan pada bulan Juni-Oktober tahun 2025. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, observasi fisik, dan dokumentasi SOAP.  Hasil asuhan menunjukkan kehamilan berjalan fisiologis, persalinan berlangsung spontan (Kala II selama 30 menit), bayi lahir bugar dengan BB 3000 gram, dan masa nifas tanpa komplikasi disertai keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Pendekatan CoC pada Ny. V terbukti efektif dalam deteksi dini risiko dan meningkatkan kesiapan ibu dalam perawatan bayi serta pemilihan kontrasepsi.