cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. A Usia 29 Tahun G3P2A0 di Puskesmas X Yola Sartika; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is the provision of midwifery care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates until deciding to use family planning (KB). This aims to assist, monitor, and detect the possibility of complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses KB. The method of midwifery care at PPuskesmas X is through home visits by providing counseling according to the mother's needs. Midwifery care provided to Mrs. "A" lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates, to KB with a frequency of pregnancy visits of 1 time, postpartum 4 times, and neonates 3 times. The method in this study uses a data collection method, namely using interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book, physical examinations and this study began in April-May 2025, the research instrument used SOAP documentation. Based on the results of a Comprehensive case study (Continuity Of Care) on Mrs. A from the third trimester of pregnancy, labor, postpartum period, newborns and neonates. Mrs. A was found to be 29 years old G3P2A0 with a gestational age of 38 weeks. Mrs. A's delivery took place at the Health Center, the postpartum period was normal, there was no abnormal bleeding, uterine contractions were good. In newborns, the results of anthropometric examinations were normal, and Mrs. A decided to use Condom KB. It is expected that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan keluarga bersencana (KB). Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu, memantau, dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi  yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai dengan ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di PPuskesmas X melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. “A” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin nifas, neonatus, sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 1 kali, nifas 4 kali, dan neonatus 3 kali. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai dari bulan April- Mei 2025 instrumen penelitian menggunakan dokumentasi SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komprehensif (Continuity Of Care) pada Ny. A dari kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan neonates. Didapatkan Ny. A umur 29 Tahun G3P2A0 usia kehamilan 38 minggu. Persalinan pada Ny. A berlangsung di Puskesmas, masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan yang abnormal, kontraksi uterus baik. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, dan Ny. A memutuskan untuk menggunakan KB Kondom. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.
Laporan Continuity of Care (COC) Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. J Umur 37 Tahun G3P2A0 di Desa Jonggon Jaya Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Jumiati; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity Of Care (COC) is a service achieved when a continuous relationship is established between a woman and a midwife. Continuous care is related to health professionals, midwifery services are carried out from preconception, early pregnancy, during all trimesters, birth and delivery until the first 6 weeks postpartum (Legawati, 2018). Pregnancy is a condition in which a fetus is conceived in a woman's body, which previously began with the fertilization process and then ended with the labor process, the normal duration of pregnancy is 280 days (40 weeks or 9 months 7 days) calculated from the first day of the last menstruation. Pregnancy is divided into 3 trimesters, each divided into 13 weeks or 3 calendar months (Munthe, 2019).  Every day, 830 mothers in the world die from diseases or complications related to pregnancy and childbirth, in Indonesia MMR there are 305 cases of mothers who died from diseases or complications related to pregnancy and childbirth.The Jonggon Jaya Health Center strives to treat every pregnant woman who is considered to have the same risk factors, so that every pregnant woman's pregnancy is monitored carefully. In 2023, the number of visits per pregnant woman was 234 out of a target of 252 K1 pregnant women. K4 pregnant women 208 pregnant women received services according to standards, 210 women received delivery assistance by health workers and health facilities both in hospitals, PMB, clinics and health centers and assistant health centers, 210 women received complete postpartum services according to standards and 189 postpartum women received postpartum family planning and there were 208 newborns who received services according to standards and there were 2 infant deaths in 2023 in the Jonggon Jaya Health Center work area (Health profile of the Jonggon Jaya Health Center in 2023). Continuity of care (COC) midwifery care is provided to mothers, by providing direct care to pregnant women in the third trimester (34-36 weeks), mothers in labor, postpartum, newborns (BBL) and the selection of contraceptives. The method used is a comprehensive case study on Mrs. J starting from pregnancy, childbirth, postpartum, and newborn. A case study is a series of scientific activities about an activity or program that is carried out intensively and in detail to individuals or institutions in order to obtain in-depth information and the cases taken are something that is actual and ongoing (real-life events) not something that has passed.   Abstrak Continuity Of Care (COC) merupakan pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus menerus antara seorang wanita dan bidan. Asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan tenaga profesional kesehatan, pelayanan kebidanan dilakukan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, kelahiran dan melahirkan sampai 6 minggu pertama postpartum (Legawati, 2018). Kehamilan adalah suatu keadaan dimana janin dikandung di dalam tubuh wanita, yang sebelumnya diawali dengan proses pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan proses persalinan, lamanya kehamilan normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 trimester yang masing-masing dibagi dalam 13 minggu atau 3 bulan kalender (Munthe, 2019). Tercatat AKI dalam kehamilan dan persalinan di dunia yaitu 216 per 100.000 kelahiran hidup. Setiap hari, 830 ibu di dunia meninggal akibat penyakit atau komplikasi terkait kehamilan dan persalinan, di Indonesia AKI terdapat 305 kasus ibu yang meninggal akibat penyakit atau komplikasi terkait kehamilan dan persalinan. Berdasarkan data di Puskesmas Jonggon Jaya untuk Selama 5 tahun terakhir Puskesmas Jonggon Jaya tidak terdapat Kematian Ibu. Puskesmas Jonggon Jaya berupaya untuk menangani setiap ibu hamil dianggap memiliki faktor risiko yang sama, sehingga setiap ibu hamil di pantau kehamilannya dengan hati-hati.  Pada tahun 2023 Kunjungan 1 ibu hamil sebesar 234 dari jumlah sasaran 252 K1 ibu hamil. K4 ibu hamil 208 Ibu hamil mendapatkan layanan sesuai standar, 210 ibu mendapatkan pertolongan persalinan oleh Tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan baik di rumah sakit, PMB, Klinik dan Puskesmas dan Puskesmas pembantu, 210 ibu mendapatkan pelayanan Nifas lengkap sesuai standar dan 189 ibu nifas mendapatkan KB Pascasalin dan ada 208 bayi baru lahir mendapatkan pelayanan sesuai standar dan ada 2 kematian Bayi pada tahun 2023 diwilayah kerja Puskesmas Jonggon Jaya. Asuhan kebidanan secara continuity of care (COC) diberikan pada ibu, dengan memberikan asuhan secara langsung pada ibu hamil TM III (34-36 minggu), ibu bersalin, nifas, bayi baru lahir (BBL) dan pemilihan alat kontrasepsi. Metode yang digunakan adalah studi kasus secara komprehensif pada Ny. J mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir. Studi kasus merupakan serangkaian kegiatan ilmiah tentang suatu aktivitas atau program yang dilakukan secara intensif dan terperinci kepada perorangan maupun lembaga guna memperoleh informasi yang mendalam dan kasus yang diambil adalah suatu hal yang aktual dan sedang berlangsung (real-life events  bukan suatu hal yang sudah terlewati.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. N Umur 32 Tahun G3P2A0 di Desa Jonggon Jaya Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Ira Septiya Sari; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of ongoing and comprehensive services starting from pregnancy, childbirth, postpartum care, newborn care, and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual. Comprehensive care is a thorough examination that includes simple laboratory tests and counseling. Comprehensive midwifery care includes ongoing examination activities, including pregnancy care, childbirth care, postpartum care, newborn care, and family planning services. This study is a case study of Mrs. N, 32 years old, G3P2A0 in Jonggon Jaya Village. Midwifery care was provided comprehensively from pregnancy, childbirth, postpartum care, newborn care to family planning services. The study results show that the application of continuity of care has a positive impact on the health status of mothers and babies and client satisfaction. Although the delivery process was carried out with referral due to a history of hypertension during pregnancy, the researcher still provided accompaniment to the referral facility until postpartum care and family planning services were provided to Mrs. N, 32 years old, G3P2A0 in Jonggon Jaya Village. This study emphasizes the importance of the role of midwives in providing comprehensive and continuous midwifery services.   Abstrak Continuity of care dalam  kebidanan  adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Asuhan komprehensif merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan, laboratorium sederhana dan konseling. Asuhan kebidanan komprehensif mencakup kegiatan pemeriksaan berkesinambungan diantaranya adalah asuhan kebidanan kehamilan, asuhan    kebidanan persalinan, asuhan kebidanan masa nifas dan asuhan kebidanan bayi  baru  lahir  serta  akseptor  KB. Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap Ny. N, 32 tahun, G3P2A0 di Desa Jonggon Jaya. Asuhan kebidanan dilakukan secara menyeluruh dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan KB. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan continuity of care memberikan dampak positif terhadap status kesehatan ibu dan bayi serta kepuasan klien. Walaupun proses persalinan dilakukan dengan rujukan karena ada riwayat  Hipertensi selama kehamilan, peneliti tetap melakukan pendampingan ke tempat fasilitas rujukan hingga dilakukannya perawatan nifas dan pelayanan KB pascasalin terhadap Ny. N, 32 tahun, G3P2A0 di Desa Jonggon Jaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan.
Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny “S” Usia 23 Tahun G1P0A0 di RS PKU Muhammadiyah Temanggung Sunaryati, Nani; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. S starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in July-October 2025. From the results of the provision of pregnancy care, the mother no complained The delivery process was by CS on the indication pre eclampsia. In the fist postpartum care visit, found nipples shorted and the mother was given breast care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg of vitamin K care, hepatitis B0 immunization and SHK , PJB examination. While in family planning care, Mrs. S used a stable family planning method, namely IUD pasca CS.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. S secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan, ibu  tidak ada keluhan. Proses persalinan secara SC atas indikasi Pre Eklamsi. Pada asuhan nifas kujungan pertama didapatkan putting susu Tenggelam dan ibu diberikan asuhan perawatan payudara, dan cara penggunaan dan perawatan botol susu. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK dan PJB Sedangkan pada asuhan KB Ny. S menggunakan KB IUD pasca SC.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. E Umur 25 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Karanganyar Agustin Dwiningrum; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care or continuity of midwifery care is an approach carried out continuously from pregnancy, childbirth, postpartum, to newborn care. This study aims to provide continuous midwifery care (Continuity of Care) to Mrs. E, 25 years old, to ensure optimal maternal and neonatal health monitoring. A descriptive method with a case study approach was carried out at the Larangan Community Health Center in May-August 2025. Primary data were collected through interviews, physical observations, and SOAP documentation. The results of care showed that the pregnancy progressed physiologically, labor was spontaneous (Stage II for 30 minutes), the baby was born healthy with a weight of 3000 grams, and the postpartum period was without complications accompanied by successful exclusive breastfeeding. The CoC approach to Mrs. E has proven effective in early detection of risks and increasing maternal readiness in infant care and contraceptive selection.   Abstrak Continuity of care atau kesinambungan asuhan kebidanan adalah pendekatan yang dilakukan secara terus menerus dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir.  Studi ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care) pada Ny. E usia 25 tahun untuk memastikan pemantauan kesehatan maternal dan neonatal yang optimal.  Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dilakukan di Puskesmas Larangan pada bulan Mei-Agustus tahun 2025. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, observasi fisik, dan dokumentasi SOAP.  Hasil asuhan menunjukkan kehamilan berjalan fisiologis, persalinan berlangsung spontan (Kala II selama 30 menit), bayi lahir bugar dengan BB 3000 gram, dan masa nifas tanpa komplikasi disertai keberhasilan pemberian ASI eksklusif.  Pendekatan CoC pada Ny. E terbukti efektif dalam deteksi dini risiko dan meningkatkan kesiapan ibu dalam perawatan bayi serta pemilihan kontrasepsi.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny “S” 39 Tahun di Puskesmas X Kecamatan X Susiani Heny; Windayanti, Hapsari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There were 3 main causes of maternal death in 2021, namely bleeding with 7 cases, hypertension in pregnancy with 2 cases, the most deaths occurred during the postpartum period (10 cases), pregnancy (6 cases), and the delivery process (4 cases) (Semarang Regency Health Office, 2021). The causes of frequent MMR cases are usually due to lack of access to quality health services, especially timely emergency services, which are caused by late recognition of danger signs and decision making, delays in reaching health facilities, and delays in receiving services at health facilities. In addition, the causes of maternal death cannot be separated from the condition of the mother herself and are one of the 4 "too" criteria, namely too old at birth (> 35 years), too young at birth (4 children) The main causes of IMR include low birth weight (LBW), asphyxia, and other factors such as infection, aspiration, congenital abnormalities, diarrhea, pneumonia, and others (Central Java Health Profile, 2018). Steps that can be taken to reduce maternal mortality and infant mortality include providing quality and comprehensive midwifery care for every mother and baby. These services include health checks for pregnant women with integrated ANC, delivery assistance by trained medical personnel at health facilities, postpartum care for mothers and babies, special attention, and referrals when problems occur, as well as family planning services including postpartum contraception (Central Java Health Profile, 2018). To accelerate the achievement of the target of reducing maternal and infant mortality rates, Indonesia has a program focused on continuous midwifery services. In the Indonesian context, the term "Continuity of Care" refers to ongoing care from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum care, neonatal care, and quality family planning services. When implemented comprehensively, this effort has proven highly effective in reducing mortality and morbidity, as planned by the government (Diana, 2017).   Abstrak Terdapat 3 penyebab utama kematian ibu di tahun 2021, yaitu perdarahan dengan 7 kasus, hipertensi pada kehamilan dengan 2 kasus, Kematian terbanyak terjadi pada masa nifas (10 kasus), kehamilan (6 kasus), dan proses persalinan (4 kasus) (Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, 2021). Penyebab kasus MMR yang sering terjadi biasanya disebabkan oleh kurangnya akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, terutama layanan darurat tepat waktu, yang diakibatkan oleh terlambatnya pengenalan tanda-tanda bahaya dan pengambilan keputusan, keterlambatan dalam mencapai fasilitas kesehatan, serta keterlambatan dalam menerima pelayanan di fasilitas kesehatan Selain itu, penyebab kematian maternal juga tidak dapat dipisahkan dari kondisi ibu itu sendiri dan merupakan salah satu dari 4 kriteria "terlalu", yaitu terlalu tua saat melahirkan (> 35 tahun), terlalu muda saat melahirkan  Kurang dari 20 tahun (< 20 tahun )  terlalu sering melahirkan (4 anak), Penyebab utama AKB meliputi BBLR, asfiksia, serta faktor lain seperti infeksi, aspirasi, kelainan bawaan, diare, pneumonia, dan lainnya (Profil Kesehatan Jateng, 2018). Langkah yang dapat diambil untuk mengurangi Angka Kematian Ibu dan angka kematian bayi meliputi pemberian asuhan kebidanan yang berkualitas dan komprehensif bagi setiap ibu serta bayi. Pelayanan ini termasuk pemeriksaan kesehatan ibu hamil dengan ANC terpadu, bantuan persalinan oleh tenaga medis terlatih di fasilitas kesehatan, perawatan setelah melahirkan untuk ibu dan bayi, perhatian khusus, serta rujukan saat terjadi masalah dan juga pelayanan Keluarga Berencana termasuk kontrasepsi pasca persalinan (Profil Kesehatan Jateng, 2018). Untuk mempercepat pencapaian target penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Indonesia memiliki program yang terfokus pada pelayanan kebidanan yang berkelanjutan. Istilah Continuity of Care dalam konteks bahasa Indonesia mengacu pada perawatan yang berlangsung dari masa kehamilan, persalinan, perawatan bayi baru lahir, asuhan postpartum, perawatan neonatus, dan pelayanan KB berkualitas. Jika dilaksanakan secara menyeluruh, upaya ini terbukti sangat efektif dalam mengurangi angka kematian serta morbiditas sesuai dengan rencana pemerintah (Diana, 2017).
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Kehamilan Ny. Y Umur 23 Tahun G2P1A0 dengan KEK pada Usia Kehamilan 28 Minggu di PMB Mutia Kasih Sani Mutia Kasih Sani; Nasifah, Isri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The impact of pregnant women who experience the risk of chronic energy deficiency (CED) will cause problems for both the mother and the fetus. The role of midwives in overcoming the problem of CED in pregnant women is through the first thousand days of life (HPK) program by providing additional food. Government efforts are made so that midwives as health workers carry out continuity of care. The method used is a descriptive research method with a case study type. The location of the case study was carried out at PMB Mutia Kasih Sani, Semarang Regency. Case study collection started from June-September 2025. The subject in this study was a pregnant woman starting from the third trimester, who was then given care until family planning. The instruments used were observation sheets, interviews and document studies in the form of midwifery care formats. The following results were obtained on pregnancy care, subjective and objective data Mrs. Y, 23 years old G2P1A0, pregnant 28 to 34 weeks, said there were complaints of dizziness and fatigue. It is known that the mother's LILA <23.5 cm. Data analysis is Mrs. Y, 23 years old, G2P1A0 with KEK. The care provided was counseling related to the third trimester of pregnancy, about nutritious food, provision of PMT biscuits and milk for pregnant women. After receiving care, Mrs. Y experienced a normal increase in weight and LILA, and the fetus' weight was also normal. Delivery care on July 2, 2025 at 22.00 WIB, the mother came with complaints of regular contractions and bloody mucus discharge. The delivery process went normally and Mrs. Y's baby was born on July 3, 2025 at 03.00 WIB, crying loudly, APGAR SCORE 8/9/10, male gender, reddish skin color. The care provided followed the 60 steps of APN. The baby's care was known to be 2800 grams in weight, 49 cm in height. There were no abnormalities. The management provided was in accordance with newborn care in theory. During the postpartum period, care was carried out 4x periodic monitoring from 8 hours postpartum to 4 weeks postpartum. During the monitoring, no complaints were found, the mother was able to carry out her role as a mother well. The care provided was tailored to the postpartum period. During the family planning care, the mother stated that she wanted a 3-monthly contraceptive injection because she had completed her postpartum period. All objective examinations were within normal limits. Management included providing counseling about the 3-monthly contraceptive injection, administering the injection, and informing the patient of the date of the follow-up visit. The management provided was in accordance with the theory.   Abstrak Dampak ibu hamil yang mengalami resiko kekurangan energi kronik (KEK) akan menimbulkan permasalahan baik pada ibu maupun janin. Peran bidan dalam menanggulangi masalah KEK pada ibu hamil yaitu dengan adanya program seribu hari pertama kehidupan (HPK) dengan pemberian makanan tambahan. Upaya pemerintah dibuat sehingga bidan sebagai tenaga kesehatan melakukan continuity of care. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan jenis studi penelaahan kasus (Case Study). Lokasi pengambilan studi kasus dilakukan di PMB Mutia Kasih Sani, Kab. Semarang. Pengambilan studi kasus dimulai dari Juni-September 2025. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang ibu hamil mulai trimester III, yang kemudian dilakukan asuhan sampai dengan KB. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara dan studi dokumen dalam bentuk format asuhan kebidanan. Didapatkan hasil sebagai berikut pada asuhan kehamilan, data subyektif dan obyektif Ny. Y umur 23 tahun G2P1A0 hamil 28 sampai 34 minggu, mengatakan ada keluhan pusing dan mudah lelah.  Diketahui LILA ibu < 23,5 cm. Analisa data yaitu Ny. Y umur 23 tahun G2P1A0 dengan KEK. Asuhan yang diberikan yaitu pemberian konseling terkait masa kehamilan trimester III, tentang makanan bergizi, pemberian biskuit PMT dan susu ibu hamil. Setelah dilakukan asuhan Ny. Y mengalami peningkatan BB dan LILA yang normal, BB janin juga normal. Asuhan persalinan pada tanggal 02 Juli 2025 jam 22.00 WIB ibu datang dengan keluhan kenceng-kenceng teratur dan sudah keluar lendir darah. Proses persalinan berjalan normal dan bayi Ny. Y umur lahir pada tanggal 03 Juli 2025 Jam 03.00 wib, menangis kuat, APGAR SKOR 8/9/10, jenis kelamin laki-laki, warna kulit kemerahan. Asuhan yang diberikan mengikuti 60 langkah APN. Asuhan bayi diketahui BB bayi 2800 gram, PB 49 cm. Tidak ada kelainan. Penatalaksanaan yang diberikan sesuai dengan asuhan bayi baru lahir pada teori. Pada masa nifas asuhan dilakukan 4x pemantauan secara berkala dari 8 jam post partum sampai 4 mingu post partum. Selama pemantauan tidak ditemukan keluhan, ibu sudah dapat menjalankan dengan baik perannya sebagai ibu. Asuhan yang diberikan menyesuaikan masa nifas. Pada Asuhan KB, ibu mengatakan ingin KB suntik 3 bulan karena sudah selesai masa nifas. Pemeriksaan objektif semua dalam batas normal.  Penatalakasanaan dilakukan dengan memberikan konseling tentang KB suntik 3 bulan dan kemudian dilakukan penyuntikan KB suntik 3 bulan, serta memberitahu tanggal kunjungan ulang. Penatalaksanaan yang diberikan sesuai dengan teori.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. Usia 26 Tahun G1P0A0 di Pustu Pasekan Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang Hartini; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), the maternal mortality rate (MMR) remains very high, with approximately 810 women dying from pregnancy- or childbirth-related complications worldwide every day. Efforts to reduce this rate can be made through the provision of continuity of care (COC). This study is a case study that aims to provide comprehensive midwifery care to Mrs. S, aged 26 years, G1P0A0, starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, to contraceptive selection. The method used was descriptive with data collection techniques through interviews, observations, physical examinations, and documentation in the KIA book. It was conducted from August to October 2025. The results of the care showed that Mrs. S had a physiological pregnancy with third trimester complaints that were handled through education and non-pharmacological methods. The delivery was spontaneous, and the baby was born healthy. There were no complaints during the postpartum period. During the contraceptive period, counseling was provided on the selection of postpartum family planning methods to prevent obstetric complications in subsequent pregnancies. In conclusion, the continuity of care approach is effective in detecting, preventing, and managing obstetric problems from pregnancy to postpartum and improving the quality of maternal and infant health services.   Abstrak Menurut World Health Organization (WHO) Angka kematian ibu (AKI) masih sangat tinggi, sekitar 810 wanita meninggal akibat komplikasi terkait kehamilan atau persalinan di seluruh dunia setiap hari. Upaya penurunan angka ini dapat dilakukan melalui pemberian asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care/ COC). Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara menyeluruh kepada Ny. S, usia 26 tahun, G1P0A0, mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pemilihan kontrasepsi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi dalam buku KIA. Dilakukan pada bulan Agustus – Oktober 2025. Hasil asuhan menunjukkan bahwa Ny. S mengalami kehamilan fisiologis dengan keluhan trimester III yang ditangani melalui edukasi dan nonfarmakologis. Persalinan dilakukan secara spontan Bayi lahir sehat. Masa nifas tidak ada keluhan, Pada masa kontrasepsi, dilakukan konseling tentang pemilihan metode KB pasca persalinan untuk mencegah komplikasi obstetri pada kehamilan berikutnya. Kesimpulannya, pendekatan continuity of care efektif dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani masalah kebidanan sejak masa kehamilan hingga pasca persalinan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. E Umur 22 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan Sri Wigati; Windayanti, Hapsari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality remain major public health concerns in Indonesia, particularly in areas with limited access to continuous maternal health services. Continuity of Care (CoC) is a midwifery care approach that provides comprehensive and continuous services from pregnancy to family planning, aiming to improve care quality and reduce maternal and infant mortality rates. This study aimed to describe the implementation of CoC in midwifery practice at a Public Health Center in Pekalongan District. This study used a descriptive case study design with Varney’s midwifery management approach. Data were collected through interviews, observation, physical examination, and documentation review. Care was provided continuously from 21 weeks of gestation through antenatal, intrapartum, postpartum, newborn, and family planning services. The results showed that all stages of care progressed physiologically without complications. The mother experienced a spontaneous vaginal delivery, normal postpartum recovery with increased breast milk production after oxytocin massage, and the newborn was born in good condition with a birth weight of 3,800 grams and Apgar scores of 8–9. Newborn care followed standard procedures, and the mother chose an intrauterine device (IUD) for contraception. In conclusion, Continuity of Care improves the quality of maternal and neonatal services, strengthens the midwife–mother relationship, and supports early detection of potential complications, contributing to efforts to reduce maternal and infant mortality.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di daerah dengan keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan maternal yang berkesinambungan. Continuity of Care (CoC) merupakan pendekatan asuhan kebidanan yang memberikan pelayanan komprehensif dan berkelanjutan sejak kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana, dengan tujuan meningkatkan mutu asuhan serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan asuhan Continuity of Care dalam praktik kebidanan di salah satu Puskesmas di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan Varney. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumentasi. Asuhan diberikan secara berkesinambungan mulai usia kehamilan 21 minggu meliputi asuhan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tahapan asuhan berlangsung secara fisiologis tanpa komplikasi. Ibu menjalani persalinan normal spontan, masa nifas berjalan normal dengan peningkatan produksi ASI setelah dilakukan pijat oksitosin, serta bayi lahir dalam kondisi baik dengan berat badan 3.800 gram dan nilai Apgar 8–9. Asuhan bayi baru lahir diberikan sesuai standar, dan ibu memilih metode kontrasepsi intrauterine device (IUD). Sebagai simpulan, penerapan asuhan Continuity of Care mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi, memperkuat hubungan antara bidan dan ibu, serta mendukung deteksi dini komplikasi sehingga berkontribusi dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Ny.E Usia 22 Tahun G1P0A0 dengan KEK di Puskesmas Larangan Yenny Rahmawati; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (COC) is a continuous care from pregnancy to family planning as an effort to reduce the Maternal Mortality Rate and Infant Mortality Rate. The purpose of this research is to be able to provide comprehensive obstetric care to Mrs. E starting from pregnancy, childbirth, postpartum birth, newborns, neonates and family planning. The type of research used is descriptive, with a Case Study approach. The sample used was a pregnant woman in the second trimester of 20 weeks gestation, G1P0A0. In this upbringing, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This research was conducted in February-October 2025. From the results of pregnancy care, problems were found, namely mothers experienced KEK in pregnancy so that PMT and KIE were given to mothers to consume foods with balanced nutrition and high in iron. As a result, Lila Mrs. E rose to 25 cm.  Maternity care Mrs.   E with a gestational age of 40 weeks 2 days, normally vaginal.  The baby was born spontaneously on September 3, 2025 at 16.00 WIB, immediately crying, moving actively, reddish skin, female gender.  Birth weight of the baby Mrs. E 2900 grams, body length 46 cm, head circumference 32 cm, chest size 31 cm, arm circumference 11 cm. The assessment of neonatals was obtained as a result of healthy babies. In the assessment of the postpartum period, the results were obtained that the postpartum period took place normally. Meanwhile, in the care of family planning, Mrs. E decided to use injections for 3 months.  In the future, it is hoped that mothers will continue to implement a balanced nutritional pattern so that KEK does not occur so that mothers and babies are always healthy.   Abstrak Asuhan Continuity of care (COC) merupakan asuhan secara berkesinambungan dari hamil sampai dengan keluarga berencana (KB) sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. E secara komprehensif mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan KB.Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study). Sampel yang digunakan adalah seorang ibu hamil trimester II usia kehamilan 20 minggu, G1P0A0. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Oktober 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami KEK pada kehamilan sehingga diberikan PMT dan KIE pada ibu untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan tinggi zat besi. Hasilnya Lila Ny. E naik menjadi 25 cm.  Asuhan   persalinan   Ny.   E dengan usia kehamilan 40 minggu 2 hari, secara normal pervaginam.  Bayi lahir spontan tanggal 3 September 2025 jam 16.00 WIB, langsung menangis,bergerak aktif, kulit kemerahan, jenis kelamin perempuan. BB lahir bayi Ny. E 2900 gram, PB 46 cm, LK 32 cm, LD 31 cm, Lila 11 cm. Pengkajian neonatus diperoleh hasil bayi sehat. Pada pengkajian masa nifas diperoleh hasil bahwa masa nifas berlangsung normal. Sedangkan pada asuhan KB Ny. E memutuskan untuk menggunakan suntik 3 bulan.  Untuk selanjutnya diharapkan ibu tetap menerapkan pola nutrisi yang seimbang agar tidak terjadi KEK sehingga ibu dan bayi selalu sehat.