cover
Contact Name
Ernita Silviana
Contact Email
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260295059
Journal Mail Official
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Aceh Jl. Sukarno-Hatta, Desa Lheu blang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, 23552
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia
ISSN : 27754510     EISSN : 28091973     DOI : https://doi.org/10.30867/jifs
Core Subject : Health, Science,
Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini meliputi farmasi komunitas, farmasi klinik, obat tradisional, kosmetika, teknologi farmasi,
Articles 112 Documents
Efektivitas Ekstrak Gliserin Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dalam Formula Facial Wash sebagai Agen Antibakteri Benediktus Erik Kurniawan; Rarastoeti Pratiwi; Mutia Cahya Ningrum; Sari Darmasiwi
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v6i1.1311

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki potensi sebagai agen antibakteri dalam sediaan facial wash, salah satunya melalui penggunaan gliserin sebagai pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri sediaan facial wash berbasis ekstrak gliserin bunga telang terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, serta menguji mutu fisikokimiawi dan hedoniknya. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi berbantuan ultrasonik menggunakan pelarut gliserin:air (1:1). Sediaan facial wash dibuat dengan menambahkan variasi ekstrak gliserin bunga telang pada konsentrasi 0% (F0); 0,5% (F1); 1% (F2); 2% (F3); dan 4% (F4). Uji antibakteri dilakukan dengan difusi sumuran dan microplate broth assay terhadap S. aureus dan P. aeruginosa. Evaluasi mutu fisikokimia meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, serta tinggi dan stabilitas busa, dilanjutkan dengan uji hedonik terhadap 10 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F4 memiliki kemampuan antibakteri tertinggi dibandingkan formula lainnya. Formula F4 menunjukkan diameter zona hambat 9,10 ± 0,14 mm pada S. aureus dan 9,65 ± 0,42 mm pada P. aeruginosa, sedangkan optical density (OD) F4 pada S. aureus adalah 0,107 ± 0,18 dan 0,001 ± 0,00 pada P. aeruginosa. Pada P. aeruginosa, nilai OD dari F3 (0,002 ± 0,00) sudah berbeda signifikan dibandingkan F0 (0,012 ± 0,00). Facial wash dengan penambahan ekstrak gliserin bunga telang memenuhi SNI dengan karakteristik warna biru, aroma ringan-sedang, tekstur cair, pH 5,87–6,53, viskositas 851–1149 mPa.s, serta tinggi busa 73–82 mm dengan stabilitas di atas 82,68%. Di sisi lain, F3 adalah formula yang paling disukai panelis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula F4 memberikan efektivitas antibakteri tertinggi pada kedua bakteri uji, serta sediaan facial wash yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan mutu fisikokimia SNI dan disukai oleh panelis.
English: Indonesia Ika Agustina; Indri Astuti Handayani; Guritno Syahputra
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v6i1.1328

Abstract

Nutmeg shell waste in Indonesia can be processed into activated charcoal for cosmetic products. However, its formulation into liquid soap presents a technical constraint, as viscous surfactants risk coating the charcoal pores, thereby reducing adsorption capacity. This study aimed to formulate a liquid bath soap using nutmeg shell activated charcoal and evaluate its physical quality and adsorption capacity. The charcoal was prepared through thermal processing at 300°C and 500°C. This process yielded charcoal with a low ash content (2.68%) and a high iodine adsorption capacity (989.82 mg/g). The charcoal was subsequently incorporated into a liquid soap base at concentrations of 0% (Base), 5% (F1), and 10% (F2). The evaluation showed that the pH values of the soap (8.19–8.25) complied with the SNI 4085:2017 standard. Although the viscosity (5,680–6,400 mPas) remained above the maximum limit, the addition of charcoal significantly reduced the viscosity (p < 0.05). Furthermore, the adsorption capacity of the soap increased with higher charcoal concentrations (p < 0.05), reaching 380.67 mg/g for F1 and 609.14 mg/g for F2. In conclusion, the pores of the nutmeg shell activated charcoal remain open and functional within the liquid soap formulation, demonstrating its effectiveness as a deep-cleansing agent.

Page 12 of 12 | Total Record : 112