cover
Contact Name
Ernita Silviana
Contact Email
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260295059
Journal Mail Official
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Aceh Jl. Sukarno-Hatta, Desa Lheu blang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, 23552
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia
ISSN : 27754510     EISSN : 28091973     DOI : https://doi.org/10.30867/jifs
Core Subject : Health, Science,
Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini meliputi farmasi komunitas, farmasi klinik, obat tradisional, kosmetika, teknologi farmasi,
Articles 100 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG PENGGUNAAN OBAT YANG BAIK DAN BENAR PADA JURUSAN FARMASI POLTEKKES KEMENKES ACEH TAHUN 2023 Sari, Amelia; Burdah; Irwani, Maria; Aroni, Defri
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v4i1.572

Abstract

Medicine is a very important compound used for the prevention and cure of disease. Good and correct drug use is the use of drugs that are tailored to the clinical needs of patients, both adequate amount and time. Limited knowledge about the correct use of drugs is very dangerous, because if it is wrong to use drugs, it will have fatal consequences for ourselves or drug consumers. This study aims to determine the level of knowledge of students of the Department of Pharmacy Poltekkes Kemenkes Aceh about the use of good and correct drugs. this research is descriptive quantitative with a cross sectional approach. The sample in this study were third year students, totaling 84 people. The results of data analysis obtained that the knowledge of students of the Department of Pharmacy Poltekkes Kemenkes Aceh about the use of good and correct drugs is in the good category as many as 61 respondents (72.6%). So it can be concluded that students of the Department of Pharmacy Poltekkes Kemenkes Aceh have good knowledge about the use of good and correct drugs.
Profil Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pro Pamudi, Berwi Fazri; Mustika, Ika; Zahira, Mirna Amalya
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v4i1.575

Abstract

Hypertension is one of the biggest causes of death in the world. The results of Riset Kesehatan Dasar in 2018 shows that of the 34 provinces in Indonesia, Aceh Province ranks 27th with a percentage of the population experiencing hypertension of 26.45%. Hypertension is ranked 3rd of the 10 most common diseases at Ibu dan Anak Aceh Hospital. This research aims to determine the profile of anti-hypertensive use in outpatients at the Ibu dan Anak Aceh Hospital for the period January- June 2022. The research method used is descriptive. The population and sample in this study were total prescriptions from outpatients suffering from hypertension who received treatment at Ibu dan Anak Aceh Hospital in the period January - June 2022. The results of the study were based on patient characteristics, the highest number of patients suffering from hypertension were women, 65 people (96%) and the age range most affected by hypertension is 55-64 years old with 21 people (31%). Meanwhile, based on drug characteristics, the most widely used drug class is the Calcium Channel Blocker (CCB) with 108 drug items (43%) and the type of drug most used by hypertension patients is Amlodipine with 99 prescriptions.
Analisis Perbedaan Kadar Asam Askorbat pada Ekstrak Air dan Ekstrak Etanol Jambu Biji Merah (Psidium guajawa L.) secara Spektrofotometri Visibel Dhurhania, Crescentiana Emy; Ingrid Anggraini, Devina; Auliana Nur Aziza, Nia
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i2.877

Abstract

Berbagai masalah kesehatan dikaitkan dengan stress oksidatif sehingga diperlukan lebih banyak antioksidan eksogen. Senyawa antioksidan yang terbukti sangat kuat menangkal radikal bebas yaitu asam askorbat. Salah satu bahan alam yang kaya asam askorbat yaitu jambu biji merah (Psidium guajava L.). Pengembangan produk bahan alam cenderung menggunakan metode ekstraksi yang sederhana, dengan pelarut yang aman dan ekonomis. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui perbedaan kadar asam askorbat dalam ekstrak air dan ekstrak etanol jambu biji merah. Identifikasi asam askorbat dalam ekstrak dilakukan secara visual dengan pereaksi Fehling, iodium dan ammonium molibdat. Analisis kadar asam askorbat dilakukan secara spektrofotometri visibel dengan teknik kolorimetri menggunakan pereaksi ammonium molibdat 5% dan H­2SO4 5%. Pengukuran serapan dilakukan pada panjang gelombang maksimal 565 nm setelah larutan uji diinkubasi selama 20 menit. Analisis terhadap ekstrak air dan ekstrak etanol menunjukkan hasil positif mengandung asam askobat dengan kadar sebesar 316,67 ± 5,77 mg/ 100 g ekstrak air dan 273,33 ± 5,77 mg/ 100 g ekstrak etanol. Analisis statistik dengan uji Mann Whitney menunjukkan nilai signifikasi 0,043 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar asam askorbat dalam ekstrak air dan ekstrak etanol.
Sintesis Nanopartikel Perak Dengan Menggunakan Bioreduktor Ekstrak Kulit Buah Sirsak (Annora muricate L.) Untuk Identifikasi Logam Berat Merkuri pada Whitening Body Lotion yang Dijual di E-Commerce Riska Yudhistiia Asworo; Raheny, Nafrila; Widwiastuti, Hanandayu; Sabila, Nurma
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i2.896

Abstract

Penggunaan merkuri sebagai pemutih masih banyak ditemukan pada whitening body lotion yang tidak memiliki izin edar. Identifikasi merkuri dapat dilakukan secara kolorimetri menggunakan Nanopartikel Perak (AgNPs). AgNPs dapat disintesis dengan menggunakan bioreduktor dari metabolit sekunder yang ada pada ekstrak kulit buah sirsak. Pada pembentukan AgNPs perbandingan volume mempengaruhi hasil nanopartikel yang terbentuk. Variasi perbandingan volume yang digunakan pada penelitian ini (ekstrak kulit buah sirsak: larutan AgNO3 2 mM) antara lain 1:20; 1:30; dan 1:40 (v:v). Karakterisasi AgNPs yang terbentuk pada berbagai variasi komposisi dilakukan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis.  Nilai panjang gelombang maksimum 400-450 nm menandakan AgNPs telah terbentuk. Hasil  AgNPs dengan absorbansi optimum yang didapatkan selanjutnya dikarakterisasi menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). AgNPs pada kondisi optimum  digunakan untuk identifikasi merkuri pada  sampel whitening body lotion. Dari penelitian ini didapatkan semua variasi komposisi AgNPs dapat terbentuk AgNPs dengan komposisi paling optimum pada 1:20 dengan ukuran partikel 77,12 nm. Pengujian sampel secara kolorimetri dengan AgNPs menunjukkan 1 dari 5 sampel positif merkuri. Sampel positif pada sampel E dengan adanya perubahan warna dari cokelat menjadi putih keruh, semakin lama memudar menjadi tidak berwarna. Uji pembanding dengan menggunakan kalium iodida juga menunjukkan hasil positif  merkuri pada sampel E.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dan Daun Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis Lour.) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Sinuhaji, Indra; Taurhesia, Shelly; Rahmat, Deni
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i2.912

Abstract

Jerawat merupakan peradangan kulit umum yang sering kambuh dan dapat menurunkan mutu hidup. Infeksi bakteri seperti Cutibacterium acnes dan Staphylococcus aureus merupakan faktor penting dalam patogenesisnya. Tumbuhan berpotensi sebagai sumber antibakteri alamiah karena mengandung metabolit sekunder flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri, menurunkan risiko resistensi, dan menjadikannya kandidat terapi antimikroba prospektif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun jambu biji varietas kristal dan daun sambang darah terhadap bakteri penyebab jerawat (Cutibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis) menggunakan metode sumuran. Proses penelitian meliputi determinasi dan standarisasi simplisia, pembuatan ekstrak, serta pengujian aktivitas antibakteri. Hasil uji mutu menunjukkan simplisia dan ekstrak memenuhi semua standar parameter kimia (senyawa larut, kadar air, kadar abu) dan cemaran mikroba. Uji antibakteri menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak pada rasio 1:2 (daun jambu biji : daun sambang darah) menghasilkan zona hambat yang lebih besar dibandingkan ekstrak tunggal pada bakteri Cutibacterium acnes (14,16 mm), Staphylococcus aureus (14,02 mm), dan Staphylococcus epidermidis (12,27 mm). Analisis one-way ANOVA dan post hoc menunjukkan hasil signifikan (p< 0,05), mengindikasikan adanya efek sinergis antar senyawa bioaktif kedua tanaman.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA DAN INTERAKSI OBAT PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD X KOTA JAMBI Medi Andriani, Medi Andriani; Aisa Dinda Mitra, Aisa Dinda Mitra; Aisyah, Andi
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i2.930

Abstract

Penerapan farmakoekonomi memiliki peran penting dalam mengevaluasi efektivitas biaya obat serta mengidentifikasi beban finansial yang ditanggung pasien, terutama dalam terapi jangka panjang yang sering kali sulit dijangkau oleh semua kalangan. Terapi antihipertensi umumnya melibatkan penggunaan kombinasi obat, yang berpotensi menimbulkan interaksi yang dapat memengaruhi efektivitas dan keamanan terapi. Interaksi tersebut dapat mengubah cara tubuh memproses dan menyerap obat, serta meningkatkan risiko efek samping yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas biaya serta interaksi obat dalam terapi antihipertensi di RSUD X Kota Jambi. Studi dilakukan dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis pasien hipertensi dari tahun 2023, yang dianalisis pada Mei-Juni 2024. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 67 rekam medis pasien hipertensi rawat inap dipilih sebagai sampel penelitian. Data yang dianalisis meliputi biaya pengobatan, pemeriksaan laboratorium, rawat inap, kunjungan, jumlah obat, mekanisme, tingkat keparahan, serta efektivitas biaya dan interaksi obat. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan hasil disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi Amlodipin dan Bisoprolol memberikan efektivitas terapi yang tinggi dengan biaya terendah, mencapai 77,78% efektivitas terapi dan nilai ACER Rp 5.841. Interaksi obat ditemukan pada 76,12% pasien, dengan 75,86% merupakan interaksi farmakodinamik dan 75,38% tergolong moderat. Penelitian ini diharapkan dapat membantu rumah sakit dalam mengelola anggaran obat hipertensi secara lebih efektif dan efisien.
Analaisis Cemaran Mikroba Cairan Lensa Kotak dengan Perbedaan Waktu Simpan Menggunakan Metode Angka Lempeng Total Wattiheluw, Muhammad Hasan; Deshinta Fitriani
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i2.862

Abstract

Lensa kontak adalah alat bantu penglihatan yang dipasang pada kornea untuk memperbaiki gangguan refraksi. Namun, lensa kontak berisiko mengalami kontaminasi bakteri apabila kebersihan dan petunjuk penggunaannya tidak diikuti dengan baik. Faktor risiko utama kontaminasi mikroba pada lensa kontak adalah kurangnya perhatian terhadap kebersihan, yang dapat menyebabkan infeksi pada mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat cemaran mikroba pada cairan lensa kontak selama periode penyimpanan hingga dua bulan. Metode yang digunakan adalah Angka Lempeng Total (ALT) untuk menghitung jumlah koloni bakteri aerob mesofil yang tumbuh setelah sampel diinokulasikan pada media padat menggunakan metode tuang (pour plate method), kemudian diinkubasi pada suhu 35–37°C selama 24–48 jam dan dilanjutkan dengan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan nilai ALT pada bulan ke-0, 1, dan 2 berturut-turut sebesar 3 × 10¹ cfu/mL, 5 × 10⁴ cfu/mL, dan 9 × 10⁵ cfu/mL, dengan hasil uji statistik menunjukkan nilai p > 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat peningkatan jumlah cemaran mikroba berdasarkan kenaikan nilai ALT dari bulan ke-0 hingga bulan ke-2, namun peningkatan tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara cairan lensa kontak yang disimpan selama 0, 1, dan 2 bulan.
Pengaruh Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Tumbuh Kembang Janin dan Hemoglobinnya Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Zakiah, Noni; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i2.959

Abstract

Anemia selama kehamilan menjadi salah satu faktor risiko utama terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan janin. Moringa oleifera (daun kelor) merupakan tanaman dengan kandungan zat besi, vitamin, dan protein tinggi yang berpotensi mencegah anemia dan mendukung perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dan kadar hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus) betina bunting. Penelitian menggunakan desain eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 25 ekor tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok: K1 sebagai kontrol negatif (tanpa perlakuan), K2 sebagai kontrol positif (pemberian Sulfas Ferosus), K3 (pemberian ekstrak etanol daun kelor 100 mg/kgBB), K4 (200 mg/kgBB), dan K5 (300 mg/kgBB), yang diberikan selama 21 hari masa kebuntingan. Parameter yang diamati adalah berat badan janin, panjang janin, lingkar kepala janin, serta kadar hemoglobin induk pada hari ke-4, ke-11 dan ke-21. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun kelor berpengaruh signifikan terhadap peningkatan janin (p=0,050), tetapi tidak menunjukkan pengaruh terhadap panjang janin (p=0,985), lingkar kepala janin (p=0,742), maupun kadar hemoglobin induk tikus putih betina bunting (p=0,501). Pemberian ekstrak daun kelor berpengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan janin, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap panjang badan janin, lingkar kepala janin, dan kadar hemoglobin induk.
a Uji Aktivitas Antioksidan dan Daya Hambat Ekstrak Temu Mangga (Curcuma mangga Val.) terhadap Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes verawaty; Taslim, Tuty; Aschel, Permata; Enjelita, Santa; Puspa Dewi, Irene
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i2.1033

Abstract

Antioksidan berperan penting dalam mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas yang dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif. Senyawa ini juga berfungsi memperlambat proses kerusakan sel dalam tubuh. Temu mangga  (Curcuma mangga Val.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa antioksidan serta memiliki memiliki potensi aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak etanol temu mangga serta menguji daya hambatnya terhadap pertumbuhan mikroorganisme patogen. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak etanol temu mangga mengandung total flavonoid 2,77 mgQE/g ekstrak. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH menghasilkan nilai IC₅₀ sebesar 15,878 µg/mL, yang tergolong aktivitas antioksidan sangat kuat. Sebagai pembanding, vitamin C menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 1,8882 µg/mL. Pada pengujian daya hambat bakteri hasil yang diperoleh diolah menggunakan SPSS menggunakan uji anova (p < 0,05) dan didapatkan hasil signifikan sebesar 0,000. Dapat disimpulkan uji daya hambat antibakteri dengan metode sumuran menunjukkan bahwa ekstrak etanol temu mangga (Curcuma mangga Val.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol temu mangga sekitar setengah kali lebih rendah dibandingkan kontrol positif.
FORMULASI TEH KOMBUCHA VARIASI EKSTRAK KUNYIT DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl): FORMULASI TEH KOMBUCHA VARIASI EKSTRAK KUNYIT DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) silviana, ernita; Sari, Amelia; Burdah, Burdah; Hayati, Rima; Irwani, Maria
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i2.1018

Abstract

Kombucha adalah salah satu olahan hasil fermentasi gula dan teh dengan campuran starter kultur kombucha yang disebut SCOBY (Symbiotic Cultures of Bacteria and Yeasts). Fermentasi teh kombucha dilakukan menggunakan mikroorganisme dari kelompok khamir dan bakteri. Kultur simbiosis bakteri asam asetat (Acetobacter xylinum, Acetobacter aceti), bakteri asam laktat (Lactobacillus, Lactococcus), Saccharomyces ludwigii, Saccharomyces bisporus, Zygosaccharomyces sp dan beberapa jenis khamir (Torolupsis sp). Bakteri dan khamir tersebut dapat menghambat kontaminasi mikroorganisme. Teh kombucha kunyit merupakan salah satu minuman kesehatan, seperti diketahui bahwa kunyit mengandung kurkumin yang berfungsi sebagai antioksidan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk membuat teh kombucha dengan variasi konsentrasi ekstrak kunyit dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenil-1picrylhidrazyl). Tahapan metode yang akan dilakukan adalah pertama disiapkan kunyit batang yang telah dicuci dan dibersihkan kulitnya 150 gr, diblender dan direbus hingga mendidih selama 10 menit dengan api kecil. Setelah dingin disaring  ampasnya dan dimasukkan ke dalam wadah dan ditambahkan gula aren sebanyak 50 gram untuk masing-masing varian. Dimasukkan starter kombucha 10% dan SCOBY dan didiamkan selama 7 hari, diuji antioksidan masing-masing. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai IC50 pada sampel K1 sejumlah 6,981 ppm, pada sampel K2 sejumlah 10,689 ppm sedangkan pada sampel K3 sejumlah 8,423 ppm. Hasil tersebut menunjukkan nilai IC50 ketiga sampel adalah sangat kuat dalam menghambat  radikal bebas.

Page 10 of 10 | Total Record : 100