cover
Contact Name
Ernita Silviana
Contact Email
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260295059
Journal Mail Official
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Aceh Jl. Sukarno-Hatta, Desa Lheu blang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, 23552
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia
ISSN : 27754510     EISSN : 28091973     DOI : https://doi.org/10.30867/jifs
Core Subject : Health, Science,
Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini meliputi farmasi komunitas, farmasi klinik, obat tradisional, kosmetika, teknologi farmasi,
Articles 100 Documents
Drug Utilization Review of Antibiotics in Geriatric Outpatients at Cilacap Regional General Hospital During the COVID-19 Pandemic Safitri, Cindy Ade; Kurniasih, Khamdiyah Indah; Fauziah, Fauziah; Nurkholis, Fiqih; Kusuma, Ikhwan Yuda
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i2.850

Abstract

Infectious diseases are challenging for the geriatric due to higher infection risk and atypical symptoms, leading to more diagnostic uncertainty. This study aimed to evaluate antibiotic use patterns among geriatric outpatients at Cilacap Regional General Hospital in Indonesia during the COVID-19 pandemic. A retrospective study analyzed electronic medical records of geriatric outpatients who received antibiotics from January to December 2021. Data collected included demographic characteristics, types of antibiotics based on the AWaRe classification, route of administration, ICD-10 codes, and antibiotic use. The results showed that the age group of 65–69 years was the most frequent user of antibiotics, with solid oral formulations being the most commonly prescribed. Most antibiotics prescribed belonged to the Watch category, such as cefixime and levofloxacin. The most common diagnosis based on ICD-10 codes was Z098. These findings indicate a tendency toward the use of broad-spectrum antibiotics, which poses a risk of increasing antibiotic resistance. Therefore, stricter antibiotic stewardship interventions and continuous education are necessary to improve the rational use of antibiotics in the geriatric population.
Studi Molecular Docking dan Prediksi Toksisitas Senyawa Kimia dari Salvia officinalis sebagai Antidiabetes Panca Bayu Chandra, Pra; Siswandono, Siswandono; Prasetiyo, Andri; Mumpuni, Esti; Aey Fadilah, Yasin; Sari Dewi, Rika
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i2.866

Abstract

Salvia officinalis digunakan secara luas sebagai obat tradisional untuk pengobatan diabetes tetapi mekanisme kerjanya masih belum jelas. Penelitian bertujuan memprediksi senyawa dalam Salvia officinalis yang berkhasiat sebagai antidiabetes secara in-silico dengan menggunakan perangkat lunak Molegro Virtual Docking. Docking dilakukan terhadap 17 senyawa uji dalam Salvia officinalis yaitu (-)-Camphor, (-)-Epicatechin, (3R)-Linalyl diphosphate, (E)-p-Coumaric acid, 1-Hydroxypinoresionol 1-glucoside, 3-(3,4-Dihydroxyphenyl)-2-hydroxypropanoic acid, 5,7,3’,4’-Tetrahydroxyflavone, Apigenin, Borneol, Carnosolic acid, Gallocatechin 3-O-gallate, Geranyl diphosphate, Limonene, Methyl 2-[bis(2,2,2-trifluoroethoxy)phosphory]propanoate, Octadecanoic acid, Rosmadial, dan Rosmanol dengan reseptor peroxisome proliferator activated gamma (PDB: 3K8S) serta senyawa pembanding Pioglitazone HCl. Dari 17 senyawa uji, Gallocatechin 3-O-gallate diprediksi memiliki aktivitas sebagai antidiabetes yang bekerja pada peroxisome proliferator activated gamma dengan nilai rerank score -135.132 kcal/mol dengan aktivitas lebih baik dibandingkan obat Pioglitazone HCl. Gallocatechin 3-O-gallate diprediksi pada toksisitas berdasarkan AMES (mutagenik), Max. Tolerated Dose (human) (maximum recommended therapeutic dose atau MRTD rendah), oral rat acute toxicity (LD50) (tidak toksik), oral rat chronic toxicity (LOAEL) 4.209 (log dosis terendah yang bisa menimbulkan efek samping 4.209 mg/kg BB/hari), tidak hepatotoksis dan tidak menimbulkan sensitisasi pada kulit
PERBANDINGAN KADAR FLAVONOID TOTAL BUAH OYONG (Luffa acutangula L.) SEGAR DAN REBUS DENGAN SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL Anggraini, Devina Ingrid
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v4i1.392

Abstract

Flavonoids are natural compounds that have ability as antioxidants. Flavonoids are found in many vegetables, one of which is the Oyong fruit (Luffa acutangula L). This study aims to determine the ratio of total flavonoid content of fresh and boiled Oyong fruit (Luffa acutangula L) using visibel spectrophotometry. Fresh Oyong fruit and boiled Oyong fruit for 5 minutes were determined qualitatively by Mg and HCl test, 10% NaOH test, concentrated H2SO4 test and quantitative test using the visibel spectrophotometry method at a wavelength of 431 nm. Comparison of total flavonoid levels can be analyzed by Independent T-test. The results of the qualitative test showed that fresh and boiled Oyong fruit positively contained flavonoids. The average level of flavonoids in fresh oyong fruit is 0.19 mgQE/ gram with a coefficient of variation of 0.40%. The average level of flavonoids in boiled oyong fruit is 0.28 mgQE/ gram with a coefficient of variation of 0.14%. The average level of flavonoids in boiled oyong fruits was significantly higher than the levels of flavonoids in fresh Oyong fruits with p<0.05.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG SWAMEDIKASI OBAT INFUENZA DI DUSUN SOKA KLATEN BULAN FEBRUARI 2023 Yulianto, Danang
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v4i1.396

Abstract

Based on data from the Central Statistics Agency in 2021, the prevalence of people in Indonesia who do self-medication is 84.23%.. Some studies show that influenza is a disease that many people complain about during self-medication. Self-medication against influenza is not a completely safe treatment, so knowledge of the use of infuenza drugs must be required. The purpose of this study was to determine the level of public knowledge about influenza medicine self-medication in Soka, TambongWetan, Kalikotes, Klaten Regency.The study was conducted in a quantitative descriptive observational manner involving 97 research respondents taken by purposive sampling method. Data was taken using questionnaire that had previously been tested for validity and reliability, data analysis with univariate analysis using Microsoft excelto get an overview of the frequency and percentage of knowledge levels so that they were categorized into high, medium and low.The results showed that 63.92% of respondents had a good level of knowledge about influenza drug self-medication, 35.05% had a sufficient level of knowledge, 1.03% had a lack of knowledge. Based on the results of the study, it can be concluded that the majority of respondents have a good level of knowledge about influenza drug self-medication.
Potensi Interaksi Antibiotik pada Kasus Infeksi Pneumonia di Bangsal Rawat Inap RSUD Dr.Moewar di Surakarta Fransiska, Fransiska Wahyu Bintari Putri; Rahardjoputro, Rolando; Prawistya Sari, Agnes
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.400

Abstract

Pneumonia adalah kondisi dimana seseorang mengalami infeksi yang terjadi pada kantung-kantung udara dalam paru-paru, dapat menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) disalah satuatau kedua paru-paru, yang mengakibatkan alveoli dipenuhi cairan atau nanah sehingga membuat penderita sulit bernafas.Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan dosis yang tidak benar dapat menyebabkanresistensi pada antibiotik. Penggunaan kombinasi pada antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkaninteraksi yang tidak diinginkan dan menyebabkan terjadinya efek samping pada obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi antibiotik yang terjadi pada kasus pneumonia dan jenis interaksinya pada penggunaan antibiotik pasien rawat inap di RSUD Dr.Moewardi Surakarta periode Januari-Desember tahun 2022. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif, dengan menggunakan teknik total sampling dimana mengambil semua populasi yang akan dijadikan sampel pada penelitian, yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi menggunakan data rekam medis pasien pneumonia rawat inap. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa potensi interaksi antibiotik terjadi pada 111 pasien pneumonia, dari 766 potensi interaksi antibiotik yang terjadi, 17,31% merupakan kategori mayor, 79,49% kategori interaksi moderat, dan 3,20% kategori interaksi minor.
Potensi Interaksi Obat Pada Peresepan Obat Peroral Pasien Dewasa Rawat Inap Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Komorbiditas Hipertensi Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Yesi, Yesi Susianti; Prawistya Sari, Agnes; Rahardjoputro, Rolando
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.401

Abstract

Diabetes mellitus termasuk dalam penyakit kronis (menahun) yang diderita pasien selama hidupnya penyakit ini berdampak pada sumber manusia dan melonjaknya biaya kesehatan. Hipertensi termasuk dalam penyakit silent killer karena hampir tidak memiliki gejala awal apabila terdapat gejala sering dianggap sebagai gangguan biasa, dapat mengakibatkan efek yang fatal yaitu kematian. Penyebab diabetes mellitus tipe 2 disertai hipertensi yaitu retensi natrium ginjal yang menyebabkan ekspansi volume, peningkatan resistensi vaskular yang disebabkan karena kurangnya vasodilatasi yang diperantarai nitric oxide dan peningkatan stimulasi simpatetik karena hiperinsulinemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada peresepan obat peroral pasien rawat inap diabetes mellitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan pendekatan depskritif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Data penelitian diambil dari rekam medis pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi di instalasi rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2022. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik responden menunjukkan jenis kelamin yang terbanyak adalah perempuan dibandingkan laki-laki, perempuan sebanyak 61 (61%) sedangkan laki- laki sebanyak 39 (39%). Berdasarkan hasil dari 100 catatan rekam medis pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi di instalasi rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2022 terdapat 64% pasien memiliki kriteria mayor sebanyak 0%, moderate sebanyak 64%, minor sebanyak 0% potensi interaksi obat diabetes mellitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi.
Pengaruh Perbedaan Pelarut terhadap Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Daun Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) Florensia, Shalsabila; Andi Wijaya
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.402

Abstract

Daun tapak liman dapat dimanfaatkan sebagai antihiperurisemia karena mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid yang diperoleh melalui proses ekstraksi dengan pelarut tertentu. Penggunaan pelarut yang sesuai mempengaruhi hasil penarikan senyawa aktif dalam suatu ekstrak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis pelarut terhadap kandungan senyawa metabolit sekunder daun tapak liman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode posttest only design. Ekstrak daun tapak liman diperoleh secara maserasi selama 3x24 jam menggunakan pelarut etanol 70%, etil asetat, dan n-Heksan dengan perbandingan 1:6. Filtrat hasil maserat yang telah disaring diuapkan menggunakan waterbath agar menjadi ekstrak kental. Ekstrak kental yang didapat selanjutnya diuji skrining fitokimia meliputi uji alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Rerata rendemen ekstrak etanol 70% adalah 1,04±0,14%, etil asetat sebesar 1,25±0,08%, dan n-Heksan adalah 1,047±0,07% lebih kecil dari acuan pada Farmakope Herbal Indonesia 2017 untuk ekstrak etanol yaitu ≥5,5%. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan ektrak etanol mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, dan steroid. Ekstrak etil asetat mengandung fenolik, alkaloid, dan steroid, sedangkan ekstrak n-heksan mengandung flavonoid dan steroid. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pelarut dengan kepolaran yang berbeda dapat mempengaruhi keoptimalan penarikan senyawa metabolit sekunder pada uji skrining fitokimia ekstrak daun tapak liman.
Analisis Rasionalitas Obat Antihipertensi Pada Pasien Dewasa Hipertensi Yang Menjalani Rawat Inap Di Bangsal RSUD Dr Moewardi Surakarta Evika Risa Antasya
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v4i1.404

Abstract

Hypertension is a circulatory disorder that causes blood pressure to rise above normal, namely ≥140/90 mmHg. The number of people with hypertension continues to increase from year to year, where it is estimated that 1.5 billion people will be affected by hypertension in 2025 and 10.44 million people will die every year due to hypertension and its complications. Irrational drug use is a global problem that endangers public health. This study aims to determine rationality analysis of antihypertensive drug in adult hypertension patients undergoing inpatient in RSUD Dr. Moewardi Surakarta period January-December year 2022. This research is an observational descriptive study with cross sectional method that retrieves data retrospectively from medical records patient. Rationality analysis was performed using the 8T method. Population that used in this study were adult hypertensive patients undergoing inpatient at in RSUD Dr. Moewardi Surakarta period January-December year 2022, with a total sample of 100 samples. The results obtained are right diagnosis (100%), right indication (100%), right drug selection (99%), right dose (92%), right way of giving the drug (100%), right time interval of administration (94%), appropriate long gift (100%), and right assessment patient's condition (100%).
Aktivitas Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk.) Terhadap Mencit Yang Diinduksi Glukosa Sebagai Obat Alami Antidiabetes Kharisma, Kharisma Putri Murti Dewi; Ediati, Joko Santoso
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.433

Abstract

Diabetes melitus merupakan kumpulan penyakit metabolik dengan keadaan hiperglikemia yang terjadi karena terdapat kelainan dari sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya. Di Jawa Tengah pada tahun 2018, diabetes melitus menempati urutan ke dua setelah hipertensi yaitu mencapai angka 20,57%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun kelor yang mengandung flavonoid dan dosis optimum ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit yang diinduksi glukosa. Metode penelitian ini yaitu dengan metode eksperimental dengan design penelitian pretest and post test with control group. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak daunkelor positif mengandung flavonoid. Dalam 0,2091 g ekstrak daun kelor mengandung flavonoid sebesar 6,67 mg/g.Ekstrak daun kelor diberikan pada mencit dengan dengan menggunakan pelarut Dimethylsulfoxide (DMSO) 1% dengan dosis Kelompok I (98mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 48,53%; Kelompok II (147 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 44,38%; Kelompok III (220,5 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 53,03%; Kelompok IV (330,75 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 43,08%; Kelompok V (496,125 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 32,44%. Pada pengujiannya terhadap mencit, ekstrak daun kelor dapat menurunkan kadar gula darah mencit setelah pemberian induksi. Dosis ekstrak daun kelor yang paling efektif dalam menurunkan kadar gula darah yaitu pada kelompok III (220,5 mg/KgBB) dengan potensi penurunan gula darah sebesar 53,09%.
Uji Aktivitas Analgetik Teh Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap Mencit (Mus musculus) Betina Handayani, Rini; Aulianshah, Vonna; Zakiah, Noni; Putri, Zahrifa Adinda; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.444

Abstract

Analgetik adalah bahan atau obat yang digunakan untuk menekan atau mengurangi rasa sakit tanpa menyebabkan hilangnya kesadaran.  Nyeri merupakan suatu kejadian sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan ditandai dengan adanya kerusakan jaringan. Penelitian ini bersifat eksperimentel yang bertujuan untuk menentukan efek analgetik teh daun ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap Mencit (Mus musculus) Betina dan untuk mengetahui dosis teh daun ciplukan (Physalis angulata L.) yang dapat memberikan efek analgetik pada Mencit (Mus musculus) Betina. Teh daun ciplukan diseduh dengan air panas pada suhu 90⁰C sebanyak 200 mL kemudian kantong teh dicelup naik turun selama 5 menit.  Penelitian ini  dibagi atas  5 kelompok perlakuan yaitu perlakuan kontrol negatif, kontrol positif,  teh daun ciplukan 0,2 mL/20 g BB mencit (dosis I);  teh daun ciplukan 0,4 mL/20 g BB mencit (dosis II); dan teh daun ciplukan 0,6 mL/20 g BB mencit (dosis III).  Hasil uji aktivitas analgetik teh daun ciplukan terhadap mencit betina pada dosis I, dosis II dan dosis III mempunyai aktivitas sebagai analgetik. Berdasarkan uji LSD teh daun ciplukan terhadap mencit betina pada dosis I dan dosis II ada perbedaan signifikan dengan kontrol positif yaitu paracetamol (p≤0,05), sedangkan dosis III tidak ada perbedaan signifikan dengan kontrol positif yaitu paracetamol (p≥0,05).

Page 8 of 10 | Total Record : 100