cover
Contact Name
Fithrotin
Contact Email
fithrotin@iai-tabah.ac.id
Phone
+6285649936761
Journal Mail Official
participatory@iai-tabah.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.iai-tabah.ac.id/index.php/Participatory/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PARTICIPATORY
Core Subject : Social,
Participatory merupakan jurnal penelitian hasil pengabdian kepada masyarakat yang bersikan karya ilmiah hasil Riset berbasiskan pengabdian kepada masyarakat. Sebagaimana fungsinya, Jurnal Participatory dapat dijadikan sebagai forum dan media informasi untuk: 1) mengembangkan ilmu pengetahuan berdasarkan pada kajian teoritis dan empiris yang dapat memberikan kontribusi pada kehidupan masyarakat, 2) mendorong lahirnya pemikiran, penelitian dan aksi baru dalam pengembangan dan penyelesaian persoalaan masyarakat berbasiskan partisipasi masyarakat, 3) memberikan ruang diskursus dan publikasi bagi anda para pengabdi masyarakat dari hasil pengabdian yang dilakukan, 4) memberikan diskursus pengembangan metode pengabdian masyarakat seperti halnya metode pengabdian masyarakat Participatory Action Reaserch (PAR), Asset-Based Comunity Development (ABCD), Comunity Based Reaserch (CBR), Service learning (SL) dan lain sebagainya. Jurnal ini merupakan media enam bulanan (tiap tahun terbit dua kali) yang bertujuan memajukan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dalam bidang Pengabdian Masyarakat yang menjadi kajian di Indonesia dan seluruh dunia, guna meningkatkan daya dan hasil Masyarakat Indonesia yang maju dan kompatibel. Media ini ditujukan kepada para stakeholder, dosen, guru, tokoh agama, tokoh nasional, usahawan swasta maupun pemerintah, perusahaan, mahasiswa, dan pihak-pihak lain yang menaruh minat pada pengabdian masyarakat berbasiskan partisipatif
Articles 46 Documents
Peningkatan Partisipasi Perempuan pada Program Pembangunan Desa (Studi Pemberdayaan pada PKK Ratih Kusuma Ningtias; Karomah, Wardatul; Nur Azizah
PARTISIPATORY Vol 5 No 01 (2026): PARTICIPATORY: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI TABAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/participatory.v5i01.4572

Abstract

Partisipasi perempuan dalam pembangunan desa masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan kultural, khususnya dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Artikel pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan dampak pendampingan pemberdayaan perempuan PKK dalam meningkatkan partisipasi mereka pada pembangunan desa di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan perempuan sebagai subjek aktif melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan aksi, pelaksanaan, serta refleksi dan evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan lima perubahan utama, yaitu meningkatnya kapasitas individu perempuan, penguatan kelembagaan PKK, terbentuknya Kelompok Kerja Perempuan sebagai wadah partisipasi baru, terjadinya perubahan sosial-budaya terkait peran gender, serta terbangunnya kolaborasi kelembagaan antara perempuan dan pemerintah desa. Program pendampingan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif mampu mendorong transformasi sosial secara bertahap dan berkelanjutan, serta berkontribusi pada terwujudnya tata kelola pembangunan desa yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot dan  Budaya Mutu Azhar, Imam Azhar
PARTISIPATORY Vol 5 No 01 (2026): PARTICIPATORY: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI TABAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/participatory.v5i01.4594

Abstract

ABSTRACT:  Implementasi manajemen yang dapat memperbaiki kondisi dan performa lembaga dalam rangka menjadi lembaga yang berkulalitas dan mempunyai daya tarik merupakan sebuah keharusan. Namun demikian, Ini berbeda dengan kondisi lokasi dampingan yang ada, dimana fungsi-fungsi manajemen tidak berjalan dengan baik yang pada gilirannya mengancam keberadaan lembaga itu sendiri. Untuk perbaikan dan peningkatan performa lembaga yang berkualitas inilah maksud dan tujuan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan. Kegiatan dampingan ini dilaksanakan mengikuti periodisasi Kepemimpinan kepala sekolah. Bentuk kegiatan dampingan yang dilaksanakan terdiri dari 3 fase. Fase pertama adalah Perencanaan dengan bentuk kegiatan melakukan analisis SWOT, Mengkaji dan merumuskan ulang visi dan misi lembaga, Merumuskan indikator-indikator visi dan misi, dan Merumuskan kegiatan implementatif pencapaian indikator visi dan misi. Fase kedua adalah organizing dan Actuating seperti: pelakasanaan re-recruitment tenaga struktural dan guru, Pelatihan manajemen kualitas, dan pelatihan budaya kualitas. Fase ketiga adalah evaluasi. Pada fase ini, tim penjamin mutu dan pendamping secara terencana melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan secara periodik, yaitu 3 bulanan.  Fase ketiga adalah fase pengotrolan dan evaluasi. Hasil implementasi program pendampingan menunjukkan bahwa lembaga telah mampu melakukan analisis SWOT, merumuskan ulang visi, misi, program dan indikator pencapaiannya. Pelakasanaan program menunjukkan kinerja yang lebih optimal yang diindikasikan dengan meningkatnya semangat, dan kehadiran para pejabat struktural, para guru dan siswa dalam menjalankan peran, fungsi, dan tugasnya masing-masing. Untuk mencapai kesuksesan secara lebih komprehensif dalam rangka menuju sekolah unggulan, maka direkomendasikan agar pelaksanaan perbaikan melalui pendampingan ini dijalankan pada tahun kedua dengan titik tekan yang berbeda, seperti perbaikan kurikulum dan program kesiswaan.
Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) shofiyah; Abd Kholiq
PARTISIPATORY Vol 5 No 01 (2026): PARTICIPATORY: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI TABAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/participatory.v5i01.4706

Abstract

Tidak jarang keluarga justru menjadi sumber kekerasan terhadap anak, baik secara fisik maupun psikis. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak serius terhadap perkembangan mental, emosional, dan sosial anak. Penelitian dan pendampingan ini dilakukan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Kabupaten Gresik, yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Kabupaten Gresik. Tujuan kegiatan ini adalah membantu pemulihan trauma anak korban kekerasan serta mengembalikan fungsi sosial anak dan keluarganya. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan partisipasi aktif anak, keluarga, dan tenaga profesional seperti psikolog, pekerja sosial, dan advokat. Pendampingan dilakukan melalui tahapan observasi, identifikasi masalah, penyusunan rencana intervensi, pelaksanaan intervensi, monitoring, evaluasi, hingga terminasi. Bentuk intervensi meliputi konsultasi, konseling individual dan keluarga, mediasi, advokasi, serta rujukan ke lembaga lain sesuai kebutuhan klien. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa pendekatan psikososial yang dilakukan di LK3 efektif dalam membantu anak pulih dari trauma, meningkatkan kepercayaan diri, memperbaiki hubungan keluarga, serta memperkuat dukungan sosial di lingkungan sekitar. Dari sisi sosial, pendampingan juga mendorong keluarga untuk menerapkan pola asuh positif dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa LK3 berperan penting sebagai lembaga rujukan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak, baik dalam aspek pemulihan psikologis maupun perbaikan sosial keluarga. Selain itu, LK3 juga berfungsi sebagai pusat penguatan ketahanan keluarga dan pembangunan kesejahteraan psikososial masyarakat agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang tanpa kekerasan.
Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah Sunarto, Sunarto; Tamrin, Abdullah
PARTISIPATORY Vol 5 No 01 (2026): PARTICIPATORY: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI TABAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/participatory.v5i01.4761

Abstract

Konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah di Indonesia masih tergolong rendah, padahal keduanya merupakan komponen penting dalam pemenuhan gizi seimbang yang berperan dalam mendukung pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit. Rendahnya konsumsi tersebut disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, kebiasaan makan yang tidak sehat, serta pengaruh lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konsumsi sayur dan buah melalui edukasi gizi seimbang pada anak usia sekolah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Makassar pada bulan Oktober 2025 dengan melibatkan 37 peserta yang terdiri dari 24 siswa (64,9%) dan 13 guru (35,1%). Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif dan demonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa terkait pentingnya konsumsi sayur dan buah, serta munculnya sikap positif dan kesadaran untuk menerapkan pola makan sehat. Keterlibatan guru sebagai agen perubahan juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan program. Meskipun kegiatan hanya dilakukan dalam satu pertemuan, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa edukasi gizi seimbang efektif dalam meningkatkan kesadaran konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut yang berkelanjutan untuk memastikan perubahan perilaku yang lebih permanen.
Pendampingan dan Peningkatan  Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital Asri, Muhammad; Kartini Marzuki; Rahma, Rahmawati; Yolandika Arsyad; Sudirman Sahidin
PARTISIPATORY Vol 5 No 01 (2026): PARTICIPATORY: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI TABAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/participatory.v5i01.4764

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tutor dalam mengoptimalkan pembelajaran pada satuan pendidikan nonformal di PKBM Bina Bahari di era digital. Tutor memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, namun masih menghadapi keterbatasan dalam penerapan pembelajaran berbasis andragogi dan pemanfaatan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis Community Based Research (CBR), yang melibatkan tutor dalam seluruh tahapan kegiatan, meliputi identifikasi kebutuhan melalui FGD dan wawancara, perencanaan bersama, pelaksanaan workshop, serta monitoring dan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek sikap dan kompetensi tutor. Tutor menjadi lebih percaya diri dalam mengelola pembelajaran, mampu menerapkan prinsip andragogi, serta mengintegrasikan media digital seperti video pembelajaran dan platform daring dalam proses belajar. Kebaruan dari kegiatan ini terletak pada integrasi pendekatan partisipatif, penguatan andragogi, dan literasi digital yang disesuaikan dengan konteks lokal PKBM. Kontribusi kegiatan ini adalah memberikan model pendampingan yang aplikatif dan kontekstual dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional tutor pendidikan nonformal secara berkelanjutan.
Pendampingan dan Penguatan Literasi Budaya Melalui Pengenalan Tradisi BISSU pada Mahasiswa Pencinta Alam Nur, Muhammad; Arifin, Ibrahim; Indriani, Indriani; Samsul Alam, Andi
PARTISIPATORY Vol 5 No 01 (2026): PARTICIPATORY: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI TABAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/participatory.v5i01.4788

Abstract

Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak terhadap menurunnya minat generasi muda dalam memahami dan melestarikan budaya lokal. Salah satu budaya lokal yang memiliki nilai historis, filosofis, dan spiritual tinggi adalah tradisi Bissu dalam masyarakat Bugis, yang saat ini menghadapi tantangan berupa stigma sosial dan minimnya pemahaman generasi muda. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi budaya mahasiswa melalui pendampingan berbasis Participatory Action Research (PAR) pada komunitas Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Tomanurung. Metode PAR dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan aksi, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi budaya mahasiswa, baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun kesadaran. Mahasiswa mampu memahami tradisi Bissu secara lebih komprehensif serta menunjukkan perubahan perspektif menjadi lebih terbuka, toleran, dan apresiatif terhadap keberagaman budaya. Selain itu, muncul kesadaran kolektif yang mendorong mahasiswa untuk melakukan aksi nyata dalam pelestarian budaya, seperti diskusi lanjutan, pembuatan konten edukatif, dan keterlibatan dalam kegiatan budaya. Dengan demikian, pendekatan PAR terbukti efektif dalam meningkatkan literasi budaya sekaligus membentuk sikap dan komitmen mahasiswa sebagai agen pelestarian budaya lokal.