cover
Contact Name
M Riyan Hidayat
Contact Email
mrhidayat28@gmail.com
Phone
+6282245839804
Journal Mail Official
mrhidayat28@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lintas Timur Km. 36 Indaralaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
At Tahfidz Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 27747425     DOI : https://doi.org/10.53649/at-tahfidz
Core Subject : Religion,
The Journal At Tahfidz concentrates on publishing scientific papers with the theme of Quranic studies with the following coverage Study of Quran Science, Quran Translation, Study of Quranic Tafsir, Research on the Quran, Living Quran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021" : 7 Documents clear
Influencer dalam Al-Qur’an: Sebuah Kajian Tafsir Tematik Ahmad Murtaza MZ; M. Riyan Hidayat
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.323

Abstract

Pada penelitian pustaka (library research) ini memiliki tujuan untuk menggali lebih dalam makna influencer yang terdapat dalam literatur kitab-kitab tafsir terhadap surat An-Nahl ayat 125 tentang penggunaan media sosial oleh influencer. Di samping itu, penelitian ini merupakan kajian tafsir tematik agar dapat mengungkapkan makna dari influencer yang sesuai dengan petunjuk dari Al-Qur’an yang dibuktikan melalui literatur tafsir hingga menemukan aturan-aturan dari Al-Qur’an yang bermanfaat bagi influencer. Prinsip-prinsip yang terkandung dari Al-Qur’an ini bermaksud agar influencer memberikan dampak positif bagi tiap pengikutnya di media sosial. Dalam penelitian ini menghasilkan bahwa tiap influencer memiliki caranya tersendiri dalam menyampaikan kebaikan yang disesuaikan dengan sarana prasarana masa sekarang.
Sejarah Pemikiran Al-Quran Periode Klasik Muhammad Amin
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.324

Abstract

Artikel ini difokuskan pada kajian sejarah pemikiran al-Quran periode klasik yang meliputi sejarah pembukuan al-Quran, sejarah penafsiran al-Quran, sejarah ‘ulumul Quran, dan sejarah sosial al-Quran. Sejarah pembukuan al-Quran telah berlangsung sejak masa penurunan al-Quran itu sendiri melalui para kuttab al-wahyi, dibukukan menjadi satu mushaf pada era Abu Bakar atas saran dari Umar, dan diseragamkan cara membacanya pada era Utsman ibn ‘Affan melalui kepanitiaan Zaid ibn Tsabit, serta disempurnakan tanda bacanya oleh Abu al-Aswad, Nashr ibn ‘Ashim, dan Yahya ibn ‘Amir. Penafsiran al-Quran bermula sejak era nabi, diteruskan oleh para shahabat, dan dilembagakan melalui madrasah tafsir oleh para Tabi’in. Dari segi ‘ulumul quran, cabang kajian yang terlembaga pada periode klasik adalah qiraat al-Quran atau ragam cara baca al-Quran. Sementara secara sosial, respon masyarakat terhadap al-Quran pada era klasik dapat dibagi menjadi tiga yaitu golongan yang menolak otentisitas al-Quran, golongan yang mengakui keindahan dan kemukjizatan al-Quran, serta golongan yang sangat mencintai dan menghormati al-Quran.
Peran Imam Asy-Syathibi dalam Qira’at Al-Qur’an Niswatul Malihah; Tapa’ul Habdin
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.325

Abstract

Ilmu qira’at adalah salah satu ilmu yang mempunyai kedudukan tinggi dalam Islam, karena kaitannya dengan kitab suci al-Qur’an. Banyak ulama qira’at yang mendedikasikan diri dalam ilmu qira’at ini dengan mempelajari, mengkaji, mengajarkan dan mengamalkan ilmu qira’at serta memberikan karya terbaiknya, di antaranya adalah imam asy-Syathibi yang karyanya menjadi rujukan bagi para pencinta qira’at hingga saat ini. Berangkat dari latarbelakang di atas, peneliti ingin menggali tentang perjalanan imam asy-Syathibi dalam memperdalam ilmu qira’at hingga karyanya menjadi sandaran dan rujukan dalam mempelajari ilmu qira’at di penjuru dunia, oleh karena itu peneliti mengkajinya dengan menggunakan penelitian library research dengan fokus pada pembahasan peran Imam asy-Syathibi dalam qira’at al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan sumber data primer berupa kitab matan Syathibiyyah karya imam asy-Syathibi dan didukung sumber sekundernya berupa buku qira’at, sejarah, terjemah dan buku-buku yang berkenaan dengan ilmu qira’at lainnya. Hasil penelitian yang didapat bahwa imam asy-Syathibi mempunyai kontribusi yang besar dalam perkembangan ilmu qira’at, terlebih karyanya yang fenomenal dan diterima oleh kalangan pecinta qira’at. Dengan demikian, ilmu qira’at mempunyai peranan penting dalam kehidupan imam asy-Syathibi sehingga karyanya dapat dilestarikan dan dinikmati hingga saat ini.
Epistemologi Penafsiran Nasaruddin Umar (Studi Buku Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an) Rani
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.362

Abstract

Artikel ini mendiskusikan tentang struktur epistemlogi dalam tafsir yang terdapat dalam Buku Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Qur’an karya Nasarudin Umar. Kajian ini akan berfokus pada struktur fundamental pemikirannya yang membentuk epistemlogi dalam proses penafsiran Al-Qur’an. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka atau library research, dengan menggali dan meneliti karya-karya yang berkaitan dengan topik pembahasan. Penelitian ini berfokus untuk memahamii tiga hal, yakni: a) bagaimana latar belakang pemikiran Nasaruddin Umar? (b) bagaimana kondisi sosio-historis yang melingkupi Nasaruddin Umar? (c) bagaimana struktur epistemologi Nasaruddin Umar dalam menafsirkan Al-Qur’an? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Nasaruddin Umar berawal dari realitas ketimpangan gender yang ada dalam tafsir Al-Qur’an, yang menuntut pembacaan ulang dengan menggunakan nalar kritis serta perlunya memosisikan Al-Qur’an, realitas dan penafsir sebagai suatu kesatuan yang saling berkaitan. Hasil kajian ini juga menyoroti pentingnya memahami pergeseran sosial yang terjadi seiring waktu, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi interpretasi terhadap ajaran Al-Qur’an. Nasaruddin Umar menggunakan metode maudhu’i dalam proses pembacaan ulang terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan gender, dengan memanfaatkan beragam pendekatan seperti hermeneutika, semantik dan juga sosiologi. Temuan ini menggambarkan bahwa karya Nasaruddin Umar memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkanperspektif baru terhadap studi tafsir Al-Qur’an, dengan menekankan urgensi kesetaraan gender dalam teks suci Islam.
Analisis Kajian Tafsir Ahkam tentang Kedudukan Akad Muamalah pada Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia Fadli Daud Abdullah; Ah. Fathonih; Mohamad Athoillah
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.402

Abstract

Penelitian ini menganalisis kajian tafsir ahkam tentang kedudukan akad muamalah pada lembaga keuangan syariah di Indonesia. Sebagaimana Industri keuangan syariah menjadi semakin penting dalam perekonomian global, termasuk di Indonesia, di mana lembaga keuangan syariah memainkan peran utama. Akad muamalah, sebagai dasar hukum transaksi ekonomi syariah, memiliki kedudukan yang penting dalam operasional lembaga keuangan syariah. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan anaisis data sekunder dan pendekatan metode analisis maudhu'i dengan mencoba mencari jawaban al-Qur'an dengan mengumpulkan tafsir ayat-ayat al-Qur'an untuk menemukan kedudukan akad tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pentingnya menyediakan komitmen dan perjanjian dalam transaksi ekonomi, kecuali jika melanggar hukum syariah. Prinsip ini menciptakan landasan etika dan moral bagi bisnis dan transaksi ekonomi, yang mencerminkan integritas dan keadilan. Berdasarkan beberapa ayat Al-Qur'an, akad juga memegang peran penting dalam mengikat individu dalam menjalankan perjanjian dan komitmen mereka, dengan tanggung jawab moral dan spiritual yang kuat. sebagaimana telah dijelaskan dalam tafsir ahkan Quran surat Al-Maidah ayat 1 dan surat Al-Isra ayat 34 dan di pertegas lagi dalam Qur’an surat An-Nissa ayat 29 agar setiap perencanaan transaksi dan pelaksanaannya didasarkan atas niat baik, sehingga segala bentuk penipuan, kecurangan, dan penyelewengan dapat dihindari. Artikel ini memberikan kontribusi bagi praktisi, sejarawan, dan regulator di bidang perbankan syariah di Indonesia, yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan berkelanjutan lembaga keuangan syariah di negara ini. Kata Kunci: Akad Muamalah, Lembaga Keuangan Syariah, dan Tafsir Ahkam
Lokalitas Tafsir Rahmat Karya H. Oemar Bakry Ahmad Daiyan
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.406

Abstract

Interpretation studies in Indonesia have their own local wisdom. In an effort to understand the Qur'an and convey the messages contained in it to the public, of course the use of locality elements can make it easier for the community to understand the contents and explanations of the verses of the Koran. The purpose of this research is to reveal locality aspects in H. Oemar Bakry's Tafsir Rahmat. This article discusses the locality of Rahmat's interpretation, which is one example of interpretation in Indonesia. In fact, there are many other works of interpretation that have developed in Indonesia, including Turjuman al-Mustafid, which was written by a well-known scholar named Shaykh Abd al-Rauf as-Sinkili, who came from Aceh. Tafsir Faidl al-Rahman written by Syekh Soleh Darat, Semarang, and Tafsir Marah Labid or better known as Tafsir Munir by Syekh Nawawi al-Bantani from Banten. In the following era, insight into the interpretation of the Koran in Indonesia was enriched by the presence of al-Ibriz by KH Bisri Musthofa, father of the charismatic figure KH Musthofa Bisri from Rembang, Central Java, as well as Tafsir Al-Azhar by Haji Abdul Malik Karim Amrullah or known as Buya Hamka. He is an influential figure as well as the first Chairman of the Indonesian Ulema Council (MUI) from Agam Regency, West Sumatra, and there are many other examples of interpretations that have developed in Indonesia. This research category is qualitative research with library research. The method that the writer uses in collecting data and the data analysis method that the writer uses is descriptive-analytical.
Kaidah-Kaidah Ilmu Tafsir Yang Berisi Penisbatan Perspektif Khalid Utsman As-Sabt (Kitab Qowaid At-Tafsir) Ilma Amalia; Junaida; Ican Mandala
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.408

Abstract

Ilmu Tafsir merupakan ilmu yang menjadi jembatan dalam memahami isi Al-Qur’an. Meskipun tidak semua maksud dari Al-Qur’an dapat difahami secara keseluruhan, tetapi sebagai seorang muslim kaidah-kaidah tafsir terutama yang berhubungan dengan fikih praktis haruslah kita fahami untuk memutuskan suatu perkara dalam amaliah praktis keislaman kita. Tulisan ini membahas lima kaidah tafsir yang berhubungan dengan praktik dalam kehidupan sehari-hari yaitu kaidah terhadap ayat-ayat yang dinisbatkan terhadap Allah SWT, kaidah penetapan terhadap suatu hukum, kaidah kejelasan hukum dalam suatu perkara yang telah Allah SWT tetapkan, kaidah pengambilan lafadz dan kaidah yang menjelaskan bahwa tidak semua larangan menunjukkan pada keharaman. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang memfokuskan pembahasan pada lima kaidah yang terdapat dalma kitab Qowaid fi Tafsir juz 2 karya Kholid ‘Utsman As-Sabt. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengungkap makna dalam lafadz-lafadz al-Qur’an melalui kaidah-kaidah tafsir. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah adanya ayat-ayat yang serumpun dan bisa dikaidahkan dalam 1 kaidah sehingga lebih mudah untuk melakukan penafsiran dengan ayat tersebut dengan metode ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 7