cover
Contact Name
M Riyan Hidayat
Contact Email
mrhidayat28@gmail.com
Phone
+6282245839804
Journal Mail Official
mrhidayat28@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lintas Timur Km. 36 Indaralaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
At Tahfidz Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 27747425     DOI : https://doi.org/10.53649/at-tahfidz
Core Subject : Religion,
The Journal At Tahfidz concentrates on publishing scientific papers with the theme of Quranic studies with the following coverage Study of Quran Science, Quran Translation, Study of Quranic Tafsir, Research on the Quran, Living Quran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025" : 10 Documents clear
Pendekatan Isyari terhadap Kisah Nabi ‘Īsā dalam Al-Qur’an Melalui Tafsir Rūḥ al-bayān oleh Ismail Haqqi Bursawī Muhammad Farhan Rahardian; Muhammad Naufal Rafif Ramadhan
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1281

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kajian yang menyoroti dimensi esoteris dalam penafsiran kisah Nabi ‘Īsā a.s. yang selama ini lebih banyak dibahas dari sudut pandang teologis, rasional, dan historis. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan corak pendekatan isyārī diterapkan oleh Ismail Haqqi Bursawī dalam menafsirkan kisah Nabi ‘Īsā, serta bagaimana makna sufistik yang terkandung di dalamnya memperluas pemahaman terhadap kisah kenabian dalam Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap corak dan karakteristik tafsir sufistik moderat yang ditampilkan dalam Tafsir Rūḥ al-Bayān serta menunjukkan kontribusinya terhadap perkembangan penafsiran Al-Qur’an yang menggabungkan makna lahiriah dan batiniah secara harmonis. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif berbasis analisis teks, penelitian ini menemukan bahwa Bursawī mengintegrasikan pendekatan sufistik dengan unsur linguistik, teologis, dan moral secara seimbang. Melalui pendekatan isyārī-nya, kisah Nabi ‘Īsā dipahami sebagai simbol perjalanan ruhani menuju penyucian jiwa dan kesempurnaan insan. Temuan ini menegaskan bahwa Tafsir Rūḥ al-Bayān merupakan salah satu model tafsir sufistik yang tidak hanya bersifat kontemplatif, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan spiritual yang tinggi yang tetap relevan bagi kajian Al-Qur’an kontemporer.
Relevansi Al-Qur’an Sebagai Strategi Menghadapi Doomscrolling di Era Media Sosial: Analisis Tafsir Maqashidi Siti Anisaul Khoiriyah; Ahmad Farih Dzakiy; Muhammad Ismail
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1286

Abstract

Doomscrolling, kebiasaan terus-menerus menggulir konten negatif di media digital, telah menjadi fenomena sosial yang memengaruhi kesehatan mental, kesejahteraan emosional, dan kepercayaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis doomscrolling melalui perspektif Tafsīr Maqāṣhidī, serta menawarkan strategi normatif-religius untuk membangun perilaku digital yang seimbang, rasional, dan bermoral. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana panduan etis, moral, dan spiritual dalam al-Qur’ān dapat menjelaskan dan mengendalikan perilaku doomscrolling. Metode penelitian menggunakan kajian kepustakaan kualitatif dengan menafsirkan Q.S. al-‘Aṣr (103:1–3), al-Ḥujurāt (49:6), dan Luqmān (31:6) untuk menemukan relevansi tematik dengan perilaku digital modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan berlebihan dalam konten negatif menimbulkan khusr (kerugian), verifikasi informasi (tabayyun) penting untuk menghindari penyebaran informasi yang salah, dan aktivitas melalaikan (lahw) sejalan dengan dampak negatif doomscrolling. Hasil kajian menunjukkan bahwa doomscrolling mengancam tiga pokok maqāṣhid: ḥifẓ al-‘aql karena melemahkan daya pikir kritis, ḥifẓ al-dīn karena mengalihkan waktu dan energi dari ibadah, dan ḥifẓ al-nafs karena menimbulkan stres, kecemasan, dan kelelahan mental. Berdasarkan tafsīr maqāṣidī, strategi pengendalian konsumsi konten digital, manajemen waktu, dan penguatan sikap kritis dapat meminimalkan kerugian spiritual, psikologis, dan sosial, serta mendorong penggunaan media digital secara produktif dan sehat. Temuan ini menegaskan bahwa tafsīr maqāṣidī memberikan landasan etis, moral, dan strategis untuk membentuk perilaku digital yang digital yang lebih sehat, rasional, dan berorientasi pada kemaslahatan.
The Concept of Grateful in Qs: Al-Ibrahim [14]:7 (Application of Ma’nā-Cum-Maghzā Theory) Rosyda 'Aqila
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1299

Abstract

This research will answer the phenomenon of insecurity that can affect the fear and anxiety that occurs in individuals who are not satisfied by comparing them with the achievements in their environment. This insecure attitude is, of course, a problem that must be immediately eradicated so that it does not spread to millennials and the gen-Z Generation. Through QS. Ibrahim[14]:7 with the application of the theory of Ma'nā-cum-maghzā, solutions to the problem of insecurity will be seen. This study uses library research through hadith literature, interpretation, and syi'ir jahiliyyah to produce a transformation of the concept and meaning of gratitude in three aspects, namely the actualization of positive values in gratitude, involving God, and prudence that have an impact on aspects of gratitude. mental, health, and self-confidence
Studi Kitab Al-Mu’in karya AG. Abd Muin Yusuf Dalam Lensa Akidah Syariah Tasawuf Yolan Hardika Pratama; Rusdi; Zulfi Fadhlurrahman; Muhammad Imran; ⁠⁠Muchamad Subulul Hikam
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1333

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif Tafsir Al-Muin, sebuah karya monumental yang diprakarsai oleh Abd. Muin Yusuf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, bertumpu pada studi literatur terhadap berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Temuan utama menunjukkan bahwa Tafsir Al-Muin, yang aslinya berjudul Tafsere Akorang Ma’basa Ugi, merupakan produk vernakularisasi Al-Qur'an yang signifikan di tatar Bugis, Sulawesi Selatan. Profil Abd. Muin Yusuf sebagai ulama, pendidik, politisi, dan pemimpin masyarakat turut membentuk karakter tafsir ini. Alasan utama penulisannya adalah kebutuhan masyarakat Bugis akan pemahaman Al-Qur'an dalam bahasa ibu mereka, serta tanggung jawab keulamaan. Tafsir ini menggunakan metode tahlili (analitis) dengan merujuk pada beragam sumber klasik dan kontemporer, serta menunjukkan corak yang tidak dominan pada satu aspek (fikih, kalam, atau tasawuf) melainkan berupaya menyajikan panduan yang holistik. Pemikiran. Abd. Muin Yusuf yang tercermin di dalamnya bercirikan moderasi, penghargaan terhadap perbedaan pendapat (khilafiyah), dan upaya kontekstualisasi ajaran Islam. Aspek lokalitas sangat kental melalui penggunaan bahasa Bugis dan aksara Lontara', serta relevansinya dengan budaya setempat. Meskipun memiliki kelebihan dalam aksesibilitas bagi penutur Bugis dan kelengkapannya, keterbatasan jangkauan bagi non-penutur Bugis menjadi salah satu kekurangannya. Tafsir ini diterima luas oleh masyarakat Bugis, khususnya sebagai rujukan para dai. Kajian ini menegaskan signifikansi Tafsir Al-Muin dalam khazanah intelektual Islam Nusantara dan relevansinya bagi studi Islam kontemporer.
Dimensi Saba’u Abwāb: Tafsir Maudhu'i tentang Terminologi dan Hirarki Nama-Nama Neraka dalam Al-Qur'an Salehuddin Mattawang; Samsul Ma'arif; Rusdi Sofian; Wardila Deto; Agustang K
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1358

Abstract

Penelitian ini menelaah istilah Jahannam, Jahīm, dan Saqar dalam Al-Qur’an melalui pendekatan Tafsir Maudhu‘i guna mengidentifikasi makna dasar, cakupan semantik, serta hubungan hierarkis di antara ketiganya dalam konteks Saba’u Abwāb (tujuh pintu neraka). Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketiga istilah tersebut tidak bersifat sinonim, melainkan menggambarkan tingkatan azab yang berbeda sesuai akar linguistik dan konteks penggunaannya dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Jahannam menggambarkan tempat kembali yang luas, dalam, dan gelap; Jahīm menyoroti kobaran api yang sangat dahsyat; sementara Saqar menghadirkan deskripsi azab paling berat yang membakar habis tanpa menyisakan apa pun. Berdasarkan analisis ayat-ayat terkait, penelitian ini menyimpulkan adanya susunan hierarkis yang menempatkan masing-masing istilah pada tingkat yang berbeda dalam struktur tujuh pintu neraka, sehingga mengungkap kompleksitas konsep azab serta manifestasi keadilan Ilahi dalam perspektif eskatologi Islam.
Frugal Living dengan nilai Ajaran Al-Qur'an Sebagai Solusi Pola Hidup Konsumtif : Studi Atas Ayat-ayat tentang Larangan Berlebihan Amaliya, Niila Khoiru Amaliya; Lilia Indiana Sari
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1375

Abstract

The phenomenon of consumerism has become one of today's contemporary social problems. Consumerism impacts the economic stability of individuals and families. In addition, consumerism also reflects unhealthy social behavior and mental health. The frugal living lifestyle, which is a pattern of saving and being wise in consumption, has emerged as a new paradigm to respond to consumerism. On the other hand, the Qur'an as a book of guidance for life also has teachings on how to consume, especially with the concept of balance, not being stingy and not being wasteful. This study aims to analyze the integration of the concept of frugal living with the values ​​of the Qur'an as an alternative solution in building a moderate and conscious lifestyle and consumption behavior. The research method used is a literature study with a thematic approach (mawḍū‘ī) to relevant Qur'anic verses, such as QS. al-Isrā' (17): 27, QS. and QS. al-A‘rāf (7): 31. The results of the study indicate that the value of frugal living has a strong correlation with the Qur’anic principles of al-iqtishād (simplicity), al-infaq al-mu‘tadil (moderate spending), and the prohibition of isrāf (excessive spending). This integration is not only able to reduce consumer behavior, but also fosters spiritual awareness, social responsibility, and environmental sustainability. This study recommends the implementation of frugal living values ​​based on Qur’anic ethics in education, families, and public policy as a preventive measure against modern consumer culture.
Penerapan Metode An-Nahdliyah Dalam Pemahaman Membaca Al-Qur’an Santri TPQ Miftahul Ulum Lamongan Salamah, Ika; Sholeh , Muhammad Badrus; Afifah; Negoro, Rohmatullah Hadi
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1377

Abstract

The ability to read the Qur'an properly and correctly is a fundamental skill that every Muslim must possess. However, in reality, many TPQ students are still not fluent, even after years of study. This condition indicates that the learning methods used are not yet fully effective in improving the ability to read the Qur'an. This study aims to analyse the application of the An-Nahdliyah method in teaching Qur'an reading at the Miftahul Ulum Lamongan TPQ. The study uses a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted interactively through a process of reduction, presentation, and conclusion drawing, while data validity was tested using source and method triangulation. The results of the study indicate that the application of the An-Nahdliyah method, which emphasises talaqqi, musyafahah, and gradual repetition, has proven effective in improving students' ability to read the Qur'an in accordance with the rules of tajwid. In addition, this method also fosters discipline, independence, and love for the Qur'an. The successful application of this method is supported by teacher competence, community support, and the method's suitability to the pesantren tradition. However, obstacles such as limited learning time and facilities remain.
Analisis Komparatif Metode Harfiyyah dalam Terjemah Al-Qur’an Kemenag 2019 dan Metode Tafsiriyyah Dalam Tafsir Al-Misbah Hartafan, Azmil Iman; Moh. Abdul Kholiq Hasan
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1379

Abstract

Studi ini membandingkan metode literal yang digunakan dalam terjemahan Al-Qur'an oleh Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2019 dengan metode interpretatif yang digunakan dalam Tafsir Al-Mishbah karya Quraish Shihab melalui analisis kualitatif komparatif terhadap ayat-ayat tertentu. Terjemahan harfiah unggul dalam akurasi leksikal-gramatikal dan kesetiaan terhadap teks sumber, menjadikannya ideal untuk studi teologis akademis, tetapi kaku dan oleh karena itu kurang jelas bagi pembaca umum. Sebaliknya, tafsiriyyah memprioritaskan makna kontekstual dengan bahasa yang mengalir, meningkatkan pemahaman publik, meskipun rentan terhadap subjektivitas interpretatif. Kedua metode saling melengkapi; model hibrida direkomendasikan: terjemahan harfiyyah dasar ditambah catatan tafsiriyyah untuk ayat-ayat kompleks. Pendekatan ini menyeimbangkan ketepatan ilmiah dan keterjangkauan untuk dakwah di Indonesia kontemporer.
Tumbuhan dalam al-Qur'an: Telaah Botani terhadap QS. Yasin Ayat 33-35 dalam Tafsir al-Azhar Ami Juwita Arnella
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1381

Abstract

Artikel ini membahas keterkaitan antara teks al-Qur’an dan ilmu botani modern melalui kajian terhadap QS. Yasin ayat 33–35, dengan menekankan penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar. Fokus utama penelitian ini adalah mengungkap bagaimana al-Qur’an tidak hanya menyampaikan ajaran teologis, tetapi juga menyimpan narasi biologis yang dapat dipahami dalam kerangka ilmu pengetahuan modern, khususnya botani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka (library research) dan metode analisis isi untuk menggali pesan-pesan tematik dari ayat yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an secara naratif menggambarkan proses biologis tumbuhan seperti hidupnya tanah mati, tumbuhnya biji-bijian, serta terbentuknya kebun dan sumber air yang sejalan dengan prinsip dasar botani seperti fotosintesis, perkecambahan, dan ekologi pertanian. Dalam Tafsir al-Azhar, Hamka tidak hanya menekankan makna spiritual dari ayat-ayat tersebut, tetapi juga mengaitkannya dengan realitas pertanian dan teknologi lokal, sekaligus menyuarakan pentingnya kesadaran ekologis dan rasa syukur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tumbuhan dalam al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai entitas biologis, tetapi juga sebagai simbol ketuhanan, rezeki, dan pengingat atas kekuasaan Ilahi. Kajian ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif antara ilmu sains dan tafsir dapat memperkaya pemahaman umat terhadap wahyu serta mendorong kesadaran ekologis yang berbasis spiritualitas. Dengan demikian, al-Qur’an dapat dibaca sebagai teks suci sekaligus sumber inspirasi ekologis yang relevan dalam konteks krisis lingkungan saat ini. Kata kunci: Tumbuhan; QS. Yasin ayat 33-35; Botani; Tafsir al-Azhar
Etika Berpendapat di Media Sosial: Analisis Pendekatan Ma’na Cum Maghza Pada QS. Al-Hujurat 49:11 Yoga Pratama; Mukri Mulyadi; Nurul Haliza
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1429

Abstract

Kebebasan berpendapat merupakan hak asasi manusia yang dijamin secara eksplisit oleh konstitusi Nasional maupun Internasional. Namun, kebebasan bukan berarti tanpa batas, dalam konteks berkomunikasi di ruang publik kebebasan berpendapat harus dibatasi oleh etika. Q.S al-Hujurat 49:11 merupakan ayat yang relevan untuk membahas etika berpendapat. Ayat ini mengajarkan kepada umat Islam untuk saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain, meskipun pendapat tersebut berbeda dengan pendapat kita. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji Q.S Al-Hujurat 49:11 melalui pendekatan ma’na cum magzha guna mencari kerangka ideal etika berpendapat di media sosial yang relevan dengan tantangan komunikasi digital kontemporer seperti fenomena ujaran kebencian, hoaks dan polarisasi di ruang digital. Melalui analisis linguistik terhdapa term yaskhasru, al-lamz dan tanabuz bi al-alqab serta rekonstruksi konteks historis mikro dan makro, penelitian ini menemukan empat perinsip etika Qur’ani yang bisa diaplikasikan yakni: prinsip anti peremehan atau larangan merendahkan atau mengejek dalam bentuk verbal paupun non-verbal, prinsip anti lamz atau larangan menyindir, mengisyaratkan cela atau mengekspresikan penghinaan secara terselubung, kemudian prinsip anti stigmatisasi atau larangan memberi label negatif dan julukan yang merusak martabat dan terkahir prinsip restorasi moral atau kewajiban memperbaiki hunguna sosial yang bermartabat. Novelty dalam penelitian ini terletak pada upaya reintrepetasi dan tranformasi makna ayat menjadi prinsip etika yang bisa digunakan dalam komunikasi berbasis digital yang bertumpu pada nilai-nilai al-Qur’an untuk mereduksi degradasi moral di ruang media sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 10