cover
Contact Name
Reza Akbar
Contact Email
rezaakbaraplus@gmail.com
Phone
+6281254504942
Journal Mail Official
glorespublication@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tabrani Desa Saing Rambi Komplek Adenia 4A, Sambas Kalimantan Barat, Indonesia, Kode Pos 79460.
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman
ISSN : -     EISSN : 29866030     DOI : https://doi.org/10.59996
Core Subject : Religion, Social,
AKSIORELIGIA: Jurnal Studi Keislaman is a scientific journal that focuses on publications in the fields of Islamic studies such as Islamic law, sharia economics, Islamic education, sharia accounting, Islamic astronomy, Islamic history and culture, dakwah science, the science of interpretation and hadith, Islamic Philosophy, and other Islamic studies.
Articles 29 Documents
Kontroversi Euthanasia: Perspektif Islam, Hukum Indonesia, dan Kajian Etika Kedokteran Azizah, Nurul; Amin, Putri Aprilyana Idi; Kurniati
Aksioreligia Vol. 3 No. 1 (2025): Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/aksioreligia.v3i1.688

Abstract

Euthanasia, atau "mati dengan tenang," memicu perdebatan multidimensional di bidang medis, hukum, dan agama. Dalam Islam, euthanasia aktif dan pasif dipandang sebagai pelanggaran terhadap prinsip kehidupan sebagai amanah Allah. Dari perspektif hukum positif Indonesia, tindakan ini dikategorikan sebagai tindak pidana berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila serta hak hidup yang dijamin dalam UUD 1945. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan hukum Islam dan hukum positif terhadap euthanasia, serta tanggung jawab hukum profesi medis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan studi literatur dan wawancara mendalam dengan ulama dan tenaga medis. Temuan menunjukkan bahwa baik hukum Islam maupun hukum positif di Indonesia secara tegas melarang euthanasia, meskipun dilema etis di kalangan medis tetap muncul. Penelitian ini diharapkan memperkaya diskusi mengenai euthanasia dalam konteks hukum, etika, dan agama.
Efektivitas Menonton Channel Youtube Murottal Ammar TV Terhadap Minat Membaca Al-Qur’an: Studi di Kelas XI Agama MAN Batu Bara Maulana, Ramadhan
Aksioreligia Vol. 3 No. 1 (2025): Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/aksioreligia.v3i1.740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek menonton channel YouTube Murottal Ammar TV terhadap minat membaca Al-Qur’an siswa kelas XI Agama MAN Batu Bara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental jenis One Group Pretest-Posttest Design. Sebanyak 39 siswa dijadikan responden. Instrumen penelitian berupa angket minat membaca Al-Qur’an, sedangkan perlakuan yang diberikan adalah kegiatan menonton konten Murottal dari channel Ammar TV. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test. Penelitian ini didasarkan pada teori kultivasi, yang menyatakan bahwa media memiliki pengaruh jangka panjang terhadap sikap dan perilaku audiens. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai thitung (-4,104) < ttabel (-2,026) dengan taraf signifikansi 0,00 < 0,05, yang berarti H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa menonton channel YouTube Murottal Ammar TV berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan minat membaca Al-Qur’an siswa kelas XI Agama MAN Batu Bara.
Dialektika Otoritas Keagamaan dan Ilmu Pengetahuan dalam Penetapan Awal Bulan Kamariah Jayadi, Haeruman; Wanandi, Zulfian; Kurniawan
Aksioreligia Vol. 3 No. 1 (2025): Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/aksioreligia.v3i1.769

Abstract

Penetapan awal bulan kamariah dalam kalender hijriah merupakan isu krusial dalam kehidupan keagamaan umat Islam yang memengaruhi pelaksanaan ibadah-ibadah utama seperti puasa Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika epistemologis, institusional, dan sosial di balik konflik antara metode rukyat (pengamatan visual) dan hisab (perhitungan astronomi), serta mengeksplorasi berbagai model harmonisasi yang berkembang di negara-negara Muslim seperti Indonesia, Arab Saudi, dan Turki. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan metode tersebut tidak hanya mencerminkan pertentangan antara wahyu dan rasio, tetapi juga melibatkan aspek otoritas keagamaan, legitimasi syar’i, dan tantangan politik serta budaya. Upaya harmonisasi seperti kriteria imkanur rukyat MABIMS dan gagasan Kalender Hijriah Global menunjukkan arah menuju integrasi antara sains dan syariat, meskipun masih menghadapi hambatan struktural. Penelitian ini menekankan pentingnya dialog lintas disiplin antara ulama dan ilmuwan demi tercapainya sistem kalender Islam yang seragam, ilmiah, dan tetap otentik secara keagamaan.
Kaidah yang Berkaitan dengan Talak: Analisis Normatif dan Kontekstual Rizka, Jamilah; Adly, Amar; Firmansyah, Heri
Aksioreligia Vol. 3 No. 1 (2025): Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/aksioreligia.v3i1.801

Abstract

Perceraian (talak) dalam Islam merupakan isu penting yang menuntut pemahaman mendalam terhadap kaidah-kaidah fikih yang mengaturnya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menelaah ulang konsep talak tidak hanya sebagai tindakan hukum, tetapi juga sebagai solusi sosial yang bersifat darurat. Rumusan masalah yang diangkat mencakup bagaimana hukum asal talak dalam Islam menurut kaidah fikih, apa saja syarat sahnya talak dari sisi pelaku dan bagaimana bentuk pengucapan talak memengaruhi implikasi hukumnya. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan menelaah literatur primer dan sekunder, seperti kitab fikih, jurnal akademik, dan dokumen keislaman lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum asal talak adalah terlarang dan hanya dibolehkan dalam kondisi darurat (kaidah pertama), talak hanya sah jika dijatuhkan oleh suami yang baligh dan berakal (kaidah kedua), bentuk dan lafaz talak menentukan efek hukumnya sesuai ketentuan syariat (kaidah ketiga). Dengan menganalisis ketiga kaidah ini, penelitian ini menyimpulkan bahwa syariat Islam menetapkan batas dan syarat ketat terhadap praktik talak untuk menjaga maqāṣid al-syarīʿah, khususnya perlindungan terhadap keluarga dan keadilan dalam relasi pernikahan.
Relevansi Nilai-nilai Aswaja dalam Membentuk Karakter Pelajar di Era Digital Firdian, Muhammad Syukron Fitra; Winarto
Aksioreligia Vol. 3 No. 1 (2025): Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/aksioreligia.v3i1.765

Abstract

The digital era has changed human behavior in learning, interacting, and obtaining information. Various challenges arise, such as declining ethics in digital communication, the spread of unverified information, and the erosion of moral values due to the influence of global culture. This study aims to analyze the relevance of the values of Ahlussunnah wal Jama'ah (ASWAJA) in shaping the character of students in the digital era. The approach used is a qualitative approach with a literature study method. The results of the study indicate that the main values of ASWAJA such as tawassuth (moderate), tasamuh (tolerant), tawazun (balanced), i'tidal (fair), and ta'awun (helping each other) have high relevance in shaping the character of students who have noble morals, are adaptive to technological developments, and are able to act wisely in dealing with the rapid and complex flow of information. These values encourage the birth of students who are not only academically capable, but also have moral integrity, good social attitudes, and resistance to the negative influences of digital media. Thus, strengthening ASWAJA values is an important strategy in character education in the modern era and needs to be mandatory material, especially in Islamic religious education subjects.
Pengaruh Produk Halal terhadap Loyalitas Pelanggan pada Industri Makanan Jaweda, Priya Mitra Cahya; Darmawan, Donny
Aksioreligia Vol. 3 No. 2 (2025): Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/aksioreligia.v3i2.415

Abstract

This study analyzes the influence of halal products on customer loyalty in the food industry. The presence of halal products has become a strategic concern as consumer awareness and demand for products that comply with Islamic principles continue to increase. The purpose of this study is to examine the extent to which halal product attributes contribute to customer loyalty. The research employed a survey method by distributing questionnaires to consumers of halal food products as respondents. The collected data were analyzed using inferential statistical techniques. The results show an R Square value of 0.757, indicating that 75.7% of the variation in customer loyalty can be explained by the halal product variable, while the remaining 24.3% is influenced by other factors outside the research model. The regression coefficient of 0.927 demonstrates that an increase in halal product attributes has a significant positive effect on customer loyalty. These findings emphasize the importance of implementing halal principles as a key factor in building and maintaining consumer loyalty within the food industry.
Integrasi Legislasi Syariah dalam Sistem Hukum Modern: Tantangan dan Peluang di Era Digital Syahrul; Andy, Muhammad Audy; Zahir, Rifyan; Kurniati
Aksioreligia Vol. 3 No. 2 (2025): Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/aksioreligia.v3i2.763

Abstract

The integration of Sharia legislation into the modern legal system is becoming increasingly relevant in the digital era. Advances in technology and globalization demand the harmonization of Islamic law with contemporary regulations to address social, economic, and political challenges. This study aims to analyze the opportunities and challenges of integrating Sharia law into modern legal systems, particularly in the context of digitalization. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method. Data is obtained through a literature review encompassing Islamic legal literature, statutory regulations, and academic studies on digital law and technology. The analysis is conducted using comparative and interpretative methods to examine the application of Sharia law in various countries. The findings indicate that despite challenges such as differences in legal concepts, social resistance, and digital infrastructure limitations, the digital era also presents significant opportunities for Sharia legislation. The use of technologies such as blockchain, artificial intelligence, and smart contracts can enhance transparency and effectiveness in applying Sharia law. With adaptive regulatory strategies and collaboration among scholars, academics, and technology experts, the integration of Sharia legislation into modern legal systems can be achieved in a more inclusive and applicable manner.
Ukhūwah Islāmiyyah sebagai Pilar Moderasi Beragama dan Solidaritas Sosial di Era Modern Saputra, Hamzah; Rosmini; Sohrah
Aksioreligia Vol. 3 No. 2 (2025): Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/aksioreligia.v3i2.942

Abstract

The phenomena of social fragmentation, religious polarization, and the decline of humanitarian solidarity highlight the importance of reviving the value of ukhuwah (brotherhood) in Islam. This study aims to examine the concept of ukhuwah in the Qur’an, particularly in Surah Al-Ḥujurāt verse 10, and its relevance to modern social life. The research employs a library research method with a thematic interpretation approach (tafsir mawḍū‘ī). Primary data sources include the Qur’an and both classical and contemporary exegeses such as Tafsir Al-Marāghī, Tafsir Al-Mishbah, and Tafsir Al-Azhar. The data were analyzed descriptively and qualitatively by interpreting the verse in its social and humanitarian context. The results indicate that ukhuwah consists of four main levels: ukhuwah ‘ubūdiyyah (brotherhood among all of God’s creations), ukhuwah insāniyyah (human brotherhood), ukhuwah wathaniyyah (national brotherhood), and ukhuwah dīniyyah (religious brotherhood). Surah Al-Ḥujurāt [49]:10 emphasizes that true ukhuwah is realized through peace (iṣlāḥ) and piety. These values are relevant in strengthening unity among Muslims, promoting interreligious tolerance, and fostering social solidarity in contemporary society.
Perkembangan Isu Sertifikasi Halal di Asia Tenggara Ramadini, Tan Dwi Rizki
Aksioreligia Vol. 3 No. 2 (2025): Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/aksioreligia.v3i2.853

Abstract

The halal food industry in Southeast Asia has experienced significant growth alongside the increasing Muslim population and rising global demand for halal products. In this context, halal certification has emerged as a strategic issue influencing consumer trust, industrial competitiveness, and regional market integration. This study aims to analyze the development of halal certification issues in the halal food industry in Southeast Asia, with particular attention to regulatory frameworks, cross-country differences in certification standards, and challenges faced by industry stakeholders. A qualitative literature review method was employed through a systematic examination of academic publications, government policy documents, and relevant industry reports. The findings indicate that government involvement, the role of national halal certification authorities, and efforts toward regional harmonization of halal standards are key factors supporting the growth of the halal food industry. Nevertheless, regulatory disparities, procedural complexity in certification processes, and limited awareness among business actors remain significant challenges. This study contributes conceptually to the literature on halal certification and provides insights for policymakers and industry practitioners in strengthening the halal food industry ecosystem in Southeast Asia.

Page 3 of 3 | Total Record : 29