cover
Contact Name
Goestyari Kurnia Amantha
Contact Email
gustiarikurniaamantha@gmail.com
Phone
+6285369113224
Journal Mail Official
jip@fisip.unila.ac.id
Editorial Address
Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unila, Gedung D FISIP, Jl. Prof. Dr. Soemantri Borjonegoro No. 1, Gedungmeneng, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Government and Social Issues (JGSI)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 28291263     EISSN : 28291263     DOI : -
Core Subject : Social,
Journal of Government and Social Issues is interested in covering study related to the following themes: 1). Concept of Government and Governance 2) A critical study about government, development and social issues 3). Transdisciplinary study on government and social issues
Articles 40 Documents
Paradiplomasi sebagai Strategi Inovasi Pemerintahan Daerah: Penjajakan Kerja sama Lampung - Zagreb Suharyadi, Irsyaad; Fitria, Arie; Fatharani, Fitri
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v5i1.44

Abstract

This study analyzes the dynamics of paradiplomacy between Lampung Province and Zagreb City, Croatia. The findings indicate that the LampungZagreb relationship has met the determinant cause and favorable condition stages but has not yet reached the stage of paradiplomatic action that results in formal cooperation. Although the Lampung Provincial Government has demonstrated international engagement and political support, until now there has been no formal agreement, such as a Memorandum of Understanding (MoU) or Letter of Intent (LoI), with the Zagreb Government. The foundation of regional-level international relations between the two regions has only been built through ongoing academic collaboration. Since 2017, collaboration between the University of Lampung, Zagreb University, and Vern University, including joint summer schools, lecturer exchanges, joint research, and the Erasmus+ program, has established a consistent academic network and become a strategic entry point for initiating paradiplomacy. This study provides institutional strengthening of regional foreign cooperation and optimization of established academic networks so that Lampung-Zagreb paradiplomacy can develop into a model of regional government innovation with the potential to be replicated in other regions in Indonesia.
Hubungan antara Lingkungan Organisasi dan Administrasi dalam Penggunaan Sistem Informasi Manajemen: Studi Etnografi pada Instansi Pemerintah Munawaroh, Kholifatul; Amanda, Septiyan Dwi
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v5i1.45

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Management Information Systems (MIS) in the Bandar Lampung City Trade Office by highlighting the adaptive interaction between the organizational environment and public administration practices. Using an ethnographic-based qualitative approach, this study explores how employees adapt to digital policies, how communication and coordination patterns are formed, and how the dynamics of bureaucratic work change in the context of information technology implementation. The results show that MIS can improve administrative efficiency, accelerate reporting, and strengthen the transparency and accountability of public services. The transformation from manual to digital processes creates a data-driven work culture and improves cross-departmental coordination. However, a number of challenges remain, such as infrastructure limitations, digital competency gaps, and the need for ongoing training. In addition, leadership has proven to play a crucial role through supervision, motivation, and support for employees during the adaptation process. Theoretically, this research enriches the study of organizational ecology in the context of public sector digitalization. Practically, these findings emphasize the importance of strengthening human resource capacity and transformational leadership for the sustainability of MIS implementation.
Jalanan Sebagai Ruang Deliberatif Kebijakan: Menguji Demonstrasi dalam Kerangka Jürgen Habermas Ferrer, Vincensius Soma; Wulandari, Ayu
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v5i1.59

Abstract

Demonstrations are frequently characterized merely as protests against government policies or expressions of public dissent. However, viewed through the lens of Jürgen Habermas' deliberative democracy, they possess profound significance. Beyond mere confrontation, demonstrations serve as an arena for public communication where citizens interact, deliberate, and shape a collective political will. This study investigates the significant wave of protests across Indonesia in late 2025, demanding transparency and accountability in public budget management— specifically concerning the salary and allowance hikes for House of Representatives(DPR) members. Employing a qualitative case study design and critical discourse analysis, this research reveals that demonstrations function as informal deliberative spaces operating outside state institutions. Through spontaneous communication, participants not only articulate political demands but also construct a shared understanding of public exigencies, particularly fiscal justice and financial accountability. This phenomenon illustrates that deliberative practices are not confined to formal forums; they can emerge organically on the streets, transforming citizens into active subjects of policy discourse. Consequently, this study validates demonstrations as a legitimate component of Indonesia's deliberative democracy and contributes to the conceptual strengthening of participatory and responsive public governance.
Analisis Publik terhadap Kenaikan Tunjangan Anggota DPR RI: Implikasi bagi Legitimasi Parlemen almas thoriqta alam; Muhammad Farhat Mu'afy
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v5i1.61

Abstract

Kenaikan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara periodik, di tengah kinerja legislasi yang stagnan dan kondisi ekonomi yang menantang, konsisten memicu gelombang kritik publik. Penelitian ini menganalisis diskursus publik di media massa dan media sosial terkait kebijakan remunerasi anggota dewan, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap legitimasi parlemen. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan Analisis Wacana Kritis (CDA) terhadap berita dan opini publik, studi ini menemukan tiga temuan utama. Narasi publik didominasi oleh kritik etis (moral economy) yang menyoroti ketidakadilan antara hak finansial dewan dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang diwakili. Kemudian, kebijakan tunjangan yang fantastis dipandang sebagai simbol elitisme dan eksklusivitas politik, memperlebar jurang persepsi antara wakil rakyat dengan konstituen. Implikasi yang paling signifikan adalah erosi akut pada tiga pilar legitimasi parlemen, yaitu Legitimasi Kinerja, Legitimasi Prosedural (akibat proses penetapan anggaran yang tertutup), dan Legitimasi Simbolik sebagai representasi rakyat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegagalan DPR dalam mengelola komunikasi dan akuntabilitas tunjangan telah merusak modal kepercayaan politik, mendorong krisis representasi, dan mengancam wibawa konstitusional lembaga legislatif. Reformasi tata kelola anggaran yang transparan, berbasis kinerja, dan proporsional secara etis adalah prasyarat untuk memulihkan kepercayaan publik.
Peluang dan Tantangan Pemisahan Pemilihan Umum Nasional dan Daerah dalam Perspektif Aktor Rifky Febrihanuddin Azis; Tri Wiyatno
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v5i2.70

Abstract

Pemilihan Umum yang akan datang diadakan secara terpisah yakni Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal. Hal ini dilakukan berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2025 memutuskan memisahkan Pemilu Nasional (Presiden, DPD, DPR) dan Pemilu Lokal (Pilkada, DPRD) mulai tahun 2029, yang bertujuan untuk meminimalkan pembiayaan negara dalam pelaksanaan pemilu, meminimalisir politik biaya tinggi bagi peserta pemilu, serta politik uang yang melibatkan pemilih, penyalahgunaan kekuasaan atau mencegah politisasi birokrasi, dan merampingkan skema kerja pemerintah dan penyelenggara. Pemilu terpisah akan mempengaruhi komitmen penguatan partai politik dalam koalisi permanen untuk memperkuat basis kekuatan mereka di lembaga-lembaga negara yang tinggi sehingga dengan pemilu serentak diharapkan bisa memfasilitasi pembenahan Sistem Presidensial di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur sistematis. Sumber data penelitian ini bersifat sekunder, yaitu data yang diperoleh dari jurnal, buku, dan artikel.. Menurut hasil penelitian, dalam mewujudkan pemilihan umum nasional dan lokal antara pemilihan legislatif dan pemilihan presiden, ada beberapa hal yang menjadi peluang dan tantangan dalam perspektif politik, baik untuk parpol, pemerintah, pemilih, dan penyelenggara pemilu. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya terkait bagaimana merancang pemilihan yang serentak dalam perspektif politik, yakni dengan mereformasi sistem perwakilan, sistem pemilihan, sistem kepartaian, dan dalam melaksanakan pemilihan umum nasional dan lokal memiliki tujuan menciptakan pemerintahan yang efektif.
Kesiapan Fiskal Daerah Terhadap Transisi Energi Devy Septi Heryani; Goestyari Kurnia Amantha
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v5i2.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kapasitas fiskal daerah dan komitmen anggaran hijau di Provinsi Lampung selama periode 2018-2024. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat kemandirian fiskal daerah di Indonesia yang berdampak pada terbatasnya kemampuan pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan inferensial dengan data sekunder panel yang diperoleh dari Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan (DJPK), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan melalui model Fixed Effect Regression untuk menguji pengaruh kapasitas fiskal terhadap proporsi belanja fungsi lingkungan hidup dan energi di APBD kabupaten/kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata rasio kemandirian fiskal daerah di Provinsi Lampung sebesar 28,7%, dengan proporsi belanja hijau hanya 3,4% dari total belanja daerah. Estimasi regresi menghasilkan koefisien positif dan signifikan (β=0,35; p<0,01), yang mengindikasikan bahwa peningkatan kapasitas fiskal berpengaruh terhadap peningkatan komitmen fiskal hijau. Hanya dua daerah yaitu Bandar Lampung dan Tanggamus, yang tergolong siap secara fiskal dan berkomitmen tinggi terhadap transisi energi. Penelitian ini menegaskan bahwa kapasitas fiskal merupakan determinan utama dalam implementasi kebijakan hijau di daerah, namun efektivitasnya juga dipengaruhi oleh kelembagaan dan kemauan politik. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah dalam memperkuat mekanisme green fiscal transfer dan perencanaan anggaran berkelanjutan di tingkat lokal.
Paradiplomasi Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dalam Kerja Sama Penyelenggaraan World Surf League Krui Pro Muhammad Rizki Fadillah; Moh Nizar; Luerdi Luerdi
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v5i2.74

Abstract

The Pesisir Barat Regency in Lampung Province sought to leverage its local potential, namely its coastal waves, by partnering with the international actor, the World Surf League, to host the WSL Krui Pro. Such a phenomenon deserves investigation, as international cooperation – also known as paradiplomacy – is pursued by subnational actors, which commonly lack bargaining power on the global stage. Using a qualitative research method with descriptive analysis and the concept of paradiplomacy, this research sheds light on the model and purpose of such a local government’s paradiplomatic practice in organizing an international surfing event. Data was gathered through interviews and relevant documents. The findings show that paradiplomacy by the Pesisir Barat Regency took shape in the model of regional paradiplomacy, which was complementary and opportunity-oriented. In addition, the local government was pursuing economic, cultural, and technical interests that belong to the first and second layers of paradiplomacy. Represented by the case study of the Pesisir Barat Regency Government in this paper, the foreign relations or cooperation by Indonesian subnationals can occur in the bottom-up process, even by regions that are underdeveloped and not used to getting involved in foreign affairs.
Kurangnya Komunikasi dalam Keluarga sebagai Problematika Sosial Modern Suci Setiawati; Achmad Hufad; Yani Achdiani
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v5i2.82

Abstract

Lack of communication within the family is a modern social problem increasingly encountered in everyday life. Changes in societal lifestyles, work demands, and rapid technological developments mean that interactions between family members are no longer as intense as they once were. Many parents are preoccupied with work, while children spend more time on their devices or doing activities outside the home. As a result, opportunities to talk, share stories, or simply listen to one another are diminishing. This situation gradually impacts the quality of family relationships. When communication is poor, misunderstandings become more likely. Small issues that should be resolved with simple conversations can escalate into larger conflicts. Furthermore, a lack of communication also strains emotional bonds between family members. The mutual trust, openness, and warmth that should exist within a family can fade over time
Praktik Kepemimpinan Transformasional Lurah Dalam Mendorong Partisipasi Publik Di Kelurahan Rajabasa Nunyai Al Habsy; Regina Septi Rahmadani; Azis Ahmad
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v5i2.93

Abstract

Rendahnya partisipasi publik dalam proses pemerintahan lokal sering kali melekat pada gaya kepemimpinan yang dinilai tidak mampu membuka ruang dialog antara stakeholder dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi kepemimpinan transformasional Lurah perempuan dalam mendorong partisipasi publik di Kelurahan Rajabasa Nunyai. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data observasi langsung dan wawancara mendalam dengan stakeholder dan masyarakat di Kelurahan Rajabasa Nunyai. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Lurah Rajabasa Nunyai mencerminkan dimensi kepemimpinan transformasional meliputi idealized influence melalui keteladanan dan kedekatan langsung dengan warga, inspirational motivation dengan pendekatan emosional yang kuat terhadap masyarakat, individualized consideration melalui proses kolaborasi dengan pemerintah kota untuk menangani persoalan infrastruktur dasar dan banjir. Ketiga dimensi kepemimpinan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas partisipasi warga dalam Musrenbang tingkat kelurahan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan program. Program prioritas yang dihasilkan dari Musrenbang meliputi perbaikan infrastruktur jalan, perbaikan sistem drainase, serta pemberdayaan UMKM merupakan hasil nyata kepemimpinan yang humanis, responsif, dan empatik di Kelurahan Rajabasa Nynyai mampu mengubah konsep partisipasi masyarakat dari kehadiran yang formalitas menjadi kehadiran disertai keterlibatan aktif dalam pembangunan lokal melalui perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan program bersama.
Transformasi Identitas Etnis Jawa dalam Dua Konteks Migrasi: Sintesis Sistematis Komparatif Transmigrasi Indonesia dan Diaspora Malaysia Himawan Indrajat; Pitojo Budiono
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v5i2.98

Abstract

Latar belakang: Celah literatur yang signifikan ditemukan dalam kajian komparatif transformasi identitas etnis Jawa antara dua konteks migrasi yang secara struktural berbeda, yakni transmigrasi domestik Indonesia dan diaspora Malaysia, sehingga pemahaman mengenai variabel pemoderasi kebijakan keetnisan negara terhadap proses akulturasi masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengungkap divergensi trajektori transformasi identitas etnis Jawa dalam kedua konteks migrasi tersebut serta mengidentifikasi mekanisme dan variabel struktural yang menentukan arah dan kedalaman transformasi identitas. Metode: Penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan desain meta-sintesis kualitatif berprotokol PRISMA dan kerangka SPIDER. Dari 847 artikel yang teridentifikasi dari Scopus, Web of Science, JSTOR, Google Scholar, dan ProQuest (2010–2024), sebanyak 67 artikel memenuhi kriteria inklusi sebagai korpus analisis utama. Hasil: Tiga temuan kunci teridentifikasi: (1) komunitas transmigrasi domestik cenderung mempertahankan identitas kolektif-komunal melalui mekanisme separasi-integratif, sementara diaspora Jawa di Malaysia mengalami asimilasi bertahap yang intensif lintas generasi; (2) institusi adat, bahasa, dan jaringan sosial komunal berfungsi sebagai mekanisme penyangga dengan efektivitas berbeda di kedua konteks; (3) rezim kebijakan keetnisan negara, khususnya Bumiputera di Malaysia, terbukti sebagai variabel pemoderasi determinan. Kesimpulan: Penelitian ini memperkuat kerangka akulturasi Berry dan teori batas etnis Barth dengan menambahkan dimensi kebijakan keetnisan negara sebagai variabel pemoderasi yang lebih determinan dibandingkan latar belakang budaya asal, sekaligus menegaskan relevansi kajian komparatif lintas konteks migrasi.

Page 4 of 4 | Total Record : 40