cover
Contact Name
Goestyari Kurnia Amantha
Contact Email
gustiarikurniaamantha@gmail.com
Phone
+6285369113224
Journal Mail Official
jip@fisip.unila.ac.id
Editorial Address
Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unila, Gedung D FISIP, Jl. Prof. Dr. Soemantri Borjonegoro No. 1, Gedungmeneng, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Government and Social Issues (JGSI)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 28291263     EISSN : 28291263     DOI : -
Core Subject : Social,
Journal of Government and Social Issues is interested in covering study related to the following themes: 1). Concept of Government and Governance 2) A critical study about government, development and social issues 3). Transdisciplinary study on government and social issues
Articles 30 Documents
Integritas Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Pengelolaan Dana Desa Di Desa Tri Sinar Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur Purba, Darmawan; Krisbintoro, R. Sigit; Harjo, Budi
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 4 No 1 (2024): December
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v4i1.49

Abstract

Pengelolaan dana desa di Provinsi Lampung, berdasarkan informasi dari situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Tanjungkarang menunjukkan terjadinya peningkatan penyalahgunaan dana desa tiga tahun terakhir dengan nilai kerugian sebanyak 6.929 miliar. Terdapat ancaman serius terkait pengelolaan dana desa, perlu koreksi bear dalam penerapan UU Desa No.6 Tahun 2014, khususnya terkait integritas dan kepemimpinan pemerintahan desa dalam pengelolaan dana desa. Di tengah maraknya praktik penyalahgunaan dalam pengelolaan dana desa, yang diindikasikan pada rendahnya trust terhadap kepala desa / perangkat desa. Hal menarik terjadi Di Desa Tri Sinar Kecamatan Marga Tiga terdapat sosok kepala desa yang sudah menjabat selama 14 tahun atau sudah tiga periode berturut-turut. Panaorama ini menjelaskan bahwa masih terdapat model leadership yang mendapat dukungan jangka panjang dari masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana integritas kepemimpinan kepala desa dalam pengelolaan dana desa di di Desa Tri Sinar Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa Tri Sinar memiliki nilai integritas jujur, Bertanggung jawab dan Disiplin. Begitu juga dengan etos kerja integritas, kepala desa memiliki etos kerja integritas yang baik, mandiri, kerja keras dan sederhana; sedangkan pada nilai sikap integritas menunjukkan bahwa kepala desa telah memiliki nilai sikap integritas yang baik, berani, peduli dan adil dalam pengelolaan pembangunan di desa. Kedepan inregritas kepala desa harus ditingkatkan terus menerusdengan melakukan pembinaan, pengawasan dan fasilitasi dari pemerintah daerah dalam meningkatkan nilai integritas inti; dan pelatihan kepemimpinan kepala desa dalam menanamkan dan mengembangkan nilai sikap integritas.
Kepemimpianan Multikultur Dalam Membangun Dynamic Governance di Kabupaten Tulang Bawang Barat Purba, Darmawan; Juantara, Bendi
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 4 No 1 (2024): December
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v4i1.50

Abstract

Studi tentang kepemimpinan multikultural membahas tentang bagaimana Kepala Daerah Tulang Bawang Barat berhasil membangun persatuan di tengah keberagaman. Dengan memanfaatkan nilai-nilai kearifan lokal seperti Piil Pesenggiri (saling menghormati), Nenemo (keselarasan), Sederhana (kesederhanaan), Setara (kesetaraan), dan Lestari (keberlanjutan), Kepala Daerah mampu menciptakan kerukunan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, seperti dalam pengumpulan sumbangan tanah untuk memperlebar jalan utama. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer berupa wawancara dengan Umar Ahmad (Bupati Tulang Bawang Barat periode 2014 - 2022). Sementara itu, data sekunder berupa dokumen, berbagai informasi, berita terkait, dan data pendukung lainnya. Migran dan penduduk asli bekerja sama dalam pembangunan ekonomi dan sosial sesuai dengan kemampuan mereka dan berdasarkan nilai-nilai budaya yang beragam. Secara sosial dan politik, komunitas imigran yang dominan juga memberikan ruang kompetitif bagi kepemimpinan lokal. Penelitian ini terbatas pada upaya yang dilakukan oleh Bupati Tulang Bawang Barat dalam mengintegrasikan nilai-nilai lokal di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kepemimpinan multikultural yang menjadikan nilai-nilai lokal sebagai gerakan efektif dalam mengkonsolidasikan masyarakat dalam berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Manajemen Destinasi Berorientasi 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary) dalam Pengembangan Wisata Budaya Uluan Nughik di Kabupaten Tulang Bawang Barat Putri, Yolanda Sabrina; Rahayu, Ajeng; Nurhidatullah, Ayub
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 4 No 1 (2024): December
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v4i1.51

Abstract

Keberadaan destinasi wisata budaya memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi lokal dan mempromosikan warisan budaya. Namun, keberhasilan dalam mengelola dan mengembangkan destinasi wisata budaya tidak selalu mudah ditemui. Salah satu permasalahan yang ada dalam penelitian ini di wisata budaya Uluan Nughik Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah kurangnya pengembangan daya tarik atraksi wisata, fasilitas, dan aksebilitas yang mendukung keberlangsungan wisata tersebut. Manajemen destinasi adalah faktor kunci dalam mengelola dan mengembangkan warisan budaya tersebut, serta dalam memastikan dampak positif ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat lokal dan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana manajemen destinasi yang berorientasi pada aspek 4A (attraction, accessibility, amenities, dan ancillary) dapat menjadi kunci dalam pengembangan destinasi wisata budaya. Metode yang digunakan digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen destinasi yang berorientasi pada aspek 4A (attraction, accessibility, amenities, dan ancillary) berpengaruh terhadap pengembangan destinasi wisata budaya Uluan Nughik. Pada penelitian ini didapatkan temuan bahwa manajemen destinasi di wisata Uluan Nughik belum melibatkan pihak lain yang terkait secara optimal dan meningkatkan kunjungan wisata secara konsisten. Penelitian ini memberikan wawasan yang berguna mengenai manajemen destinasi wisata budaya yang konsisten dalam menjaga eksistensi objek wisata agar tetap diminati oleh pengunjung dengan mempertimbangkan kolaborasi yang lebih erat anatara pemerintah, komunitas lokal, dan pemangku kepentingan terkait. Implikasi dari penelitian ini berupa masterplan wisata yang dapat memberikan panduan praktis dalam pengelolaan wisata budaya yang optimal melalui pengembangan infrastruktur pendukung, pengembangan inovasi atraksi wisata, strategi pemasaran khusus, dan pelibatan masyarakat. Dengan demikian dapat terwujudnya peningkatan jumlah pengunjung, penambahan pendapatan masyarakat lokal, serta terjaganya kelestarian wisata dan budaya lokal.
Biru Laut Ku Hijau Hutan Ku; Dalam Naungan Piil Pesenggiri Nurhidatullah, Ayub
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 4 No 1 (2024): December
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v4i1.52

Abstract

Pesawaran Indah, yang terletak di Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, memiliki potensi pariwisata alam yang sangat kaya. Desa ini menawarkan pemandangan indah perbukitan hijau yang memayungi laut biru yang dikenal sebagai Punggung Naga. Meskipun memiliki potensi besar, pengelolaan objek wisata ini oleh pemerintah desa masih belum memuaskan karena dilema dalam menentukan arah pengelolaan pariwisata, apakah berorientasi komersial atau memperhatikan lingkungan. Masalah ini muncul ketika pengelolaan potensi pariwisata di wilayah Pesawaran cenderung lebih fokus pada peningkatan ekonomi, mengabaikan isu-isu lingkungan karena kepentingan komersial yang signifikan. Untuk mengatasi masalah ini, Lampung menggunakan paradigma Piil Pesenggiri, yang sangat relevan untuk pengelolaan pariwisata kontemporer dan berkelanjutan. Piil Pesenggiri, sebagai filosofi kehidupan masyarakat Lampung, memiliki empat prinsip dasar, yaitu Juluk Adok, Nemuy Nyimah, Nengah Nyapur, dan Sakay Sambayan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana Piil Pesenggiri dapat menjadi panduan bagi pengelolaan pariwisata regeneratif untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik di masa depan. Metode pengumpulan data melibatkan wawancara mendalam dan survei untuk memperoleh perspektif komprehensif tentang pengelolaan pariwisata, sementara analisis statistik mendukung temuan kualitatif guna memastikan validitas dan keandalan data yang terkumpul. Dengan fokus pada masa depan yang lebih cerah, metode ini bukan hanya upaya lokal, tetapi juga pemeriksaan paling komprehensif terhadap pariwisata regeneratif hingga saat ini. Penelitian ini berkontribusi pada pengetahuan ilmiah dengan menyelidiki potensi paradigma pariwisata regeneratif dan pendekatan terkait, menandakan langkah signifikan menuju pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata.
Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Proses Rekayasa Sosial Pembangunan Infrastruktur Desa (Studi Di Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur) Juantara, Bendi; Purba, Darmawan; Drajat, Denden Kurnia
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 4 No 1 (2024): December
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v4i1.54

Abstract

Pembangunan desa berupa infrastruktur jalan desa merupakan kebutuhan utama dalam mendukung mobilitas sosial dan ekonomi. Namun demikian alokasi dana desa sangat terbatas sehingga pembanguan infrastruktur desa sulit untuk dikembangkan tanpa dukungan dari masyarakat seperti di Desa Margosari. Kepala desa memiliki peran penting dalam menggerakkan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan desa yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong adanya perubahan sosial melalui proses rekayasa sosial. Pengumpulan data penelitian ini melalui wawancara terhadap kepala desa dan perangkat desa serta dokumentasi berupa laporan kegiatan-kegiatan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Kepemimpinan Kepala Desa Margosari menunjukkan adanya keselarasan antara tujuan pembangunan desa, dan praktik kepemimpinan kepala desa dalam proses rekayasa sosial; (2) Kepemimpinan Kepala dan Rekayasa Sosial Dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan Desa sudah Berbasis Masyarakat; dan (3) Kepemimpinan kepala desa dalam proses rekayasa sosial bersesuaian dengan prosedur, tahapan dan prinsip-prinsip rekayasa sosial. Kedepan perangkat desa perlu mencari alternatif pembiayaan tambahan untuk mendukung kegiatan-kegiatan pembangunan infrastruktur desa. Selain itu, proses, tahapan dan prinsip-prinsip rekayasa sosial terus dikembangkan.
Analisis Dampak Lingkungan Dari Kebijakan Pengelolaan Sampah Di Kota Bandung Yulianto, Nurikhwan; Karniawati, Nia
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 4 No 2 (2025): Juni
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v4i2.56

Abstract

Permasalahan sampah yang terjadi di Kota Bandung menimbulkan berbagai kebingungan dan dampak negatif akibat penumpukan sampah. Hal ini disebabkan oleh penerapan kebijakan pengelolaan sampah yang tidak tepat oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, sehingga mengakibatkan menumpuknya sampah dalam jumlah besar di pinggir jalan dan lahan yang belum dikembangkan di Kota Bandung. Permasalahan sampah di Kota Bandung juga disebabkan oleh kurangnya sosialisasi pengelolaan sampah yang dilakukan secara terus menerus oleh Dinas Lingkungan Hidup. Selain itu, sarana dan prasarana pengangkutan sampah di Kota Bandung belum memadai, dan banyaknya sampah yang menumpuk di Kota Bandung menyebabkan kurangnya truk pengangkut sampah di Kota Bandung. Permasalahan lain juga terjadi pada birokrasi jasa lingkungan. Hal tersebut adalah kurangnya kerjasama dan koordinasi dengan organisasi masyarakat Kota Bandung, pemerintah daerah, dan UPT Kota Bandung dalam menangani penumpukan sampah di Kota Bandung. Subyek penelitian ini adalah sektor kebersihan jasa lingkungan yang berhubungan langsung dengan implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Penelitian deskriptif melibatkan identifikasi kondisi atau situasi tertentu dan upaya menjelaskan fenomena sosial tertentu. Hasil yang dicapai dari penerapan kebijakan pengelolaan sampah di bidang pengelolaan limbah padat dan limbah B3 di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung bergantung pada faktor-faktor seperti kebijakan yang diterapkan, upaya pengawasan dan penegakan hukum, serta masyarakat setempat bisa beragam.
Strategi Pemerintah Dalam Pengelolaan Transportasi Publik di Kota Bandung Ramdhana, Ferdi; Karniawati, Nia
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 4 No 2 (2025): Juni
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v4i2.38

Abstract

Perkembangan Kota Bandung sebagai metropolitan dimulai dengan pertumbuhan wilayah sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat. Kota Bandung mengalami peningkatan jumlah penduduk yang berbanding lurus dengan pertumbuhan kendaraan. Titik kemacetan yang terjadi di Kota Bandung sebagai dampak dari banyaknya kendaraan yang memadati ruas jalan. Oleh karena itu, pemerintah Kota Bandung menentukan arah kebijakan salah satunya dengan memperhatikan pengembangan transportasi publik melalui Peraturan Walikota Bandung Nomor 704 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimum (SPM) pengoperasian Trans Metro Bandung. Penelitian ini membahas mengenai implementasi kebijakan program Trans Metro Bandung (TMB) dalam mengurai kemacetan di Kota Bandung Tahun 2022. Penelitian ini mencoba menganalisis implementasi kebijakan dari Trans Metro Bandung (TMB) dalam mengatasi kemacetan di Kota Bandung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam disertai dokumentasi dengan Yudi Cahyadi, SP (Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung), Bagus Sugi Arif P. (Staf UPT Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bandung), Iwan (Petugas Teknis Trans Metro Bandung), Imam (Petugas Teknis Trans Metro Bandung), Bagas Abdurrachman, Maidina Hasna, Anggun Tamy, Sabila selaku masyarakat. Teknik pengumpulan data meliputi analisis dan interpretasi data, reduksi data dan penyajian data. Terdapat hasil Implementasi Program Kebijakan Trans Metro Bandung (TMB) Tahun 2022 tidak berjalan secara optimal karena manfaat kebijakan yang kurang dirasakan, belum menunjukan derajat perubahan yang signifikan, sumber daya yang berperan kurang memadai, kepatuhan dan daya tanggap yang belum dilakukan secara keseluruhan serta strategi sosialisasi kebijakan yang tidak maksimal. Sebaiknya pemerintah dalam implementasi kebijakan program dapat menyeimbangkan dengan regulasi lain, memperbaiki sumber daya dan melakukan sosialisasi secara berkelanjutan.
Peran Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung dam Mengembangkan Minat Baca Masyarakat pada Program Gerobak Baca Wicaksono, Zaidan Aulia; Karniawati, Nia
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 4 No 2 (2025): Juni
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v4i2.40

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) dalam mengembangkan minat baca masyarakat melalui Program Gerobak Baca. Pemerintah memiliki peran vital dalam penyelenggaraan pendidikan formal dan non formal, salah satunya dengan menyediakan perpustakaan umum sesuai kebutuhan masyarakat dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat sesuai dengan amanat undang-undang. Pemerintah Kota Bandung, melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bandung (Disarpus), memiliki berbagai program inovatif untuk meningkatkan minat baca masyarakat, salah satunya adalah Program Gerobak Baca. Program Gerobak Baca memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang memiliki kualitas tinggi karena berdampak nyata terhadap kebutuhan masyarakat akan bahan bacaan. Program Gerobak Baca juga dinilai memiliki dampak yang cukup signifikan karena mudah diakses di banyak kecamatan di Kota Bandung. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Pengamatan dilakukan dengan memeriksa sejumlah referensi literatur seperti buku, jurnal ilmiah, berita dan referensi internet yang sesuai dengan topik penelitian.
Erosi Wewenang dan Paradoks Pelayanan: Analisis Peran Kecamatan di Era Otonomi Desa (Studi Kasus di Kecamatan Meraksa Aji, Kabupaten Tulang Bawang) Asraf Triputra, Ahmad Ratib
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 4 No 2 (2025): Juni
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v4i2.46

Abstract

Kecamatan memegang peran strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten dalam pelayanan publik dan koordinasi wilayah, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2018. Namun, implementasi Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa telah memberikan otonomi fiskal dan manajerial yang signifikan kepada desa, yang berpotensi mengikis peran koordinatif kecamatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi peran dan fungsi Kecamatan Meraksa Aji, Kabupaten Tulang Bawang, dalam konstelasi baru ini. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan pada April 2025 melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan aparatur dan masyarakat, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya paradoks signifikan. Di satu sisi, peran koordinasi kecamatan mengalami erosi; terjadi fenomena "lompat koordinasi" di mana kepala desa lebih memilih berhubungan langsung dengan pemerintah kabupaten, melewati hierarki kecamatan. Erosi fungsional ini diperparah oleh kendala struktural, seperti kondisi fisik kantor yang rusak , aksesibilitas jalan yang buruk , dan efisiensi anggaran. Di sisi lain, aparatur kecamatan tetap menunjukkan profesionalisme dan komitmen tinggi, sehingga menghasilkan kepuasan masyarakat yang baik dalam pelayanan administrasi dasar. Disimpulkan bahwa peran kecamatan terdegradasi secara fungsional (koordinasi) namun bertahan di level pelayanan dasar (administrasi) berkat komitmen aparatur.
Studi Peran Oki Setiana Dewi Sebagai Public Figure Dan Pemimpin Pendidikan Dalam Mendukung Pendidikan Islam Berkelanjutan Dan Kesetaraan Gender Putri, Desta Dwi; Nurjanah, Anita; Diana, Merta
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 4 No 2 (2025): Juni
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v4i2.53

Abstract

Makalah ini menganalisis peran Oki Setiana Dewi sebagai publik figur dan pemimpin perempuan di institusi pendidikan Islam, Pesantren Maskanul Huffadz. Studi ini berangkat dari Fenomena kepemimpinan perempuan dalam lembaga pendidikan Islam khususnya pesantren yang saat ini masih menghadapi tantangan besar. Di Indonesia, sebagian besar pesantren dipimpin oleh kyai laki-laki, sementara kepemimpinan perempuan relatif jarang. Fokus penelitian diarahkan pada kontribusinya dalam memimpin pendidikan Islam berbasis pesantren yang menekankan pengajaran Al- Qur’an, serta strategi dakwahnya melalui media digital dan media konvensional. Melalui perspektif Teori Kepemimpinan Transformasional, Teori Gender dalam Islam, dan konsep Pendidikan Berkelanjutan dan kesetaraan gender (SDGs 4 dan 5) penelitian deskriptif- naratif ini menelaah bagaimana Oki Setiana Dewi memimpin pesantren, memanfaatkan status publik figur untuk dakwah digital, dan relevansinya terhadap penguatan kesetaraan gender dalam konteks pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Oki Setiana Dewi tidak hanya berperan sebagai figur publik yang menyiarkan nilai-nilai Islam melalui berbagai kanal dakwah, tetapi juga mampu mengisi kekosongan kepemimpinan perempuan dalam pesantren dengan menghadirkan model kepemimpinan transformatif yang mengedepankan kesetaraan gender. Kontribusinya sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 4 (pendidikan berkualitas) dan tujuan 5 (kesetaraan gender). Makalah ini merekomendasikan model kepemimpinan perempuan yang transformasional dengan menggabungkan konsep kepemimpinan digital dan spiritual untuk mewujudkan pendidikan yang berkelanjutan dan kesetaraan gender dalam lembaga pendidikan islam indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan perempuan di pesantren perlu diperkuat sebagai strategi pemberdayaan dan keberlanjutan pendidikan Islam di Indonesia.

Page 3 of 3 | Total Record : 30