cover
Contact Name
Qholiva Yuni Fadilla
Contact Email
qholiva.yuni.fadilla@umy.ac.id
Phone
+6282323199490
Journal Mail Official
audiens.ik@umy.ac.id
Editorial Address
Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Audiens
ISSN : -     EISSN : 27224856     DOI : https://doi.org/10.18196/jas
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Audiens focuses on issues of media review, whether print, electronic, film, social media and new media and various on communication including: 1. Advertising, Public Relations, and Broadcasting 2. Social Media, New Media, Information Communication and Technology 3. Health Communications, Disaster Communications, Sport Communication 4. Political Communication, Political Marketing 5. Multiculturalism, Islam and Communication
Articles 268 Documents
Stereotype Ojek Pangkalan dalam Iklan Grab Bike Shabrina Andani; Meissy Sakina Firdausa
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.8784

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis iklan yang masih tidak sesuai dengan etika periklanan yang berlaku karena iklan tersebut mengandung unsur diskriminatif terhadap suatu pihak, serta menampilkan beberapa adegan yang tidak layak untuk dikosumsi khalayak ramai. Tindakan diskriminatif tidak layak dilakukan dalam sebuah iklan, karena sama saja dengan menjatuhkan suatu pihak demi kepentingan pribadi. Penelitian ini melihat bagaimana iklan Grab Bike #PilihAman yang dianggap diskriminatif dan membentuk steretip baru terhadap ojek pangkalan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan paradigma kritis. Analisis ini dilakukan melalui tanda-tanda yang muncul dalam iklan tersebut seperti adanya unsur diskriminatif terhadap ojek pangkalan melalui voice over iklan tersebut cuplikan adegan-adegan yang tidak layak ditayangkan. Berdasarkan hasil analisis, Grab Indonesia membangun stereotip masyarakat terhadap ojek pangkalan bahwa ojek pangkalan itu tidak aman dan dapat mencelakai para pelanggannya.
Representasi Rasisme Warna Kulit dalam Iklan Lotion Dove Muhammad Naufal Reyhan; Rifqii Almubasysyir; Muhammad Febriansyah
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.8830

Abstract

Penelitian ini dimulai dari adanya bentuk rasisme terhadap kulit hitam di iklan sabun Dove. Awalnya iklan ini ditayangkan pada tahun 2017 dan dianggap rasis dan menyerang komunitas kulit hitam karena mengeluarkan iklan yang cukup kontroversial. Pariwara yang dirilis di Facebook memperlihatkan seorang model perempuan berkulit hitam yang sehabis mandi dengan produk tersebut berubah menjadi berkulit putih. Iklan itu dikecam karena bernada rasis. Atas kritikan tersebut, pihak Dove pun menyampaikan permohonan maaf melalui tokoh yang berperan dalam iklan tersebut. Penelitian ini melihat rasisme yang dilakukan ras kulit putih terhadap ras kulit hitam pada iklan Dove mengenai cara mempresentasikan citra tertentu tentang dunia. Penggambaran iklan ini dianggap bentuk gambaran ideal yang bertujuan untuk menarik perhatian dalam mengkonsumsi produk industri produk media massa untuk. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes. Tanda-tanda dalam iklan dikaji secara bertahap untuk mendapatkan makna pesan dan bentuk rasisme terhadap kulit hitam. Berdasarkan penelitian ini, ditamukan bahwa keunggulan ras kulit putih tidak hanya menyebar dari mulut ke mulut, tetapi melalui media massa juga. Posisi ras kulit putih juga dikonstruksikan sebagai ras yang paling unggul. Iklan yang merupakan produk media massa juga bias dianggap rasis.
Representasi dan Stereotip pada Perempuan Berkulit Gelap dalam Iklan “Fair and Lovely” Ma’ruf Fathoni; Della Fadillah
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.8837

Abstract

Iklan merupakan suatu media untuk mempromosikan sebuah produk atau brand. Banyak pengiklan berlomba-lomba mencari cara untuk menarik minat pembeli agar barangnya dibeli oleh masyarakat. Perempuan dan kecantikan adalah dua hal yang bagi banyak orang sulit dipisahkan. Tuntutan untuk selalu tampil cantik akan selalu mengikuti sosok perempuan kemana pun ia pergi. Termasuk produk kecantikan, para produsen kosmetik akan terus-menerus mencoba untuk menyodorkan konsep-konsep baru (atau konsep lama yang diperbarui) kepada masyarakat dan perempuan tentunya, tentang apa itu yang dinamakan kecantikan ideal. Melalui produk-produknya, mereka berusaha untuk memberikan konseptualisasi tentang menjadi cantik yang terkini. Penelitian ini dirancang untuk menganalisis iklan Fair and Lovely pada tahun 2016 yang merepresentasikan perempuan berkulit gelap menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Analisis yang dilakukan yaitu dengan melihat tanda-tanda yang muncul dalam gambar iklan di media televisi Fair and Lovely tahun 2016, mulai dari ekspresi wajah, warna kulit yang ditampilkan dalam iklan tersebut. Pada iklan ini merepresentasikan seolah-olah perempuan yang memiliki kulit gelap merupakan sebuah kejelekan, maka itu harus diubah melalui kulit putih bersinar.
Marginalisasi Ojek Pangkalan dalam Iklan Grab Versi #PilihAman Fani Zafira Suryani; Navika Dwi Nurfariza Hermawan
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.8954

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk menyadarkan masyarakat bahwa masih adanya praktik marjinalisasi dalam iklan ini yang tidak kita sadari. Dengan adanya iklan tersebut merugikan pihak ojek pangkalan karena anggapan atau persepsi yang terbentuk dari adanya iklan ini sehingga orang dapat berpaling dan menggunakan ojek online. Dalam iklan ini ojek pangkalan digambarkan tidak memiliki keselamatan yang baik dalam bergendara dan juga perawatan motor. Penelitian ini menggunakan metode semiotika oleh Roland Barthes yang mengembangkan dari pemikiran Ferdinand De Saussure untuk menganalisis objek penelitian dalam iklan Grab. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui marginalisasi ojek pangkalan yang terdapat pada iklan Grab versi pilih aman. Berdasarkan temuan dan diskusi dalam penelitian ini, iklan Grab #PilihAman telah memarginalisasi ojek pangkalan melalui beberapa hal yaitu sistem keamanan, informasi pengendara, dan motor yang terawat.
Strategi Dakwah Program “Bincang Ringan Angkringan” di Yufid TV Ilham Cahyo Kumolo
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.10205

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah karena pengetahuan tentang dakwah kultural menjadi sangat penting bagi seorang da’i ataupun lembaga dakwah untuk meningkatkan kualitas penyampaian pesan dakwah agar mudah diterima oleh masyarakat. Menyampaikan pesan dakwah tidak bisa dilakukan secara asal-asalan, tetapi memerlukan strategi yang tertata dengan baik. Penelitian Strategi Dakwah Kultural Dalam Program “Bincang Ringan Angkringan” di Yufid TV membahas tentang bagaimana strategi dakwah kultural yang diterapkan Yufid TV dalam program “Bincang Ringan Angkringan”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsi strategi dakwah kultural melalui media sosial yang dipresentasikan dalam program "Bincang Ringan Angkringan" di Yufid TV. Bahwasanya Yufid dalam program ini dominan menggunakan strategi dakwah indrawi, kemudian strategi sentimentil, dan sangat jarang menggunakan strategi rasional. Kemudian dalam video dakwah program Bincang Ringan Angkringan, Yufid memasukkan watak-watak dakwah kultural yang meliputi akomodasi kearifan lokal, keuniversalan Islam, rahmatan lil’alamin, dan kemudahan Islam.
Model Manajemen Media Podcast RadioMu dalam Spotify Mohammad Alief Ar Ridha
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.10210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model manajemen media podcast RadioMu dalam Spotify. RadioMu merupakan lembaga dakwah yang berada di bawah persyarikatan Muhammadiyah bergerak di bidang komunikasi khususnya radio. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perkembangan media komunikasi yaitu podcast yang berasal dari radio kemudian dikembangkan lagi dengan media baru, menjadi lebih menarik untuk menyampaikan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif. Tujuan dari penelitian ialah untuk mengetahui model manajemen media podcast RadioMu dalam spotify. Dalam penelitian ini membahas tentang aktivitas RadioMu didalam mengelola manajemen media podcast dengan 5 tahapan manajemen media. Penelitian menemukan bahwa dari 5 tahap manajemen media, RadioMu sudah menjalankan 4 tahapan yaitu: penelitian, perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan. Tetapi pada tahap evaluasi belum berjalan dengan maksimal, karena belum ada persiapan. Adapun faktor-faktor penghambat manajemen media podcast pada radioMu yaitu SDM yang belum tercukupi, fasilitas dalam pembutan podcast, serta kurangnya kreatifitas dan kesadaran anggota RadioMu.
Negosiasi dalam Komunikasi Antarpribadi Suami dan Istri Ketika Memutuskan Istri Bekerja Atau Tidak Pamungkas Sri Devi Hapsari
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.9242

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses negosiasi pada pasangan suami dan istri, ketika memutuskan istri bekerja atau tidak. Dengan melihat dari dua sudut pandang baik suami maupun istri. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, serta validitas data menggunakan triagulasi sumber, sehingga dapat menjelaskan bagaimana proses negosiasi untuk memutuskan istri bekerja atau tidak dilihat dari sudut pandang suami dan istri. Menggunakan teori Konflik Antarpribadi, teori Negosiasi, dan Teori Basis Kekuasaan dan Interaksi Model Pengaruh Interpersonal. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa suami dan istri bernegosiasi dan memutuskan istri bekerja atau tidak adalah sebelum menikah. Terdapat pertimbangan eksternal yang mempengaruhi keputusan yang diambil yaitu adanya undang-undang, norma sosial, agama dan struktur masyarakat yang menempatkan laki-laki dalam sektor publik sekaligus pencari nafkah utama, sedangkan istri tidak memiliki kewajiban untuk bekerja karena berada dalam sektor domestik. Sedangkan istri yang memutuskan bekerja tidak memenuhi harapan masyarakat, sehingga menghadirkan konsekuens adanya penolakan sosial masyarakan serta “loss of feminity”, karena pekerjaan domestik yang terbengkalai. Dalam hal ini ketika istri bekerja perlu dihadirkan pihak ketiga yaitu asisten rumah tangga dan keluarga besar, untuk terlibat dalam mengantikan istri menyelesaikan pekerjaan domestik ketika istri bekerja.
Strategi Komunikasi Pemasaran Produk Kopi Kawa Daun Tanah Datar dalam Membangun Brand Awareness Engga Probi Endri; Kurniawan Prasetyo
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.9836

Abstract

Kawa daun telah dikenal masyarakat Minangkabau yang syarat akan nilai budaya dan nilai historisnya. Hadirnya industri kreatif, Kopi Kawa Daun sebagai produk Tanah Datar, Sumatera Barat. Selain mencari market yang luas, branding produk menjadi penting untuk pencapaian jangka panjang brand. Desain, pesan, promosi serta komunikasi brand Kopi Kawa Daun, dirancang sedemikian rupa sehingga mencirikan nilai historis dan identik dengan budaya Minangkabau. Komunikasi pemasaran itu sendiri merupakan proses penyampaian pesan dengan cara bujukan atau ajakan untuk menawarkan sebuah produk baik barang atau jasa. Dalam menjalankan strategi pemasaran guna mendapatkan perhatian dan juga kepercayaan konsumen terhadap suatu merek, perusahaan memerlukan media atau saluran yang dapat dijadikan sebagai perantara dalam proses komunikasi antara perusahaan dengan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi pemasaran produk kopi kawa daun Tanah Datar dalam menciptakan brand awareness. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dalam pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sementara untuk melihat keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Komunikasi Pemasaran Kopi Kawa Daun untuk membangun brand awareness konsumen terhadap produk. Brand awareness publik dikategorikan berdasarkan pengalaman publik yaitu pada tahap brand recall dan brand recognition dan berdasarkan brand produk yaitu pada tahap top of mind.
Pengaruh Paparan Tayangan Pornografi melalui Media Sosial terhadap Perilaku Mahasiswa di Yogyakarta Mei Andriyani; Mega Ardina
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.11138

Abstract

Era sekarang ini, media sosial banyak mengandung konten negatif yang tidak semestinya dengan mudah dapat diakses oleh semua kalangan khususnya kalangan remaja. Derasnya informasi yang diterima mahasiswa dari media sosial menjadikan mahasiswa dengan mudah mengakses segala kebutuhan dirinya seperti kebutuhan seksual yaitu tayangan pornografi yang tidak disadari dapat mempengaruhi pola perilaku mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan tayangan pornografi melalui media sosial terhadap perilaku mahasiswa di Yogyakarta, serta untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mahasiswa di Yogyakarta dalam menonton tayangan pornografi melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan teori Skinner atau biasa disebut teori “S-O-R” (Stimulus-Organisme-Respons) yang menjelaskan tentang perilaku. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terhadap 60 mahasiswa di Yogyakarta secara random. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan mixed methods, dan strategi eksplanatoris sekuensial. Analisis data secara kuantitatif dilakukan dengan regresi linier berganda. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh negatif yang ditimbulkan dari paparan tayangan pornografi terhadap perilaku menyimpang mahasiswa di Yogyakarta, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku menyimpang mahasiswa di Yogyakarta yaitu motivasi sebesar 0,049, keluarga sebesar 0.019, dan pergaulan sebesar 0,009.
Representasi Tubuh Ideal Perempuan dalam Iklan Thermolyte Plus Salsabila Aulia Putri; Arinda Novitasari; Hasna Arsita Khoirunnisa
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i2.11627

Abstract

Latar belakang masalah ini adalah kompleksitasnya mengenai standar kecantikan pada sosok perempuan. Perempuan yang ditunjang memiliki visual yang sempurna menjadi suatu tuntutan dalam perempuan untuk menampilkan sosok dirinya. Adapun penelitian ini memiliki tujuan untuk memaparkan mengenai tubuh ideal perempuan yang terdapat pada iklan Thermolyte Plus. Tubuh ideal perempuan sering kali direpresentasikan media massa dengan makna yang berbeda, dimana makna tersebut berbeda dengan makna sebenarnya tentang tubuh ideal pada perempuan. Kesepakatan yang terjadi dimasyarakat membuat adanya persepsi akan makna tubuh ideal perempuan sesuai dengan apa yang media tampilkan. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kajian kritis dan juga menggunakan metode semiotika untuk menganalisis objek penelitian. Hasil dari penelitian ini yaitu iklan Thermolyte Plus merepresentasikan bahwa sosok perempuan ideal wajib memiliki tubuh yang langsing tanpa lemak berlebih karena dengan tubuh langsing tersebut akan membuat perempuan percaya diri untuk tampil.

Page 9 of 27 | Total Record : 268