cover
Contact Name
Satria Yudha Prayogi
Contact Email
satria.yp@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281360936699
Journal Mail Official
satria.yp@ft.uisu.ac.id
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja, Teladan, Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Buletin Utama Teknik
ISSN : 14104520     EISSN : 25983814     DOI : -
Jurnal Buletin Utama Teknik memuat tentang artikel hasil penelitian dan kajian konseptual rumpun ilmu bidang teknik. Secara garis besar topik utama yang diterbitkan adalah: Teknik Sipil Teknik Mesin Teknik Elektro Teknik Informatika Teknik Arsitektur Teknik Industri.
Articles 370 Documents
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI BORED PILE DIAMETER 0,8 M PADA PROYEK GEDUNG MENARA BRI JALAN PUTRI HIJAU, MEDAN Fikkry Surya Darmawan; Kartika Indah Sari
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 1 (2022): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi Bored Pile merupakan salah satu elemen terpenting dalam konstruksi yang berperan mendistribusikan beban berat bangunan yang terkonsentrasi pada kolom ke area lapisan tanah yang lebih keras untuk mencapai stabilitas struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan membandingkan daya dukung Bored Pile dari data SPT menggunakan metode Reese and Wright, data CPT menggunakan metode Meyerhof, penurunan tiang tunggal menggunakan metode Poulos and Davis serta penurunan yang diizinkan dan menghitung penurunan tiang kelompok yang terjadi. Berdasarkan data SPT menggunakan metode Reese and Wright, daya dukung ultimate pada pile P219 kedalaman 26,9 m sebesar 699,599 ton, P235 kedalaman 21,5 m sebesar 413,559 ton dan P317 kedalaman 22 m sebesar 413,559 ton. Berdasarkan data CPT menggunakan metode Meyerhof, didapat daya dukung ultimit pada data S-01 sebesar 1519,1517 ton di kedalaman 13,20 m dan pada data S-02 sebesar 372,5296 ton di kedalaman 13,20 m. Penurunan tiang tunggal yang terjadi pada P219 sebesar 3,3976 mm, P235 sebesar 6,5188 mm dan P317 sebesar 5,8842 mm. Penurunan yang diizinkan sebesar 80 mm. Penurunan tiang kelompok pada PC22 sebesar 1,98 mm, PC12 sebesar 9,23 mm dan PC3 sebesar 23,29 mm. Dimensi ukuran Pile Cap diperbesar untuk meningkatkan efisiensi pada kelompok tiang agar memperkecil penurunan tiang kelompok yang terjadi.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BANTUAN PADA MASYARAKAT DESA SAWIT REJO DENGAN MENGGUNAKAN METODE MULTI FACTOR EVALUATION PROCESS (MFEP) Mery Sri Wahyuni; Apriandi Apriandi; Abdullah Muhazzir; Zulkarnain Lubis; Selly Annisa; Beni satria; Haikal Nando Winata
Buletin Utama Teknik Vol 14, No 3 (2019): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dalam ilmu pengetahuan dan informatika komputer sangat dibutuhkan demi kelancaran informasi yang terbaru. Seiring perkembangan teknologi komputer banyak digunakan untuk lembaga pendidikan, baik  swasta maupun negeri pada berbagai bidang kerja yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini penulis mencari dan mendapatkan informasi tentang permasalahan yang dihadapi yaitu sering terjadinya kesalahan dalam pencatatan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terkhususnya Desa Sawit Rejo. Dengan mencari landasan teori dan mencari pengertian dan nomor prosedur umum sistem informasinya. Untuk mengatasi masalah tersebut , penulis merancang sistem informasi berbasis komputer, khususnya untuk mencari data masyarakat yang akan mendapatkan bantuan dari desa. Sistem informasi diartikan sebagai suatu sistem dalam organisasi yang berfungsi untuk memenuhi manajerial. Maka untuk merancang informasi ini penulis membuat program pemberian bantuan ini penulis membuat program dengan menggunakn bahasa pemrograman visual basic, database MySQL, dan menggunakan metode Multi Factor Evaluation Process (MFEP).
ANALISIS POTENSI KECELAKAAN MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT (HIRA) Muhammad Elfan Albar; Luthfi Parinduri; Siti Rahmah Sibuea
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 3 (2022): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap aktifitas yang melibatkan faktor manusia, lingkungan dan mesin serta melalui tahap-tahap proses memiliki risiko bahaya. PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Adolina perusahaan yang bergerak pada sektor minyak kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mengidentifikasi potensi bahaya, penilaian risiko serta upaya pengendaliannya dengan menggunakan metode HIRA. Teknik analisis data dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif dengan metode HIRA (Hazard Identification Risk Asessment), yaitu memberikan gambaran yang jelas tentang pelaksanaan metode HIRA terdiri dari identifikasi bahaya, penlaian risiko, dan pengendalian risiko dibagian pengolahan/produksi minyak kelapa sawit. Pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder, observasi langsung ke lapangan, wawancara, dokumentasi dan penelusuran referensi. Hasil penelitian yang didapat pada bagian pengolahan/produksi minyak kelapa sawit PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Adolina yaitu dimulai dari Identifikasi bahaya : lama jam kerja, alat kerja, sikap kerja, dan lingkungan kerja, dilanjutkan dengan Penilaian risiko : E (Ekstrim) parah H (High Risk) risiko tinggi, M (Moderate Risk), L (Low Risk) risiko rendah dan  melakukan pengendalian.
KARAKTERISTIK PEFORMA TURBIN PELTON RESPON DARI PENGGUNAAN JUMLAH NOSEL Yogie Saputra; Junaidi Junaidi; Fadly Kurniawan
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 3 (2023): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin air merupakan salah satu jenis mesin fluida dari kelompok mesin-mesin tenaga yang dapat merubah energy fluida menjadi energy mekanis berupa putaran poros turbin, kemudian energy mekanis pada putaran poros turbin tersebut digunakan untuk memutarkan generator dengan menggunakan air sebagai fluida kerja. Penelitian ini menggunakan turbin pelton yang bersudu sendok sayur dan bertujuan penelitian untuk mengetahui pangaruh variasi diameter nosel terhadap torsi dan daya turbin Penelitianinidilakukan di laboratorium teknik mesin Fakultas Teknik Mesin UniversitasH arapan  Medan. Metode eksperimen adalah metode yang digunakan pada penelitian ini.Karakteristik Performa TurbinPelton Dengan Respon Dari Penggunaan Jumlah Nosel. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Daya turbin maksimum pada putaran generator menghasilkan putaran sebesar 1800 rpm dengan menghasilkan daya beban 460 watt. Efisiensi yang dihasilkan pada turbin yaitu  sebesar 2,1 % dengan daya 490,5watt.
PEMBUATAN GENTENG BETON SERAT DENGAN BAHAN TAMBAH SERAT SERABUT KELAPA DAN STYROFOAM Kamaluddin Lubis; Edy Hermanto
Buletin Utama Teknik Vol 15, No 2 (2020): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genteng beton pada umumnya menggunakan bahan semen, pasir, air dan kapur. pemanfaatan serat serabut kelapa sebagai bahan tambah pada campuran pembuatan genteng dan menggunakan styrofoam sebagai bahan tambahan pasir yang akan mengisi rongga-rongga pada unsur genteng beton serat. Disamping serat kelapa dan styofoam mengurangi bahan pasir, juga berfungsi sebagai bahan perekat pada campuran genteng yang menyatu disebut genteng beton serat. kemudian mencampurkan bahan tersebut sesuai komposisi yang ditentukan. Metode yang digunakan dalam Penelitian mengacu kepada standart SNI 2007 akan menghasilkan bentuk geometris genteng beton serat yang lebih plastis, prositas rendah,dan permebilitas tinggi dan berat yang lebih ringan bila dibandingkan dengan genteng beton biasa. Hasil pengujian kuat lentur masih memenuhi, uji terhadap rembesan air untuk penambahan serat sabut kelapa dan styrofoam sebesar 40% masih memenuhi standar SNI 0096:2007 yaitu tidak terjadi tetesan atau rembesan di bawah genteng. Juga pengujian penyerapan air (porositas) untuk penambahan serat kelapa sebesar 40%, hasilnya adalah 7,32%. hasil tersebut masih memenuhi standard SNI 0096: 2007 yaitu penyerapan air (porositas) tidak melebihi 10%. Kesimpulan penelitian penambahan serat sabut kelapa dan styrofoam pada campuaran genteng menjadikan berat genteng beton menjadi lebih ringan. , untuk penambahan 0% beratnya 4650 gram; penambahan 10% beratnya 4450 gram; penambahan 15% beratnya 4000 gram ; dan penambahan 40% beratnya 3600 gram.
PENGARUH PEMINDAHAN U-TURN (PUTAR BALIK ARAH) TERHADAP KINERJA RUAS JALAN A.H NASUTION KOTA MEDAN Erwinsyah Siregar; Marwan Lubis; Hamidun Batubara
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 1 (2022): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kinerja U-turn serta tingkat pelayanan jalan yang dilengkapi dengan fasilitas U-Turn, menganalisawaktu tempuh rata-rata kendaraan yang melakukan U-Turn, kecepatan kendaraansaat melakukan U-Turn dan panjang antrian yang melakukan aktifitas U-Turn.Untuk mendapatkan tujuan tersebut digunakan metode PKJI 2014Jaringan jalan/lintasan merupakan prasarana transportasi darat yang memegang prasarana sangat penting dalam sektor perhubungan terutama untuk kesinambungan distribusi barang dan jasa. Dengan kata lain, jaringan jalan adalah suatu konsep matematis yang dapat digunakan untuk menerangkan secara Kuantitatif system transportasi yang mempunyai karakteristik ruang. Terdapat beberapa usaha untuk meminimalisir permasalahanpergerakan lalu lintas, khususnya terhadap keamanan dan kenyamanan pada ruas jalan dapat dilakukan dengan memasang median untuk memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan arah. Dalam perencanaan median, perlu disiapkan bukaanmedian yang memungkinkan kendaraan merubah arah perjalanan berupa gerakanputar balik arah atau diistilahkan sebagai gerakan U-Turn. Salah satu pengaruhketika melakukan U-Turn yaitu terhadap kecepatan kendaraan dimana kendaraanakan melambat dan berhenti. Perlambatan ini akan mempengaruhi arus lalu lintaspada arah yang sama, pergerakan memutar arah ini akan menyebabkan tingginyavolume lalu lintas, kecepatan kendaraan semakin rendah, dan kepadatan semakintinggi di ruas jalan..
PERENCANAAN PENAMPANG SALURAN DRAINASE DI DESA TUMPATAN NIBUNG BATANG KUIS KAB. DELI SERDANG SUMATERA UTARA Farhandi Agustama Maha; Rumilla Rumilla; Anisah Lukman
Buletin Utama Teknik Vol 16, No 1 (2020): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drainase mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara umum, drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Drainase juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas. Data atau informasi yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Kepala Desa Tumpatan Nibung dan Studi Pustaka, data primer diperoleh dari survey langsung di lapangan. Metode pengolahan data menggunakan perhitungan secara manual sesuai dengan metode rasional untuk menghitung debit hujan, dan rumus manning untuk debit saluran. Setelah dilakukan perhitungan maka didapat dimensi saluran ekonomis untuk saluran drainase  I adalah dengan lebar dasar B = 0,679 m dan tinggi air h = 0,588 m, saluran drainase II adalah dengan lebar dasar B = 0,714 m dan tinggi air h = 0,618 m dan saluran drainase III adalah dengan lebar dasar B = 0,67 m dan tinggi air h = 0,579 m dengan tinggi jagaan masing-masing saluran adalah 0,2 m. Tetapi di dalam pengerjaan saluran drainase di lapangan menggunakan ukuran lebar dasar B = 1 m dan tinggi penampang h = 0.80 m. Penampang melintang saluran berbentuk trapesium. 
ANALISA STABILITAS LERENG PADA TEPI SUNGAI TEMBUNG Jupriah Sarifah; Bangun Pasaribu
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan material yang sangat berpengaruh dalam suatu pekerjaan konstruksi, terutama pondasi. Karena suatu daerah tidak akan memiliki sifat tanah yang sama dengan daerah yang lainnya. Lereng adalah suatu permukaan tanah yang miring dengan sudut tertentu terhadap bidang horizontal dan tidak dilindungi. Lereng dapat terjadi secara alamiah atau buatan. Masalah kelongsoran pada konstruksi lereng merupakan masalah penting dalam aktifitas lalu lintas. Dapat dipahami betapa pentingnya konstruksi lereng pada tepi sungai, supaya tanah tidak terkikis oleh air dan tidak longsor dan lereng tersebut bisa ditanami dengan tanaman yang menghasilkan agar lereng tahan terhadap erosi. Karena di dalam lereng ada gaya geser yang bekerja menahan atau melawan sehingga kedudukan tanah tersebut tetap stabil. Hal-hal yang menyebabkan kelongsoran antara lain, tidak adanya tumbuhan di sekitar lereng yang berguna untuk menahan tanah dari pengaruh hujan, hal tersebut berdampak pada pengikisan tanah, terjadinya pengurugan tanah secara berlebihan dan adanya/meningkatnya penebangan liar. Nilai permukaan tanah tidak datar, maka komponen berat tanah yang tidak sejajar dengan kemiringan lereng akan menyebabkan tanah akan bergerak ke arah bawah dan bila komponen berat tanah cukup besar kelongsoran lereng dapat terjadi, yaitu tanah dapat tergelincir ke bawah yang menyebabkan naiknya air kepermukaan tanah yang mengakibatkan banjir. Pengaruh kelongsoran dapat dilihat dari karakteristik tanah dan geometriknya, yang tidak sama dari satu daerah ke daerah lainnya. Dan faktor keamanan dari lereng itu berbeda pula, misalnya penyebaran butiran tanah, kemampuan menyerap air, kekuatan geser tanah, dan kapasitas daya dukung tanah terhadap beban akibat pengaruh cuaca. Berdasarkan hasil perhitungan di atas beserta hasil dari penelitian di lapangan maka analisa Terzaghi lebih aman dipergunakan untuk mencari angka keamanan lereng. Melalui pengujian  Analisa Saringan (sieve shaker Analyze), diperoleh jenis tanah pada lereng adalah pasir berliat (sandy loam) dan dari hasil pengujian Atterberg tidak memiliki nilai plastis.
MANFAAT PERLUNYA MANAJEMEN PERAWATAN UNTUK BENGKEL MAUPUN INDUSTRI Muslih Nasution; Ahmad Bakhori; Wirda Novarika
Buletin Utama Teknik Vol 16, No 3 (2021): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen Perawatan (Maintenance Management) adalah pengelolaan pekerjaan perawatan dengan melalui suatu proses perencanaan, pengorganisasian serta pengendalian operasi perawatan untuk memberikan performasi mengenai fasilitas industri. Gagasan yang muncul mengenai pokok-pokok pikiran dalam perencanaannya, Pada  industri   maupun bengkel-bengkel otomotif dilakukan dengan metode dan prinsip jika ada mesin/peralatan yang sudah rusak, perawatan dilakukan sesegera mungkin. Hingga akhirnya para insinyur pemeliharaan tidak punya waktu untuk memberikan ide-ide yang baik bagi pengembangan mendasar dalam usaha untuk meminimalkan kerusakan tersebut karena mereka semua sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat rutin seperti  pekerjaan pekerjaan perbaikan perbaikan lainnya (repair work). Konsep dasar  pemeliharaan adalah menjaga atau memperbaiki mesin atau pabrik hingga kalau boleh dapat kembali ke keadaan aslinya dengan waktu yang relative singkat dan biaya yang murah. Tujuan pemakaian metode ini adalah untuk mendapatkan penghematan waktu dan biaya  perbaikan yang dilakukan  pada keadaan yang  benar-benar perlu. Pada pemeliharaan sistim ini pekerja-pekerja pemeliharaan hanya akan bekerja setelah terjadi kerusakan pada mesin atau pabrik
STRATEGI PENGEMBANGKAN INDUSTRI HILIR PABRIK GULA Mahrani Arfah
Buletin Utama Teknik Vol 14, No 2 (2019): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi yang dimiliki industri gula untuk mengembangkan industri hilirnya cukup besar, namun belum dimanfaatkan dengan baik. Hasil sampingan (limbah) yang masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku yang boleh dikatakan tanpa biaya (zero cost) bagi industri hilirnya cukup banyak, diantaranya baggase, molasse, filter mud, furnace ash, flue gases, protein dari sari tebu dan pucuk tebu. Penggembangan industri hilir pabrik gula selain dapat mengurangi biaya produksi gula itu sendiri juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani tebu karena harga jual tebu bisa meningkat. Industri hilir sebagai salah satu strategi perusahaan yang melakukan integrasi vertikal. Kebijaksanaan pengembangan pabrik gula sekaligus dikaitkan dengan industri ikutannya sebaiknya melihat kebutuhan pasar, terutama kebutuhan pasar dalam negeri seperti produksi pakan ternak. Dalam penelitian ini dibahas kemungkinan dibangunnya industri pakan ternak yang dapat menghasilkan produk yang berprotein tinggi dengan harga yang relatif murah sehingga selain memperoleh keuntungan juga akan membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan peternak Indonesia.