cover
Contact Name
Satria Yudha Prayogi
Contact Email
satria.yp@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281360936699
Journal Mail Official
satria.yp@ft.uisu.ac.id
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja, Teladan, Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Buletin Utama Teknik
ISSN : 14104520     EISSN : 25983814     DOI : -
Jurnal Buletin Utama Teknik memuat tentang artikel hasil penelitian dan kajian konseptual rumpun ilmu bidang teknik. Secara garis besar topik utama yang diterbitkan adalah: Teknik Sipil Teknik Mesin Teknik Elektro Teknik Informatika Teknik Arsitektur Teknik Industri.
Articles 370 Documents
EFEKTIFITAS PEMILIHAN BAHAN STABILISASI UNTUK TANAH LEMPUNG DITINJAU DARI NILAI INDEKS PLASTISITAS (PI) Fahri Saraan; Tri Rahayu
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 3 (2022): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan Bahan Stabilisasi adalah hal utama yang harus di perhatikan jika kita ingin memperbaiki tanah lempung. Pemilihan Bahan stsbilisasi juga harus di tinjau dari segi ekonimis seperti harga bahan, mudah atau tidak nya bahan itu di peroleh, dan jarak antara bahan teresebut dengan lokasi proyek. Pada penelitian kali ini ada 2 jenis bahan stabilisasi yang di gunakan yaitu Kapur dan Abu Vulkanik. Penelitian ini bermaksud ingin Memperbaiki Tanah lunak/lempung dengan Menambahakan campuran zat adiktifsebagai alternatif masalah terhadap penurunan daya dukung tanah yang rendah. Dan untuk mengetahui perbandingan antara ke dua bahan adiktif yang di gunakan terhadap Perubahan Nilai PI, Perubahan terhadap Uji Pemadatan, dan Nilai kuat Tekan Bebas, dengan presentase Pencampuran bahan yaitu 3%, 6%, 9%, dan 12%. Berdasarkan hasil penelitian di tinjau dari nilai (PI)  dapat disimpulkan bahwa abu vulkanik lebih efektif digunakan sebagai stabilisasi untuk tanah lempung. Hal ini dikarenakan penambahan kadar abu vulkanik akan memperkuat lekatan antara butiran tanah dan air, sehingga tanah tidak mudah pecah ketika diberi tekanan vertikal.
SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMILIH KAMPUS DI KOTA DUMAI DENGAN METODE ANALITICAL HIERARCHY PROCESS Trisna Mesra; Juni Saputra
Buletin Utama Teknik Vol 15, No 3 (2020): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria-kriteria apa yang diinginkan oleh calon mahasiswa dalam menetapkan pilihan untuk melanjutkan studi. Target penelitian ini adalah menemukan kriteria-kriteria apa saja yang menjadi pilihan siswa dan orang tua siswa kelas XII sehingga akan dapat menjadi masukan bagi STT Dumai untuk pengembangan kedepannya. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dimana  metoda ini akan dapat menentukan alternatif pilihan siswa SMA/SMK berdasarkan kriteria-kriteria yang dikemukakan oleh siswa. Kriteria pemilihan kampus yang ditetapkan oleh siswa ini akan menjadi suatu masukan bagi Sekolah Tinggi Teknologi Dumai untuk pengembangan kedepannya untuk mewujudkan jumlah mahasiswa yang diharapkan oleh kampus.Berdasarkan hasil forum Group Discusion (FGD) dengan stake holder dan expert maka didapatkan kriteria pemilihan adalah jenis kampus (subkriteria universitas, institut, sekolah tinggi dan akademi), Kualitas (prestasi kampus, dosen, lulsan cepat kerja, akreditasi), Biaya (subkriteria mahal, sedang, murah) dan kriteria sarana prasarana(subkriteria gedung megah, ruang kuliah yang nyaman, sarana olahraga, perpustakaan lengkap, laboratorium lengkap). Berdasarkan perhiungan dengan Metode AHP diperoleh kriteria tertinggi adalah kriteria kualitas dengan bobot nilai 0,4417. Dari subkriteria Jenis atau model kampus adalah universitas dengan bobot nilai 0,3945, subkriteria kualitas adalah lulusan cepat kerja dengan bobot nilai 0,3946, subkriteria biaya adalah biaya sedang dengan bobot nilai 0,4835 dan subkriteria sarana prasarana adalah laboratorium yang lengkap dengan bobot nilai 0,35. Jadi kriteria  yang mempengaruhi pemilihan tempat studi lanjut bagi siswa dan orang tua di Kota Dumai adalah kualitas dengan pilihan universitas, lulusan cepat kerja, biaya sedang dan laboratorium yang lengkap.
ANALISIS JARINGAN DENGAN ROUTING PROTOKOL BERBASIS SPF (SHORTEST PATH FIRST) DJIKSTRA ALGORITHM Oris Krianto Sulaiman; Khairuddin Nasution
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 1 (2017): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk membangun table routing, setiap routing protocol menjalankan algorithma routing, algorithma routing inilah yang mengatur proses kerja dan karakteristik kerja dari sebuah routing protocol. Jika dikelompokkan berdasarkan algorithma routing yang digunakan maka  protokol routing terbagi menjadi 2 bagian kategori besar yaitu vector routing protocol dan link state routing protocol. Permasalahan terjadi ketika administrator jaringan seringkali kesulitan untuk menentukan jalur terpendek dari sebuah topologi jaringan, protokol routing link state menggunakan algorithma routing SPF (Shortest Path First) atau sering disebut djikstra, memungkinkan pencarian jalur terpendek dari sebuah topologi jaringan untuk mencapai remote network. Dalam mencapai path terpendek algorithma SPF tidak menggunakan jumlah lompatan (houp count) namun algorithma ini menggunakan cost kumulatif dari setiap link antar router untuk mencapai suatu remote network.
PENGARUH PASAR TRADISIONAL TIGA PANAH TERHADAP KINERJA RUAS JALAN TIGAPANAH - MEREK M Alfin Alfaris; Marwan Lubis; Gunawan Tarigan; Hamidun Batubara
Buletin Utama Teknik Vol 16, No 2 (2021): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kemacetan pada jalan perkotaan maupun jalan luar kota yang diakibatkan bertambahnya kepemilikan kendaraan dan belum optimalnya pengoperasian fasilitas lalu lintas yang ada, merupakan persoalan utama di berbagai daerah. Hal ini menyebabkan tingginya arus lalu lintas dan berkurangnya kapasitas ruas jalan serta menurunnya tingkat pelayanan pada ruas jalan. Jalan Kabanjahe - Merek sebagai lokasi penelitian dengan tipe jalan 2 lajur 2 arah dengan kondisi jalan yang termasuk daerah pertokoan dan pasar tradisoinal menyebabkan arus lalu lintas pada jalan tersebut menjadi terganggu. Untuk menganalisa yang mempengaruhi tingkat pelayanan ruas jalan apakah layak dipertahakan pada karakteristik geometrik dan perilaku lalu lintas yang ada sekarang ini, serta mengevaluasi dan mengidentifikasi tingkat pelayanan ruas jalan dan penyebab-penyebab yang mempengaruhi berkurangnya tingkat pelayanan pada ruas jalan pada saat ini. Untuk menentukan tingkat pelayanan ruas jalan metode yang digunakan adalah metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Februari 1997. Dengan melakukan perhitungan secara manual yaitu dengan menghitung jumlah lalu lintas kendaraan pada ruas jalan pada priode waktu. Data yang diperoleh dimasukan kedalam formulir UR-1,Formulir UR-2,dan Formulir UR-3. Data yang digunakan adalah data jam puncak yang telah dikalikan dengan satuan mobil penumpang (smp) dan didukung dengan data-data geometrik jalan yang telah di survey. Dari hasil perhitungan yang diperoleh maka tingkat pelayanan kinerja ruas jalan berdasarkan kecepatan perjalanan rata-rata dan nilai volume serta kapasitas pada ruas jalan Kabanjahe – Merek di persimpangan Tiga Panah adalah Tingkat Pelayanan Jalan E, yaitu Kondisi arus lalu lintas sudah mendekati kapasitas ruas jalan, kecepatan kira-kira lebih rendah dari 20 km/jam. Pergerakan lalu lintas kadang terhambat.
ANALISIS JUMLAH PELAYAN OPTIMAL UNTUK MEMINIMISASI BIAYA Tri Hernawati; Bonar Harahap; Rini Afriyanti
Buletin Utama Teknik Vol 14, No 1 (2018): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minimalisasi biaya merupakan  strategi yag dilakukkan individu atau badan usaha untuk meningkatkan keuntungan . Salah satu upaya  minimalisasi biaya adalah dengan meminimalisasi aktivitas yang menimbulkan biaya .Tulisan ini membahas tentang pemecahan masalah  yang dihadapi Bank X . Selama ini Bank tersebut memiliki jumlah petugas untuk melayani nasabah sebanyak 3 petugas. Dari pengamatan  selama ini dengan tiga orang petugas  , setiap harinya sering terjadi ada petugas yang menganggur , sehingga dilakukan penelitian berapa sebenarnya jumlah petugas yang optimal. Optimal diartikan bila seluruh pelanggan yang datang semuanya dilayani dengan waktu mengantri yang dapat ditoleransi. Toleransi waktu mengantri yang diharapkan tidak lebih dari 10 (sepuluh) menit Oleh karena itu perlu dilakukan  perhitungan yang tepat agar tidak terjadi kerugian . Berdsarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa jumlah petugas  yang optimal hanya sebanyak 2. Hasil analisis  menunjukkan bahwa dengan 3 petugas  akan sangat merugikan perusahaan karena juga harus mengeluarkan biaya penyedian fasilitas   yang tidak optimal pemakaiannya, dimana persentase petugas  mengganggur lebih besar. Jadi dengan 2 petugas  sudah cukup untuk melayani nasabah pada perusahaan sedangkan satu  petugas lagi sebaiknya dimutasikan  untuk mengerjakan tugas lain . Biaya yang dapat dihemat dengan menggunakan 2 petugas dari jumlah sebelumnya sebanyak  tiga petugas adalah sebesar 27,83%. 
ANALISIS KETEBALAN OVERLAY TERHADAP KERUSAKAN JALAN PADA JALAN KISARAN - DESA RAWANG PANCA ARGA KABUPATEN ASAHAN Agung Pratama Wibowo; Gunawan Tarigan; Ronal H.T Simbolon
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 1 (2021): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan hal penting dalam pendistribusian barang dalam sektor industri. Jalan yang baik mampu mempercepat proses distribusi dari daerah satu kedaerah yang lain. Kisaran merupakan kota berkembang dalam Provinsi Sumatera Utara. Dengan pertumbuhan roda perekonomian dikota dan kabupaten Asahan mengakibatkan bertambahnya kepadatan lalu lintas. Kepadatan lalu lintas dan muatan kendaraan  yang  melebihi batas  mengakibatkan jalan tersebut kini dalam kondisi rusak. Perlu adanya metode perbaikan yang baik agar sistem transfortasi menjadi baik, prasarananya menjadi lebih aman,nyaman, dan efisien salah satu pedomannya adalah dengan cara overlay. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal lapis tambah metode overlay dan menentukan metode yang paling efisien untuk ruas jalan Kisaran - Rawang Panca Arga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode SNI 1732-1989 – F. Perencanaan tebal lapis tambah menggunakan  SNI 1732-1989 – F, hakikatnya sama dengan perencanaan tebal labis tambah jalan baru yang telah di uraikan metode SNI 1732-1989 – F. Tebal lapis tambah diperoleh berdasarkan kinerja sisa dari lapis perkerasan jalan lama yang diperoleh sebagai hasil pemeriksaan visual. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan kinerja sisa dari jalan tersebut maka kami lakukan suvey ke lokasi dan didapatkan nilai kerusakan lapisan permukaan sebesar 38 % dan lapis pondasi 32% lapis pondasi bawah 90 %. Dari nilai yang sudah diproleh maka overlay ( lapis tambah ) didesain setebal 5 cm menggunakan bahan MS 744 (asbuton)
ANALISIS STABILITAS ABUTMENT PADA PERGANTIAN JEMBATAN IDANETAE LOLOSENI DI RUAS JALAN HILIMBOWO KABUPATEN NIAS SELATAN Leonardo Anugerah Halawa; Kartika Indah Sari; Darlina Tanjung
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 2 (2023): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Idanetae adalah jembatan pedestrian sepanjang 30 m yang didesain untuk pejalan kaki, kendaraan roda dua dan roda empat sebagai penghubung jalan yang dipisahkan oleh sungai. Bangunan bawah jembatan terdiri dari abutmen dan pondasi. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui stabilisasi abutment Jembatan Leleseni dalam menahan beban-beban yang bekerja dan untuk mengetahui faktor keamanan abutment tersebut terhadap guling dan geser.Analisis abutment dikhususkan pada stabilitas abutment terhadap guling dan geser. Faktor aman terhadap guling ditentukan berdasarkan perbandingan momenaktif dengan momen pasif, sedangkan factor aman terhadap geser ditentukan dari perbandingan gaya aktif dengan gaya pasif. Selain data-data lapangan, analisis ini memerlukan uji parameter tanah di laboratorium. Parameter yang diuji adalah kuat geser dan density tanah di lapangan. Berdasarkan hasil analisis stabilitas yang telah dilakukan pada abutmen ini didapatkan bahwa nilai factor aman terhadap geser 11,966 dan factor aman terhadap guling 3,127, dengan demikian  abutmen dinyatakan stabil terhadap geser, guling, dan aman terhadap beban-beban yang bekerja.
SIMULASI PERBEDAAN DURASI PELAKSANAAN PROYEK ANTARA METODE BARCHART DENGAN PDM DAN PERT Yusrizal Lubis; Diana Suita
Buletin Utama Teknik Vol 15, No 1 (2019): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu proyek konstruksi ditentukan oleh adanya langkah-langkah  perencanaan yang baik dan sistematis dimana seluruh proses yang ada di dalamnya dapat diimplementasikan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dengan tingkat penyimpangan minimal serta hasil akhir maksimal. Manfaat perencanaan penjadwalan bagi proyek adalah untuk mengetahui keterkaitan antar durasi kegiatan yang diperlukan serta kaitannya dengan kegiatan kritis (jalur kritis), dan untuk mengetahui probabilitas waktu penyelesaian seluruh pekerjaan proyek. Penelitian ini untuk membandingkan penerapan metode Barchart, PDM dan PERT pada proyek konstruksi jalan yang menggunakan metode barchart dalam penjadwalannya.Dari hasilperhitungan pada proyek kasus dengan menggunakan dasar metode Barchart (150 hari) lalu dibandingkan dengan metode PDM dan PERT, didapatkan durasi keseluruhan kegiatan proyek adalah 122 hari kerja dengan metode PDM. Sedangkan dengan menggunakan metode PERT dengan probabilitas 55%, dicapai durasi 120 hari, sementara dengan menggunakan metode PERT dengan probabilitas 99%, dicapai durasi 132 hari.Kata-Kata Kunci : Durasi Pelaksanaan Proyek, Barchart , PDM,  PERT
ANALISIS SISTEM PERAWATAN PADA HIDROLIK MESIN PEMOTONG PADI Metro Martogi Manullang; Junaidi Junaidi; Fadly A. Kurniawan
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 3 (2022): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya Sistem hidrolik sebetulnya sudah banyak dikenal oleh kalangan masyarakat luas. Salah satu yang berperan penting dalam sistem hidrolik adalah silinder hidrolik, dari beberapa data yang ada, kerusakan yang paling sering ditemukan dalam sistem hidrolik yaitu silinder hidrolik. Silinder hidrolik berperan penting dalam mempermudah dan mempercepat sistem kerja pemanen atau pemotong padi. Silinder hidrolik berguna untuk menaikkan Bucket (penuai), Reel (penggulung). Silinder hidrolik memiliki presentase kerusakan yang cukup besar. Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, maka rumusan masalah yang dibahas adalah bagaimana mengetahui nilai Availability, Performance, dan Rate Of Quality dengan metode Overal Equipment Effectivenes (OEE) serta meminimalisir kerusakan silinder hidrolik menggunakan metode TPM (Total Productive Maintenance), mengetahui penyebab kerusakan pada silinder hidrolik. Mengetahui usulan masalah pada silinder hidrolik, Mengetahui faktor penyebab dan kerusakan pada silinder hidrolik, Pemeliharaan (maintenance) merupakan suatu kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas atau suatu mesin dan mengadakan perbaikan atau pergantian yang diperlukan agar dapat menghasilkan tenaga yang maksimum dan umur mesin yang awet. Dari hasil perhitungan nilai avaibility tersebut maka rasio operation time unit terhadap loading time periode maret – juni sesuai dengan standart dunia 90%. Untuk perhitungan nilai persentase performa efficiency belum sesuai standar dunia 95% dan untuk perhitungan nilai rate of quality belum sesuai dengan standart dunia 99,9%, kemudian dari perhitungan nilai persentase Overal Equipment Effectiveness Dari perhitungan nilai persentase Overal Equipment Effectiveness belum sesuai dengan standart dunia 85%.
PENGUJIAN TURBIN ANGIN DARRIEUS DI PANTAI MATEMATIK DELI SERDANG DENGAN VARIASI JUMLAH BLADE Muslih Nasution; M. Rafiq Yanhar; Rusdian Tri Putra
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 3 (2023): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi efisiensi energi yang dibangkitkan adalah jumlah bilah angin. Penelitian ini dapat memberikan reverensi kepada masyarakat secara umum dan khususnya kepada peerancang turbin angin darrieus dengan rumitnya perhitungan dari konstruksi turbin tersebut, mereka dapat memilih konstruksi yang tepat. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dperhitungan didapat bahwa turbin dengan sudu 3 buah mampu menghasilkan efisiensi yang lebih baik dibandingkan dengan turbin dengan sudu berjumlah 2 dan 4. Maka dapat dilihat bahwa semakin banyak jumlah sudu turbin tidak menjadi acuan besarnya tingkat efisiensi yang dihasilkan, sebab semakin banyak sudu, maka aliran angina juga dapat terganggu, serta massa dari sudu turbin tersebut juga akan mempengaruhi putaran poros ke generator.Pada grafik Performa Turbin Darrius 2 sudu memperoleh daya masikum sebesar 11,32 watt, pada turbin performa turbin darrius 3 sudu memperoleh daya maksimum sebesar 65 watt, dan pada turbin performa turbin darrius 4 sudu memperoleh daya sebesar 11,92 watt. Pada perbandingan performa turbin Darrius berdasarkan besar kuat arus yang dihasilkan. Kuat arus maksimum ihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 3 buah, dan kuat arus minimum dihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 4 buah. Perbandingan performa turbin Darrius berdasarkan besar voltase yang dihasilkan. Voltase maksimum ihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 4 buah, dan voltase minimum juga dihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 4 buah.Namun dapat dilihat performa turbin yang menghasilkan voltase rata-rata terendah adalah turbin Darrius dengan 2 sudu. Perbandingan performa turbin Darrius berdasarkan besar daya yang dihasilkan. Daya maksimum dihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 3 buah, dan daya minimum juga dihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 4 buah.