cover
Contact Name
Andi Andre Pratama Putra
Contact Email
ejurnaldesciars@unima.ac.id
Phone
+6282396067885
Journal Mail Official
ejurnaldesciars@unima.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus Unima Kec. Tondano Selatan - Kab. Minahasa - Prov. Sulawesi Utara 95618 04321321845
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)
ISSN : -     EISSN : 28297237     DOI : https://doi.org/10.53682/dsa
The publication of the Jurnal Desain Sains dan Arsitektur: Journal of Architecture and Science research aims to facilitate interaction, discussion, and updating of ideas from Design, Science and Architecure scientists in Indonesia. DeSciaArs journal contains architecture research, building sciences, and design of social environmetal . We welcome research articles, design concepts, theoretical, policy reviews, or methodological reviews, to be submitted to our journals within the following research areas: Design Concept of Architecture Building Science and Environment Rural and Urban Ecological Design
Articles 77 Documents
CO-WORKING SPACE DENGAN PENDEKATAN LIGHTING CONTROL SYSTEM DI MANADO Agnes Makalew; Muhammad Muhdi Attaufiq; M.Y. Noorwahyu Budhyowati
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i1.6667

Abstract

Perkembangan teknologi menyebabkan budaya-budaya baru muncul salah satunya adalah pekerjaan lepas (freelancer). Selain itu perkembangan industri kreatif di Kota Manado memiliki potensi besar serta munculnya gaya hidup baru akibat pandemi COVID-19 yakni gaya hidup Work From Anywhere. Maka dari itu diperlukan fasilitas untuk menunjang hal tersebut. Perancangan co-working space dengan pendekatan lighting control system menggunakan metode pengumpulan data, analisa data serta aplikasi pada desain. Hasil perancangan ini merupakan rancangan desain co-working space dengan konsep kolaboratif dan menyenangkan serta dapat mengurangi biaya oprasional bangunan dengan menggunakan sistem kontrol pada pencahayaaan bangunan.
PERANCANGAN KAMPUNG VERTIKAL DENGAN PENERAPAN SMART BUILDING DI KOTA MANADO Virginia Kinsale; M. Y. Noorwahyu Budhyowati; Muhammad Muhdi Attaufiq
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i1.6736

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi di kota-kota besar adalah tentang meningkatnya kepadatan penduduk yang memicu permasalahan karena lahan di kota bersifat tetap dan terbatas. Di kota Manado bahkan menurut data BPS Kota Manado pada tahun 2020 memiliki jumlah penduduk sebesar 451.916 jiwa, dimana kepadatan penduduk yang cukup tinggi ini tidak dibarengi dengan angka backlog rumah di kota manado yang sangat tinggi >40%, oleh sebab itu dibutuhkan satu solusi yakni dengan menata hunian ke dalam bentuk vertikal namun dengan menambahkan karakteristik-karakteristik kampung di dalamnya. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk memperoleh suatu rancangan kampung vertikal yang berkualitas, berkarakter, dan berestetika, serta memperoleh rancangan yang responsif akan efisiensi energi. Metode perancangan dimulai dari pengumpulan data, kemudian analisis programatik dan analisis tapak, serta konsep desain dimana dalam penerapannya diterapkan konsep smart building dengan Batasan pada selubung bangunan, pemanfaatan sinar matahari, dan pemanenan air hujan. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah hunian kampung vertikal yang memiliki karakteristik nilai social, budaya, serta tanggap akan efisiensi energi dalam bangunan. Kata kunci: Kampung Vertikal, Bangunan Pintar, Pemanenan Air Hujan, Selubung Bangunan, Kota Manado
PERANCANGAN RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE BUILDING Aldrin Potabuga; Claudia Irene Lombok; A. L. Grace Katuuk
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i1.6752

Abstract

Peningkatan kesehatan masyarakat bertujuan untuk membangun kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat yang mewujudkan kesehatan optimal. Kesehatan optimal adalah salah satu unsur kesejahteraan yang sudah di amanatkan oleh pembukaan UUD Tahun 1945 dalam pasal 28H ayat satu. Kota bitung sering merujuk pasien ke rumah sakit ibu dan anak di Kota manado di karenakan keterbatasan alat dan pengalaman yang adaLokasi perancangan di tetapkan di provinsi Sulawesi utara di Kota Bitung,kecamatan girian,keluarahan girian atas lebih tepatnya di jln.Balaikia kaeludan girian atas link IV. Ada beberapa proses perancangan Rumah sakit Ibu dan anak, diantaranya pengumpulan data primer dan sekunder, parameter desain analisis dan konsep desain dengan pendekatan sustainable building.Sistem utilitas pada perancangan ini akan disediakan beberapa sistem instalasi, yaitu instalasi listrik, instalasi air bersih, instalasi pengolahan limbah Rumah sakit (IPAL), instalasi septik tank , instalasi penanggulangan kebakaran, penghawaan alami dan buatan, sistem transportasi. Merupakan perancangan Rumah Sakit khusus Ibu dan Anak dengan pendekatan sustainable building yang hemat energy serta memperhatikan lingkungan. Dengan adanya perancangan ini, masyarakat dan pemerintah serta instansi kesehatan kota Bitung mendapatkan wadah tempat untuk menyediakan rumah sakit ibu dan anak demi mengurangi angka kematian ibu dan anak di Kota Bitung. Penerapan sustainable building pada perancangan dapat meminimalisir dampak negatif bangunan kepada lingkungan sekitar.
PERANCANGAN SPIRITUAL CENTER DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR SYMBOLIC DI KOTA TOMOHON Heryan Balo; Claudia I Lombok; Cindy M. Liando
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i2.6912

Abstract

pirituality is the highest human divine consciousness since ancient times, then developed in such a way until now. Since ancient times, architecture has been a physical component as a means for humans to express their spirituality. These traditions and practices are full of symbolism and meaning which are expressed in the development of awareness and enlightenment. The distribution of the population and the dynamics of the cultural life of mankind shape each of the different spiritual traditions. These differences form a rich and authentic diversity. To achieve harmony of civilization, of course, architecture is one of the most beautiful components in realizing expressions that can trigger this divine awareness. Indonesia is a country rich in natural beauty, tribes and traditions, awareness is needed to preserve this, especially in the northern hemisphere, namely the cities of Manado and Tomohon. Social harmony in the area requires an important appreciation through the provision of spiritual facilities that cover universally. The idea of this architectural design is an illustration of ideas and a contribution of ideas for the existence of a spiritual facility that elevates the authentic meaning and symbolism of each religious tradition in Indonesia.
PERANCANGAN LOW RISE APARTMENT MAHASISWA DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORAL ARCHITECTURE DI KOTA MAKASSAR Gracia Aulia Tri Putri lomo; Sonny D.J. Mailangkay; Moh Fachruddin Suharto
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i2.6955

Abstract

Kota Makassar mengalami perkembangan pendidikan perguruan tinggi yang pesat baik dari pemerintah maupun swasta. Kebutuhan hunian yang berdekatan dengan lingkungan kampus meningkat, mendorong pihak swasta maupun negeri untuk bersaing dalam pembangunan hunian atau bidang properti. Pemukiman penduduk yang tidak bisa diharapkan karena letak yang jauh dari kampus, sehingga pemerintah telah memberikan alternatif pembangunan hunian kearah vertikal di tengah-tengah kota. Namun, pertumbuhan hunian kearah vertikal memberikan dampak yang kurang baik, adalah kurangnya kualitas interaksi sosial antar penghuni. Perancangan Low Rise Apartment Mahasiswa akan membentuk ruang-ruang komunal sehingga pencapaian untuk menciptakan interaksi sosial terjalin. Dengan konsep dan pendekatan Behavioral Architecture dapat menjadi solusi desain terkait kurangnya interaksi sosial antar sesama pengguna.
DISTRIBUSI BANGUNAN ARSITEKUR CINA DI KLASTER BALEKAMBANG KAMPUNG PECINAN KOTA SEMARANG Anindya Puspita Putri; Henki Riko Pratama; Deny Setya Afriyanto; Tiyas Adhi Putra
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i2.7982

Abstract

Law No. 11 of 2010 concerning Cultural Heritage states that preservation is a dynamic effort to maintain the existence of Cultural Heritage and its value by protecting, developing, and utilizing it. Starting from this, in other words, preservation is an effort to ensure that a cultural work remains or returns to a living cultural context, through a process of reuse, recycling, and revitalization. One of the Cultural Heritage Areas in the City of Semarang which has important value and is urgently required to be given protection is the Semarang Chinatown Area. The next step is related to the process of preserving (protecting) the Chinatown area of Semarang City. It is necessary to carry out a study to inventory ancient buildings that have a uniform Chinese architectural style and have important value. It is hoped that this study can be used for recreational, educational, appreciative, and/or religious purposes. This is in accordance with what is mandated by Law 11 of 2010 concerning Cultural Heritage, which states that the determination of area and layout is determined based on the results of studies by prioritizing opportunities to improve people's welfare. Keywords:. Cultural Heritage Preservation, Urban Heritage, Mapping, Chinatown
PERANCANGAN STADION SEPAK BOLA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR FUTURISTIK DI MANADO Kapahang, Dandy; Suharto, Moh Fachruddin; Budhyowati, M. Y. Noorwahyu
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sepak bola di Sulawesi Utara khususnya Manado terbilang cukup baik, dilihat dari prestasi Sulut United FC masuk ke liga 2 pada tahun 2019. Untuk itu Sulawesi Utara harus memfasilitasi lewat stadion yang memadai. Stadion klabat manado merupakan stadion kebanggaan warga sulut akan tetapi kurang layak, tidak representatif dan merupakan kawasan yang rawan akan bencana banjir. Perancangan stadion sepak bola di manado akan direlokasikan untuk membangun stadion berstandar internasional dan stadion yang representatif, dengan kualifikasi dan syarat sesuai dengan ketentuan FIFA. Konsep pendekatan tema arsitektur futuristik perancangan yang mangarah atau menuju ke masa depan, pada bangunan yang tidak terkait dengan masa lalu.
PERANCANGAN 'WALEWANGKO' PUSAT KESENIAN DI KOTA TOMOHON Ngantung, Viky Andre; Warouw, Felly Ferol; Budhyowati, M. Y. Noorwahyu
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v4i1.7349

Abstract

Kota Tomohon memiliki beragam kesenian juga warisan budaya dari Suku Minahasa seperti tarian maengket, kabasaran, katrili, rumah adat Walewangko, kolintang, pengrajin bambu dan tanah liat juga pelukis, musisi dan masih banyak lagi. Banyaknya kegiatan dan pelaku seni yang ada, membuat pemerintah setempat membuat juga kegiatan dalam bentuk perlombaan dan apresisasi seputar kesenian di Kota Tomohon, namun kegiatan-kegiatan tersebut tidak dilakukan pada tempat yang representatif. ‘Walewangko’ Pusat Kesenian sebagai sarana apresiasi, edukasi dan rekreasi di Kota Tomohon sebagai solusi dari permasalahan belum tersedianya tempat sebagai pusat untuk melakukan kegiatan-kegiatan seni yang berpotensi untuk lebih mengembangankan kesenian kota dan menjadi faktor pendukung yang dapat membawa Kota Tomohon lebih dikenal luas dengan menjadi destinasi wisata dunia. Dengan pendekatan Extending Tradition pada perancangan bermaksud untuk melestarikan budaya Minahasa melalui konsep bentuk pada hasil desain.
REDESAIN PASAR BUHA KOTA MANADO DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE ARCHITECTURE Rumteh, cheril; Warouw, Felly Ferol; Attaufiq, Muhammad Muhdi
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v4i1.7757

Abstract

The market is a place for sellers and buyers. This is due to the transaction process of goods/services and the bargaining that occurs. The characteristics of the market usually consist of stalls / stalls, and open lots available to traders. The appearance or overall feel of a shopping center that can make the market stand out among its competitors such as the facilities and infrastructure provided. In general, it is an area used for selling places that traders use as a means or facility in placing goods from services for sale. This is due to Pasar Buha which is a "traditional" type of market that has a place where cleanliness is not guaranteed because the mass layout of buildings in the area tends to be ineffective and the lack of facilities provided. Therefore, Buha Market is an appropriate object for redesign purposes.This activity is carried out to obtain data related to the needs and problems in the design process. The data includes field surveys on related sites as well as interviews with several visitors or existing communities and related government parties. The data collected includes physical site data and documentation in the form of photos, videos, or sketches. Physical site data in the form of: Site potential and shortcomings, site boundaries, site topography and site size, view, site circulation, existing vegetation, and climate.Redesign of Manado City Buha Market with Sustainable Architecture Approach concludes that this redesign will be a means for people to shop at the Market with facilities that have supported the activities and needs of the people who come to shop and are equipped with sustainable architecture including: 1) Using natural and reusable materials, 2) Applying solar panels to reduce the use of conventional electricity, 3) Using secondary skin on building walls from natural materials, namely plants and natural stones. The redesign aims to provide comfort and better market quality for humans and the environment.
REDESAIN PASAR TRADISIONAL TOMOHON DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR DI KOTA TOMOHON Moloku, Semuel; Budhyowati, M.Y. Noorwahyu; Kawatu, Freike E.
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v4i2.7786

Abstract

Traditional markets are places for buying and selling transactions for food necessities. One of the markets in Tomohon City is the traditional market (Pasar Beliman Tomohon), a market with conditions that appear to be irregular in terms of the grouping of food types and circulation that is not well mapped. As time went by, traders began to fill up on the sides of the road, disrupting transportation activities on the highway. In general, the city of Tomohon is located in a strategic place, apart from being known as an educational city and tourist destination, this city is also known as a city that has traditional markets in Indonesia in North Sulawesi. Broadly speaking, usually the market is known as the process that occurs between buyers and sellers in reaching an agreement on price. And seeing this phenomenon, especially the increasing presence of visitors from within the city and from outside the city, this has triggered the development of a market that is increasingly crowded with the activities of traders and buyers. The application of Neo-vernacular architecture in the design of this traditional market can provide a representative image of the city of Tomohon, including the Paslaten 1 sub-district, which expresses elements of the shape of the surrounding environment as well as models of craft products from the Paslaten sub-district.