cover
Contact Name
Andi Andre Pratama Putra
Contact Email
ejurnaldesciars@unima.ac.id
Phone
+6282396067885
Journal Mail Official
ejurnaldesciars@unima.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus Unima Kec. Tondano Selatan - Kab. Minahasa - Prov. Sulawesi Utara 95618 04321321845
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)
ISSN : -     EISSN : 28297237     DOI : https://doi.org/10.53682/dsa
The publication of the Jurnal Desain Sains dan Arsitektur: Journal of Architecture and Science research aims to facilitate interaction, discussion, and updating of ideas from Design, Science and Architecure scientists in Indonesia. DeSciaArs journal contains architecture research, building sciences, and design of social environmetal . We welcome research articles, design concepts, theoretical, policy reviews, or methodological reviews, to be submitted to our journals within the following research areas: Design Concept of Architecture Building Science and Environment Rural and Urban Ecological Design
Articles 77 Documents
UNSUR NIRUPA ARSITEKTUR ISLAM PADA MASJID AGUNG SYEKH ZAYED Mukhlishah Sam; Suci Qadriana Ramadhani
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v2i2.5729

Abstract

Masjid merupakan rumah tempat ibadah bagi ummat Islam atau muslim. Masjid artinya tempat bersujud. Bentuk seni Islam di masjid merupakan perpaduan antara simbolik elemen arsitektur Islam. Masjid Agung Sheikh Zayed yang terletak di Abu Dhabi, Kerajaan Uni Emirat Arab memiliki gaya arsitektur Islami. Penelitian ini akan menggali dan mencari tahu bentuk arsitektur Islam yang diterapkan di masjid Agung Sheikh Zayed di Solo. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi unusr nurupa Arsitektur Islam pada masjid agung sheikh Zayed di Solo. Menurut Ernets Burden (1995) ada 12 unsur nirupa Arsitektur Islam yang akan dibahas dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui unsur unsur nirupa Arsitektur Islam yang ada pada masjid Agung Syekh Zayed di Solo.
Kriteria Kritik Karya Arsitektur Pada Café Anhour di Makassar Suci Qadriana Ramadhani; Mukhlishah Sam
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v2i2.5730

Abstract

Kritik merupakan proses menganalisa dan mengevaluasi sesuatu yang bertujuan dalam peningkatan pemahaman, perluasan apresiasi, dan peningkatan kualitas kerja. Penelitian ini akan membahas tentang kritik salah satu bangunan yang ada di Makassar dengan memperhatikan beberapa kriteria sebagai berikut: 1). Gaya Arsitektur; 2) Interior Bangunan, 3). Konsep/ Pendekatan Arsitektur yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya arsitektur, Interior dan Konsep yang digunakan pada Bangunan. Jenis kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan observasi untuk memperoleh hasil pengamatan data dari lapangan. Metode yang digunakan adalah desktiptif kualitatif. Simpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah Arsitektur Modern, dimana terlihat pada bentuk bangunannya dan juga interior pada bangunan, Keindahan, terdapat pada bagian dalam ruangan, yang dimana penggunaan furniture yang dipakai simple tetapi elegan dan availibilitas, pada bangunan yang mudah di dapatkan, serta diketahui konsep /pendekatan Arsitektur berkelanjutan pada bangunan Café Anhour tersebut
TAMAN REKREASI TEPIAN AIR DENGAN PENDEKATAN PLACEMAKING DI KOTA MANADO Yericho C. Tamamengka; M. Y. Noorwahyu Budhyowati; A. L. Grace Katuuk
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v2i2.5731

Abstract

Perancangan Taman Rekreasi Tepian Air, merupakan konteks taman yang dapat melayani aktivitas ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat serta kepariwisataan Kota Manado yang berhasil dalam indeks kepariwisataan, melalui pendekatan Placemaking yang memiliki relevansi kuat dengan aspek visi pembangunan kota yang diusung Kota Manado yaitu Waterfront Development, serta penguatan akan identitas kota. Kota Manado, dalam hal ini melaksanakan visi pembangunan dengan orientasi pengembangan pada area tepian air, seperti laut dan sungai, karena potensi alamiah dari Kota Manado yang memiliki keindahan laut, sehingga dapat menarik minat dari para wisatawan untuk beraktivitas pada area tepian air di Kota Manado. Pendekatan Placemaking akan menjadi katalisator dalam merancang sebuah tempat yang memberi kesan dan pengalaman yang baik dalam aktivitas pariwisata bagi para wisatawan yang berkunjung dengan mengangkat keunikan dan potensi dari Kota Manado, yang bersinergi dan terkoneksi dengan lingkungan sekitar lokasi perancangan. Sehingga, dari perancangan ini dapat menjadi tolok ukur terhadap visi pembangunan/pengembangan di Kota Manado, yang dimana tidak hanya berfokus pada pembangunan suatu ruang saja, tetapi dapat menciptakan interaksi daripada masyarakat, sehingga perancangan ini dapat sangat hidup karenanya.
PERANCANGAN KAWASAN WISATA DI TEPI DANAU TONDANO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Fyre G. F. Sumenge; Ferol F. Warouw; A. L. Grace Katuuk
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v2i2.5732

Abstract

Danau Tondano merupakan salah satu objek wisata terbesar yang ada di daerah Sulawesi Utara lebih khususnya di Kabupaten Minahasa dan sekitarnya. Pemandangan danau yang indah dan memukau serta dikelilingi view pegunungan dan sawah menjadikan Danau Tondano sebagai objek wisata yang sangat bernilai. Namun pemanfaatan Danau Tondano sebagai objek wisata masih sangat terlihat kurang. Demikian juga terdapat beberapa lokasi pariwisata di sekitar tepian danau yang terbengkalai akibat kurangnya pemeliharaan dan pengembangan sehingga terjadi pengurangan pengunjung. Merancang suatu Kawasan wisata merupakan suatu alternatif yang baik terkait pemanfaatan dari objek wisata Danau Tondano itu sendiri. Budaya lokal juga merupakan suatu nilai tambah terhadap suatu daerah. Tempat wisata yang dapat menyajikan nilai-nilai budaya daerah setempat juga mempengaruhi minat wisatawan yang datang di daerah Minahasa. Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular merupakan salah satu gaya arsitektur post modern yang pada prinsipnya mempertimbangkan kaidah-kaidah normatif, kosmologis, peran serta budaya lokal dalam kehidupan masyarakat serta keselarasan antara bangunan, alam dan lingkungan. Bentuk-bentuk modern akan banyak ditemukan pada arsitektur neo vernakular namun pada penerapannya masih menggunakan konsep lama daerah setempat yang dikemas dalam bentuk yang lebih modern. Penerapan pendekatan arsitektur neo vernakular pada Kawasan wisata di tepian Danau Tondano merupakan Langkah yang tepat dalam peningkatan aspek pariwisata Daerah Minahasa.
PERANCANGAN TAMAN KOTA RANTEPAO KABUPATEN TORAJA UTARA Epa Pare Ponno; Ferdinan S. R. P. Terok; M. Y. Noorwahyu Budhyowati; A. L. Grace Katuuk
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i1.6028

Abstract

Perancangan Taman Kota Rantepao, merupakan upaya dalam mendesain taman kota yang diharapkan mampu melayani aktivitas masyarakat Kota Rantepao baik dari aspek ekonomi, sosial dan ekologi. Dengan adanya taman kota ini nantinya bisa meningkatkan indeks parawisata di Kabupaten Toraja Utara. Perkembangan Kota Rantepao dalam aspek pembangunan meningkat dengan pesat. Hal ini membuat ketersediaan ruang terbuka hijau dalam kota manjadi berkurang yang membuat kondisi kota menjadi tidak menarik. Selain itu, akibat lain yang ditimbulkan yaitu tingkat kualitas udara dalam kota menjadi tidak sehat akibat kurangnya vegetasi yang mampu menyerap polutan yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor. Oleh sebab itu, dengan adanya taman kota ini bisa menambah ruang terbuka hijau dalam Kota Rantepao, juga bisa membantu masyarakat umum, terlebih khusus para pelajar melalui penyediaan fasilitas perpustakaan. Melalui perancangan taman kota dengan pendekatan Sustainable Urban Landscape diupayakan menjadi salah satu solusi dalam penanganan mengenai masalah-masalah lingkungan yang diakibatkan oleh pembangunan dalam kota, sehingga kondisi ekosistem di Kota Rantepao bisa menjadi lebih baik. Melalui perancangan dengan mengimplementasikan Sustainable Urban Landscape diharapkan bisa menjadi sebuah tolak ukur pemerintah dalam pembangunan di Kota Rantepao agar pembangunan tetap mejaga kelestarian lingkungan sekitar.
PERANCANGAN RUMAH SAKIT KHUSUS MATA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI KOTA TOMOHON Gabriella Manopo; Claudia Irene Lombok; M. Y. Noorwahyu Budhyowati
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i1.6313

Abstract

The number of eye health problems in North Sulawesi, especially the city of Tomohon every year is increasing, eye damage appears at a young age to old age, the city of Tomohon is also the city with the highest number of eye damage but at this time eye health facilities or public hospitals have not fully guaranteed the health and comfort and even facilities for eye patients so that eye patients must go far from the city of Tomohon to get this special eye health facility Because Tomohon City does not have a special eye hospital while it is not comparable to the number of eye damage that has increased in Tomohon City, it is an alternative that Tomohon City needs a special eye hospital. The goal is to provide health facilities or hospitals to reduce the number of eye damage in the city of Tomohon that is comfortable and able to improve special health facilities in the city of Tomohon. This design begins with data collection, followed by site analysis, the design concept used in this design is sustainable architecture in accordance with the goals of Tomohon city for long-term development by building sustainable buildings. The result of this design is a special eye hospital that is sustainable and meets specialized health facilities. The concept of sustainable architecture to be implemented is an energy-efficient building.
PERANCANGAN RESORT DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS DI PESISIR DANAU MOAT BOLAANG MONGONDOW TIMUR SULAWESI UTARA Deisy Pontolawokang; Debbie A. J. Harimu; Threesje A. N. Harimu
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i1.6344

Abstract

This design aims to design a resort on the shores of Lake Mo'oat Boltim, to meet the needs of tourists with a tropical architectural approach. Tourists visiting Boltim in the last 3 years have increased by ± 52.5% per year, it is estimated that in the next 5 years the number of tourists visiting will be ± 700,000 tourists [5]. Site area is 37,756 m2, KDB 40% = 15,103 m2 KDH 60% = 22,654 m2. The climatic conditions at this tropical site are humid with quite large amplitudes of temperature during the day and night with average daytime temperature of 31℃ and an average night time of 20℃ with humidity of ± 80%. The average rainfall is 502.4 mm [1]. The resort classification is a three-star resort with a total of 30 rooms, supporting facilities including ballrooms, praying room, restaurants, meeting rooms and other facilities [2]. The steps taken in the design process are data collection, through surveys, observations, measurements, conducting comparative studies of the same object, while the analysis technique used is strengths and weaknesses analysis then synthesis takes into account opportunities and threats. Strengths are described as potentials, while weaknesses are architectural constraints in responding to design needs. The synthesis takes into account aspects of compatibility with tropical architectural concepts, aesthetics, economy, functionality and implementation possibilities [6]. This design concludes that the concept of the shape of the building is taken from the analogy of the boat metaphor, the circulation pattern in the main building is a grid system, the supporting facilities use a linear circulation pattern while in the outer space it uses a dispersed circulation pattern so that visitors can explore visiting all existing facilities. The tropical architectural concept that is implemented is in the form of: (1) The shape of the roof with a wide canopy and an angle of 450 from the analogy of a boat sail to cope with high rainfall (2) Wide openings for cross ventilation, (3) A large garden to reduce environmental temperature at noon. (4) Buildings are hollow to remove moisture from the ground. (5) Wooden construction to create a natural and tropical impression can also warm the room temperature at night.
DESIGN OF A CANCER HOSPITAL WITH A BIOPHILIC APPROACH IN MANADO: Perancangan Rumah Sakit Kanker Dengan Pendekatan Biofilik Di Manado Imanuel Happy Poka; Moh Fachruddin Suharto; Debbie A. J Harimu
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i2.6346

Abstract

The design of a cancer hospital in Manado is a design that aims to address the increasing number of cancer patients and the psychological problems of cancer patients in Manado through the relationship between humans and nature in the theme of biophilic architecture. WHO noted that there were 4.8 million cases of death due to cancer in Indonesia in 2018[4], and in Manado there was an increase from 1.4/1000 to 1.7/1000 from 2017 to 2018[6]. Cancer patients themselves according to Kübler-Ross in his book On Death and Dying 1969 will have difficulty facing death through 5 stages which is called the Kübler model[1]. In Manado itself, especially in serving cancer patients, they are still focusing on clinics in public hospitals due to the unavailability of a special cancer hospital.The method used in this design is design experiment, namely by testing design ideas through comparison or combining design ideas based on the strengths and weaknesses of each design idea, with the aim of obtaining the best design idea. The data collected in this design were obtained through surveys, observations, comparative studies, and literature studies where this data refers to the opportunities and threats of each topic being analyzed.Based on this design, it was found that the Manado Cancer Hospital is a special cancer hospital with the concept of "Therapeutic Forest", where this concept is a modification of the therapeutic garden concept which focuses on helping the patient's physical and psychological healing process through the arrangement of typical forest plants with accents of therapeutic plants on the inside and outside the building.. This Cancer Hospital is type A with 465 beds which are divided into 4 classes, namely class 3,2,1 and VIP, with facilities according to Appendix PERKEMENKES No. 30 years 2019[6]. This hospital is located on Jl. Kayu Bulan, Malalayang Satu, Kec.Malalayang, City of Manado, Pro. North Sulawesi where this location is an area for strengthening and developing hospital facilities based on Manado City Regional Regulation No.1 Article 50 paragraph 3 [7].
DESAIN PERPUSTAKAAN DAERAH DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER Maharani Nahdah Dewi Mochtar; Debbie A. J Harimu; Threesje A. N. Harimu
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i2.6479

Abstract

Perancangan ini bertujuan untuk merancang perpustakaan daerah dengan alasan untuk memberikan wadah/tempat dan meningkatkan minat baca. Karena Koka Lapangan memiliki luas wilayah 1.53 km2 dengan jumlah penduduk 3.062 jiwa[1]. Jumlah penduduk di Koka Lapangan semakin lama semakin meningkat, sehingga menyebabkan tingkat kebutuhan semakin bertambah salah satunya kebutuhan pendidikan. Berdasarkan survei bahwa (1) Koka Lapangan belum menyediakan wadah/tempat minat baca sehingga masyarakat menjadi malas atau tidak ingin membaca karena jauh mencari perpustakaan. (2) Pada peraturan daerah kota Manado nomor 4 tahun 2018 tentang peraturan daerah walikota Manado penyelenggaraan perpustakaan daerah. Perpustakaan merupakan sarana penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian sebagai sarana pengembangan potensi, teknologi, rekreasi dan kelestarian budaya[2]. Metode penelitian yang dilakukan yaitu melakukan pengumpulan data kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kebutuhan dan permasalahan dalam proses perancangan, data yang di kumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Perancangan perpustakaan daerah menerapkan tema arsitektur kontemporer yang bertujuan (1) untuk menyesuaikan perancangan yang sedang berkembang saat ini. Penerapan tema arsitektur kontemporer pada desain perpustakaan daerah (2) langsung pada fasad, (3) struktur, seperti material kaca sesuai dengan prinsip dasar arsitektur, (4) penggunaan teknologi, (5) dari segi keharmonisan antara ruang luar dan dalam, (6) dan menciptakan bentuk menarik.
TAMAN BACA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU KOKA LAPANGAN Putri Marsyitha Nabilah Mochtar; Debbie A. J Harimu; Threesje A. N. Harimu
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i2.6481

Abstract

Berdasarkan survei menyatakan bahwa mereka sulit mendapatkan sumber untuk membaca, sehingga minat baca banyak yang gugur. Dengan jumlah 1%, kira kira sekitar 30 orang, Sebagian besar sekitar 70% yang memiliki minat baca rendah denganalasan bahwa tidak ada tempat membaca yang relative bagi masyarakat sehingga mereka jadi malas untuk membaca. Metode penelitian yang dilakukan yaitu melakukan pengumpulan data kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kebutuhan dan permasalahan dalam proses perancangan. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Taman baca Koka Lapangan menerapkan tema arsitektur hijau yang bertujuan menciptakan karakteristik yang natural dan ramah lingkungan. Penerapan tema arsitektur hijau dalam rancangan taman baca yaitu ; (1) pada fasad bangunan. (2) Struktur. (3) Penggunaan material. (4) Pemanfaat kondisi dan sumber energi alam.