cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA LANSIA YANG ADA DI PANTI SOSIAL YANG ADA DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW Asifa Lasmi; Dini Nur Alpiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i1.3100

Abstract

Populasi lansia di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, menimbulkan tantangan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan, sosial, dan psikologis mereka, terutama bagi yang tinggal di panti sosial. Komunikasi terapeutik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran komunikasi terapeutik dalam perawatan lansia di panti sosial di Indonesia. Studi literatur dilakukan dengan meninjau berbagai artikel ilmiah yang mengkaji komunikasi terapeutik pada lansia, termasuk di panti sosial. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis dan mensintesis temuan dari studi-studi tersebut. Temuan dari studi literatur menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup, memperkuat hubungan sosial, dan meningkatkan kemandirian lansia di panti sosial. Pendekatan komunikasi terapeutik oleh psikolog, pekerja sosial, dan perawat membantu dalam pemulihan trauma, peningkatan kemandirian, serta memotivasi lansia untuk menjalani gaya hidup yang sehat dan aktif. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan komunikasi terapeutik di antara caregiver di panti sosial menjadi sangat penting untuk memastikan perawatan yang holistik dan berkualitas bagi lansia.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA ANAK DENGAN TRAUMA KEKERASAN SEKSUAL: LITERATUR REVIEW Fatimatuzahroh, Fatimatuzahroh; Dini Nur Alpiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i1.3101

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak merupakan masalah yang mendalam dan meresahkan, dengan dampak yang serius terhadap kesejahteraan psikologis dan emosional korban, terutama dalam kasus anak-anak. Dalam komunikasi terapeutik memainkaan peran kunci dalam membantu anak-anak korban kekerasan seksual untuk mengatasi trauma mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas komunikasi terapeutik dalam membantu anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual untuk mengatasi dampak traumatis dari pengalaman mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang melibatkan analisis lima jurnal ilmiah yang membahas topik tersebut. Pencarian literatur dilakukan melalui database online seperti Google Scholar dengan menggunakan kata kunci yang relevan. Temuan dari analisis kelima jurnal menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik memainkan peran penting dalam proses pemulihan trauma anak korban kekerasan seksual. Berbagai pendekatan dan strategi komunikasi terapeutik, termasuk pendekatan persuasif, empatik, dan berlapis, telah terbukti efektif dalam membantu anak-anak korban kekerasan seksual memproses pengalaman traumatis mereka dan membangun kembali rasa aman dan harga diri mereka. Komunikasi terapeutik memiliki potensi besar sebagai alat yang efektif dalam membantu anak-anak korban kekerasan seksual untuk mengatasi trauma mereka. Penting untuk terus mengembangkan pemahaman tentang praktik terbaik dalam komunikasi terapeutik dan untuk meningkatkan pelatihan serta penelitian dalam bidang ini guna memberikan dukungan yang optimal kepada anak-anak yang membutuhkannya.
MASALAH MENTAL EMOSIONAL REMAJA PADA HUBUNGAN KUALITAS TIDUR: LITERATUR REVIEW Regina Jeanette Jacqueline; Dini Nur Alpiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i1.3102

Abstract

Masalah mental emosional pada remaja menjadi isu yang semakin mendapat perhatian dalam masyarakat dan dunia akademis. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental remaja adalah kualitas tidur. Studi literatur yang dikumpulkan menyoroti hubungan antara kualitas tidur dan masalah kesehatan mental remaja melalui beberapa jurnal yang relevan. Latar belakang studi ini meliputi permasalahan meningkatnya gangguan tidur dan masalah kesehatan mental pada remaja, yang sering kali saling terkait. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara kualitas tidur dengan masalah kesehatan mental pada remaja serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan meliputi analisis studi literatur dari beberapa jurnal yang telah dipublikasikan, dengan fokus pada hasil penelitian terkait hubungan antara kualitas tidur, penggunaan media sosial, dan lampu tidur dengan masalah kesehatan mental pada remaja. Hasil studi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur, penggunaan media sosial, dan penggunaan lampu tidur dengan masalah kesehatan mental pada remaja. Temuan ini menekankan pentingnya pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya tidur yang cukup dan berkualitas bagi kesehatan mental remaja serta perlunya intervensi yang komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan mental remaja.
TERAPI KELOMPOK AKTIVITAS SENAM OTAK UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF DAN MOTORIK PADA LANSIA DI RUANGAN WISMA DURIAN PSTW BUDI MULIA 2 JAKARTA BARAT Alfika Safitri; Siti Robeatul Adawiyah; Astri Septiani; Peri Peratama; Dwi Andrianto
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i1.3107

Abstract

Latar belakang: Lansia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Proses menjadi lansia merupakan proses alamiah yang dapat terjadi pada setiap orang. Dimana keadaan yang ditandai oleh kegagalan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan terhadap kondisi stres fisiologis. Kegagalan ini berkaitan dengan penurunan daya kemampuan untuk hidup serta peningkatan kepekaan secara individual. Aspek yang juga mengalami penurunan secara degenerative adalah fungsi kognitif (kecerdasan/pikiran). Salah satu contoh gangguan degeratif kognitif pada lansia adalah demensia. Lansia atau lanjut usia merupakan seorang yang telah memasuki usia 60 tahun atau tahapan akhir dari kehidupannya. Seseorang dapat dikatakan lansia diakrenakan telah terjadi suatu proses yang disebut aging process atau proses penuaan (World Health Organization, 2019). Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah Setelah dilakukannya Terapi kognitif senam otak diharapakan dapat mempertahankan daya ingat dan konsentrasi lansia. Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan cara terapi senam otak. Hasil: Sebanyak 50% Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi pada lansia dan dapat mengurangi kecemasan pada lansia, peserta sebesar 90% tentang terapi aktivitas kelompok. Peserta juga aktif berpartisipasi dalam terapi aktivitas kelompok terapi senam otak, lansia sangat senang dan antusias terhadap terapi ini untuk meningkatkan kognitif. Kesimpulan: Dengan senam otak terapi ini dapat meningkatkan kognitif dan motorik pada lansia.
PENGARUH KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PENDERITA STROKE : LITERATUR REVIEW Dita Indah; Dini Nur Alpiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i1.3111

Abstract

Stroke merupakan penyakit serebrovaskular utama di Indonesia dan banyak negara di dunia. Stroke membunuh sekitar 5,5 juta jiwa setiap tahun, menjadikannya penyebab kematian kedua di dunia (Aprianda, 2019). Beban stroke tidak hanya terletak pada angka kematian yang tinggi, tetapi juga tingginya angka morbibitas yang mengakibatkan sekitar 50% dari penderita mengalami cacat kronis (Aprianda, 2019). Beban akibat stroke yang disebabkan oleh kecacatan, dapat meningkatkan beban biaya yang besar bagi pasien, keluarga, masyarakat dan Negara (Khairatunnisa & Sari, 2017). Penderita penyakit stroke mengalami stroke merupakan pukulan bagi dirinya dan juga bagi keluarga. Keluarga diharapkan memahami masalah yang dihadapi oleh penderita mengenai masalah mediknya, implikasinya dalam kehidupan sehari-hari.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh komunikasi terapeutik terhadap pasien stroke dengan menggunakan metode tinjauan literatur berdasarkan data Google Scholar. Kami menggunakan literatur dari empat majalah. Hasil dan kesimpulan dari lima publikasi penelitian sebelumnya menyatakan bahwa pengaruh komunikasi terapeutik untuk pasien stroke sangat diperlukan dengan P<0,05.
GANGGUAN KESEHATAN MENTAL YANG TERJADI PADA LANSIA: LITERATUR REVIEW Amar Nur Ichsan; Dini Nur Alpiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i1.3112

Abstract

Proses penuaan sering kali disertai dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan mental pada lansia, yang memengaruhi kualitas hidup mereka secara signifikan. Namun, pemahaman yang komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental lansia masih terus dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan merangkum berbagai temuan dari studi literatur terkait dengan gangguan kesehatan mental pada lansia. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui metode literature review. Penelusuran literatur dilakukan menggunakan tiga basis data utama, yaitu PubMed, EBSCHO, dan Google Scholar. Kriteria inklusi mencakup studi kuantitatif dan kualitatif berbahasa Indonesia dan Inggris dengan fokus pada masalah kesehatan mental pada lansia dalam 10 tahun terakhir (2013-2022). Berbagai temuan dari studi literatur menyoroti kompleksitas dan keragaman faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental lansia. Faktor-faktor seperti isolasi sosial, perubahan fisik, diagnosis penyakit kronis seperti kanker, serta dampak pandemi COVID-19 semuanya telah terbukti berkontribusi terhadap risiko gangguan kesehatan mental pada lansia. Namun, temuan juga menunjukkan bahwa faktor-faktor spiritual, seperti kebersyukuran, dapat menjadi sumber kekuatan dan ketenangan bagi lansia dalam menghadapi tantangan hidup mereka. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam menjaga kesehatan mental lansia, yang mencakup integrasi layanan kesehatan mental, peningkatan kesadaran masyarakat, dan perhatian khusus terhadap faktor-faktor spiritual. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental lansia, diharapkan dapat dikembangkan strategi yang lebih efektif dalam pencegahan, deteksi, dan pengelolaan gangguan kesehatan mental pada populasi lansia.
PERKEMBANGAN KESEHATAN JIWA PADA ANAK USIA TODDLER: LITERATUR REVIEW Shava Intana Fernando; Dini Nur Alpiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i1.3114

Abstract

Perkembangan kesehatan jiwa pada anak usia toddler menjadi perhatian utama dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Era digital membawa tantangan baru, seperti eksposur terhadap konten digital yang berpotensi merugikan dan penggunaan gadget berlebihan, yang dapat memengaruhi kesehatan jiwa anak-anak. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kesehatan jiwa pada tahap ini. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi pada perkembangan kesehatan jiwa anak usia toddler, termasuk pengasuhan positif, pendidikan kesehatan jiwa, dan pengaruh teknologi digital. Tinjauan literatur dilakukan dengan menganalisis lima studi yang relevan tentang perkembangan kesehatan jiwa pada anak usia toddler. Metode penelitian yang digunakan dalam studi-studi ini bervariasi, termasuk pendekatan kualitatif, pendidikan kesehatan, dan deskriptif. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa pengasuhan positif memiliki peran penting dalam membentuk kesehatan jiwa anak usia toddler, sementara pendidikan kesehatan jiwa dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya kesehatan jiwa sejak dini. Di sisi lain, eksposur terhadap konten digital yang merugikan dan penggunaan gadget berlebihan dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan jiwa anak-anak pada tahap perkembangan ini. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan holistik yang melibatkan orang tua, pengasuh, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan kesehatan jiwa yang optimal pada anak usia toddler.
PENGARUH KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PENDERITA KANKER : LITERATUR REVIEW Maria Emilia; Dini Nur Alpiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i1.3118

Abstract

Menurut laporan Word Health Organization (WHO) pada tahun 2020, terdapat 19,3 juta kasus kanker di seluruh dunia dengan angka kematian 10 juta jiwa. Data dari Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,49%. Pasien kanker sering mengalami tantangan fisik dan emosional, seperti harga diri yang rendah, penerimaan diri yang kurang, perasaan putus asa, kecemasan, frustrasi, tekanan, dan ketakutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh komunikasi terapeutik terhadap pasien kanker dengan menggunakan metode tinjauan literatur berdasarkan data Google Scholar. Kami menggunakan literatur dari empat majalah. Hasil dan kesimpulan dari lima publikasi penelitian sebelumnya menyatakan bahwa pengaruh komunikasi terapeutik untuk pasien kanker sangat diperlukan dengan P<0,05.
HUBUNGAN TINGKAT GANGGUAN KECEMASAN (ANXIETY DISORDER) PADA MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN TUGAS AKHIR Yoel Prabuwinata; Dini Nur Alpiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i1.3119

Abstract

Mahasiswa sering merasa cemas saat mengejar tugas akhir mereka karena mereka percaya bahwa skripsi itu sulit dan harus diselesaikan secepat mungkin. Keluarga harus membantu mahasiswa tumbuh saat mereka menyusun skripsi. Kecemasan dapat menghambat proses penyusunan skripsi jika anak tidak memiliki dukungan orang tua. (rizka et al., 2022).Studi ini menggunakan tinjauan literatur. Tinjauan literatur dapat berupa artikel terpisah atau pendahuluan untuk artikel penelitian yang lebih besar jika diperlukan. Musik therapy adalah metode pengobatan kecemasan yang sangat efektif. Terapi musik membantu orang rileks. Ini terutama benar jika pilihan musik didasarkan pada pengalaman pribadi mereka sendiri. Bagi mereka yang mengalami kecemasan, terapi musik dapat menghasilkan perasaan positif (Abigail Christine Novianti & Ananta Yudiarso, 2018), dan dukungan dari orang tua juga sangat dibutuhkan agar lebih percaya diri dalam mengerjakan tugas akhir.
PENGARUH KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PASIEN CEDERA OLAHRAGA: LITERATUR REVIEWCedera olahraga tidak hanya mengakibatkan dampak fisik tetapi juga psikologis yang signifikan pada individu yang terkena. Pengelolaan yang holistik memerlukan pendekatan yang menc Condrovisoko Rochman Utomoputro; Dini Nur Alpiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i1.3122

Abstract

Cedera olahraga tidak hanya mengakibatkan dampak fisik tetapi juga psikologis yang signifikan pada individu yang terkena. Pengelolaan yang holistik memerlukan pendekatan yang mencakup aspek fisik dan emosional, dengan komunikasi terapeutik memainkan peran penting dalam mendukung pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh komunikasi terapeutik pada pemulihan pasien cedera olahraga serta untuk memahami teknik komunikasi terapeutik yang paling efektif. Metode literature review kualitatif digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi dari lima jurnal terkait pengaruh komunikasi terapeutik pada pasien cedera olahraga. Jurnal-jurnal yang dipilih melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi yang meliputi relevansi, kualitas metodologi, dan signifikansi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik efektif memainkan peran krusial dalam pemulihan pasien cedera olahraga dengan membantu mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan kepatuhan terhadap perawatan, serta mempercepat proses pemulihan secara keseluruhan. Teknik-teknik komunikasi terapeutik seperti mendengarkan aktif, bertanya dengan sensitif, dan memberikan umpan balik yang membangun terbukti efektif dalam membangun hubungan yang kuat antara terapis dan pasien serta meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien. Komunikasi terapeutik yang efektif merupakan komponen penting dalam pengelolaan cedera olahraga yang holistik. Dengan memahami dan menerapkan teknik komunikasi terapeutik yang tepat, praktisi kesehatan dapat memfasilitasi pemulihan yang lebih baik dan mempromosikan kesejahteraan fisik dan psikologis pasien cedera olahraga.

Page 11 of 67 | Total Record : 668


Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue