cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Titin Agustina; Yayuk Putri Rahayu; Minda Sari Lubis; D.Elysa Putri Mambang
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i4.2645

Abstract

Tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.) digunakan untuk pengobatan herbal, yang memiliki senyawa antraquionon, senyawa asam amino triphophan, arginin, asam ursolat, flavonoid yang dapat menurunkan lemak dalam darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak etanol daun mengkudu dapat dijadikan formulasi sediaan sabun padat dan untuk mengetahui apakah sediaan sabun padat ekstrak etanol daun mengkudu memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variable bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk simplisia dan ekstrak etanol daun mengkudu mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid/triterpenoid, dan glikosida. Hasil uji mencakup, hasil uji organoleptik, hasil uji homogenitas, hasil uji iritasi, hasil uji tinggi busa dan stabilitas busa, hasil uji kelembaban, hasil uji kesukaan relawan. Memiliki hasil nilai suka pada sediaan sabun padat daun mengkudu dengan aktivitas antibakteri pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, daya hambat 23,36 mm, 24,76 mm, dan 26,63 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
VALIDASI METODE ANALISIS PENETAPAN KADAR PARACETAMOL, CHLORPHENAMINE MALEATE, DEXTROMETHORPHAN HBR, DAN PHENYLEPHRINE HCL DALAM SEDIAAN KAPLET SECARA HPLC Khodijah, Khodijah; Sriwidodo, Sriwidodo; Rahman Roestan
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i4.2664

Abstract

Penetapan kadar zat aktif dalam sediaan kaplet bertujuan untuk menjamin bahwa metode yang digunakan sudah valid yang berarti menjamin bahwa hasil perolehan kadar yang didapat adalah kadar yang sebenarnya dari sampel menggunakan HPLC. Validasi metode analisis meliputi uji akurasi, presisi, linearitas dan rentang, ruggednes, robustness, spesifisitas, LOD, LOQ serta uji kesesuaian sistem. Kadar analit ditetapkan menggunakan HPLC dengan kondisi kolom Inertsil CN-3 (4.6 mm x 250 mm) 5µm Cat No. 5020 – 01941, fase gerak Asetonitril pro HPLC : 150 mM larutan Dapar Sitrat pH 2.6 (20:80), volume suntikan 10 µL, kecepatan alir 1.00 mL/menit, dan panjang gelombang UV 270 nm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode yang digunakan memenuhi persyaratan kesesuaian sistem dan linearitas yang baik (≥ 0,999). Metode analisis memberikan hasil akurasi, presisi, robustness, spesifisitas, LOD, dan LOQ sesuai persyaratan sehingga metode yang diusulkan dapat digunakan untuk menetapkan kadar zat aktif Paracetamol, Dextromethorphan HBr, Chlorphenamine Maleate, dan Phenylephrine HCl dalam sediaan kaplet.
TERAPI MENDENGARKAN MUSIK DAN TEBAK GAMBAR SEBAGAI TERAPI SENSORI PADA LANSIA DI PANTI WERDHA MARFATI WISMA 1 KOTA TANGERANG Rina Puspitasari; Aulia Nur Safitri; Maryanah, Maryanah; Gaitsa Zahira Shofa
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i4.2755

Abstract

Abstrak : Lanjut usia merupakan seseorang yang usianya mencapai lebih dari sama dengan 60 tahun berdasarkan Undang Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia (Kemenkes, 2018). Menurut WHO, lansia dibagi menjadi tiga kategori yaitu, usia lanjut (60-70 tahun), usia tua (75-89 tahun dan usia sangat lanjut (>90 tahun). Tujuan Kegiatan : Untuk memperbaiki kemampuan sensori yaitu dapat mempengaruhi sistem saraf otonom (sistem saraf simpatis dan parasimpatis) yang dapat menghasilkan respon relaksasi. Metode Kegiatan: kegiatan ini di lakukan di Panti Werdha Marfati Wisma 1 Kota Tangerang Pada lansia dengan diskusi, menebak gambar, mengekspresikan perasaan, dan mendengarkan musik. Hasil Kegiatan: Hasil yang didapat kan selama kegiatan TAK anggota terapi sangat merespon baik dalam mendengarkan musik dan 70% lansia mampu menyebutkan 6 gambar dengan benar.
PENTINGNYA PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK MENGURANGI PENYEBARAN PENYAKIT PADA ANAK Felisa Nadia Anggraini
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i4.2776

Abstract

Anak-anak merupakan bagian penting dari masyarakat yang rentan terhadap berbagai penyakit menular yang dapat berdampak serius pada pertumbuhan dan perkembangan mereka. Oleh karena itu, penekanan pada pendidikan kesehatan pada tahap-tahap awal kehidupan mereka sangatlah penting.Menurut World Health Organization (WHO), pendidikan kesehatan merupakan suatu proses yang memengaruhi pengetahuan, sikap, dan perilaku individu serta masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka.Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, yang merupakan pendekatan penelitian yang didasarkan pada analisis terhadap kumpulan sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Pengetahuan tentang penyakit, penyebabnya, serta cara mencegahnya merupakan langkah awal yang penting dalam mengurangi penyebaran penyakit. Anak-anak yang memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengonsumsi makanan sehat cenderung lebih mampu mencegah penyakit menular.Pendidikan kesehatan memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kesejahteraan anak-anak dan mencegah penyebaran penyakit di kalangan mereka. Dengan memahami pentingnya kesadaran akan kesehatan sejak dini, anak-anak dapat mengembangkan perilaku sehat yang berkelanjutan.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN, FASILITAS RSUD BANTEN DAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP LOYALITAS PASIEN DI RSUD BANTEN Wibowo, Didi Ari; Pandalake, Rivano F.H.; Ariandy, Syahrizal
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i4.2831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kualitas pelayanan, fasilitas RS, dan tingkat kepuasan pasien terhadap loyalitas pasien di RS. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan populasi sebanyak 1.292 pasien dan sampel sebanyak 100 pasien yang dipilih secara acak. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas pelayanan, termasuk bukti langsung (tangible), empati, keterandalan, dan jaminan/kepastian, terhadap loyalitas pasien. Penelitian ini menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas RS untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien. Selain itu, penelitian ini juga menyarankan bahwa RS harus lebih memperhatikan kenyamanan ruangan pasien dan meningkatkan keterampilan dalam melayani pasien untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mendorong pasien untuk kembali berobat di RS.
TERAPI MENDENGARKAN MUSIK UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK DAN MENGHILANGKAN RASA BOSAN PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA 2 Siti Robeatul Adawiyah; Yulis Setyawati; Siti Novalia; Fadiatul Aini; Widah Nurul Aini; Ria Sartika; Utari Nursafitri; Nopela, Nopela; Siti Nurmala; Eka Haniawati; Indriana Dwi Assyfah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i4.2838

Abstract

Lansia merupakan seseorang yang usianya mencapai lebih dari sama dengan 60 tahun berdasarkan Undang Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia (Kemenkes, 2016). Menurut WHO, lansia dibagi menjadi tiga kategori yaitu, usia lanjut (60-70 tahun), usia tua (75-89 tahun dan usia sangat lanjut). Tujuan dilakukannya Terapi mendengarkan musik adalah Lansia mampu menceritakan perasaannya setelah mendengarkan musik dan lansia tidak merasa bosan dalam melewati hari-harinya di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2. Terapi Aktivitas mendengarkan musik dilaksanakan pada hari Kamis, 18 April 2024. Populasi dalam penyuluhan ini yaitu sebanyak 34 lansia diruang Wisma Pisang Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2. Setelah dilaksanakan Terapi Mendengarkan Musik Untuk Meningkatkan Motorik Dan Menghilangkan Rasa Bosan Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2.Setelah dilaksanakan terapi dengan terapi musik, didapatkan hasil 93,25% para lansia mengalami penurunan rasa bosan dan dapat dilihat dari lansia yang mengikuti serta menikmati kegiatan dari awal sampai akhir acara dengan senang.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK SEKOLAH DASAR MENGENAI PHBS Hazira Yulistia Tanjung
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i4.2892

Abstract

Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2017 menunjukkan presentase PHBS secara rata-rata nasional 35,7%. Anak-anak SD 153072 Simanosor belum sepenuhnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, masih terdapat anak-anak yang membuang sampah sembarangan, tidak mencuci tangan saat hendak makan, dan sebagainya. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mereka mengenai PHBS. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan pre eksperimental design dengan one group pretest and posttest design untuk mengetahui tingkat pengetahuan anak-anak sebelum dan sesudah pemberian edukasi PHBS. Teknik analisis yang digunakan adalah univariat yang digunakan untuk melihat distribusi frekuensi jenis kelamin dan kelas siswa/i, kemudian dilakukan analisis bivariat dengan uji paired sampel t tets untuk melihat perbedaan skor pre test dan post test. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan rata-rata skor siswa/i pada saat pre-test (12,24) ke post-test (26,37) setelah diberikan edukasi. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan siswa/i SD 153072 Simanosor mengenai PHBS dengan p value 0,000.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KECEMASAN MENJALANI PENGOBATAN PENDERITA TUBERCULOSIS DI PUSKESMAS TENGGARANG BONDOWOSO Yoris Abdul Lathif; Luh Titi Handayani; Cahya Tribagus Hidayat
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i4.2900

Abstract

Pendahuluan: Tuberculosis paru merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri Micobacterium Tuberculosis. upaya pengendalian TBC (Tuberculosis) paru dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) telah diterapkan diberbagai negara. Tidak hanya strategi DOTS, namun juga self efficacy atau keyakinan dalam diri penderita merupakan faktor terpenting dalam pengendalian TBC (Tuberculosis) paru. Self efficacy dipengaruhi oleh pengalaman diri sendiri, pengamatan terhadap pengalaman orang lain, persuasi verbal berupa dukungan emosional dan informasional, serta kondisi fisik dan emosional. Desain Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 63 orang, Sampel merupakan bagian populasi terjangkau yang dapat dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling. Penentuan jumlah sampel penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan jumlah responden 54. Sampling menggunakan teknik non probabilitas sampling dengan metode Purposive Sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan 2 kuesioner yaitu kuesioner self efficacy dan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Analisis data menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat signifikan (a=5% atau 0,05) apabila p value 0,05. Hasil: Didapatkan sebagian besar memiliki self efficacy sedang sebanyak 33 responden dengan persentase 61,1%, sedangkan tingkat kecemasan pada pasien TBC sebagian besar ringan dengan jumlah sebanyak 39 dengan presentase 72,2%. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan (p value) 0,016 dengan koefisien korelasi -0,32. Kesimpulan: Ada hubungan antara Self efficacy dengan tingkat kecemasan menjalani pengobatan pada penderita TBC di Puskesmas Tenggarang Bondowoso memiliki hubungan yang moderat.
GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEGAWAI TERHADAP POSISI KERJA DI KANTOR DESA BURUAN I Putu Aditya Pradana Putra Muliawan; Safun Rahmanto
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i4.2931

Abstract

Gangguan muskuloskeletal merupakan suatu permasalahan yang terjadi akibat terganggunya fungsi normal sistem muskuloskeletal, karena paparan yang terjadi secara berulang dan disebabkan oleh banyak faktor risiko kerja, salah satunya adalah postur kerja. Pada pegawai kantor desa buruan postur duduk merupakan posisi yang selalu dilakukan dalam jangka waktu yang lama dan statis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal dan risiko kerja pada pegawai kantor desa buruan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak 14 responden. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner Nordic body map dan mengevaluasi risiko kerja dengan menggunakan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Hasil dari penelitian ini menunjukan keluhan musculoskeletal terbanyak akibat kerja oleh pegawai kantor desa didapati pada bagian punggung yaitu sebanyak 10 orang dan keluhan leher atas sebanyak 4 orang. Hasil penilaian resiko kerja pada pegawai kantor desa buruan yaitu resiko kecil sebanyak 3 orang sedangkan resiko sedang sebanyak 11 orang. Kesimpulan dalam penelitian ini Prevalensi keluhan muskuloskeletal yang sering dialami pada pegawai kantor desa buruan adalah keluhan pada ekstremitas atas dan paling banyak memiliki risiko kerja sedang.
HUBUNGAN LAMA DUDUK TERHADAP TERJADINYA NYERI MUSCULOSKELETAL DISORDER I Made Agus Wirajaya; Anita Faradila Rahim
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i4.2949

Abstract

Dalam proses kerja, posisi kerja dijaga dalam durasi yang lama dan keluhan nyeri akibat posisi ini ditambah dengan pembebanan sering muncul pada jaringan lunak tubuh maupun sendi dari ringan hingga berat. Kondisi ini disebut Musculoskeletal Disorder (MSD). Prevalensi gangguang MSD dilaporkan terus meningkat pada usia produktif muda. Oleh karena itu faktor-faktor risikonya perlu diketahui sehingga hubungan antara faktor risiko lama duduk dengan keluhan MSD pada pegawai kantoran yakni pegawai pemerintah Kantor Desa Singapadu Tengah dapat pula diketahui. Penelitian ini berdesain analitik observasional dengan metode cross sectional. Sebanyak 10 responden diperoleh menggunakan random dan purposive sampling. Hasil uji normalitas data tidak berdistribusi normal. Hasil uji korelasi diperoleh nilai p <0.060. Maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap lama duduk terhadap terjadinya nyeri musculoskeletal disoreder.

Page 9 of 67 | Total Record : 668


Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue