cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
HUBUNGAN JUMLAH LEUKOSIT DAN HITUNG JENIS NEUTROFIL DENGAN TINGKAT PERADANGAN PADA PASIEN APENDISITIS AKUT DAN KRONIS M. Alsen Arlan; Jenny Belinda
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i4.8705

Abstract

ABSTRACT Appendicitis is an inflammation of the vermiform appendix that requires immediate surgery. Leukocytes, particularly neutrophils, are blood cells that play a role in the inflammatory response. This study aims to analyze the relationship between leukocyte count and neutrophil differential count with pathological anatomy results as indicators of inflammation levels in patients with acute and chronic appendicitis. This is an observational analytic study with a cross-sectional design. The data used were secondary data from medical records. In this study, from 46 samples most patients with both acute and chronic appendicitis experienced leukocytosis and neutrophilia. The analysis revealed a significant relationship between leukocyte count and neutrophil differential count with the degree of inflammation in patients with acute and chronic appendicitis. Keywords: Acute appendicitis, Chronic appendicitis, Leukocytes, Neutrophils, Inflammation level ABSTRAK Apendisitis atau adalah peradangan pada apendiks vermiformis (kantong cacing) yang harus segera dilakukan operasi. Leukosit, terutama neutrofil merupakan sel darah yang berperan dalam respons peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jumlah leukosit dan hitung jenis neutrofil dengan hasil patologi anatomi sebagai indikator tingkat peradangan pada pasien apendisitis akut dan kronis. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa data dari rekam medik. Pada penelitian ini dari 46 sampel didapatkan penderita apendisitis baik akut maupun kronis sebagian besar mengalami leukositosis dan neutrofilia. Dari hasil analisis didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah leukosit dan hitung jenis neutrofil terhadap tingkat peradangan pada pasien apendisitis akut dan kronis. Kata kunci: Apendisitis akut, Apendisitis kronis, Leukosit, Neutrofil dan Tingkat peradangan
PROTOKOL PENANGGANAN PADA KETUBAN PECAH DINI Putriliani, Winda; Adibah, Anindya; Ramadani, Novita
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i4.8741

Abstract

ketuban pecah dini (KDP) atau premature rupture of the membranes (PROM), yang merupakan keadaan di mana selaput ketuban pecah sebelum waktu persalinan. Definisinya mencakup pecahnya selaput ketuban sebelum proses persalinan, dengan batasan khusus untuk primipara (persalinan pertama) di bawah 3 cm dan untuk multipara (persalinan kedua dan seterusnya) di bawah 5 cm. KDP dapat terjadi pada kehamilan aterm maupun preterm. Penyebab utamanya berkaitan dengan infeksi di dalam rahim, seperti Neisseria gonorrhoeae, Chlamydia trachomatis, Trichomonas vaginalis, dan grup B beta hemolytic streptococcus. Faktor risiko lainnya termasuk riwayat demam, cedera, mengonsumsi zat beracun, riwayat keluarnya cairan dari organ reproduksi, multiparasitas, embriogenesis yang tidak normal, dan kondisi serviks yang lemah. Gejala KPD ditandai dengan keluarnya cairan amnion dari vagina, biasanya setelah kehamilan mencapai 22 minggu. Diagnosis dapat ditegakkan melalui pemeriksaan obstetri, terdeteksinya pooling cairan amnion di fornix posterior, atau cairan jernih yang mengalir dari saluran serviks. Tes nitrazin (Lakmus Test) juga digunakan untuk mendiagnosis KDP. Penatalaksanaan KDP mencakup pengelolaan konservatif dan aktif sesuai dengan situasi medis. Untuk kehamilan aterm, persalinan diakhiri melalui induksi jika ketuban telah pecah lebih dari 6 jam. Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi, dengan eritromisin sebagai obat utama. Pencegahan KDP dapat dilakukan melalui pemeriksaan ANC yang rutin untuk mendeteksi faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan KDP. Edukasi kepada ibu mengenai risiko dan komplikasi selama kehamilan juga sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi dalam pengelolaan kehamilan. Dengan demikian, dokumen ini memberikan informasi komprehensif tentang definisi, epidemiologi, etiologi, gejala, diagnosis, penatalaksanaan, dan pencegahan KDP, serta menekankan pentingnya edukasi dan pemantauan prenatal guna mengurangi angka kejadian KDP.
LITERATUR REVIEW ARTIKEL : IDENTIFIKASI KADAR FLAVONOID DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Rahmawati, Annisa Dwi; Mahardhika, Reava Putri; Khilmatunnisa; Arrayan, Navalsa; Putra, Ferdinan Pradana; Amelia, Fadhila Putri; Yunitasari, Raras; Minarsih, Tri
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i4.8836

Abstract

Flavonoid merupakan senyawa organik alami yang berasal dari tumbuhan yang berkhasiat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar flavonoid dalam berbagai jenis tanaman menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis dengan parameter nilai koefisien regresi (r). Data dari berbagai artikel penelitian sebelumnya disajikan dalam tabel, menunjukkan variasi nilai r yang diperoleh dari panjang gelombang maksimum yang berbeda dan menunjukkan keefektifan yang tinggi dengan koefisien regresi (r) mendekati 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dari herba rumput bambu menghasilkan kadar flavonoid total tertinggi, yaitu 223,42 mg QE/g pada panjang gelombang 442,46 nm.
ANALYSIS OF ANALGESIC GROUPS IN PHARMACEUTICAL PREPARATIONS USING UV SPECTRO Mardiana, Siti Arina; Friantina, Delta Happy; Achmad, Syarifa Risqina; Fikasari, Ema Aulia; Putri, Zalfa Zahiyah; Tambunan, Prillya Posma Meldawati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i4.8902

Abstract

Supervision and quality inspection of pharmaceutical preparations is carried out to ensure that the ingredients in medicinal preparations have the specified quality and quantity and follow standard analysis procedures. One form of medication is generic mefenamic acid tablets. To determine the mefenamic acid content of tablets, the ultraviolet spectrophotometric method can be used. Before performing assay analysis, the analytical method must be validated to ensure that the method meets the requirements for use. The aim of this study was to determine the validity of the ultraviolet spectrophotometry method for evaluating the determination of mefenamic acid levels in generic tablets based on certain parameters. This research is descriptive and validates the ultraviolet spectrophotometry method. Monitoring and quality inspection of pharmaceutical preparations is carried out to ensure that the ingredients in medicinal preparations have the specified quality and quantity and follow standard analysis procedures.
LITERATURE REVIEW : ANALISIS KANDUNGAN SENYAWA OBAT DALAM BERBAGAI SEDIAAN FARMASI DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) - DENSITOMETRI Andrawina, Felariska; Rashida, Prettylia Shakira; Yulianingrum, Eldasari Myana; Rahmajani, Iesa Anin; Azizah, Arfa Nur; Ammar, Ahmad Hisyam; Tjhang, Angellica Puteri
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i5.8946

Abstract

Penelitian ini membahas berbagai studi yang menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang dikombinasikan dengan densitometri untuk analisis kandungan zat aktif dalam sediaan farmasi. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa metode KLT-densitometri secara umum terbukti valid, efisien, dan ekonomis untuk berbagai aplikasi, terutama di laboratorium dengan sumber daya terbatas. Beberapa penelitian, seperti yang dilakukan oleh Rivai et al. (2016) dan Dolowy et al. (2017), menunjukkan validitas metode ini melalui parameter linearitas, presisi, akurasi, dan sensitivitas yang memadai, dengan nilai koefisien korelasi tinggi dan batas deteksi serta kuantifikasi yang rendah. Metode ini juga diterapkan untuk mendeteksi keberadaan senyawa aktif dalam tablet, seperti asam mefenamat, mesterolon, klobetasol, sildenafil, tadalafil, dan β-karoten. Namun, beberapa studi, seperti Fatimah et al. (2020), menunjukkan bahwa metode ini mungkin tidak selalu valid untuk semua senyawa, seperti β-karoten dalam tablet kunyah Spirulina. Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa KLT-densitometri dapat menjadi alternatif ekonomis bagi metode analisis canggih seperti HPLC, sebagaimana dibuktikan oleh Kaale et al. (2014) dan Pajak et al. (2018), yang melaporkan tingkat pemulihan dan sensitivitas tinggi pada tablet natrium diklofenak, sertraline, fluoxetine, dan lain-lain. Kesimpulannya, KLT-densitometri adalah metode yang efektif untuk analisis farmasi dengan berbagai aplikasi, walaupun validitasnya harus dievaluasi secara spesifik untuk setiap senyawa.
PERAN TEKNIK TITRASI DALAM PENGENDALIAN MUTU BAHAN FARMASI DAN KIMIA Salwa, Naila Amila; Mahbubah, Juanita Mulia; Ridwana, Dzaky; Arti, Alya Titis Mukti; Trisari, Najwa
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i5.8998

Abstract

Titrasi adalah teknik analisis kuantitatif yang berperan penting dalam berbagai aspek farmasi, termasuk kontrol kualitas dan evaluasi kandungan senyawa aktif dalam produk farmasi. Dalam beberapa dekade terakhir, metode titrimetri telah mengalami perkembangan signifikan untuk meningkatkan akurasi, presisi, dan efisiensi analisis. Review ini mencakup berbagai metode titrasi yang digunakan untuk analisis kimia, farmasi, dan klinis. Metode yang dikaji meliputi titrasi kompleksometri, argentometri tanpa indikator, isothermal titration calorimetry (ITC), asam-basa (alkalimetri), titrasi berbasis ionofor, dan beberapa teknik modern seperti titrimetri-UV-spektrofotometri. Fokus utama dari review ini adalah membandingkan efektivitas metode-metode tersebut dalam mendukung kebutuhan industri farmasi yang terus berkembang. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap metode memiliki keunggulan dan keterbatasan tergantung pada aplikasi spesifiknya. Metode konvensional menawarkan kesederhanaan dan keandalan, sementara teknik inovatif seperti titrasi otomatis dan mikro-titrasi memberikan efisiensi waktu dan akurasi yang lebih tinggi. Selain itu, tren terbaru mengarah pada penggunaan teknologi berbasis sensor dan automasi untuk meningkatkan reproducibility hasil analisis. Dengan demikian, review ini memberikan wawasan komprehensif tentang aplikasi dan perkembangan metode titrasi dalam bidang farmasi, serta rekomendasi untuk implementasi di masa depan.
GAMBARAN PEMBERIAN TERAPI KOMPRES ALOE VERA PADA An. H DENGAN HIPERTERMIA DI WILAYAH PUSKESMAS PURWOJATI Nova Angelia Kusuma Wardani; Dwi Astuti; Fida Dyah Puspasari
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i5.9014

Abstract

Latar Belakang: Demam merupakan istilah yang dipakai guna mendeskripsikan suatu keadaan yang muncul ketika suhu tubuh meningkat diatas batas normal. Setiap demam yang timbul pada anak mayoritas disebabkan akibat infeksi virus. Menurut perhitungan Data Riset Kesehatan Dasar, diperkirakan terdapat 52.506 kasus demam yang dilaporkan sebagai penyebab kematian anak di Indonesia. Kasus demam di seluruh Dunia diprediksi sudah mencapai 16–33 juta kejadian dengan 500–600 ribu kematian setiap tahun. Kisaran suhu tubuh manusia umumnya adalah 36,5°C–37,5°C. Tujuan: Untuk menggambarkan manfaat pemberian terapi kompres aloevera pada anak dengan hipertermia. Hasil: Terdapat penurunan suhu tubuh pada anak dengan pemberian terapi kompres aloevera di pagi dan sore hari selama 3 hari dengan hasil pre 38,2°C dan nilai post 37,1°C. Metode: Penelitian ini menngunakan metode studi kasus pada responden dengan Hipertermia dengan suhu sebelum dilakukan intervensi selama 3 hari dalam 6x pertemuan yaitu 38,2℃ dan suhu setelah dilakukan intervensi yaitu 37,1℃. Kesimpulan: Kompres aloevera dapat menurunkan suhu tubuh pada penderita Hipertermia.
ANALISIS OBAT GOLONGAN ANTIDEPRESAN DENGAN METODE GAS KROMATOGRAFI Syaharani, Azzahra Widya; Sambarana, Weka Nabil Ubhayahita; Ramadhani, Najiha; Safitri, Tiana Novalia
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i5.9037

Abstract

Metode GC menawarkan keunggulan dalam pemisahan senyawa secara efisien dengan sensitivitas tinggi dan waktu analisis yang relatif singkat. Pada penelitian ini, beberapa obat golongan antidepresan seperti fluoxetine, amitriptyline, imipramine, dan clomipramine dianalisis dengan menggunakan kromatografi gas yang dikombinasikan dengan deteksi spektrometri massa (MS) untuk identifikasi yang lebih akurat. Metode ini memungkinkan deteksi yang tepat terhadap komponen aktif dalam obat dengan berbagai parameter validasi yang dapat menjamin kualitas hasil, seperti akurasi, linearitas, presisi, serta batas deteksi dan kuantifikasi yang rendah. Penggunaan HPLC dalam analisis obat antidepresan membantu dalam pengembangan formulasi yang lebih efektif, serta menjamin pengawasan kualitas dan keamanan produk obat di pasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode GC-MS dapat mendeteksi obat antidepresan dengan batas deteksi yang rendah dan akurasi yang tinggi, serta memberikan data yang bermanfaat untuk penelitian farmakokinetik, pengobatan klinis, dan deteksi keracunan obat. Output utama dari HPLC adalah kromatogram, yang menunjukkan waktu retensi untuk setiap senyawa dalam sampel.
REVIEW JURNAL: ANALISIS PERBANDINGAN PENETAPAN KADAR BERBAGAI JENIS ANTIBIOTIK MENGGUNAKAN METODE HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC) Priyangan, Fadil; Anggraeni, Faradila Elsa; Pujianti, Ferlinda; Cahayani, Intan Dwi; A'yuni, Neli Qurotil; Fida, Sefti Aulia
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i5.9074

Abstract

Antibiotik merupakan terapi yang digunakan pada infeksi bakteri. Antibiotik adalah suatu senyawa yang dihasilkan oleh mikroba, memiliki peran utama yang digunakan untuk membunuh atau mengurangi pertumbuhan bakteri. Penetapan kadar antibiotik menggunakan metode High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) telah banyak digunakan dalam berbagai bidang. High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) digunakan untuk pemisahan sejumlah senyawa organik, anorganik, biologis, senyawa yang tidak mudah menguap, isolasi senyawa dan pemurnian senyawa. metode penelitian melibatkan kajian literatur terhadap studi yang menggunakan HPLC. Literatur yang digunakan berjumlah 15 jurnal internasional yang berasal dari Google Scholar, Sciendirect, dan Pubmed. Kajian dilakukan dengan membandingkan hasil dan instrumen HPLC mencakup parameter seperti kolom kromatografi, fase gerak, detektor, Limit of Detection (LoD), Limit of Quantification (LoQ), recovery, serta waktu retensi.
KARAKTERISTIK DEMOGRAFIS DAN KLINIS PASIEN HEPATITIS C DI RSUD TIPE C DI JAKARTA SELATAN: STUDI KOHORT BERBASIS DATA KLINIK Muzakar, Cholid; Mustika P, Jeni; Priyatno, Teguh; Ari D, Ade
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i5.9105

Abstract

This study aims to analyze the demographic and clinical characteristics of Hepatitis C patients at a Type C Regional General Hospital in South Jakarta from 2021 to 2024. The data were extracted from medical records registered in the Hepatitis Information System (SIHEPI) of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. A cross-sectional design was used, with a total of 152 patients included. Results indicate that the majority of patients were aged 41–50 years (56.58%), and most were male (78.95%). Additionally, 32.24% of patients had HIV coinfections, while 51.97% had cirrhosis. The most common treatment regimen was a combination of sofosbuvir and daclatasvir, with 94.08% of patients completing the treatment. Among those who completed the treatment, 70.63% achieved a sustained virological response (SVR). This study provides an in-depth understanding of the local epidemiology of Hepatitis C in resource-limited settings, highlighting the need for enhanced screening and public health education to reduce coinfections and improve treatment outcomes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik demografis dan klinis pasien Hepatitis C di RSUD Tipe C, Jakarta Selatan, periode 2021–2024. Data diambil dari rekam medis yang tercatat dalam Sistem Informasi Hepatitis dan PISP (SIHEPI) Kementerian Kesehatan RI. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total 152 pasien. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia 41-50 tahun (56,58%) dan berjenis kelamin laki-laki (78,95%). Sebanyak 32,24% pasien memiliki koinfeksi dengan HIV, dan 51,97% mengalami sirosis. Rejimen terapi yang paling umum adalah kombinasi sofosbuvir dan daclatasvir, dengan 94,08% pasien menyelesaikan terapi. Dari mereka yang menyelesaikan terapi, 70,63% dinyatakan sembuh (SVR). Penelitian ini memberikan gambaran epidemiologi lokal Hepatitis C di fasilitas kesehatan dengan keterbatasan sumber daya, sekaligus mengidentifikasi perlunya peningkatan skrining dan penyuluhan kesehatan untuk menurunkan angka kejadian koinfeksi dan meningkatkan keberhasilan pengobatan.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue