cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
LITERATURE REVIEW: ANALISIS KANDUNGAN SENYAWA OBAT GOLONGAN ANALGESIK DENGAN METODE HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC) Fatharani, Alya; Auralia, Naura Sahda; Sakti, Bhima; Salsabila, Maya; Rizqi, Intannia; Afifah, Nisrina Nur; Azzahra, Farah Hana
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i5.9108

Abstract

Obat analgesik, yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, memegang peranan penting dalam terapi medis. Penentuan kadar obat analgesik dalam sediaan farmasi sangat penting untuk memastikan dosis yang tepat dan keamanan penggunaan. Salah satu metode analisis yang efektif untuk penentuan kadar obat analgesik adalah Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC). HPLC menawarkan akurasi tinggi, sensitivitas, dan kemampuan untuk memisahkan senyawa dalam sampel kompleks, membuatnya ideal untuk analisis obat analgesik. Metode ini memungkinkan deteksi yang tepat terhadap komponen aktif dalam obat, seperti parasetamol, ibuprofen, atau morfin, dengan berbagai parameter validasi yang dapat menjamin kualitas hasil, seperti akurasi, linearitas, presisi, serta batas deteksi dan kuantifikasi yang rendah. Penggunaan HPLC dalam analisis obat analgesik membantu dalam pengembangan formulasi yang lebih efektif, serta menjamin pengawasan kualitas dan keamanan produk obat di pasar. Hasil dari HPLC merujuk pada data yang diperoleh dari proses pemisahan dan analisis komponen dalam sampel berdasarkan interaksi antara fase diam dan fase gerak. Output utama dari HPLC adalah kromatogram, yang menunjukkan waktu retensi untuk setiap senyawa dalam sampel.
REVIEW JURNAL : ANALISIS GOLONGAN ANALGESIK PADA OBAT DENGAN BERBAGAI BENTUK SEDIAAN YANG ADA DIPASARAN Safitri, Aulya Elsa; Lestari, Putri Nirwana; Fika, Asrina; Wijaya, Cantika Abelya Febrien; Tohang, Alexander Morris Sahalatua
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i5.9110

Abstract

Kromatografi densitometri merupakan metode analisis yang efektif dalam identifikasi dan kuantifikasi senyawa aktif dalam obat-obatan, termasuk obat golongan analgesik. Metode ini memanfaatkan lapisan tipis kromatografi (TLC) yang digabungkan dengan deteksi densitometri untuk memperoleh data yang akurat mengenai kadar dan komposisi obat. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji penerapan kromatografi densitometri dalam analisis obat golongan analgesik dengan berbagai bentuk sediaan yang tersedia di pasaran, seperti tablet dan produk jamu. Penelitian ini melibatkan pemisahan komponen aktif obat menggunakan pelarut yang sesuai pada pelat TLC, diikuti dengan pengukuran intensitas spot dengan alat densitometer untuk mengukur kadar senyawa aktif. Penelitian-penelitian yang dikaji dalam review ini menunjukkan bahwa kromatografi densitometri memiliki keunggulan dalam memberikan hasil yang cepat, akurat, dan sensitif, serta dapat diaplikasikan pada berbagai bentuk sediaan obat analgesik yang beredar. Dengan metode ini, kualitas obat analgesik dapat dipantau secara efektif, memastikan dosis yang tepat dan menjamin keamanan serta efikasi produk.
ANALISIS METABOLIT SEKUNDER DALAM BAHAN ALAM MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI VIS Ramadhani, Jasmine Asy Syauqi Ramadhani; Yasmin Nurfitriyanti; Maedia Salsabilla; Naurah Bagia Aryani; Rifqi Muhammad Hajid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i5.9122

Abstract

Metabolit sekunder adalah senyawa-senyawa yang merupakan hasil biosintesis yang berasal dari metabolit primer, dan umumnya dihasilkan oleh organisme untuk melindungi diri dari lingkungan serta dari serangan organisme lain. Spektrofotometri vis (spektrofotometri vis) adalah teknik analisis yang digunakan untuk mengukur absorbansi cahaya oleh suatu sampel pada panjang gelombang tertentu dalam rentang cahaya tampak (vis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai metabolit sekunder dalam bahan alam menggunakan spektrofotometri Vis. Metabolit sekunder seperti flavonoid, terpenoid, dan alkaloid memiliki peran penting dalam pertahanan tanaman dan memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi manusia. Spektrofotometri Vis digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur konsentrasi metabolit-metabolit ini berdasarkan karakteristik absorbansinya pada panjang gelombang tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode spektrofotometri Vis mampu memberikan identifikasi yang akurat dan kuantifikasi yang efisien dari metabolit sekunder dalam berbagai sampel bahan alam. Flavonoid, terpenoid, dan alkaloid berhasil diidentifikasi dan dikuantifikasi dengan baik menggunakan teknik ini. Penelitian ini juga menegaskan bahwa spektrofotometri Vis adalah alat yang sangat berguna dalam analisis kimia dan memiliki aplikasi luas dalam bidang farmasi, nutrisi, dan industri kosmetik. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang penggunaan spektrofotometri Vis dalam analisis metabolit sekunder dan menunjukkan potensi metode ini untuk penelitian lebih lanjut serta aplikasi praktis dalam berbagai bidang.
SYSTHEMATIC LITERATURE REVIEW APLIKASI FTIR DALAM BERBAGAI ANALISIS DAN PERBANDINGANNYA Zhafira, Aisyah Adinda; Zahrani, Nurviana Ramandita; Thabita, Az-Zahra Maya; Akmal, Cahya Aulia; Nuruddin, Sulton Farrel; Fakhrunnisa, Naswa Afifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i5.9183

Abstract

Fourier Transform Infrared (FTIR) adalah metode spektroskopi canggih yang digunakan untuk menganalisis struktur molekul berdasarkan pola vibrasi yang unik. Studi ini merupakan systematic literature review yang bertujuan untuk mengeksplorasi aplikasi FTIR dalam berbagai bidang, termasuk farmasi, industri herbal, dan sektor lingkungan, serta membandingkan efektivitasnya dengan metode analisis lainnya. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa FTIR memiliki keunggulan dalam kecepatan analisis, sensitivitas tinggi, dan fleksibilitas terhadap berbagai bentuk sampel, menjadikannya pilihan utama untuk pengawasan kualitas dan penelitian. Di bidang farmasi, FTIR efektif untuk mendeteksi kemurnian senyawa dan kepatuhan terhadap standar farmakope. Dalam industri herbal, teknologi ini mendukung identifikasi komponen bioaktif dan pencegahan pemalsuan. Sementara itu, pada sektor lingkungan, FTIR digunakan untuk analisis pencemaran organik dan deteksi mikroplastik. Studi ini juga membandingkan FTIR dengan metode lain, seperti spektroskopi UV-Vis dan kromatografi, serta mengidentifikasi keunggulan FTIR dalam efisiensi dan non-destruktif.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA APLIKASI SPINNING WHEELTENTANG CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SDN 002 LOA JANAN Erna Sari; Joko Sapto Pramono; Eka Putri Rahayu
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i6.9385

Abstract

ABSTRACT Introduction :According to the World Health Organization (WHO), there are 1.7 billion cases of diarrhea every year, causing the deaths of around 525,000 children. Objective :This research aims for the general purpose of determining the influence of the Spinning Wheel Application media on knowledge and attitudes about Hand Washing with Soap (CTPS) at SDN 002 Loa Janan Ilir.Method :This research is a quantitative research using a pre-experimental research design with the research design being one group pretest posttest design. The population in this study was 81 students, and the sample for this study was 68 students, using the Total Sampling technique, in class VI students at SDN 002 Loa Janan Ilir. The data collection instrument is a questionnaire. Data analysis used the data normality test using the Kolmogorof Smirnof test on the pretest and posttest results. If it is not normally distributed then the Wilcoxon test is used.Results :Based on the results of the Wilcoxon test, knowledge data p-value = 0.000 < 0.05, attitude p-value = 0.000 < 0.05. There is an influence of the Spinning Wheel Application media on the level of knowledge and attitudes towards washing hands with soap Keywords: Spinning Wheel, Hands soap, knowledge, Attitude ABSTRAK Pendahuluan :Menurut World Health Organization (WHO), ada 1,7 miliyar kasus diare setiap tahun, menyebabkan kematian sekitar 525.000 anak. Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh media Aplikasi Spinning Wheel terhadap pengetahuan dan sikap Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di SDN 002 Loa Janan ilir.Metode :Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Pra Eksperimen dengan rancangan penelitian ini adalah one group pretest posttest desig. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 81 siswa, dan sampel penelitian ini sebanyak 68 siswa, menggunakan teknik Total Sampling, pada siswa kelas VI di SDN 002 Loa Janan Ilir.Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner.Analisis data menggunakan uji kenormalan data menggunakan uji KolmogorofSmirnof terhadap hasil pretest dan posttest.Jika tidak berdistribusi normal maka uji digunakan uji Wilcoxon. Hasil :Berdasarkan hasil uji Wilcoxon data pengetahuan nilai p-value = 0,000 < 0,05, sikap p-value nilai = 0,000 < 0,05.Ada pengaruh media Aplikasi Spinning Wheel terhadap tingkat pengetahuan dan sikap cuci tangan pakai sabun. Kata kunci: Spinning Wheel, Cuci Tangan, Pengetahuan, Sikap
PENGARUH EDUKASI PERAWAT TERHADAP KEPATUHAN CUCI TANGAN KELUARGA PASIEN DI RUANG DAHLIA RSU KABUPATEN TANGERANG Amalia Putri Ramadhan; M. Martono Diel; Siti Napsiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i6.9604

Abstract

Latar Belakang : Perilaku cuci tangan merupakan Permasalahan utama dan penyebab utama dari terjadinya infeksi nosokomial dan untuk mencegah perkembangbiakan mikroorganisme kuman yaitu dengan cara cuci tangan yang benar yakni sesuai dengan enam langkah cuci tangan dan sesuai dengan lima momen cuci tangan.Tujuan Penelitian: Untuk Mengetahui pengaruh edukasi perawat terhadap kepatuhan cuci tangan keluarga pasien. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan pra eksperimental design dengan sampel penelitian keluarga pasien di ruang dahlia dengan jumlah 30 responden yang di ambil dengan menggunakan Teknik total sampling. Cara pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi kepatuhan cuci tangan. Hasil : analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan Analisa bivariate menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepatuhan cuci tangan ini berhasil memberikan pengaruh terhadap perilaku kepatuhan cuci tangan keluarga pasien, didapatkan hasil Asymp. Sig.( 2-tailed) pada tabel diatas diketahui bahwa p-value 0,001< 0,05 yang artinya pengaruh edukasi perawat terhadap kepatuhan cuci tangan keluarga pasien memberikan pengaruh pada peningkatan perubahan keluarga pasien di ruang dahlia RSU Kabupaten Tangerang.
GAMBARAN PEMBERIAN INHALASI MINYAK KAYU PUTIH TERHADAP BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA An. A DENGAN ISPA DI DESA SOKANEGARA WILAYAH PUSKESMAS PURWOKERTO TIMUR, KABUPATEN BANYUMAS Parestu, Octa Widya; Astuti, Dwi; Sulistyowati, Priyatin
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i6.9619

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is classified into three categories: mild ARI with symptoms of cough, cold, sore throat, and shortness of breath; moderate ARI with similar symptoms but with a body temperature increase up to 38°C; and severe ARI with symptoms including decreased consciousness, tachycardia, loss of appetite, wheezing, cyanosis, and restlessness. WHO estimates that ARI causes more than 40 deaths per 1,000 births in developing countries and accounts for 15-20% of under-five child deaths annually. Inhaling eucalyptus oil can alleviate respiratory disorders as its vapor functions as a decongestant, which, when inhaled, helps reduce nasal congestion, makes breathing easier, thins secretions, making them easier to expel, and keeps the mucous membranes in the respiratory tract moist. To determine the impact of inhaling eucalyptus oil vapor on resolving ineffective airway clearance in children suffering from acute respiratory infections (ARI) in Sokanegara Village, Purwokerto Timur Health Center Area, Banyumas Regency. This scientific study is based on a descriptive method with a case study approach. After three days of therapy with eucalyptus oil vapor inhalation, airway clearance effectiveness increased, with a reduction in productive cough and nasal congestion. The application of simple inhalation using eucalyptus oil has proven to be effective in enhancing airway clearance in patients with acute respiratory infections. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, salah satunya adalah ISPA ringan yang menunjukkan gejala batuk, pilek, tenggorokan terasa sakit, serta kesulitan bernapas. Gejala ISPA sedang mirip dengan ISPA ringan, namun suhu tubuh meningkat hingga 38°C. ISPA berat dengan gejala penurunan kesadaran, takikardia, nafsu makan berkurang, mengi, sianosis, dan gelisah. WHO memperkirakan ISPA menyebabkan lebih dari 40 kematian per 1.000 kelahiran balita di negara berkembang dan ISPA menyebabkan 15-20% kematian balita setiap tahunnya. Uap minyak kayu putih yang dihirup dapat membantu meredakan gangguan pernapasan karena memiliki sifat dekongestan. Hal ini dapat mengurangi sumbatan pada hidung, melancarkan pernapasan, mencairkan lendir sehingga mudah dikeluarkan, dan menjaga kelembapan saluran napas. Mengetahui efektivitas pada penggunaan inhalasi uap minyak kayu putih tidak efektif dalam membantu membersihkan jalan napas pada anak yang menderita ISPA di Desa Sokanegara Wilayah Puskesmas Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Penelitian ilmiah ini didasarkan pada metode deskriptif dengan pendekatan berbasis kasus. Setelah diterapkan terapi dengan durasi 3 hari berturut-turut menghirup uap minyak kayu putih, efektivitas penjernihan jalan napas meningkat, adanya batuk berlendir dan pilek berkurang. Penerapan inhalasi sederhana menggunakan minyak kayu putih terbukti berhasil meningkatkan kebersihan jalan napas pada penderita ISPA.
PENERAPAN AKTIVITAS JALAN PAGI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI LANJUT USIA DI DESA TLAGAYASA Pertiwi, Sara Gita; Sulistyowati, Priyatin; Priyatin, Wiwik
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i6.9643

Abstract

Hypertension is classified as a non-communicable condition that requires special attention, particularly among the elderly, as it necessitates comprehensive and integrated long-term management. One of the measures to reduce mortality risk from ischemic heart disease and stroke is lowering blood pressure without medication through physical activities such as walking. The objective of this research is to enhance understanding of the implementation of morning walking routines to help lower blood pressure in elderly individuals with hypertension in Tlagayasa Village. The research method employed a case study design with a descriptive approach to illustrate the effects of morning walking on blood pressure reduction. The intervention was conducted three times a week, with each session lasting 30 minutes. The findings indicated a reduction in blood pressure, decreasing from 180/95 mmHg to 175/87 mmHg, with a decrease of 5 mmHg in systolic pressure and 3 mmHg in diastolic pressure. In summary, regular morning walking significantly reduces systolic and diastolic blood pressure in elderly individuals with hypertension Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan perhatian khusus, terutama pada kelompok lanjut usia, karena membutuhkan penanganan jangka panjang yang komprehensif dan terpadu. Salah satu langkah untuk menurunkan risiko mortalitas akibat penyakit jantung iskemik dan stroke adalah dengan menurunkan tekanan darah tanpa pengobatan, melalui aktivitas fisik seperti jalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pelaksanaan kegiatan jalan pagi dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Tlagayasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan efek aktivitas jalan pagi terhadap penurunan tekanan darah. Implementasi dilakukan selama tiga kali dalam seminggu dengan durasi 30 menit per sesi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah dari 180/95 mmHg menjadi 175/87 mmHg, dengan selisih tekanan sistolik pada poin 5 mmHg dan diastolik pada poin 3 mmHg. Kesimpulannya, aktivitas jalan pagi secara rutin dapat secara substansial mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia dengan hipertensi
LAPORAN KASUS: DERMATITIS NUMULARIS DISERTAI INFEKSI SEKUNDER PADA ANAK USIA 2 TAHUN DI RSUD PASAR REBO Nina Ajeng Saputri; Hapsari Triandriyani; Nenden Lilis
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i6.10060

Abstract

Pendahuluan: Dermatitis numular dikenal juga dengan nama eksim numular eksim diskoid atau neurodermatitis numular; merupakan peradangan berupa lesi berbentuk mata uang (koin) atau agak lonjong, berbatas tegas, dengan efloresensi atau lesi awal berupa papul disertai vesikel (papulovesikel), biasanya mudah pecah sehingga basah (oozing) dan biasanya menyerang ekstremitas. Laporan Kasus: Laporan kasus ini menyajikan kasus dermatitis numularis pada anak usia 2 tahun. Awalnya pasien datang dengan bercak kemerahan dikedua tungkai dan kedua lengan sejak 4 bulan yang lalu disertai gatal-gatal didaerah bercak. Empat bulan yang lalu pasien bermain pasir dam sempat digigit seekor serangga, pasien mengalami gatal di daerah tungkai kiri bawah, awal mulanya seperti beruntus berukuran seperti biji jarum. Awalnya beruntus berukuran kecil dan hanya terdapat di tungkai kiri saja, namun semakin lama menjadi banyak dan meluas hingga menyatu membentuk bulat lonjong yang terlihat bertumpuk-tumpuk. Pasien berobat ke puskesmas dan belum kian sembuh. Kesimpulan: Dermatitis numular merupakan peradangan berupa lesi berbentuk mata uang (koin) atau agak lonjong, berbatas tegas, biasanya mudah pecah sehingga basah (oozing) dan biasanya menyerang ekstremitas. Dermatitis numular sering kali mengikuti perjalanan kronis yang ditandai dengan kekambuhan. Pengobatan yang optimal pada pasien dermatitis numularis akan menjadi pertimbangan untuk memberikan terapi yang tepat pada pasien sehingga diharapkan dapat memperbaiki prognosis.
LAPORAN KASUS: MORBUS HANSEN TIPE MULTIBASILER Rafilah Dinira; Hapsari Triandriyani; Hadi Firmansyah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i6.10155

Abstract

ABSTRACT Background: Morbus Hansen is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium leprae. This disease can cause serious complications if left untreated, especially the multibacillary (MB) type, which is characterized by numerous skin lesions and significant nerve damage. Objective: This case report aims to provide a diagnostic description and management of multibacillary type Morbus Hansen patients. Method: The case of a 60 year old male patient was reported with complaints of non-itchy red spots and numbness in the hands. Dermatological and bacteriological examinations are performed to confirm the diagnosis. Results: The diagnosis of multibacillary type Hansen's Morbus was confirmed based on the presence of more than five lesions, loss of sensation, and positive results of the acid-fast bacillus (BTA) examination. Treatment was given in the form of Multi-Drug Treatment (MDT) with Rifampicin, Dapsone and Clofazimine according to WHO recommendations. Conclusion: Early treatment of multibacillary Morbus Hansen cases can prevent further complications. Education regarding the importance of appropriate treatment and reducing stigma is also very important to improve patient quality of life ABSTRAK Latar Belakang: Morbus Hansen merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani, terutama pada tipe multibasiler (MB), yang ditandai dengan banyaknya lesi kulit dan kerusakan saraf yang signifikan. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran diagnostik dan penatalaksanaan pada pasien Morbus Hansen tipe multibasiler. Metode: Dilaporkan kasus seorang pasien laki-laki berusia 60 tahun dengan keluhan bercak kemerahan yang tidak gatal serta mati rasa pada tangan. Pemeriksaan dermatologi dan bakteriologis dilakukan untuk memastikan diagnosis. Hasil: Diagnosis Morbus Hansen tipe multibasiler ditegakkan berdasarkan adanya lebih dari lima lesi, hilangnya sensasi, dan hasil positif pemeriksaan basil tahan asam (BTA). Pengobatan diberikan berupa Multi-Drug Treatment (MDT) dengan Rifampisin, Dapson, dan Clofazimine sesuai rekomendasi WHO. Kesimpulan: Penanganan dini pada kasus Morbus Hansen tipe multibasiler dapat mencegah komplikasi lebih lanjut. Edukasi mengenai pentingnya pengobatan yang tepat dan pengurangan stigma juga sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue