cover
Contact Name
Endrizal
Contact Email
rizalpiliang84@gmail.com
Phone
+6281225197932
Journal Mail Official
Ethnography@isi-padangpanjang.ac.id
Editorial Address
https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ethno/about/editorialTeam
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ethnography
ISSN : -     EISSN : 30311616     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/ethnography
FOCUS Ethnography : Journal of Cultural Anthropology fokus menerbitkan artikel terkait isu-isu antropologi budaya dari hasil kajian riset/penelitian para akademisi, peneliti. SCOPE 1. Kajian Tradisi dan Ritual 2. Kajian Multikulturalisme 3. Kajian Gender dalam kebudayaan 4. Kajian Lingkungan dan Kebudayaan 5. Kajian Agama dan Budaya
Articles 26 Documents
Komodifikasi Budaya Tradisi Pacu Jawi Di Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat Mauladi, Muhammad Farhan; Yulika, Febri; Rahmi, Rahmi
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 2, No 1 (2023): Vol 2, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v2i1.3362

Abstract

Penelitian yang berjudul “Komodifikasi Budaya Tradisi Pacu Jawi Di Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat” bertujuan untuk mengetahui tentang latar belakang komodifikasi dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam tradisi pacu jawi. Penelitian ini dilatar belakangi karena melihat adanya “kemasan” yang berbeda dari tradisi pacu jawi. Tradisi pacu jawi merupakan tradisi daerah Kabupaten Tanah Datar yang bertujuan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan dan studi lapangan dengan cara observasi dan wawancara secara mendalam dengan informan berjumlah enam orang. Penelitian ini menggunakan teori komodifikasi. Komodifikasi diartikan sebagai bentuk proses mengemas dari sesuatu yang awalnya memiliki nilai fungsi hingga berubah menjadi nilai komoditi. Komodifikasi budaya diartikan sebagai suatu tindakan yang menjadikan unsur-unsur budaya menjadi suatu hal yang bernilai ekonomi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Komodifikasi budaya terjadi karena adanya ciri khas dan nilai eksotis pada tradisi pacu jawi, berupa balapan sapi di atas sawah yang berlumpur dan memiliki nilai-nilai atau makna yang terkandung didalam-nya menjadi daya tarik pemerintah daerah dan pengelola tradisi ini untuk melakukan pengembangan dan penyesuaian agar bertahan hingga masa sekarang. Komodifikasi pacu jawi di Tanah Datar mengakibatkan adanya perubahan tujuan pelaksanaan, tata cara pelaksanaan, dan waktu pelaksanaan pacu jawi. Pengembangan Pacu Jawi menjadi objek wisata telah memberikan dampak yang sesuai dengan apa yang diharapkan seperti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, wadah untuk masyarakat setempat membuka bentuk usaha baru, dan jasa yang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar.
Susungan: Tradisi Adat Maanta Mayit Ka Pandan Kuburan Putra, Adam Pramugio; Putri, Fira Permata; Tanjung, Iman Ashar; Haikal, M Rifki; Amalia, Risky
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 4, No 1 (2025): Etnography Januari - Juni 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v4i1.4896

Abstract

Nagari Bukik Tandang, located in Bukik Sundi District, Solok Regency, West Sumatra, has a rich history and traditions deeply rooted in Minangkabau customs. Established by early settlers around 1680, the community of Nagari Bukik Tandang formed with five major clans inhabiting the area. One of the unique traditional customs in this Nagari is "Susungan," a burial procession using a traditional bamboo bier, symbolizing the spirit of mutual cooperation and togetherness in the community. This tradition encompasses the entire burial process, from the preparation of the body to its final journey to the resting place in the cemetery. The components of the Susungan, such as the "janjang" (base), "tunggak nan ampek" (four pillars), and "puncak talang" (top canopy), hold deep symbolic meanings, reflecting the role of customs and the value of unity within the society. Although this tradition has been passed down orally without written records, the Susungan ritual remains well-preserved as an important cultural heritage in Nagari Bukik Tandang, embodying solidarity and respect for the deceased. Keyword: Susungan, Death Rituals, Minangkabau
Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Tradisi “Man Belo” Pada Perempuan Suku Karo Di Desa Namo Riam Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Br Ketaren, Agnes Hiasenta; Suharti, Suharti; Endrizal, Endrizal
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 4, No 1 (2025): Etnography Januari - Juni 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v4i1.4642

Abstract

Jurnal ini yang berjudul “Nilai-nilai Dalam Tradisi Man Belo Pada Perempuan Suku Karo Di Desa Namo Riam Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang”, tujuan dari jurnal ini mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi perempuan suku Karo masih melakukan tradisi man belo dan mengetahui apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi man belo pada perempuan suku Karo di Desa Namo Riam. Teori yang dipakai yaitu teori nilai budaya. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 3 faktor perempuan suku Karo masih melakukan tradisi man belo, yaitu: faktor budaya, faktor sosial dan faktor kesehatan. Selanjutnya, nilai yang terdapat dalam tradisi man belo, yaitu: 1). nilai budaya karena tradisi man belo menjadi simbolisasi dari keberagaman budaya yang menjadi ciri khas adat budaya Karo, 2). nilai spiritual karena mencerminkan perilaku perempuan Karo yang memiliki kepercayaan lokal terkait tradisi man belo, 3). nilai sosial karena tradisi man belo menjadi simbolisasi keharmonisan antar perempuan suku Karo.
Fenomena Pekerja Perempuan Pemecah Batu Kapur di Bukit Tui Kota Padangpanjang Sumatera Barat Rezeki, Novita Purnama; Suharti, Suharti; Kahanna, Mutia
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 2, No 1 (2023): Vol 2, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v2i1.3320

Abstract

Penelitian ini membahas Fenomena Pekerja Perempuan Pemecah Batu Kapur Bukit Tui di Kota Padangpanjang, Sumatera Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan bentuk pekerjaan buruh perempuan pemecah batu kapur, menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi keterlibatan mereka dalam pekerjaan tersebut, serta mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami baik di lingkungan kerja maupun sosial. Kajian ini menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan buruh perempuan pemecah batu kapur meliputi empat jenis aktivitas utama, yaitu mengeluarkan batu dari tungku pembakaran, melakukan penyiraman dan penyortiran, memecahkan batu kapur, serta melakukan pengemasan. Faktor-faktor yang mendorong perempuan bekerja di sektor ini meliputi faktor ekonomi, budaya, sosial, dan kondisi lingkungan alam. Selama bekerja, mereka menghadapi empat bentuk ketidakadilan gender, yaitu stereotipe, beban ganda, subordinasi, dan kekerasan, yang memperlihatkan masih kuatnya konstruksi sosial patriarkal terhadap peran perempuan di wilayah kerja informal.
Makna Sosial Di Balik Fenomena Anak Penjaja Makanan : Studi Etnografi Pekerja Anak di Kota Padang Panjang Frastica, Yuliana; Yulika, Febri; Rahmi, Hijratur
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 2, No 1 (2023): Vol 2, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v2i1.3331

Abstract

Penelitian ini berjudul “Makna Sosial Di Balik Fenomena Anak Penjaja Makanan: Studi Etnografi Pekerja Anak Di Kota Padang Panjang.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi keterlibatan anak-anak dalam pekerjaan sebagai penjaja makanan di Kota Padang Panjang serta menganalisis dampak sosial, pendidikan, dan psikologis yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut. Kajian ini menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz untuk memahami makna subjektif tindakan sosial anak-anak pekerja, serta teori kemiskinan kultural Oscar Lewis sebagai kerangka analisis terhadap kondisi sosial-ekonomi keluarga yang melatarbelakanginya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan, yang kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang mendorong anak-anak bekerja sebagai penjaja makanan, yaitu keterbatasan ekonomi keluarga, rendahnya tingkat pendidikan orang tua, faktor kebiasaan yang diwariskan, serta kondisi lingkungan rumah yang kurang kondusif. Keterlibatan anak-anak dalam aktivitas menjajakan makanan berdampak signifikan terhadap kehidupan mereka, meliputi terganggunya proses pendidikan formal, penurunan kondisi kesehatan akibat kelelahan dan paparan lingkungan kerja, serta munculnya risiko kekerasan fisik dan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa fenomena pekerja anak di Kota Padang Panjang tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial dan budaya kemiskinan yang kompleks.
Trend Fashion Mahasiswa Program Studi Desain Mode Institut Seni Indonesia Padangpanjang Putri, Icha Gina; Kasman, Selvi; Satria, Edi
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 2, No 2 (2023): Vol 2, No 2 (2023): July - December 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v2i2.3330

Abstract

Skripsi yang berjudul Trend Fashion Mahasiswa Program Studi Desain Mode Institut Seni Indonesia Padangpanjang Angkatan 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor melatarbelakangi Mahasiswa Prodi Desain Mode Angkatan 2020 ISI Padangpanjang mengikuti trend fashion tahun 2021-2022 dan untuk mendeskripsikan dampak dari mengikuti trend fashion pada Mahasiswa Prodi Desain Mode Angkatan 2020 ISI Padangpanjang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah budaya popular dari Dominic Strinati. Adapun metode yang penulis gunakan yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi mahasiswa Prodi Desain Mode mengikuti trend fashion yaitu media sosial, teman sebaya, produk diskon, identitas diri dan selanjutnya terdapat dua dampak dari mengikuti trend fashion ini yaitu terjadinya pemborosan dan mendapatkan tekanan.

Page 3 of 3 | Total Record : 26