cover
Contact Name
Endang Wahyuningsih
Contact Email
motorik@umkla.ac.id
Phone
+6281804424510
Journal Mail Official
motorik@umkla.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir Soekarno Km.1 Buntalan Klaten Tengah Klaten Jawa Tengah
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
MOTORIK
ISSN : 26851210     EISSN : 1907218X     DOI : https://doi.org/10.61902/motorik
Core Subject : Health,
MOTORIK: Jurnal ilmu kesehatan sebagai saran informasi di bidang Kesehatan yang berisikan hasil penelitian, studi kepustakaan, maupun tulisan-tulisan ilmiah. Jurnal ini mencakup artikel penelitian asli, artikel ulasan, dan komunikasi singkat, termasuk: Keperawatan, kebidanan, farmacy, kesehatan masyarakat dan lain-lain
Articles 117 Documents
KORELASI LAMA DAN FREKUENSI HEMODIALISA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HEMODIALISA Fitri Suciana Suciana; Istianna Nur Hidayati; Kartin
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v15i1.38

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik adalah suatu keadaan yang ditandai dengan kelainan dari struktur atau fungsi ginjal yang muncul selama lebih dari 3 bulan, yang berpengaruh terhadap kondisi kesehatan. Salah satu cara dalam terapi gagal ginjal kronis adalah terapi dialisis. Terapi hemodialisis seumur hidup yang umumnya dilakukan sebanyak dua sampai tiga kali seminggu selama 3-4 jam per kali terapi. Seseorang menjalani terapi hemodialisis akan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan Penelitian untuk mengetahui mengetahui korelasi lama dan frekuensi hemodialisis dengan kualitas hidup pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Desain penelitian survei analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Teknik pengambilan sampel non probobility sampling dengan teknik purposive sampling berjumlah 72 sampel. Instrumen penelitian Kidney Disease Quality of Life-Short Form (KDQOL-SF). Uji reliabel dengan uji Kuder-Richardson. Uji bivariat mengunakan uji Kendal-Tau. Karakteristik responden berumur 46 – 65 tahun sebesar 31,9%, responden berjenis kelamin laki-laki sebesar 58,3%, tingkat pendidikan SMA 30,6%, pekerjaan sebagai buruh yaitu sebesar 30,6%. Rata-rata penghasilan <1jt rupiah sebesar 54,2%, status perkawianan menikah/kawin sebesar 81,9%, adekuasi hemodialisa KT/v 1,5 sebesar 25%, penyakit penyerta diabetes mellitus yaitu sebesar 34,7%. Hasil uji bivariat Kendall Tau test didapatkan nilai p=0,000 (p <0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada korelasi antara lama dan frekuensi hemodialisa dengan kulitas hidup pasien yang menjalankan hemodialisa di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
ANALISIS KANDUNGAN ASAM RETINOAT PADA SEDIAAN KRIM MALAM YANG BEREDAR DI TOKO X KOTA KLATEN DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Anita Agustina Styawan; Choiril Hana Mustofa; Yenni Kusuma Wardhan
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v15i1.39

Abstract

Whitening cosmetics are cosmetics that contain an active whitening ingredient to brighten the skin. Retinoic acid is prohibited from being used in whitening creams because it can cause dry, burning, carcinogenic and teratogenic skin. The purpose of this study was to determine the levels of retinoic acid contained in night creams. The sample in this study were 5 night cream products circulating in Klaten City X Store. This study was conducted to determine the content of retinoic acid in night creams using thin layer chromatography (TLC). Five positive samples contained retinoic acid by giving dark green spots and the concentration was determined by UV-Vis spectrophotometry. The results of this study indicate that in 5 samples of night cream circulating in Store X in the City of Klaten all positive for retinoic acid, that is, the average for sample A was 0.021%; sample B 0.014%; sample C 0.016%; sample D 0.025% and sample E 0.023%. Keywords: Retinoic Acid, Whitening Cream, UV-Vis Spectrophotometry
ANALISIS PERSONAL HYGIENE DAN KONDISI SANITASI NARAPIDANA PADA LAPAS KLAS IIB CIANJUR irman raka
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v15i1.41

Abstract

A healthy environment is an ecological balance that must exist between humans and the environment in order to guarantee a healthy condition of humans. This study aims to determine how the state of personal hygiene and sanitary conditions contained in Cianjur Class II Prison. This research was conducted in the form of qualitative research with phenomenological approach, namely by conducting interviews with 10 informants, where 2 main informants were interviewing the polyclinic and casibinadik health workers. The research was conducted from 29 January to 25 February 2020 in Lapas IIB Cianjur. The results of the study showed the results of the analysis related to personal hygiene conditions and sanitary conditions of prisoners in Prison Class IIB Cianjur can be concluded that in terms of personal hygiene in each individual prisoner is already good in hand and nail hygiene, cleanliness of clothes, towels and cleanliness of his bed. And in terms of sanitation, clean water, rubbish and latrines are good enough and cleanliness is always maintained by them by organizing a daily picket system in maintaining the cleanliness of the rooms in each block. The author suggests to Cianjur Class IIB Lapas officers to further increase supervision on each supervision of cleanliness in each block, and conduct health education for personal hygiene and sanitation environment sanitation to increase awareness of prisoners that hygiene must always be maintained so that they are not susceptible to disease.
HUBUNGAN KOGNITIF DENGAN KEMANDIRIAN ACTIVITY OF DAILY LIVING PADA PASIEN SKIZOFRENIA Rita Untari; Muhammad Ilham Akbar Maghribi
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v15i1.42

Abstract

Background. Schizophrenia usually has a problem with the function of cognitive function deficits which can affect work activities in daily life. This research aims to determine whether individuals with good cognitive level have more independence in daily activities or vice versa. This research was conducted in RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang with a sample of 50 respondents. To measure the cognitive level used the Allen Cognitive Levels Skills (ACLS) instrument. Then, to measure the independence of Activity of Daily Living (ADL) used Kohlman Evaluating Livings Skills (KELS) instrument. This research aims to determine whether there is a relationship between cognitive level with the independence of daily living activities in schizophrenic patients. Research methods. The design of this research is non experimental quantitative with cross sectional approach and by using Pearson Product Moment correlation data analysis technique through SPPS 16 for windows. Research result. From the result of hypothesis testing Pearson Product Moment Correlation known level of significance (2 tailed) is -0,838 (< 0,05). Conclusion. This research shows that there is relationship between cognitive levels with independence of Activity of Daily Living in schizophrenia patients in RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Keywords : cognitive levels, activity of daily living, schizophrenia.
HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI (PENDIDIKAN, PEKERJAAN DAN PENGHASILAN) DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA Endah
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v15i1.43

Abstract

Persentase penduduk lanjut usia di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan selama 30 tahun terakhir. Peningkatan kuantitas lansia tersebut seharusnya diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menjelaskan hubungan sosiodemografi dengan kualitas hidup lansia di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik 1 Sleman Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 110 lansia di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik 1 Sleman Yogyakarta yang diambil secara random. Analisis data univariat dan bivariat. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji chi swuare. Hasil penelitian menunjukkan, faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia adalah pendidikan (p value 0,019), pekerjaan (p value 0,004) dan penghasilan (p value 0,002).
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI REMAJA TENTANG MEROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK REMAJA Di KARANG TARUNA DUKUH NGRINGIN BANGSRI KARANGPANDAN mutik mutik mahmudah; Triana Mirasari
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v15i1.45

Abstract

Smoking is a habit that is found in everyday life. Lifestyle or life style is interesting as a health problem, minimally considered a risk factor for a non-communicable disease. The study shows that heavy smokers have started this habit since their teens, and almost no heavy smokers who just started smoking as an adult. For this reason, adolescence is often considered a critical period that determines whether we become smokers or not (Addianti, 2012). Research used by researchers is quantitative research to find out the relationship between teenage perceptions about smoking and smoking behavior in Karangtaruna teenagers in Hamlet Ngringin Bangsri Karaangpandan. October 2018 to February 2019 with 36 respondents. The results found there is a relationship between adolescent perceptions about smoking with smoking behavior, it is expected adolescents in particular to further enhance better perceptions about smoking so that good behavior will increase. Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Gaya hidup atau life style ini menarik sebagai suatu masalah kesehatan, minimal dianggap sebagai faktor risiko dari suatu penyakit tidak menular. Hasil studi menunjukkan bahwa perokok berat telah memulai kebiasaannya ini sejak berusia belasan tahun, dan hampir tidak ada perokok berat yang baru memulai merokok pada saat dewasa. Karena itulah, masa remaja sering kali dianggap masa kritis yang menentukan apakah nantinya kita menjadi perokok atau bukan (Addianti,2012). Penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kuantitatif untuk menegtahui hubungan natara persepsi remaja tentang merokok dengan perilaku merokok pada remaja karangtaruna di Dukuh Ngringin Bangsri Karaangpandan. Oktober 2018 sampai dengan Februari 2019 dengan responden sebayak 36 orang. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara persepsi remaja tentang merokok dengan perilaku merokok, diharapkan remaja khususnya untuk lebih meningkatkan persepsi yang lebih baik tentang merokok sehingga perilaku yang baik akan meningkat.
PENERAPAN TEKNIK FISIOTERAPI DADA TERHADAP KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS PADA ANAK DENGAN PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN Nova Ari Pangesti; Riski Setyaningrum
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v15i2.63

Abstract

Respiratory disease is a condition where there is a problem in respiratory system. Some of disease include in respiratory disease are pneumonia, asthma, and bronchitis. Child who experience respiratory tract disorders often occur an increase in the production of excessive phlegm in the lungs of phlegm which thicknes and accumulates so that it is difficult to remove, therefore to help speed healing assisted by chest physiotherapy. The aim is to know the effect of chest physiotherapy on ineffective of clearance airway on a child with respiratory disorders. This research use literature review as method to know the effect of chest physiotherapy. The result of research After performing chest physiotherapy, airway clearance of child effectively with the criteria for respiratory frequency within normal limits, being able to remove sputum, no additional breath sounds, and coughing decreased. Chest physiotherapy are significantly effective to overcome ineffective airway clearance.
STUDI DESKRPTIF PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN COVID-19 DI KOTA YOGYAKARTA Rendi Sinanto; Sitti Nur Djannah
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v15i2.136

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit berbahaya dengan penularan yang cepat dan mudah, angka kejadian covid-19 sangat meningkat signifikan di dunia maupun di Indonesia. Saat ini sebagian masyarakat Kota Yogyakarta merasa panik dan bingung tentang cara pencegahan covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat Kota Yogyakarta tentang cuci tangan pakai sabun dalam pencegahan covid-19. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan cross sectional, tehnik pengambilan sampel yaitu non probability sampling, dengan tehnik accidental sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner, pengambilan data melalui google form yang disebar pada tanggal 11-13 April 2020, analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif frekuensi. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan masyarakat kota Yogyakarta dalam kategori baik (100%), sikap masyarakat dalam kategori tinggi (92%), dan perilaku masyarakat dalam kategori baik (98%). Sesuai hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat tentang cuci tangan pakai sabun dalam pencegahan covid-19 adalah baik, dan pentingnya mengoptimalkan upaya promosi kesehatan dengan memanfaatkan media seperti leaflet, poster, media sosial, internet, spanduk, billboard, dan lain sebagainya, selain itu bisa melakukan inovasi melakukan promosi kesehatan menggunakan bahasa daerah. Kata kunci : Cuci tangan, pakai sabun, Hand hygiene, Covid-19.
PERBANDINGAN HONEY DRESSING TERHADAP JENIS DRESSING LAINNYA DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIK Muhammad Sobri Maulana
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v15i2.137

Abstract

Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi yang menyebabkan morbiditas tertinggi pada pasien dengan DM. Tata laksana dari ulkus kaki diabetik ialah dengan 6 kontrol dimana salah satunya ialah kontrol luka dengan dilakukan debridement dan dressing. Pilihan dressing yang tepat akan membuat penyembuhan luka menjadi lebih baik cepat dan efektif. banyak cara yang dapat digunakan sebagai dressing, namun cara dressing mana yang lebih baik digunakan untuk perawatan ulkus diabetik masih belum jelas. atas pertimbangan efektivitas biaya, perlu dilakukan pencarian laporan kasus berdasarkan bukti mengenai efektivitas penggunaan honey dressing dibandingkan dengan dressing jenis lainnya. Pencarian literatur dilakukan pada database online yaitu , EBSCO, Cochrane, Pubmed, dan Scopus, sciendirect, proquest. Artikel terpilih ditelaah dengan metode Oxford Center for Evidence Based Medicine. Didapatkan 1 studi sistematik review yang relevan dengan pertanyaan klinis yang diajukan. Honey dressing menjadikan lama terapi lebih singkat 1,28 hari dibandingkan dengan kontrol. honey dressing menjadikan mean purge time lebih singkat 0,92x dibandingkan dengan kontrol. honey dressing menjadikan germ purge ratio lebih cepat 1,63x dibandingkan dengan kontrol. honey dressing menjadikan laju penyembuhan luka lebih lama 1,05x dibandingkan dengan kontrol honey dressing menjadikan luas area yang sembuh lebih 1,45x luas dibandingkan dengan kontrol. Perawatan luka dengan menggunakan honey dressing pada pasien ulkus diabetik lebih baik dibandingkan dengan dressing jenis lain masih kurang sehingga diperlukan lebih banyak penelitian mengenai topik tersebut.
DETEKSI DINI DAYA TAHAN JANTUNG PARU PADA MAHASISWA Amalia Solichati Rizqi1; Yudha Wahyu Putra
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v15i2.155

Abstract

Abstrak Daya tahan jantung paru merupakan kemampuan system pernapasan dan sirkulasinya di dalam tubuh untuk mensuplai bahan bakar selama melakukan aktivitas fisik. Daya tahan jantung paru menunjukkan tingkat kebuagaran seseorang. Metode penelitian ini adalah penelitian disckrptif analitik yaitu menggambarkan kondisi daya tahan jantung paru mahasiswa dengan penilaian daya tahan jantung paru dengan menggunakan MFT ( Multisata Fitness Test). Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui kondisi data tahan jantung paru mahasiswa dengan kategori usia 16 – 18 tahun dan 19 – 21 tahun serta berdasarkan kategori usia. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa nilai daya tahan jantung paru untuk kategori usi 16 – 18 tahun dan 19 – 21 tahun adalah cukup, untuk jenis kelamin laki – laki dan perempuan adalah cukup Abstract Cardiovascular endurance is the ability of the respiratory system and circulation in the body to supply fuel during physical activity. Heart-lung endurance shows a person's level of fitness. The method of this research is analytic descriptive research, which describes the condition of the cardiac endurance of students by assessing the cardiovascular endurance using MFT (Multisata Fitness Test). The purpose of this study was to determine the condition of cardiac and pulmonary resistance data of students with the age category of 16-18 years and 19-21 years and based on age categories. The results in this study indicate that the cardiac and pulmonary endurance scores for the age category 16-18 years and 19-21 years are sufficient, for male and female sex is sufficient.

Page 4 of 12 | Total Record : 117