cover
Contact Name
Kedswin Gerson Hehanussa
Contact Email
kedswinhehanussa@gmail.com
Phone
+6285243134046
Journal Mail Official
kedswinhehanussa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Fisheries and Marine Sciences Pattimura UniversityMr, Jl Chr. Soplanit, Poka, Teluk Ambon District, 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 20855109     EISSN : 29883172     DOI : -
AMANISAL: Journal of Capture Fisheries Technology and Management, is one of the scientific publication media that publishes articles related to the results of research or studies in the field of Capture Fisheries Technology (Fish Behavior, Fishing Grounds, Fishing Ports, Fishing Vessels, Equipment Design and Construction) Fish catching). Capture Fisheries Management (Archipelagic capture fisheries, capture fisheries systems, fishing exploration, fisheries biology, fish population dynamics, fisheries bio-economy, sustainable use of fisheries resources). AMANISAL: Journal of Capture Fisheries Technology and Management, published by Pattimura University (https://ojs3.unpatti.ac.id/). Amanisal is a traditional fishing gear originating from the Maluku region.
Articles 50 Documents
Estimasi Produktifitas Ikan Tuna Melalui Frame Survey Nelayan Pancing Tonda di Negeri Laha Pulau Ambon Barbara G. Hutubessy; Siti H. Warawara; Donald Noija; Albert A. Ch. Nanlohy
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p40-46

Abstract

Frame survey adalah metode pengambilan data dengan pendekatan sensus dan sudah banyak diaplikasi untuk mengestimasi konteks atau strata. Estimasi produktifitas hasil tangkapan pancing tonda pada strata waktu atau periode yang berbeda belum banyak dipublikasikan. Dengan menggunakan metode frame survey melalui wawancara, 5 nelayan pancing tonda di Dusun Kamiri Desa Laha menghasilkan tangkapan beberapa jenis ikan tuna seperti cakalang (Katsuwonus pelamis), putilai (Euthynnus affinis), tatihu atau madidihang (Thunnus albacares) dan tongkol (Auxis thazard). Ikan putilai memiliki produktifitas tertinggi 40 ton pada periode 2015. Semua jenis ikan tertangkap didominasi ukuran sedang (50-75cm). Dapat disimpulkan bahwa rpoduktifitas ikan tuna hasil tangkapan pancing tonda didominasi ikan berukuran sedang atau dewasa muda. Hal ini harus menjadi perhatian serius dalam pengelolaan perikanan tuna untuk menjaga kesinambungan populasinya.
Hasil Tangkapan Pancing Tonda yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon Friesland Tuapetel; Nurmala Siri; Taufiniringsi Kesaulya
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p47-56

Abstract

Hasil tangkapan pancing tonda yang di daratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon sangat sedikit informasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: jenis, komposisi ukuran dan jumlah hasil tangkapan pancing tonda di PPN Ambon. Penelitian dilakukan selama 6 bulan sejak bulan Mei-Juli mewakili musim Timur dan Barat (OktoberDesember). Penelitian menggunakan metode sampling langsung di PPN. Analisis data scara deskriptif selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel, grafik dan histogram. Hasil penelitian terungkap 7 jenis ikan yakni: tuna madidihang (Thunnus albacares), cakalang (Katsuwonus pelamis), lemadang (Coryphaena hippurus), sunglir (Elagatis bipinnulata), tongkol abuabu (Thunnus tonggol), setuhuk hitam (Makaira indica), dan layaran (Istiophorud platypterus). Komposisi ukuran dan jumlah hasil tangkapan mewakili musim timur yaitu: Tuna madidihang dengan panjang 30-70 cm dan berat 1.000-4.800 g, Cakalang 24-63 cm (1.000-4.500 g), Lemadang 120-140 cm (1.000-8.900 g), Sunglir 32-85 cm (1.000-3.100 g), Tongkol Abuabu 38-49 cm (1.000-1.200 g), Layaran 115-125 cm (8.400-8.700 g), dan Setuhuk Hitam 100-123 cm (8.100-8.500 g). Hasil tangkapan pada musim barat yaitu: Tuna madidihang 30-59 cm dan 1.000-4.800 g, Cakalang 30-71 cm (345-8.155 g), Lemadang 45-66 cm (190-2.655 g), Sunglir 45-59 cm (1.256-1955 g), dan Setuhuk Hitam 91-100 cm (7.100-8.100 g). Pada musim timur dijumpai jumlah, jenis dan ukuran lebih banyak serta beragam dibandingkan dengan musim barat. Informasi penelitian ini penting untuk pemanfaatan sumber daya perikanan Perairan Maluku, sehingga dapat dikelolah secara bertanggungjawab dan berkelanjutan.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DASAR DAN JARING INSANG HANYUT DI PERAIRAN TELUK AMBON DALAM Kedswin G. Hehanussa; Agustin W. Tupamahu; Haruna Haruna; Frentje D. Silooy; Selfi Sangadji; Julian Tuhumury
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p57-64

Abstract

Proses tertangkapnya ikan pada mata jaring insang sangat berkaitan dengan desain dan konstruksi jaring yang berpengaruh pada efisiensi jaring insang. Perbaikan selektifitas jaring insang diperlukan informasi karakteristik hasil tangkapan meliputi komposisi hasil tangkapan ikan setiap ukuran mata jaring, komposisi ukuran panjang dan proses tertangkap (terjerat) pada setiap ukuran mata jaring. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komposisi hasil tangkapan jaring insang dasar dan jaring insang hanyut yang dioperasikan di Teluk Ambon Dalam. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Teluk Ambon Dalam (TAD) pada bulan Oktober sampai Desember 2019. Secara Keseluruhan total jumlah hasil tangkapan pada jaring insang dasar sebanyak 13 Individus yang di dominasi oleh ikan Samandar, Salmaneti, Kerong-kerong, Bubara dan Gorara, sedangkan jaring insang hanyut sebanyak 15 jenis individu di dominasi oleh ikan tatari taruri, puri, kawalinya dan tola, serta cara ikan tertangkap pada kedua jaring insang dominan secara gilled.
Perbedaan Hasil Dan Lokasi Penangkapan Ikan Dengan Alat Tangkap Bottom Gill Net Di Perairan Negeri Wassu, Kabupaten Maluku Tengah Julian Tuhumury; Ruslan H. S. Tawari; Kedswin G. Hehanussa; Krisye Patty; Frentje D. Silooy
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p1-11

Abstract

Perairan Negeri Wassu, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan april sampai juni 2021. Tujuan penelitian yaitu megetahui jumlah jenis ukuran dan komposisi hasil tangkapan dan meganalisis perbedaan hasil tangkapan pada lokasi berbatu dan berpasir. Hasil tangkapan pada kedua lokasi sebanyak 302 ekor dimana total hasil tangkapan pada lokasi berbatu sebanyak 198 ekor yang terdiri dari 14 spesies dengan jenis ikan yang dominan tertangkap yaitu ikan Sepatu (Pempheris Mangula) sebanyak 83 ekor atau 41,9 %, sedangkan pada lokasi berpasir sebanyak 104 ekor yang terdiri dari 9 spesies dengan jenis ikan yang dominan tertangkap yaitu Gora (Lutjanus Campechanus) sebanyak 37 ekor atau 35,6%. Hasil analisis perbedaan hasil tangkapan menyatakan bahwa terdapat perbedaan jenis hasil tangkapan pada kedua lokasi berdasarkan jumlah jenis hasil tangkapn dengan jumlah hasil tangkapan di lokasi berbatu (Lokasi A) sebanyak 198 ekor dan lokasi berpasir (Lokasi B) sebanyak 104 ekor
SELEKSI TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DI PERAIRAN KOTA AMBON ALBERTH Ch NANLOHY; Kedswin G. Hehanussa; Ruslan H. S. Tawari
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 1 (2023): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i1p56-68

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Juli 2021 melalui survei pada nelayan perikanan pelagis kecil di kota Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pendapat nelayan teknologi penangkapan ikan skala kecil di wilayah Kota Ambon tergolong sangat ramah lingkungan dan cukup berkelanjutan. Dari tujuh (7) kriteria teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan, kriteria selektivitas skornya sangat rendah yaitu 59,57%, sedangkan dari lima (5) kriteria teknologi penangkapan berkelanjutan, kriteria investasinya rendah dengan skor 65,50%. . Hasil analisis AHP menunjukkan terdapat tiga alternatif pilihan prioritas utama teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan, yaitu selektivitas tinggi dengan skor 0,343, kualitas tangkapan tinggi 0,238, dan penerimaan sosial 0,135. Hasil analisis ini memiliki rasio inkonsistensi sebesar 0,05 (<0,1). Dua prioritas dalam pilihan teknologi berkelanjutan adalah teknologi tangkap yang menerapkan prinsip ramah lingkungan (0,333), dan aspek hukum (0,333). Rasio inkonsistensi dari analisis ini adalah 0,000 (<0,1). Secara keseluruhan, prioritas teknologi penangkapan ikan pelagis kecil yang ramah lingkungan berkelanjutan di Kota Ambon adalah pancing ulur 0,445, jaring insang hanyut 0,247, purse seine 0,171, bagan 0,089, dan jaring pantai 0,049.
Analisis Tingkat Keramahan Lingkungan Alat Penangkapan Ikan Utama Di Desa Kota Bani, Bengkulu Utara Zamdial Zamdial; Resyl V. Apriandini; Ali Mukqsit
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 1 (2023): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i1p1-13

Abstract

Environmentally friendly fishing gear is a fishing gears that does not have a negative impact on the environment, does not damage the bottom of the waters so that it can support the sustainable management of marine biological resources. This study aims to analyze of environmental friendliness level of the main fishing gears in the village of Bani City, Putri Hijau District, North Bengkulu Regency. The research was conducted using a survey method. Research data were collected by observation, interview and documentation methods. Data analysis was carried out by descriptively method. There are 2 fishing units operated by fishermen in Kota Bani Village, Putri Hijau District, North Bengkulu Regency, namely gillnets and bottom longlines. Based on the results of an analysis of the criteria for environmentally friendly fishing gear, both gill nets and bottom longlines, are included in the category of very environmentally friendly fishing gear, with respective scores of 29.4 and 29,0.
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DEMERSAL YANG TERTANGKAP DENGAN BUBU DI PERAIRAN NEGERI WASSU KABUPATEN MALUKU TENGAH Jacobus Bunga Paillin; Haruna Haruna; Julian Tuhumury
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 1 (2023): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i1p27-32

Abstract

Bubu adalah alat penangkap ikan yang bersifat pasif yang digunakan sebagai jebakan oleh nelayan dan dipasang secara tetap sehingga memudahkan ikan masuk dan sulit untuk ikan keluar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan demersal, keanekaragaman jenis dan keseragaman jenis ikan demersal di perairan Negeri Wassu Kabupaten Maluku Tengah. Dari hasil penelitian ini secara keseluruhan ikan yang tertangkap sebanyak 24 jenis. Pada lokasi muka labuang tertangkap 18 jenis dan lokasi amalua tertangkap 19 jenis. Nilai keanekaragaman jenis “Shanon-Wiener” (H’) pada lokasi muka labuang sebesar 2,59, sedangkan pada lokasi amalua sebesar2,67. Nilai keseragaman (Evenness Indices) pada lokasi muka labuang sebesar 0,90 sedangkan pada lokasi amalua sebesar 0,91.
MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP IKAN LAYANG (DECAPTERUS MACROSOMA) DI PERAIRAN BANDA BERBASIS ASPEK BIOLOGI Tjameria La Ima; Jesaya A Pattikawa; Friesland Tuapetel
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 1 (2023): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i1p14-26

Abstract

Ikan layang cukup melimpah dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi masyarakat Kepulauan Banda. Kelimpahan sumberdaya ikan layang, mendorong perusahaan membangun pendingin (cold storage) dan meningkatkan upaya penangkapan jaring bobo (mini purse seine), dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Namun tingginya upaya pemanfaatan tersebut, belum diimbangi dengan pengelolaan secara berkelanjutan berdasarkan aspek biologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui aspek biologi ikan layang yang meliputi: hubungan panjang-bobot, nisbah kelamin, faktor kondisi, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), ukuran pertama kali matang gonad (UPMG) dan fekunditas. Selanjutnya aspek biologi tersebut dikaitkannya dengan implikasi manajemen perikanan tangkap.Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan yakni Juni-November 2022 dengan total sampel sebanyak 1500 ekor yang dikoleksi dari cold store di Banda. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Sampling dilakukan setiap minggu dengan mengukur panjang total dan bobot tubuh ikan, kemudian ikan dibedah untuk pengamatan nisbah kelamin,TKG, IKG dan fekunditas di Laboratorium Perikanan Universitas Banda Naira. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan ikan layang jantan maupun betina memiliki pola pertumbuhan allometrik positif,nisbah kelamin tidak seimbang. Faktor kondisinya berfluktuatif setiap bulan pada kisaran 0,99-1,03. Sebaran TKG dan IKGmengindikasikan ikan layang memijah sepanjang tahun dengan puncaknya pada bulan Juli-Agustus.UPMG ikan jantan 24,14 dan betina 23,74 cm mengalami penurunan 1-2 cm selama 10 tahun terakhir. Fekunditas total sebesar 524-41.720 butir,fekunditas tertinggipada bulan Agustus. Aspek biologi ini, berimplikasi pada manajemen perikanan tangkap ikan layang di kepulauan Banda supaya dapat diatur waktu dan kuota penangkapan untuk menjamin keberlanjutan pemanfaatannya.
HASIL TANGKAPAN BOTTOM GILL NET BERDASARKAN WAKTU PENANGKAPAN DI PERAIRAN DUSUN SERI PULAU AMBON Lisda C. Soumokil; Friesland Tuapetel; Taufiniringsi Kesaulya; Kedswin G. Hehanussa; Julian Tuhumury
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 1 (2023): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i1p49-55

Abstract

Hasil tangkapan jaring insang dasar di Dusun Seri Pulau Ambon belum pernah dilaporkan. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis hasil tangkapan bottom gill net berdasarkan waktu penangkapan yang berbeda. Pengambilan data dilakukan dengan cara eksperimental fishing dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan program Exel. Hasil analisa menunjukkan bahwa Jumlah hasil tangkapan umum waktu penangkapan pagi dan malam sebanyak 96 dan 173 individu, jenis hasil tangkapan umum waktu penangkapan pagi dan malam sebanyak 91 dan 158 individu, dan ukuran pada waktu penangkapan pagi dan malam berkisar antara 29.2 cm dan 29 cm. Jumlah hasil tangkapan dominan waktu penangkapan pagi dan malam sebanyak 63 dan 91 individu, jenis hasil tangkapan dominan yakni Priachantusteyunus sp, Priacanthus sp, Chirocentrus sp dan Abudefduf sp. Dengan rata-rata ukuran tubuh berturut-turut 17.05 cm, 23.10 cm, 18.10 cm dan 14.65 cm.
PERBEDAAN WARNA UMPAN DAN UKURAN MATA PANCING PADA PENANGKAPAN IKAN LAYANG (Decapterus sp) DENGAN PANCING ULUR PR Wursing; Barbara Grace Hutubessy; Selfi Sangadji
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 1 (2023): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i1p33-41

Abstract

Percobaan pancing ulur dengan warna umpan buatan beda dan ukuran mata kail yang berbeda bertujuan untuk mengukur efektifitas pemancingan ikan layang dengan menggunakan pancing ulur. Penelitian dilakukan pada peraran Negeri Noloth, Kabupaten Maluku Tengah pada bulan Juni sampai Juli 2019. Dua unit pancing ulur (Multiple Handline), masing-masing dipasang 15 mata kail dengan umpan buatan (sifon) berwarna merah dan kuning dan ukuran mata kail nomor 16 dan 18 yang dipasang berselingan dengan jarak antar mata pancing 30cm. Hasil tangkapan diukur dan ditimbang dan kemudian dianalisis ANOVA factorial 2x2 untuk warna umpan dan ukuran mata kail yang berbeda dan metode SELECT digunakan untuk mengestimasi selektifitas mata pancing terhadap ikan layang. Hasil analisis menunjukkan bahwa umpan merah dan kuning tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terdahap jumlah ikan layang yang tertangkap (F= 1.168; P=0.282) serta untuk ukuran mata kail (F=0.578; P=0.448). Ketika semua data digabungkan, jumlah ikan pada ukuran mata jarring no 16 dan 18 berbeda secara signifikan (F=4.85; P<0.05) demikian dengan rata-rata biomasa tangkapan (F=10.15; P<0.05). Ukuran optimum ikan layang tertangkap oleh mata kail 16 adalah 23.3cm dan mata kail nomor 18 adalah 22.2cm. Hasil penelitian ini menyarankan penggunakan umpan warna merah atau kuning memberikan hasil yang maksimal namun dari segi ukurannya, masih di bawah ukuran layak tangkap (25cm). Maka penggunaan ukjran mata kail yang lebih besar tetap dianjurkan