cover
Contact Name
Zul hendry
Contact Email
lenteramitralestari2021@gmail.com
Phone
+6285738155507
Journal Mail Official
jurnal.sinergikesehatanidn@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Dewantara 31 Bagirati, Kelurahan Kr. Taliwang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kode Pos 83238
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29870186     DOI : 10.55887/jski
Core Subject : Health,
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia (JSKI) merupakan jurnal akses terbuka (open acces). JSKI diterbitkan oleh Yayasan Lentera Mitra Lestari yang berlokasi di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (Akta Pendirian Nomor 03/2021 serta sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-0000777.AH.01.04.2021 Tentang Pendirian Badan Hukum Yayasan Lentera Mitra Lestari). JSKI teregistrasi pada Pusat ISSN Nasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Nomor SK: 29870186/II.7.4/SK.ISSN/05/2023 menetapkan E-ISSN: 2987-0186. JSKI merupakan salah satu media publikasi yang memiliki tujuan memfasilitasi penyebarluasan hasil-hasil penelitian bidang kesehatan guna meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. JSKI menerbitkan artikel menggunakan Bahasa Indonesia. Naskah yang dikirimkan akan melalui proses initial review oleh tim editorial yang dilakukan selama 2 minggu. Naskah yang telah memenuhi kriteria seleksi akan dilakukan proses peer-review oleh mitra bestari JSKI. Editorial board dan mitra bestari berasal dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. JSKI diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Fokus & Scope: Fokus pada penerbitan JSKI adalah seluruh temuan-temuan hasil penelitian dalam bentuk artikel. Focus pada jurnal ini adalah original article, systematic review and meta-analysis, dan case study. JSKI mengundang seluruh akademisi maupun praktisi bidang kesehatan untuk mengirimkan naskah artikel. JSKI memiliki scope penelitian yang mencakup masalah pada bidang Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi, Manajemen Pelayanan Kesehatan, K3), Administrasi rumah Sakit, Rekam Medis, dan Biomedis.
Articles 46 Documents
HUBUNGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN DENGAN TERJADINYA HIPERVOLEMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA: Fluid Restriction Compliance and Hypervolemia in Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis Dewi, Desak Putu Risna; Lestari, Ni Luh Putu Lely; Oktavyanti, Dwi; Arisudhana, Gede Arya Bagus
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.38

Abstract

Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronik dapat didefinisikan sebagai kerusakan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali,sehingga tubuh kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan peningkatan ureumia. Pasien Gagal Ginjal kronik yang menjalani hemodialisa diketahui bahwa paling banyak mengalami kelebihan cairan sehingga terjadi perubahan berat badannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa. Metode : Penelitian ini menggunakan diskriptif korelasi pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjalkronik yang menjalani hemodialisa di RS Balimed Denpasar. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dengan menggunakan teknik quota sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk keparuhan pembatasan cairan, dan alat ukur untuk kejadian hipervolemia menggunakan lembar catatan pengukuran berat badan. Hasil: Kepatuhan pembatasan cairan kategori kurang patuh sebanyak 65 responden (72,2%) dan kejadian hipervolemia kategori hipervolemia ringan sebanyak 71 responden (78,9%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,019 (< α 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa. Pasien gagal ginjal kronis dalam lingkup rumah sakit, perawat bisa memeberikan pendidikan maupun konseling kesehatn mengenai pembatasan cairan dapat berupa diskusi atau menggunakan audio visual dengan demosntrasi sehingga pasien HD tidak hanya mendengar tetapi juga bisa langsung mempraktekannya.
PENGARUH LIMA PILAR DIABETES TERHADAP SELF CARE PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 : The Influence of the Five Pillars of Diabetes Management on Self-Care in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Oktaviani, Via; Insani Haqiqi, Fitratul; Anisya Iqlima, Risa; Nikita Khoerunisa, Brilian; Nasywa Azkia, Handisa; Pranata, Satriya
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v4i1.39

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronik dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi. Pengelolaan DMT2 di Indonesia mengacu pada lima pilar Diabetes Melitus, yaitu edukasi, terapi nutrisi medis, aktivitas fisik, terapi farmakologis, dan pemantauan glukosa darah mandiri, yang berperan penting dalam meningkatkan self-care pasien. Tujuan: Untuk mengevaluasi bukti ilmiah terkait pengaruh penerapan lima pilar Diabetes Melitus terhadap self-care pada pasien Diabetes Melitus tipe 2, sebagai landasan dalam merancang intervensi keperawatan yang berbasis bukti dan efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic review yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada empat basis data elektronik (PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar) dalam rentang tahun 2019–2025. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dan data disintesis secara naratif. Penilaian kualitas studi dilakukan menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool. Hasil : Sebanyak 1.084 artikel diidentifikasi, dan setelah proses seleksi diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 5 studi quasi-experimental, 4 cross-sectional, dan 1 kualitatif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan lima pilar Diabetes Melitus berhubungan dengan peningkatan self-care pasien DMT2. Intervensi berbasis edukasi, khususnya Diabetes Self-Management Education (DSME), secara konsisten meningkatkan perilaku self-care. Intervensi multikomponen yang mengombinasikan beberapa pilar memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan intervensi tunggal. Kesimpulan: Penerapan lima pilar Diabetes Melitus secara komprehensif berperan penting dalam meningkatkan self-care pasien DMT2. Edukasi menjadi komponen utama yang mendukung keberhasilan pilar lainnya. Pendekatan terintegrasi diperlukan sebagai dasar pengembangan intervensi keperawatan yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi. 
HUBUNGAN HEALTH LOCUS OF CONTROL DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PASIEN STROKE DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ARI CANTI GIANYAR: Relationship between Health Locus of Control and Self-Management in Stroke Patients in the Inpatient Room of Ari Canti Gianyar Hospital Desak Putu Risna Dewi; Putu Ayu Lestarini; Eka Lutfiatus Solehah
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.27

Abstract

Latar Belakang: Pasien stroke membutuhkan waktu lama untuk sembuh sehingga diperlukan manajemen diri untuk patuh melaksanakan rehabilitasi dan kontrol serta mencegah serangan berulang yang mengakibatkan kondisi semakin parah. Pelaksanaan manajemen diri pada pasien stroke dipengaruhi oleh faktor dalam diri individu, salah satunya yaitu keyakinan untuk mengendalikan kesehatannya yang disebut dengan istilah health locus of control. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan health locus of control dengan manajemen diri pada pasien stroke. Metode: Jenis penelitian Deskriptip Korelasional dengan rancangan cross- sectional study. Jumlah sampel 45 orang dipilih dengan Purposive Sampling. Alat yang digunakan mengumpulkan data adalah kuesioner, analisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian health locus of control sebagian besar 20 responden (44,4%), manajemen diri sebagian besar 22 responden (48,9%). Hasil uji Rank Spearman didapatkan angka p value sebesar 0,000 menunjukkan ada hubungan health locus of control dengan manajemen diri pada pasien stroke, nilai Coefisien corelation 0,955 menunjukkan korelasi yang kuat dengan arah positif. Kesimpulan: health locus of control yang tinggi menyebabkan pasien memiliki keyakinan bahwa dirinya mempunyai kontrol atas kesehatan dirinya, sehingga pasien tersebut bertanggung jawab terhadap kesehatannya dan mematuhi anjuran-anjuran untuk melakukan manajemen stroke. Simpulan: health locus of control berhubungan signifikan dengan manajemen diri pada pasien stroke.
KAJIAN LITERATUR TENTANG TANTANGAN DAN UPAYA PENGUATAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN PADA FASILITAS KESEHATAN: Literature Review on the Challenges and Efforts to Strengthen Health Human Resources in Healthcare Facilities Putu Ratih Pravitasari; I Wayan Septa Wijaya; Ni Putu Indah Rosita
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.28

Abstract

Latar Belakang: Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) merupakan salah satu subsistem penting dalam Sistem Kesehatan Nasional yang berperan krusial dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan. Pengelolaannya di fasilitas kesehatan masih menghadapi berbagai tantangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan dan serta upaya penguatan SDMK pada fasilitas kesehatan. Metode: Metode yang digunakan adalah literature review dengan pencarian artikel melalui Google Scholar. Hasil: Sistem manajemen SDMK masih belum optimal, dengan temuan utama meliputi distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata, penempatan tenaga yang tidak sesuai bidang keahlian, rendahnya partisipasi dalam pendidikan dan pelatihan, serta terbatasnya pendanaan dan sarana pendukung. Kesimpulan: Diperlukan upaya strategis dalam penguatan SDMK melalui perencanaan berbasis kebutuhan, peningkatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan, serta pemerataan distribusi tenaga Kesehatan.
EFEKTIVITAS KOMBINASI ANTARA PRENATAL YOGA DAN SENAM HAMIL PADA IBU HAMIL: LITERATURE REVIEW : Effectiveness of the Combination of Prenatal Yoga and Pregnancy Exercise in Pregnant Women: A Literature Review Made Novi Astri Wijaya; Made Widhi Gunapria Darmapatni; Ni Made Dwi Purnamayanti
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.29

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan merupakan proses fisiologis yang membawa berbagai perubahan fisik, psikologis, dan emosional pada ibu hamil. Perubahan ini seringkali menimbulkan ketidaknyamanan seperti nyeri punggung, sulit tidur, kecemasan, hingga gangguan postur tubuh. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan terkait efektivitas kombinasi prenatal yoga dan senam hamil pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pencarian dilakukan secara sistematis melalui tiga database elektronik, yaitu PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Setelah melalui proses penyaringan dan peninjauan menyeluruh terhadap isi artikel, diperoleh sebanyak 10 artikel yang dinilai memenuhi kriteria dan relevan dengan fokus penelitian. Hasil: Berdasarkan hasil analisis 10 jurnal yang didapatkan yaitu bahwa terdapat efektivitas antara prenatal yoga dan senam hamil bagi ibu hamil. Kesimpulan: Kombinasi antara prenatal yoga dan senam hamil direkomendasikan sebagai bagian dari kelas ibu hamil karena manfaatnya yang menyeluruh, baik dari aspek fisik, emosional, maupun psikososial ibu hamil.
EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI: TINJAUAN LITERATUR: The Effectiveness of Oxytocin Massage on Breast Milk Production: A Literature Review Ni Kadek Dwi Utami Ds; Komang Srititin Agustina; Ni Rai Sintya Agustini; Ketut Anom Sri Kesumawati
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.30

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi, khususnya pada enam bulan pertama kehidupan. Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh hormon prolaktin yang merangsang pembentukan ASI, dan oksitosin yang berperan dalam refleks pengeluaran (let-down reflex). Stres, kelelahan, serta kurangnya stimulasi dapat menghambat sekresi oksitosin, sehingga mengurangi kelancaran ASI. Tujuan : Untuk menganalisis dan merangkum bukti ilmiah mengenai efektivitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui. Metode: Metode yang digunakan adalah literature review dengan pencarian artikel melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil: Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa pijat oksitosin terbukti efektif dalam meningkatkan produksi maupun kelancaran ASI pada ibu menyusui. Kesimpulan: Meskipun ditemukan bahwa pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi dan kelancaran ASI pada ibu menyusui masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan desain randomized controlled trial dan jumlah sampel lebih besar untuk memperkuat bukti ilmiah mengenai efektivitas pijat oksitosin dalam mendukung laktasi.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KELELAHAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS: LITERATURE REVIEW: The Effect of Lavender Aromatherapy on Reducing Fatigue Levels in Patients with Chronic Kidney Failure Undergoing Hemodialysis: A Literature Review Ni Wayan Sri Wahyuni
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i2.31

Abstract

Latar Belakang: Fatigue merupakan salah satu gejala yang sering terjadi dan paling memberatkan pada pasien penyakit ginjal kronis (CKD) yang menjalani hemodialisa. Terapi farmakologis tidak selalu optimal menangani fatigue, intervensi non-farmakologis mulai banyak diminati karena risiko efek samping farmakoterapi jangka panjang. Aromaterapi lavender menjadi pilihan terapi komplementer karena kandungan senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate yang memiliki efek relaksasi melalui sistem saraf pusat dan menurunkan tingkat kelelahan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan terkait efektivitas pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat kelelahan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pencarian dilakukan secara sistematis melalui tiga database elektronik, yaitu Neliti, ScienceDirect, dan Google Scholar. Setelah melalui proses penyaringan dan peninjauan menyeluruh terhadap isi artikel, diperoleh sebanyak 10 artikel yang dinilai memenuhi kriteria dan relevan dengan fokus penelitian. Hasil: Berdasarkan hasil analisis 10 jurnal yang didapatkan yaitu bahwa terdapat efektivitas pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat kelelahan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialsis. Kesimpulan: Aromaterapi lavender merupakan intervensi komplementer yang efektif, aman, dan layak diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan berbasis bukti untuk menurunkan kelelahan pasien CKD yang menjalani hemodialisa.
ANALISIS PENGARUH PEMANFAATAN MOBILE JKN DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL TERHADAP PELAYANAN DI RUMAH SAKIT: Analysis of The Influence of Mobile JKN Utilization in Increasing National Health Insurance Participant Satisfaction with Hospital Services Nyoman Tri Maryanthi; Nitya Jyoti; I Nyoman Gede Bayu Wiratama Suwedia
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i2.32

Abstract

Latar Belakang: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus mendorong digitalisasi layanan kesehatan melalui inovasi aplikasi Mobile JKN untuk mempermudah akses dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta. Namun pemanfaatan aplikasi ini masih tergolong rendah yaitu 4,15% dari total pengguna layanan BPJS Kesehatan. Berbagai penelitian menunjukkan hasil yang beragam terkait pengaruh aplikasi ini, mulai dari pengalaman positif dan kesulitan penggunaan. Kondisi tersebut menunjukkan gap penelitian, sehingga perlu dilakukan analisis yang lebih komprehensif untuk menilai pengaruh pemanfaatan aplikasi ini terhadap kepuasan peserta dalam pelayanan rumah sakit. Tujuan: Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan Mobile JKN dalam meningkatkan kepuasan peserta JKN terhadap pelayanan di rumah sakit. Metode: Desain penelitian literature review dengan menganalisis berbagai temuan ilmiah tentang pemanfaatan Mobile JKN dalam meningkatkan kepuasan peserta JKN terhadap pelayanan di rumah sakit. Pencarian literatur menggunakan Google Scholar dengan rentang tahun publikasi yaitu tahun 2021-2025, tersedia dalam format full-text, berbahasa Indonesia atau Inggris, membahas Mobile JKN, kepuasan peserta JKN, atau pelayanan rumah sakit, dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, prosiding seminar kesehatan, atau publikasi akademik bereputasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan aplikasi Mobile JKN memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kepuasan peserta JKN terhadap pelayanan di rumah sakit. Rendahnya literasi digital, kendala jaringan, aplikasi yang sering error, dan kesenjangan informasi menjadi kendala dalam pemanfaatan aplikasi ini. Kesimpulan: Pemanfaatan aplikasi Mobile JKN memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta JKN serta kualitas pelayanan di rumah sakit. Edukasi pasien melalui pendampingan dan media edukasi diperlukan untuk meningkatkan pemahaman peserta akan fitur-fitur yang ada pada aplikasi Mobile JKN. 
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP SELF- MANAGEMENT PADA PASIEN DM TIPE-2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR SELATAN: The Relationship Between Family Support and Self-Management in Type-2 Diabetes Mellitus Patients in the Working Area of Puskesmas I Denpasar Selatan Ni Luh Putu Mira Santana Sari; Lucia Yuniarti; I Ketut Sudiarta
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i2.34

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya kenaikan gula darah disebabkan oleh terganggunya hormon insulin. Pada pasien DM tipe-2 yang tidak mendapatkan dukungan keluarga akan mempengaruhi self-management. Penerapan self-management yang baik memerlukan konsistensi dan perubahan kebiasaan yang signifikan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap self-management pada pasien DM tipe-2 di wilayah kerja Puskesmas Denpasar Selatan 1. Metode: Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita yang tercatat dengan diagnosa diabetes melitus yang mencari pengobatan di Puskesmas Denpasar Selatan 1 pada bulan Januari-Maret sebanyak 93 orang dengan sampel sebanyak 75 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner HDFSS (Hensarling Diabetes Family Support Scale) dan kuesionare Diabetes Self-management Questionare (DSMQ). Hasil: Hasil penelitian menggunakan uji statistik chi square, nilai signifikasinsi atau probabilitas (p) didapatkan nilai p = 0,00 (p < 0,05) yang berarti bahwa ada hubungan dukungan keluarga terhadap self-management pada pasien DM tipe-2 di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Selatan.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE IBU DAN AYAH PEROKOK DENGAN DERAJAT STUNTING PADA BALITA DI DESA PRINGGARATA KECAMATAN PRINGGARATA KABUPATEN LOMBOK TENGAH: The Relationship Between Personal Hygiene Of Mothers And Fathers Who Smoke And The Degree Of Stunting In Pringgarata Village Pringgarata District Central Lombok Regency Heri Bahtiar; Maelina Ariyanti; Restia
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i2.35

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Desa Pringgarata memiliki prevalensi stunting sebesar 6,48% (43 balita), angka tertinggi di Kabupaten Pringgarata. Faktor lingkungan, termasuk kebersihan pribadi ibu dan paparan asap rokok dari ayah perokok, diduga berkontribusi terhadap kejadian stunting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kebersihan pribadi ibu dan ayah (kebiasaan merokok) dengan tingkat stunting pada balita di Desa Pringgarata, Kabupaten Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita stunting berusia 12–59 bulan di Desa Pringgarata (43 balita), menggunakan teknik total sampling sehingga seluruh populasi disampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai kebersihan pribadi ibu (kebiasaan mencuci tangan) dan perilaku merokok ayah, serta pengukuran antropometri untuk menentukan tingkat stunting. Analisis data menggunakan uji chi-square/Fisher Exact Test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara personal hygiene ibu (kebiasaan mencuci tangan), dengan kejadian stunting (p=0,037), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara, perilaku merokok ayah dengan derajat stunting (p=1,000). Sebagian besar balita stunting berasal dari lingkungan dimana, ibu dengan perilaku hygiene yang kurang baik dan balita yang tidak terpapar asap rokok secara langsung. Kesimpulan: Bahwa ayah perokok, tidak menjadi penyebab utama terjadinya stunting dan personal hygiene ibu, berperan dalam meningkatkan resiko terjadinya stunting, sehingga perlu pencegahan serta intervensi dalam mempertimbangkan pendekatan sosial dan edukatif keluarga balita.