cover
Contact Name
Zul hendry
Contact Email
lenteramitralestari2021@gmail.com
Phone
+6285738155507
Journal Mail Official
jurnal.sinergikesehatanidn@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Dewantara 31 Bagirati, Kelurahan Kr. Taliwang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kode Pos 83238
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29870186     DOI : 10.55887/jski
Core Subject : Health,
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia (JSKI) merupakan jurnal akses terbuka (open acces). JSKI diterbitkan oleh Yayasan Lentera Mitra Lestari yang berlokasi di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (Akta Pendirian Nomor 03/2021 serta sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-0000777.AH.01.04.2021 Tentang Pendirian Badan Hukum Yayasan Lentera Mitra Lestari). JSKI teregistrasi pada Pusat ISSN Nasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Nomor SK: 29870186/II.7.4/SK.ISSN/05/2023 menetapkan E-ISSN: 2987-0186. JSKI merupakan salah satu media publikasi yang memiliki tujuan memfasilitasi penyebarluasan hasil-hasil penelitian bidang kesehatan guna meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. JSKI menerbitkan artikel menggunakan Bahasa Indonesia. Naskah yang dikirimkan akan melalui proses initial review oleh tim editorial yang dilakukan selama 2 minggu. Naskah yang telah memenuhi kriteria seleksi akan dilakukan proses peer-review oleh mitra bestari JSKI. Editorial board dan mitra bestari berasal dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. JSKI diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Fokus & Scope: Fokus pada penerbitan JSKI adalah seluruh temuan-temuan hasil penelitian dalam bentuk artikel. Focus pada jurnal ini adalah original article, systematic review and meta-analysis, dan case study. JSKI mengundang seluruh akademisi maupun praktisi bidang kesehatan untuk mengirimkan naskah artikel. JSKI memiliki scope penelitian yang mencakup masalah pada bidang Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi, Manajemen Pelayanan Kesehatan, K3), Administrasi rumah Sakit, Rekam Medis, dan Biomedis.
Articles 25 Documents
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI PADA MASYARAKAT DI DESA CEPAKA KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN BALI: Stunting Prevention Through Education In The Community In Cepaka Village, Kediri District, Tabanan District, Bali Lestarini, Putu Ayu; Yuniarti, Lucia Ni Luh; Sudiarta, I Ketut; Lestari, Made Pande Lilik; Agustina, Komang Srititin
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i1.18

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu program yang menjadi target utama pada agenda kesehatan Indonesia. Tingginya kejadian stunting di Indonesia sehingga dilakukan upaya pencegahan terjadinya stunting menjadi prioritas untuk menjamin lahirnya generasi Indonesia Emas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan promosi kesehatan secara berkesinambungan pada ibu batita. Tujuan: Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu batita dalam mencegah terjadinya stunting. Metode: Populasi sasaran pada kegiatan pengabdian ini adalah seluruh ibu batita yang berada di Desa Cepaka, Tabanan. Jumlah populasi adalah sebanyak 28 orang ibu batita. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah direct service learning melalui ceramah memberikan penyuluhan stunting. Evaluasi dilakukan secara kualitatif dengan memberikan pertanyaan tentang materi stunting. Hasil: Peserta penyuluhan kesehatan tentang stunting mampu memberikan jawaban dengan tepat dan sesuai materi yang telah diberikan dalam promosi kesehatan. Peserta memahami tanda gejala terjadinya stunting, faktor penyebab, cara mencegah, serta pengetahuan lainnya tentang kesehatan gizi ibu dan batita. Kesimpulan: Promosi kesehatan tentang stunting dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara pencegahan terjadinya stunting, sehingga perlu diberikan pembaharuan informasi kesehatan secara berkesinambungan.
PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN LANSIA PENDERITA DIABETES MELLITUS MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN GULA DARAH : Improving Elderly with Diabetes Mellitus Health Degrees Through Health Education and Blood Sugar Examination Arisudhana, Gede Arya Bagus; Antarika, Gede Yasa; Wijaya, I Wayan Septa; Rosita, Ni Putu Indah; Putra Pemayun, Cokorda Gde
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i1.19

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menualr dengan angka kesakitan yang tinggi. Prevalensi DM pada lansia dilaporkan cukup tinggi sehingga perlu upaya penanggulangan dengan memberikan edukasi secara berkesinambungan. Tujuan: Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan lansia melalui pendidikan kesehatan dan pemeriksaan gula darah guna mewujudkan derajat kesehatan yang baik. Metode: Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Cepaka Kabupaten Tabanan. Sasaran pengabdian ini adalah lansia sejumlah 21 orang.  Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan adalah Participatory Learning and Action. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan tentang DM dan pemeriksaan gula darah  Evaluasi dilakukan menggunakan lembar kuisioner yang terdiri dari 10 pertanyaan yang dibacakan oleh tim pelaksana pengabdian. Hasil: Tingkat pengetahuan lansia didominasi (48%) memiliki tingkat pengetahuan baik. Sebagian besar 19 (90%) lansia memiliki kadar gula darah sewaktu  ≤ 200 mg/dL Kesimpulan: terdapat perubahan pengetahuan lansia tentang DM dan upaya pencegahannya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI LATIHAN SENAM LANSIA DENGAN HIPERTENSI UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN : Community Empowerment Through Elderly Exercise Training for Hypertension to Improve Health Status Sari, Ni Luh Putu Mira Santana; Dewi, Desak Putu Risna; Agustini, Ni Rai Sintya
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i1.21

Abstract

Latar Belakang: Lanjut Usia (Lansia) sebuah proses bertambahnya usia disertai adanya penurunan fungsi organ tubuh pada lansia, seiring meningkatnya usia, terjadi perubahan dalam struktur dan  penurunan fungsi pada  tubuh. Beberapa jenis penyakit yang dapat dialami oleh lansia adalah hipertensi  atau yang biasa di sebut juga dengan penyakit tekanan darah tinggi. Tekanan darah diri merupakan keadaan kronis yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri. Tujuan: Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khusunya lansia tentang  pengetahuan hipertensi dan senam lansia yang  dihapakan mampu meningkatkan kualitas hidup lansia di Banjar   Batan Duren, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Metode: Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA). Jumlah peserta 48 orang lansia. Kegiatan dilakukan selama 1 hari dengan kegiatan berupa penyuluhan  kesehatan tentang hipertensi, pemeriksaan tekanan darah dan senam lansia. Hasil: Diperoleh hasil sebanyal 54% lansia memiliki pengetahuan yang baik setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dan senam lansia dan juga didapatkan hasil sebesar 58,3% lansia mengalami hipertensi, pengetahuan lansia terhadap senam lansia yang baik dan benar mengalami peningkatan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan  dan senam lansia yang baik dan benar  dapat membantu meningkatkan pengetahuan lansia tentang manajemen hipertensi yang berdampak pada peningkatan derajat kesehtan lansia.
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELAKUKAN KEBERSIHAN TANGAN 6 LANGKAH DENGAN BENAR DI SDN CEPAKA : Counseling on Clean and Healthy Living Behavior: Practicing the Six Steps of Proper Hand Hygiene at SDN Cepaka Tabanan Yuniarti, Lucia Ni Luh; Sudiarta, I Ketut; Santana Sari, Ni Luh Putu Mira; Saputra, I Kadek Dwi Arta
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i2.17

Abstract

Latar Belakang: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah merupakan kegiatan memberdayakan siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah untuk mau melakukan pola hidup sehat untuk menciptakan sekolah. Salah satu indikator      dari PHBS adalah mencuci tangan 6 langkah dengan benar dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Tujuan: pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran untuk berperilaku bersih dan sehat dengan melakukan cuci tangan 6 langkah Metode: Pelaksanaan pengabdian menggunakan Participatory Learning and Action, bertempat di SDN Cepaka dengan jumlah peserta 54 orang siswa. Kegiatan berupa Penyuluhan tentang penerapan PHBS mencuci tangan yang benar; Demonstrasi mencuci tangan 6 langkah; Redemonstrasi mencuci tangan 6 langkah; Evaluasi Hasil: sebelum diberikan pengabdian masyarakat dilaporkan tingkat pengetahuan siswa sebagian besar (48%) rendah.  Sedangkan, sebanyak 61% responden memiliki pengetahuan yang baik setelah diberikan penyuluhan kesehatan dan demonstrasi mencuci tangan 6 langkah. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan PHBS mencucui tangan 6 langkah dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan siswa sekolah dasar.
PENYULUHAN PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT DI DESA CEMPAKA KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN: Counseling On The Prevention Of Dengue Hemorrhagic Fever In The Community In Cempaka Village Tabanan Regency Solehah, Eka Lutfiatus; Ariantini, Nyoman Sri; Saputra, I Kadek Dwi Artha
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i1.22

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi masalah penyakit tropis yang sangat popular di Indonesia. Pencegahan penyebaran infeksi virus dengue dapat dilakukan dengan memutus rantai kembang biak nyamuk melalui pemberantasan sarang nyamuk. Untuk itu perlu dilakukan pembahruan informasi secara berkala untuk emnumbuhkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam mencegah kejadian DBD. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan penyakit DBD. Metode: Pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode Participatory Learning and Action (PLA) dengan penyuluhan. Peserta sejumlah 20 orang. Kegiatan dilakukan selama 1 hari dengan materi penyuluhan pencegahan dan penatalaksanaan DBD dimasyarakat. Hasil: Sebagian besar 16 (75%) orang masyarakat yang hadir penyuluhan memiliki pengetahuan yang baik Kesimpulan: Penyuluhan DBD dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Cepaka.
PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS DIKALANGAN PEMUDA DI KABA-KABA, KABUPATEN TABANAN: Prevention Of HIV/AIDS Transmission Among Youth In Kaba-Kaba, Tabanan District Rahmadana, Rizky Putra; Dewi, Ni Putu Saraswati Kurnia; Kertiasih, Ni Wayan; Sudibyo, Rizky Dwicahyati; Adelina, Komang Tri Putri Yuni; Dewi, Luh Gede Febry Arsita; Candra Dewi, Ida Ayu Made; Pratama, I Wayan Dandi; Kartika, Ida Ayu Putu; Mariani, Ni Luh; Arisudhana, Gede Arya Bagus
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i1.23

Abstract

Latar Belakang: Remaja menjadi kelompom yang paling rentang mengalami perubahan sikap terkait penyebaran HIV. Pengetahuan yang baik tentang HIV diutuhkan agar remaja tidak melakukan kegiatan yang beresiko terhadap penularan. Menumbuhkan kesadaran remaja dalam mencegah penularan sangatlah penting. Perlu dilakukan pendidikan kesehatan yang komprehensif tentang HIV sehingga remaja dapat memahami dengan baik. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan populasi kunci remaja dalam pencegahan HIV. Metode: Pendekatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode Participatory Learning and Action (PLA), Jumlah Peserta 36 orang. Kegiatan dilakukan berupa edukasi pencegahan HIV. Tempat kegiatan di Banjar Pilisan Desa Kaba-Kaba.  Hasil: Pengetahuan remaja didominasi pada kategori baik (61%), peserta Sebagian besar perempuan (75%), rata-rata usia peserta yaitu 20,5 tahun. Kesimpulan: Kegiatan pendidikan kesehatan memberikan pengetahuan remaja pada kategori baik (61%).
PENGENALAN DAN PEMBERIAN TERAPI KOMPLEMENTER BEKAM PADA MASYARAKAT DESA : Introducting and Provisioning Of Complementary Cupping Therapy In Village Communities Lestarini, Putu Ayu; Solehah, Eka Lutfiatus; Dewi, Desak Putu Risna
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i2.24

Abstract

Latar Belakang: Terapi komplementer bekam juga dikenal sebagai terapi cupping, adalah praktik pengobatan tradisional yang telah digunakan selama ribuan tahun di berbagai budaya. Kenyataanya masih banyak masyarakat yang belum begitu mengenal dan dapat merasakan pengobatan komplementer bekam secara langsung Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengenalan, pemahaman, dan pengalaman kepada masyarakat Desa Cepaka mengenai terapi komplementer khususnya terapi bekam sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan Community-Based Participatory. Pelaksanaan bertempat di Desa Cepaka Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan selama 2 hari yaitu pada tanggal 3-4 Oktober 2024. Peserta berjumlah 29 orang. Hasil: Tingkat pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan memiliki rata-rata skor 70 dan setelah diberikan penyuluhan memiliki rata-rata skor 90. Sebesar 83% peserta merasakan puas dan adanya perubahan setelah dilakukan terapi.. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan penyuluhan dan Sebagian besar masyarakat merasakan puas dengan layanan terapi komplementer bekam.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PERDULI HIPERTENSI MELALUI SENAM TERA UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG SEHAT: Empowering Communities Caring For Hypertension Through Tera Exercises to Create a Healthy Community Arisudhana, Gede Arya Bagus; Antarika, Gede Yasa; Oka, I Gede Putu
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i2.25

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyebab kematian pertama didunia. Hipertensi bisa terjadi pada seluruh elemen lapisan masyarakat, baik usia remaja maupun lansia. Tatalaksana pendukung dapat berupa latihan fisik yang harus dijadikan pola hidup. Untuk membentuk sebuah budaya hidup sehat maka masyarakat harus diberdayakan dalam penatalaksanaan hipertensi. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat untuk mencegah hipertensi dan mengontrol tekanan darah penderita hipertensi di masyarakat. Metode: Pengabdian masyarakat dilakukan dengan rancangan Participatory Learning and Action (PLA). Peserta berjumlah 29 orang lansia. Kegiatan dilakukan di Banjar Batan Duren. Pemberdayaan masyrakat dilakukan dimulai dengan tahap pemeriksaan tekanan darah, pendidikan kesehatan dan senam tera Hasil: Tekanan darah lansia sebelum dilakukan senam tera memiliki rata-rata sistolik 140,5 mmHg dan diastolik 92,5 mmHg dengan tekanan peserta darah minimum 130 mmHg dan maksimum 160 mmHg. Sedangkan setelah dilakukan senam tera rata-rata tekanan darah sistolik 130 mmHg dan diastolic 88 mmHg dengan tekanan darah minimum 80 mmHg dan maksimum 90 mmHg. Kesimpulan: Kegiatan senam tera dapat membantu menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.
PENYULUHAN TENTANG PEMBERIAN PERTOLONGAN PADA ANAK YANG TERSEDAK DI DESA BONTHIING KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG: Counseling Regarding Providing Help To Choking Children In Bonthiing Villlage, Kubutambahan District Buleleng Regency Ariantini, Ni Nyoman Sri; Lestari, Made Pande Lilik; Purnamasari, Ayu
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i2.26

Abstract

Latar Belakang: Kondisi kegawatdaruratan medis pada anak dapat terjadi kapan dan dimana saja. Salah satu kondisi kegawatdaruratan yang paling sering terjadi pada anak adalah tersedak akibat masuknya benda asing ke saluran respirasi. Keadaan tersebut memerlukan pertolongan yang baik dan benar serta harus segera ditangani sebelum pasien dibawa kerumah sakit untuk perawatan selanjutnya. Kondisi tersedak yang tidak dtangani dengan segara dapat mengakibatkan kematian. Hal ini terjadi karena ketidakmampuan orang dewasa memberikan pertolongan karena kurang pengetahuan serta ketidakmampuan dalam memberikan pertolongan pertama pada korban tersedak. Tujuan: Peningkatan pengetahuan ibu anak melalui penyuluhan tentang pemberianpertolongan pertama pada anak yang tersedak. Metode: Pengabdian menggunakan metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Participatory Learning and Action yang dilakukan dengan tahapan pre-test, ceramah interaktif dan tanya jawab, video prosedur pelaksanaan dan demonstrasi, serta post test. Peserta berjumlah 20 orang yang dilakukan di Desa Bonthiing. Hasil: Berdasarkan hasil post test pada kuesioner yang diberikan oleh tim PKM setelah diberikan penyuluhan dan praktik demonstrasi pemberian pertolongan pertama pada anak yang tersedak, diperoleh hasil yaitu peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan menjadi sebasar 60%. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi yang berarti dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu dalam merespons keadaan darurat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesempatan bertahan hidup anak-anak dalam situasi darurat yang tidak terduga
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN TUJUH LANGKAH MENCUCI TANGAN YANG EFEKTIF DI TK MUTIARA SINGARAJA KABUPATEN BULELENG: The Education of Clean and Healthy Lifestyle Behavior with Seven Steps Effective Hands Washing in Kindergarten of Mutiara Singaraja, Buleleng District Wira, Ida Ayu Dwidyaniti; Kio, Alfiery Leda
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v1i1.6

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Anak usia 4-6 tahun merupakan agen perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Periode emas pada usia ini mengakibatkan anak aktif sehingga perlu diajarkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan 7 langkah. Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat bertujuan memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat dengan tujuh langkah mencuci tangan yang efektif di TK Mutiara Singaraja Kabupaten Buleleng. Metode: Populasi pengabdian kepada masyarakat ini adalah anak di TK Mutiara Singaraja. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edu-entertainment. Materi edukasi diberikan dengan ceramah dan demonstrasi mencuci tangan 7 langkah. Jumlah partisipan sebanyak 17 orang anak. Lembar observasi digunakan dalam mengamati kemampuan anak dalam melakukan cuci tangan 7 langkah. Hasil: Partisipan yang menerapkan 7 langkah mencuci tangan secara baik berjumlah 12(71%) orang. Sedangkan partisipan yang belum menerapkan 7 langkah mencuci tangan dengan kategori kurang baik berjumlah 5(29%) orang Kesimpulan: Anak-anak periu diajarkan sejak dini mencuci tangan 7 langkah dengan sabuh dan air mengalir agar menjadi pola hidup. Sebagian besar anak dapat melakukan cuci tangan 7 langkah dengan sabun dan air secara baik dan benar setelah satu minggu dibimbing. 

Page 2 of 3 | Total Record : 25