cover
Contact Name
I Gede Arya Wiguna
Contact Email
aryasanggem@gmail.com
Phone
+6282326881987
Journal Mail Official
aryasanggem@gmail.com
Editorial Address
Jl. Eltari Km 9 Kelurahan Sasi, Kota Kefamenanu, TTU, NTT
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Journal Science of Biodiversity
Published by Universitas Timor
ISSN : -     EISSN : 28297385     DOI : https://doi.org/10.32938/jsb/vol3i1
Sci-Bio: Journal Science of Biodiversity adalah Jurnal Ilmu Biologi yang terbit secara berkala sebagai sarana penyebarluasan hasil penelitian dan ilmu pengetahuan di bidang ilmu biologi. Adapun bidang kajian pada jurnal ini yaitu Biologi Teoritis seperti Ekologi, Botani, Mikobiologi, Zoologi dan Aplikasinya. Journal Science of Biodiversity diterbitkan oleh Program Studi Biologi Dua Kali dalam Setahun (April dan Oktober). Setiap artikel di tinjau oleh para Ahli dalam bidangnya.
Articles 36 Documents
Pengaruh Hormon 2.4-D (2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid) Terhadap Kultur Kalus Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L) Welsiliana, Welsiliana; Mata, Meri Helsiana
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i1pp39-44

Abstract

Budidaya tanaman melalui teknik kultur jaringan selalu mengalami perkembangan dalam menghasilkan bibit unggul. Keberhasilan kultur jaringan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang meliputi media dan penggunaan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh zat pengatur tumbuh (hormon) dalam menginisiasi kalus pada tanaman tembakau. Metode penelitian diawali dengan pembuatan larutan stok dan pembuatan media Murashige dan Skoog (MS) serta dilanjutkan dengan kultur eksplan daun tembakau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon 2.4-D (2 ppm) pada eksplan daun tembakau dapat merangsang terbentuknya kalus hingga menghasilkan diameter 0.6 cm di minggu ke-4.
ETNOBOTANI PEKARANGAN RUMAH DAN KEBUN SUKU BINAISURI DESA TUNABESI KABUPATEN MALAKA Tnunay, Ite Morina Yostianti
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i2pp60-64

Abstract

Etnobotani merupakan cabang ilmu biologi yang mengkaji berbagai manfaat tumbuhan berdasarkan kearifan-kearifan lokal yang dimiliki suatu komunitas masyarakat. Pekarangan digambarkan sebagai sebidang tanah yang mempunyai batas-batas tertentu dimana, terdapat bangunan untuk tempat tinggal atau rumah serta mempunyai hubungan fungsional, baik secara ekonomi, biofisik, maupun sosial budaya dengan penghuninya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis tumbuhan, bentuk pemanfaatan tumbuhan serta nilai budaya tumbuhan yang ditanam dipekarangan rumah dan kebun Suku Binaisuri. Tahapan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan identifikasi tumbuhan.
PENGARUH POLYETHYLENE GLYCOL 6000 TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF KULTIVAR SORGUM LOKAL (Sorghum bicolor (L.) Moench) DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Tnunay, Ite Morina Yostianti
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i2pp65-72

Abstract

Produksi tanaman sorgum masih rendah sehingga diperlukan analisis kemampuan sorgum terhadap cekaman kekeringan salah satunya melalui pemberian Polyethylene Glycol 6000 (PEG 6000). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PEG 6000 terhadap pertumbuhan vegetatif beberapa kultivar sorgum lokal di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor perlakuan berupa konsentrasi larutan PEG 0% (P0), 10% (P1), dan 20% (P2) dan jenis kultivar sorgum lokal putih (V1) dan hitam (V2). Karakter vegetatif yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang yang diukur satu minggu setelah tanam (MST). Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa tinggi tanaman terbesar pada 10MST dijumpai pada P0V1 yaitu 241 cm dan yang paling rendah pada P2V1 yaitu 130 cm. Jumlah daun terbanyak pada 10MST dijumpai pada P0V1 dan P0V2 yaitu sebanyak 28 helai dan paling sedikit pada P2V2 yaitu 10 helai. Diameter batang tertinggi pada 10MST ditemukan pada P0V1 sebesar 23.6 cm dan terendah ditemukan pada P2V1 dan P2V2 sebesar 12.4 cm. Pemberian perlakuan P1 dan P2 menyebabkan lebih rendahnya tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang sorgum jika dibandingkan dengan P0.
Pengaruh Paparan Medan Magnet Terhadap Hasil Produksi, Uji Histokimia Dan Anatomi Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L. var italica plenck) Secara Hidroponik: Effect of Magnetic Field Exposure on Production, Histochemical and Analytical Tests of Broccoli Plants (Brassica oleracea L. var italica plenck) Hydroponically Leki, Maria Trivoni Luruk
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i2pp50-59

Abstract

Brokoli (B. oleracea L.) merupakan yang berasal dari Eropa, yang mana pertama kali ditemukan di daerah Cryprus, Italia Selatan dan Mediterania. Brokoli (B. oleracea L.) merupakan tanaman sayuran famili Brassicaceae (jenis kol dengan bunga hijau) yang dibudidayakan di Indonesia. Budidaya tanaman brokoli mempunyai harapan yang baik karena itu maka dilakukan peningkatan produktivitas tanaman brokoli dengan teknik budidaya tanaman secara hidroponik dapat menggunakan pemberian paparan medan magnet. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh paparan medan magnet terhadap hasil produksi, anatomi organ akar, batang dan daun brokoli secara hidroponik. Besarnya paparan Medan magnet yang digunakan antara 0,1–0,3 mT. Hasil penelitian menunjukan bahwa paparan medan magnet brokoli untuk kontrol (P0) 6,32 gram dan berat basah 16,16 gram pada perlakuan (P1) dengan paparan medan magnet lebih tinggi dari kontrol. perlakuan medan magnet menambah bobot tanaman dibandingkan dengan kontrol. Berat kering kontrol (P0) pada tanaman brokoli yaitu 0,85 gram dan berat kering pada perlakuan (P1) dengan paparan medan magnet 4,29 gram. Peningkatan hasil produksi tanaman brokoli dapat membantu perekonomian di kalangan masyarakat.
KERAGAMAN JENIS IKAN TANGKAPAN NELAYAN YANG DI DARATKAN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DAN PERAIARAN PANTAI ATAPUPU KABUPATEN BELU Hanas, Dicky Frengky
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i2pp45-49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ikan tangkapan nelayan di perairan pantai Atapupu sebagai data pendukung pengelolaan dan pelestarian potensi perikanan khususnya yang termasuk dalam salah satu kawasan perairan yang terletak pada wilayah batas antar negara. Penelitian ini dilakukan pada bulan februari-maret 2024 di tempat pelelangan ikan (TPI) dan sekitar pantau Atapupu, menggunakan metode ekplorasi dan identifikasi untuk mendapatkan data mengenai jenis ikan tangkapan nelayan dengan menggunakan pendekatan deskriptif terhadap ciri morfologi yang diamati. Dari hasil identifikasi, diketahui terdapat 28 jenis ikan tangkapan nelayan yang termasuk dalam 26 genus dan 22 famili dengan didominasi famili Carangidae, Mullidae, Siganidae, Scombridae.
ANALISIS KANDUNGAN SENYAWA DAUN KAYU PUTIH (Melaleuca leucadendra L.) DAN PEMANFAATANNYA DI DESA HUMUSU SAINIUP KECAMATAN INSANA UTARA Makin, Prima Remba
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i2pp73-81

Abstract

Tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendra L.) dengan potensinya sebagai tanaman penghasil minyak obat berpeluang besar untuk lebih dikembangkan dengan baik dari teknik budidaya untuk menghasilkan tanaman kayu putih dengan kandungan minyak atsiri berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa daun kayu putih (M. leucadendra L.) dan pemanfaatannya di Desa Humusu Sainiup, Kecamatan Insana Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen di Laboratorium. Penelitian ini diawali dengan pengambilan sampel kemudian sampel daun kayu putih di preparasi. Sampel daun kemudian di maserasi menggunakan pelarut metanol 96%. Hasil ekstrak dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Analisis kandungan senyawa menggunakan alat GC-MS. Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa terdapat 9 komponen senyawa. Senyawa yang paling dominan yaitu senyawa sekuiterpena dengan 3 senyawa utama yaitu, senyawa α-selinene dari golongan senyawa seskuiterpena, dengan persen area 16.07%, dengan retensi waktu 9.160 menit, senyawa R-aromadendrane dari golongan senyawa seskuiterpena, dengan persen area 18.98%, dengan retensi waktu 9.351 menit, dan senyawa β-eudesmol dari golongan senyawa seskuiterpena teroksigenasi, dengan persen area 16.14%, dengan retensi waktu 11.469 menit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Terdapat 3 Komponen senyawa yang paling dominan yaitu senyawa α-selinene dari golongan senyawa seskuiterpena, senyawa R-aromadendrane dari golongan senyawa seskuiterpena dan senyawa β-eudesmol dari golongan senyawa seskuiterpena teroksigenasi.

Page 4 of 4 | Total Record : 36