cover
Contact Name
Ferna Indrayani
Contact Email
fernaindrayani22@gmail.com
Phone
+6285939466863
Journal Mail Official
fernaindrayani22@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan VIII No.24, Tamalanrea Jaya, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
ISSN : 25281534     EISSN : 26860449     DOI : 10.35892/jpsht.v1i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kefarmasian dan Tekhnologi Herbal (Journal Of Pharmaceutical Science And Herbal Technology) P-ISSN: 2528-1534; E-ISSN: 2686-0449 terbit dalam dua kali setahun yakni pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini merupakan jurnal resmi yang diterbitkan oleh STIKES Nani Hasanuddin dan diunduh secara daring (open acces journal). Jurnal ini merupakan publikasi yang focus pada penelitian ilmu farmasi dan tekhnologi herbal termasuk farmakologi, farmasetika, kimia farmasi, pelayanan kefarmasian, dan herbal medicine. Aksesibilitas. Jurnal ini menawarkan akses terbuka, yang berarti siapa pun dapat dengan bebas mengakses artikel-artikelnya. Hal ini sangat penting untuk menyebarluaskan berbagi pengetahuan dan melakukan penelitian kepada khalayak yang lebih luas.
Articles 54 Documents
STANDARISASI PARAMETER SPESIFIK PADA RAMBUT JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) DAN JAGUNGPULUT (Zea mays ceratina) Andi Nurpati Panaungi
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung merupakan salah satu tumbuhan Bacillus thuringiensis yang digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Penelitian inibertujua nuntuk mengetahui standarisasi parameter spesifik pada Rambut Jagung manis (Zea mays saccharata) dan Rambut Jagung pulut (Zea mays ceratina). Pada penelitian ini ekstrak diperoleh dengan menggunakan metode maserasi. Kandungan kimia yang diperoleh Rambut Jagung manis (Zea mays saccharata) yaitu alkaloid, flavonoid, dan terpenoid, tetapi tidak menunjukkan hasil positif pada steroid dan saponin sedangkan pada Rambut Jagung pulut (Zea mays ceratina) kandungan yang diperoleh yaitu alkaloid, flavonoid, terpenoid dan steroid, tetapi tidak menunjukkan hasil positif pada saponin. Hasil standarisasi untuk parameter spesifik menunjukkan organoleptik ekstrak (kental, warna coklat kehitaman, dan berbau khas,). Hasil kadar abu total pada Rambut Jagung manis (Zea mays saccharata) yaitu 14 % sedangkan pada Rambut Jagung pulut (Zea may ceratina) yaitu 7,6 %.
PENENTUAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK AIR BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L) SECARA SPEKTOFOTOMETRI UV-Vis Jumasni Adnan
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian penentuan kadar Flavonoid Total Ekstrak Air Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) Secara Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian in bertujuan untuk mengatahui % kadar yang terdapat pada ekstrak air bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) yang diekstraksi menggunakan metode infusa dengan menggunakan pelarut aquadest, setelah melalui proses ekstaksi dilanjutkan dengan proses frezze drying yang bertujuan untuk mengikat partikel-partikel yang terdapat pada ekstrak air bunga (Hibiscus sabdariffa L) dan memperoleh hasil serbuk halus. Pada penentunan kadar flavonoid total digunakan Quarsetin sebagai standart penepatan kadar, menggunkan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 425 nm serta diperolah persamaan regresi linear yaitu y = 0,1774x + 0,0837 dengan nilai koefisien kolerasi (r) =0,9993 penentuan ini dilakukan secara triplo yang hasil kadar pada konsentrasi 10% terdapat 0.065 % kadar flavonoid, pada konsentrasi 25% terdapat 0,140 % kadar flavonoid dan pada konsentrasi 40% terdapat 0.323 % kadar flavonoid.
PENGARUH EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus SP.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA PARU – PARU TIKUS (rattus norvegicus) JANTAN YANG DIPAPAR ASAP ROKOK DENGAN PARAMETER HISTOPATOLOGI Hilda Wiryanthi Suprio
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh efek ekstrak etanol daun bayam merah (Amaranthus Sp.) sebagai antioksidan pada paru - paru tikus (Rattus norvegicus) jantan yang dipapar asap rokok dengan parameter histopatologi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek antioksidan ekstrak etanol daun bayam merah (Amaranthus Sp.) pada paru - paru tikus yang dipapar asap rokok. Metode penelitian ini dilakukan secara eksprimental, sebanyak 15 ekor tikus (Rattus norvegicus) jantan berusia 2-3 bulan dengan berat 100-200 gram diberi perlakuan selama 31 hari. Dibagi atas 5 kelompok dimana masing-masing kelompok terdiri atas 3 ekor, P1 kontrol positif (diberi makan dan minum), P2 kontrol negatif (dipapar asap rokok), P3 (kelompok perlakuan dengan paparan asap rokok dan pemberian ekstrak etanol daun bayam merah 100 mg/kgBB), P4 (kelompok perlakuan dengan paparan asap rokok dan pemberian ekstrak etanol daun bayam merah 200 mg/kgBB), P5 (kelompok perlakuan dengan paparan asap rokok dan pemberian vitamin E 1,8 mg/kgBB). Pada hari ke 31, tikus dilakukan pembedahan untuk mengambil organ paru-paru tikus selanjutnya dilakukan uji histopatologi. Pemberian ekstrak etanol daun bayam merah (Amaranthussp.) 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB dapat berefek sebagai antioksidan pada paru-paru tikus (Rattusnorvegicus) jantan.
PEMANFAATAN RENDAMAN TONGKOL JAGUNG (Zea mays L.) UNTUK PRODUKSI ANTIMIKROBA DARI ISOLAT BAKTERI TANAH ASAL KABUPATEN SIDRAP Muthmainna B
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan rendaman tongkol jagung untuk produksi antimikroba dari Isolat bakteri tanah asal Kab.. Sidrap yang difermentasikan dalam fermentor 7 x 24 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah rendaman tongkol jagung dapat digunakan sebagai medium yang menghasilkan bakteri tanah yang menghasilkan aktivitas antimikroba kemudian menentukan waktu fermentasi optimum dan menentukan zona hambatan antimikroba paling optimum yang dihasilkan pada fermentasi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yang meliputi fermentasi biakan murni, pemeriksaan jumlah sel dengan metode kekeruhan, analisis kadar gula dengan metode anthron, dan pengukuran daya hambat dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah sel terbesar diperoleh pada fermentasi 96 jam. Kadar gula dalam medium fermentasi berkurang dari waktu ke waktu yaitu 0,155 mg/ml menjadi 0,0004 mg/ml, dan diameter hambatan terbesar yaitu 8,322 mm.
STUDI EFEKTIVITAS PARASETAMOL DI PUSKESMAS BATUBATU KABUPATEN SOPPENG BERDASARKAN EVIDENCE BASED Rahmatullah Muin
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penlitian ini bertujuan untuk memperoleh data efektivitas parasetamol dengan parameter jenis penyakit, dosis, jenis pasien, dan lama penggunaan. Desain penelitian yang kami gunakan adalah metode penelitian retrospective study, pengambilan sampel sebanyak 60 pasien. Hasil penelitian dalam pengumpulan data dinyatakan bahwa terdapat jenis penyakit, dosis 3x500 mg/hari dan 3x250 mg/hari, jenis pasien dibagi menjadi 3, pasien dewasa (17 tahun ke atas) sebanyak 42 pasien, remaja (13-16 tahun) sebanyak 9 pasien, dan pasien anak (5-12 tahun) sebanyak 9 pasien, dan lama penggunaan selama terapi adalah 3 hari. Pada tabel penelitian diatas menunjukkan bahwa dari 10 jenis penyakit yang paling dominan mnggunakan terapi parasetamol yaitu demam yang disertai batuk, dengan dosis 3x500 mg/hari dan lama penggunaan selama 3 hari. Adapun jenis penyakitnya yaitu dewasa (17 tahun ke atas). Maka disimpulkan bahwa efektivitas parasetamol berdasarkan evidence based dengan parameter jenis penyakit, jenis pasien, dan lama penggunaan, telah memiliki efektivitas yg ditinjau dari aspek asuhan kefarmasian berbasis bukti telah tercatat dengan baik dan mencapai target.
UJI KESERAGAMAN BOBOT OBAT RACIKAN DALAM BENTUK SEDIAAN KAPSUL GELATIN KERAS DARI BEBERAPA APOTEK DI MAKASSAR Jasmiadi
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat Racikan merupakan obat yang dibentuk dengan mencampur bahan-bahan aktif yang kemudian dimasukkan ke dalam cangkang kapsul. Dalam hal ini kapsul merupakan sediaan padat yang terdiri dari satu atau lebih bahan padat dengan atau tanpa bahan inert yang dimasukkan dalam cangkang yang umumnya dibuat dari gelatin yang sesuai. Kapsul gelatin keras yang memiliki keuntungan yakni mencegah bau dan rasa pahit pada obat sehingga sangat popular dikalangan masyarakat. Oleh karena itu, untuk memperoleh mutu obat racikan kapsul harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan salah satunya adalah uji keseragaman bobot. Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui keseragaman bobot obat racikan kapsul gelatin keras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot dari sampel apotek diperoleh pada apotek A terdapat 10 kapsul yang menyimpang dari persyaratan bobot dengan persentase penyimpangan tertinggi 17%, penyimpangan sedang 12% dan terendah 7,97% sedangkan untuk apotek B, C, D dan E tidak satu pun kapsul yang menyimpang dari persyaratan bobot. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa keseragaman bobot pada apotek A tidak memenuhi persyaratan bobot kapsul sedangkan apotek B,C,D dan E telah memenuhi persyaratan bobot kapsul. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian pada uji disolusi, keseragaman kandungan dan waktu hancur pada obat racikan kapsul Keras atau Lunak.
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG OBAT GENERIK DAN OBAT PATEN DI KECAMATAN SAJOANGING KABUPATEN WAJO Nur Alim
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan tentang obat yang benar tentunya bisa dikatakan merupakan sesuatu hal yang penting. Telah dilakukan penelitian mengenai Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik dan Obat Paten di Kecamatan Sajoanging Kabupaten Wajo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat generik dan obat paten di kecamatan Sajoanging kabupaten Wajo. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa kuisioner. Responden dalam penelitian ini berjumlah 50 orang. Data yang diperoleh diolah dan dianalisa sehingga diperoleh hasil masyarakat yang memiliki pengetahuan dengan kategori cukup adalah 18 orang (36%) dan kategori kurang adalah 32 orang (64%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik dan Obat Paten di Kecamatan Sajoanging tergolong kurang yaitu 64% (<75%).
STUDI TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS MINASATENE KABUPATEN PANGKEP Andi Nurpati Panaungi
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kepuasan pasien adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara kinerja (hasil) yang dipikirkan terhadap kinerja (hasil) yang diharapkan. Penelitian ini berjudul Studi Tingkat Kapuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Minasa Te’ne Kabupaten Pangkep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian Di Puskesmas Minasa Te’ne Kabupaten Pangkep meliputi Ketidak puasan pasien timbul dan diukur dalam lima dimensi daya tanggap, bukti langsung, kehandalan, kepdeulian. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskritif yang bersifat observasional dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Pengambilan sampel menggunakan metode accidenttal sampling dengan mengambil data pasien yang kebetulan berkunjung di Puskesmas Minasa Te’ne Kabupaten Pangkep dengan jumlah responden 70 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase menunjukkan 61,30% kurang puas terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Minsa Te’ne Kabupten Pangkep dan berdasarkan indeks kepuasan pellangan atau pengguna jasa kesehatan sebesar 0,81 – 1,00 dengan interprestasi Sangat memuaskan hal ini menunjukkan kepuasan konsumen selaku penguna jasa di Puskesmas Kabupaten Pangkep kurang puas terhadap pelayana yang diberikan dan tidak ada hubungan dari kelima dimensi kepuasan servequle . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan Di Puksemas Minasa Te’ne masih belum memuaskan dikarenakan sarana dan prasana yang kurang mendukung sebab kenyamanan pasien didukung dari segi fasilitas kelengkapan obat-obatan serta kurangnya tenaga medis yang berkompoten di bidang pelayanan kefarmasian.
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG OBAT TRADISIONAL KUNYIT (Curcuma Longa) SEBAGAI OBAT ANTIINFLAMASI DI BIRINGERE KABUPATEN PANGKEP Hasma
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanaman untuk pemeliharaan kesehatan dan gangguan penyakit saat ini sangat dibutuhkan dan juga perlu dikembangkan, terutama dengan melonjaknya biaya pengobatan. Inflamasi merupakan salah satu masalah kesehatan atau gangguan penyakit yang perlu diperhatikan dan di waspadai. Penggunaan obat tradisional sebagai bagian dari pengobatan inflamasi atau yang biasa disebut antiinflamasi semakin meningkat dalam dekade terakhir. Hal ini disebabkan adanya beberapa faktor, harga obat tradisional dianggap lebih murah dengan efek samping yang lebih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat tradisional sebagai bagian dari pengobatan antiinflamasi di Desa Biringere Kabupaten Pangkep. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif berupa observasi langsung dengan menggunakan kuesioner sebanyak 34 orang responden yang dilakukan pada tanggal 19 juni sampai dengan 28 juni 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tingkat pengetahuan masyarakat akan kunyit sebagai obat antiinflamasi cukup baik, hal ini sesuai dengan tabel frekuensi pengetahuan yaitu 30 orang responden berpengetahuan cukup (88,2%) hal tersebut dikarenakan kunyit yang familiar dalam kehidupan sehari-hari, tidak memiliki efek samping yang terlalu berbahaya dan adanya pengetahuan secara turun temurun bahwa kunyit dapat mengobati antiinflamasi.
ANALISIS BIAYA TERAPI PENYAKIT STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI PERIODE DESEMBER 2010 – DESEMBER 2011 Ferna Indrayani
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke non hemoragik adalah tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. Penyakit stroke non hemoragik membutuhkan perawatan dan penyembuhan dalam jangka panjang dimana perawatan dan pengobatan untuk stroke non hemoragik memerlukan biaya yang mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan stroke non hemoragik, rata-rata biaya total pengobatan, mengidentifikasikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap biaya serta untuk mengetahui kesesuaian biaya riil pasien jamkesmas dengan pembiayaan kesehatan berdasarkan INA CBGs. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang menggunakan rancangan penelitian cross-sectional menurut perspektif rumah sakit. Metode pengambilan data dilakukan secara retrospektif yang di ambil dari bagian rekam medik meliputi karakteristik dan diagnosa penyakit, bagian instalasi farmasi meliputi data pengobatan dan perawatan, dan bagian keuangan meliputi data biaya pengobatan di RSUD Pandan Arang Boyolali. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji deskriptif untuk demografi pasien, uji korelasi untuk dua variabel yang berhubungan, dan uji one sample t-test untuk menyimpulkan adanya perbedaan yang bermakna pada rata-rata biaya pengobatan dengan kesesuain INA CBGs dengan menggunakan program SPSS statistik 17.0. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata biaya total pengobatan pasien rawat inap stroke non hemoragik berdasarkan jenis pembiayaan yaitu untuk pasien Umum sebesar Rp 2.500.802,- pasien Askes sebesar Rp 3.278.433,- dan pasien Jamkesmas Rp 1.411.961.-. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap biaya penyakit stroke non hemoragik yaitu penyakit penyerta dan lama rawat inap. Besarnya biaya riil pengobatan stroke non hemoragik pasien jamkesmas di RSUD Pandan Arang Boyolali lebih kecil dibandingkan dengan besarnya pembiayaan kesehatan berdasarkan INA CBGs. Kata kunci: Analisis biaya, Stroke Non Hemoragik, INA CBGs, RSUD Pandan Arang Boyolali.