cover
Contact Name
Ferna Indrayani
Contact Email
fernaindrayani22@gmail.com
Phone
+6285939466863
Journal Mail Official
fernaindrayani22@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan VIII No.24, Tamalanrea Jaya, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
ISSN : 25281534     EISSN : 26860449     DOI : 10.35892/jpsht.v1i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kefarmasian dan Tekhnologi Herbal (Journal Of Pharmaceutical Science And Herbal Technology) P-ISSN: 2528-1534; E-ISSN: 2686-0449 terbit dalam dua kali setahun yakni pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini merupakan jurnal resmi yang diterbitkan oleh STIKES Nani Hasanuddin dan diunduh secara daring (open acces journal). Jurnal ini merupakan publikasi yang focus pada penelitian ilmu farmasi dan tekhnologi herbal termasuk farmakologi, farmasetika, kimia farmasi, pelayanan kefarmasian, dan herbal medicine. Aksesibilitas. Jurnal ini menawarkan akses terbuka, yang berarti siapa pun dapat dengan bebas mengakses artikel-artikelnya. Hal ini sangat penting untuk menyebarluaskan berbagi pengetahuan dan melakukan penelitian kepada khalayak yang lebih luas.
Articles 54 Documents
PENGKAJIAN RESEP BERDASARKAN ASPEK ADMINISTRATIF PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS TAMALANREA KOTA MAKASSAR Ferna01 Indrayani; Novianti Novianti
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jpsht.v6i1.591

Abstract

Pengkajian resep merupakan proses pemeriksaan resep yang pertama kali dilakukan setelah resep diterima. Resep berdasarakan aspek administratif merupakan skrining awal pada saat resep dilayani yang bertujuan untuk menganalis adanya masalah terkait pengobatan sehingga dapat meminimalisirkan terjadinya medication error pada resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelengkapan administratif resep di Puskesmas Tamalanrea. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif dengan menggunakan metode purposive sampling. Data tersebut diam bil secara retrospektif sebanyak 80 resep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan resep secara administratif resep yakni meliputi tanggal resep 100%, nama pasien 100%, usia 100%, jenis kelamin 100%, berat badan 0%, nama dokter 96.255, dokter 100%, ruang resep 0%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa resep yang dikaji di Puskesmas Tamalanrea kota Makassar terdapat ketidaklengkapan resep berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.
IDENTIFIKASI SENYAWA KLORIN (CL) PADA BERAS PUTIH (ORYZA SATIVA L.) YANG BEREDAR DI KOTA MAKASSAR DENGAN METODE KUALITATIF reski yalatri wirastuty; Irnawati Irnawati; Rexsi Mangetek
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jpsht.v6i1.637

Abstract

Beras merupakan makanan pokok yang diolah menjadi nasi yang dijadikan sebagai makanan pokok dan sumber energi bagi tubuh manusia. Adapun bahan tambahan pangan yang dilarang untuk ditambahkan pada beras yaitu senyawa klorin. Tujuan penambahan klorin pada beras yaitu untuk membuat beras terlihat lebih putih bersih dan mengkilap agar memiliki harga jual yang tinggi dalam pemasarannya. Penambahan klorin pada beras dapat membahayakan kesehatan manusia, seperti dapat mengganggu pencernaan, menurunkan sistem kekebalan tubuh, dapat menyebabkan kanker, merusak hati serta ginjal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi adanya senyawa klorin yang terkandung dalam beras putih (Oryza sativa L.) yang beredar di Kota Makassar. Sampel pada penelitian ini berjumlah 12 sampel yang terbagai menjadi kelompok yaitu kelompok beras yang dijual bebas di pasar dan kelompok beras dengan merek berbeda dengan teknik purposive sampling. Identifiksi senyawa klorin pada beras menggunakan metode kualitatif yaitu uji reaksi warna. Hasil yang didapatkan dari 12 sampel uji yaitu tidak terjadi perubahan warna yang menandakan sampel negatif klorin dengan metode kualitatif, uji reaksi warna dengan amilum 1% dan kalium iodida 10%. Sedangkan hasil dari uji reaksi warna menggunakan indikator betadine yaitu terjadi perubahan warna menjadi coklat kehitaman yang menunjukkan sampel negatif klorin. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa beras yang telah diuji tidak memiliki kandungan klorin sehingga aman untuk dikonsumsi.
PENGGUNAAN OBAT GASTRITIS GOLONGAN PROTON PUMP INHIBITOR PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT LABUANG BAJI MAKASSAR 2021 La Sakka La Sakka
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jpsht.v6i1.642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat golongan proton pump inhibitor pada pada pasien rawat jalan di RSUD Labuang Baji provinsi Sulawesi selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai obat gastritis golongan proton pump inhibitor. Sampel penelitian adalah semua resep di apotek rawat jalan yang mengandung obat golongan proton pump inhibitor (PPI) dan dihitung jumlah obat yang diberikan pada pasien rawat jalan pada bulan Maret-Mei 2021. Hasil penelitian yaitu obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI) yang paling banyak digunakan adalah Omeprazol 64.88% dan Lanzoprazol 35.12% sedangkan Pantoprazol, Rabeprazol dan Esomeprazol sama sekali tidak digunakan. Peresepan obat golongan proton pump inhibitor terbanyak dari poliklinik yaitu poli interna dan kardiologi penyakit dalam dengan persentase 42.06% dan 28.56% sedangkan poli anak sama sekali tidak meresepkan obat golongan proton pump inhibitor (PPI). Hal ini dikarenakan poli interna adalah spesialis medis yang berhubungan dengan berbagai penyakit dan masalah kesehatan yang mempengaruhi organ-organ bagian dalam salah satunya lambung.
PENGUJIAN KRIM EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Muthmainna Inna; Fatma Adjis
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jpsht.v6i1.646

Abstract

Tanaman kelor merupakan tanaman yang biasanya banyak dimanfaatkan sebagai sayuran. Kelor adalah sayur khas Kaili (Sulawesi tengah). Bagi orang-orang Kaili, penduduk asli kota Palu, sayur kelor salah satu sayuran makanan favorit mereka. Pada penelitian ini, dibuat menjadi tiga konsentrasi 20%,40%, dan 80% serta pembanding yaitu Aquadest sebagai kontrol negatif dan Ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dengan tiga cawan petri dimana pada setiap cawan diletakkan masing-masing lima rendaman paper disk yang terdiri dari konsentrasi krim ekstrak daun kelor serta perbanding (kontrol negatif dan kontrol positif). Setiap cawan petri berisi konsentrasi krim ekstrak daun kelor yang berbeda-beda. Dengan konsentrasi yang berbeda, maka menghasilkan zona hambat yang berbeda-beda. Zona hambatan ditandai dengan adannya lingkaran bening disekitar paper disk pada masing-masing konsentrasi yang menghambat pertumbuhan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Berdasarkan dari pengukuran yang telah dilakukan dengan menggunakan jangka sorong, diperoleh diameter hambat rata-rata pada konsentrasi 80% dapat terlihat zona hambat yang paling tinggi yaitu 34,13 mm, pada konsentrasi 20% sebesar 20,27 mm, pada konsentrasi 40% sebesar 30,03 mm, sedangkan kontrol negatif Aquadest tidak terlihat adannya zona hambatnya dan kontrol positif Ciprofloxacin diperoleh diameter hambat rata-rata sebesar 43,3 mm.
UJI KUALITATIF KANDUNGAN BORAKS PADA KULIT PANGSIT YANG BEREDAR DI BEBERAPA PASAR KOTA MAKASSAR Yusnita Usman
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jpsht.v6i1.777

Abstract

Boraks memiliki dampak negatif terhadap kesehatan karena memiliki efek toksik yang dapat membahayakan sistem metabolisme kesehatan manusia seperti iritasi saluran pernafasan, kulit, mata, ginjal, jantung, dan system reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji senyawa boraks secara kualitatif pada kulit pangsit di pasar A, B, dan C di Kota Makassar. Penelitian inimenggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan 2 metode yakni uji nyala api dan uji warna pada paper test kit sederhana dengan kunyit. Penelitian dengan menggunakan metode uji nyala api dilakukan dengan menambahkan asam sulfat dan metanol pada sampel yang sebelumnya telah dipanaskan di oven dengan suhu 1200C selama 6 jam dan dipijarkan dengan Bunsen kemudian dibakar dan diamati perubahan warna api. Pengujian dengan paper test kit sederhana dilakukan menggunakan air kunyit pada paper test kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari. Pengujian dengan uji warna kunyit dilakukan dengan membuat ekstrak dari sampel kemudian di teteskan ke paper test kit dan diamati perubahan warnanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel A, B, dan C dengan menggunakan metode uji nyala api dan dengan uji paper test kit dinyatakan tidak mengandung boraks.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN MERKURI (Hg) PADA KRIM PEMUTIH WAJAH TANPA IJIN BPOM YANG BEREDAR DI KOTA PAREPARE Hasma; Panaungi, Andi Nurpati
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jpsht.v1i1.1364

Abstract

Krim pemutih adalah salah satu sediaan kosmetik yang terdiri dari campuran bahan kimia dan bahan lain yang memiliki manfaat untuk menyamarkan noda hitam pada kulit. Bahan aktif yang umum digunakan dalam pembuatan krim pemutih ialah merkuri. Penggunaan merkuri dalam krim pemutih wajah dapat menyebabkan berbagai hal, mulai dari terjadinya perubahan warna kulit, adanya bintik hitam, iritasi pada wajah dan terjadinya alergi. penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, susunan saraf dan otak manusia serta dapat mengganggu perkembangan janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya kandungan merkuri (Hg) pada krim pemutih wajah yang beredar di Kota Parepare. Sampel krim pemutih yang diteliti sebanyak 10 sampel, 4 sampel krim yang diracik sendiri tanpa ijin BPOM, 3 sampel krim racikan dokter tanpa ijin BPOM, 1 sampel krim racikan dokter yang memiliki ijin BPOM dan 2 sampel krim yang memiliki nomor registrasi BPOM. Identifikasi merkuri dilakukan dengan metode kualitatif yaitu uji reaksi warna menggunakan reagen KI 0,5 N dan reagen NaOH 2 N. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji reaksi warna dengan KI terdapat 4 sampel krim pemutih tanpa ijin BPOM yang positif mengandung merkuri (Hg). sedangkan, pada uji reaksi warna dengan NaOH semua sampel dinyatakan negatif mengandung merkuri (Hg). Kata kunci : Krim Pemutih, Merkuri (Hg), Metode Kualitatif.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK BALSEM DARI BAHAN AKTIF SEREH (Cymbogopon ciratus) Muin, Rahmatullah; La Sakka; B, Muthmainna
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jpsht.v1i1.1373

Abstract

Salah satu tumbuhan yang banyak digunakan dalam masyarakat yaitu sereh (Cymbopogon ciratus). Selain digunakan sebagai bumbu masakan juga merupakan tanaman herbal karena memiliki khasiat untuk kesehatan. Sereh (Cymbopogon ciratus) memiliki beragam senyawa kimia salah satunya yaitu minyak atsiri, minyak atsiri sereh (Cymbopogon ciratus) memiliki sifat analgetik dan antipiretik. Dalam pelitian ini telah dilakukan formulasi balsem dari bahan aktif sereh (Cymbopogon ciratus) yang bertujuan untuk mengetahui konstentrasi minyak atsiri sereh (Cymbopogon ciratus) yang paling baik sebagai balsem, dimana digunakan sampel daun sereh sebanyak 500 gram, dalam pengambilan minyak atsiri menggunakan metode destilasi dan diperoleh minyak atsiri sebanyak 5 ml. pada penelitian ini dibuat balsem dengan tiga konsentrasi dimana terdapat perbedaan konsentrasi minyak atsiri yaitu F1 (6%), F2 (12%), dan F3 (24%). Dari hasil analisis yang telah dilakukan dengan beberapa pengujian terhadap tiga formula yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji iritasi dan uji kesukaan, dari pengujian yang telah dilakukan, semua formula balsem sudah memenuhi syarat dan memiliki kualitas fisik yang baik. Dan dapat disimpulkan bahwa konsentrasi minyak atsiri yang paling baik sebagai sediaan balsem yaitu pada F3 (24%) karena dari hasil uji kesukaan didapatkan persentase kesukaan yang paling tinggi.
STUDI ETNOFARMAKOLOGI TUMBUHAN OBAT HIPERGLIKEMIA PADA MASYARAKAT Suryanita; Indrayani, Ferna
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jpsht.v1i1.1422

Abstract

Etnofarmakologi adalah ilmu yang mempelajari kegunaan tanaman yang memiliki efek farmakologi yang memiliki hubungan dengan pengobatan. Tumbuhan obat dapat diartikan sebagai tanaman ataupun tumbuhan yang secara ilmiah memiliki kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit seperti mengurangi rasa sakit, mencegah ataupun menyembuhkan penyakit, dan untuk menjaga kondisi badan agar tetap sehat. Dari sekian banyaknya tanaman yang digunakan sebagai obat, salah satu fungsinya adalah sebagai pengobatan Hiperlikemia atau diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk tingkat pengetahuan masyarakat tentang pengobatan tradisional penyakit Hiperglikemia pada masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional bersifat deskriptif dan analitik dan teknik pengambilan sampel yakni menggunakan puposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 orang dan hanya sebanyak 42 responden yang menggunakan tanaman sebagai pengobatan Hiperglikemia atau Diabetes Mellitus. Berdasarkan observasi lapangan dengan membagikan kuesioner di ketahui bahwa koleksi tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pengobatan Hiperglikemia adalah daun kelor, daun sambiloto, mengkudu, bawang merah dan lidah buaya. Bagian tumbuhan yang digunakan yaitu daun, buah, dan pelepah dengan cara pengolahan tanaman obat oleh masyarakat setempat yaitu dengan cara direbus, diparut, ditumbuk dan dikonsumsi dua kali sehari tiap pagi dan sore hari.
UJI KUALITATIF DAN PERHITUNGAN NILAI RF SENYAWA FLAVONOID DARI EKSTRAK DAUN GULMA SIAM : UJI KUALITATIF DAN PERHITUNGAN NILAI RF SENYAWA FLAVONOID DARI EKSTRAK DAUN GULMA SIAM Usman, Yusnita; Muin, Rahmatullah
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jpsht.v1i1.1433

Abstract

The gulma siam leaves are nuisance plants but are beneficial to human life. In health it is useful as a medicine for wounds, diabetes, coughs and as an antioxidant. It is known that compounds that can heal wounds and antioxidant activity are flavonoid compounds. Research has been carried out to identify the flavonoid compounds of gulma siam leaf extract (Chromolaena odorata L.) by qualitative test and calculation of the retention factor (Rf) value using the thin layer chromatography (TLC) method. This study aims to identify the presence or absence of flavonoid compounds contained in siam weed leaf extract (Chromolaena odorata L.). The gulma siam leaves were dissolved using 70% ethanol solvent with the maceration method which aims to extract the chemical content contained in the Siamese weed leaves. Determination of compounds using two methods, namely qualitative test (reagent test) and calculation of the RF value by thin layer chromatography (TLC). The results showed that Siamese weed leaves contain flavonoid compounds which are marked with a red color change after a qualitative test (reagent test). As for thin layer chromatography (TLC) using ethyl acetate as an eluent: n-hexan (1:1) ethanol extract with Rf value (0.3 cm, 0.55 cm), N-Hexan extract with Rf value (0.27 cm , 0.36 cm) and the H2O extract with an Rf value (0.61 cm, 0.67 cm) positively contained flavonoids marked with blue and green color spots and identified with an Rf Flavonoid value of 0.2-0.75 cm.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) ASAL PULAU TALIABU PROVINSI MALUKU UTARA DENGAN METODE DPPH Irfayanti, Nur Alfiah; Hasan, Tahirah; Mazriatii
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jpsht.v1i1.1436

Abstract

Penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daunmengkudu (Morinda citrifolia L.) asal Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara dengan metode DPPH telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai IC50 daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) asal Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara dengan metode DPPH. Metode penelitian meliputi ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dilanjutkan dengan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun mengkudu terhadap radikal bebas DPPH menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 515 nm. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mengkudu memiliki nilai IC50 sebesar 275,0792 ± 1,929 µg/mL. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun mengkudu 0,009 kali dibandingkan dengan aktivitas antioksidan pembanding asam askorbat dengan nilai IC50 2,5147 ± 0,088 µg/mL.