cover
Contact Name
Fazri
Contact Email
jurutera@unsam.ac.id
Phone
+6285261571533
Journal Mail Official
fazri@unsam.ac.id
Editorial Address
Jln. Prof. Dr. Syarif Thayeb, Meurandeh, Kota Langsa, Aceh, 24416
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
JURUTERA (Jurnal Umum Teknik Terapan)
Published by Universitas Samudra
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Jurutera menerbitkan dalam berbagai topik dalam bidang rekayasa dan sains yang dapat dikategorikan kedalam tema-tema berikut: - Teknik Elektro dan Informatika - Teknik Geologi dan Pertambangan - Teknik Arsitektur dan Perencanaan Wilayah dan Kota - Teknik Mesin dan Industri - Teknik Sipil dan Lingkungan - Teknik Perkapalan, Sistem Perkapalan, dan Kelautan - Multidisiplin
Articles 161 Documents
Analisa Potensi Erosi Pada Das Deli Sumatera Utara Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Faiz Isma; Irwansyah Irwansyah; Ipak Neneng MB
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 4 No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v4i01.1582

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli merupakan salah satu bagian satuan wilayah sungai (WS) Wampu – Ular – Padang yang memiliki luas 472,98 km2 dan terdiri dari tujuh sub DAS yang langsung melintasi jantung kota Medan, akibat interaksi manusia terhadap DAS yang terus meningkat akan memberikan dampak erosi terhadap DAS Deli tersebut.Untuk mengatasi terjadinya erosi yang terus meningkat di DAS Deli, maka diperlukan suatu aplikasi teknologi mutakhir yang mampu memberikan informasi potensi erosi, tingkat bahaya erosi (TBE), kapasitas angkutan sedimen, dan masuknya erosi ke sungaiyang berfungsi sebagai pedoman pembuat keputusan untuk penanggulangan dampak erosi dan pendangkalan sungaipada DAS Deli, oleh karena itu perlu dilakukan suatu kajian dengan judul: “Studi Potensi Erosi pada DAS Deli Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG)”yang merupakan komposit antara metode Universal Soil Loss Equation (USLE) sebagai pendugaan potensi erosi, peraturan Menteri Kehutanan RI, 2009 sebagai pendugaan tingkat bahaya erosi (TBE), persamaan Verstraten, 2007 sebagai pendugaan kapasitas angkutan sedimen yang dipengaruhi vegetasi, dan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang menghasilkan basis data spasial menjadi lapisan informasi baru pada potensi erosi di DAS Deli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Deli mengalami 5 kejadian sebaran erosi, yaitu sangat ringan 3.138,312 ha (6,64 %), ringan 7.505,460 ha (15,87 %), sedang 24.019,166 ha (50,78 %), berat 12.013,670 ha (25,40 %), dan sangat berat 621,423 ha (1,31 %), dengan erosi rata – rata tahunan 138,808 ton/ha/tahun atau 6.565.344,948 ton/thnberada pada tolak ukur kelas erosi sedang, dengan adanya penerapan konservasi tanah di lahan DAS Deli terjadi penurunan erosi tanah sebesar 56,64 ton/ha/tahunatau terjadi persentasi penurunan akibat konservasi lahan sebesar 59,20 % dari besaran erosi sebelum konservasi tanah.. Berdasarkan kategori tingkat bahaya erosi (TBE), DAS Deli didominasi pada kriteria sangat bahaya/lahan sangat kritis dengan sebaran luas 28.760,755 ha atau 60,81 % dari total luas DAS Deli.Perkiraan erosi yang masuk ke hilir sungai sub DAS Deli Petani berkisar 9,706 ton/ha/tahun, sub DAS Deli Deli berkisar 6,914 ton/ha/tahun, sub DAS Deli Paluh Besar berkisar 5,223 ton/ha/tahun, sub DAS Deli Sei Sekambing berkisar 2,031 ton/ha/tahun, sub DAS Deli Simaimai berkisar 4,927 ton/ha/tahun, sub DAS Deli Babura berkisar 15,697 ton/ha/tahun, dan sub DAS Deli Bekala berkisar 31,240 ton/ha/tahun. Kemudian pelepasan sedimen yang terjadi di sungai DAS Deli sebesar 162.288,818 ton/tahun.
Analisis Klasifikasi Tanah Dengan Metode USCS (Meurandeh Kota Langsa) Nina Fahriana; Yulina Ismida; Ellida Novita Lydia; Hendra Ariesta
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v6i02.1622

Abstract

Tanah merupakan bagian terpenting dalam suatu konstruksi seperti bangunan, jalan dan beban lalu lintas karena tanah mempunyai fungsi sebagai penyangga konstruksi. Tanah adalah himpunan mineral, bahan organik, dan endapan-endapan yang relative lepas (loose) yang terletak diatas batuan dasar (Bedrock). Dalam perencanaan suatu konstruksi harus dilakukan penyelidikan terhadap klasifikasi tanah terutama sifat-sifat tanah yang mempengaruhi daya dukung tanah dalam menahan beban konstruksi yang ada diatasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi, jenis dan sifat tanah yang terdapat di Gampong Meurandeh Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa dengan menggunakan metode USCS (Unified Soil Classification System). Penelitian ini menggunakan sampel tanah dari 3 titik (spot) yang terdapat wilayah Gampong Meurandeh Tengah, daerah ini sekarang berada dalam kondisi pengembangan terutama dalam hal pembangunan sehingga diperlukan kajian awal mengenai klasifikasi tanah agar kekuatan konstruksi sesuai dengan kondisi tanah. Analisa yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan mengambil sampel tanah di lokasi penelitian, yang selanjutnya dilakukan pengujian benda uji dengan menggunakan metode USCS dan dilakukan proses pengolahan data untuk mendapatkan hasil sesuai dengan metode yang digunakan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh butiran halus dari sampel 1 (sampel pertama) yang tertampung didalam pan dengan berat tertahan = 12,30 gr, kumulatif tertahan = 100,00 gr dan nilai kumulatif (%) tertahan = 100,00 gr. Sampel 2 (sampel ke-2) diperoleh nilai berat tertahan dari pan = 30,00 gr dan kumulatif (%) tertahan = 100,00 gr. Serta dari sampel 3 (sampel ke-3) diperoleh berat tertahan = 25,73 gr dan kumulatif (%) tertahan = 100,00 gr. Nilai tersebut menyatakan bahwa klasifikasi tanah yaitu tanah berjenis pasir bergradasi buruk, pasir berkerikil sedikit atau sama sekali tidak mengandung butiran halus yang diberi simbol SP.
Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Alkaloid dari Tumbuhan Alseodaphne Peduncularis (Wall. Ex. Ness) Meissn (Medang Hitam) serta Uji Sitotoksik terhadap Sel HeLa (Kanker Servik) Ulil Amna; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 3 No 02 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v3i02.1642

Abstract

Alseodaphne peduncularis (Wall. Ex. Ness) dari suku Lauraceae merupakan salah satu tumbuhan yang diketahui memiliki senyawa alkaloid. Aktivitas biologis dari senyawa alkaloid sebagai antikanker telah diuji secara luas pada beberapa sel kanker seperti kanker darah, kanker payudara dan kanker servik. Alkaloid Laurotetanina telah berhasil diisolasi dari daun Alseodaphne peduncularis (Wall. Ex. Ness). Analisis fitokimia dilakukan dengan metoda kromatografi mencakup pemisahan senyawa dengan kromatografi kolom dan pemurnian menggunakan KLT preparatif. Karakterisasi senyawa alkaloid dilakukan dengan metoda spektrofotometri menggunakan LC-MS, UV-VIS, IR dan NMR (1D dan 2D). Uji sitotoksik dari senyawa alkaloid laurotetanine terhadap sel HeLa (kanker sekvik) memberikan hasil yang potensial sebagai antikanker dengan nilai CD50 2 µg/mL.
Isolasi Senyawa Alkaloid Indol dari Ekstrak Akar Kopsia singapurensis Ridl (Apocynaceae) Halimatussakdiah Halimatussakdiah; Ulil Amna
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 3 No 02 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v3i02.1643

Abstract

Alkaloid adalah senyawa organik mengandung nitrogen yang banyak terdapat dalam tumbuhan. Kopsia singapurensis Ridl. adalah salah satu tumbuhan yang kaya dengan kandungan alkaloid. Akar K. singapurensis Ridl. diekstraksi dengan pelarut diklorometana (CH2Cl2) untuk memperoleh ekstrak diklorometana. Proses fraksinasi dan purifikasi ekstrak tersebut dilakukan dengan beberapa metode kromatografi (kromatografi kolom, kromatografi lapis tipis, dan kromatografi lapis tipis preparatif) sehingga diperoleh tiga senyawa alkaloid indol, yaitu tetrahidroalstonina 1, kopsamina 2, dan aspidodasycarpina 3. Penentuan struktur ketiga senyawa tersebut menggunakan data spektra dari beberapa teknik spektroskopi, seperti NMR-1D (1H, 13C, and DEPT), NMR-2D (COSY, HMQC, dan HMBC), UV, IR, dan LC-MS. Selain itu, juga menggunakan data literatur sebagai perbandingan.
Perencanaan Struktur Jembatan Kecamatan Kampung Durian Aceh Tamiang Menggunakan Metode Perencanaan Berdasarkan Beban dan Kekuatan Terfaktor Haikal Fajri; Defry Basrin; Rajib Muammar; Ari Mulia
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v6i01.1650

Abstract

Jembatan Kampung Durian Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Taming merupakan jalur utama perjalanan masyarakat dan pengiriman minyak bumi dari PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field. Jembatan ini bertipe bangunan atas gelagar baja. Hasil pengamatan dilapangan menunjukkan jembatan tersebut membutuhkan penanganan yang serius disebabkan kerusakan pada slab lantai jembatan, girder dan difragma yang sudah mengalami korosi. Jembatan tersebut diprediksi sudah mencapai masa layan sehingga perlu direncanakan jembatan yang baru menggunakan bahan beton bertulang yang memiliki kuat tekan tinggi, biaya pemeliharaan rendah dan relatif murah dengan tersedianya bahan lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan perencanaan struktur utama jembatan yang terdiri dari slab lantai jembatan, gelagar, dan diafragma menggunakan bahan beton bertulang. Metode yang digunakan adalah perencanaan berdasarkan beban dan kekuatan terfaktor dimana kriteria keamanan harus terpenuhi untuk semua gaya dalam komponen penyusun struktur jembatan. Metode ini merujuk pada RSNI T-12-2004 tentang perencanaan struktur beton untuk jembatan dan standar pembebanan untuk jembatan menggunakan RSNI T-02-2005. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa momen dan gaya geser maksimum akibat beban pada gelagar sebesar 2036,62 kNm dan 587,33 kN. Tulangan lentur dan geser yang dibutuhkan untuk mampu menahan momen dan gaya geser maksimum adalah 20D25 dan 2D13-140. Pada perencanaan diafragma, momen dan gaya geser maksimum akibat beban eksternal sebesar 57,32 kNm dan 158,41 kN. Penulangan yang dibutuhkan untuk memikul besarnya beban tersebut adalah 4D16 untuk tulangan lentur dan 2Ø10-150 untuk penulangan geser. Pada perencanaan slab lantai jembatan diperoleh momen tumpuan dan lapangan maksimum sebesar 64,4 kNm dan 57,063 kNm sehingga digunakan tulangan lentur negatif dan positif D16-140 serta tulangan bagi arah memanjang D13-150. Dengan digunakannya material lokal serta metode yang andal pada perencanaan struktur jembatan ini, diharapkan dapat menjadi masukan bagi stakeholder pengambil kebijakan di kabupaten Aceh Tamiang dalam rencana pembangunan transportasi daerah.
Kajian Penggunaan Pembangkit Listrik Photovoltaik Atap Sebagai Upaya Implementasi Green Campus Suheri Suheri; Suri Purnama Febri; Zainal Arif; Fazri Amir
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v6i02.1911

Abstract

Konsep Green Campus mengartikan bahwa Universitas telah menerapkan kegiatan yang bertujuan melestarikan lingkungan, efisiensi energi, dan penciptaan kondisi yang nyaman untuk belajar dan bekerja. Pemanfaatan energi baru terbarukan merupakan salah satu langkah dalam upaya menuju Green Campus. Kajian ini ditujukan untuk menganalisa kelayakan secara teknik dan finansial pembangunan Pembangkit Listrik tenaga Surya di atap bangunan gedung dalam lingkungan kampus. Dengan menggunakan data masterplan kampus Universitas Samudra, telah dilakukan analisa kelayakan teknis dan finansial menggunakan software System Advisor Model (SAM), diperoleh hasil dengan luas atap yang tersedia, daya listrik yang dapat dibangkit sebesar 3 MW. Dan secara finansial membutuhkan biaya produksi listrik 11,7 cents/kWh
Sistem Cerdas Pemberian Pakan Otomatis Dalam Peningkatan Produktivitas Panen Udang Novianda Novianda; Liza Fitria; Ahmad Ihsan; Munawir Munawir
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v6i02.1922

Abstract

Pemberian pakan pada budidaya udang merupakan hal penting terhadap proses pertumbuhan udang sehingga tercapai hasil panen yang diharapkan. Pemberian pakan harus seimbang dan tepat waktu, tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan dalam pemberian pakan karena seluruh pakan yang diberikan belum tentu habis dimakan seluruhnya oleh udang, oleh karena itu perlu adanya teknologi yang dapat mengontrol dalam pemberian pakan udang. Teknologi pemberi pakan udang otomatis dapat menjadi solusi dalam permasalahan pemberian pakan untuk menunjang produktivitas budidaya udang. Tujuan dari alat pelempar pakan otomatis adalah untuk memberi kemudahan kepada petani tambak dalam memberi pakan udang secara efesien, tepat waktu dan terukur. Alat pemberi pakan udang otomatis dibangun menggunakan modul mikrokontroler arduino, modul RTC (Real Time Clock), dan sistem pelempar pakan. Metode pemberian pakan udang dengan prinsip kerja alat pemberi pakan udang adalah pakan udang terlempar secara horizontal akibat gaya sentrifugal. Dengan adanya pengaruh gaya sentrifugal dari baling-baling penebar, maka pakan akan terlempar keseluruh permukaan kolam. Pemberian pakan dikontrol dengan menggunakan Arduino dengan mengatur waktu. Pemberian pakan udang dilakukan setiap 4 jam sekali dan waktu nyala alat selama 70 detik, menebar pakan sebanyak 10 kg untuk jumlah 1.500 ekor udang dan luas kolan 400 m2 dengan jarak lemparan pakan minimal 1 meter dan maksimal 7 meter.
Pengembangan TAM (Technology Acceptence Model) Dalam Penggunaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dengan Pendekatan Socio-Techonologi Ryan Pramanda; Adithya Sudiarno; Nani Kurniati
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v6i02.2109

Abstract

Teknologi mengalami perkembangan yang semakin pesat, salah satunya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Meningkatnya perkembangan TIK telah mempengaruhi perubahan pada kehidupan sosial yang sejalan dalam penggunaan teknologi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengembangkan TAM (Technology Acceptence Model) dengan menambahkan faktor sosial (budaya organisasi dan struktur kewenangan), agar dapat diketahui pengaruh sosial terhadap penggunaan TIK. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan explanatory research yaitu penelitian yang bertujuan menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis dengan mengambil studi kasus RSUD. dr. M. Soewandhi yang merupakan rumah sakit rujukan yang telah menggunakan TIK selama 3 (tiga) tahun. Instrumen untuk mengukur adalah menggunakan kuesioner, responden yang terlibat dalam penelitian ini yaitu 135 para medik. Pengolahan data kuesioner dilakukan dengan menggunakan perhitungan Structural Equation Modelling (SEM) dibantu dengan software Lisrel. Hasil dari penelitian membuktikan bahwa para medik dapat menerima TIK karena adanya manfaat dan kemudahan saat menggunakan TIK. Sedangkan faktor sosial yang meliputi budaya organisasi mempengaruhi persepsi kemudahan dan penggunaan aktual TIK oleh para medik. Sedangkan struktur kewenangan mempengaruhi persepsi kemudahan penggunaan TIK oleh para medik di RSUD. dr. M. Soewandhi Surabaya.
Analisis Perbandingan Metode Regresi Linear dan Metode Exponential Smoothing Dalam Peramalan Penjualan Keripik Ubi Kayu dan Keripik Ubi Rambat Wiki Sabardi
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 8 No 01 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v8i01.2191

Abstract

Forecasting plays a crucial role in the decision-making process of any company or business organization. The aim of this study is to minimize potential losses through effective production planning. The study utilizes linear regression and exponential smoothing as forecasting methods. The results obtained from the study are specific to the cases in UD. Mustika Tip and it concludes that linear regression is the most effective prediction method. For cassava chips, the study reports a Mean Absolute Deviation (MAD) of 3,060.19 MAD, a method exponential smoothing (MSE) of 12,742,472.70, and a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 0.52%. For yam chips, the MAD is 272.65, the MSE is 248,835.91, and the MAPE is 0.12%. Furthermore, the study recommends safety stock levels for both cassava chips and yam chips. The suggested safety stock for cassava chips is 211 kg, while for yam chips, it is 28 kg.
Perbaikan Tata Letak Fasilitas Produksi Pada UD. Tahu Goreng Sky Di Tebing Tinggi Dengan Metode Activity Relationship Chart Dedy Ismail; Derlini Derlini
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v4i02.2325

Abstract

Facility layout is a technique to arrange or placing the production facilities with the aim to facilitate the processing and increasing the production. This research focus on improving the Layout of Facilities that have not been well organized in the home industry UD. Tahu Goreng SKY Tebing Tinggi which produces fried tofu. In this research activity changes were made to the Size of the Work Area, the large Work Area, and Distance between Stations using the ARC (Activity Relationship Chat) method, subsequently depicted on the activity relationship map and designed in the Activity Relationship Diagram (ARD) worksheet to provide alternative changes / improvements layout of the home industry that been mentioned above. From the results of this study obtained changes in the area of work area namely 7.5 m2 immersion station, 6.25 m2 milling station, boiling station 7.84 m2, 4.68 m2 screening and opening station, 7.04 m2 pressing station, cutting station 4.29 m2, and 7.84 m2 frying station. The process flow pattern in the new layout changes to a U-shaped process flow from the previously indeterminate angle so as to simplify and facilitate the regular transfer of materials according to the production process flow more convenient and efficient

Page 8 of 17 | Total Record : 161