Articles
219 Documents
Ada apa dengan perpustakaan pribadi
Bina lman W.
Al Maktabah Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/almaktabah.v4i1.1640
Menjadikan buku sebagai salah satu faktor penting dalam keseharian anda dan keluarga merupakan suatu hal yang sangat luar biasa. Bagi orang yang sadar benar akan pentingnya arti sebuah buku maka buku tersebut baginya adalah identik dengan ilmu. Sebuah ungkapan pepatah yang mengatakan “ilmu yang akan menjaga harta anda", jelas merupakan suatu pesan yang sangat berarti sekali bagi kehidupan manusia. Secara sederhana pepatah tersebut dapat dipahami bahwa ilmu adalah satu-satunya alat yang paling dimungkinkan dapat digunakan - secara langsung maupun tidak langsung - untuk memperoleh berbagai hal yang kita inginkan. Perkembangan wawasan keilmuan anda sekeluarga tidak selalu dapat diperoleh melalui buku-buku wajib yang digunakan di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi-perguruan tinggi. Semaraknya dinamika keilmuan, bertambahnya wawasan tentang berbagai kasus dan pengalaman serta juga hiburan dapat dikondisikan dalam keluarga anda melalui perpustakaan pribadi. Karena itu tulisan ini mencoba mengajak para pembaca akan pentingnya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kedinamikaan wawasan keilmuan bagi anda sekeluarga dengan berbagai koleksi buku. Kata Kunci: Perpustakaan pribadi, keilmuan
Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk mengukur ekspektasi penggunaan repositori lembaga: Pilot studi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Agus Rifai
Al Maktabah Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/almaktabah.v14i1.2251
Since the institutional repositories was introduced, and its advantages in increasing the institution performances has been recognized, many universities in Indonesia has been developing the repositories system for preserving and disseminating their intellectual outputs. However, despite of its development, the existing of repository system is less used. It is alleged that lecturers are not aware and reluctant due to their task complexity. In addition, user expectancy should be observed in relation with the use of institutional repositories. The purpose of this paper is to examine a limited sample data on the relationship between user expectancy and the use of institutional repositories in higher education institutions in Indonesia. A pilot study is conducted with 50 university lecturers at Syarif Hidayatullah Jakarta. This study investigates as well as predicts the relationship between users’ expectancies and the use of institutional repositories. Structural analysis is employed by using PLS-SEM (Partial Least Square-Structural Equation Modeling) approach. SmartPLs 2.0 software is used in the analysis. The results indicated that user expectancy has a significant relationship with the use of institutional repositories by its contribution up to 57.8 %
Dilema dan problematika profesi pustakawan: Antara akademisi dan praktisi
Ulpah Andayani
Al Maktabah Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/almaktabah.v8i2.1630
Sebagai suatu profesi, pustakawan merupakan seseorang yang dalam melakukan tugas dan pekerjaannnya beniasarkan pada suatu keahlian atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandili. Pustakawan adalah sebuah profesi yang sama pentingnya dengan profesi lainnya. Jabatan fungsional pustakawan tidak merupakan jabatan yang lebih rendah atau lebih tinggi dari jabatan fungsional lainnya. Perbedaan di antara jebatan-jabatan fungsional hanyalah terletak pada bidang pekerjaan dan keahlian masing-masing yang berbeda. Seiring dengan perubahan paradigma terhadap profesi pustakawan, telah meniscayakan perlunya melakukan reposisi terhadap peran dan fungsi pustakawan. Pustakawan tidak lagi dipandang sebagai tenaga teknis, tetapi seorang pustakawan adalah seorang yang bekerja professional di bidang ilmu perpustakaan, dan mempunyai tanggung jawab untuk mengabdikan dirinya dalam pengembangan perpustakaan sekaligus pengembangan ilmu perpustakaan, serta mengabdikan seluruh kemampuan diri dan keilmuannya guna kepentingan masyarakat. Meskipun demikian, berbagai problematika yang dihadapi oleh pustakawan juga seakan mempertegas bahwa profesi pustakawan masih belum mendapat perhatian baik oleh Pemerintah, lnstitusi lokal maupun masyarakat luas lainnya. Profesi “professional pustakawan” sudah selayaknyalah ditangani secara "professional” dan proposional, mengingat bahwa pustakawan kini sudah mengalami reposisi peran dan fungsi yang diikuti oleh jenjang pendidikan tinggi setara dengan profesi lainnya. Kata Kunci: Profesi pustakawan, akademisi, jabatan fungsional, praktisi
Pengembangan koleksi kearifan lokal (local content) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta : Peluang dan tantangan
Pungki Purnomo
Al Maktabah Vol 12, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/almaktabah.v12i1.1591
Tugas perguruan tinggi hanya terdiri atas tiga hal atau yang popular dengan sebutan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut adalah meliputi pelaksanaan pengajaran dan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Namun menurut Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, menyatakan bahwa selain tiga hal tersebut diatas ada satu hal lagi yang juga merupakan tugas dari sebuah perguruan tinggi yaitu tugas untuk melakukan konservasi terhadap semua perkembangan dinamika ilmu pengetahuan terlebih lagi khususnya karya kearifan lokal dari para sivitas akademika. Dalam hal inilah maka perpustakaan perguruan tinggi dituntut untuk mengambil perannya. Karena itu artikel ini mendiskusikan dua hal penting dalam rangka pengembangan koleksi karya kearifan lokal yaitu pentingnya perpustakaan lebih intens lagi untuk menerapkan metode deposit dan melakukan beberapa kerjasama kemitraan dengan fakultas dan unit-unit lainnya.
Manajemen dan peran perpustakaan perguruan tinggi dalam sistem kredit semester (sks) & sumber belajar
Anwar Syamsuddin
Al Maktabah Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/almaktabah.v2i2.1896
Manajemen perpustakaan perguruan tinggi merupakan suatu proses kegiatan yang dilaksanakan perpustakaan untuk mencapai sasaran dengan seefisien mungkin dengan mendayagunakan semua sumber yang ada. Sumber daya tersebut adalah sumber daya manusia, sarana, metode dan dana.
Membangun etos dan kinerja staf perpustakaan IAIN
Agus Rifai
Al Maktabah Vol 1, No 2 (1999)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/almaktabah.v1i2.1711
Membangun etos dan kinerja staf perpustakaan bukanlah persoalan mudah. Kesadaran terhadap tugas-tugas profesi kepustakawanan serta pemahaman terhadap berbagai aspek prilaku organisasi manusia menjadi dasar dalam membangun etos dan kinerja staf perpustakaan. Aspek internal untuk memahami staf perpustakaan sebagai individu yang beragam dan juga aspek eksternal untuk menciptakan suatu lingkungan yang kondusif untuk melakukan tugas-tugas perpustakaan merupakan hal pokok bagi terciptanya efisiensi dan efektifitas kerja perpustakaan. Akhirnya diharapkan tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, terutama bagi penulis. Semoga pula dapat menjadi perhatian bagi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan perpustakaan, khususnya Perpustakaan IAIN dan menjadi masukan yang berguna demi peningkatan mutu layanan. Kata Kunci: Membangun etos dan kinerja; staf perpustakaan IAIN
Profesi pustakawan: Super highway to heaven
Mukmin Suprayogi
Al Maktabah Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/almaktabah.v4i1.1644
Orientasi amal soleh pustakawan diwujudkan dalam berbagai bentuk aktivitas profesinya, yaitu mulai dari membina dan mengembangkan koleksi perpustakaan milik lembaga induknya sampai membangun jaringan informasi (information network) dengan sesame pekerja informasi atau dengan profesi lainnya. Dalam dekade terakhir ini, peran profesionalisme pustakawan semakin menjadi tuntutan. Sehingga untuk pengelolaan dokumen, maka pemanfaatan sarana teknologi informasi tidak mungkin dapat dielakkan. Sejalan dengan semakin dinamisnya perkembangan informasi tersebut maka pustakawan seharusnya menjadi profesi yang cukup berperan dan penting. Karena itulah saatnya sekarang ini, sepatutnya, semua lapisan masyarakat harus benar-benar menempatkan dan menghargai pustakawan sebagai profesi yang berperan sekali dalam era globalisasi informasi. Kata Kunci: Profesi pustakawan
Membangun database e-journal (Penguatan local content dan peningkatan akses jurnal-jurnal kampus)
Muhammad Solihin Arianto
Al Maktabah Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/almaktabah.v10i1.1605
Beberapa Perpustakaan Perguruan tinggi sering menghadapi masalah anggaran ketika mereka berusaha mengembangkan koleksi jurnal elektrik dengan cara melanggan. Tidak mudah bagi pimpinan-pimpinan perguruan tinggi menyetujui untuk melanggan jurnal-jurnal tersebut setelah mengetahui jumlah dana yang harus dibayarkan kepada vendor. Melanggan bukanlah satu-satunya cara untuk mengembangkan jurnal elektronik. Database jurnal elektronik dapat dikelola secara mandiri oleh perpustakaan yang bekerjasama dengan para pengelola jurnal kampus selama infrastruktur teknologi informasi mendukung. Tulisan ini berusaha mengelaborasi langkah-langkah yang patut ditempuh dalam mengembangkan jurnal elektronik baik yang dengan melanggan maupun meberdayakan sumber-sumber yang dapat diperoleh di lingkungan perguruan tinggi; Lebih jauh, tulisan ini juga mengungkapkan berbagai upaya yang dilakukan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dalam pengelolaan jurnal-jurnal yang dihasilkan sivitas akademika sehingga dapat diakses dan disebarluaskan lewat jaringan digital. Jurnal-jurnal tersebut bersama-sama dengan sumber-sumber lain yang dihasilkan oleh UIN Sunan Kalijaga diintegrasikan dalam sebuah kegiatan yang dinamakan pengembangan digital local content Kata kunci: Jurnal e/ektranik; local content; perpustakaan digital; Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga
Pengembangan kurikulum information literacy di perguruan tinggi: Best practices dari beberapa negara maju
Faizuddin Harliansyah
Al Maktabah Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/almaktabah.v14i1.2255
This article discusses information literacy curriculum (IL) in college. The concept of information literacy translated from researchers IL among others from the American Library Association, ACRL, CILIP, and SCONUL. IL standard model widely adopted by universities around the world, the Seven pillars of information literacy and Information literacy competency standards for higher education. Information literacy framework is a grand strategy for the implementation of the IL program at a university, institution or country. Libraries need to organize IL workshops and training IL that is both classical and also develop material IL that can be accessed online. To develop an IL model / standard appropriate to the Indonesian context, we can start from scratch or adopt the mode /standard that already exists.
Kemiskinan informasi pada masyarakat marjinal di Indonesia
Laksmi Laksmi
Al Maktabah Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/almaktabah.v6i1.1635
Keprihatinan pada tingginya angka kemiskinan di Indonesia yang terjadi pada masyarakat marjinal saat ini melatarbelakangi gagasan tulisan ini. Salah satu faktor penyebab keadaan tersebut adalah bahwa masyarakat tidak memiliki informasi yang memadai untuk memberdayakan diri sendiri. Keadaan tersebut memaksa mereka untuk bergantung pada bantuan pemerintah atau orang lain. Berdasarkan fakta tersebut, tulisan ini berupaya memetakan kebutuhan informasi pada masyarakat marjinal di Indonesia berdasarkan komponen kesejahteraan hidup. Dengan memahami hal tersebut berikut penyebabnya, diharapkan pekerja informasi dapat lebih memahami kebutuhan informasi masyarakat agar dapat membantu Pemerintah dalam penyediaan akses informasi yang betul-betul dibutuhkan, tepat dan cepat kepade masyarakat. Kata Kunci: Kemiskinan lnformasi; Masyarakat Marjinal