cover
Contact Name
Muhammad Fuad Rasyid
Contact Email
m.fuadrasyid12@gmail.com
Phone
+6289538973171
Journal Mail Official
m.fuadrasyid12@gmail.com
Editorial Address
jl.raya inspeksi kalimalang, cikarang selatan, kab.bekasi Jawa barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (P-ISSN 2252-6722, E-ISSN 2503-3476) is published by the Department of Indonesian Language and Literature, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Semarang. It publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. The scopes of the topics include: 1) Indonesian language for foreigners, Indonesian language, Indonesian language teaching; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature Teaching. Articles can be written in English, Indonesian or Malay. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia has been indexed in DOAJ, Google Scholar, BASE (Bielefeld Academic Search Engine), and Sinta (Science and Technology Index).
Articles 149 Documents
STUDI GEOGRAFI IMAGINATIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN BIPA Lilik Rita Lindayani
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1: Mei 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i1.38557

Abstract

Abstrak Hubungan ideologis pada proses pembelajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA) tidak dapat dielakkan, karena program BIPA adalah sebuah program yang berelasi dengan banyak pembauran budaya di dalamnya. Bentuk bahasa (kata, kalimat, dan variasi bahasa) adalah bagian dari faktor keberhasilan pengetahuan bagi pembelajarnya sebagai penerima konvensi. Bahasa tanpa karakteristik budaya sama artinya dengan mempelajari bentuk gramatikal semata tanpa memperhatikan makna. Sementara, inti dari berbahasa ialah apabila komunikasi yang terjalin dipahami karena adanya makna dari bahasa itu sendiri. Artikel ini menjelaskan kemungkinan pola belajar dari titik geografi imajinatif untuk menyoroti dan membangun identitas bahasa Indonesia yang dipelajari melalui pendekatan Orientalisme Edward Said. Persepsi persoalan bahasa yang dipelajari dan konstuksi identitas penutur yang mempelajarinya menjadi sebuah fenomena, hingga peran geografi imajinatif menjadi penting. Ide dasar dalam artikel ini adalah mendesposisikan pengalaman belajar dan mengajar menjadi strategi yang terpolakan sebagai langkah awal dalam memahami karakteristik pembelajaran BIPA melalui dasar-dasar pengenalan dan pengetahuan geografi imajinatif dalam prosesnya. Dalam hal ini, ide belajar bahasa biasanya mempertimbangkan kekuatan kelas serta tingkat kebutuhan terhadap bahasa yang dipelajari. Studi tentang otoritas kelinguistikan dibahas dengan menggunakan metode referensial, di dalamnya pembelajar bahasa asing menghadapi genre teks budaya secara umum. Dua instrumen metodologis digunakan untuk menelaah lebih jauh, yaitu memperhatikan karakateristik pembelajar BIPA dengan menggunakan perangkat formasi strategis dan posisi strategis. Kata Kunci: Geografi imajinatif, Pembelajaran BIPA, Metode Formasi Strategis, Metode Posisi Strategis Abstract The ideological relationship in the Indonesian language learning process for foreign learning (BIPA) is inevitable, because the BIPA program is a program related to much cultural assimilation there. The form of language (sentences, sentences, and variations of language) is part of the success factors of knowledge for students as convention recipients. Language without cultural characteristics is synonymous with grammatical form features only without regard to meaning. Meanwhile, the core of the conversation about communication is intertwined because of the meaning of the language itself. This article explains about learning patterns from the point of imaginative geography to discuss and build Indonesian language identity which is learned through the discussion of Edward Said's Orientalism. The perspective of the language learned and the construction of the identity of the speakers who study it become a phenomenon, so the role of imaginative geography becomes important. The basic idea in this article exposes the experience of learning and teaching into a strategy that is thought of as a first step in understanding the characteristics of BIPA through the basics of knowledge and knowledge imaginative geography in the process. In this case, the idea of ​​learning a language usually considers class and the level of need for the language being studied. The study of linguistics authority is discussed using referential methods, in which language expenditures translate cultural texts in general. Two methodological instruments are used to explore further, namely paying attention to the characteristics of BIPA spending using strategic formation and strategic positions tools. Keywords: Imaginative Geography, BIPA Learning, Strategic Formation Methods, Strategic Position Methods
ANALISIS DEIKSIS DALAM PERCAKAPAN PADA CHANNEL YOUTUBE PODCAST DEDDY CORBUZIER BERSAMA MENTERI KESEHATAN TAYANGAN MARET 2020 Listyarini Listyarini; Sarifah Firda Arindita Nafarin
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1: Mei 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i1.38628

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai macam deiksis yang terdapat dalam percakapan pada channel youtube podcast Deddy Corbuzier bersama Menteri Kesehatan tayangan bulan Maret 2020. Percakapan tersebut berisi tentang informasi yang berkaitan dengan covid-19 atau virus yang sedang mewabah di berbagai belahan dunia saat ini. Penelitian ini menggunakan metode dengan beberapa teknik yaitu teknik observasi, teknik simak dan teknik catat atau tulis. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan ditemukan lima bentuk deiksis pada data yang telah diteliti, deiksis tersebut antara lain deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana dan deiksis sosial. Deiksis yang paling sering digunakan yaitu deiksis persona dalam bentuk kata dia. Tiap deiksis mempunyai fungsi masing-masing sesuai dengan konteksnya. Penelitian ini menjadi menarik karena sebelumnya belum pernah ada penelitian deiksis pada akun channel youtube. Kata Kunci: Covid-19; Deiksis; Youtube Podcast Abstract This study aims to analyze the various types of deixis contained in a conversation on the youtube channel podcast Deddy Corbuzier with the Minister of Health showing March 2020. The conversation contains information relating to covid-19 or the virus that is pendemic in various parts of the world today. This study uses methods with a variety of techniques namely observation techniques, listening techniques and written or written techniques. Based on the result of theanalysis that has been done five forms of deixis were found in the data that have been examined such deixis including, persona deixis, lace deixis, time deixis, discourse deixis and social deixis. The most commonly used deixis is the persona deixis in the form of words dia. But each deixis has its own function according to the context. This research is interesting because previously there has never been a deixis study on youtube channel acounts. Keywords: Covid-19; Deixis; Youtube Podcast
MODEL PENILAIAN PRODUKTIF MATA KULIAH MENULIS BERBASIS NILAI HUMANIS Fahrudin Eko Hardiyanto
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1: Mei 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i1.38686

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model-model penilaian produktif kompetensi menulis berbasis nilai humanis. Penilaian dalam pembelajaran menulis merupakan hal yang strategis dan menentukan keberhasilan dalam pencapaian tujuan pendidikan. Penilaian sering dianggap sebagai salah satu dari tiga pilar utama yang sangat menentukan kegiatan pembelajaran. Ketiga pilar tersebut adalah perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah penilaian unjuk kerja pada mata kuliah menulis berbasis nilai-nilai humanis? Bentuk-bentuk penugasan yang dapat dijadikan penilaian dan proses pembelajaran mata kuliah menulis dengan berbasis pada nilai-nilai humanis yaitu 1) Praktik Menulis Makalah, 2) Praktik Menulis Artikel Populer; 3) Praktik Menulis Otobiografi; 4) Praktik Menulis Berita; 5) Praktik Menulis, Menyusun, dan Pameran Majalah Dinding; 6) Praktik Menulis Buletin; dan 7) Praktik Menulis Proposal Kegiatan Sosial. Kata kunci: penilaian, produktif, menulis, nilai humanis. Abstract This study aims to describe the productive assessment models of writing competency based on humanist values. Assessment in learning to write is a strategic thing and determines success in achieving educational goals. Assessment is often regarded as one of the three main pillars that determine learning activities. The three pillars are planning, implementation and evaluation. The formulation of the problem in this research is how is the performance evaluation on the writing subject based on humanist values? Forms of assignment that can be used as an assessment and learning process of writing courses based on human values ​​are 1) Paper Writing Practices, 2) Popular Article Writing Practices; 3) Autobiographical Writing Practices; 4) News Writing Practices; 5) Writing, Compiling, and Exhibition Magazine Wall Practices; 6) Practice of Writing Bulletins; and 7) Practice of Writing Social Activity Proposals. Keywords: assessment, productive, writing, human values.
PENGARUH KETERAMPILAN MENYIMAK DAN MEMBACA CERPEN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS CERPEN Nur Alifa; Nas Haryati Setyaningsih
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2: November 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i2.39634

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan menyimak dan membaca cerpen terhadap keterampilan menulis cerpen. Penelitian ini menggunakan jenis korelasi sebab akibat karena variabel satu berpengaruh terhadap variabel yang lain. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, keterampilan menyimak memberikan pengaruh yang positif dan siginifikan terhadap keterampilan menulis. Keterampilan menyimak cerpen memberikan sumbangan efektif sebesar 14,77% dan sumbangan relatif sebesar 27,86% terhadap keterampilan menulis cerpen. Kedua, keterampilan membaca memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan menulis. Keterampilan membaca cerpen memberikan sumbangan efektif sebesar 38,21% dan sumbangan relatif sebesar 72,09% terhadap keterampilan menulis cerpen. Ketiga, keterampilan menyimak dan membaca cerpen berpengaruh terhadap keterampilan menulis cerpen. Pengaruh yang diberikan keterampilan menyimak dan membaca cerpen terhadap menulis cerpen sebesar 53%. Kata kunci : menyimak cerpen;membaca cerpen;menulis cerpen ABSTRACT This study aims to determine the effect of short story listening and reading skills on short story writing skills. This study uses a causal correlation because one variable influences the other variables. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of the study are as follows. First, listening skills have a positive and significant influence on writing skills. Short story listening skills provide an effective contribution of 14.77% and a relative contribution of 27.86% to the short story writing skills. Second, reading skills have a positive and significant influence on writing skills. Short story reading skills gave an effective contribution of 38.21% and a relative contribution of 72.09% to the short story writing skills. Third, listening and reading short story skills affect the short story writing skills. The influence given to listening and reading short story skills on writing short stories was 53%. Keywords : listening to short stories, reading short stories, writing short stories
SATUAN LINGUAL DALAM SESAJI MALAM JUMAT KLIWON DI KABUPATEN PEMALANG (KAJIAN ETNOLINGUISTIK) Diah Ayu Wulandari; Imam Baehaqie
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2: November 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i2.40057

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsi bentuk satuan lingual, menganalisis makna kultural, mengeksplanasi fungsi satuan lingual dalam sesaji malam Jumat Kliwon di Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan teori etnolinguistik yang menjelaskan keterkaitan antara bahasa dengan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologis dan pendekatan teoretis. Metode dan teknik pengumpulan data adalah metode simak dan metode cakap. Teknik yang digunakan dalam metode simak adalah teknik sadap, Teknik SLC, Teknik SBLC, Teknik Rekam, Teknik Catat dan teknik yang digunakan dalam metode cakap adalah teknik pancing dan Teknik Cakap Semuka. Metode dan teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode agih dengan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) dan metode padan dengan teknik pilah unsur penertu (PUP). Metode dan teknik yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis data adalah metode penyajian formal dan informal. Hasil penelitian ini terdapat dua bentuk satuan lingual yaitu satuan lingual yang berbentuk kata dan satuan lingual yang berbentuk frasa. Satuan lingual yang berbentuk kata digolongkan menjadi dua satuan lingual monomorfemis dan satuan lingual polimorfemis. Bentuk satuan lingual monomorfemis berupa kata dasar yang berjumlah 6, polimorfemis yang berjumlah 1 berupa kata, frasa berjumlah 10, terdapat makna dalam setiap sesaji yang disajikan pada malam Jumat Kliwon dan terdapat 4 fungsi dalam sesaji yang di sajikan pada malam Jumat Kliwon. Kata Kunci: Satuan Lingual, Makna Kultural, Fungsi Satuan Lingual, Etnolinguistik
Rekonstruksi Instrumen Penilaian Tengah Semester Kelas VIII Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bermuatan HOTS dan Adiwiyata Annisa Nur Ainun Rizqoh; Wagiran Wagiran
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2: November 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i2.40092

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kualitas butir soal (PTS) kelas VIII mata pelajaran bahasa Indonesia dan untuk memaparkan hasil rekonstruksi instrumen penilaian tengah semester kelas VIII mata pelajaran bahasa Indonesia bermuatan HOTS bermuatan Adiwiyata. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian analisis ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah triangulasi data. Pembahasan pada artikel ini merupakan sebagian langkah dari penelitian rekonstruksi instrumen penilaian tengah semester kelas VIII mata pelajaran bahasa Indonesia bermuatan HOTS berbasis adiwiyata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan HOTS pada lima paket soal PTS masing-masing memiliki kandungan HOTS yaitu paket A 23,3%, paket B 3,3%, paket C 16%, paket D 12,5%, dan paket E 35%. Terdapat pula hasil penelitian yang menunjukkan kandungan stimulus adiwiyata pada lima paket soal yaitu paket A 33%, paket B 40%, paket C 12%, paket D 20%, dan paket E 30%. Kisi-kisi soal PTS mata pelajaran bahasa Indonesia bermuatan HOTS bermuatan Adiwiyata mengandung level kognitif HOTS sebanyak 95% dan MOTS 5% dengan tujuan untuk membekali dan membiasakan peserta didik dalam berpikir secara analitis, kritis, dan kreatif serta dapat bersaing dalam dunia internasional. Hasil rekonstruksi PTS kelas VIII mata pelajaran bahasa Indonesia bermuatan HOTS berbasis Adiwiyata mengandung stimulus adiwiyata sebanyak 100% dengan tujuan mengajak peserta didik membangun rasa kepedulian terhadap lingkungan. Kata kunci: PTS, higher order thinking skills, adiwiyata ABSTRACT: This research aims to describe the results of the analysis of the quality of items (PTS) class VIII Indonesian subjects and to explain the results of the reconstruction of the mid-term assessment instrument class VIII Indonesian subjects containing HOTS with Adiwiyata. This type of research is qualitative research. The method used in this analytical research is descriptive qualitative. Data collection techniques in this study are data triangulation. The discussion in this article is part of the steps in the reconstruction of the VIII midterm assessment instrument for Indonesian subjects with adiwiyata-based HOTS. The results of this study indicate that the HOTS content in five PTS question packages each has a HOTS content that is package A 23.3%, package B 3.3%, package C 16%, package D 12.5%, and package E 35% . There are also research results that show the adiwiyata stimulus content in five question packages, namely package A 33%, package B 40%, package C 12%, package D 20%, and package E 30%. The PTS Indonesian language lattice loaded with HOTS charged Adiwiyata contains HOTS cognitive level of 95% and MOTS 5% with the aim to equip and familiarize students with analytical, critical and creative thinking and can compete in the international world. The results of the reconstruction of PTS class VIII Indonesian subjects containing Adiwiyata-based HOTS contain 100% adiwiyata stimulus with the aim of inviting students to build a sense of environmental stewardship. Keywords: PTS, higher order thinking skills, adiwiyata
ANALISIS NILAI EDUKATIF DALAM NOVEL NAURA & GENK JUARA (THE ADVENTURE BEGINS) KARYA VERONICA WIDYASTUTI UNTUK MEMBANGUN LITERASI KRITIS SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI AJAR BAHASA INDONESIA SMP KELAS VII Intan Pratiwi; Wati Istanti
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2: November 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i2.40612

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) unsur novel Naura & Genk Juara (The Adventure Begins) Karya Veronica Widyastuti; (2) nilai edukatif yang terkandung dalam novel Naura & Genk Juara (The Adventure Begins) Karya Veronica Widyastuti; dan (3) relevansi novel Naura & Genk Juara (The Adventure Begins) Karya Veronica Widyastuti terhadap materi ajar Bahasa Indonesia untuk SMP kelas VII. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah strukturalisme genetik. Metode yang digunakan adalah analisis isi dan menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Naura & Genk Juara (The Adventure Begins) terdapat unsur-unsur novel yaitu 1) Tema, 2) Alur, 3) Tokoh dan 4) Latar. Nilai edukatif yang terdapat dalam novel yaitu: 1) Nilai Religius, 2) Nilai Nasionalis, 3) Nilai Integritas, 4) Nilai Mandiri, dan 5) Nilai Kegotongroyongan. Kelayalan novel Naura & Genk Juara (the adventure begins) sebagai materi ajar ditinjau berdasarkan aspek kebahasaan, psikologis siswa, latar belakang sosial budaya siswa, nilai atau amanat dalam novel dan keberagaman dalam novel. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai nilai-nilai edukatif yang terdapat dalam novel sehingga dapat menumbuhkan literasi kritis dan sebagai relevansi materi ajar Bahasa Indonesia SMP kelas VII. Kata kunci: nilai edukatif, novel, literasi kritis, materi ajar ABSTRACT The purpose of this study is to describe: (1) the novel elements of Naura & Genk Juara (The Adventure Begins) by Veronica Widyastuti; (2) educational value in the novel Naura & Genk Juara (The Adventure Begins) by Veronica Widyastuti; and (3) the relevance of the novel Naura & Genk Juara (The Adventure Begins) by Veronica Widyastuti to Indonesian Language teaching materials for seventh grade junior high school. The approach used in this research is genetic structuralism. The method used is content analysis with the use of reading and note-taking technique. The approach is used to study the educational value in the novel Naura & Genk Juara (The Adventure Begins) by Veronica Widyastuti as the relevance of Indonesian language teaching materials for seventh grade junior high school. The results showed that Naura & Genk Juara (The Adventure Begins) has the elements of the novel, namely 1) Theme, 2) Plot, 3) Characters, and 4) Background. Educational values contained in the novel are: 1) Religious Values, 2) Nationalism Values, 3) Integrity Values, 4) Self-Reliance Values, and 5) Mutual Values. The Feasibility of Naura & Genk Juara (The Adventure Begins) as teaching material is reviewed based on aspects of language, students’ psychological aspects, students' socio-cultural background, values or messages in the novel, and diversity in the novel. The results of this study are expected to increase the knowledge of educational values contained in the novel in order to foster students’ critical literacy and as the relevance of Indonesian Language teaching material for seventh grade junior high school. Keywords: education values, novel, critical literacy, and teaching material
POLA PELESAPAN UNSUR BAHASA INDONESIA: STUDI KASUS OPINI KOMPAS Antonius Anton Nesi; Max Regus; Yuliana Jetia Moon
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2: November 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i2.40811

Abstract

Abstrak Dalam konstuksi sebuah wacana senantiasa terdapat unsur bahasa yang dilesapkan atau dihilangkan penulisnya. Unsur bahasa yang dilesapkan itu bisa berupa kata, frasa, atau klausa yang menduduki fungsi sintaksis tertentu. Kajian tentang pelesapan unsur bahasa Indonesia dianggap urgen mengingat hingga saat ini pola pelesapan bahasa Indonesia belum banyak diwacanakan di dalam kajian-kajian kebahasaan, juga belum dibakukan di dalam tata bahasa baku bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pelesapan unsur bahasa Indonesia, sebuah studi kasus pada kolom opini Kompas. Pengumpulan data penelitian ini memanfaatkan metode simak yang diterapkan melalui teknik baca dan catat. Dalam analisis data digunakan metode analisis konten yang diterapkan melalui beberapa langkah, yakni inventarisasi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi data. Hasil penelitian ini dideskripsikan sebagaimana berikut. Pertama, dalam kolom opini Kompas ditemukan pola pelesapan berupa kategori. Pada tataran kategori ditemukan pola pelesapan berupa nomina dan verba yang dilesapkan secara kataforis dan anaforis. Kedua, dalam kolom opini Kompas ditemukan juga pola pelesapan pada kalimat koordinatif berupa (1) pelesapan subjek, (2) pelesapan subjek sekaligus predikat, dan (3) pelesapan objek. Ketiga, dalam kolom opini Kompas disibak bahwa pola pelesapan unsur bahasa pada kalimat subordinatif berupa (1) pelesapan subjek pada klausa anak dan (2) pelesapan subjek pada klausa induk. Dalam kasus tertentu, pelesapan pada kalimat subordinatif bersifat lebih kompleks, yakni terjadinya pelesapan subjek pada induk dan anak kalimat, juga pelesapan subjek dan predikat pada anak-anak kalimat. Abstract In the construction of a discourse, there is always an element of language that the author erases or removes. The language elements that are applied can be words, phrases, or clauses that occupy certain syntactic functions. The study of the immersion of elements of the Indonesian language is considered urgent considering that until now the pattern of immersion in Indonesian has not been much discussed in linguistic studies, nor has it been standardized in the standard grammar of the Indonesian language. This study aims to describe the pattern of impregnation of Indonesian elements, a case study in the Kompas opinion column. The data collection of this research utilizes the observation method which is applied through reading and note-taking techniques. In data analysis, the content analysis method is used which is applied through several steps, namely inventory, identification, classification, and data description. The results of this study are described as follows. First, in the Kompas opinion column found a pattern of infiltration in the form of categories. At the category level, there is a pattern of penetration in the form of nouns and verbs which are applied cataphorically and anaphorically. Second, in the opinion column of Kompas, there are also patterns of infiltration in coordinative sentences in the form of (1) subject infiltration, (2) subject as well as predicate infiltration, and (3) object penetration. Third, in the opinion column of Kompas, it is revealed that the pattern of embracing language elements in subordinative sentences is in the form of (1) immersion of the subject in the child clause and (2) penetrating the subject in the parent clause. In certain cases, the impingement of subordinate sentences is more complex, namely the occurrence of the subject and the predicate to the subordinate sentences.
KEEFEKTIFAN MODEL VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTETIC (VAK) DAN MODEL SNOWBALL THROWING DALAM PEMBELAJARAN MENGONSTRUKSI CERPEN PADA SISWA KELAS XI SMK Natalina Nita Kusumadewi; U'um Qomariyah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2: November 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i2.41265

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui keefektifan model visualization, auditory, kinestetic (VAK) dalam pembelajaran mengonstruksi cerpen pada siswa kelas XI SMK, (2) mengetahui keefektifan model snowball throwing dalam pembelajaran mengonstruksi cerpen pada siswa kelas XI SMK, (3) mengetahui model yang lebih efektif antara model visualization, auditory, kinestetic (VAK) dan model snowball throwing untuk diterapkan dalam pembelajaran mengonstruksi cerpen pada siswa kelas XI SMK. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Jenis penelitian adalah kuantitatif dan kualitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design (eksperimen semu) dengan bentuk nonequivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan secara luring dan daring pada siswa kelas XI SMK Negeri 5 Semarang dengan sampel kelas XI TKJ 1 sebagai kelas eksperimen 1 yang mendapatkan perlakuan model visualization, auditory, kinestetic (VAK) dan kelas XI TP 1 sebagai kelas eksperimen 2 yang mendapatkan perlakuan model snowball throwing. Hasil penelitian menunjukkan (1) model visualization, auditory, kinestetic (VAK) efektif digunakan dalam pembelajaran mengonstruksi cerpen pada siswa kelas XI SMK, (2) model snowball throwing efektif digunakan dalam pembelajaran mengonstruksi cerpen pada siswa kelas XI SMK, (3) model visualization, auditory, kinestetic (VAK) lebih efektif dibandingkan model snowball throwing dalam pembelajaran mengonstruksi cerpen pada siswa kelas XI SMK dengan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,001. Nilai 0,001 < 0,05, Ho ditolak Ha diterima. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen 1 lebih besar dibandingkan dengan posttest kelas eksperimen 2, yaitu 82,32 > 78,11. Kata Kunci: model visualization, auditory, kinestetic (VAK), model snowball throwing, pembelajaran mengonstruksi cerpen. ABSTRACT The purpose of this study are (1) to determine the effectiveness of the visualization, auditory, kinesthetic (VAK) model in learning to construct short stories in XI grade students of SMK, (2) to determine the effectiveness of the snowball throwing model in learning to construct short stories in XI grade students of SMK, (3) to know a more effective model between the visualization, auditory, kinesthetic (VAK) model and the snowball throwing model to be applied in learning to construct short stories in class XI SMK students. This study uses an experimental research method. This type of research is quantitative and qualitative. The research design used was a quasi experimental design (quasi-experimental) with a nonequivalent control group design. This research was conducted offline and online in class XI SMK Negeri 5 Semarang with a sample of class XI TKJ 1 as experimental class 1 who received treatment of visualization, auditory, kinesthetic (VAK) models and class XI TP 1 as experimental class 2 which received model treatment snowball throwing. The results showed (1) the visualization, auditory, kinesthetic (VAK) model was effectively used in learning to construct short stories in class XI SMK students, (2) the snowball throwing model was effectively used in learning to construct short stories in class XI SMK students, (3) visualization model , auditory, kinesthetic (VAK) is more effective than the snowball throwing model in learning to construct short stories in class XI SMK students with a Sig. (2-tailed) is 0.001. Value 0.001 <0.05, Ho rejected Ha accepted. The average posttest score of the experimental class 1 was greater than the posttest experimental class 2, namely 82.32> 78.11. Keywords: visualization model, auditory, kinesthetic (VAK), snowball throwing model, learning to construct short stories.
Analisis Pematuhan dan Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa pada Kegiatan Praktik Debat Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pecangaan Syahrin Thohir Fatkhun Ni'am; Asep Purwo Yudi Utomo
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2: November 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i2.42073

Abstract

Abstrak Kesantunan berbahasa merupakan bagian dari kesopanan dalam penggunaan bahasa ketika berkomunikasi melalui lisan maupun tulisan. Dalam proses belajar mengajar, kesantunan berbahasa siswa harus diketahui untuk mengidentifikasi tingkat kesantunan berbahasa siswa, khususnya pada pembelajaran debat bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa siswa, serta tingkat kesantunan berbahasa yang dimiliki oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Pecangaan. Jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis tingkat kesantunan berbahasa siswa adalah penelitian kualitatif dengan metode heuristik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: (1) Pematuhan bidal kesantunan berbahasa pada kegiatan praktik debat siswa yaitu terdapat 113 tuturan. Hasilnya pematuhan bidal yang paling sering muncul adalah bidal kebijaksanaan dengan jumlah 63 tuturan; (2) Pelanggaran bidal kesantunan berbahasa pada kegiatan praktik debat siswa yaitu terdapat 45 tuturan. Hasilnya bidal yang paling sering dilanggar adalah bidal berpendapat dengan jumlah 28 tuturan; (3) Tingkat kesantunan berbahasa pada kegiatan praktik debat siswa kelas X SMA Negeri 1 Pecangaan termasuk dalam kategori santun dengan jumlah perolehan 45,6%. Perolehan tersebut tergolong lebih tinggi dibandingkan dengan kategori sangat santun sebanyak 26%, tidak santun sebanyak 27,8%, dan sangat tidak santun sebanyak 0,6%. Berdasarkan perolehan tersebut menunjukan bahwa tuturan siswa pada kegiatan praktik debat tergolong santun. Kata Kunci: pematuhan, pelanggaran, prinsip kesantunan berbahasa, praktik debat. Abstract Language politeness is part of politeness in the use of language when communicating through oral or written. In the teaching and learning process, students 'language politeness must be known to identify the level of students' language politeness, especially in Indonesian language debate learning. This study aims to determine the form of obedience and violations of the students' language politeness principles, as well as the level of language politeness possessed by students of class X SMA Negeri 1 Pecangaan. This type of research used to analyze students' language politeness levels is qualitative research with a heuristic method. Based on the results of the study, it was concluded that: (1) The compliance with language politeness thimbles in students' debate practice activities was 113 utterances. The result of applying the thimbles that most often appeared was the thimble of wisdom with a total of 63 utterances; (2) Violation of language politeness thimbles in student debate practice activities, namely 45 utterances. As a result, the thimble that is most often violated is the thimble of arguments with a total of 28 utterances; (3) The level of language politeness in the debate practice of class X SMA Negeri 1 Pecangaan is included in the category of courtesy with a total gain of 45.6%. The acquisition was classified as higher than the very polite category as much as 26%, not polite by 27.8%, and very disrespectful by 0.6%. Based on these results, it shows that the students' speech on debating practice activities is classified as polite. Keywords: obedience, violation, the principle of politeness, debate practice.