cover
Contact Name
Munnik Haryanti
Contact Email
yanti2801@unsurya.ac.id
Phone
+62818342913
Journal Mail Official
yanti2801@unsurya.ac.id
Editorial Address
Jl. Halim Perdana Kusuma No.1, RT.1/RW.9, Halim Perdana Kusumah, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13610
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Industri
ISSN : 23022191     EISSN : 30309964     DOI : https://doi.org/10.35968/jti.v12i2
Jurnal Teknologi Industri adalah jurnal yang fokus pada teknologi industri yang diterapkan dalam industri, pemerintah, dan universitas.
Articles 104 Documents
ANALISA BEBAN PENDINGIN PADA RUANG DATA CENTER DI PT BSH M. Ilham Nurhadi Winata; Nurwijayanti Kusumaningrum
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 12, No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v12i1.1041

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada ruang Data centre untuk mengetahui ada tidaknya beban tidak seimbang antara konsumsi daya fasilitas dengan konsumsi daya IT equipment di data centre PT BSH yang berlokasi di Tangerang. Dengan variabel eksogen faktor sistem pendinginan yang terdiri atas indikator ketepatan perhitungan, tata ruang dan pemakaian IT equipment. Sedangkan variabel endogen yaitu konsumsi daya data centre dan nilai Power Usage Effectiveness (PUE) dan Data Centre Infrastruktur Effeciency (DCIE) dengan indikator kemampuan meningkatkan produktivitas, kinerja, evaluasi serta efisiensi Data centre. Penghitungan konsumsi daya mengambil sampel data selama 3 bulan yaitu bulan Januari, Februari dan Maret 2022 pada ruang device IT yaitu ruang server 1, ruang server 2, ruang network, ruang provider 1, ruang provider 2, dan ruang staging. Hasil penelitian ini untuk penyesuaian beban pendingin pada ruang data centre dengan tujuan penghematan energi. Hal ini ditunjukkan dengan energi sebelumnya 277,9 kW menjadi 254,8 kW sehingga menghasilkan penghematan energy sebesar 23,1 kW dan mendapatkan nilai PUE dan DCIE yang di kategorikan efisien, yakni 1,91 dan 52,35%. Disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil menunjukkan penghematan energi sebagai parameter lebih hemat konsumsi daya pada Data centre di waktu penelitian ini dilakukan.Kata Kunci: Data centre , Konsumsi daya, Power Usage Effectiveness(PUE), Data Centre Infrastruktur Effeciency (DCIE), Penghematan energi
Prototip Monitoring Suhu air Pada Genset 1250Kva Berbasis Microcontroller Arduinio Uno 328Pvia SMS Sa pardi; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 7 (2018): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v7i0.304

Abstract

Genset berfungsi sebagai pengganti suplai listrik ketika sedang terjadi pemadaman listrik suplai PLN, sehingga pengawasan mesin genset yang kurang optimal dapat mengakibatkan kinerja mesin terganggu,salah satunya adalah overheating pada mesin dan komponen lainnya. Pada penelitian ini, alat dirancang dan disimulasikan menggunakan dua heater sebagai beban, heaterpertama bekerja dan mengaktifkan heaterkedua dalam waktu 06:30,6menit. Heaterpertama memerlukan waktu 47,38 menit sedangkan heaterkedua dalam waktu 49,08 menit.Notifikasi SMS menggunakan provider Simpati dan Axis.Hasil perhitungan waktu kenaikan suhu heater pertama memerlukan waktu 7,5s dan penurunan memerlukan waktu 7,9s, sedangkan heater keduakenaikan suhu memerlukan waktu 7,6s dan penurunan suhu memerlukan waktu 8,2s.
Analisa Performansi Sistem Pendingin Ruangan dan Efisiensi Energi Listrik padaSistem Water Chiller dengan Penerapan Metode Cooled Energy Storage Sugiyono Sugiyono; Sumpena Sumpena
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 4 (2015): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v4i0.675

Abstract

Untuk menghemat penggunaan energi listrik sebagai akibat penggunaan AC (air conditioning) yang semakin meningkat maka telah dilakukan modifikasi pada sistem AC tersebut dengan mengganti fungsi evaporator menjadi box Cooled Energi Storage (CES). Pada modifikasi ini fungsi AC digabungkan dengan AHU dengan memanfaatkan fungsi evaporator sebagai sumber pendinginannya, dimana evaporator dimasukkan kedalam box yang telah diisi air dengan volume 0,072 m3. Dengan menggunakan pompa, air dingin tersebut dialirkan ke AHU, selanjutnya dimanfaatkan sebagai pendingin ruangan. Pengujian dilakukan dengan membandingkan dua cara pengoperasian. Pertama, sistem AC dan AHU dioperasikan secara bersamaan, sedangkan cara kedua sistem AC dioperasikan untuk mendinginkan air di box CES sampai mencapai temperatur yang hampir sama seperti pada saat cara pertama. Selanjutnya sistem AC dimatikan dan AHU dioperasikan untuk mendinginkan ruangan. Hasil yang diperoleh pada cara pertama adalah temperatur air di box CES mencapai sekitar 0,9oC dalam waktu pengujian selama 1 jam (interval pencatatan data setiap 10 menit) sedangkan temperatur ruangan mencapai 12,9 oC dan penggunaan daya listriknya mencapai 0,8650 kWh. Pada cara kedua, temperatur air di box CES mencapai sekitar 0,5oC pada selang waktu pengujian selama 30 menit. Setelah AC dimatikan dan AHU dioperasikan, ruangan hanya mampu didinginkan mencapai temperatur 17,8oC dalam waktu 30 menit. Tetapi temperatur air di box CES mencapai 16,5oC pada 10 menit pertama dan terjadi peningkatan yang sangat kecil pada menit-menit berikutnya. Penggunaan daya listrik dengan cara yang kedua ini menunjukkan terjadinya penghematan sebesar 0,4201 kW dibandingkan dengan cara pertama. Kata kunci : Air Conditioning (AC), Cooled Energy Storage (CES), Air Handling Unit (AHU), Evaporator.
ANALISA QUALITY OF SERVICE (QoS) DI AREA TANGERANG - BANTEN Nurwijayanti Kusumaningrum; Badru Salam
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v10i1.963

Abstract

Telekomunikasi sangat penting bagi masyarakat di semua kalangan baik usia, golongan maupun status. PT. Telekomunikasi Indonesia sebagai salah satu penyelenggara jaringan telekomunikasi terbesar di Indonesia harus memberikan kebebasan kepada penggunanya untuk memilih jaringan telekomunikasi lain untuk pemenuhan kebutuhan komunikasi. Tetapi dalam kenyataannya dalam berkomunikasi maupun mengirim informasi masih ada aja kendala yang sering terjadi, seperti terjadi keterlambatan dalam mengirim maupun menerima informasi baik data, gambar (saat bermain game) maupun suara. Maka dianalisalah masalah tersebut dengan cara mencari data-data yang berhubungan dengan Jitter, Latency dan Througput, masalah yang sering terjadi biasanya di Area Tangerang-Banten, tapi lebih di spesifik lagi di wilayah yang besar seperti Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan Kota Serang. Maka didapat hasil Jitter di Area Tangerang-Banten untuk tiga wilayah didapat katagori “Good” , hasil Latency di tiga wilayah didapat katagori “Prefect”, sedangkan Througput di tiga wilayah didapat katagori “Good”, kemudian setelah dianalisa secara keseluruhan baik Jitter, Latency maupun Througput didapat QoS di Area Tangerang-Banten dengan indeks 3,3 yaitu dengan katagori Memuaskan.Kata Kunci : Jitter, Latency, Througput, Quality Of Service, Area Tangerang-Banten
PROTOTYPE JEMURAN PAKAIAN OTOMATIS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER Sandi Nurhadiyanto; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 8 (2019): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v8i0.666

Abstract

Armed with previous tools regarding pre-existing automatic clothespins. Where the shortcomings of this tool are the absence of assistance to dry clothes when the clothesline is entered (not in the position of not drying), so that the activity of drying the tools is not optimal.The components are selected in order to match the characteristics and specifications of the selected components with the needs of the tool so that the tools that are made can work properly, light sensors and raindrop sensors in this simulator for reasons of convenience and safety.The speed of light is 299,752,458 meters per second so that the checking conditions for the value of light intensity can vary (uncertain). Therefore, the position for placing the LDR must be considered.Keyword : Mikrocontroller, LCD, LED, Motor DC 
POTENSI PEMANFAATAN SUMBER PANAS PEMBAKARAN SAMPAH TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PENGHASIL LISTRIK DENGAN PRINSIP TERMOELEKTRIK GENERATOR Muhammad Taufiq Ramadhan; Munnik Haryanti; Agus Sugiharto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v10i1.778

Abstract

Sumber panas api saat ini di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal, sedangkan beberapa negara sudah mulai banyak yang memanfaatkan sumber panas api, karena sumber panas api ini dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik. Di Indonesia baru segelintir orang yang memanfaatkan sumber panas api ini sebagai penghasil listrik, kedepannya di harapkan sumber api ini digunakan untuk mengurangi pemakaian batu bara dan sumber daya alam lainnya. Alat yang digunakan untuk menghasilkan listrik ini adalah termoelektrik TEC1 – 12706 yang bekerja berdasarkan perbedaan temperatur dengan rentang temperatur kerja hingga 350oC. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk membuat alat yang memanfaatkan sumber panas api sebagai pembangkit. Penelitian ini berdasarkan potensi pemanfaatan sumber panas pembakaran, khususnya pada perbedaan temperatur antara suhu panas dan suhu dingin pada termoelektrik sebagai penghasil listrik, yaitu dengan menggunakan termoelektrik generator. Dari hasil penelitian ini menggunakan termoelektrik generator sebagai pembangkit mendapatkan hasil dari pengujian selama 30 menit alat ini dapat menghasilkan tegangan rata-rata 10,05 Volt, Arus rata-rata 0,99 Ampere dan daya ratarata sebesar 13,84 Watt.Kata Kunci : Sumber panas api, Termoelektrik generator
PALANG PINTU PERLINTASAN KERETA API AUTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO Muhammad Faisal Asyari; Sumpena Sumpena
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 9 (2020): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v9i0.657

Abstract

At this time the accident at the railroad crossing is still quite high, it is caused by various things, including the doorstop system which still relies on the manual system and is very vulnerable to human error such as the gate guard fatigue so late closing the doorstop, and on the design ever made previously using ultrasonic sensors still have the disadvantage that the sensor can only detect objects without being able to distinguish what objects are in front of the sensor.In this case a design or prototype of a doorstop that functions automatically based on an Arduino microcontroller can be applied to reduce the number of accidents on a railroad train and prevent detection errors on the sensor by adding a warning signal in the form of SMS. Ultrasonic sensor test results work well by detecting objects in the form of trains with a predetermined setpoint, with a working height of 4.90 volts DC for sensor 1 namely ordering the bar to close and 4.91 volts DC for sensor 2 which instructs the bar to open, for the SIM module GSM works well sending a warning signal in the form of an SMS message if there is an object blocking in the distance <= 6cm. Keywords: Arduino-Based Automatic Railway Crossing
Perancangan Timbangan Pengemasan Beras Berbasis Mikrokontroler Atmega32 Ivan Prastya; Rosidi Sukanta
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 1 (2012): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v1i0.689

Abstract

In everyday life we meet a lot of weight, which is a tool to measure the weight of an object, both large and small capacity. Examples of scales that are used in the store rice is a type of mechanical (conventional) where the possibility of error or human judgment error is very large. Therefore, the authors tried to make rice packaging design scales using ATmega32 microcontroller that can help traders of rice with the accuracy of measurements on the device. From the results it can be seen that try uiji average error rate burden amounted to -0.6% means that the tool is quite accurate. An error due to the input offset voltage of 0.7 mV and the noise in the measurement signal conditioning circuit. Keywords: Microcontroller ATmega32, Scales, Rice
RANCANG ULANG MESIN SEALER CUP SEMI OTOMATIS Wahyu Sunaryo; Yohanes Dewanto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 12, No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v12i1.1046

Abstract

Di Indonesia khususnya di kota – kota besar banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan minuman ringan, kebanyakan para penjual memakai gelas plastik dan menggunakan tutup plastik yang dipasangkan pada gelas tersebut. Penggunaan tutup plastik yang hanya di letakan di atas gelas menyebabkan air yang di dalam gelas mudah tumpah, saat dibawa atau terkena goncangan. Melihat permasalahan tersebut, maka dibuatlah sistem penutup gelas semi otomatis dengan menggunakan sistem pneumatic. Dalam tahapan awal sebelum pembuatan yaitu pengumpulan data berupa komponen alat pendukung apa saja yang harus di aplikasikan dalam pembuatan alat tersebut, komponen tersebut meliputi Arduino no ATMega 328p, relay 5V, kompresor, solenoid valve, air cylinder dan rangka hardware dengan menggunakan besi siku 4X3 yang di desain sekokoh mungkin Hasil pengujian yang didapatkan adalah hasil pengujian pada mesin sealer cup semi otomatis lebih efektif dan efisien pada pengorasiannya, sehingga memperoleh temperature panas heter pada 150C sampai 200C untuk waktu penyegelan pada 1 gelas cup 12,25 detik Dari hasil pengujian tersebut dapat dibuat sebuah mesin cup sealer semi otomatis yang dapat diproduksi sendiri dan memiliki kualitas yang bagus serta produk kompetitif di pasaran. Kata Kunci: Modifikasi Mesin Sealer Cup Semi Otomatis, Pnumatik, relay
PENGARUH PANJANG JARINGAN TEGANGAN RENDAH TERHADAP SUSUT TEKNIS DI PT PLN DAERAH CAWANG Simatupang, Henry M.T; Dewanto, Yohannes
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v13i1.1308

Abstract

Dalam proses distribusi energi listrik dari pembangkit listrik sampai ke pelanggan, ada perbedaan antara energi yang dihasilkan dan energi yang diterima oleh pengguna selama distribusi energi listrik dari pembangkit listrik ke konsumen. Ketidaksesuaian ini disebut sebagai susut energi (losses). Energi listrik yang hilang selama proses transmisi dari pembangkit listrik ke konsumen disebut sebagai susut energi. Susut energi dibagi menjadi dua kategori: susut teknis dan susut non-teknis. Susut teknis adalah energi listrik yang hilang akibat faktor teknis seperti trafo, alat ukur, dan resistansi jaringan.Panjang jaringan tegangan rendah adalah salah satu dari banyak variabel yang berkontribusi terhadap kehilangan energi ini. Jaringan tegangan rendah adalah sistem listrik yang menyuplai konsumen dengan listrik dari gardu distribusi. Semakin panjang jaringan tegangan rendah, semakin besar kerugian teknis yang terjadi karena resistansi meningkat seiring bertambahnya panjang jaringan.Penelitian ini menganalisis pengaruh panjang jaringan tegangan rendah terhadap susut teknis di PT PLN (Persero) daerah Cawang. Ditemukan bahwa jaringan dengan panjang 452 meter memiliki jatuh tegangan sebesar 179,78 volt pada tegangan ujungnya. Jatuh tegangan yang signifikan ini disebabkan oleh tidak adanya perhitungan beban yang tepat pada tahap perencanaan awal. Untuk mengurangi susut teknis, perencanaan yang cermat dan estimasi beban yang akurat sangat penting. Dengan demikian, dapat ditentukan panjang jaringan tegangan rendah yang optimal guna meminimalkan susut teknis.

Page 9 of 11 | Total Record : 104