cover
Contact Name
Munnik Haryanti
Contact Email
yanti2801@unsurya.ac.id
Phone
+62818342913
Journal Mail Official
yanti2801@unsurya.ac.id
Editorial Address
Jl. Halim Perdana Kusuma No.1, RT.1/RW.9, Halim Perdana Kusumah, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13610
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Industri
ISSN : 23022191     EISSN : 30309964     DOI : https://doi.org/10.35968/jti.v12i2
Jurnal Teknologi Industri adalah jurnal yang fokus pada teknologi industri yang diterapkan dalam industri, pemerintah, dan universitas.
Articles 104 Documents
Analisa Fungsi T-DME Sebagai Pengganti Fungsi Outer Marker Runway O7 L Bandara Soekarno Hatta Nurlaili Wulan Sari; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 7 (2018): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v7i0.308

Abstract

DME merupakan sebuah alat yang memberikan informasi jarak dan posisi pesawat terbang dengan ground station. DME umumnya berpasangan dengan VOR (Very High Omni-Directional Range) maupun ILS (Instrument Landing           System ) disebut juga T-DME. Peralatan T-DME (Terminal DME) dibandara Soekarna Hatta merupakan DME yang dipasangkan dengan salah satu Instrument Landing System (ILS) yaitu Glide Path, yang merupakan peralatan navigasi penerbangan yang berfungsi untuk memberikan jarak terhadap titik pendaratan secara presisi dan tidak terputus kepada pesawat udara yang sedang melakukan pendekatan dan dilanjutkan dengan pendaratan di landasan pacu pada suatu bandar udara. Pada penelitian ini akan membandingkan antara data yang terdapat di ground check dengan yang tertera pada layar monitor. Hasil dari pengamata mendapatkan hasil bahwa  perbedaan sinyal  delay sebesar 0.01 μs dan perbedaan pembacaan jarak 0.02 NM  atau 3.7 meter. Hasil akhir disimpulkan bahwa selisih perhitungan tersebut masih dalam nilai toleransi yang diperbolehkan.
Analisis Pengaruh Program Pelatihan Keamanan Kesehatan Kerja terhadap Tingkat Pengetahuan Keamanan Kesehatan Kerja Waspada Tedja Bhirawa; Situngkir Obrin
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 2 (2013): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v2i0.679

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan satu kunci kesuksesan dalam berbagai industri. Suatu perusahaan yang bonafid dan professional selalu menganggap K3 ini sebagai suatu elemen yang sangat penting bagi kemajuan perusahaan tersebut. Dari hasil analisis dan pembahasan dapat di simpulkan sebagai berikut: Koefisien korelasi rxy sebesar 0,421 menunjukan adanya hubungan korelasi positif atau hubungan yang cukup erat antara penerapan Program Keselamatan atau hubungan yang cukup erat antara Penerapan Program keselamat dan Kesehatan Kerja dengan peningkatan Produktivitas Kerja. Peningkatan Produktivitas kerja karyawan PT. Star Energy sebesar 17,7% dipengaruhi oleh keberhasilan penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak masuk dalam parameter penelitian. Kata kunci  : Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Produktivitas, SDM
ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR IMPOR PRODUK ELEKTRONIK LIFE GOOD (LG) INCOTERM CIP DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DMAIC PADA PT. PANTOS LOGISTIK INDONESIA CIBITUNG JAWA BARAT Cindy Fenora; Waspada Tedja Bhirawa; Budi Sumartono; Basuki Arianto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v11i2.950

Abstract

PT. Pantos Logistik Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang freight forwarding yang memberikan jasa ekspor, impor, penyewaan trucking, penyewaan gudang dan penyewaan kontainer. Barang utama yang dimpor adalah finish goods LG (Life Goods) yaitu Washing Machine, Refrigerator dan LCD LED monitor Namun dalam setiap proses dokumen impor tersebut tidak terlepas dari reject berupa terjadinya perbedaan tanggal, terjadinya kesalahan kode barang pada saat menginput dokumen baru, terjadinya perbedaan HS. CODE dengan jenis produk, dan delay kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosesimpor dan menemukan penyebab terjadinya reject dan memberikan usulan perbaikan dalam proses impor di PT. Pantos Logistik Indonesia dengan menggunakan metode DMAIC dan analisis 5W+1H. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan beberapa langkah pengumpulan data, baik data primer maupun data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pada proses impor finish goods terdapat empat jenis penyebab reject yang menjadi CTQ kunci, yaitu terjadinya perbedaan tanggal, terjadinya kesalahan kode barang pada saat menginput dokumen baru, terjadinya perbedaan HS. CODE dengan jenis produk, dan delay kapal. Kinerja PT. Pantos Logistik Indonesia pada bulan Januari sampai April 2021 memiliki nilai sigma 2,24. Berdasarkan diagram pareto diketahui penyebab reject yang paling tertinggi adalah terjadinya perbedaan tanggal yaitu 43% untuk kesalahan input kode GSI di system sebanyak 22% perbedaan HS.CODE pada jenis barang sabanyak 21%, dan untuk delay kapal 14%. Analisis menggunakan fishbone Diagram dapat ditemukan faktor-faktor penyebab reject adalah Man, Method, Material dan untuk improve menggunakan analisis 5W+1H (What, Who, When, Why, Where, dan How, mencari prioritas alternatif perbaikan untuk mengurangi kegagalan proses. sehingga setelah rencana perbaikan diterapkan pada proses impor dokumen finish goods diharapkan dapat mencapai zero reject. Kata kunci: DMAIC, Reject, Six sigma, CTQ, Pareto Chart, Fishbone Diagram, Analisis 5W+1.
Rekayasa Proses Untuk Mengurangi Waktu Proses Pengadaan Dan Penyimpanan Pada Perusahaan Penyedia Menara Telekomunikasi Indramawan Indramawan
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 4 (2015): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v4i0.670

Abstract

Meningkatnya perkembangan industri telekomunikasi, termasuk didalamnya  perusahaan penyedia menara telekomunikasi mengharuskan perusahaan menyelesaikan proyek pembangunan menara sesuai dengan yang diinginkan pelanggan. Metodologi Business Process Engineering (BPR) digunakan untuk mempersingkat waktu pengadaan dengan bantuan metode IDEF0, peta proses melalu  i wawancara dan Forum Group Discussion dengan enam orang pakar. Dengan metode ESIA, penelitian ini menghasilkan As-Is dan To-Be proses pengadaan pada proyek pembangunan menara dan dapat mempersingkat waktu proses empat puluh enam persen. Kata Kunci : Proses Pengadaan dan Penyimpanan, Business Process Engineering, IDEF0, Forum Group Discussion, Metode ESIA, As-Is, To-Be
MESIN INHALASI HYDROXY KAPASITAS 24-36 WATT BERBASIS SOLAR CELL Yulianti, Bekti; Dewanto, Yohanes; Haryanti, Munnik; Awaludin, Muryan
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11 No 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v11i1.883

Abstract

Alat inhalasi hydroxyl merupakan salah satu alat yang digunakan untuk terapi yang berhubungan dengan keluhan terhadap pernapasan. Prinsip kerja dari alat inhalasi ini adalah menguraikan molekul air menjadi senyawa Oksigen dan senyawa Hidrogen. Gas yang dihasilkan dari penguaraian tersebut dinamakan gas HHO. Generator HHO adalah alat yang akan menghasilkan gas HHO dari proses penguraian senyawa air tersebut. Generator yang akan dibuat memilki kapasitas 24-36 watt dengan sumber tegangan 12 DC dari Solar Cell. Penggunaan solar cell digunakan agar alat dapat digunakan lebih fleksibel ditempat yang belum terdapat aliran listrik. Berdasarkan hasil percobaan terhadap alat dengan daya maksimal 36 watt dan kadar NaOH 10% sebagai katalis terhadap seluruh volume air yang digunakan, maka rata-rata kenaikan volume gas hidrogen setiap kenaikan arus 0,1 A selama 30 menit adalah 15,21 ml dan gas oksigen adalah 33,6 ml. Sedangkan rata-rata kenaikan volume gas hydrogen berdasarkan kenaikan suhu sebesar 1°K dan kenaikan arus 0,1 A adalah 0,77 ml dan kenaikan oksigen sebesar 1,54 ml. Kata Kunci : hydroxy , metode inhaler, terapi untuk paru-paru
SIMULASI PENGUKURAN KAPASITAS BEBAN SAMPAH PADA OTOMATISASI PENGAMBILAN SAMPAH DI SUNGAI Reka Rusydina; Yohannes Dewanto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 9 (2020): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v9i0.661

Abstract

Automatic garbage collection is an effort to overcome the problem of garbage accumulation in the river. Increasing the automation system of the load on waste can maximize the performance of waste management in watersheds such as rivers. This is the basic thought of the author in making a simulation tool to indicate the burden on the automation of waste collection in the river. In this simulation tool has an automatic marker to notify the amount of load received when passing through river water, these settings can determine the LEDs that  turn on automatically. The process of taking garbage in a river is based on the weight of the load on the garbage to be taken to the shelter. The design of this tool consists of two stages, namely the design phase of hardware and software. The hardware used in the design of this tool is the power supply as a voltage and electric current to the components used, the load cell for the weight sensor is able to convert the measured weight into the form of electrical signals, the arduino uno 328P microcontroller as the controller, while the software on This tool uses the LCD to display data and LEDs as an indicator that the load on the load cell sensor has exceeded the specified limit. This study uses a Load cell sensor to measure the load being weighed. Sensor output in the form of voltage in the order of millivolts. The load that is being measured will be displayed on the LCD and the setting of the waste load that goes to the shelter. Final testing of the entire system shows that the tool is able to process the weighting load more quickly. Tests on the entire system also show that when the tool weighs a load of rubbish with a weight of 1500gram and 2000gram. Keywords: load garbage, load cell, microcontroller, LCD and LED
SISTEM HIDROLIK PADA MESIN INDUSTRI W. Tedja Bhirawa
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v6i0.756

Abstract

Sistem hidrolik memiliki peranan penting dalam dunia industri masa kini baik dalam industri pangan, manufaktur, pembangkit listrik, dan sebagainya. Sistem hidrolik memiliki banyak keuntungan dan kemudahan diantaranya adalah fleksibel, variatif, dan berefisiensi tinggi. Dalam pengaplikasiannya, sistem hidrolik mengkombinasikan silinder hidrolik dengan aktuator mekanis ataupun elektronis yang bertujuan agar memiliki fungsi yang lebih spesifik. Pada mulanya pengontrolan sistem hidrolik dilakukan secara manual menggunakan rangkaian saklar, kemudian berkembang menggunakan rangkaian kontaktor dan relay. Namun kedua metode tersebut membutuhkan banyak rangkaian kabel dan komponen yang rumit. Sehingga akan menyulitkan ketika ingin mengubah pengaturan sistem hidrolik. Hal tersebut tentu membutuhkan banyak waktu dan tenaga.Prinsip dasar sistem hidrolik berasal dari hukum pascal, dimana tekanan dalam fluida statis harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: 1)Tekanan bekerja tegak lurus pada permukaan bidang.2)Tekanan disetiap titik sama untuk semua arah.3)Tekanan yang diberikan kesebagian fluida dalam tempat tertutup,  merambat secara seragam ke bagian lain fluida. Menurut hukum kekentalan energi : pada setiap titik sepanjang aliran dalam pipa, energi hidrolis adalah konstan. Pengurangan atau kehilangan energi akan dirubah dalam bentuk energi lain, sehingga untuk persamaan energi untuk titik 1 dan titik 2 sebagai berikut :   Dalam sebuah sistem hidrolik akan didapatkan keuntungan-keuntungan bila dibandingkan dengan sistem mekanik antara lain :1.Pemindahan gaya dan daya lebih besar.2.Pengaturan arah, kecepatan dan tekanan dapat dilakukan dengan mudah. Sehingga gerakan bisa lebih teratur.3.Suatu pembalikan arah secara cepat dapat dilakukan dengan mudah. 4.Pemindahan gaya dapat dilakukan ke tempat yang jauh , yaitu dengan memasang jaringan pipa, tanpa mengganggu sistem yang lain.dan 5.Penempatan dan pengaturan komponen-komponen hidrolik lebih sederhana dan tidak diperlukan tempat yang besar.Sedangkan kerugian-kerugiannya adalah ;1.Bagian-bagian tertentu harus dibuat sangat cermat.2.Karena gesekan di dalam saluran-salurannya bisa menyebabkan oli panas dan ini akan menyebabkan perubahan viskositas oli.dan 3.Goyangan dan penyusutan pipa-pipa dan hose karena tekanan dapat menyebabkan lepasnya sambungan-sambungan.Kata kunci : Hidrolik, Pascal, Mesin Hidrolik Industri.
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR BERAT DAN TINGGI BADAN IDEAL DENGAN METODE BMI (BODY MASS INDEX) BERBASIS IOT Putra, Muhamad Reza Ardaffa; Yulianti, Bekti; ,MM, Sumpena
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v12i2.1116

Abstract

AbstrakSalah satu permasalahaan dalam menjadi bagian dari suatu bidang profesi seperti Anggota TNI, Anggota kepolisian, Pramugari/Pramugara dll adalah mempunyai tinggi dan berat badan yang ideal, kebanyakan alat ukur tinggi badan yang beredar kurang memungkinkan untuk mendapatkan data yang akurat, karena kebanyakan alat ukur tinggi badan yang beredar dipasaran ataupun pada klinik masih bersifat manual. Artinya untuk mendapatkan data tinggi badan seseorang masih menggunakan cara pengukuran dengan tenaga manusia.Tujuan perancangan alat ini adalah untuk membuat sistem pengukuran berat dan tinggi badan secara otomatis berbasis Internet of things (IoT) yang terhubung melalui internet untuk informasi hasil pengukuran menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai kontrol, Sensor Ultrasonik HC-SR04 sebagai pendeteksi tinggi badan manusia, Sensor LoadCell sebagai pendeteksi berat badan manusia, Light Emitting Diode (LED) sebagai penanda atau indikator hasil  perhitungan Body Mass Index (BMI), Liquid Crystal Display (LCD) untuk memonitoring langsung, serta Google Sheet sebagai database hasil pengukuran.Perancangan alat ini memiliki data yang dikirimkan dari NodeMCU ESP8266 kepada Google Sheet sebagai penerima data yang berisi data waktu pengukuran, berat badan, tinggi badan dan Nilai BMI. Sistem yang dibuat bekerja dengan baik walaupun dalam pengukuran berat dan tinggi badan masih memiliki error yang dimana memiliki rata-rata error 0,71% untuk sensor tinggi badan, dan sensor berat yang memiliki rata-rata error 0,84%. Kata Kunci: IoT, NodeMCU ESP8266, Sensor Ultrasonik HC-SR04, Sensor LoadCell, Google Sheet
ALAT PENGHITUNG PEMAKAIAN DAYA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN AVR ATMEGA 16A Sugianto Sugianto; Munnik Haryanti; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 5 (2016): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v5i0.759

Abstract

Dengan banyaknya peralatan yang menggunkan energi listrik pemakaian energi listrik semakin besar dan yang harus kita bayar pun juga menjadi besar sesuai dengan pemakaian. Tapi biasa nya KWH meter milik PLN hanya bisa menghitung pemakain nya saja sehingga kita tidak mengetahui sebenarnya berapa yang harus kita bayar karena di KWH meter tersebut hanya menampilkan nominal pemakaian saja lalu kita hanya membayar tanpa kita mengetahuir perhitungan nya seperti apa karena yang mencatat meteran dari petugas PLN.  Dengan memakai alat penghitung pemakaian daya listrik yang berbasis mikrokontroler AVR Atmega 16A, penggunaan display bisa mengetahui berapa daya yang dikonsumsi tiap bulan dan besarnya biaya yang dibayarkan. Perlu diadakan sinkronisasi bila terjadi kenaikan tarif dasar listrik sewaktu-waktu.Keyword:KWH meter dan perhitungan daya 
LOGISTICS PRINCIPLES IN LOGISTICS SUPPORT PLAN Eddy S. Harisanto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 1 (2012): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v1i0.684

Abstract

Logistics in an art and a science. The science aspect enables logisticians to accomplish their mission methodically, logistics can not be separated from Strategy and tactics. In addition, people may study logistics like a systemized knowledge. In practice the limitations are always there.  Principles is a comprehensive and Fundamental doctrine or assumption. Therefore logisticians must understand and apply logistics Principles in  managing logistics support, Logistics principles has eight principles those are : Logistics Intelligence, Objective, Generative logistics, Interdependence Simplicity, Timeliness, Forward Impetus and Security.  Beside logistics principles,  logisticians need to know about the logistics support plan to.  Paragraphs of Material and Services To determine these point, Logistics staff has to know how well the terrains. Logistics principles that must be used in every logistic support plan it doesn’t matter in small or huge operations.  Logistics support plans are based on designed to support the combat operation. However, because of constraints of time, space and resources, the use of logistics principles and tactical requirement must be balanced. The mission of combat operation and also the objective of Logistics support operation  determine  how logistics support will be accomplished. As also, you know in what weather the operation will be, you can determine the equipment required easily also easily understands of transportation, Material and Service.  Although services do not influence directly to the combat power, but services plan must not be ignored. So Logistics Intelligence, Objective, Generative logistics, Interdependence, Simplicity, Timeliness/Accuracy, Forward impetus, Cost Effectiveness and Security are logistics principles that must be used in every logistic support plan. Keyword  :  Logistic, Support Plan, Intelligence

Page 8 of 11 | Total Record : 104