cover
Contact Name
Munnik Haryanti
Contact Email
yanti2801@unsurya.ac.id
Phone
+62818342913
Journal Mail Official
yanti2801@unsurya.ac.id
Editorial Address
Jl. Halim Perdana Kusuma No.1, RT.1/RW.9, Halim Perdana Kusumah, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13610
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Industri
ISSN : 23022191     EISSN : 30309964     DOI : https://doi.org/10.35968/jti.v12i2
Jurnal Teknologi Industri adalah jurnal yang fokus pada teknologi industri yang diterapkan dalam industri, pemerintah, dan universitas.
Articles 104 Documents
ANALISIS KINERJA LIGHTNING ARRESTER (LA) BERDASARKAN ARUS BOCOR PADA BAY IBT 1 GITET GANDUL PT. PLN (PERSERO) ULTG GANDUL Anugerah, Fahrun; Dewanto, Yohannes
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v13i1.1310

Abstract

PT.PLN (Persero) ULTG Gandul  mempunyai asset salah satu Gardu Induk yang sudah beroperasi sangat lama yaitu GITET Gandul, dalam menunjang keberlangsungan energi listrik peralatan perlu dilindungi dari surga petir, oleh karenanya dibutuhkan Lightning arrester sebagai pengalir tegangan lebih agar tidak mengganggu dan merusak peralatan. Penelitian ini membahas tentang arus bocor pada LA di bay IBT 1 GITET Gandul.Pentingnya peran LA dalam proteksi peralatan dari hubung surja dan singkat maka perlu dilakukan perhitungan kinerja secara berkala bersamaan dengan itu  adanya perbedaan usia operasi LA pada phasa S dengan phasa lainnya di bay IBT 1 mencapai lebih dari 10 tahun operasi sehingga diperlukan perhitungan kinerja LA tersebut, adapun prosedur penelitian dimulai dari studi literatur, pengumpulan data arus bocor, analisis kinerja arrester didasarkan pada arus bocor yang terukur menggunakan Leakage Current Monitor dengan membandingkan dengan standart yang ditentukan oleh PLN yaitu SKDIR 520.Berdasarkan perhitungan yang dilakukan kinerja LA phasa R dan S masih dalam range nilai normal yaitu %Ires ≤ 90 µA sedangkan untuk phasa T diperlukan percepatan dan penambahan pengukuran yaitu setiap 6 bulan atau 2x setahun dimana nilai %Ires ada pada range 91-99 µA, dan untuk kinerja LA phasa S masih baik meskipun telah beroperasi selama 19 tahun dimana peningkatan degradasi arus bocor arrester hanya 20,40% dan %Ires ≤ 90 µA yaitu 55,2% sehingga dalam interval pengujian selanjutnya ialah setahun sekali.
Analisa Perbaikan Hotspot Dalam KeadaanBertegangan Dan Tidak Bertegangandi PT. PLN (Persero) UPT Cawang Gurning, Samuel Frando; Sumpena, Sumpena
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v13i1.1311

Abstract

Penelitian ini menganalisis perbaikan hotspot dalam sistem kelistrikan di UPT Cawang dengan membandingkan dua metode perbaikan, yaitu PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) dan offline (tidak bertegangan), melalui analisis hasil thermovisi. Hotspot pada titik sambungan klem dan konduktor dapat menyebabkan kerusakan serius jika tidak segera ditangani, mengurangi keandalan sistem, dan meningkatkan risiko pemadaman listrik. Metode offline dapat menyebabkan rugi-rugi daya dan gangguan layanan, sedangkan PDKB memungkinkan perbaikan dilakukan tanpa mematikan sistem, meskipun membutuhkan teknik dan alat khusus. Penelitian ini menggunakan analisis ∆T suhu untuk mengevaluasi keparahan hotspot, menghitung gain saving dari metode PDKB, dan menganalisis rugi-rugi daya pada metode offline. Data thermovisi dari GI Cibubur dan GI Jatirangon menunjukkan ∆T tinggi pada beberapa fase, menandakan perlunya perbaikan sesuai standar PLN. Perbaikan menggunakan PDKB di GI Cibubur menurunkan suhu dari 59°C menjadi 35,7°C dengan memadamkan tegangan, sementara perbaikan offline di GI Jatirangon menurunkan suhu dari 62°C menjadi 39,9°C pada Fasa R dan 57°C menjadi 40,2°C pada Fasa S tanpa memadamkan tegangan. Analisis gain saving menunjukkan metode PDKB menghemat energi sebesar 694.440 kWh, sedangkan metode offline menyebabkan kerugian daya sebesar 285.260 kWh, menyoroti keuntungan ekonomis dari PDKB dibandingkan kerugian pada metode offline.
SIMULATOR KENDARAAN TRANSPORTASI CARGO BANDARA BERKAPASITAS ANGKUT 1000 GRAM BERBASIS LINE FOLLOWER Zaidan, Abdul Rofi; Yulianti, Bekti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v13i1.1306

Abstract

Proses pemindahan kargo dari pesawat ke area penyimpanan dan sebaliknya adalah salah satu aspek yang harus dioptimalkan untuk memastikan efisiensi dan keamanan dalam operasi bandara. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi adalah melalui penggunaan teknologi. Teknologi line follower dan weighing saat ini telah sangat maju dan menarik, salah satunya bisa diterapkan pada simulator transport cargo bandara. Simulator transport cargo merupakan sebuah alat yang dapat berjalan sesuai jalur yang dibuat dengan menggunakan sistem line follower yang dilengkapi dengan sistem weighing. Konsep ini hanya perlu memberi media penggerak berupa lintasan agar bisa dibaca oleh sensor untuk bisa menggerakan objek mobil transport cargo. Simulator Kendaraan Transportasi Cargo Bandara Berkapasitas Angkut 1000 Gram Berbasis Line Follower dibuat dengan berbasis Microcontroller Arduino dan menggunakan sensor TCRT-5000 berfungsi untuk mendeteksi adanya suatu lintasan yang dibuat untuk mobil kargo. Data dari sensor akan diproses dan kecepatannya dikontrol oleh Motor Driver. Sensor load cell digunakan untuk mengukur berat beban dari suatu barang agar diketahui berat beban yang dihasilkan oleh load cell, hasil pengukuran berat akan ditampilkan pada layar LCD. Satu buah Buzzer dan LED digunakan sebagai displayapabila beban melebihi kapasitas yang sudah ditentukan secara otomatis akan menyala. Proses perancangan dan pembuatan konsep prototype transport cargo ini terdiri dari beberapa langkah yaitu diawali dengan pembuatan blok diagram, kemudian membuat skematik diagram serta pembuatan bagian software seperti pembuatan flowchart, pseudocode, pemograman dan pembuatan bagian hardware seperti pemasangan dan pengemasan alat.Dengan implementasi prototipe transportasi kargo bandara ini, kita dapat memahami operasi sistem line follower dan sistem penimbangan sesuai dengan yang direncanakan. Secara keseluruhan, kinerja sistem line follower dan sistem penimbangan pada prototipe transportasi kargo bandara telah sesuai dengan kemampuan untuk menerima data dari sensor TCRT-5000 dan sensor load cell serta menavigasi jalur yang telah ditentukan.Proses pemindahan kargo dari pesawat ke area penyimpanan dan sebaliknya adalah salah satu aspek yang harus dioptimalkan untuk memastikan efisiensi dan keamanan dalam operasi bandara. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi adalah melalui penggunaan teknologi. Teknologi line follower dan weighing saat ini telah sangat maju dan menarik, salah satunya bisa diterapkan pada simulator transport cargo bandara. Simulator transport cargo merupakan sebuah alat yang dapat berjalan sesuai jalur yang dibuat dengan menggunakan sistem line follower yang dilengkapi dengan sistem weighing. Konsep ini hanya perlu memberi media penggerak berupa lintasan agar bisa dibaca oleh sensor untuk bisa menggerakan objek mobil transport cargo.Simulator Kendaraan Transportasi Cargo Bandara Berkapasitas Angkut 1000 Gram Berbasis Line Follower dibuat dengan berbasis Microcontroller Arduino dan menggunakan sensor TCRT-5000 berfungsi untuk mendeteksi adanya suatu lintasan yang dibuat untuk mobil kargo. Data dari sensor akan diproses dan kecepatannya dikontrol oleh Motor Driver. Sensor load cell digunakan untuk mengukur berat beban dari suatu barang agar diketahui berat beban yang dihasilkan oleh load cell, hasil pengukuran berat akan ditampilkan pada layar LCD. Satu buah Buzzer dan LED digunakan sebagai displayapabila beban melebihi kapasitas yang sudah ditentukan secara otomatis akan menyala. Proses perancangan dan pembuatan konsep prototype transport cargo ini terdiri dari beberapa langkah yaitu diawali dengan pembuatan blok diagram, kemudian membuat skematik diagram serta pembuatan bagian software seperti pembuatan flowchart, pseudocode, pemograman dan pembuatan bagian hardware seperti pemasangan dan pengemasan alat.Kata Kunci : Transport Cargo, Sensor TCRT-5000, Motor Driver L298N,                        Mikrokontroler Arduino Uno, Sensor LoadcellEmail           :  arofizaidan97@gmail.com  Dengan implementasi prototipe transportasi kargo bandara ini, kita dapat memahami operasi sistem line follower dan sistem penimbangan sesuai dengan yang direncanakan. Secara keseluruhan, kinerja sistem line follower dan sistem penimbangan pada prototipe transportasi kargo bandara telah sesuai dengan kemampuan untuk menerima data dari sensor TCRT-5000 dan sensor load cell serta menavigasi jalur yang telah ditentukan.
PROTOTYPE ROBOT PENSORTIR KEMASAN OBAT BERDASARKAN WARNA RGB PADA WARNA KEMASAN OBAT MENGGUNAKAN SENSOR TCS- 3200 DAN HC-SR04 Juliansyah, Dicky; Dewanto, Yohannes
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v13i1.1307

Abstract

Kemajuan teknologi di industri kesehatan mendorong inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam produksi serta di distribusi untuk obat-obatan. Salah satu tantangan utama adalah pensortiran kemasan obat berdasarkan warna lingkaran pada kemasan obat yang masih dilakukan secara manual/mandiri, yang rawan terhadap kesalahan manusia. Pada laporan tugas akhir ini akan di bahas perancangan dan implementasi prototype robot pensortir kemasan obat otomatis berbasis warna RGB menggunakan sensor TCS-3200 dan HC- SR04.Sensor TCS-3200 digunakan untuk mendeteksi warna kemasan obat dengan presisi tinggi, sementara sensor ultrasonik HC-SR04 berfungsi untuk menghitung objek yang masuk ke kotak penyimpanan yang telah di sortir. Robot yang di rancang dapat mengidentifikasi dan menyortir kemasan obat berdasarkan lingkaran warna pada kemasan obat, sehingga meningkatkan akurasi dan efisiensi proses pensortiran. Prototype robot ini dikendalikan oleh Arduino Nano.Pengujian dilakukan dalam berbagai kondisi operasional, untuk mengevaluasi kinerja robot dalam hal error, akurasi deteksi warna, kecepatan pensortiran, dan keandalan sistem. Hasil pengujian dilakukan secara 3 kali secara berurutan pada setiap warna, menunjukan ± 99% akurasi dengan 0,07 % kesalahan pada tiap warna , ketepatan waktu ± 5 detik dalam pengambilan ± 2 detik pemindahan, serta sensor ultrasonik dalam menghitung objek yang lewat kotak penyimpanan.
Evaluasi Akurasi Sensor Suhu Digital untuk Aplikasi Pemantauan Suhu Ruangan Penyimpanan: Studi Indoor dan Outdoor Setiawati, Aprilia Yogi; Haryanti, Munnik
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Industri
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v14i1.1712

Abstract

Accurate temperature monitoring is essential in storage applications that require precise environmental control. This study aims to analyze the accuracy and stability of five digital temperature sensors—DHT11, DHT22, DS18B20, BMP085, and BMP280—by comparing their measurements with a mercury thermometer certified by the Indonesian National Standard (SNI) as the reference. Experiments were conducted in both indoor and outdoor environments using a NodeMCU ESP8266, with repeated measurements performed to evaluate consistency. The analysis was carried out using average measurement deviation and percentage error. The results show that the BMP280 provides the highest accuracy in indoor conditions, with an average deviation of 0.52 °C and a 2.0% error rate, whereas the DS18B20 demonstrates superior accuracy and stability in outdoor conditions, with deviations as low as 0.4 °C in several test points. The DHT11 and DHT22 remain suitable for simple applications with low precision requirements, while the BMP085 exhibits the lowest performance in terms of both accuracy and consistency. These findings offer practical guidance for selecting appropriate temperature sensors based on environmental conditions and application needs.
Analisis Perbandingan Throttle Position Sensor (TPS) Standar Dan Racing Terhadap Kinerja Motor CB150R Apriyanti, Aulia; K N, nurwijayanti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Industri
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v14i1.1716

Abstract

Accurate temperature monitoring is essential in storage applications that require precise environmental control. This study aims to analyze the accuracy and stability of five digital temperature sensors—DHT11, DHT22, DS18B20, BMP085, and BMP280—by comparing their measurements with a mercury thermometer certified by the Indonesian National Standard (SNI) as the reference. Experiments were conducted in both indoor and outdoor environments using a NodeMCU ESP8266, with repeated measurements performed to evaluate consistency. The analysis was carried out using average measurement deviation and percentage error. The results show that the BMP280 provides the highest accuracy in indoor conditions, with an average deviation of 0.52 °C and a 2.0% error rate, whereas the DS18B20 demonstrates superior accuracy and stability in outdoor conditions, with deviations as low as 0.4 °C in several test points. The DHT11 and DHT22 remain suitable for simple applications with low precision requirements, while the BMP085 exhibits the lowest performance in terms of both accuracy and consistency. These findings offer practical guidance for selecting appropriate temperature sensors based on environmental conditions and application needs.
Rancang Bangun Antena Mikrostrip Mimo 2×2 Square Patch U-Slot Untuk Komunikasi 5g Frekuensi 2,3 GHz Handayani, Esti; K N, nurwijayanti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Industri
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v14i2.1717

Abstract

The 2.3 GHz frequency band is one of the recommended spectrums for 5G deployment due to its favorable propagation characteristics and capability to support high data throughput. However, microstrip antennas operating in this band often suffer from limited bandwidth and radiation efficiency. This research aims to design and implement a 2×2 MIMO microstrip antenna using a square patch with a U-slot and an inset-feed technique to enhance bandwidth and radiation performance for 5G applications. The initial antenna dimensions were calculated using standard microstrip theory, followed by modeling and optimization using CST Microwave Studio Suite 2019. The optimized antenna was then fabricated and tested using a Vector Network Analyzer (VNA) and radiation pattern measurements. Experimental results show that the antenna operates around 2.3 GHz with bandwidth values ranging from 61 to 65 MHz, VSWR below 1.2, and an axial ratio of 1.23 dB, indicating circular polarization. Additionally, the measured gain reaches 6.98 dB. These results demonstrate that the U-slot modification combined with inset-feed implementation effectively improves antenna performance, making the design suitable for MIMO systems in 5G networks.
Perhitungan Daya Listrik Pada Portal Parkir Sepeda Motor Di Area Parkir Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Widarto, Husnan; Yohannes Dewanto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Industri
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v14i1.1718

Abstract

The motorcycle parking system at Marshal Suryadarma Aerospace University is still operated manually, resulting in the absence of automatic vehicle data recording and reduced parking security. This study aims to analyze the electrical power requirements of a semi-automatic parking portal system based on RFID and IoT, driven by a single-phase AC motor as the main actuator. An experimental method was employed by measuring current and voltage using a clamp meter under three operational conditions: standby, portal opening, and portal closing. The theoretical power values were calculated using fundamental AC power equations and compared with field measurements to determine the accuracy of the system. The results show that electrical power consumption ranges from 4–36 W (standby), 290–310 W (opening), and 285–300 W (closing), with an accuracy of approximately ±80% compared to theoretical values. These findings indicate that the system is capable of providing sufficiently precise power measurements and is suitable for implementation in semi-automatic parking systems to enhance operational efficiency and reliability.
Sistem Proteksi Portal Parkir Sepeda Motor Pada Area Parkir Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Siahaan, Rianto Parlin; Arisandi, Effendi Dodi Arisandi
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Industri
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v14i2.1719

Abstract

The Internet of Things (IoT)-based parking gate protection system was developed to enhance vehicle security in flood-prone parking areas at Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. This study aims to design and evaluate an automated protection system capable of detecting water levels using the P31 float switch sensor and activating the parking gate mechanism through the NodeMCU ESP8266 microcontroller. A quantitative experimental method was applied by testing the system under various water level conditions ranging from below 100 cm to above 150 cm. Experimental results indicate that the sensor accurately detects critical flood levels between 100 and 150 cm, triggering an automatic gate-opening response within an average of 3 seconds. Furthermore, the average data transmission time from the sensor to the server is recorded at 2 seconds, demonstrating effective real-time monitoring capability. With consistent performance and rapid response, the system proves to provide additional protection against flood risks while improving the reliability of campus parking facilities.
Pengembangan Sistem Keamanan Portal Otomatis Cerdas melalui Identifikasi Pelat Nomor Kendaraan Berbasis OCR di Satrad 232 Irwan, Rizky; Sumpena, Sumpena
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Industri
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v14i2.1720

Abstract

Security at strategic military installations is fundamental to a nation’s defense. Security systems at facilities like Radar Unit 232 still depend on manual surveillance, which has limited efficiency and accuracy for vehicle identification. This research aims to develop an automated gate system based on license plate recognition using Optical Character Recognition (OCR) to improve security and operational efficiency. The study used a Research and Development (R&D) approach with a waterfall model, covering requirement analysis, system design, implementation, and testing. The system integrates a webcam, YOLOv8 for license plate detection, OCR for character extraction and an Arduino Nano as the gate controller. Testing was conducted using 1500 images of official vehicles from Radar Unit 232 in various lighting and angle conditions. The results showed a 93% license plate detection accuracy and an 84.9% OCR accuracy, leading to an overall integrated system success rate of 92.9%. The system’s response time is under 5 seconds with 98.3% reliability in normal operations. This system successfully reduce dependence on manual guards and enhances the efficiency of vehicle verification, contributing a computer vision-based security with adequate accuracy and speed for military implementation.

Page 10 of 11 | Total Record : 104