cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285806808392
Journal Mail Official
jurnalpengabdiansosial@gmail.com
Editorial Address
Amirul Bangun Bangsa Publishing Jalan Terusan Mergan Raya No. 11 Tanjungrejo Sukun Kota Malang Telp : 0858-0680-8392 email : jurnalpengabdiansosial@gmail.com
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Sosial
ISSN : -     EISSN : 30310059     DOI : https://doi.org/10.59837
Jurnal Pengabdian Sosial published every month (12 times a year), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Amirul Bangun Bangsa Publishing
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 934 Documents
Pemberdayaan Pemuda Pesisir sebagai Young Entrepreneur melalui Inovasi Olahan Anggur Laut untuk Peningkatan Ekonomi Lokal Sri Hutami Adiningsih S; Andi Annisa Sulolipu; Nurwahida Nurwahida; Besse Elis; Is Arianto Pratama
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 12 (2026): Oktober
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/36a9m662

Abstract

Anggur laut merupakan salah satu potensi sumber daya pesisir yang dapat dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah. Namun, pemanfaatannya oleh masyarakat di Pulau Barrang Caddi masih menghadapi kendala pada diversifikasi produk, pencatatan keuangan, penentuan harga jual, serta kesiapan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keberdayaan mitra melalui diversifikasi produk olahan anggur laut, penguatan manajemen usaha, dan peningkatan kesiapan pemasaran. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, praktik langsung, penerapan teknologi, dan pendampingan pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran. Teknologi yang diterapkan berupa aplikasi pencatatan keuangan berbasis Microsoft Excel yang dikustomisasi sesuai kebutuhan usaha mitra dan dilengkapi fitur pencatatan transaksi, arus kas, laporan laba rugi, dan laporan keuangan. Pada aspek produksi, mitra didampingi mengembangkan anggur laut menjadi keripik dan nugget, masing-masing sebanyak 30 bungkus. Produk juga dikembangkan menggunakan kemasan standing pouch dengan identitas merek Anggurih dan tagline “Dari Laut Jadi Gurih”. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perkembangan kemampuan mitra dalam produksi, pencatatan keuangan, penentuan harga jual, serta persiapan pemasaran. Pada tahap laporan kemajuan, kegiatan masih berada pada fase produksi dan persiapan pemasaran sehingga penjualan dan dampak terhadap omzet belum dapat diukur. Tahap selanjutnya diarahkan pada penguatan kemandirian mitra, peningkatan konsistensi produksi, dan pengembangan pemasaran produk.
Pengembangan Profil Kewilayahan Desa Kelong melalui Peta Fasilitas Umum Berbasis SIG dan Katalog Digital Rian Indrawan; Siti Naira; Ryani Ryani; Maria Hidayah Putri; Ferdy Putra Wahyunda; Dinda Annisa Maharani Harahap; Arya Putra Santoso; Aira Putri Januar; Suci Ananda Sitompul; Uli Hutagaol; M Pemberdi Intasir
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 12 (2026): Oktober
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/5h3j3s03

Abstract

Sebelum kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Maritim Raja Ali Haji dilaksanakan, peta yang tersedia di Desa Kelong hanya menggambarkan wilayah Kecamatan Bintan Pesisir secara keseluruhan. Peta fasilitas umum yang secara khusus menyajikan kawasan Kelong dan Tenggel serta katalog informasi desa belum tersedia. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan profil kewilayahan Desa Kelong melalui peta fasilitas umum berbasis sistem informasi geografis (SIG) dan katalog digital. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2026 menggunakan metode deskriptif terapan dengan pendekatan pemetaan partisipatif. Data dikumpulkan melalui pengamatan lapangan, pencatatan koordinat menggunakan aplikasi GPS Map Camera pada perangkat seluler, dokumentasi foto, dan konfirmasi informasi setempat. Validasi melibatkan kepala desa, perangkat desa, serta perwakilan RT/RW, dan hasilnya disahkan melalui penandatanganan oleh kepala desa. Kegiatan menghasilkan inventaris 19 fasilitas umum dalam lima kategori, yaitu pemerintahan dan pelayanan publik, pendidikan, peribadatan, transportasi, serta olahraga. Luaran berupa peta cetak berukuran A0 dengan skala 1:1.820 dan katalog digital yang dihubungkan melalui kode QR. Hasil kegiatan menyediakan media informasi yang menghubungkan lokasi, identitas, dan dokumentasi fasilitas serta telah diserahkan kepada pemerintah desa. Luaran tersebut berpotensi mendukung penyediaan informasi kewilayahan dan perencanaan desa. Namun, manfaat terhadap kemudahan akses pengguna dan efisiensi pelayanan belum diukur, sehingga diperlukan evaluasi penggunaan dan pemutakhiran data secara berkala.
Implementasi Aromaterapi Peppermint untuk Menurunkan Kecemasan Pasien Preoperasi di Rumah Sakit Islam Purwokerto Yuhda Rofiq Anwar; Amin Susanto; Murniati Murniati
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 12 (2026): Oktober
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/q0es1e05

Abstract

Kecemasan preoperasi dapat memengaruhi kesiapan psikologis dan respons fisiologis pasien menjelang pembedahan. Pra-survei di Rumah Sakit Islam Purwokerto menunjukkan sekitar 60–70% pasien preoperasi terindikasi mengalami kecemasan, sementara penanganan nonfarmakologis masih terbatas pada edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan aromaterapi peppermint dan menggambarkan perubahan kecemasan pasien preoperasi. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Mei–5 Juni 2026 di ruang rawat inap dengan melibatkan 30 pasien berusia 17–45 tahun yang mengalami kecemasan sedang. Kecemasan diukur menggunakan Visual Analogue Scale for Anxiety sebelum dan lima menit setelah inhalasi aromaterapi peppermint selama 3–5 menit. Sebelum kegiatan, seluruh peserta berada pada kategori kecemasan sedang. Setelah kegiatan, 12 peserta (40,0%) berpindah ke kategori ringan dan 18 peserta (60,0%) tetap pada kategori sedang; 15 dari 18 peserta tersebut mengalami penurunan skor meskipun belum berpindah kategori. Program dapat dilaksanakan dalam alur pelayanan preoperasi dengan skrining keamanan dan pemantauan kenyamanan. Perubahan yang ditemukan merupakan capaian deskriptif setelah kegiatan dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat karena tidak terdapat kelompok pembanding serta sebagian peserta menerima relaksasi napas dalam sebagai alternatif.
Sosialisasi Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai Solusi Pakan Ternak Alternatif Berkelanjutan di Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir Della Julianti; Frans Dave Sepdiawan Marbun; Fauziah An Nisadiena Aziis; Gloria Yemima Simanjuntak; Siva Alyademi; Difa Fatika Islami; Karina Karina; Moza Afipa Asdiny; Najibbullah Najibullah; Serius Halawa; M Pemberdi Intasir
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 12 (2026): Oktober
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/b7rw4876

Abstract

Masyarakat pesisir Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, menghadapi biaya pakan ternak pabrikan yang relatif tinggi akibat keterbatasan logistik kepulauan serta pengelolaan sampah organik rumah tangga yang belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan ternak alternatif sekaligus sarana pengelolaan sampah organik, serta menjajaki penerimaan awal masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada 13 Agustus 2026 dengan metode sosialisasi, demonstrasi larva maggot dalam botol bekas, diskusi, dan penyerahan bibit. Evaluasi dilakukan secara deskriptif-observasional. Kegiatan diikuti 24 peserta yang terdiri atas warga, ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan bapak-bapak. Hasil menunjukkan tiga peserta (12,5%) bertanya pada sesi diskusi dan enam warga (25%) menerima bibit. Salah satu penerima bibit telah memberikan maggot yang tumbuh besar kepada ayam sekitar 5 sampai 7 hari setelah kegiatan. Rasa jijik terhadap maggot teridentifikasi sebagai hambatan adopsi utama. Kegiatan ini merupakan pengenalan pertama maggot BSF di Desa Kelong dan menunjukkan penerimaan awal yang masih terbatas, sehingga kegiatan lanjutan memerlukan praktik langsung, pengenalan bertahap, pendampingan berkala, dan evaluasi terstruktur.