cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285806808392
Journal Mail Official
jurnalpengabdiansosial@gmail.com
Editorial Address
Amirul Bangun Bangsa Publishing Jalan Terusan Mergan Raya No. 11 Tanjungrejo Sukun Kota Malang Telp : 0858-0680-8392 email : jurnalpengabdiansosial@gmail.com
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Sosial
ISSN : -     EISSN : 30310059     DOI : https://doi.org/10.59837
Jurnal Pengabdian Sosial published every month (12 times a year), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Amirul Bangun Bangsa Publishing
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 934 Documents
Peran Mahasiswa KKN Dalam Optimalisasi Digitalisasi UMKM melalui Pemanfaatan Google Maps dan QRIS di Kelurahan Tanjung Permai Marsel Daniel Tambunan; Jeny Olivia Ivolina Purba; Novianti Fery Landa; Helmi Putri; Fatihara Aliya Syahira; Fatimah Anim; Nadilla Zia; Sella Marsel; Yuni Aisya Reswara; Rezha Anugrah Riautama; Yudi Umara
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 11 (2026): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/ermpnx13

Abstract

Digitalisasi menjadi upaya penting untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing UMKM di era digital. Di Kelurahan Tanjung Permai, sebagian besar UMKM telah menggunakan QRIS, tetapi masih ada yang belum memanfaatkan Google Maps sehingga sulit ditemukan konsumen. Kegiatan ini bertujuan melihat peran mahasiswa KKN dalam mendukung digitalisasi UMKM melalui Google Maps dan QRIS. Kegiatan dilakukan di Kelurahan Tanjung Permai, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, dengan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan membantu UMKM mendaftarkan lokasi dan melengkapi profil usaha di Google Maps serta meningkatkan pemahaman penggunaan QRIS untuk pengelolaan transaksi digital. Sosialisasi bersama ibu-ibu PKK juga menambah pengetahuan tentang pemanfaatan Google Maps dan QRIS bagi usaha rumah tangga. Pemanfaatan kedua teknologi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan usaha dan memudahkan konsumen dalam memperoleh informasi. Kegiatan ini juga mendorong pelaku UMKM untuk lebih terbiasa menggunakan teknologi dalam menjalankan usahanya. Kegiatan ini menunjukkan peran mahasiswa KKN dalam mendorong digitalisasi UMKM. Untuk keberlanjutan, diperlukan pendampingan berkala dari pemerintah kelurahan dan pihak terkait agar UMKM dapat memanfaatkannya secara mandiri.
Edukasi Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan serta Risiko Ketergantungan pada Siswa SMP Negeri 19 Balikpapan Agus Wijayanto; Yusma Auliya Nur; Dhio Gusty Miranda; Pina Aulia Rahma; Diva Chrestella Fadli; Raina Agatha Feliccia Randang; Salsabila Septiana Putri; Ina Mawarni; Muhammad Riski; Aries Nofrizal; Dika Damayanti; Divia Rizki Aulia; Affridatun Nikmah; Naila Makhfirah Nathasya; Muhammad Rafie Firdaus; Muhammad Shandy Prasetyo; Muhamad Zulton Praditya; Cahyo Banyu Aji Nugroho; Bryan Al-Raihan; William Baptisto Manziebert
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 11 (2026): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/ery21562

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang pendidikan. Namun, kemudahan tersebut juga memicu risiko ketergantungan berlebihan (over-reliance) di kalangan siswa yang dapat menghambat kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pemanfaatan AI sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap risiko ketergantungan teknologi di SMP Negeri 19 Balikpapan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dengan pendekatan partisipatif yang meliputi pemaparan materi, demonstrasi penggunaan AI, dan sesi tanya jawab. Kegiatan diawali dengan koordinasi dengan guru pada 3 Agustus 2026 untuk mengidentifikasi permasalahan, dilanjutkan dengan penyusunan materi menggunakan Canva, serta pelaksanaan pada 7 Agustus 2026 yang diikuti oleh 47 siswa dari dua kelas di Aula sekolah dengan durasi 2 jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dan aktif dalam sesi tanya jawab, serta mampu mengidentifikasi dampak negatif dari penggunaan AI secara berlebihan. Namun, keterbatasan waktu menyebabkan evaluasi kuantitatif berupa pre-test dan post-test tidak dapat dilaksanakan. Kegiatan ini berhasil membangun kesadaran awal siswa mengenai etika penggunaan AI, namun diperlukan durasi tambahan dan instrumen evaluasi yang terukur pada kegiatan mendatang untuk mengukur peningkatan pemahaman secara objektif.
Psikoedukasi Program PINGUIN (Pembelajaran Interaktif Non Gadget Untuk Insan Nusantara) serta Metode Read Aloud terhadap  Orang Tua dan Guru Miqdad Daly Ahmad; Rahmita Laily Muhtadini; Yohan Mega Risky Qamariah; Eka Rinda Wahyuni
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 11 (2026): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/1cgybw87

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia dini perlu mendapat perhatian karena paparan screen time dan konteks penggunaan tertentu dapat berkaitan dengan berbagai aspek perkembangan anak. Orang tua dan guru memerlukan pengetahuan serta keterampilan untuk menyediakan aktivitas alternatif yang interaktif dan non-gadget. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua dan guru mengenai dampak penggunaan gadget pada anak serta metode Read Aloud melalui program PINGUIN (Pembelajaran Interaktif Non Gadget untuk Insan Nusantara). Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka di Taman Kanak-Kanak Islam Fathul Iman, Malang, dengan melibatkan 17 peserta yang terdiri atas 14 orang tua dan 3 guru. Kegiatan meliputi pretest, penyampaian materi, praktik Read Aloud, posttest, dan evaluasi persepsi peserta. Perubahan pengetahuan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank, sedangkan persepsi dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai dampak penggunaan gadget dan metode Read Aloud setelah mengikuti kegiatan. Peserta juga menunjukkan persepsi positif terhadap manfaat kegiatan, peningkatan wawasan, dan kepercayaan diri. Program PINGUIN menunjukkan bahwa psikoedukasi yang dipadukan dengan praktik Read Aloud dapat meningkatkan pengetahuan peserta dan memberikan alternatif aktivitas non-gadget.
Segarakanti: Pemberdayaan Istri Nelayan Desa Tejakula Melalui Pengelolaan Hasil Perikanan Berbasis Ekonomi Sirkular dan Digitalisasi UMKM Menuju Desa Maritim Unggul Chris Steven Sado Fodhe Au; Viona Bertha; Ni Kadek Dwi Septiari; Ni Putu Sri Rukmini; Irwan Catur Saputra; Ni Wayan Pande Eka Agustini; Ni Kadek Rupini Nandi Lestari; Desak Made Cintya Putri Sena; Dewa Gede Satria Adinata; Ni Putu Trisna; Kadek Sinatra; Kadek Anggi Putri Pratiwi; Ayu Yuliana Dewi; Jemmy Regri Ferdianto; Komang Tri Rahayu; Rahayu Novi Salwani
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 11 (2026): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/01cgar14

Abstract

Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, tetapi pemanfaatannya masih didominasi penjualan ikan segar kepada pengepul sehingga nilai tambah dan pendapatan keluarga nelayan belum optimal. Permasalahan lain meliputi belum optimalnya pemanfaatan limbah tulang ikan, keterbatasan pengolahan dan pemasaran produk, pencatatan keuangan yang masih konvensional, serta belum terbentuknya kelompok usaha istri nelayan. Program SEGARAKANTI bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, memperkuat peran perempuan pesisir, memanfaatkan limbah tulang ikan menjadi produk bernilai ekonomi, serta meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha dan pemasaran digital. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan CREAM (Collaborative, Realistic, Evolving, Agreed, Measurable) melalui identifikasi potensi dan masalah, pembentukan dan legalisasi kelompok usaha, pelatihan pengolahan hasil perikanan, manajemen usaha, pembukuan, branding, packaging, pemasaran digital, edukasi gizi, serta pendampingan dan monitoring. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, pre-test dan post-test, serta perbandingan produksi dan omzet. Hasil program menunjukkan terbentuknya dua kelompok usaha dengan 23 anggota, peningkatan kapasitas masyarakat, produksi olahan ikan dan stik tulang ikan, serta perluasan pemasaran produk. Program berkontribusi terhadap penguatan ekonomi keluarga nelayan dan pengembangan kelembagaan Desa Maritim yang berkelanjutan.
Penerapan Konsep “KLIK” dalam Peningkatan Literasi Digital bagi Siswa Kelas Tinggi Sekolah Dasar Kurnia Laila Nur Khasanah; Dimas Ardiansyah; Fildza Hadani; Anindya Putri Hapsari; Noviana Lucky Wijayanti; Binti Zulfa; Nasywa Khoirunnisa; Deva Caroline Mareta; Totti Giri Andhika; Linda Agustin Widyawati Lestari; Alfiyan Nur Rohman
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 11 (2026): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/wvgg7290

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menuntut siswa memiliki kemampuan literasi digital agar dapat menggunakan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab. Meskipun siswa kelas tinggi sekolah dasar telah terbiasa menggunakan perangkat digital, pemahaman mengenai keamanan dan perlindungan data pribadi masih perlu diperkuat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi literasi digital kepada siswa kelas V dan VI SD Negeri 1 Jatipuro melalui penerapan konsep “KLIK” (Kenali, Lindungi, Ingat, Klik Bijak). Kegiatan dilaksanakan pada 18 Juli 2026 dengan melibatkan 43 siswa. Metode yang digunakan berupa sosialisasi interaktif menggunakan media PowerPoint, asesmen diagnostik secara lisan, penyampaian materi, diskusi, simulasi, tanya jawab, dan kuis interaktif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenali informasi pribadi yang perlu dilindungi, khususnya ketika berinteraksi dengan orang lain melalui permainan daring. Selama kegiatan, keterlibatan siswa terlihat lebih tinggi pada aktivitas kuis kelompok dibandingkan tanya jawab individu. Konsep KLIK membantu menyajikan materi literasi digital melalui empat langkah sederhana yang dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari siswa. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya penggunaan metode interaktif dan kontekstual dalam penyampaian edukasi literasi digital bagi siswa sekolah dasar.
Penguatan Sumber Daya Manusia Desa Buruan melalui Peningkatan Pelayanan Administrasi dan Etika Publik Ni Made Satya Utami; I Ketut Setia Sapta; Ni Luh Darmiyanti
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 12 (2026): Oktober
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/fxmx3t47

Abstract

 Kualitas pelayanan administrasi desa ditentukan oleh kapasitas aparatur dalam mengelola arsip, menyediakan informasi, serta menerapkan etika publik. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, yaitu penataan arsip administrasi, ketersediaan media informasi pelayanan, pelaksanaan pelayanan administrasi, serta pemahaman etika dalam pelayanan publik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Buruan, Gianyar (23 Juli–28 Agustus 2026) dilaksanakan melalui 4 program utama, yaitu penataan arsip administrasi desa, pembuatan media informasi pelayanan, pendampingan pelayanan administrasi desa, serta edukasi etika pelayanan publik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur Desa Buruan dalam mendukung pelayanan administrasi yang lebih tertib, efektif, informatif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Metode & Program: Pelaksanaan dilakukan melalui tahapan observasi, identifikasi masalah, penyusunan program, implementasi, dan evaluasi. Hasil & Dampak: intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pada penataan arsip (65% menjadi 95%), efektivitas pendampingan pelayanan (60% menjadi 90%), ketersediaan media informasi (45% menjadi 85%), serta pemahaman etika pelayanan publik (70% menjadi 95%). Seluruh program terealisasi 100% dan terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas aparatur serta meningkatkan mutu pelayanan administrasi secara berkelanjutan. Hal ini berkontribusi langsung terhadap terciptanya pelayanan publik yang tertib, informatif, dan profesional.
Penguatan Kapasitas Aparatur dan Masyarakat melalui RBI untuk Tata Kelola Administrasi Publik Berkelanjutan: Evaluasi Partisipatif di Kampung Jimpitan, Batu Jaya Ivan Budi Susetyo; Yeni Widyastuti; Setyani Setyani; Indah Wahyu Maesarini; Puryanto Puryanto; Irva Sectio Caesaria Satyani; Erwin Rahmandita; Faizal Madya; Florentina Ratih Wulandari; Aan Wahyudi
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 12 (2026): Oktober
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/ksj0n076

Abstract

Kelurahan sebagai unit pemerintahan terdepan menentukan efektivitas pelayanan publik, partisipasi warga, dan keberhasilan pengarusutamaan gender di akar rumput, tetapi kapasitas aparatur dan integrasi sistem digital pada tataran ini masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan memperkuat kapasitas aparatur dan masyarakat Kelurahan Batu Jaya, Kota Tangerang, melalui program Ruang Bersama Indonesia (RBI) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kegiatan dilaksanakan pada 27 Agustus 2026 dengan pendekatan partisipatif-andragogis yang memadukan ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan refleksi kertas kerja terstruktur, diikuti 30 peserta dari aparatur kelurahan, pengurus RT/RW, Pekerja Sosial Masyarakat, dan kader PKK/Posyandu/Kelompok Melati, dengan 21 kertas kerja (pengembalian 70%) sebagai unit analisis. Hasil menunjukkan tantangan tata kelola paling dominan berupa keterbatasan kompetensi sumber daya manusia aparatur (62%), rendahnya pemanfaatan teknologi informasi (48%), data kependudukan dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang tidak mutakhir (29%), serta birokrasi berbelit (29%). Prinsip Partisipatif dinilai paling relevan, sejalan dengan tradisi gotong royong Kampung Jimpitan, diikuti Responsif Gender, Kolaboratif, Inklusif, dan Adaptif. Peserta merumuskan tindak lanjut berupa sosialisasi berjenjang, pengembangan Kampung Jimpitan, dan literasi digital pembuatan media belajar anak melalui Canva. Temuan menunjukkan bahwa RBI berpotensi menjadi instrumen tata kelola kolaboratif efektif apabila disertai penguatan kapasitas digital, integrasi data lintas sistem, dan pendampingan pascapelatihan berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Guna Meningkatkan Kemandirian Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat Agus Yulistiyono; Arian Zikri; Astrisa Faadhilah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 11 (2026): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/qcjjdt48

Abstract

Pemanfaatan lahan pekarangan melalui budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan strategi potensial dalam menjawab tantangan kemandirian kesehatan dan penguatan ekonomi rumah tangga di area perkotaan. Meskipun memiliki potensi nilai tambah ekonomi yang tinggi, masyarakat di Kelurahan Pondok Bahar masih menghadapi keterbatasan dalam aspek teknik budidaya lahan sempit, inovasi pengolahan produk, hingga strategi pemasaran. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi pemberdayaan berbasis TOGA guna meningkatkan kemandirian kesehatan sekaligus menciptakan peluang kewirausahaan herbal yang berkelanjutan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Asset-Based Community Development (ABCD) yang melibatkan kelompok PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Putih, serta Karang Taruna melalui tahapan sosialisasi, pelatihan urban farming, hilirisasi produk (HerbaNomics), dan pendampingan pemasaran. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan partisipan (>80%) dalam budidaya dan pengolahan TOGA serta terbentuknya unit usaha herbal komunitas yang memproduksi minuman rempah, teh herbal, dan produk higienitas. Program ini berhasil menciptakan efisiensi pengeluaran kesehatan keluarga sebesar 20–30% dan membuka peluang peningkatan pendapatan warga. Keberhasilan ini menekankan pentingnya sinergi kelembagaan lokal dan integrasi rantai nilai dari hulu hingga hilir sebagai model pemberdayaan ekonomi perkotaan berkelanjutan.
NATURA (Nature Art for Children): Ecoprint sebagai Pembelajaran Seni Berbasis Alam untuk Anak Usia Dini Afika Fauzia J; Karina Cahya Kamila; Juwita Novita Sari; Maulida Pitria; Nur Amalia Olby Anwar; Fitriani Fitriani
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 12 (2026): Oktober
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/tr806j12

Abstract

Kegiatan pembelajaran di TK Al-Azhar Syifa Budi Samarinda, khususnya kelompok TK B, masih didominasi oleh aktivitas yang berulang dan minim eksplorasi lingkungan, sehingga pada sebagian anak terlihat tanda-tanda kejenuhan berupa berkurangnya ketertarikan, waktu pengerjaan tugas yang lebih lama, dan menurunnya semangat belajar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menghadirkan variasi pembelajaran seni berbasis eksplorasi alam melalui program NATURA (Nature Art for Children) dengan kegiatan ecoprint. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2026 di TK Al-Azhar Syifa Budi Samarinda dengan melibatkan 32 anak kelompok B. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahap, yaitu apersepsi, demonstrasi teknik, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi dengan memperhatikan indikator kreativitas dalam memilih dan menyusun bahan alam, keterampilan motorik halus dalam proses mencetak, fokus dan konsentrasi dalam mengikuti tahapan, serta kepercayaan diri dan kemandirian dalam menyelesaikan karya. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar anak mampu mengikuti instruksi, menyusun bahan alam sesuai ide, menyelesaikan proses ecoprint, serta menunjukkan antusiasme dan rasa bangga terhadap hasil karya. Kegiatan ini memberikan alternatif pembelajaran seni berbasis alam yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.
Penguatan Kesadaran Anti-Perundungan melalui Penanaman Nilai Empati pada Siswa Sekolah Dasar: Studi Sosialisasi Berbasis Pengalaman di SDN Singgamanik Siti Azzahra Br Batu Bara; Yani Pajrin Pasaribu; Dwi Ardy Dermawan; Fadhil Muhammad
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 11 (2026): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/1vjr3488

Abstract

Perundungan di sekolah dasar tidak hanya berkaitan dengan tindakan fisik, tetapi juga ejekan, pengucilan, dan perilaku lain yang dapat mengganggu rasa aman serta hubungan sosial siswa. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan kesadaran anti-perundungan dan empati melalui kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman siswa mengenai perundungan dan empati serta mendorong kemampuan merespons situasi perundungan secara tepat. Kegiatan dilaksanakan di SDN Singgamanik dengan melibatkan 60 siswa kelas V dan VI melalui sosialisasi berbasis pengalaman. Tahapan kegiatan meliputi penyampaian cerita pemantik dan ilustrasi, diskusi kelompok, pemberian materi melalui presentasi dan video edukatif, refleksi, serta pengisian kartu komitmen. Evaluasi dilakukan melalui observasi, catatan lapangan, dan analisis respons kartu komitmen. Dari 60 kartu yang terkumpul, 19 siswa memilih menegur pelaku, 17 siswa melaporkan kepada guru atau orang dewasa, 15 siswa mendampingi korban, dan 9 siswa masih ragu menentukan tindakan. Kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pengalaman dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali perundungan, merefleksikan pengalaman, dan menyatakan komitmen dalam merespons perundungan secara lebih peduli.